cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
SEMIRATA 2015
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 283 Documents
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM MEMBENTUK KARAKTER ., Hasratuddin
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Matematika
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.799 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan secara teoritis proses pembelajaran matematika dalam membangun karakter atau keperibadian yang bermartabat yang ditandai dengan pencapaian stigma memahami berarti memaafkan segalanya. Karakter adalah suatu perilaku yang telah mendarah-daging dan menjadi respon spontan manusia dalam menyikapi kejadian. Interaktif dapat melahirkan kebahagiaan, kepuasan dan martabat atau kemuliaan. Karakter merupakan perpaduan antara aturan dan tanggung jawab. Sistem pendidikan seperti ini disebut education touch dan pembelajaran dengan perasaan atau taste for learning. Karakter dalam pembelajaran matematika terbentuk pada penyelesaian masalah dan penalaran secara matematis. Dengan demikian, pembelajaran yang memuat proses konstruktif, interaktif dan reflektif adalah suatu proses pembelajaran yang sangat urgen untuk dilakukan pada zaman krisis moral sekarang ini. Kata kunci : konstruktif, interaktif, reflektif ,karakter, berpikir kritis, kecerdasan emosional.
DISPERSI GAS KARBON MONOKSIDA (CO) DARI SUMBER TRANSPORTASI DI KOTA PONTIANAK Winardi, Winardi
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.898 KB)

Abstract

Pencemaran udara dapat disebabkan oleh sumber alamiah dan aktivitas manusia. Umumnya sumber pencemaran dapat dikatagorikan sebagai sumber titik dan sumber bergerak. Sumber bergerak yang telah umum adalah pencemaran udara akibat kendaran bermotor yang menghasilkan gas Carbon Monoksida (CO). Untuk mengetahui dispersi gas CO digunakan simulasi model, menggunakan software meti-lis. Penelitian ini dilakukan di enam kecamatan di kota Pontianak. Berdasarkan hasil penelitian, dispersi gas CO pada 6 titik lokasi penelitian masih di bawah ambang buku mutu berdasarkan PP RI No. 41 Tahun 1991. Konsentrasi tertinggi terletak di Kecamatan Pontianak Kota dengan nilai konsentrasi 5019,56 μg/m3, sedangkan nilai pada Kecamatan Pontianak Utara, Pontianak Barat, Pontianak Timur, Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara masing-masing sebesar 444,42 μg/m3; 1980,2 μg/m3; 2910,6 μg/m3; 3910,6 μg/m3; 3281,04 μg/m3; dan 2674,5 μg/m3. Perbedaan konsentrasi pada setiap lokasi penelitian disebabkan karena kepadatan kendaraan yang berbeda pada setiap lokasi penelitian. Pontianak Kota memiliki kepadatan paling tinggi dibandingkan dengan kecamatan lainnya karena lokasi tersebut merupakan pusat dari aktivitas masyarakat di Kota Pontianak. Kondisi pencemaran udara harus dikendalikan sehingga nilai konsentrasi polutan tidak melewati ambang batas baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan. Kata kunci: CO, pencemaran udara, sumber bergerak, meti-lis
KAJIAN KUALITAS AIR PESISIR TELUK LAMPUNG WATER QUALITY STUDY OF LAMPUNG BAY COASTAL AREA Efri, Tugiyono, Rara Diantari,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.059 KB)

