cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kimia dan Kemasan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 568 Documents
Preface JKK Vol. 40 No. 1 April 2018 Editor, JKK
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 40 No. 1 April 2018
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.374 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v40i1.3842

Abstract

Sintesis Talk dari Batuan Dolomit dan Kuarsa Lokal Serta Prospeknya untuk Industri Kimia dan Farmasi Nuraeni, Chicha; Yunilawati, Retno; Rahmi, Dwinna
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 38 No. 2 Oktober 2016
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.255 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v38i2.2700

Abstract

Talk dari bahan baku lokal berpotensi untuk dikembangkan. Telah dilakukan sintesis talk dari bahan baku lokal dolomit dan kuarsa dengan metode pemanasan/kalsinasi dan hidrotermal. Karakterisasi dolomit yang diperoleh dari Gresik, Jawa Timur menunjukkan kandungan CaMg(CO)3 sebanyak 71,0 %berat dan CaCO3 sebanyak 29,0 %berat. Pemanasan dolomit pada 300 oC selama 24 jam menghasilkan kalsit CaCO3, periclase MgO dan portlandite Ca(OH)2, sedangkan pemanasan pada 750 oC selama 24 jam menghasilkan kalsit (CaCO3 dan CCa0.936 Mg0.064O3), periclase MgO dan portlandite Ca(OH)2. Kandungan MgO dari pemanasan dolomit pada 300 oC lebih tinggi daripada pemanasan 750 oC sehingga disarankan sintesis talk dilakukan pada suhu 300 oC. Proses pengadukan bahan baku secara konvensional dan sonikasi tidak menghasilkan perbedaan produk. Proses hidrotermal selama 6 jam menghasilkan lebih banyak mineral CaxMgy(SiO3)2 dibandingkan durasi proses 12 jam dan 18 jam. 
Identifikasi Kandungan Senyawa Antioksidan dalam Kayu Secang (Caesalpinia sappan) Yemirta, Yemirta
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 32 No. 2 Oktober 2010
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.484 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v32i2.2728

Abstract

Telah diisolasi dua senyawa aktif antioksidan dari kayu secang (Caesalpinia sappan). Isolasi dilakukan melalui beberapa tahap pemisahan menggunakan kromatografi kolom dan kromatografi lapisan tipis. Analisis struktur dari kedua isolat dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis, FT-IR dan GC-MS. Spektrum UV-Vis yang dihasilkan oleh kedua isolat mempunyai panjang gelombang masing-masing 287 nm dan 447 nm. Spektrum FT-IR dari kedua isolat memberikan pita serapan pada daerah sidik jari antara 1700 cm-1 hingga 1500 cm-1. Sedangkan hasil analisis GC-MS salah satu isolat ini mempunyai puncak dan pola fragmentasi yang mirip (yaitu M+ = 270). 
Pengaruh pH, Konsentrasi Biosorben, dan Waktu Reaksi terhadap Penurunan Logam Berat Pb dengan Memanfaatkan Limbah Industri Bir dalam Bentuk Pelet sebagai Biosorben Ratnawati, Emmy
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 32 No. 2 Oktober 2010
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.824 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v32i2.2733

Abstract

Proses biosorpsi dapat dilakukan dengan menggunakan mikroorganisme seperti bakteri, khamir (yeast), dan algae sebagai biosorben. Pada skala industri, biaya pengadaan biomassa mikroorganisme ini secara ekonomi kurang menguntungkan, oleh karena itu limbah biomassa seperti limbah hasil samping fermentasi dari industri bir dapat dimanfaatkan karena harganya murah dan keberadaannya melimpah. Saccharomyces cerevisiae digunakan sebagai ragi dalam pembuatan bir, sehingga dalam limbah yang dihasilkan dari produk samping proses fermentasi bir juga mengandung Saccharomyces cerevisiae. Dalam penelitian ini sludge dari limbah bir dikeringkan dan dibuat pelet, kemudian diaplikasikan sebagai biosorben pada limbah cair sintetis yang mengandung logam berat Pb dengan konsentrasi 10 mg/L dan diteliti pengaruh pH, konsentrasi biosorben dan waktu reaksi terhadap penurunan konsentrasi logam berat Pb tersebut. Rendemen pelet dari limbah bir yang diperoleh adalah sebesar 24 g pelet per liter limbah bir dengan kadar air 9 %. Dari hasil penelitian untuk penentuan kondisi optimum biosorpsi dengan variabel pH, berat (konsentrasi) biosorben dan waktu kontak diperoleh hasil optimum pada pH 9, berat biosorben 0,5 g/500 mL limbah dan waktu kontak 0,5 jam. Dengan kondisi optimum ini dapat menurunkan konsentrasi logam Pb yaitu konsentrasi awal sebesar 10 mg/L menjadi 0,27 mg/L atau pengurangan sebesar 97,3 %. Bila kondisi optimum ini diaplikasikan pada pengolahan limbah di industri dengan proses biosorpsi, maka konsentrasi Pb dalam limbah dapat diturunkan dan memenuhi baku mutu limbah cair (sebesar 0,30 mg/L). 
Lemak Padat Nanopartikel; Sintesis dan Aplikasi Rahmi, Dwinna
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 32 No. 1 April 2010
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.51 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v32i1.2738

