cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 51 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016)" : 51 Documents clear
Pengaruh Konsentrasi Asap Cair Dan Garam Terhadap Kualitas Ikan Lele Asap Serta Analisa Usahanya Gesi, Rofinus; Santosa, Budi; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi perlakuan terbaik dalam pembuatan ikan lele asap serta untuk mengetahui analisa kelayakan usaha pembuatan ikan lele asap. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor. Faktor I yaitu Asap Cair yang terdiri dari 3 level 1 % ; 2 % ; 3 % dan faktor II yaitu Garam yang terdiri dari 3 level 5%; 7,5%; 10% dengan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 27 sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada konsentrasi Asap cair 2% dan konsentrasi Garam 10% dengan memiliki nilai NH sebesar 1,48. Serta mempunyai rata-rata kadar air 12,44%, kadar lemak 20,78%, kadar protein 12,44%, rasa 4,03%, aroma 3,98%, tekstur 3,69%. Perlakuan terbaik setelah dilakukan analisa usaha, layak diusahakan karena mempunyai nilai RCR sebesar 1,1 dan HPP sebesar 3.089 /bks
ANALISIS USAHA TERNAK ITIK PENGHASIL TELUR RASA UDANG DI DESA KEJAPANAN KABUPATEN PASURUAN JAWA TIMUR Sanjaya, Hary; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Rofiatin, Umi
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Itik yang disebut bebek dalam bahasa Jawa berasal dari Amerika Utara merupakan itik liar (Anas Moscha) atau wild mallard ini terus dijinakkan menjadi itik yang dipelihara sekarang yang disebut anas domesticus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan, biaya dan pendapatan, kelayakan pengembangan usaha itik ternak petelur di Desa Japanan Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang situasi sekarang dan interaksi lingkungan pada unit penelitian berlangsung. Dari perhitungan tercatat bahwa R / C dari 1,09 peternakan itik petelur dari upaya dalam ternak, karena peternakan memiliki R / Ratio C> 1 dengan arti mengalami keuntungan. Peritungan atas bahwa payback period (PBP) dari usaha pemeliharaan itik milik petelur dari bapak hasan basri di desa sub-provinsi kejapanan dari pasuruan dengan jumlah ternak 1000 ekor 15,14 per periode.
PERENCANAAN LANSKAP EKOWISATA KAWASAN PANTAI BALEKAMBANG DESA SRIGONCO, KABUPATEN MALANG Dasmasela, Daniel; Nurlaelih, Euis Elih; Budiyono, Debora
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Balekambang dimulai pengembangan dengan pembangunan pura pada tahun 1987. Pantai Balekambang mempunyai beberapa keungulan antara lain view yang alami dan memiliki budaya lokal yang unik. Pantai Balekambang juga memiliki kendala yaitu belum adanya penataan lanskap yang baik dan kurangnya masyrakat menjaga lingkungan. Penelitian bertujuan untuk membuat konsep perencanaan ekowisata Pantai Balekambang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi terdiri dari data primer dan sekunder. Sedangkan tahapan penelitian yaitu: commission (tahap persiapan), sresearch (inventarisasi), analysis (analisis), synthesis (sintesis), dan perencanaan lanskap. Hasil penelitian menunjukan kawasan Pantai Balekambang memiliki luas 30.12 ha yang terdiri dari zona inti dengan luas 6.42 ha (21.37%), zona penyangga dengan luas 11.69 ha (39.38), dan zona pemenfaatan 11.81 ha (39.25). Konsep dasar pengembangan ekowisata Pantai Balekambang adalah sebagai kawasan ekowisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Konsep perencanaan terdiri dari konsep ruang, vegetasi, sirkulasi, fasilitas dan aktivitas. Dilanjutkan dengan rencana lanskap berupa gambar blok plan dan site plan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROFESIONALISME PENYULUH PERTANIAN DI KABUPATEN MALANG M. Mur, Rido Kurniawan; Suwasono, Son; Sa?diyah, Ana Arifatus
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyuluh pertanian di Indonesia sangat diperlukan, akan tetapi masih banyak faktor-faktor kendala yang dihadapi oleh seorang penyuluh pada saat menjalankan tugasnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi profesionalisme penyuluh pertanian yang ada di Kabupaten Malang. Metode yang digunakan adalah random acak sampling yang diperoleh dengan mengusulkan pertanyaan kuisioner. Responden penelitian ini adalah masyarakat di Kabupaten Malang yang berada diempat Kecamatan, yaitu Tumpang, Pakisaji, Dau dan Pujon, total responden ada 36 orang. Hasil penelitiaan ini menunjukkan yang paling dominan adalah faktor pendidikan non formal dan diikuti oleh umur.
