Articles
568 Documents
Peningkatan Aktivitas Anti Aging Pada Krim Nanopartikel Dengan Penambahan Bahan Aktif Alam
Dwinna Rahmi;
Emmy Ratnawati;
Retno Yunilawati;
Novi Nur Aidha
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 36 No. 2 Oktober 2014
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1848.55 KB)
|
DOI: 10.24817/jkk.v36i2.1888
Penambahan bahan aktif metil sinamat atau β-glukan yang berasal dari bahan alam dapat lebih meningkatkan aktivitas anti aging dalam krim nanopartikel berbasis kelapa sawit. Metil sinamat yang dipakai berasal dari minyak laja gowah Indonesia yang diekstraksi dan difraksinasi menghasilkan metil sinamat dengan kemurnian 99%. β-glukan yang digunakan berasal dari produk Korea. Pada penelitian ini proses sonikasi pada pembuatan krim nanopartikel tidak mempengaruhi jumlah kandungan bahan aktif di dalam krim. Aktivitas anti aging meningkat, dengan selisih skor kerutan antara krim nanopartikel murni dan krim nanopartikel dengan penambahan bahan aktif yaitu sebesar < 0,001 untuk metil sinamat dan < 0,05 untuk β-glukan. Selain itu, stabilitas emulsi krim tetap sekitar 99% setelah dibiarkan selama 7 bulan di ruang terbuka dan suhu ruang.
BIODEGRADASI DAN TOKSISITAS DETERJEN
Siti Agustina;
Wuryanto Wuryanto;
Suratmono Suratmono
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 2 DESEMBER 2005
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3180.352 KB)
|
DOI: 10.24817/jkk.v0i0.3580
Deterjen merupakan bahan pembersih pakaian yang mengandung surfaktan dan bahan pengisi, yang banyak digunakan oleh manusia. Kriteria ekolabel menunjukkan bahwa biodegradasi deterjen adalah lebih besar dari 90% dan tingkat toksisitasnya terukur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biodegradibilitas dan toxicity deterjen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bakteri pseudomonas dan bakteri bacillus dapat mendegradasi deterjen sebesar 96 - 97 %, dan toksisitas lingkungan yang diuji pada ikan mas menunjukkan LC 50 selama 96 jam adalah pada konsentrasi deterjen sebesar 3,5 ppm.
Pengaruh Penggunaan Kitosan Terhadap Sifat Barrier Edible Film Tapioka Termodifikasi
Guntarti Supeni;
Suryo Irawan
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 34 No. 1 April 2012
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1879.956 KB)
|
DOI: 10.24817/jkk.v34i1.1854
Penelitian pengaruh kitosan terhadap sifat barrier edible film tapioka termodifikasi dilakukan. Hal ini dilakukan karena lembaran film yang diperoleh pada penelitian sebelumnya masih memerlukan peningkatan sifat barrier dan kestabilan film pada penyimpanan. Seperti diketahui tapioka bersifat hidrofilik, sehingga perlu campuran bahan yang bersifat hidrofobik. Salah satu bahan yang mempunyai sifat tersebut adalah kitosan, dengan penambahan aditif lain diharapkan dapat memperbaiki sifat film. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kitosan terhadap sifat barrier edible film tapioka termodifikasi. Penelitian dilakukan dengan metode pencampuran larutan edible film tapioka termodifikasi dengan larutan kitosan. Variabel yang digunakan adalah penambahan konsentrasi kitosan pada larutan edible film tapioka termodifikasi, dengan menitik- beratkan parameter uji pada nilai laju O2TR dan nilai laju WVTR dari edible film yang dihasilkan. Secara umum lembaran film yang dihasilkan masih memiliki laju transmisi uap air (WVTR) yang cukup besar (>200 g/m2/24 jam) dan memiliki sifat kedap terhadap oksigen yang cukup baik, ditandai dengan rendahnya nilai laju transmisi oksigen (O2TR) (<1cc/m2/24jam). Penggunaan paling optimal 1:0,75 dihasilkan nilai laju WVTR minimum sebesar 215,48 g/m2/24 jam dan nilai laju O2TR sebesar 0,376 (cc/m2/24jam). Pada hasil analisis SEM terlihat bahwa pada penambahan filler kitosan sebesar 75% mempunyai sifat barrier terhadap uap air yang baik, hal ini disebabkan filler kitosan yang ditambahkan sudah merata mengisi pori-pori atau celah ikatan antar polimer yang terbentuk. Penambahan kitosan tidak dapat meningkatkan grade pada JIS Z 1707-1997, Plastic Film for Food Packaging.
