cover
Contact Name
Fathul Qorib
Contact Email
fathul.indonesia@gmail.com
Phone
+6285354769970
Journal Mail Official
jisip.unitri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Telaga Warna, Tlogomas, Malang, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP)
ISSN : -     EISSN : 24426962     DOI : 10.33366/jisip
JISIP Journal of Social and Political Science is published three times a year (April, August and December). Article published in JISIP is an article based on the results of research (priority), and articles on scientific reviews of contemporary phenomena in the field of Social and Political Science, Communication and Public Administration. In receiving articles that will be reviewed by internal, external editors and reviewers. Each article entered in the JISIP journal will be sent to the editors section through the Initial Review process. After that, the articles will be sent to peer reviewers to get the Double-Blind Peer Review Process. JISIP will be published papers chosen under the a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2017)" : 20 Documents clear
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN PROGRAM BANK SAMPAH MANDIRI UNTUK MEWUJUDKAN BATU KOTA Plaudia Yeni; Nanang Bagus
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.234 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v6i3.1459

Abstract

Abstract: On January 1, 2015 Kelurahan Dadaprejo established a garbage bank program called Bank Sampah Mandiri which is expected to overcome the problem of garbage. In the implementation of the garbage bank program, it is needed the participation of the community actively so that the garbage bank program can be realized properly and sustainably. The purpose of this study was to determine the participation of the community, the factors that influence and the impact of community participation in the implementation of independent garbage bank program. The type of research is descriptive qualitative. Data source was obtained from primary and secondary data. Data collection techniques used observation, interview and documentation. Informant determination technique was purposive sampling. Data analysis techniques conducted by reduction, presentation and conclusion. Meanwhile the data validity used technique triangulation. The participation of Kelurahan Dadaprejo community in the implementation of the independent garbage bank program has been well implemented, the community was involved in every activity. The factors that affecting community participation to participate run well and the capacity of the community to participate was not based on the level of education. As well as the impact of Dadaprejo community participation has managed to make the environment cleaner and healthier.  Keywords: Community Participation, Garbage Bank, Healthy City Abstrak: Pada Tanggal 1 Januari 2015  Kelurahan Dadaprejo mendirikan sebuah program bank sampah yang dinamakan Bank Sampah Mandiri yang diharapkan dapat mengatasi masalah persampahan. Dalam pelaksanaan program bank sampah sangat dibutuhkan partisipasi dari masyarakat secara aktif agar program bank sampah dapat terealisasikan dengan baik dan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui partisipasi masyarakat, faktor-faktor yang mempengaruhi dan dampak partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program bank sampah mandiri. Jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik penentuan informan adalah purposive sampling. Teknik analisis data dengan reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Partisipasi masyarakat Kelurahan Dadaprejo dalam pelaksanaan program bank sampah mandiri sudah terlaksana dengan baik, masyarakat dilibatkan dalam setiap kegiatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat untuk berpartisipasi sudah berjalan dengan baik dan kemampuan masyarakat untuk berpartisipasi yang tidak didasarkan oleh tingkatan pendidikan. Serta dampak partisipasi masyarakat Kelurahan Dadaprejo telah berhasil menjadikan lingkungan semakin bersih dan sehat. Kata Kunci: Partisipasi Masyarakat, Bank Sampah, Kabupaten/Kota Sehat
ANALISIS SEMIOTIK PESAN PERJUANGAN PADA FILM 3 SRIKANDI KARYA IMAN BROTOSENO Suriadi .; Sulih Indra Dewi
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.096 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v6i3.1401

