cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
SEMIRATA 2015
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 74 Documents
Search results for , issue "Prosiding Bidang Biologi" : 74 Documents clear
MUTU FISIK BERAS GENOTIP LOKAL PADI SAWAH YANG DITANAM DI SENTRA PRODUKSI SUMATERA BARAT Lastri Nur, Azwir Anhar Anizam Zein
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.156 KB)

Abstract

The physical quality of rice is not only determined by its genotype inserted but also affected by environmental factors. This research was conducted in four locations in West Sumatera i.e Solok, Bukittinggi, Pariaman and Pesisir Selatan. The local rice genotypes used were Ciredek, Anak Daro, Randah Putiah, Cantiak Manih, Mundam, Bakwan and Sarai Sarumpun. The randomized block design was used in each location. Observations was focused on grain physical quality which was grouped into 5 categories, i.e head grain, broken grain, chalky grain, brewers grain and damage grain. Observation on rice quality was done in Plant Physiology Laboratory of Biology department at Padang State University. The data obtained was analyzed by inserted ANOVA and continued with DNMRT test at 5% error level.The results showed that interaction genotype and location affect the physical quality. There was interaction gxe on head and broken rice.  Chlaky grain was affected only by genotype inserted. In conclusion some quality of rice are determined by interaction genotype and environment. The others were affected by genotype Keywords: quality, local rice, genotype, west sumatera
BIODEGRADASI PEWARNA AZO MORDANT BLACK 17 OLEH Ganodermasp. BTA1 ISOLAT LOKAL Jan Riama Sirait, Atria Martina, Rodesia Mustika Roza,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.086 KB)

Abstract

Pewarna Azo merupakan senyawa aromatis dan pewarna sintetik yang paling umum digunakan dalam industri. Senyawa ini tidak diinginkan masuk ke lingkungan karena kebanyakan azo dyes serta berbagai produknya bersifat racun dan karsinogenik. Ganodermasp. BTA1 diketahui mampu mendekolorisasi pewarna azo Mordan Black 17. Uji biodegradasi  menggunakan medium Basal, Minimal dan N-Limited yang mengandung Mordant Black 17 berlangsung secara fermentasi bawah permukaan. Kondisi biodegradasi optimal Mordant Black 17 oleh Ganodermasp.BTA1 adalah dalam medium basal, jumlah inokulum 104 spora/ml dalam waktu 12 hari. Kata kunci: Biodegradasi, Ganoderma, Mordant black 17, pewarna azo
IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI EKTOPARASIT DAN ENDOPARASIT PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus Linn) Di KOLAM BUDIDAYA PALEMBANG,SUMATERA SELATAN Riska Fitri, Erwin Nofyan, Moch Rasyid Ridho,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.725 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang identifikasi dan prevalensi ektoparasit dan endoparasit pada ikan nila (Oreochromis niloticus Linn.) di kolam budidaya Palembang, pada bulan April sampai Juni 2014. Identifikasi parasit dilakukan di Laboratorium Parasitologi Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis ektoparasit dan endoparasit yang ditemukan dan mengetahui tingkatan prevalensi parasit pada ikan nila (Oreochromis niloticus Linn.) serta mengetahui hubungan inang ikan nila terhadap parasit di kolam budidaya. Berdasarkan hasil identifikasi yang telah dilakukan didapatkan empat filum parasit pada ikan nila yaitu filum Cilliophora (Trichodina sp dan Ichthyophthirius multifiliis), Platyhelminthes (Dactylogyrus sp), Acanthocephala (Acanthocephalus sp) dan Arthropoda (Lernea sp). Rata-rata nilai prevalensi tertinggi ikan nila sebesar 19,99% pada ikan ukuran 18-18,9 cm dan nilai prevalensi terendah sebesar 7,56% pada ikan ukuran 14-14,9 cm.   Kata kunci : Parasit, Identifikasi,  Prevalensi, Oreochromis niloticus
PENDEWASAAN KALUS EMBRIOGENIK SOMATIK TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) DENGAN KOMBINASI BAP DAN KINETIN Utut Widyastuti, Fitri Damayanti, Ika Mariska,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.864 KB)