Green Modifikasi Nanopartikel Au Terhadap Permukaan Bentonit Terpilar Cu Sebagai Degradasi Zat Warna Remazol Brilliant Blue R (RBBR)
Indra Gunawan;
Miftah Fauziah;
Yoki Yulizar;
Sudirman Sudirman
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 41 No. 2 Oktober 2019
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (231.728 KB)
|
DOI: 10.24817/jkk.v41i2.4331
Telah dilakukan sintesis bentonit terpilarisasi Cu dan diimmobilisasi nanopartikel Au sebagai katalis degradasi termal RBBR(Remazol Brilliant Blue R) menggunakan H2O2. Karakterisasi Na-bentonit, bentonit terpilarisasi Cu dan immobilisasi naopartikel Au di dalam Cu-bentonit dilakukan dengan menggunakan peralatan-peralatan FTIR, XRDdan SEM-EDS. Dalam kategori pewarna secara keseluruhan, RBBRadalah pewarna antrakuinon yang digunakan pada industri tekstil. Ini adalah pewarna berbahaya dan dapat merusak kehidupan akuatik dan juga kehidupan vegetatif jika air yang terkontaminasi digunakan untuk irigasi. Karakterisasi degradasi dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan pada jumlah katalis 4 mg Cu-bentonit-Au mampu mempercepat reaksi degradasi termal RBBRpada konsentrasi 1,56x10-5M, dengan persentase dye removalmencapai 98,18%. Waktu reaksi dan suhu reaksi optimum adalah 10 menit dan 98 oC, sementara konsentrasi optimum H2O2untuk degradasi RBBRadalah 4,62x10-1M.
Percobaan Pendahuluan Pembuatan Makanan Anjing Bentuk Kering
Budi Utami
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XV NO. 46 Maret 1991
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1284.992 KB)
|
DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5043
Masalah pangan memegang peranan penting dalam perekonomian, dan seiring dengan makin naiknya pendapatan penduduk di negaranegara maju maka bertambah pula tuntutan terhadap mutu makanan. Hal ini mendorong para produsen bersaing ketat merebut pasar dengan jalan memproduksi bahan yang bermutu tinggi dan memenuhi standar yang ditetapkan. Kemajuan tekno logi berperan untuk menciptakan produk produk olahan baru dengan berbagai jenisnya.
Pemanfaatan Polimer Hybrid Tmspma Dan Phosphor Organik Sebagai Bahan Luminesensi Untuk Solid State Lighting Planar
Fitrilawati Fitrilawati;
Norman Syakir;
Agustin P. Mastiti;
Utami Yuliani;
Annisa Aprilia
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 37 No. 1 April 2015
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1835.892 KB)
|
DOI: 10.24817/jkk.v37i1.1809
Lampu Solid State Lighting (SSL) planar, diharapkan dapat menghasilkan distribusi cahaya yang lebih baik, dibandingkan dengan lampu fluoresensi biasa. Berbeda dengan lampu SSL biasa, pada SSL panel lebar (planar) digunakan pendekatan kopling cahaya (Light Wave Coupling-L WC) sehingga memerlukan sistem light guiding, yaitu cahaya pengeksitasi dikopling ke dalam substrat sebagai media pandu gelombang. Untuk aplikasi lampu SSL planar dengan pendekatan LWC diperlukan lapisan pengkonversi warna emisi yang berukuran lebar dengan karakteristik yang sesuai dengan perangkat preparasi dan media pandu gelombang. Media pandu gelombang yang akan digunakan adalah Light Guide Plate (LGP), dari PMMA (polymethyl methacrylate). Pada penelitian ini dikembangkan bahan luminesensi berbasis polimer hybrid trimethoxysilylpropyl methacrylate (TMSPMA), yang dimodifikasi dengan teknik kopolimerisasi dan phosphor organik. Khusus pada bahan prekursor poli(TMSPMA) dilakukan uji kelarutan yang menunjukkan bahan prekursor polimer hybrid poli(TMSPMA) beserta kromofor organiknya dapat larut dengan baik pada pelarut polar. Dari hasil tersebut dipilih pelarut yang tepat sehingga pembuatan lapisan tipis dari bahan luminesensi organik dapat dilakukan secara sederhana dengan teknik screen printing. Lapisan tipis yang dihasilkan dengan teknik tersebut dapat mengemisikan cahaya ke seluruh permukaan secara merata sehingga memiliki potensi untuk pengembangan model lampu SSL planar.