Abstract

Abstrack : The film "3 Srikandi" is a film that recounts the historical record of the struggle of Indonesian athletes who managed to bring home the first silver medals for Indonesia. Since the participation of Indonesia in the Olympic Games in 1952, Indonesia was just managed to bring a medal from the archery sport. This study aimed to determine the struggling messages and how the analysis of semiotics contained in “3 Srikandi”. This type of research is qualitative research with Roland Barthes semiotics analysis approach. Roland Barthes developed the semiotics theory which is often known by the two-stage significance of denotation and connotation. The results of the analysis from several scenes were: 1) How the struggling messages shown in the film “3 Srikandi”, from the home setting, training field, field match and characterizations. 2) The semiotic analysis of the struggling messages the film was tough against suffering, sacrifice, nationalism, realizing hope, hard training, delayed victory, power against the pain, and the struggle behind the success of 3 Srikandi. In addition to the messages of struggling in the movie 3 Srikandi, this film also told about the problems of athletewelfare, it is expected to be a concern for the development of sports, especially the attention of the government. Keywords: Semiotics Analysis, Struggling Message, Film 3 Srikandi. Abstrak: Film “3 Srikandi” merupakan film yang menceritakan catatan sejarah perjuangan para atlet Indonesia yang berhasil membawa pulang medali perak pertama untuk indonesia. Sejak keikutsertaan Indonesia di olimpiade Sea Games tahun 1952, Indonesia baru berhasil membawa medali di cabang olahraga panahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pesan perjuangan dan bagaimana analisis semiotik yang terdapat dalam film 3 Srikandi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan Semiotika Roland Barthes. Roland Barthes mengembangkan teori semiotika yang sering dikenal dengan signifikasi dua tahap yaitu denotasi dan konotasi. Hasil dari analisis yang telah dilakukan oleh peneliti pada beberapa scene, 1) Bagaimana pesan perjuangan ditampilkan dalam film 3 Srikandi diantaranya dari setting rumah, lapangan latihan, lapangan pertandingan dan penokohan. 2) Hasil analisis semiotika pesan perjuangan dalam film 3 Srikandi adalah tangguh melawan penderitaan, rela berkorban, sikap nasionalisme, mewujudkan harapan, latihan keras, kemenangan yang terunda, melawan rasa sakit, dan perjuangan dibalik keberhasilan 3 Srikandi. Selain pesan perjuangan yang terdapat pada film 3 Srikandi, film ini juga menceritakan permasalahan tentang kesejahteraan para atlet, hal ini diharapkan menjadi perhatian untuk perkembangan olahraga, khususnya perhatian dari pemerintah. Kata Kunci: Analisis Semiotika, Pesan Perjuangan, Film 3 srikandi
ANALISIS FRAMING BERITA KETERLIBATAN DAHLAN ISKAN DALAM KASUS PELEPASAN ASET PT PANCA WIRA USAHA JAWA TIMUR DI HARIAN JAWA POS DAN TEMPO Mu’ammar Arifin; Fathul Qorib
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.358 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v6i3.1464

