cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 52 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2019)" : 52 Documents clear
PERMINTAAN BERAS DI PROPINSI JAWA TIMUR Aron, Robertus; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Sa'diyah, Ana Arifatus
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the demand for rice in East Java. Demand of rice in East Java Province was collected from BPS and analyzed using multiple linear regression. Coefficient of determination (R2) resulting from this method amounted to 0.477 that meaning was 48% of demand of rice in East Java Province was explained by rice prices, corn prices, sweet potato prices, cassava prices, and per capita income. The remaining (52%) was explained by other variables other than methods such as population, consumer tastes, price of other foods. Demand of rice was influenced by price of rice, price of corn, and income per capita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permintaan beras di Jawa Timur. Data permintaan beras di Propinsi Jawa Timur diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016 dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Koefisien determinasi (R2) yang dihasilkan dari metode ini sebesar 0.477. artinya 48% permintaan beras di Propinsi Jawa Timur dijelaskan oleh harga beras, harga jagung, harga ubi jalar, harga ubi kayu, dan pendapatan per kapita. Sisanya sebesar 52% dijelaskan oleh variabel lain di luar model permintaan beras seperti jumlah penduduk, selera konsumen, harga bahan pangan lain. Pemintaan beras di Propinsi jawa Timur dipengaruhi oleh harga beras itu sendiri, harga jagung, dan pendapatan perkapita.
PENURUNAN KADAR HCN BIJI KARET DENGAN METODE FERMENTASI UNTUK INOVASI PEMBUATAN TAHU KARET-KEDELAI Sanny, Rianny; Mushollaeni, Wahyu; Tantalu, Lorine
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is the country with the largest rubber plantation in the world, one of them is Kalimantan Island. Rubber seeds have high cyanide (HCN) content and also contain high protein content of 27%, so it has the potential to be used as a source of vegetable protein sources for raw materials. The aim of this research is to obtain effective microbial and fermentation types in reducing HCN levels in rubber seeds as raw materials for production. The result was the best treatment was fermentation of rubber seed using Saccaromyces sereviceae microbe with fermentation time for 48 hours. This treatment produces rubber seeds that contain HCN, protein, carbohydrate, fat and ash levels respectively 70,8 ppm; 10% 14,1%; 29,1% and 0,75%. The test of organoleptic test with triangular test in knowing the soybean-soybean that is different taste taste at level 0,1%, aroma taste 0,1%, color of love 5%, and texture of love 0,1%. Analyze the feasibility of production of rubber tofu production is feasible to have production HPP value of Rp. 6760.36 per 700 gram and sales HPP of Rp. 7.774,42. Unit BEP value is 8.323 for 5 years production with BEP price Rp. 66.585.147. NPV of Rp. 6.476.038. Net B / C value is 1.60 with R / C Ratio of 1.18. The IRR is in the business of knowing rubber-soybean that is 21% with Payback Period 1.01 years. Indonesia merupakan negara yang memiliki areal perkebunan karet terbesar di dunia salah satunya yaitu di Pulau Kalimantan. Biji karet mempunyai kandungan asam sianida (HCN) yang tinggi dan juga mengandung protein dengan kadar yang cukup tinggi yaitu 27%, sehingga sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai pangan sumber protein nabati diantaranya untuk bahan baku tahu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis mikroba dan lama fermentasi yang efektif dalam mengurangi kadar HCN dalam biji karet sebagai bahan baku pembuatan tahu. Hasil yang diperoleh adalah didapatkannya perlakuan terbaik yaitu fermentasi biji karet menggunakan mikroba jenis Saccaromyces sereviceae dengan lama fermentasi selama 48 jam. Perlakuan ini menghasilkan biji karet yang mengandung kadar HCN, protein, karbohidrat, lemak dan abu berturut-turut sebesar 70,8 ppm; 10%; 14,1%; 29,1% dan 0,75%. Hasil uji organoleptik dengan uji segitiga (triangle test) pada tahu karet-kedelai yaitu kesukaan rasa berbeda nyata pada tingkat 0,1%, kesukaan aroma 0,1%, kesukaan warna 5%, dan kesukaan tekstur 0,1%. Analisa kelayakan usaha produksi tahu karet layak diusahakan dengan memiliki nilai HPP produksi sebesar Rp. 6760,36 per 700 gram dan HPP penjualan sebesar Rp. 7.774,42. Nilai BEP unit sebesar 8.323 selama 5 tahun produksi dengan BEP harga Rp. 66.585.147. NPV sebesar Rp. 6.476.038. Nilai Net B/C yang didapatkan yaitu sebasar 1,60 dengan Nilai R/C Ratio 1,18. IRR pada usaha tahu karet-kedelai yaitu sebesar 21% dengan Payback Period 1,01 tahun.
