cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
SEMIRATA 2015
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 89 Documents
Search results for , issue "Prosiding Bidang Kimia" : 89 Documents clear
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BERBASIS KOMPUTER UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI SISWA PADA PENGAJARAN KESETIMBANGAN KIMIA Simanjuntak, Ivana Margaretta
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.623 KB)

Abstract

Penerapan strategi pembelajaran kontekstual (CTL) dengan menggunakan media berbasis komputer untuk meningkatkan prestasi siswa pada pengajaran kesetimbangan kimia dijelaskan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan  prestasi siswa melalui penerapan strategi CTL dengan menggunakan media berbasis komputer dalam belajar kesetimbangan kimia. Penelitian ini dilakukan di SMA Markus Medan melalui pengajaran siswa dengan penerapan strategi CTL dengan media berbasis komputer untuk kelas eksperimen dan membandingkan hasilnya dengan kelas kontrol yang diajarkan dengan strategi CTL tanpa media komputer. Strategi pembelajaran CTL dengan media komputer ternyata dapat meningkatkan prestasi siswa dalam pembelajaran kesetimbangan kimia. Dapat dilihat dari hasil penelitian menunjukkan perbandingan prestasi siswa pada kelas eksperimen (M=70,5±8,25) lebih tinggi dari prestasi siswa pada kelas kontrol (M=56,5±11,82), dan kedua kelas berbeda secara signifikan (ttest4,34>ttabel1,33). Hal ini dapat disimpulkan bahwa pengajaran Kesetimbangan Kimia dengan strategi CTL menggunakan media komputer dapat meningkatkan motivasi dan prestasi siswa dalam belajar. Selanjutnya dengan menggunakan strategi CTL dengan media komputer jauh lebih efektif daripada menggunakan strategi CTL tanpa media , dan dapat ditunjukkan dari berbagai perbedaan nilai rata-rata yang didapat dari kelas eksperimen dan kelas kontrol, juga besarnya nilai ttest dibandingkan dengan nilai  ttabel. Kata Kunci : strategi pembelajaran kontekstual (CTL), media komputer, kesetimbangan kimia, SMA
OPTIMASI PENENTUAN KADMIUM DALAM AIR LAUT SECARA VOLTAMMETRI STRIPPING ADSORPTIF DENGAN METODE PERMUKAAN RESPON (RSM) Hamzar Suyani, Izzati Rahmi, Hilfi Pardi, Deswati,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.57 KB)

Abstract

Tulisan ini menjelaskan suatu metoda yang cepat untuk  optimasi penentuan kadmium dalam air laut secara voltammetri stripping adsorptif dengan menggunakan  metode permukaan respon. Pengaruh beberapa parameter dipelajari antara lain : variasi konsentrasi kalkon, pH, potensial akumulasi dan waktu akumulasi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan komposit pusat dengan 4 faktor/variabel 3 level dan 31 kombinasi  perlakuan. Dari hasil eksperiment dan evaluasi statistik(hasil analisis ragam) maka diputuskan untuk menerima model orde 2 dan disimpulkan variabel bebas memberikan pengaruh yang significan terhadap variabel respon (arus puncak). Berdasarkan analisis data dengan metode permukaan respon, maka didapatkan kondisi optimum penentuan kadmium yaitu : konsentrasi kalkon  0,47 mM, pH = 7,47, potensial akumulasi -0,59 Volt dan waktu akumulasi 70,36 detik dengan nilai arus puncak maksimum dari kadmium 11,07 nA. Pada kondisi optimumum tersebut diperoleh nilai standar deviasi relatif 0,41%, recovery 98,91%, linear range sampai 105 µg/L dengan limit deteksi 0,12 µg/L. Metoda permukaan respon ini dapat diterapkan penentuan kadmium dalam air laut secara cepat, efektif dan efesien. Katakunci: metode permukaan respon, kadmium, voltammetri stripping adsorptif  
PENGEMBANGAN KIT PRAKTIKUM DAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD) MATERI LAJU REAKSI UNTUK SISWA SMA Afrida, Wilda Syahri, Ice Purwanti, Epinur,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.317 KB)

