cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Industri
ISSN : 19785852     EISSN : 25807366     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal of Industrial Research is a periodic scientific media to publish the results of research, study, review, and scientific review of industrial areas that have never been published that is not in the process of evaluating and has been approved by the others (if any) published three times a year on each April, August, and December and accredited by LIPI Number: 490 / AU2 / P2MI-LIPI / 08/2012 for three years.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
PEMANFAATAN KOMPOSIT DARI BAHAN PENGUAT ANTARA SERAT GELAS DAN SERAT ARAMID DENGAN MATRIX RESIN EPOKSI UNTUK PERKUATAN MODEL BALOK BETON Basuki, Ariyadi
Jurnal Riset Industri Vol 7, No 1 (2013): Peningkatan Nilai Tambah Komoditi Argo
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8466.15 KB)

Abstract

Dalam  penelitian   ini dilakukan   rekayasa   teknik  perbaikan   beton  dengan  bahan  komposit   berbasis   serat  gelas yang   dipadukan    resin   epoxy.   Untuk   keperluan    tersebui    dilakukan    penelitian    skala   laboratorium     untuk mengaplikasikan    komposit  berbahan  dasar  serat gelas dan epoksi  resin untuk perbaikan  kerusakan   lentur  beton bertulang  pada model  balok berukuran   15 x 15 x 60 cm untuk mutu  beton  rencana  K300.  Bahan  perbaikan  yang dipergunakan    berupa  serat  gelas  tipe WR200  tebal  2 lapis,  serat  gelas  WR400  tebal  1 lapis  dan  serat  aramid (Kevlar)  tebal1   lapis sebagai  bahan  pembanding.   Dari hasil simulasi  pada model benda  uji pasca  perbaikan  dan perkuatan  terlihat  cukup  baik. Hal ini ditunjukkan   oleh pengamatan   hasil simulasi  yaitu  : untuk kondisi  rusak retak ringan,  daya lentur meningkat  dari kondisi  awal hingga  1, 13x (2 lapis WR200),  1 ,56x (1 lapis WR400),  dan 1,5x (1 lapis Kevlar),  untuk kondisi  retak sedang,  daya lentur meningkat  dari kondisi awal hingga  0,475x  (1 lapis WR400),0,51x  (2 lapis  WR200),   dan  0,52x  (1 lapis  Kevlar)  serta  untuk  kondisi  retak  berat,  daya  lentur  meningkat   dari kondisi  awal  hingga  0, 157x (1 lapis WR400)  dan 0,17x  (1 lapis  Kevlar).  Kondisi  pada  bagian  bawah  balok  yang dilapisi  perkuatan  serat gelas tidak  mengalami   kerusakan  yang signifikan  (retakan  bergeser  ke bidang  tumpuan) dan material  beton  sudah  tidak  mampu  memikul  beban yang  bekerja,  hal ini ditandai  dengan  keruntuhan   beton (concrete   crushing)   pada  permukaan   atas  balok.  Hal ini menjadi  peluang  untuk  subtitusi  perkuatan   yang  lebih ekonomis  dari segi biaya untuk komponen  balok yang menahan  gaya lentur. Kata kunci:  Perbaikan  beton, perkuatan  lentur balok beton, serat gelas, serat aramid 
PENERAPAN TEKNOLOGI MEMBRAN DALAM PROSES ELIMINASI SULPHUR DIOKSIDA (SO2) PADA FLUE GAS BOILER BATUBARA DI INDUSTRI KERTAS Hasristuti, Nani; Widiasa, I Nyoman; JS, Ikha Rasti
Jurnal Riset Industri Vol 6, No 3 (2012): Pengembangan Industri Berbasis Hasil Tambang
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10351.908 KB)