Penentuan Mutu Sorgum Merahmelalui Proses Fermentasi Menggunakan Rhyzopus sp. Seran, Ester Adelfina; Mushollaeni, Wahyu; Rahmawati, Atina
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Red sorghum is one of the cereal that has the potential to be used as a substitute for rice because of its high nutritional content, high seed productivity, and sorghum plants that are genetically capable of growing in dry soil conditions. Red sorghum has high protein potential, but its use as food in East Nusa Tenggara (NTT) is still very limited. The limiting factor in the use of sorghum as a food source is the low nutrient digestibility including protein and the lack of knowledge about the nutritional value especially the red sorghum from Malacca NTT. Therefore, the purpose of this study was to determine the quality characteristics of red sorghum flour from Malaka NTT fermented by Rhyzopus sp. The study design used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 1 factor is fermentation time (4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, and 18 hours) using Rhyzopus sp. Each formulation was repeated 2 times, so there are 16 experimental units. The best treatment is fermentation carried out for 14 hours. The quality characteristics of the product with the best treatment were protein content 10.61%, moisture content 7.09%, ash content 0.65%, fat content 1.205%, carbohydrate content 82.21%, crude fiber 1.46%, and brightness (L) 66,4. Sorgum merupakan serealia yang paling potensial digunakan sebagai substitusi beras karena kandungan gizinya yang tinggi, produktivitas bijinya yang tinggi, dan secara genetik tanaman sorgum mampu tumbuh pada kondisi tanah yang kering. Sorgum memiliki potensi protein yang tinggi, namun di Nusa Tenggara Timur (NTT) penggunaannya sebagai bahan pangan masih sangat terbatas. Faktor pembatas dalam pemanfaatan sorgum sebagai sumber pangan adalah rendahnya daya cerna gizi diantaranya protein sorgum dan belum diketahuinya nilai gizi dalam sorgum merah asal Malaka NTT. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas mutu tepung sorgum merah asal Malaka NTT yang difermentasi menggunakan Rhyzopus sp. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor yaitu lama fermentasi (4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, dan 18 jam) dengan menggunakan mikroba Rhyzopus sp., masing-masing formulasi diulang sebanyak 2 kali, sehingga terdapat 16 unit percobaan. Perlakuan terbaik adalah fermentasi yang dilakukan selama 14 jam. Karakteristik mutu dari produk dengan perlakuan terbaik tersebut yaitu kadar protein 10,61%, kadar air 7,09%, kadar abu 0,65%, kadar lemak 1,205%, kadar karbohidrat 82,21%, serat kasar 1,46%, dan kecerahan (L) 66,4.
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM MENGGUNAKAN ALAT BANTU PENYULUHAN PADA KEGIATAN BUDIDAYA PADI SEHAT DI KELOMPOK TANI “PERDI I” DESA DILEM KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG Mera, Meriana Dappa; Mutiara, Farah; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the role of field agricultural instructors in the use of extension equipment in healthy rice cultivation activities and to analyze the factors associated with the use of extension equipment in the "PERDI I" farmer group in Dilem Village, Kepanjen District, Malang Regency. Data collection techniques in this study by using questionnaires or questionnaires, interviews, observations / observations. The analytical method used in this study is qualitative and quantitative descriptive analysis. The results showed that in conducting counseling activities on Perdi I farmer groups on healthy rice cultivation, extension agents always used extension tools (slides or drawings) with the intention that farmers more easily understand the material presented, so that the level of knowledge of members of the farmer group 1 about tools counseling assistance and its benefits were obtained by the majority (74.3%) of group members stating that they knew enough about the types and benefits of extension equipment as a medium used by agricultural extension workers to clarify information provided in this case information on innovations related to healthy rice cultivation activities. Tujuan Penelitian ini untuk Mengetahui peran penyuluh pertanian lapangan dalam penggunaan alat bantu penyuluhan pada kegiatan budidaya padi sehat dan untuk Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan alat bantu penyuluhan di Kelompok tani “PERDI I” Desa Dilem Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Teknik Pengumpulan Data pada penelitian ini dengan menggunakan Angket atau kuisioner ,Wawancara, Pengamatan/observasi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam melakukan kegiatan penyuluhan pada kelompok tani Perdi I tentang budidaya padi sehat, penyuluh selalu menggunakan alat bantu penyuluhan (slide atau gambar) dengan maksud agar petani lebih mudah memahami materi yang disampaikan, sehingga tingkat pengetahuan anggota kelompok tani perdi 1 tentang alat bantu penyuluhan dan manfaatnya diperoleh sebagian besar (74,3%) anggota kelompok menyatakan sudah cukup mengetahui jenis dan manfaat alat bantu penyuluhan sebagai media yang digunakan penyuluh pertanian untuk memperjelas informasi yang diberikan dalam hal ini informasi inovasi terkait kegiatan budidaya padi sehat.
PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA PANTAI KOLBANO KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR DENGAN ANALISIS SWOT Hauteas, Deonisius; Alfian, Rizki; Djoko, Riyanto
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is a country of origin and has a coastline + 81,000 KM, as well as the diversity of its ecosystem. This diversity is the main attraction that makes coastal areas a potential area, especially in the tourism sector. Kolbano Beach as one of the beaches in Timor Tengah Selatan Regency as an object of tourist attraction. The purpose of this research is to identify physical, bio-physical, and local government policies in developing tourism on Kolbano Beach. This research was conducted by collecting data including: (observation, interviews, questionnaires and documentation). SWOT analysis is used to identify strengths, weaknesses, opportunities and threats. As well as deeper analysis to find out the potential and opportunities that exist and can minimize weaknesses and threats that will threaten tourism development. From the results of the study it can be concluded that the physical strength that exists is still natural conditions, vegetation, colorful pebbles, white sand and clean sea water conditions as the strength of tourist attraction. While the existing biophysics is in the form of government policy in developing tourism in Kolbano Beach. The results of the Kolbano Beach tourism area development strategy priorities show an aggressive development strategy, due to a very profitable strategy by demonstrating strong strengths and opportunities so that it can take advantage of the opportunities in the form of local government policies in the development of a sustainable and able Kolbano Beach tourist area tourist that is worth visiting for domestic and foreign tourists. Indonesia merupakan negara kepulaun dan memiliki garis pantai + 81.000 KM, serta keberagaman ekosistemnya. Keberagaman ini merupakan daya tarik utama yang menjadikan wilayah pesisir yang sangat berpotensial, antara lain dalam sektor wisata. Pantai Kolbano sebagai salah satu pantai di Kabupaten Timor Tengah Selatan sebagai obyek daya tarik wisatawan. Tujuan dari penilitian ini untuk mengidentifikasi kondisi fisik, bio fisik, dan kebijakan pemerintah daerah dalam mengembangankan pariwisata di Pantai Kolbano. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data antara lain: (observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi). Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Serta analisis lebih dalam untuk mengetahui potensi dan peluang yang ada serta dapat meminilisirkan kelemahan dan ancaman yang akan mengancam dalam pengembangan pariwisata. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kekuatan fisik yang ada ialah kondisinya masih alami, vegetasi, batu kerikil berwarna-warni, pasir putih dan kondisi air laut bersih sebagai kekuatan daya tarik wisatawan. Sedangkan biofisik yang ada berupa kebijakan pemerintah dalam pengembangan wisata Pantai Kolbano. Hasil dari prioritas strategi pengembangan kawasan wisata Pantai Kolbano menunjukkan strategi pengembangan yang agresif, karna strategi yang sangat menguntungkan dengan menunjukan kekuatan dan peluang yang kuat sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada berupa kebijakan pemerintah daerah dalam pelaksanaan pengembangan kawasan wisata Pantai Kolbano yang berkelanjutan serta dapat meningkatkan tempat wisata yang layak untuk dikunjungi bagi para wisatawan dalam negeri maupun manca negara.