Abstract

Pesisir Teluk Lampung, terutama wilayah kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan merupakan contoh lokasi wilayah pesisir yang telah banyak mengalami perubahan lahan pesisir menjadi daerah parawisata, pemukiman padat penduduk, pelabuhan dan kawasan industri. Perubahan tersebut secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak terhadap kualitas  perairan. Hasil pengukuran nilai Indeks Pencemaran di sepuluh lokasi di Teluk Lampung berkisar antara 2,96-7,25. Wilayah Boom Baru yaitu wilayah dengan pemukiman padat penduduk dan tempat pendaratan ikan (TPI) memiliki nilai IP tertinggi disbanding daerah pengamatan lainnya dengan kategori cemar sedang. Sedangkan kawasan Wisata Pasir Putih memiliki nilai IP terendah (3,0151-3,0159). Perbedaan kondisi kualitas air ini menunjukkan tingkat pencemaran dari masing-masing perairan yang ditentukan oleh masukan bahan atau unsur pencemar ke dalam perairan sebagai akibat tindakan manusia. Kata Kunci: Kualitas air, Indeks Pencemar (IP), Teluk Lampung,
AMOBILISASI XILANASE DARI Trichoderma viride MENGGUNAKAN MATRIKS KITOSAN-TRIPOLIFOSFAT Anna Roosdiana, Suratmo, Ilmiyati Sa’idah, Sutrisno,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.463 KB)

Abstract

Xilanase adalah enzim yang menkatalisis reaksi hidrolisis xilan menjadi xilosa. Enzim bebas hanya dapat digunakan sekali, oleh karena itu perlu dibuat dalam bentuk amobil. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum amobilisasi xilanase menggunakan matriks kitosan-tripolifosfat serta penggunaan ulang xilanase amobil. Amobilisasi xilanase dilakukan pada variasi  konsentrasi kitosan (0,5 - 2,5) % (w/v), variasi konsentrasi xilanase (0,5 - 4,5 mg/mL) dan konsentrasi natrium tripolifosfat 3%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum amobilisasi xilanase pada matriks kitosan-tripolifosfat tercapai pada konsentrasi kitosan 2,0 % dan konsentrasi xilanase 3,5 mg/mL dengan jumlah xilanase yang terjebak pada matriks kitosan-tripolifosfat 1,90 mg dan aktivitas 35,628 unit. Enzim amobil dapat digunakan secara berulang selama lima kali ulangan dengan aktivitas sisa 63,60 %. Kata kunci: metode jebakan, aktivitas, xilan, xilosa
REPRESENTASI RULE DENGAN TEKNIK INFERENSI FORWARD CHAINING UNTUK SISTEM PAKAR PEMELIHARAAN BIBIT IKAN LELE Risanto, Joko
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Iptek dan Multi Disiplin
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.244 KB)

Abstract

Sistem pakar adalah salah satu cabang dari kecerdasan buatan. Sistem pakar menjadi populer karena kemampuan yang dimilikinya sangat banyak, diantaranya dengan bantuan sistem ini dapat membuat orang awam bekerja seperti layaknya seorang pakar.  Sistem pakar membutuhkan representasi yaitu pemindahan kepakaran seseorang kedalam komputer, disebut representasi pengetahuan. Pada sistem pakar berbasis rule, domain pengetahuan direpresentasikan dalam sebuah kumpulan rule berbentuk “if then”, sedangkan data direpresentasikan dalam sebuah kumpulan fakta-fakta tentang kejadian saat ini. Mesin inferensi membandingkan masing-masing rule yang tersimpan dalam basis pengetahuan dengan fakta-fakta yang terdapat dalam database. Jika bagian “if” dari rule cocok dengan fakta maka rule akan dieksekusi dan bagian “then” (aksi) akan diletakkan dalam database sebagai fakta baru yang ditambahkan. Salah satu teknik representasi rule yang dapat digunakan adalah forward chaining. Melalui metoda forward chaining akan dihasilkan sejumlah rule untuk mengatasi beberapa permasalahan misalnya pemeliharaan bibit ikan lele yang dapat diimplementasikan pada sebuah sistem pakar.   Kata kunci: sistem pakar, inferensi, forward chaining.
PERAMALAN PENCEMARAN UDARA OLEH PARTICULATE MATTER (PM10) DI PEKANBARU DENGAN METODE BOX-JENKINS Desvina, Ari Pani
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Matematika
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.46 KB)