Abstract

Peningkatan kebutuhan gula di Indonesia tidak sebanding dengan peningkatan produksi tebu sebagai tanaman utama penghasil gula. Solusi yang ditawarkan untuk peningkatan produksi tebu adalah pemuliaan tanaman berbasis in vitro yaitu pengembangan protokol untuk proses embriogenesis somatik dimana salah satu tingkat keberhasilannya ditentukan oleh komposisi media. Proses yang mempengaruhi embriogenesis somatik pada tanaman tebu bersifat spesifik untuk setiap genotipe sehingga penentuan kombinasi media induksi embriogenesis terbaik pada klon tebu sangat diperlukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan media pendewasaan kalus embriogenik yang terbaik. Bahan yang digunakan adalah kalus embriogenik tebu klon PS 864 dari perlakuan 2.4-D 3 mg/l ditambah dengan CH 3 g/l. Media pendewasaan kalus embriogenik yang digunakan adalah media dasar MS yang dikombinasi dengan Kinetin (0, 1, 3, dan 5 mg/l) dan BAP (0 dan 5 mg/l) yang diperkaya dengan CH 500 mg/l. Rerata jumlah globular tertinggi dihasilkan dari media MS ditambah BAP 5 mg/l yang dikombinasi dengan Kinetin 1 dan 3 mg/l. Pengamatan mikroskopis memperlihatkan bahwa kalus yang dihasilkan dari media pendewasaan adalah campuran antara sel-sel embriogenik dan non embriogenik serta ditemui mekanisme penting selama proses embriogenesis somatik yaitu pembelahan sel secara asimetris dan elongasi. Pembelahan sel secara asimetris tertinggi dihasilkan dari perlakuan dengan penambahan Kinetin 3 mg/l.   Kata kunci: asimetris, tebu, embrio somatik, kalus
PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL OLEH MASYARAKAT ETNIS SERAWAI BERBASIS NASKAH KUNO KA GA NGA DI DESA KAMPAI TALO KABUPATEN BENGKULU SELATAN ., Kasrina .
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.363 KB)

Abstract

Suku Serawai secara geografis umumnya mendiami kawasan Kabupaten Bengkulu Selatan, Propinsi Bengkulu. Masyarakat Bengkulu telah melakukan pengobatan secara tradisional sejak dari dulu dan dicatat dalam naskah Ulu dengan menggunakan tulisan kuno Ka Ga Nga. Penelitian terdahulu telah dilakukan terhadap naskah tersebut dan diperoleh informasi 63 jenis tumbuhan obat  yang telah dimanfaatkan sebagai obat, tetapi informasi pemanfaatannya dalam pengobatan sangat terbatas dan susah dipahami.  Tujuan penelitian adalah untuk menentukan manfaat berbagai jenis tumbuhan obat yang tertulis di dalam naskah Ulu pada Suku Serawai di Desa Kampai Talo. Penelitian dilakukan dengan metode observasi, wawancara pada dukun, dan koleksi tumbuhan obat dari lapangan dengan mengacu pada kajian naskah kuno. Data-data ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil yang didapatkan ada 39 jenis tumbuhan yang dipakai dan pemanfaatannya ada yang sama dan tidak sama dengan naskah Ulu. Penurunan jumlah jenis tumbuhan obat yang dipakai dalam pengobatan disebabkan tumbuhan tersebut tidak ditemukan atau mungkin tidak tumbuh di kawasan Desa Kampai Talo dan kemungkinan adanya erosi pengetahuan pada generasi selanjutnya. Kata kunci: tumbuhan obat, etnis Serawai, naskah Tradisional, Bengkulu
INOVASI PEMBELAJARAN DENGAN PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KECAKAPAN SOSIAL MAHASISWA PADA PERKULIAHAN STRATEGI BELAJAR MENGAJAR BIOLOGI Salwa Rezeki, Hasruddin, Muhammad Yusuf Nasution,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.79 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk meningkatkan kecakapan sosial mahasiswa dengan menerapkan pembelajaran kontekstual pada perkuliahan Strategi Belajar Mengajar Biologi.Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan. Subyek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi berjumlah 40 orang, yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Data kecakapan sosial diperoleh melalui angket dan dianalisis dengan teknik prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kecakapan sosial mahasiswa sebesar 22,5%dari siklus I ke siklus II pada pembelajaran Strategi Belajar Mengajar Biologi dengan menerapkan pembelajaran kontekstual. Kata Kunci: Pendekatan Kontekstual, Kecakapan Sosial, Strategi Belajar Mengajar Biologi.
PERANCANGAN LEMBAR KERJA MAHASISWA (LKM) BERBASIS MASTERY LEARNING PADA MATA KULIAH GENETIKA Febriyanti, Ruth Rize Paas Megahati S, Diana Susanti,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.417 KB)