PERSEPSI KELOMPOK WANITA TANI (KWT) CINDE WILIS PADA PEMANFAATAN PEKARANGAN DI DUSUN SEMANDING, DESA CURUNGREJO KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG Misa, Valentina Ayu; Suwasono, Son; Khoirunnisa', Ninin
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of future agricultural development needs to pay special attention to the Farmer Women Group. In the lives of female farmers, they cannot be separated from the yard. To maximize the yard there needs to be an extension role so that the knowledge, attitudes, and skills of women farmers in utilizing the yard. The objectives of this study were: to find out the perceptions of Cinde Wilis's farmer groups on knowledge, attitudes, and skills in the use of the yard and to know the influence of land use on KWT income Cinde Wilis in Semanding Hamlet, Curungrejo Village, Kepanjen District. The method used is descriptive analysis of the knowledge, attitudes, and skills of women farmers. The data is tested by paired t test and income analysis. Sampling was used sampling census. The results of the study showed the influence of changes in perceptions of female farmers on knowledge, attitudes, and skills before and after counseling. The results of the income analysis show the benefits seen from the R / C ratio of 12.90. Pengembangan pembangunan pertanian di masa mendatang perlu memberikan perhatian khusus pada Kelompok Wanita Tani.Dalam kehidupan wanita tani tidak terlepas dari pekarangan. Untuk memaksimalkan pekarangan perlu adanya peran penyuluh sehingga pngetahuan, sikap, dan ketrampilan wanita tani dalam memanfaatkan pekarangan. Tujuan dari penelitian ini yaitu :untuk mengetahui persepsi kelompok wanita tani terhadap pengetahuan, sikap, dan ketrampilan dalam pemanfaatan pekarangan serta mengatahui pengaruh pemanfaatan pekarangan terhadap pendapatan KWT Cinde Wilis di Dusun Semanding, Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen. Metode yang digunakan yaitu analisis dekriptif terhadap pengetahuan, sikap, dan ketrampilan wanita tani. Data diuji dengan uji t berpasangan dan melakukan analisa pendapatan. Penentuan sampel digunakan sensus sampling. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh perubahan persepsi dari wanita tani terhadap pengetahuan, sikap, dan ketrampilan sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil analisa pendapatan menunjukan keuntungan yang dilihat dari nilai R/C rasio 12.90.
PERBEDAAN KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN DOSIS PETROGANIK TERHADAP HASIL SAWI PAKCOY (Brassica rapa L.) PADA SISTEM VERTIKULTUR Jehani, Hironimus; Astutik, Astutik; Sutoyo, Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Verticultural systems can provide a more economic growth environment especially in land use and maintenance stages. The study aimed to determine the best combination between the addition of husk charcoal and petroganic fertilizer application to the growth and yield of pakchoy mustard plants. The study used a factorial randomized block design consisting of two factors, namely: Factor I is the composition of rice husk charcoal (A) consisting of: A0 = Soil 15 kg + 15 kg bokashi + 0 kg husk charcoal (control), A1 = 13 kg soil + 13 kg bokashi + 4 kg husk charcoal and A2 = Land 11 kg + bokashi 11 kg + 8 kg husk charcoal. Factor II is the dose of petroganic fertilizer (P) which consists of: P1 = 1 g.tan-1 and P2 = 2 g.tan-1. Variables observed included plant height (cm), number of leaves (strands), leaf area (cm2), fresh weight of plants (g) and dry weight of plants (g). The results of the data were analyzed statistically using the F test, to compare the two treatment averages carried out further tests with the Smallest Significant Difference test (LSD) level of 5%. there was no interaction between husk charcoal and petroganic doses on the growth and production of mustard pakchoy. Separately the amount of husk charcoal affects the growth of plant height, leaf area and crop production, while the petroganic dose affects the growth of height and number of leaves, but does not affect the production of pakchoy mustard. The best growth and production of Pakchoy mustard is found in 8 kg / paralon husk charcoal planting media with a leaf area of 44.89 cm age 6 MST and not different from 4 kg / paralon, while the best fresh weight production is 344.61 g / plant. The best growth of Pakchoy mustard was obtained on 2 g / plant petroganic fertilization on the number of leaves aged 6 MST as many as 9.63 strands, while not affecting plant production. Sistem vertikultur dapat memberikan suatu lingkungan pertumbuhan yang lebih ekonomis terutama dalam penggunaan lahan dan tahap pemeliharaanya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kombinasi yang terbaik antara penambahan arang sekam dan pemupukan pupuk petroganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakchoy. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu : Faktor I adalah komposisi arang sekam padi (A) terdiri dari : A0 = Tanah 15 kg + bokashi 15 kg + arang sekam 0 kg (kontrol), A1 = Tanah 13 kg + bokashi 13 kg + arang sekam 4 kg dan A2 = Tanah 11 kg + bokashi 11 kg + arang sekam 8 kg. Faktor II adalah dosis pupuk petroganik (P) yang terdiri dari : P1 = 1 g.tan-1 dan P2 = 2 g.tan-1. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), berat segar tanaman (g) dan berat kering tanaman (g). Data hasil dianalisis secara statistik menggunakan uji F, untuk membandingkan dua rata-rata perlakuan dilakukan uji lanjutan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5%. Tidak terdapat interaksi antara arang sekam dan dosis petroganik terhadap pertumbuhan dan produksi sawi pakchoy. Secara terpisah takaran arang sekam berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, luas daun dan produksi tanaman, sedangkan dosis petroganik berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi dan jumlah daun, namun tidak berpengaruh terhadap produksi sawi pakchoy. Pertumbuhan dan produksi sawi pakchoy terbaik terdapat pada media tanam arang sekam 8 kg/paralon dengan luas daun 44,89 cm umur 6 MST dan tidak berbeda dengan 4 kg/paralon, sedangkan produksi berat segar terbaik sebesar 344,61 g/tanaman. Pertumbuhan sawi pakchoy terbaik diperoleh pada pemupukan petroganik 2 g/tanaman terhadap jumlah daun umur 6 MST sebanyak 9,63 helai, sedangkan tidak berpengaruh terhadap produksi tanaman.