Abstract

Metode Box-Jenkins adalah salah satu metode yang digunakan untuk memodelkan data deret waktu dan bertujuan untuk meramalkan data pada waktu yang akan datang. Penelitian ini membahas tentang trend data kepekatan particulate matter (PM10), dan menemukan model terbaik untuk data kepekatan particulate matter (PM10) tersebut, serta menentukan hasil peramalan pencemaran udara oleh particulate matter (PM10) di Kota Pekanbaru pada waktu yang akan datang. Data pengamatan yang digunakan adalah data rata-rata kepekatan particulate matter (PM10) secara harian mulai dari 01 Desember 2014 sampai 10 Februari 2015. Hasil analisis pada penelitian ini mendapatkan model yang sesuai untuk data particulate matter (PM10) yaitu model ARIMA(1,1,1), model ini dapat digunakan untuk analisis peramalan. Hasil peramalan menunjukkan terjadinya peningkatan kepekatan particulate matter (PM10) dari waktu sebelumnya. Sehingga tahap kualitas udara di Kota Pekanbaru untuk waktu yang akan datang dalam tahap waspada dan terjadi peningkatan pencemaran udara.   Katakunci: ARIMA, Box-Jenkins, Particulate Matter (PM10)
PENGEMBANGAN e-MODUL BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI KESETIMBANGAN KIMIA UNTUK TINGKAT SMA Haryanto, Novi Chairani, Syamsurizal,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.055 KB)

Abstract

Dalam era digital dewasa ini menuntut ketersediaan sumber belajar dengan cara paling sederhana penggunaan dan aksesnya sehingga para pengguna dengan mudah mempelajari dan memahami materi tersebut. Penelitian ini mengembangkan e-modul berbasis keterampilan proses sains dengan menggunakan program flipbook pada materi kesetimbangan kimia. Tujuannya adalah untuk membuat modul digital yang memenuhi kelayakan sebagai bahan ajar kimia untuk jenjang SMA. Metode penelitian dilakukan melalui langkah-langkah model penelitian pengembangan 4-D, yaitu define, design, development, dan disseminate. Penelitian ini masih terus dikembangkan dan baru sampai pada tahap pengembangan (develop). Hasil validasi oleh ahli dalam bidang multimedia dan ahli dalam bidang kesetimbangan kimia dinyatakan e-modul ini  sudah baik dan layak digunakan sebagai bahan ajar kimia untuk jenjang SMA. Selanjutnya berdasarkan hasil uji coba awal kepada sepuluh orang siswa kelas XI IPA 1 di SMAN 6 Kota Jambi memperlihatkan bahwa modul ini memiliki tampilan yang menarik, mudah dipahami dan mudah digunakan. Kata kunci: e-Modul, Keterampilan Proses Sains, Flipbook, Kesetimbangan Kimia
OPTIMISASI PENJADWALAN PERAWAT DENGAN GOAL PROGRAMMING: SEBUAH STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT UMUM PADANGSIDIMPUAN Habibis Saleh, Pratiwi Siregar, M. D. H. Gamal,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Matematika
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.769 KB)

Abstract

Artikel ini menyajikan model goal programming untuk masalah penjadwalan perawat di rumah sakit umum yang misinya memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu. Masalah penjadwalan perawat termasuk di dalamnya menghasilkan pengaturan jadwal individu serta pola hari libur untuk setiap perawat, selama siklus perencanaan yang diberikan harus menghasilkan penjadwalan perawat yang baik, agar pelayanan perawat terhadap pasien juga lebih baik. Fungsi tujuan berguna meminimalkan variabel deviasi yang tidak diinginkan atau jumlah penyimpangan yang dibobotkan dengan memperhatikan kendala-kendala yang terkait dengan peraturan dari rumah sakit (kendala utama) dan mempertimbangkan kebutuhan dari masing-masing perawat (kendala tambahan). Model ini diselesaikan dengan software LINGO. Hasil komputasi memperlihatkan bahwa penjadwalan perawat dengan menggunakan model goal programming dan software LINGO lebih baik dibandingkan dengan jadwal yang dibuat secara manual. Kata kunci: goal programming, penjadwalan perawat, software LINGO
PERUBAHAN KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN DAN LINGKUNGAN: KASUS DARI PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN DI KALIMANTAN BARAT, INDONESIA ., Entin Daningsih
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Biologi
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.473 KB)