Abstract

Penelitian yang telah dilakukan merupakan pengembangan penggunaan teknologi membran pada prototype alat untuk proses eliminasi  gas S02 dari emisi flue gas boiler batubara. Sebagai sumber gas S02 diambil dari gasbuang hasil pembakaran batubara pada stack boiler FBG Hitachi yang dilakukan di Pabrik Kertas yang berlokasi di Kabupaten Kudus. Penelitian diawali dengan meraneang   prototype alat dengan menggunakan media pembasah membran kontaktor .Absorben yang digunakan: H20 dan Na2C03 (5%) dengan variabel yang diteliti: Flow rate dari flue gas masuk sistem (5,10,15,20 l/menit), dan waktu kontak  (25, 50, 75,100 dan 125 menit) dengan  cara mengatur tekanan dan aliran cairan absorben supaya tidak terjadi wetting. Hasil penelitian adalah satu unit prototype alat proses untuk eliminasi gas S02 dari flue gas  dengan penerapan teknologi membrane dan telah dilakukan uji coba di industri kertas. Pada penggunaan absorben /Iarutan pembasah  H20 volume 5 liter, diperoleh efisiensi eliminasi S02 tertinggi 99,75%, dicapai pada kondisi Flowrate Fluegas 20 l/menit, waktu kontak 125 menit, flowrate sirkulasi absorben 0,8 I/menit, tekanan gas pada pori membrane 0,5-0,8 kg/cm2 dan penurunan pH pada absorben dari pH 6,9 sampai pH 4,3    (non wetting condition).    Pada penggunaan absorben/larutan pembasah Na2C03 (5%),   Efisiensi eliminasi S02 tertinggi 99,20 %, dicapai pada kondisi Flowrate fluegas 20 I/menit, waktu kontak 125 menit, flowrate   sirkulasi absorben 2,0 I/menit, untuk volume Na2C03 5 liter, tekanan gas pada pori membrane 2,0 -2,3 kq/cm2  dan terjadi penurunan pH pada absorben sampai pH 8,2 dari sernula pH 13,2  (non wetting condition). Manfaat hasil penelitian ini adalah diperoleh suatu pengembangan teknologi membran yang dapat digunakan seeara potensial untuk eliminasi/penghilangan  gas S02 yang bersumberdari emisi flue gas boilerbatubara  yang dapat lebih menghemat biaya investasi dan operasi dan mudah diadaptasikan kekondisi pabrik.Selain itu membantu meneegah terjadinya hujan asam, pemanasan global dan perubahan iklim. Kata kunci  : membrane kontaktor, eliminasi S02 , flue gas boiler batubara
TEKNOLOGI PENGOLAHAN BIODIESEL DARI MINYAK GORENG BEKAS DENGAN TEKNIK MIKROFILTRASI DAN TRANSESTERIFIKASI SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKAR MESIN DIESEL Setiawati, Evy; Edwar, Fatmir
Jurnal Riset Industri Vol 6, No 2 (2012): Minimalisasi dan Pemanfaatan Limbah
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9472.363 KB)

Abstract

Peningkatan  kebutuhan  Bahan  Bakar  Minyak  (BBM) mengakibatkan  penurunan  cadangan  BBM fosil.Pemerintah berupaya mencari sumber-sumber BBM alternatif yang dapat diperbaharui, salah satunya biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi pengolahan biodiesel dan mengetahui kualitas bahan bakar biodiesel dari bahan baku minyak goreng bekas. Teknologi pengolahan biodiesel minyak goreng bekas menggunakan variasi 3 (tiga) jenis penyaringan mikrofilter, yaitu 1 µm, 5 µm, dan 16 µm. Sintesis biodiesel menggunakan satu tahap transesterifikasi dengan katalis NaOH. Variasi proses transesterifikasi berlangsung selama 30, 60, dan 90 menit pada suhu 65°C. Teknologi pemurnian biodiesel menggunakan teknik dry washing. Identifikasi dan interpretasi biodiesel menggunakan metode Gas Chromatograhy-Mass Spectroscopy (GC-MS).Kondisi optimum biodiesel minyak goreng bekas adalah dengan perlakuan filtrasi ukuran 16 µm dan lama proses transesterifikasi 60 menit. Struktur senyawa yang dihasilkan dari biodiesel minyak goreng bekas adalah metil ester oleat, metil ester palmitat, metil ester stearat, metil ester risinoleat, metil ester tridekanoat, dan metil ester arachidat. Karakteristik sifat fisik biodiesel secara umum telah memenuhi standar SNI-04-7182-2006, kecuali temperatur destilasi 90% vol biodiesel yang dihasilkan telah melampaui syarat mutu SNI-04-7182-2006, namun dinilai masih memenuhi persyaratan biosolar.Key words:  Biodiesel, Minyak Goreng Bekas, Mikrofiltrasi, Transesterifikasi
PEMULIHAN LAHAN TERKONTAMINASI LIMBAH B3 DARI PROSES DEINKING INDUSTRI KERTAS SECARA FITOREMEDIASI Hardiani, Henggar
Jurnal Riset Industri Vol 2, No 2 (2008):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8906.544 KB)