Abstract

Saat ini di dunia banyak peneliti yang tertarik untuk mengembangkan nanoteknologi. Salah satu pendekatan nanoteknologi di bidang farmasi adalah lemak padat nanopartikel (Solid Lipid Nanoparticle/SLN). SLN merupakan sistem koloid pembawa untuk mengontrol perbaikan susunan kimia tubuh. Tulisan ini menampilkan secara umum metode pembuatan SLN dan penerapannya di industri farmasi. Ada tiga metode yang paling banyak dipakai para peneliti untuk memproduksi SLN yaitu homogenisasi kecepatan tinggi (High Speed Homogenation/HSH), homogenisasi tekanan tinggi (High Pressure Homogenation/HPH) dan emulsifikasi dengan pelarut (SE). Di lain pihak, SLN berfungsi sebagai kimia penstabil senyawa yang sensitif terhadap sinar, oksidasi dan hidrasi. Selain itu SLN dapat mengurangi efek samping dari pemakaian mineral nanopartikel sebagai anti UV dan polimer nanopartikel sebagai pembawa obat. Dari hasil beberapa penelitian menyebutkan bahwa SLN yang terbuat dari asam lemak esensial terbukti dapat mengurangi dampak bahaya dan racun. 
Optimalisasi Konduktivitas Ionik Elektrolit Polimer Berbasis Komposit Kitosan-Zirkonia/Litium Perklorat dengan Penambahan Gliserol Yulianti, Evi; Luthfiah, Dayu; Sudaryanto, Sudaryanto
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 39 No. 1 April 2017
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.238 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v39i1.2224

Abstract

Untuk meningkatkan nilai konduktivitas ionik elektrolit polimer, telah dilakukan modifikasi terhadap sistem komposit kitosan-ZrO2/LiClO4 dengan menambahkan gliserol sebagai plasticizer. Pembuatan lembaran elektrolit polimer dilakukan dengan metode casting, setelah seluruh komponen dicampur secara bertahap dan diaduk dengan pengaduk magnet. Penambahan plasticizer dilakukan dengan berbagai komposisi yaitu antara 0% (g/g) sampai dengan 80% (b/b). Elektrolit polimer kemudian dikarakterisasi meliputi struktur mikro dengan difraksi  sinar-X (XRD), sifat mekanik dengan uji tarik menggunakan UTM, spektrometer impedansi (LCR-meter) dan pengukuran jumlah transferensi ion. Hasil karakterisasi dengan XRD dan uji sifat mekanik menunjukkan bahwa elektrolit polimer menjadi semakin amorf dan elastis dengan penambahan plasticizer. Penambahan plasticizer yang optimal adalah sebanyak 60% (b/b) dimana pada komposisi tersebut masing-masing diperoleh bilangan transferensi ion tertinggi 0,85 dengan nilai konduktivitas ionik 3,52 x 10-4 S/cm.
Karakteristik Gas Hasil Proses Pirolisis Limbah Plastik Polietilena (PE) dengan Menggunakan Katalis Residue Catalytic Cracking (RCC) Naimah, Siti; Aidha, Novi Nur
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 39 No. 1 April 2017
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.554 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v39i1.2750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk membandingkan karakteristik gas yang dihasilkan pada proses pirolisis limbah plastik polietilena (PE) dengan variabel konsentrasi menggunaan katalis Residue Catalytic Cracking (RCC). Pada proses ini digunakan reaktor pirolisis kapasitas 5 kg dan ditambahkan katalis RCC sebagai variabel penelitian. Gas yang terbentuk ditampung dalam gas sampler dan diukur flowrate. Karakteristik gas yang dihasilkan dikarakterisasi dengan menggunakan  GC System. Variabel konsentrasi katalis yang digunakan pada penelitian ini adalah 7,5%, 10%, 12,5%, 15%, dan 17,5% dari bahan baku. Penambahan konsentrasi katalis sebesar 10% dari bahan baku menghasilkan campuran propana dan butana sebesar 35,657%, etana 12,13%, dan pentana 5,221%. Disamping itu pada penggunaan konsentrasi katalis 10%, gas pengotor yang dihasilkan yaitu gas CO dan CO2 rendah yaitu sebesar 0% dan 0,193%. Pengukuran flowrate gas yang dihasilkan menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi katalis, maka waktu proses yang dibutuhkan untuk mendapatkan gas semakin cepat.
Kitosan dan Potensinya sebagai Bahan Kemasan Layak-Santap Hadisoemarto, Tiyanto
Jurnal Kimia dan Kemasan Bulletin Penelitian Vol. 25 No. 3 Desember 2003
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4653.166 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.3274

