cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Semnastek
ISSN : 24071846     EISSN : 24608416     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) merupakan kumpulan paper atau artikel ilmiah yang telah dipresentasikan di acara Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) yang diadakan secara rutin tiap tahun oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 204 Documents
Search results for , issue "PROSIDING SEMNASTEK 2017" : 204 Documents clear
RANCANG BANGUN SISTEM PENDETEKSI PRINT-OUT BERWARNA MENGGUNAKAN MINI-PC Darussalam Darussalam; Firdaus Firdaus; Tati Erlina
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dibangun sebuah sistem yang dapat menghitung secara otomatis jumlah cetakan hitam putih serta jumlah dan presentase cetakan berwarna yang dihasilkan oleh sebuah printer. Alat ini dapat digunakan sebagai alat bantu pada tempat penyewaan komputer atau usaha yang menyediakan jasa pencetakan dokumen sehingga tagihan pada setiap pengguna jasa dapat langsung ditampilkan tanpa melakukan perhitungan jumlah dan jenis cetakan serta tagihan secara manual terlebih dahulu. Dari pengujian diketahui bahwa sistem dapat membedakan dengan baik hasil cetakan hitam putih dan berwarna dengan baik terlepas dari pengaruh cahaya lingkungan. Resolusi gambar yang digunakan mempengaruhi jumlah waktu yang dibutuhkan untuk pencetakan. Sistem ini dapat menampilkan total tagihan secara otomatis berdasarkan persentase warna dengan tingkat keakurasian dalam menentukan persentase warna sebesar 97,28%. Kata kunci: raspberry pi, pengolahan citra, perhitungan otomatis
ANALISIS TINGKAT PENCEMARAN SUNGAI AKIBAT LIMBAH INDUSTRI KARET DI KABUPATEN BENGKULU TENGAH Meilani Belladona
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAKPerkembangan industri di Kabupaten Bengkulu Tengah khususnya Desa Talang Empat mengalami kemajuan yang pesat. Terdapat dua pabrik karet yaitu PT. Batang Hari dan PT. Bukit Angkasa Makmur (BAM) yang dibangun untuk menampung hasil perkebunan masyarakat lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air sungai Air Bengkulu berdasarkan tingkat pencemaran yang terjadi akibat limbah cair buangan pabrik karet. Metode yang digunakan adalah mengambil sampel air pada empat titik yang dianggap mewakili kemudian dianalisa parameter pencemar yaitu pH, zat padat tersuspensi, Ammonia, Natrium Total, BOD, COD. Selain itu dilakukan wawancara secara mendalam kepada masyarakat untuk mengetahui besar dampak yang mereka alami dan dianalisa dengan analisa deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisa laboratorium menunjukkan bahwa pada Titik 1 terletak sebelum pabrik kadar TSS 337,2 mg/L, Ammonia 8,6 mg/L, N-Total 10,4 mg/L, COD 280 mg/L, BOD 182 mg/L dengan tingkat tercemar sedang. Titik 2 yang berada di antara PT. Batang Hari dan PT. Bukit Angkasa Makmur (BAM) kadar TSS 198,8 mg/L, Ammonia 6,6 mg/L, N-Total 8,12 mg/L, COD 310 mg/L, BOD 201 mg/L dengan tingkat tercemar sedang. Titik 3 yang berada tepat di belakang pabrik PT. BAM mempunyai kadar TSS 338 mg/L, Ammonia 11,8 mg/L, N-Total 14,33 mg/L, COD 430 mg/L, BOD 280mg/L dengan tingkat tercemar berat. Titik 4 terletak di dekat intake PDAM Desa Surabaya menunjukkan kadar TSS 386,8 mg/L, Ammonia 13,4 mg/L, N-Total 16,27 mg/L, COD 380 mg/L, BOD 247 mg/L dengan tingkat tercemar tinggi. Untuk mengurangi tingkat pencemaran perlu dilakukan proses pengolahan limbah cair kemudian dibuang ke badan air. 