Abstract

Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) bertambah banyak di Kalimantan Barat.  Beberapa area bahkan merambah ke daerah konservasi. Perubahan ekonomi di tahun 1998 menimbulkan perubahan politik yang membingungkan masyarakat.  Akibatnya, banyak masyarakat tidak mengikuti peraturan yang ada. Salah satunya adalah kerusakan yang disebabkan PETI. Lebih dari 140.000 ha area di Kalimantan mengalami kerusakan lingkungan karena PETI. Salah satu area ini adalah Cagar Alam sekaligus situs sejarah Mandor.  Tulisan ini merupakan hasil dari beberapa penelitian untuk perubahan keaneka-ragaman  tumbuhan dan lingkungan serta focus group discussion (FGD) yang melibatkan pemimpin formal dan informal setempat.  Analisa vegetasi menunjukkan Cyperus alatus, Melastoma affine, dan Eleocharis artropurpurae sebagai tumbuhan dominan di daerah bekas PETI di Mandor. Namun, hanya Melastoma affine yang ditemukan di daerah hutan sekunder dan primer. Melastoma affine kemudian diuji dan dianalisis potensinya sebagai fitoremediasi. FGD yang melibatkan pemimpin formal dan informal menyimpulkan pengelolaan Cagar Alam Mandor memerlukan ketegasan pihak berwenang diikuti dengan peraturan yang jelas, peningkatan ekonomi dan keterampilan masyarakat lokal. Kata kunci: Keanekaragaman tumbuhan, fitoremediasi, FGD, penambangan emas
UJI KEMAMPUAN SEBUAH SISTEM COMPACT, COMMERCIAL LASER INDUCED BREAKDOWN SPECTROSCOPY (LIBS) UNTUK DETEKSI SIMULTAN SPEKTRUM EMISI GARAM DARI TANAH Nasrullah Idris, Koo Hendrik Kurniawan, Kiichiro Kagawa, Muliadi Ramli,
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Kimia
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.481 KB)

Abstract

Sistem LIBS kompak komersial telah digunakan untuk mendeteksi secara simultan garis-garis spektral emisi unsure pembentuk garam garam dari sampel tanah. Sistem LIBS ini terdiri dari sebuah laser Nd-YAG dan sistem detektor optik yang dilengkapi dengan kamera intensified charge coupled device (ICCD) 7 saluran pengukuran. Dibandingkan dengan sistem LIBS standard, sistem LIBS kompak tersebut detektor optiknya memiliki sensitivitas yang lebih rendah dan juga spektrografny resolusi yang lebih rendah. Namun, sistem LIBS kompak tersebut memiliki kemampuan untuk mendapatkan spektrum untuk cakupan panjang yang sangat lebar untuk setiap akusisi data, yaitu mulai 200-1000 nm. Oleh karena itu, kemampuan LIBS kompak ini untuk pendeteksian secara simultan garis-garis spektral emisi telah diuji. Ditemukan bahwa garis-garis spektral emisi garam, seperti Ca, Mg, Na dan K telah dapat dideteksi dengan jelas secara simultan pada daerah-daerah panjang gelombang berbeda dalam spektrum yang sama. Hasil ini menunjukan  bahwa system LIBS kompak memiliki kemampuan yang baik untuk melakukan analisa efektif dan efisien untuk penentuan unsur garam dalam tanah.   Kata kunci : Sistem LIBS kompak komersial, garam, tanah, deteksi secara simultan

Page 7 of 29 | Total Record : 283