Pembuatan Minuman Kunyit Asam dengan Penambahan Daun Stevia sebagai Pemanis Alami Sari, Novita; Mushollaeni, Wahyu; Tantalu, Lorine
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sour turmeric drinks are trusted by the public as a health drink that is useful for preventing disease and improving the body's metabolic functions. Turmeric and tamarind contain active ingredients that function as analgesic, antipyretic, anti-inflammatory, and strengthen the body's immunity. Processing of sour turmeric drinks on the market, often using synthetic sweeteners that are not safe for health when consumed in excessive amounts. The leaves of the stevia plant are known as sweet leaf which contains a sweetener component of steviol glycosides. However, in Kalimantan and Nusa Tenggara, the use of stevia leaves as a natural sweetener especially for sweetening traditional medicines is still very rarely known. Therefore, the aim of this study was to determine the best formulation in processing sour turmeric drinks using stevia leaves as a natural sweetener based on chemical-physics tests and preference tests. Complete randomized design (CRD) with one factor is used. Five formulations of turmeric, tamarind, and stevia leaves used in the study. This treatment was repeated three times to obtain 15 experimental units. The research shows that the formulation of 20% turmeric rhizome, 10% tamarind and 70% stevia leaf is the best treatment. The average value of total sugar is 3.35%, total dissolved solids, 8.27% and pH 4.30%. Minuman kunyit asam dipercaya oleh masyarakat sebagai minuman kesehatan yang bermanfaat untuk mencegah penyakit dan memperbaiki fungsi metabolisme tubuh. Kunyit dan asam memiliki kandungan bahan aktif yang dapat berfungsi sebagai analgetika, antipiretika, anti inflamasi, dan memperkuat kekebalan tubuh. Dalam pembuatan minuman kunyit asam, seringkali menggunakan bahan pemanis sintetis yang tidak aman bagi kesehatan apabila dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan. Daun tanaman stevia dikenal sebagai sweet leaf yang mengandung komponen pemanis glikosida steviol. Namun demikian, di daerah Kalimantan dan Nusa Tenggara, penggunaan daun stevia sebagai pemanis alami terutama untuk pemanis obat-obatan tradisional masih sangat jarang diketahui. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini untuk menentukan formulasi terbaik dalam pembuatan minuman kunyit asam menggunakan daun stevia sebagai pemanis alami berdasarkan uji kimia-fisika dan uji kesukaan. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu lima formulasi kunyit asam dan daun stevia digunakan dalam penelitian. Perlakuan ini diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Hal penelitian menunjukan bahwa formulasi rimpang kunyit 20%, asam 10% dan daun stevia 70% merupakan perlakuan terbaik. Nilai rata-rata total gula 3.35%, total padatan terlarut, 8.27% dan pH 4.30%.