PEMURNIAN ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA MELALUI DISTILASI DAN FILTRASI MENGGUNAKAN ZEOLIT DAN ARANG AKTIF Fauzan Fauzan; Muhammad Ikhwanus
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang proses pemurnian asap cair dari hasil pirolisis tempurung kelapa di desa Krueng Mane, Aceh Utara menjadi produk dengan kriteria food grade. Tempurung kelapa dipilih sebagai bahan baku karena mengandung hemiselulosa, selulosa dan lignin yang menghasilkan senyawa anti mikroba seperti alkohol, fenol, aldehid, karbonil, keton dan piridin.  Asap cair yang diperoleh dari tahap pirolisis masih mengandung kadar tar dan benzonpiren tinggi sehingga belum aman diaplikasikan sebagai pengawet makanan. Untuk memperoleh sifat fungsional dari asap cair, maka asap cair dapat difraksinasi dengan beberapa metode, salah satunya adalah dengan melakukan distilasi. Distilasi dilakukan antara suhu 1000C hingga 1250C. Untuk menghasilkan tasteasap yang rendah maka asap cair yang diperoleh dari tahap distilasi dilakukan tahapan pengendapan, penyaringan dengan zeolit dan karbon aktif. Dengan metode ini asap cair yang dihasilkan berwarna bening  dan aroma asap yang jauh berkurang.
PENERAPAN INFORMATION TECHNOLOGY BALANCED SCORECARD (IT BSC)PADA PERANCANGAN TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA COBIT 5 Misbah Misbah; Sasongko Pramono Hadi; Eko Nugroho
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tata kelola teknologi informasi (TI) merupakan kebutuhan di setiap instansi penyelenggara pelayanan publik mengingat peran TI yang semakin penting sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Tata kelola TI dapat menyelaraskan kebutuhan, kondisi dan pilihan stakeholder untuk menentukan keseimbangan, tujuan organisasi yang akan dicapai, mengatur arah melalui prioritas dan membuat keputusan serta memonitor prestasi sesuai dengan arah dan tujuan organisasi. Penelitian ini dilakukan untuk menerapkanInformation Technology Balanced Scorecard (IT BSC) untuk pemetaan tujuan organisasi terkait TI dalam perancangan tata kelola TI menggunakan kerangka kerja COBIT 5. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menganalisa penerapan IT BSC pada kerangka kerja COBIT 5. Penelitian ini menjelaskan proses penerapan IT BSC untuk pemetaan tujuan organisasi terkait TI yang diselaraskan dengan tujuan bisnis organisasi dalam perancangan tata kelola TI menggunakan kerangka kerja COBIT 5. Penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan untuk pengembangan proses pemetaan tujuan terkait TI dengan menerapkan IT BSCpada kerangka kerja COBIT 5.
KADAR SURFAKTAN MENGGUNAKAN BATU BARA Sirajuddin Sirajuddin; Muhammad Syahrir; Irmawati Syahrir
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dererjen merupakan salah satu bahan pencemar lingkungan yang sulit untuk di degradasi. Surfaktan merupakan salah satu bahan aditif yang sangat berpengaruh terhadap daya kerja deterjen. Alkil Benzen Sulfanoat (ABS) adalah  penyusun surfaktan yang sulit di degradasi. Senyawa tersebut banyak digunakan pada deterjen di Indonesia. Pemakaian deterjen yang berlebih menyebabkan meningkatnya konsentrasi surfaktan pada lingkungan. Berdasarkan PERDA PemProv KALTIM No.2 Tahun 2011, konsentrasi surfaktan pada lingkungan adalah 5 ppm. Batubara merupakan barang tambang yang memiliki kemampuan yang cukup baik dalam proses adsorpsi pada zat organik atau anorganik. Batubara juga digunakan sebagai bahan dasar karbon aktif.  Tujuan penelitan ini ialah untuk mengetahui pengaruh variasi kecepatan pengadukan terhadap penurunan kadar surfaktan pada limbah cair laundry dengan metode adsorpsi menggunakan batubara agar sesuai dengan standar baku mutu air limbah. Sebelum proses adsorpsi berlangsung terlebih dahulu di lakukan uji daya serap karbon aktif  yang menghasilkan kemampuan serap sebesar 24,2424%. Variasi kecepatan yang digunakan ialah 100, 150, 200,250 dan 300 rpm dengan konsentrasi awal limbah sebesar 25,4902 ppm. Persentase penurunan tertinggi didapatkan pada kecepatan pengadukan 250 rpm sebesar 80,3922% dimana konsentrasi surfaktan menjadi 4,9981 ppm.