Abstract

Genetika merupakan salah satu mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) dalam bidang Biologi yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa pada semester lima di STKIP PGRI Sumbar. Mahasiswa menganggap konsep-konsep genetika sulit dipahami, mahasiswa tidak mampu menyelesaikan soal-soal genetika karena mata kuliah ini lebih banyak membahas soal-soal hitungan layaknya matematika, dan belum tersedianya lembar kerja mahasiswa (LKM). Akibatnya proses belajar tuntas (Mastery learning) tidak terlaksana dan hasil belajar mahasiswa masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKM berbasis Mastery learning pada mata kuliah genetika yang valid, praktis, efektif, dan disseminate. LKM berbasis mastery learning pada mata kuliah genetika sebagai salah satu bahan ajar alternatif dalam meningkatkan hasil belajar dan untuk mengatasi tidak terlaksananya belajar tuntas. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan 4-D models (define, design, develop, dan disseminate). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yang mendeskripsikan hasil uji validitas, praktikalitas, dan efektivitas dari model LKM berbasis Mastery learning. LKM berbasis Mastery learning yang telah dirancang berisi, identitas mata kuliah, satuan kurikulum, materi, contoh soal, penyelesaian soal yang mudah dipahami serta sistematik, soal formatif dan soal sumatif. Tahap develop LKM berbasis Mastery learning telah dilakukan sampai pada tahap validasi. Hasil validasi dari 2 orang validator berada pada kriteria valid dengan nilai validitas sebesar 88 %.  Nilai validitasi 88% ini menunjukan bahwa LKM berbasis Mastery learning pada mata kuliah genetika sudah dapat digunakan. Kata kunci : Pengembangan lembar kerja, lembar kerja genetika, validitas dan Mastery learning
JENIS DAN KEPADATAN MOLUSKA DI DANAU KERINCI PROVINSI JAMBI ., Afreni Hamidah
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.351 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kepadatan moluska di Danau Kerinci, Propinsi Jambi dan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi kehidupan moluska. Lokasi pengambilan sampel moluska terdiri dari 4 stasiun penelitian dengan karakteristik habitat yang berbeda. Moluska yang didapatkan diidentifikasi berdasarkan karakter morfologi dan dihitung kelimpahannya di setiap stasiun. Selain itu dilakukan pengukuran faktor fisika dan kimia perairan meliputi kedalaman, suhu, pH, kecerahan dan kandungan oksigen terlarut (DO) perairan.Dari hasil identifikasi, ditemukan 8 famili dan 9 spesies moluska, yaitu 1 spesies dari kelas Bivalvia dan 12 spesies dari kelas Gastropoda didapatkan 8 jenis gastropoda dan 1 jenis bivalvia. Kedelapan jenis gastropoda yang didapatkan yaitu Brotia costula, Melanoides maculata, Melanoides tuberculata, Pomacea canaliculata,Thiara scabra, Bellamya sumatrensis,Gyraulus convexiusculus, dan Indoplanorbis exustus. Satu jenis bivalvia yang ditemukan yaitu Corbicula javanica. Kepadatan total moluska di masing-masing stasiun yaitu pada stasiun I didapatkan  160,83 ind.; stasiun II sebesar 52,50 ind.; stasiun III sebesar 48,41 ind. dan stasiun IV sebesar 82,67 ind. Kedalaman perairan antara 85-200 m; suhu antara 24,6-25,2o C; pH antara 7,01-8,14; kecerahan 85-190 serta oksigen terlarut (DO) berkisar antara 4,05-6,68 mg/l. Kata kunci : Moluska, kepadatan, danau Kerinci
RESPON PERTAMBAHAN PANJANG AKAR KECAMBAH PADI (Oryza sativa L.) BENGKALIS, RIAU TERHADAP CEKAMAN GARAM Herman, Dewi Indriyani Roslim, Ermi Ningsih,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.56 KB)