KAJIAN BIODIVERSITAS CACING TANAH PADA BERBAGAI POLA AGROFORESTRI Kanang, Kanang; Hamzah, Amir; Hapsari, Ricky Indri
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Juli sampai dengan Desember 2014 di hutan alami dan agroforestri sengon di Desa Torongrejo Kecamatan Junrejo serta agroforestri kopi dan pinus di Desa Sumberejo Kecamatan Batu Kota Batu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter cacing tanah (populasi dan ukuran tubuh cacing tanah), mengukur serta mempelajari pengaruh masukan seresah dan kandungan C-Organik terhadap karakter cacing tanah pada berbagai pola agroforestri. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan ditunjang data sekunder, serta menggunakan analisis koefisien korelasi untuk mencari hubungan antar variabel penelitian.Variabel yang diukur antara lain kerapatan populasi (ha-1), diameter tubuh (mm), berat tubuh cacing tanah (g), masukan seresah (Mg.ha-1.th-1), dan kandungan C-Organik (%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan antar berbagai pola agroforestri menghasilkan masukan seresah, kandungan C-Organik, serta karakter cacing tanah yang berbeda. Populasi cacing tanah tertinggi ditemukan pada lokasi hutan alami sebanyak 250000 ekor per hektar, seresah yang terukur sebesar 8.97 Mg.ha-1.th-1, dan kandungan C-Organik sebesar 1.50%. Berat tubuh cacing tanah yang diperoleh rata-rata 0.92 g, dengan rata-rata diameter tubuh 0.25 mm. Populasi cacing tanah terendah ditemukan pada lokasi agroforestri sengon sebanyak 112000 ekor per hektar, seresah yang terukur sebesar 6.90 Mg.ha-1.th-1, dan kandungan C-Organik sebesar 1.10%. Berat tubuh cacing tanah yang diperoleh rata-rata 0.76 g, dengan rata-rata diameter tubuh 0.17 mm. Populasi cacing tanah yang ditemukan pada lokasi agroforestri kopi dan pinus sebanyak 120000 ekor per hektar, seresah yang terukur sebesar 5.18 Mg.ha-1.th-1, dan kandungan C-Organik sebesar 1.30%. Berat tubuh cacing tanah yang diperoleh rata-rata 0.11 g, dengan rata-rata diameter tubuh 0.25 mm.
PENGARUH LEVEL ENZIM (0,1 dan 0,2%) TERHADAP APPARENT METEBOLIZABLE ENERGI (AME) TEPUNG BULU AYAM (BGA DAN BAG) PADA TIKTOK Gobay, Melianus; Achmanu, Achmanu; Fitasari, Eka
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dimulai tanggal 2 April sampai 6 Juni 2012 di Laboratorium Lapang Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Analisa daya cerna asam amino threonin dilakukan di Laboratorium Sarawanti Genetech Bogor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Apparent Metabolizable Energi (AME) pada tiktok. Materi yang digunakan adalah 20 ekor tiktok hasil persilangan entok jantan dan itik betina berjenis kelamin jantan dengan bobot badan rata-rata 2089,10 ± 0,22 g. Penelitian menggunaka 5 perlakuan P0 (pakan kontrol), P1 (enzim alizyme fd 0,1% tambah 5% tepung bulu ayam yang autoklaf lalu giling), P2 (enzim alizyme fd 0,2% tambah 5% tepung bulu ayam yang autoklaf lalu giling), P3 (enzim alizyme fd 0,1% ditambah 5% tepung bulu ayam yang giling lalu autoklaf),dan P4 (enzim alizyme fd 0,2% ditambah 5% tepung bulu ayam yang digiling lalu autoklaf) dan ulangi 4 kali. Variabel yang diamati adalah kecernaan Apparent Metabolizable Energi (AME) pada tiktok. Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Apabila terjadi perbedaan yang nyata antara perlakuan maka dilanjutkan dengan uji BNT. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim alizyme fd dan tepung bulu ayam pada ransum perlakuan terhadap Apparent Metabolizable Energi (AME) pada tiktok memberikan perbedaa pengaruh yang sangat nyata (P
PENGARUH PENAMBAHAN CMC TERHADAP SIFAT FISIKA KIMIA YOGHURT DARI LABU KUNING De Jesus, Julio Rodrigues; Santosa, Budi; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yoghurt adalah salah satu minuman fermentasi yang menggunakan bakteri asam laktat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan CMC terhadap sifat fisika kimia yoghurt darilabu kuning. Dalam penelitian ini digunakan rancangan lingkungan berupa Rancangan Acak Lengkap (RA) yang diulang 4 kali.Perlakuan yang dicoba terdiri atas 1 faktor, factornya adalah konsentrasi CMC yang terdiriatas 5 taraf perlakuanya itu C1=0%, C2=0,5%, C3=1%, C4=1,5% dan C5=2% .Parameter yang diamati adalah : Kadar Lemak, Total Asam, Viskositas, pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan terbaik terdapat pada konsentrasi CMC 2%. Dengan Kadar Lemak 1,04%, Total Asam 3,36%, Viskositas 89 cps, PH 4,26.