Abstract

Pembuangan   limbah  padat secara  timbunan  terbuka  (open dumping) berpotensi  menimbulkan permasalahan lingkungan,   selain  estetika   lingkungan   dan keterbatasan lahan, juga dapat  menimbulkan permasalahan pencemaran   tanah,   air  tanah  dan    air    permukaan,   sehingga   perlu dilakukan  pernulihan  lahan terkontaminasi   pada  lokasi  bekas timbunan tersebut.    Fitoremediasi    adalah teknologi    proses    pemulihan    tanah terkontaminasi   menggunakan   tanaman,yang   efektif,  murah  dan ramah lingkungan.    Efektifitas    proses   sangat    dipengaruhi    oleh   jenis   dan konsentrasi   kontaminan   dan  tanaman   yang  digunakan.   Penelitian   ini menggunakan    tanaman   jarak   pagar   (Jatropha  curcas  L.)    dengan variasi   umur  tanam  2,  4 dan  6  bulan  dengan   3  ulangan.   Parameter yang  diuji  adalah   logam  Cu  dan  Zn  yang  merupakan    polutan  cukup tinggi  di dalam  limbah  deinking industri  kertas.Hasil penelitian  menunjukkan   bahwa  tanaman  jarak  mempunyai kemampuan    mengakumulasi  dan menyerap    logam   Zn   lebih   besar dibandingkan    dengan   logam   Cu.   Umur  tanam   4  bulan   merupakan kondisi  baik  yang  dipilih  untuk  fitoremediasi   logam  Zn  dan  Cu dalam tanah  terkontaminasi.   Akumulasi   logam  Cu pad a tanah  terkontaminasi ke  dalam   akar   14,5%  dalam   batang   2,2%   dan  dalam   daun  7,2%, sedangkan   akumulasi   logam  Zn  kedalam   akar  81,1 %,  dalam  batang 35,5%  dan  dalam  daun  46,9%.    Efisiensi  serapan  tanaman  terhadap logam  Zn sebesar  2,65% dan logam  Cu 0,24%. Kata  kunci:   Fitoremediasi,   limbah  padat  proses  deinking, jarak  pagar, logam  berat Zn dan Cu 
TEKNOLOGI REDUKSI CO2 DARI CEROBONG INDUSTRI DENGAN FOTO BIO-REAKTOR MIKROALGA SEBAGAI SALAH SATU IMPLEMENTASI GREEN INDUSTRY Santoso, Arif Dwi; Darmawan, Rahmania A; ., Kardono
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 3 (2010): Green Industry
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.426 KB)

Abstract

Peningkatan konsentrasi gas karbondioksida (CO2) yang merupakan salah satu gas rumah kaca dominan diduga sebagai penyebab dalam permasalahan pemanasan global. Salah satu metode dalam upaya untuk mengurangi emisi gas CO2 adalah penggunaan mikroalga dalam fotobioreaktor. Mikroalga dipilih untuk membantu mereduksi emisi gas CO2 akrena kemampuannya dalam mengabsorbsi CO2 dalam proses fotosintesisnya. Penelitian penyerapan gas CO2 oleh aktivitas fotosintesis mikroalga pada fotobioreaktor (FBR) telah dilakukan BPPT sejak tahun 2008. Pada penelitian sistem batch, secara meyakinkan dihasilkan bahwa CO2 dengan konsentrasi sekitar 12% dapat direduksi hingga 0% dalam kisaran waktu 7 hari oleh Chlorella sp dan 13 hari oleh Chaetoceros sp. Kemudian pada tahun 2009, uji coba secara kontinyujuga menunjukkan kemampuan mikroalga dalam menyerap gas CO2. Pada tahap ini dapat diketahui bahwa kemampuan mikroalga dalam mereduksi gas CO2 adalah sebesar 0,8 – 1 gr CO2/liter media/ hari, 0,871 ± 0,294 gr CO2/liter media/ hari dan 0,833 ± 0,298 gr CO2 dan sebagai penghasil gas O2.Kata kunci: alga, gas karbon dioksida, fotobioreaktor. 
PEMBUATAN ELEKTRODA SHIELDED METAL ARC WELDING (SMAW) UNTUK PENGELASAN BAWAH AIR DARI MINERAL RUTILE ., Surasno; Suhardjo, Kuntari Adi
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 3 (2010): Green Industry
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.27 KB)