Abstract

Abstract: Framing the news in newspapers has a negative effect on society as readers. Because pass through framing the news, information obtained society is not intact. As well as news of case disposal of assets of PT. Panca Wira Usaha Java East (PWU Jatim) that involved Dahlan Iskan.This study aims to determine how a media framing the news in relating to the case of release of PT Panca Wira Usaha Java assets East in Jawa Pos and Tempo newspapers, and also to know the difference in framing between Letters news Jawa Pos and Tempo. This study used qualitative methods, with data collection techniques news documentation the case of Dahlan Iskan which was published on Jawa Pos and Tempo newspapers. Starting from April 01, 2017- April 22, 2017. From the research that has been implemented there are some conclusions: (1) Jawa Pos newspaper tend to position Dahlan Iskan not guilty in case of disposal of PT Panca Wira East Java. Business of East Java While the news in Tempo newspaper tends to position Dahlan Iskan guilty in the disposal of assets owned by Panca Wira Usaha Jawa Timur. (2). There is the difference of framing between Jawa Pos and Tempo newspapers in presenting the news about Dahlan Iskan case related to the release of PWU assets of East Java. Key Words: Framing Analysis, News, Dahlan Iskan, Newspaper Abstrak: Pembingkaian berita yang ada dalam surat kabar berdampak kurang baik terhadap masyarakat sebagai pembaca. Karena melalui pembingkaian berita, informasi yang diperoleh masyarakat tidak secara utuh. Seperti halnya berita kasus pelepasan aset PT. Panca Wira Usaha Jawa Timur (PWU Jatim) yang melibatkan Dahlan Iskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana suatu media membingkai berita terkait kasus pelepasan aset PT Panca Wira Usaha Jawa Timur pada Harian Jawa Pos dan Tempo, serta untuk mengetahui perbedaan framing antara Harian Jawa Pos dan Tempo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data dokumentasi berita kasus Dahlan Iskan yang dimuat pada Harian Jawa Pos dan Tempo. Terhitung mulai tanggal 01 sampai dengan 22 April 2017. Dari penelitian yang telah dilaksanakan terdapat beberapa kesimpulan: (1) Harian Jawa Pos cenderung memposisikan Dahlan Iskan tidak bersalah dalam kasus pelepasan aset PT Panca Wira Usaha Jawa Timur. Sedangkan berita di Harian Tempo cenderung memposisikan Dahlan Iskan bersalah dalam pelepasan aset milik perusahaan Panca Wira Usaha Jawa Timur. (2). Terdapat perbedaan pembingkaian antara Harian Jawa Pos dan Tempo dalam menyajikan berita tentang kasus Dahlan Iskan terkait kasus pelepasan aset PWU Jawa Timur. Kata Kunci: Analisi Pembingkaian, Berita, Dahlan Iskan, Surat Kabar
IMPLEMENTASI PROGRAM KEBIJAKAN KOTA LAYAK ANAK DALAM PERSPEKTIF KESEJAHTERAAN SOSIAL Rika Halim Namma; Emei Dwinanarhati Setiamandani
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.42 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v6i3.1455

Abstract

Abstract: Child-friendly city is a development system of an administrative area which integrates commintments and resources of the governmet, society, and business worlds in the fulfillment of children’s rights in a planned, comprehensive and sustainable way. The purpose of this study was to determine the role of social service in the implementation of urban policy program eligiblechildren in Malang city. This type of research is a qualitative study using data gathered through observation, interviews, and documentation. Determination of inforamants by using purposive sampling. The data analysis was done through data reduction, data presentation, and verification.  The result of research in accordance with the theory of policy implementation can be concluded that the social services of poor town has been carrying out its duties and functions in accordance with performance indicators of child-friendly cities. Supporting factor is the availability of adequate facilities for children, the fulfillment of children’s rights, empowerment of  children as well as child protection and commitment in implementing urban policy program eligible children. Inhibiting factors include apparatus kirang resource support, poor communication goes well, and the participation of society which is still relatively low. Key Word: Implementation of Policies, Child-Friendly City, Social Welfare Abstrak: Kota Layak Anak (KLA) adalah sistem pembangunan suatu wilayah administrasi yang mengintegrasikan komitmen dan sumberdaya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam program dan kegiatan pemenuhan hak anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Dinas Sosial dalam implementasi program kebijakan Kota layak Anak di Kota Malang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Dari hasil penelitian sesuai dengan teori implementasi kebijakan dapat disimpulkan bahwa Dinas Sosial Kota Malang sudah melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan indikator pelaksanaan Kota Layak Anak. Faktor pendukungnya adalah tersedianya fasilitas yang layak untuk anak, pemenuhan hak anak, pemberdayaan anak serta perlindungan anak dan tanggungjawab dalam melaksanakan program kebijakan Kota Layak Anak. Faktor penghambatnya meliputi sumberdaya aparatur yang kurang mendukung, komunikasi yang kurang berjalan dengan baik, serta partisipasi terhadap masyarakat yang masih tergolong rendah. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Kota Layak Anak, Kesejahteraan Sosial
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA BATU DALAM MEWUJUDKAN KOTA PARIWISATA BERKELANJUTAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN Filipus Obot; Dody Setyawan
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.935 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v6i3.1469