IDENTIFIKASI POLA ALIRAN ANGIN DAN GAYA HAMBAT PADA ATAP MIRING Siti Belinda Amri; La Ode Abdul Syukur; Syafrianto Amsyar
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi iklim menjadi tantangan bagi para perancang dalam menentukan desain bangunan. Pada musim pancaroba, cuaca di wilayah Indonesia berpotensi berbahaya, bencana yang sering terjadi adalah angin puting beliung. Sebagian besar korban luka-luka dan meninggal dari bencana angin kencang karena tertimpa bagian bangunan yang runtuh akibat tertiup angin. Atap merupakan bagian dari bangunan yang letaknya berada pada bagian teratas bangunan memberikan pengaruh besar terhadap aliran udara di sekitarnya. Rumah-rumah di Indonesia memiliki beragam bentuk atap, berdasarkan fenomena tersebut maka diperlukan penelitian yang sesuai antara kondisi iklim lokal dengan desain atap yang umum digunakan. Analisis dilakukan untuk mengetahui bentuk atap yang memberikan keamanan serta kenyamanan untuk bangunan maupun lingkungan di sekitarnya. Penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan pengujian pada 4 bentuk atap menggunakan alat wind tunnel dan simulasi Autodesk Flow Design. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh tampilan perubahan temperatur dan kecepatan pada area angin datang dan setelah mengenai objek uji dipengaruhi oleh kelandaian atap. Selain itu, nilai drag coefficient atau nilai hambatan suatu benda terhadap aliran udara terendah tercatat pada model atap mansard. Hal ini berarti model atap mansard merupakan jenis atap yang aerodinamik sehingga lebih mampu bertahan dalam kondisi daerah berangin.
EVALUASI PRODUKSI LISTRIK SUMBER ENERGI TERBARUKAN SEL ELEKTROKIMIA BERBASIS MIKROBA PADA VOLUME REAKTOR YANG BERBEDA Tania Surya Utami; Rita Arbianti; Guruh Mehra Mulyana
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Microbial Fuel Cell (MFC) merupakan salah satu teknologi yang dikembangkan untuk mendapatkan sumber energi terbarukan. MFC berupa sel elektrokimia yang menghasilkan listrik akibat aktivitas mikroba yang mendegradasi senyawa organik. Untuk menentukan apakah MFC dapat diaplikasikan menjadi teknologi praktis, dilakukan evaluasi melalui parameter kinetika berbasis Monod dan efisiensi coulomb serta efisiensi energi. Penelitian ini menggunakan reaktor tubular single chamber membranless dengan volume 0,5 L dan 5 L. Fokus penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh peningkatan volume reaktor terhadap parameter kinetika dan efisiensi sistem. Data hasil percobaan di laboratorium berhasil dimodelkan dengan persamaan Monod. Nilai parameter kinetika untuk sistem MFC dengan volume 0,5 L adalah Pmax 0,032 mW/m2 dan Ks 772,98 mg/L, sedangkan untuk reaktor 5 L nilai Pmax sebesar 1,59 mW/m2 dan Ks 399,97 mg/L. Nilai efisiensi coulomb tertinggi untuk reaktor 0,5 L adalah sebesar 0,435% dan 2,84% untuk reaktor 5 L. Nilai efisiensi energi tertinggi pada sistem MFC adalah 0,015% dengan reaktor 5 L. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai parameter kinetika dan nilai efisiensi pada peningkatan volume reaktor dari 0,5 L ke 5 L. Peningkatan yang terjadi cukup signifikan, pada parameter Pmax terjadi peningkatan hingga 50 kali lipat.
OPTIMALISASI PERENCANAAN PENGELOLAAN TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU (TPST) BERBASIS MASYARAKAT SECARA MANDIRI SEBAGAI UPAYA KONSERVASI LINGKUNGAN Gita Puspa Artiani; Indah Handayasari
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

meningkat seiring bertambahnya konsumsi masyarakat setiap harinya, yang berdampak kepada penumpukan sampah khususnya di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) GEMPEL – BEHI. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas warga, dikarenakan lokasi dari TPST ini terletak di samping jalan raya dan diseberang pasar. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka diperlukan perencanaan bangunan TPST yang sesuai fungsinya. Sehingga dengan perencanaan ini diharapkan sistem alur pengelolaan sampah mulai dari sampah masuk, letak penampungan sampah, tempat pemilahan sampah, tempat pengolahan sampah organik dan anorganik, tempat untuk sampah residu, dan sampah yang akan dibawa ke TPA Rawa Kucing dapat dikelola dengan baik sesuai fungsinya. Desain fungsi area bangunan TPST yang direncanakan menggunakan area kerja pengolah sampah yang terdiri dari area pemilahan dengan luas ± 60 m2, area organik dengan luas ± 60 m2, area anorganik dengan luas ± 135 m2, area penyimpanan dengan luas ± 30 m2, dan area residu dengan luas ± 15 m2. Setiap area yang didesain mempunyai fungsi dan luas lahan sesuai dengan alur pengelolaan serta volume sampah yang diolah. Perencanaan konsep alur pengelolaan TPST didasarkan kepada volume sampah yang masuk dan  menambah jumlah tenaga kerja dimana pengoptimalan alur pengelolaan dilakukan dengan cara menambah alat biodigester yang dihitung berdasarkan volume sampah organik yang diolah dan kapasitas alat. Berdasarkan hasil perencanaan optimalisasi TPST GEMPEL- BEHI didapakan penurunan volume sampah yang dikirim ke TPA Rawa Kucing dari 74,37  m3 menjadi 10,5 m3 . Hal ini menunjukkan perencanaan fungsi bangunan dan alur pengelolaan sampah dapat menjadi salah satu penyelesaian permasalahan sampah pada TPST GEMPEL-BEHI. 