Abstract

Laboratorium di sekolah sangat penting dalam menunjang pembelajaran kimia, untuk membuktikan teori dan konsep kimia melalui praktikum. Saat ini masih ada sekolah yang jarang melakukan praktikum. Beberapa faktor penyebabnya yaitu terbatasnya laboratorium kimia yang ada, alat dan bahan praktikum tidak lengkap, dan lain-lain. Untuk menjaga kelangsungan proses pembelajaran melalui praktikum perlu dikembangkan suatu alternatif alat peraga praktikum agar pembelajaran dapat berjalan secara optimal. Pengembangan ini bertujuan untuk merancang dan membuat kit praktikum laju reaksi dan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) dan untuk menguji kelayakan penggunaan kit praktikum laju reaksi dan LKPD dalam pembelajaran. Pengembangan ini mengikuti model 4D yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan dan penyebarluaskan. Desain kit divalidasi oleh tim ahli kit praktikum, ahli media pembelajaran dan ahli materi serta diadakan uji coba kelompok kecil. Hasil dari pengembangan adalah produk berupa kit praktikum laju reaksi dan LKPD. Hasil validasi dari ahli kit praktikum adalah baik  (skor 78), ahli media adalah baik (skor 92) dan ahli materi adalah baik (skor 90). Skor penilaian guru yang diperoleh adalah sebesar 121 yang memiliki tingkat validasi baik. Respon siswa terhadap kit praktikum laju reaksi dan LKPD sebesar 89,31% (sangat baik). Kit praktikum laju reaksi dan LKPD dikategorikan baik, menarik, dan layak digunakan dalam pembelajaran Katakunci: kit praktikum, model 4D, laju reaksi
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TAWAS DAN KARBON AKTIF PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU Titin Anita Zahara, Gusrizal, Indah Dwi Kartika, Nurlina,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.584 KB)

Abstract

Limbah industri tahu mengandung bahan organik yang tinggi dan mungkin dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Limbah ini perlu diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kualitas limbah tahu menggunakan tawas sebagai koagulan dan arang aktif sebagai adsorben. Kinerja kombinasi proses koagulasi-adsorpsi akan ditinjau dari kekeruhan, COD dan TSS air limbah hasil olahan. Koagulasi dilakukan menggunakan konsentrasi optimum dari tawas sebesar 100 ppm menunjukkan bahwa koagulasi menghilangkan kekeruhan hingga  94,98 %, TSS 93,87 % dan COD 57,43 %. Adsorpsi dengan karbon aktif dilakukan dengan menggunakan adsorpsi kolom dan waktu adsorpsi divariasikan dari 10-50 menit. Hasil adsorpsi menunjukkan bahwa kontak adsorpsi selama 40 menit mampu menurunkan TSS hingga 29,84% dan COD hingga 54,73%, tapi untuk penurunan kekeruhan maksimum (25,44%), waktu kontak 30 menit memberikan hasil penurunan lebih optimal. Proses koagulasi-adsorpsi menggunakan konsentrasi optimum tawas (100 ppm) dan waktu adsorpsi optimum (40 menit) oleh karbon aktif menunjukkan penurunan kekeruhan hingga 96,18%, COD 80,73% dan TSS 95,70%. Aplikasi kedua proses ini menunjukkan kinerja yang baik untuk menghilangkan kekeruhan, COD dan TSS dari limbah tahu. Kata kunci: limbah tahu, tawas, karbon aktif
ESTERIFIKASI BAKTERIAL SELULOSA DENGAN ASAM SITRAT MENGGUNAKAN LIPASE DARI Mucor miehei Aulanniam, Diah Mardiana, Anna Roosdiana,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.976 KB)