Abstract

Abstract: A sustainable city is a city concept that not only competes in the economic field but also takes into account aspects of natural, social and cultural resources. Similarly, the implementation of tourism development should consider its sustainability for the future. The purpose of this study was to describe and analyze the implementation of Batu Government policy to realize a Sustainable Tourism City with Environmental Concept. The research used qualitative research type. The results indicated that to realize Batu as a Sustainable Tourism City with Environmental Awareness has not been done well. From the implementation aspect, the transfer of information (communication) has not been fully realized. Meanwhile, from the concept of sustainable development there were still three sustainable development concepts that have not been implemented, they were: economy prosperity, social justice and environmental awareness programs. The supporting factors of the policy implementation were: the permit for the development of tourism object must use the Environmental Impact Analysis (AMDAL), the supervision and testing of tourism development and the availability of local regulations used as guidance in the development of tourism. Meanwhile, the obstacles to the implementation of this policy was: the impact of road widening and land conversion. Keywords: Tourism Policy, Sustainable Development Abstrak: Kota yang berkelanjutan adalah konsep kota yang tidak hanya berkompetisi dalam bidang ekonomi, tetapi juga turut memperhatikan aspek sumber daya alam, sosial dan budaya. Demikian pula dengan pelaksanaan pembangunan pariwisata yang harus memperhatikan dan mempertimbangkan keberlanjutannya untuk masa yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan kebijakan Pemerintah Kota Batu untuk mewujudkan Kota Pariwisata Berkelanjutan yang Berwawasan Lingkungan. Adapun Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa untuk mewujudkan Kota Batu sebagai Kota Pariwisata Berkelanjutan yang Berwawasan Lingkungan belum terlaksana dengan baik. Jika dilihat dari pelaksanaannya, maka penyampaian informasi (komunikasi) belum sepenuhnya terwujud. Sedangkan, dari konsep pembangunan berkelanjutannya masih terdapat tiga (3) konsep pembangunan berkelanjutan yang belum terwujud yaitu: pro ekonomi kesejahteraan, pro keadilan sosial dan pro lingkungan hidup. Faktor pendukung terlaksananya kebijakan ini yaitu: izin pembangunan obyek wisata harus menggunakan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), adanya pengawasan dan pengujian terhadap pembangunan obyek wisata serta tersedianya peraturan daerah yang digunakan sebagai pedoman dalam pengembangan pariwisata. Sedangkan, faktor penghambat terlaksananya kebijakan ini yaitu: adanya dampak dari pelebaran jalan dan alih fungsi lahan. Kata Kunci: Kebijakan Pariwisata, Pembangunan Berkelanjutan
STRATEGI BRANDING JAWA TIMUR PARK GROUP SEBAGAI IKON PARIWISATA KOTA BATU Eman Sipasi; Ellen Meianzi Yasak Ellen Meianzi Yasak
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.235 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v6i3.1460

Abstract

Abstract: Jawa Timur Park is a group of recreation and learning park as well as being a tourism icon of Batu. The purpose of this research was to analyze and give an understanding about branding strategy to become an icon of Batu Tourism city conducted by Jawa Timur Park, while the benefit of this research is as material to be used as reference of decision making in developing science. This research used qualitative research method, which in qualitative research is researching a natural object, and researcher as a key instrument. Data collection techniques in this study were conducted with in-depth interviews with Jawa Timur Park marketing team. The results of this study indicated that the branding strategy of Jawa Timur Park was to maintain segmentation, positioning consistency and determining the targeting condition. In increasing the number of visitors of Jawa Timur Park,they used the marketing communication elements such as advertising, direct marketing, internet marketing, sales promotions, and personal selling. Keywords: Communication, Marketing, Jatim Park Abstrak: Jawa Timur Park merupakan suatu group tempat rekreasi dan taman belajar sekaligus menjadi ikon pariwisata Kota Batu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa dan memberi pemahaman tentang strategi branding untuk menjadi ikon pariwisata Kota Batu yang dilakukan oleh Jawa Timur Park, adapun manfaat penelitian ini sebagai bahan untuk dijadikan referensi pengambilan keputusan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yang mana dalam penelitian kualitatif merupakan meneliti suatu objek yang alamiah, dan peneliti sebagai instrument kunci. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam  dengan tim marketing Jawa Timur Park.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi branding Jawa Timur park yaitu dengan mempertahankan segmentasi, menjaga konsistensi positioning serta menentukan targeting yang kondisional. Dalam meningkatkan jumlah pengunjung Jawa Timur Park menggunakan elemen marcom yang dimilikinya yakni advertising, direct marketing, internet marketing, sales promotions, dan personal selling.  Kata Kunci: Komunikasi, Pemasaran, Jatim Park
TRADISI KAWIN CULIK MASYARAKAT SUKU SASAK DI LOMBOK TENGAH DALAM PERSPEKTIF KOMUNIKASI BUDAYA M. Yakub Hamsun; Akhirul Aminulloh
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.186 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v6i3.1465