Abstract

Cekaman garam merupakan permasalahan utama pada pertanian padi di daerah pesisir pantai.  Penelitian bertujuan mengidentifikasi pengaruh cekaman garam terhadap pertambahan panjang akar pada beberapa varietas padi (Amat Candu, Yamin, Solok, dan Sadani) dari Desa Bantan Air, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.  Dua varietas pembanding yang digunakan adalah IR64 (tidak tahan cekaman garam) dan Indragiri (tahan cekaman garam). Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial, yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 kali ulangan.  Faktor I adalah konsentrasi NaCl, yaitu: 0 mM, 60 mM, 75 mM, dan 90 mM.  Faktor II adalah varietas padi yaitu: IR64, Indragiri, Solok, Sadani, Yamin, dan Amat Candu.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa cekaman garam tinggi menurunkan pertambahan panjang akar pada varietas padi yang diuji.  Semakin tinggi konsentrasi garam, maka semakin menurun pertambahan panjang akar padi.  Pertambahan panjang akar padi pada perlakuan 60 mM garam tidak berbeda nyata antara varietas padi yang diuji.  Perlakuan garam 70 mM dan 90 mM berpengaruh nyata terhadap pertambahan panjang akar antara varietas padi yang diuji dan dapat mengelompokkan keenam varietas padi yang diuji menjadi tiga kelompok, yaitu tidak tahan (IR64), moderat (Indragiri, Solok, Sadani, dan Amat Candu), dan tahan cekaman garam (Yamin).   Kata kunci: Bengkalis, Cekaman Garam, Oryza sativa, Pertumbuhan Akar
OPTIMASI AKTIVITAS AMILASE DARI BAKTERI TERMO-ALKALIFIL Annika Maizeli, Gustina Indriati, Ruth Rize Paas Megahati S,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.103 KB)

Abstract

Bakteri termo-alkalifil merupakan bakteri yang berasal dari sumber air panas yang mempunyai pH diatas 8. Bakteri termo-alkalifil saat ini dijadikan sumber dari berbagai enzim, seperti lipase, protease, dan amilase. Amilase adalah enzim yang dapat menghidrolisis pati menjadi gula. Amilase yang dihasilkan oleh bakteri termo-alkalifil berperan pada berbagai bidang industri, seperti pada industri penyamakan kulit, biskuit, tekstil, dan sebagai aditif detergen. Pada industri detergen dibutuhkan amilase yang tahan pada suhu dan pH tinggi. Kebutuhan dunia industri terhadap amilase terus meningkat hingga 30% dari kebutuhan enzim di seluruh dunia. Isolasi bakteri termo-alkalifil telah berhasil dilakukan pada sumber air panas Semurup kabupaten Kerinci (Jambi) dan diperoleh isolat bakteri termo-alkalifil SMG9 dengan aktivitas sebesar 41,92 U/ml. Amilase yang dihasilkan oleh isolat bakteri dari alam (wild type) umumnya mempunyai aktivitas yang rendah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui suhu dan pH optimum aktivitas amilase melalui optimasi media (suhu dan pH). Hasil optimasi terhadap suhu media pertumbuhan bakteri termo-alkalifil menunjukan bahwa aktivitas amilase tertinggi diperoleh pada suhu 60°C. Hasil optimasi terhadap pH media pertumbuhan bakteri termo-alkalifil menunjukan bahwa aktivitas amilase tertinggi diperoleh pada pH 8,5. Kata kunci: amilase, optimasi, uji aktivitas, dan bakteri termo-alkalifil