ANALISIS USAHATANI PADI SEHAT SISTEM JAJAR LEGOWO 2:1 POKTAN TIRTOSARI II DESA MOJOSARI KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG Djata, Christian; Mutiara, Farah; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to analyze healthy rice farming and what obstacles experienced by farmers in carrying out the legowo jajar system in Gambiran Hamlet, Mojosari Village, Poktan Tirtosari II, Kepanjen District, Malang Regency. The sample collection technique in this study was a simple random sampling. Data collected in this study consisted of primary data and secondary data, the data analysis method used was Cost Structure Analysis, fixed costs and variable costs ( variable cost), total cost, Revenue, Revenue and Business Analysis using Break Event Point (BEP) and Revenue Cost Ratio (R / C Ratio) .The results of the study show that the healthy rice farming system has a R / C value ratio> 1 which is 1.8 and net income which is IDR 22,754,623 so that healthy rice farming in the jajar legowo poktan tirtosari II system Gambiran Village in Mojosari Village is beneficial and the constraints of farmers in implementing the jajar legowo planting system are caused by more difficult planting systems, high planting costs and planters who have not been dive Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis usahatani padi sehat dan kendala apa yang dialami petani dalam melakukan sistem jajar legowo di Dusun Gambiran Desa Mojosari Poktan Tirtosari II Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Teknik pengumpulan sampel dalam penelitian ini adalah smpel acak sederhan (Simple Random Sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder, metode analisis data yang digunakan yakni Analisa Struktur Biaya, Biaya tetap (fix cost) dan biaya tidak tetap (variable cost), Biaya total (total cost), Penerimaan, Pendapatan dan Analisis Usaha menggunakan Break Event Point (BEP) dan Revenue Cost Ratio (R/C Rasio). Hasil penelitian menunjukan usaha tani padi sehat sistem jajar legowo memiliki nilai R/C ratio > 1 yakni 1.8 dan pendapatan bersih yakni Rp. 22.754.623 sehingga usahatani padi sehat sistem jajar legowo poktan tirtosari II Dusum Gambiran Desa Mojosari Menguntungkan dan kendala petani dalam menerapkan sistem tanam jajar legowo disebabkan oleh sistem tanam yang lebih sulit, mahalnya biaya tanam dan tenaga tanam yang belum berpengelaman.
PENGARUH SUHU PENGERING TERHADAP MUTU CENGKEH PADA PENGERINGAN BUNGA CENGKEH Desi, Yohana Erlina; Tirtosastro, Samsuri; Tantalu, Lorine
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Clove (Syzygium aromanticum) is a plantation commodity that has an important role in the industry. More than 95% of clove production is absorbed by the national keretek industry. In addition, cloves are also used as medicinal ingredients, cosmetics, cooking spices and perfumes. Drying of clove flowers is generally done by drying, which depends on the sun. Clove quality will decrease if it is drained due to weather, rain or other causes. To maintain the quality of dried cloves, an artificial heat oven is carried out inside. The purpose of this study was to study the effect of air temperature on the quality of cloves at the speed of artificial air. Randomized trial design in groups of 5, each 40, 50, 60, 70 and 80oC, and repeated 3 (three) times. The dryer used is an oven that can be adjusted automatically. The results of the extraction process until the purification of clove oil showed that the drying process using artificial dryer temperature had a significant effect on the quality of clove oil. Besides that, it is also used to test the sensory of dried clove flowers which include: brightness of color, color and aroma, not significantly affected. Cengkeh (Syzygium aromanticum) adalah komoditas perkebunan yang mempunyai peranan penting dalam industri kretek. Lebih dari 95% produksi cengkeh diserap oleh industri keretek nasional Selain itu cengkeh digunakan sebagai bahan obat, kosmetik, bumbu masak dan parfum. Pengeringan bunga cengkeh umumnya dilakukan dengan penjemuran, yang sepenuhnya tergantung intensitas sinar matahari. Mutu cengkeh akan menurun jika pengeringan terganggu cuaca karena awan, hujan atau sebab yang lain. Untuk mempertahankan mutu cengkeh kering dilakukan usaha pengeringan dengan udara panas buatan didalam oven. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu udara pengering terhadap mutu cengkeh pada pengeringan dengan udara panas buatan. Rancangan percobaan dalam acak lengkap, dengan 5 perlakuan masing-masing 40, 50, 60, 70 dan 80oC, dan diulang sebanyak 3 (tiga) kali. Pengering yang digunakan adalah oven yang dapat diatur suhunya secara otomatis. Hasil dari proses ekstraksi sampai pada pemurnian minyak cengkeh menunjukkan bahwa proses pengeringan dengan menggunakan suhu pengering buatan memberi pengaruh nyata terhadap mutu minyak cengkeh. Selain itu juga untuk uji sensori bunga cengkeh kering yang meliputi: kecerahan warna, warna dan aroma, tidak berpengaruh nyata.