RANCANG BANGUN ALAT BANTU SADAP KARET DENGAN PENGATURAN KEDALAMAN, KETEBALAN DAN KEMIRINGAN SUDUT SADAP Herdi Susanto; Hanif Hanif
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karet merupakan komoditas unggulan di kabupaten Aceh Barat, komoditas ini merupakan sumber mata pencaharian pokok dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Teknologi penyadapan karet memiliki peranan penting dalam peningkatan produktivitas karet, kondisi dilapangan sangat sukar seorang penyadap karet terutama penyadap pemula untuk mampu mengontrol kedalaman, ketebalan dan kemiringan sudut sadap, maka rancang bangun alat sadap karet diperlukan untuk meningkatkan produktivitas hasil panen karet.Tahapan rancang bangun dimulai dari studi literatur, desain dan simulasi menggunakan sofware Catia Versi 5, pemilihan material komponen dan manufaktur dilakukan sesuai dengan perencanaan desain dengan kontrol kedalaman  antara 1-1,5 mm dari kambium dan ketebalan sadapan 1,5 – 2 mm serta kemiringan sudut sadapan 300- 600. Alat bantu sadap karet yang telah di manufaktur diuji pada 9 pohon karet dengan variasi kemiringan sudut sadapan 300, 450 dan 600. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat bantu sadap karet dapat berfungsi dengan baik dan data hasil pengujian pada selang waktu uji antara 09.00 – 10.00 Wib untuk kemiringan sudut 600 , 450 dan 300 dengan hasil lateks rata-rata 1,7 gram, 0,98 gram dan 0,84 gram
KETERKAITAN AKTIVITAS EKONOMI DENGAN TATA RUANG RUMAH TRADISIONAL KUDUS DI KOTA LAMA KUDUS Anisa Anisa
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kudus adalah sebuah kota yang terletak di Jawa Tengah, berjarak sekitar 51 km dari Semarang. Kudus terbagi menjadi dua yaitu Kudus Kulon dan Kudus wetan yang dipisahkan oleh sebuah sungai bernama Kaligelis. Kudus Kulon merupakan cikal bakal kota Kudus dan lazim di sebut Kota Lama Kudus. Dalam sejarah dikisahkan dahulu sebelum industri rokok berkembang, Kudus menjadi kota yang makmur karena perdagangan palawija dan tembakau. Kemudian berkembang menjadi industri rokok yang diproduksi di rumah. Perekonomian ini berpengaruh pada penataan ruang yang ada pada rumah tradisional Kudus. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai pengaruh aktivitas ekonomi pada tata ruang rumah tradisional Kudus. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan dan menginterpretasikan antara aktivitas ekonomi dan tata ruang rumah tradisional Kudus. Sesudah mendeskripsikan dan menginterpretasikan kemudian dlihat keterkaitan antara keduanya. Hasil yang didapatkan adalah ada beragam aktivitas ekonomi yang terjadi di rumah tradisional Kudus, mulai dari perdagangan palawija, tembakau, industri rokok, industri konveksi sampai pada aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan kegiatan peziarahan. Penataan ruang pada rumah tradisional Kudus merespon aktivitasekonomi tersebut dengan penyediaan ruang dan penataan hirarki ruang. Penyediaan ruang yang dimaksud adalah adanya sebuah bangunan yang terletak berhadapan dengan rumah tradisional Kudus bernama bangunan sisir. Bangunan sisir inilah yang merupakan perwujudan dari ruang yang dikhususkan untuk kegiatan ekonomi. Sedangkan untuk rumah yang tidak mempunyai bangunan sisir maka aktivitas  ekonomi akan dilakukandi jogosatru sebagai ruang yang secara hirarkis merupakan ruang yang paling umum dan boleh dimasuki oleh semua orang (ruang publik). 

Page 4 of 21 | Total Record : 204