Abstract

Elektroda untuk pengelasan bawah air membutuhkan sifat khusus, yaitu: harus mampu menimbulkan semburan nayala busur, terak yang tumbuh di permukaan deposit logam cair mampu melindungi deposit las dari pengaruh oksida dan kelarutan hidrogen yang rendah. Elektroda tersebut harus memenuhi syarat spesikfikasi underwater welding AWS D3.6M:1999. Adapun percobaan yang telah dilakukan adalah pembuatan elektroda pengelasan bawah air dengan proses awal penentuan jenis kawat, seleksi visual, pelurusan, pemotongan dan pembersihan. Selanjutnya persiapan bahan baku pembungkus yaitu persiapan zat kimia, pengadukan, dicetak bentuk tabung. Adapun variasi formula yang dilakukan adalah sebagai berikut: Formula A yaitu Rutile 75%, Kalsium Karbonat 10%, Serbuk Silika 2,5%, Ferro mangan 15%, binder natrium silikat 4 liter ditambahkan air 300 ml. Formula B yaitu Rutile 57%, ferro mangaan 15%, hematite 25%, ferro 4%, binder potsium silicate 3 liter ditambahkan sodium silikat 1 liter dan Formula C yaitu Rutile 70%, Kaolin 30%, binder potassium silikat 3 liter ditambah sodium silikat 1 liter, kemudian dilakukan pelapisan dengan bees wax. Penggunaan elektroda untuk pengelasan bawah air diuji karakteristiknya yaitu: penyalaan busur, kestabilan busur, uji visual, uji makro dan mikro struktur, serta kekerasan. Kondisi optimal dicapai pada pengelasan mempergunakan elektroda formula C dengan hasil uji penyalaan busur baik 62,9%, kestabilan baik, visual rigi-rigi las cukup, makroskopik baik, mikroskopik tidak terdapat retakan, kekerasan las 267 Hv 0,2 Haz 253 Hv0,2, mudah diproduksi dengan kualitas baik.Kata kunci: elektroda las SMAW, las bawah air, mineral rutile dan AWS 3.6M: 1999. 
ARANG AKTIF SERBUK GERGAJI SEBAGAI BAHAN PENGISI UNTUK PEMBUATAN KOMPON BAN LUAR KENDARAAN BERMOTOR Prasetya, Hari Adi
Jurnal Riset Industri Vol 6, No 2 (2012): Minimalisasi dan Pemanfaatan Limbah
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9135.713 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan ukuran partikel arang aktif serbuk gergaji sebagai bahan pengisi dan waktu vulkanisasi yang tepat dalam pembuatan kompon ban luar kendaraan bermotor roda dua. Variasi ukuran partikel arang serbuk gergaji adalah 40-60 nm, 80-100 nm, 400 mesh   dan variasi   waktu vulkanisasi 20 menit dan 30 menit. Ukuran partikel arang serbuk gergaji sebagai bahan pengisi dan waktu vulkanisasi berpengaruh nyata  terhadap sifat fisik kompon karet, yaitu tegangan putus, kekerasan, ketahanan kikis, ketahanan usang untuk perubahan tegangan putus, namun tidak berpengaruh nyata terhadap ketahanan usang, untuk perubahan kekerasan kompon karet perlakuan terbaik adalah kombinasi perlakuan F2W, (ukuran partikel arang serbuk gergaji 80-100 nm dan waktu vulkanisasi 20 menit) memenuhi spesifikasi pasaran dengan karakteristik kompon karet meliputi, tegangan putus 142 kg/cm2, kekerasan 58 Shore A, ketahanan kikis 236 DIN mm3, ketahanan usang untuk kekerasan 58 ShoreA, dan tegangan putus 234 kq/cm2. Kata kunci  : Arang serbuk gergaji, bahan pengisi, waktu vulkanisasi
PENGARUH SUHU PEMBAKARAN TERHADAP KUAT TERMAL, FISIS DAN KIMIA DARI SISTEM ALUMINA-LEMPUNG - (K, Na) FELSPAR Sulistarihani, Nanik; ., Hernawan
Jurnal Riset Industri Vol 2, No 2 (2008):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3802.009 KB)