Pengaruh Metilen Bisakrilamid (MBA) pada Pembuatan Superabsorben Hidrogel Berbasis Selulosa terhadap Sifat Penyerapan Air
Nuri Astrini;
Lik Anah;
Agus Haryono
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 38 No. 1 April 2016
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (366.604 KB)
|
DOI: 10.24817/jkk.v38i1.1974
Sintesis superabsorben hidrogel CMC-g-PAA yang berikatan silang telah dibuat dengan kopolimerisasi cangkok (grafting) radikal bebas menggunakan karboksi metil selulosa (CMC), asam akrilat (AA), kalium persulfat (KPS) sebagai inisiator dan N, N’-metilen bisakrilamid (MBA) sebagai crosslinker. Pengaruh konsentrasi crosslinker terhadap asam akrilik (3,13 ; 3,75 dan 4,38 %w/w) telah dipelajari berdasarkan sifat mengembang (swelling properties). Struktur kimia yang terjadi dianalisa menggunakan spektroskopi Fourier Trasform Infra-red (FTIR). Hasil dari spektrum FTIR memperlihatkan bahwa CMC dalam polimerisasi cangkok bereaksi dengan asam akrilat. Pada jumlah crosslinker 3,75% w/w diperoleh kamampuan menyerap air (equilibrium swelling) maksimum 49,62 g/g dalam air distilat dan 20,42 g/g dalam larutan NaCl 0,9 %.
Pengendalian Proses Pengolahan Air Limbah Dengan Menggunakan Lumpur Aktif
Hendartini Hendartini
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 3 DESEMBER 1998
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3863.378 KB)
|
DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5150
One of the most effective way to remove the pollutant in waste water is biological treatment. There are several different systems used to get the mikroorganism to do their jobs. Such as : activated sludge, biological filters, and ponds. Activated sludge is the one that widely use in many plants over the world. To have the best result we have to know how to control the mikroorganism 's life that we can get from the experience.
Pembuatan Bahan Polimer Elektrolit Padat Berbasis Nanokomposit Kitosan Montmorillonite Untuk Aplikasi Baterai
Evi Yulianti;
Rosiana Dwi Saputri;
Sudaryanto Sudaryanto;
Heri Jodi;
Rohmad Salam
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 35 No. 2 Oktober 2013
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (937.378 KB)
|
DOI: 10.24817/jkk.v35i2.1877
Telah dilakukan pembuatan bahan polimer elektrolit padat berbasis nanokomposit kitosan montmorillonite yang diaplikasikan dalam sistem baterai. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan komposisi optimal antara kitosan, montmorillonite dan LiClO4 sehingga diperoleh membran dengan karakteristik yang paling baik. Teknik pembuatan membran dilakukan menggunakan metode casting. Terdapat dua seri sampel yang akan di uji, yaitu membran dengan variasi komposisi montmorillonite dan variasi komposisi LiClO4. Komposisi kitosan dan montmorillonite yang digunakan pada sampel seri kedua diperoleh dari komposisi optimal membran kitosan-montmorillonite pada sampel seri pertama. Karakterisasi yang dilakukan meliputi uji tarik, pengukuran konduktivitas ionik dan identifikasi menggunakan difraksi sinar X. Penambahan montmorillonite meningkatkan kuat tarik membran dan konduktivitas ionik setelah ditambah LiClO4. Pada kondisi optimal diperoleh konduktivitas ionik 2,383 x 10-5 S/cm dan kuat tarik 15,19 Mpa pada komposisi montmorillonit 5% b/b dan LiClO4 40%. Hasil analisis difraksi sinar X menunjukkan terjadi proses interkalasi polimer kitosan ke dalam montmorillonite.
Komparasi Kualitas Cat Alkid Menggunakan Pelarut Hasil Pirolisis Limbah Plastik Polietilen Dengan Pelarut di Industri Cat
Novi Nur Aidha;
Bumiarto Nugroho Jati
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 39 No. 2 Oktober 2017
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (445.111 KB)
|
DOI: 10.24817/jkk.v39i2.3350
Pelarut merupakan cairan yang dibutuhkan untuk pembuatan dan aplikasi cat alkid. Alkid merupakan jenis cat yang menggunakan pelarut organik. Saat ini pelarut organik yang digunakan sebagian besar masih impor, sehingga pelarut berbahan dasar plastik polietilen (PE) dapat menjadi pelarut alternatif untuk cat alkid. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan kualitas cat alkid yang menggunakan pelarut P dan L yang berasal dari poses pirolisis limbah plastik PE dengan pelarut di pasaran (pegasol dan white spirits (WS)). Cat alkid yang dibuat adalah jenis Short Oil Alkyd (SOA) dan Medium Oil Alkyd (MOA). Cat tersebut dibuat dengan formulasi yang sama untuk setiap jenis pelarut. Selanjutnya cat SOA dan MOA dilakukan pengujian karakteristik sifat fisika yang mengacu pada standard ASTM. Hasil penelitian ini menunjukan kualitas cat SOA dan MOA menggunakan pelarut P dan L pada hasil pirolisis limbah plastik PE sebanding dengan penggunaan pelarut pelarut pegasol dan WS. Kekurangan cat alkid SOA dan MOA yang menggunakan pelarut P dan L pada hasil pirolisis limbah plastik PE adalah warna cat lebih kekuningan.