Abstract

Abstract: Society of the Sasak tribe in Lombok has many cultures and traditions, one of which is the tradition of kawin culik. Kawin culik has been acknowledged to have existed since the time of the ancestors so it is still going on until now. This research used qualitative research. The Data collection techniques used  interviews and documentation. The results of the research are showed that: 1) the marriage tradition of kidnapping Sasak tribe society, Central Lombok is still implemented until now, which in the event of cultural communication such as mbait (taking a wife candidate), mesejati (report), selabar (convey information). While cultural communication situations include the entire marriage rituals such as the demands of the guardian (asking the guardian of marriage), rebaq pucuk (negotiations), impetus ajikrame (kraton price testimony), nyongkolan (celebration), up to the last stage, it is like bales ones nae (visit). And the form of cultural communication action is in the symbolic interaction, describing the pattern of communication or worship to the ancestors and ancestors of the Sasak tribe who served as a witness to the marriage ceremony series from beginning to end. 2) The symbols in the tradition of abducting the Sasak tribe lie in the ritual act of marriage from beginning to end: sirahaji, penjaruman, kaotendoq, salindede, embukak jebak, babas kute, korjiwe, pelengkak, dedaosan, pemegat, and symbol on traditional dress of  Sasak tribe. Keywords: Tradition, kawin culik, Cultural Communication Abstrak: Masyarakat suku Sasak, Lombok, memiliki ragam budaya dan tradisi, salah satunya adalah tradisi kawin culik. Kawin culik di akui sudah ada sejak zaman nenek moyang sehingga masih berlangsung sampai saat ini. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan, yaitu: 1) Tradisi kawin culik masyarakat suku Sasak, Lombok Tengah tetap dilaksanakan sampai saat ini, yaitu dalam peristiwa komunikasi budaya seperti mbait (mengambil calon istri), mesejati (melapor), selabar (menyampaikan Informasi). Sedangkan situasi komunikasi budaya meliputi keseluruhan ritual perkawinan seperti nuntut wali (meminta wali nikah), rebaq pucuk (perundingan), sorong serah aji krame (persaksian harga kemartabatan), nyongkolan (perayaan), sampai pada tahap yang terakhir, yaitu bales ones nae (kunjungan). Dan bentuk tindakan komunikasi budaya ada pada interaksi simboliknya, menggambarkan pola komunikasi atau pemujaan kepada leluhur dan nenek  moyang suku Sasak yang berperan sebagai saksi jalannya rangkaian upacara pernikahan dari awal hingga akhir. 2) Simbol dalam tradisi kawin culik masyarakat suku Sasak terletak pada tindakan ritual pelaksanaan perkawinan dari awal sampai akhir yaitu: sirah aji, penjaruman, kao tendoq, salindede, pembukak jebak, babas kute, kor jiwe, pelengkak, dedaosan, pemegat, dan simbol pada busana adat suku Sasak. Kata Kunci: Tradisi, KawinCulik, Komunikasi Budaya
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN ANGGOTA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN TINGKAT PERTAMA DITINJAU DARI PELAYANAN PRIMA Silvia Tuti; Roro Merry Chornelia W
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.666 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v6i3.1456