NILAI SERVIC PER CONCEPTION DITINJAU DARI BOBOT BADAN PANJANG DAN LINGKAR SKROTUM KAMBING PEJANTAN BOER ( Studi Kasus Di CV Peternakan Kambing Burja Kota Batu) Vendy, Hendrikus; Supartini, Nonok; Suharto, K
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan di CV. Peternakan Kambing Burja di Pandan Rejo Kota Batu, mulai awal bulan 16 Februari?16 April 2015 Materi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi ternak kambing boer pejantan yang diamati 12 ekor dengan kisaran umur ternak antara 1-4 tahun dan staf kariawan peternakan kambing burja sebagai sumber informasi. Data-data yang dikumpul berupa data primer dan data skunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara CV Peternakan burja yang meliputi service per conception, jumlah kemampuan dalam reproduksi ternak betina selama dua siklus birahi. sedangkan data skunder diperoleh dari kantor Desa Panden Rejo sebagai sekunder, data pengunaan lahan. Dari segi teknik pengumpulan data, maka teknik pengumpulan data dengan wawancara ( Interview), secara sistematis sehingga dapat dilaksanakan pengamatan (observasi) yang benar ?benar valid,dan reliable. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, rata-rata bobot pada kambing pejantan boer pada siklus pertama 21 hari 104,88 kg. dan siklus kedua pada 42 hari 108,28 kg. rata-rata panjang skrotum 20 cm dan lingkar skrotum 30 cm. Reproduksi yang baik di pengaruh hormone testosteron. Produktivitas ternak merupakan cerminan dari efisiensi reproduksi. Rata?rata nilai S/C siklus pertama pada 21 hari adalah : 1,23 dan Rata ?rata nilai S/C siklus kedua pada 42 hari selama penelitian adalah : 1,16. Dari hasil penelitian di CV Peternakan Kambing Burja disimpulkan bahwa nilai service per conception dari rata-rata siklus pertama pada 21 hari 1,19 dan siklus kedua 42 har 1,16. Semakin besar bobot badan dan semakin besar pula ukuran skrotum. Jumlah ejakulasi pada kambing boer tidak berpengaruh terhadap bobot badan kambing pejantan boer.
PEMANFAATAN LIMBAH ARANG HASIL SAMPING PEMBUATAN ASAP CAIR DARI CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI BRIKET ARANG Tama, Yulius Koni; Ahmadi, Kgs; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian sumber energi terbarukan menjadi penting saat ini karena bahan bakar minyak bumi, gas alam, dan batu bara yang selama ini merupakan sumber utama energi jumlahnya semakin menipis. Cangkang kelapa sawit memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi sumber energi terbarukan sebagai bahan baku pembuatan briket arang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi perekat dan ukuran butiran arang yang paling baik untuk pembuatan briket arang, sifat dari briket arang yang dibuat dari cangkang kelapa sawit dan mengetahui kelayakan usaha dari pembuatan briket arang dari cangkang kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara 2 faktorial, yaitu Faktor I : Perbandingan perlakuan arang, Faktor II : Konsentrasi Perekat (K). Karakteristik briket arang dari cangkang kelapa sawit yang terbaik adalah dengan nilai kalor sebesar 7,41kalor/gram, kadar air sebesar 2,63%, dan waktu nyala selama 7,41 menit.
PENGARUH LAMA PERENDAMAN BENIH DAN NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica Juncea L) Agustian, Agustian; Sutoyo, Sutoyo; Adisarwanto, Titis
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di lahan terpadu Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang, Jalan Telaga Warna, Kelurahan Tlogomas, Kota Malang, Jawa Timur. Mulai bulan November 2015 sampai dengan Maret 2016. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh lama perendaman dan pemberian naungan terhadap pertumbuhan tanaman sawi. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor I Lama erendaman yang terdiri dari empat level, dan factor II adalah pemberian naungan yang terdiri dari tiga tarap. Pada kedua perlakuan tersebut terdapat 12 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali, setiap perlakuan terdapat 4 biji tanaman sawi, sehingga terdapat 144 tanaman. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perendaman benih tidak pengaruh terhadap kecepatan berkecambah. Pemberian naungan 50% dan 80% memiliki pengaruh nyata pada kecepatan berkecambah 4 HSS. Pemberian naungan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan sawi.