Abstract

Bakterial selulose merupakan selulosa yang dihasilkan dari fermentasi gula dalam suasana asam oleh Acetobacter xylinum. Gugus fungsi dari bacterial elulosa dapat dimodifikasi  dengan berbagai cara yaitu esterifikasi,eterifikasi dan alkilasi. Esterifikasi dapat dilakukan secara enzimatis. Tujuan penelitian ini adalah menentukan waktu reaksi optimum dan rasio reaktan optimum esterifikasi bakterial selulosa secara enzimatis.Bakterial selulosa dipreparasi dengan fermentasi air kelapa pada pH 4 dan kadar sukrosa 12% oleh Acetobacter xylinum selama 7 hari. Selulosa yang dihasilkan dicuci sampai bebas asam asetat , digerus dalam keadaan basah, dikeringkan pada suhu 50°C. selanjutnya selulosa kering digerus sehingga dihasilkan serbuk selulosa. Esterifikasi dilakukan pada berbagai variasi waktu reaksi ( 6-30jam)  dan rasio berat selulosa: asam sitrat (1:1-1:5) , 10mL t-butanol  dan 0,1 g lipase amobil pada suhu 50°C. Sisa asam yang tidak bereaksi ditentukan dengan titrasi alkalimetri. Ester selulosa yang dihasilkan diidentifikasi dengan Spektrofotometer FTIR  dan dikarakterisasi  untuk Indeks Swelling( IS) dan  Derajat Substitusi (DS) . Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu reaksi optimum esterifikasi diperoleh 24 jam dan ratio selulosa asam sitrat (1:4)  menghasilkan sel;ulosa sitrat dengan DS 0,34 dan IS 33,90% . Spektra FTIR  selulosa sitrat menunjukkan puncak pada bilangan gelombang pada 1743, 1141 -1176 Cm-1   Katakunci:  asam sitrat , lipase amobil , Mucor miehei, selulosa
AKTIVITAS ANTIDIABETES SENYAWA ANALOG KALKON DAN TURUNAN KALKON (SUBTITUEN NAFTALEN) TERHADAP ENZIM α-GLUKOSIDASE Jasril, Sri Hilma Siregar, Irvan Permana, Rahmiwati Hilma,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.532 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antidiabetes senyawa analog kalkon dan turunan kalkon menggunakan metode inhibisi terhadap enzim α-glukosidase secara in vitro. Kalkon merupakan salah satu metabolit sekunder golongan flavonoid yang mempunyai berbagai macam aktivitas, diantaranya adalah sebagai antimikroba, anti kanker, sitotoksitas, anti kolera, anti inflamasi dan anti tumor. Kalkon merupakan senyawa intermediet untuk mensintesis senyawa flavonoid lain seperti flavonon, flavon, flavonol dan juga merupakan prekursor dalam sintesis heterosiklik penting lainnya seperti benzotiazepin. Pada penelitian ini dilakukan uji aktivitas antidiabetes terhadap senyawa kalkon (E)-1,3-di(naftalen-1-il)prop-2-en-1-on (K), senyawa kalkon (E)-3-(naftalen-1-il)-1-(naftalen-2-il)prop-2-en-1-on (L) dan senyawa benzotiazepin benzotiazepin (E)-2,4-di(naftalen-1-il)benzo-(1,4)tiazepin (M) yang telah disintesis pada penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan % inhibisi terhadap enzim α-glukosidase pada konsentrasi 100 ppm dari senyawa analog kalkon (K dan L) dan turunan kalkon (M) adalah sebesar 17.71% (kalkon K), 2.91 % (kalkon L) dan 7.89 % (kalkon M). Nilai IC50 untuk masing-masing senyawa analog kalkon dan turunan kalkon diatas 1000 ppm. Hal ini menunjukkan senyawa analog kalkon dan turunan kalkon yang dihasilkan memperlihatkan sifat aktivitas antidiabetes yang lemah. Senyawa kalkon K, senyawa kalkon L dan senyawa benzotiazepin M hasil sintesis tidak mempunyai gugus substituent yang bisa mendorong pergerakan elektron dan adanya efek halangan sterik pada senyawa kalkon K (MR 308,1262 m/z), senyawa kalkon L (MR 308,1288 m/z) dan senyawa benzotiazepin M (MR 415, 485 m/z). Halangan sterik menyebabkan senyawa  tersebut tidak bisa masuk ke sisi aktif enzim.   Kata kunci : naftalen, kalkon, benzotiazepin, α-glukosidase, antidiabetes
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KESETIMBANGAN KIMIA UNTUK MENINGKATKAN KREATIFITAS DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MAHASISWA PRODI KIMIA DI FKIP UNIVERSITAS JAMBI Muhaimin, Yusnaidar, Wilda Syahri,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.792 KB)