Abstract

Abstract : Public service is closely related to excellent service. Service is said to be excellent if public service can fulfill the best service from government to customer/service user. This study aimed to determine the quality of services and the supporting and inhibiting factors and the impact of Quality Service of BPJS Kesehatan at Puskesmas Beji. This study is a qualitative research type. The data collection techniques used observation, interviews, and documentation. The results obtained were (1) the service quality in term of an excellent service was prerequisite of service, Clarity of Service Officer, discipline of service officer, ability of service officer, justice to get service, Courtesy and Friendliness Officer, Fairness of Service Cost, Certainty of Service and service schedule, comfortable Environment and Service Procedures, Service Officer responsibilities, Service Speed and Service Security need to be improved. (2) Supporting factors of service, the discipline of service officers, justice to get services, fairness of service cost, comfortable environment and service inhibiting factors, service procedures, lack of responsibilities of service personnel, slow service, and service security was still low. (3) The impact of the quality of service was the fulfillment of the basic needs of the patient's health either by promotive, preventive, curative and rehabilitative. Keywords: Service Quality, Excellent Service. Abstrak: Pelayanan publik erat kaitannya dengan pelayanan prima. Pelayanan dikatakan prima apabila pelayanan publik dapat memenuhi pelayanan yang terbaik dari pemerintah kepada pelanggan/pengguna jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan dan faktor pendukung dan penghambat serta dampak Kualitas Pelayanan Anggota BPJS Kesehatan pada Puskesmas Beji. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian ini kualitatif. Hasil yang diperoleh adalah (1) Kualitas Pelayanan dengan menggunakan sendi pelayanan prima yaitu prasyarat pelayanan, Kejelasan Petugas Pelayanan, kedisplinanan petugas pelayanan, kemampuan petugas pelayanan, keadilan mendapatkan pelayanan, Kesopanan dan Keramahan Petugas, Kewajaran Biaya Pelayanan, Kepastian Biaya Pelayanan, Kepastian Jadwal Pelayanan, Kenyamanan Lingkungan serta Prosedur Pelayanan, Tanggungjawab Petugas Pelayanan, Kecepatan Pelayanan dan Keamanan Pelayanan perlu diperbaiki. (2) Faktor pendukung pelayanan, Kedisplinan petugas pelayanan, keadilan mendapatkan pelayanan, kewajaran biaya pelayanan, kenyamanan lingkungan dan faktor penghambat pelayanan, prosedur pelayanan, kurangnya tanggungjawab petugas pelayanan, kecepatan pelayanan masih kurang,  dan keamanan pelayanan masih rendah. (3) Dampak dari kualitas pelayanan adalah terpenuhinya kebutuhan dasar kesehatan pasien baik secara promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Pelayanan Prima
ANALISIS PROGRAM REKONSTRUKSI RUMAH WARGA TIDAK MAMPU SEBAGAI LANGKAH PENGENTASAN KEMISKINAN Welli Adli; Abd. Rohman
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.575 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v6i3.1470