Abstract

Telah   dilakukan    penelitian    pengaruh    suhu  pembakaran terhadap   sifat  termal,   kimia  dan  fisik,   mineralogi   produk dari  sistem   campuran   Alumina-Lempung-(K,Na)      Felspar. Komposisi    campuran  adalah  65% Alumina  A-12,  22%  Kaolin  Belitung, 11% Lempung  KalBar,  1% Potasium  Felspar  dan  1% Sodium  Felspar. Pembakaran  dilakukan pada  suhu  1300 dan    1350°C    dengan penahanan     pada    suhu   tertinggi 1 jam   analisa    hasil    bakaran menunjukkan mulit dan   korundum  merupakan  fasa dominan. Ketahanan termal meningkat    dengan kenaikan  suhu dari empat menjadi enam  siklus.  Ketahanan   kimia  baik  terhadap asam maupun basa meningkat   hampir  dua  kali  lipat  dengan   kenaikan   suhu  bakar. Ketahanan    kimia   dinyatakan  sebagai   penurunan  tingkat   kelarutan, dengan   larutan   50% H3P04 dari 0.88   menjadi   0,44%   sementara dengan   larutan  10%  NaOH  dari  3,38  menjadi   1.75%.  Hasil  penelitian ini ditujukan  untuk pembuatan  keramik  laboratorium   dan keramik  teknik yang  dalam  aplikasinya  memerlukan   ketahanan   kimia,  slag dan termal. Kata  kunci   : alumina,  kaolin, felspar,  ketahanan  kimia,  ketahanan termal,  ketahanan  slag
PEMANFAATAN LIMBAH ALKALI INDUSTRI RUMPUT LAUT DAN LIMBAH PICKLING INDUSTRI PELAPISAN LOGAM SEBAGAI PUPUK ANORGANIK Ariani, Nurul Mahmida; Cahyono, Handaru Bowo; Yuliastuti, Rieke
Jurnal Riset Industri Vol 9, No 1 (2015): Optimalisasi Nilai Tambah Bahan/Material dan Limbah Industri Dalam Negeri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.539 KB)

Abstract

Limbah cair dari industri rumput laut (Eucheuma cottoni) yang dalam proses pengolahannya menggunakan Kalium Hidroksida (KOH) mempunyai kandungan Kalium. Sedangkan dari proses pickling di industri lapis listrik dihasilkan limbah cair sekitar 2 m3 untuk setiap 1000 m2 benda yang dilapis. Limbah cair ini mengandung FeCl2/FeCl3, jika tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan pencemaran lingkungan. Dengan dimanfaatkannya secara bersama limbah pickling dan limbah cair dari rumput laut, maka lingkungan akan tetap terjaga.Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan limbah cair dari industri rumputlaut dan limbah cair dari proses pickling di industri elektroplating untuk pembuatan pupuk Anorganik sebagai salah satu upaya pengelolaan lingkungan.Keluaran dari kegiatan ini adalah penanganan limbah secara integrasi dari limbah cair industri rumput laut dan proses pickling yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Limbah cair dari industri rumput laut dapat dimanfaatkan secara bersama dengan limbah cair dari proses pickling di industri electroplating untuk dijadikan pupuk buatan yang memenuhi persyaratan Pupuk KCl yang mengacu pada SNI 02 – 2805:2005. Kadar kalium sebagai K2O dari hasil pengolahan limbah cair industri rumput laut tersebut berkisar antara 0,08 - 0,12 % (800 – 1200 ppm) nilai tersebut lebih tinggi dari pada nilai standard sesuai SNI 02 – 2805: 2005 sebesar 600 ppm. Kata Kunci: limbah alkali, proces pickling, rumput laut, pupuk cair 
PENGARUH ASAP CAIR SERBUK KAYU LIMBAH INDUSTRI TERHADAP MUTU BOKAR Yulita, Eli
Jurnal Riset Industri Vol 6, No 1 (2012): Hilirisasi Industri Berbasis Sumber Daya Alam Lokal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8680.294 KB)