Abstract

Kitosan dan Potensinya sebagai Bahan Kemasan Layak-Santap
Sintesis Asam Oleat Terepoksidasi dengan Katalis Asam Asetat Muhammad Ghozali; Yenny Meliana; Sri Fahmiati; Evi Triwulandari; Akhmad Darmawan
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 40 No. 2 Oktober 2018
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.39 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v40i2.3465

Abstract

Pada penelitian ini, sintesis asam oleat terepoksidasi dilakukan dengan tujuan mempelajari pengaruh konsentrasi asam asetat dan hidrogen peroksida pada proses epoksidasi asam oleat tanpa menggunakan katalis. Reaksi epoksidasi asam oleat dilakukan pada suhu 60 °C selama 5 jam dengan kecepatan pengadukan sekitar 525 rpm. Karakterisasi terhadap produk asam oleat terepoksidasi dilakukan dengan melakukan analisis bilangan iod, analisis bilangan oksiran, analisis Fourier Transform Infrared (FTIR) dan Nuclear Magnetic Resonance (NMR). Hasil analisis bilangan oksiran menunjukkan bahwa semakin banyak mol asam asetat dan mol hidrogen peroksida yang ditambahkan akan cenderung meningkatkan nilai oksiran asam oleat terepoksidasi. Kondisi optimum sintesis asam oleat terepoksidasi tanpa menggunakan katalis diperoleh pada saat perbandingan mol antara asam oleat : asam asetat : hidrogen peroksida sebesar 1:4:9 dengan nilai bilangan oksiran sebesar 1,95 dengan konversi bilangan oksiran 62,30 % dan bilangan iod 17,23 g I2/g sampel. Hasil analisis FTIR menunjukkan terbentuknya gugus epoksida pada bilangan gelombang 837 cm-1. Hasil analisis NMR juga menunjukkan adanya pergeseran kimia baru pada 2,32 ppm sampai 2,35 ppm (H-NMR) dan 72,72 ppm (C-NMR) yang berkaitan dengan proton dan karbon yang terikat pada gugus oksiran.
Ekstraksi Antioksidan Spirulina sp. Dengan Menggunakan Metode Ultrasonikasi Dan Aplikasinya Untuk Krim Kosmetik Siti Agustina; Novi Nur Aidha; Eva Oktarina
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 40 No. 2 Oktober 2018
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.525 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v40i2.4100

Abstract

Spirulina mengandung bahan aktif sebagai antioksidan, yang dapat digunakan untuk industri farmasi, kosmetik dan pangan. Antioksidan dapat dihasilkan dari proses ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi Spirulina sp untuk mendapatkan antioksidan dengan menggunakan metoda ultrasonikasi serta mengaplikasikannya pada krim kosmetik. Tahapan metode penelitian ini adalah: Ekstraksi dengan ultrasonikasi, menggunakan variabel waktu sonikasi selama 15 menit, 30 menit dan 45 menit; variable pelarut yaitu air dan etanol; identifikasi jenis antioksidan; analisis kandungan senyawa antioksidan dan pembuatan sediaan krim kosmetik. Variable pada pembuatan krim yaitu kadar ekstrak 0,1% dan 0,2%; serta waktu sonikasi selama 15 menit dan 30 menit. Pada proses ekstraksi Spirulina, waktu sonikasi yang menghasilkan antioksidan optimum adalah 15 menit, dengan kandungan antioksidan sebesar 452,87 µM, aktivitas antioksidan sebesar 70,27%, kandungan beta-karoten sebesar 15,98 mg/kg dan rendemen sebesar 37,15%. Aplikasi pada krim kosmetik optimum pada kondisi sonikasi 15 menit dan kadar ekstrak 0,2% dengan karakteristik krim yaitu kadar beta-karoten 4,85 mg/kg; kandungan antioksidan 16,83 µM; stabil selama penyimpanan dan cycling test; berwarna kuning, tidak berbau, tekstur halus, dan homogen; pH 7; serta cemaran mikroorganisme di bawah ambang batas sehingga aman digunakan. Hasil ekstraksi Spirulina yaitu beta-karoten dapat diekstraksi dengan air dan dapat diaplikasikan pada krim kosmetik sebagai sumber antioksidan.