Abstract

Abstract: House reconstruction program is a manifestation of government toward change for the poor. Therefore, the reconstruction program must have the support from every element of the government. The purpose of this research was to find out whether the house reconstruction program can reduce the poverty problems. The research is a qualitative research with data source were Primary Data and Secondary Data. Data collection techniques were: Observation, Interview, and Documentation. The technique of determining informants wasa Purposive Sampling, with informants were head of the village, secretary, head of development and thecommunity. Then the data was analysed using reduction, presentation and verification of data. After that the data was tested using triangulation. The result of the reconstruction program for poor people's houses in Bulukerto village was successful from the implementation stage, the requirements, the approach to the community, to the realization of the reconstruction program on the target. The positive impact of the realization of the reconstruction program led to a better change of society as seen from the environment that were cleaner and orderly, guaranteed public health, and the community's economy increased. Due to the limited budget it is advisable that if the budget is sufficient, the reconstruction program of poor people's houses should be carried out in total not only in some houses. Keywords: Poverty, Development, Social Change Abstrak: Program rekonstruksi rumah merupakan perwujudan dari pemerintah menuju perubahan bagi masyarakat miskin. Oleh karena itu program rekonstruksi harus mempuyai dukungan dari setiap kalangan yaitu pemerintah. Tujuan penelitan ini untuk mengetahui program rekonstruksi rumah dapat mengentaskan masalah kemiskinan. Jenis yang digunakan yaitu kualitatif. Sumber data: Data Primer dan Data Sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu: Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Teknik penentuan Informan Purposive Sampling, dengan informan Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kasie Pembangunan, Masyarakat. Kemudian data di analisis menggunakan reduksi, Penyajian data, verifikasi. Setelah itu data diuji menggunakan triangulasi. Hasil program rekonstruksi rumah warga tidak mampu di Desa Bulukerto mencapai keberhasilan yang dilakukan mulai dari tahapan pelaksanaan, persyaratan, pendekatan kepada masyarakat, hingga terealisasinya program rekonstruksi pada sasaran yang telah ditentukan. Dampak positif dari terealisasinya program rekonstruksi menimbulkan perubahan masyarakat menjadi lebih baik yang dilihat dari lingkungan menjadi  lebih bersih dan tertata rapi, kesehatan masyarakat menjadi lebih terjamin, serta perekonomian masyarakat menjadi lebih meningkat. Karena  adanya keterbasatan anggaran disarankan apabila anggaran mencukupi, program rekonstruksi rumah warga tidak mampu hendaknya dialkukan secara totalitas tidak hanya di sebagian rumah. Kata kunci: Kemiskinan, Pembanguan, Perubahan Sosial
OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PADA PROGRAM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI PENDIDIKAN Muhlisin .; Agung Suprojo
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.584 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v6i3.1461

Abstract

Abstrack: Optimization of empowerment in human resources development based on education Sampang Regency is a manifestation of the awareness and awareness of the community to improve the quality of life, meaning that through optimal empowerment given to society, the community will realize that development will be better if there is synergy between the community and government. The purpose of this research is to know Optimal of Community Empowerment In Human Resource Development Program Through Education, Supporting factor and its constraining factor. Type of research used is qualitative. Data collection techniques were observation, interview, and documentation. This research can finally reveal several things as follows: (1) some government policies and vision mission Bappeda Sampang. (2) number of students and school facilities in sampang (3) Inhibiting factor and supporting factor through government policy in this case bupati. And the occurrence of dualism of education handling under the auspices of the education office and the ministry of religion. as well as the lack of participation from the community, the educational facilities have not been developed evenly so that many students are neglected in the implementation of educational development. Keywords: Education, Human Resource Development, and Empowerment Abstrak: Optimalisasi pemberdayaan dalam pengembangan sumber daya manusia berbasis pendidikan Kabupaten Sampang merupakan wujud kesadaran dan kesadaran masyarakat terhadap peningkatan kualitas hidup, yang berarti melalui pemberdayaan yang optimal yang diberikan kepada masyarakat,  masyarakat akan menyadari bahwa pembangunan akan lebih baik jika ada sinergi antara masyarakatdengan pemerintah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Optimal Pemberdayaan Masyarakat dalam Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Melalui Pendidikan, Faktor Pendukung dan Faktor Penahannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini akhirnya dapat mengungkap beberapa hal sebagai berikut: (1) beberapa kebijakan pemerintah dan visi misi Bappeda Sampang. (2) jumlah siswa dan fasilitas sekolah di sampang (3) Faktor penghambat dan faktor pendukung melalui kebijakan pemerintah dalam hal ini bupati. Dan terjadinya dualisme penanganan pendidikan di bawah naungan dinas pendidikan dan kementerian agama. serta kurangnya partisipasi masyarakat, fasilitas pendidikan belum berkembang secara merata sehingga banyak siswa terbengkalai dalam pelaksanaan pengembangan pendidikan. Kata Kunci: Pendidikan, Pengembangan SDM, dan Pemberdayaan

Page 1 of 2 | Total Record : 20