Abstract

Asap cair limbah serbuk kayu industri hasil pirolisis mempunyai potensi sebagai bahan pembeku lateks karet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asap cair serbuk kayu karet (Hevea brasiliensis M) dan kayu gelam (Melaleuca leucadendron L) terhadap mutu bokar. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan dua faktor yaitu asap cair serbuk kayu karet (K0%, K5%, K10% dan K15%) dan kayu gelam (G0%, G5%, G10% dan G15%). Parameter yang diamati adalah kadar karet kering (%), ketebalan sit angin (mm), diameter zona hambat (mm) dan angka lempeng total (CFU/ml). Hasil penelitian menunjukkan penambahan asap cair pada perlakuan konsentrasi asap cair kayu karet 10% (K10G0)               dapat  meningkatkan  mutu bokar yang dihasilkan, hal ini ditunjukkan dengan kadar karet kering tertinggi 99,79% dan ketebalan terendah yaitu 2,03  mm. Selain itu hasil penelitian juga  menunjukkan penambahan asap cair dapat menghambat pertumbuhan bakteri yaitu dengan terbentuknya diameter zona hambat 20,00 mm pada perlakuan konsentrasi asap cair kayu karet 10% dan kayu gelam 15% (K10G15) dan angka lempeng total 2,92 log CFU/ml pada perlakuan asap cair kayu karet 10% (K10G0).Kata Kunci : kayu karet, kayu gelam, bokar

Filter by Year

2007 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2016): MENINGKATKAN NILAI TAMBAH MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI Vol 10, No 2 (2016): PENINGKATAN DAYA SAING MELALUI PENGEMBANGAN KUALITAS PRODUK Vol 10, No 1 (2016): Peran Teknologi dan Inovasi dalam Meningkatkan Efisiensi dan Efektifitas Produ Vol 9, No 1 (2015): Optimalisasi Nilai Tambah Bahan/Material dan Limbah Industri Dalam Negeri Vol 8, No 3 (2014): Pemanfaatan Bahan Baku/Penolong Raw Material Dalam Negeri Vol 8, No 2 (2014): Teknologi Pengendalian Pencemaran Lingkungan untuk Industri Hijau Vol 8, No 1 (2014): Teknologi Proses Berbasis Efisiensi Energi Vol 7, No 3 (2013): Pengembangan Subtitusi Impor Mendukung Kemandirian Bangsa Vol 7, No 2 (2013): Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan Mendukung Ketahanan Energi Nasional Vol 7, No 1 (2013): Peningkatan Nilai Tambah Komoditi Argo Vol 6, No 3 (2012): Pengembangan Industri Berbasis Hasil Tambang Vol 6, No 2 (2012): Minimalisasi dan Pemanfaatan Limbah Vol 6, No 1 (2012): Hilirisasi Industri Berbasis Sumber Daya Alam Lokal Vol 5, No 3 (2011): Peningkatan Nilai Tambah dan Produktivitas Industri Vol 5, No 2 (2011): Penelitian Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Vol 5, No 1 (2011): Industri Kecil Menengah Vol 4, No 3 (2010): Green Industry Vol 4, No 2 (2010): Konservasi Energi Vol 4, No 1 (2010): Standardisasi dan Regulasi Teknik Vol 3, No 3 (2009): Peningkatan Nilai Tambah melalui Inovasi Kemasan Vol 3, No 2 (2009): Vol 3, No 1 (2009): Vol 2, No 3 (2008): Vol 2, No 2 (2008): Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Riset Industri Vol 1, No 3 (2007): Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Riset Industri Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Riset Industri More Issue