Filter by Year

1976 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 43 No. 2 Oktober 2021 Vol. 43 No. 1 April 2021 Vol. 42 No. 2 Oktober 2020 Vol. 42 No. 1 April 2020 Vol. 41 No. 2 Oktober 2019 Vol. 41 No. 1 April 2019 Vol. 40 No. 2 Oktober 2018 Vol. 40 No. 1 April 2018 Vol. 40 No. 1 April 2018 Vol. 39 No. 2 Oktober 2017 Vol. 39 No. 2 Oktober 2017 Vol. 39 No. 1 April 2017 Vol. 39 No. 1 April 2017 Vol. 38 No. 2 Oktober 2016 Vol. 38 No. 2 Oktober 2016 Vol. 38 No. 1 April 2016 Vol. 38 No. 1 April 2016 Vol. 37 No. 2 Oktober 2015 Vol. 37 No. 2 Oktober 2015 Vol. 37 No. 1 April 2015 Vol. 37 No. 1 April 2015 Vol. 36 No. 2 Oktober 2014 Vol. 36 No. 2 Oktober 2014 Vol. 36 No. 1 April 2014 Vol. 36 No. 1 April 2014 Vol. 35 No. 2 Oktober 2013 Vol. 35 No. 2 Oktober 2013 Vol. 35 No. 1 April 2013 Vol. 35 No. 1 April 2013 Vol. 34 No. 2 Oktober 2012 Vol. 34 No. 2 Oktober 2012 Vol. 34 No. 1 April 2012 Vol. 34 No. 1 April 2012 Vol. 33 No. 2 Oktober 2011 Vol. 33 No. 2 Oktober 2011 Vol. 33 No. 1 April 2011 Vol. 33 No. 1 April 2011 Vol. 32 No. 2 Oktober 2010 Vol. 32 No. 2 Oktober 2010 Vol. 32 No. 1 April 2010 Vol. 32 No. 1 April 2010 BULLETIN PENELITIAN VOL. 28 NO. 1 APRIL 2006 BULLETIN PENELITIAN VOL. 28 NO. 1 APRIL 2006 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 2 DESEMBER 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 2 DESEMBER 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 1 APRIL 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 1 APRIL 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 2 DESEMBER 2004 BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 1 APRIL 2004 Bulletin Penelitian Vol. 25 No. 3 Desember 2003 Bulletin Penelitian Vol. 25 No. 3 Desember 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 2 AGUSTUS 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 1 APRIL 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 2 DESEMBER 2002 BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 1 JUNI 2002 BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 2 DESEMBER 2001 BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 1 JUNI 2001 BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 2 DESEMBER 2000 BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 1 JUNI 2000 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 3 DESEMBER 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 2 AGUSTUS 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 1 APRIL 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 3 DESEMBER 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 2 AGUSTUS 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 1 APRIL 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 3 DESEMBER 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 2 AGUSTUS 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 1 APRIL 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 3 DESEMBER 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 2 AGUSTUS 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 1 APRIL 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 4 DESEMBER 1995 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 3 SEPTEMBER 1995 BULLETIN PENELITIAN VOL. XV NO. 46 Maret 1991 BULLETIN PENELITIAN NO.45 TRIWULAN III 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.44 TRIWULAN II 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.43 TRIWULAN I 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.38 TRIWULAN IV 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.36 TRIWULAN II 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.35 TRIWULAN I 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.34 TRIWULAN IV 1985/1986 BULLETIN PENELITIAN NO.33 TRIWULAN III 1985/1986 BULLETIN PENELITIAN NO.26 TRIWULAN IV 1983/1984 BULLETIN PENELITIAN TAHUN IV NO.15 & 16 JULI & OKTOBER 1979 BULLETIN PENELITIAN TAHUN IV NO.13 & 14 JANUARI & APRIL 1979 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.11 & 12 JULI & OKTOBER 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.10 APRIL 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.9 JANUARI 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.8 OKTOBER 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.7 JULI 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.5 JANUARI 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN I NO.4 OKTOBER 1976 BULLETIN PENELITIAN TAHUN I NO.3 JULI 1976 More Issue