Abstract

Berdasarkan kurikulum Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Jambi, Kesetimbangan Kimia merupakan materi pokok bahasan yang sangat penting dalam Kimia Fisika II yang merupakan salah satu mata kuliah yang tergabung dalam kelompok Mata Kuliah Keilmuan dan Keahlian (MKK). Banyak mahasiswa yang kurang antusias dan kurang berminat mempelajarinya, yang ditandai dengan rendahnya kreatifitas dan kemampuan komunikasi mahasiswa serta hasil belajar yang mereka peroleh tidak memuaskan. Oleh karena itu, dipandang perlu untuk mengembangkan suatu model pembelajaran yang dapat membantu mahasiswa untuk dapat secara mandiri mempelajari dan memahami materi Kesetimbangan Kimia, sehingga memberikan keleluasaan dan keluwesan bagi mahasiswa. Model pembelajaran yang dikembangkan adalah model pembelajaran berbasis pendidikan karakter untuk mahasiswa prodi kimia pada materi Kesetimbangan Kimia. Model pengembangan pembelajaran ini termasuk di dalamnya pengembangan perangkat pembelajaran Kesetimbangan Kimia yang berbasis pendidikan karakter pada Pendidikan Tinggi di Prodi Kimia FKIP Universitas Jambi. Pelaksanaan pembelajaran materi ini menggunakan model berbasis pendidikan karakter ternyata sangat berhasil. Oleh karena itu, Pembelajaran materi Kesetimbangan Kimia perlu menerapkan model ini. Model pembelajaran ini, mampu menggali kemampuan individual mahasiswa serta menimbulkan daya tarik, sehingga dapat melahirkan motivasi bagi mahasiswa dalam meningkatkan kreatifitas, kemampuan komunikasi, prestasi dan hasil belajarnya. Kata kunci: Kesetimbangan Kimia, model pembelajaran, pendidikan karakter
KOMIK KIMIA PADA MATERI PERUBAHAN FISIKA DAN PERUBAHAN KIMIA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK SISWA SMP Bahrizal, Rany Lucia Dewi, Yunisa Sandani, Bayharti,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.74 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan, melihat kelayakan, dan melihat pengaruh penggunaan komik terhadap hasil belajar siswa pada materi perubahan kimia dan perubahan fisika di SMP. Jenis penelitian ini adalah Research and Development. Uji  kelayakan dari komik ini telah dilakukan pada siswa-siswa SMP. Data tersebut dikumpulkan dari kusioner dalam bentuk skala Likert yang meliputi kualitas isi, kualitas instruksional, dan kualitas teknis, dimana data tersebut menunjukkan rata-rata dari tingkat kelayakan adalah 4.2. Ini menunjukkan komik ini sangat layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Untuk melihat efek dari penggunaan komik terhadap hasil belajar siswa, komik ini telah digunakan dalam pembelajaran perubahan fisika dan perubahan kimia pada SMP Negeri 1 Matur. Penelitian ini telah dilakukan dengan membandingkan suatu kelas yang belajar menggunakan komik (kelas eksperimen) dan kelas lain yang tidak memakai komik (kelas control). Data  dikumpulkan dengan menggunakan tes, dan ditemukan bahwa rata-rata nilai kelas eksperimen yaitu 84.6 dan kelas kontrolnya yaitu 75.2. Hasil uji t pada taraf nyata 0.05 dengan derajat kebebasan 38, ditemukan t-hitung sebesar 3.88 dan t-tabel sebesar 1.68. Hipotesis penelitian diterima. Dapat disimpulkan bahwa komik secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata kunci : hasil belajar siswa, media komik, perubahan fisika dan kimia, uji kelayakan
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PERMAINAN BERDASARKAN INKUIRI DENGAN ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI SISWA DALAM PENGAJARAN HIDROLISIS GARAM Silaban, Marianna
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.424 KB)

Abstract

Penerapan model pembelajaran permainan berdasarkan inkuiri dengan animasi untuk meningkatkan prestasi siswa dalam pengajaran hidrolisis garam dijelaskan. Penelitian ini bertujuan memenuhi pengetahuan siswa melalui implementasi model pembelajaran permainan berdasarkan inkuiri dengan animasi untuk meningkatkan motivasi dan prestasi siswa dalam pembelajaran kimia. Penelitian ini dilakukan di SMAN 3 Medan melalui pengajaran siswa dengan model  permainan berdasarkan inkuiri untuk grup eksperimen dan membandingkan hasilnya dengan grup kontrol yang diajarkan dengan metode konvensional. Model pembelajaran permainan berdasarkan inkuiri dengan animasi ternyata dapat meningkatkan prestasi siswa dalam pembelajaran hidrolisis garam. Dapat dilihat dari hasil penelitian menunjukkan perbandingan prestasi siswa yang menggunakan permainan berdasarkan inkuiri  dengan media animasi (M=75±10,87) lebih tinggi dari prestasi siswa dengan metode konvensional (M=62.5±10,55), dan kedua grup berbeda signifikan (ttest2,85>ttable1,36). Dapat disimpulkan bahwa pengajaran Hidrolisis garam menggunakan model permainan berdasarkan inkuiri dengan animasi dapat meningkatkan motivasi dan prestasi siswa dalam belajar. Selanjutnya, menggunakan model pembelajaran permainan berdasarkan inkuiri dengan animasi di grup eksperimen jauh lebih efektif daripada menggunakan metode konvensional yang biasa diajarkan dewasa ini, dan ditunjukkan dari perbedaan nilai rata-rata yang didapat dari grup eksperimen dan grup kontrol, juga besarnya nilai dari ttest dibandingkan dengan nilai dari ttabel. Katakunci: permainan berdasarkan inkuiri, animasi, hidrolisis garam, SMA