cover
Contact Name
Fathul Qorib
Contact Email
fathul.indonesia@gmail.com
Phone
+6285354769970
Journal Mail Official
jisip.unitri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Telaga Warna, Tlogomas, Malang, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP)
ISSN : -     EISSN : 24426962     DOI : 10.33366/jisip
JISIP Journal of Social and Political Science is published three times a year (April, August and December). Article published in JISIP is an article based on the results of research (priority), and articles on scientific reviews of contemporary phenomena in the field of Social and Political Science, Communication and Public Administration. In receiving articles that will be reviewed by internal, external editors and reviewers. Each article entered in the JISIP journal will be sent to the editors section through the Initial Review process. After that, the articles will be sent to peer reviewers to get the Double-Blind Peer Review Process. JISIP will be published papers chosen under the a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 25 Documents clear
EFEKTIVITAS PENCAPAIAN KINERJA PROGRAM PELATIHAN BAGI PENYANDANG DISABILITAS Antimus Xaverius Ansfridho; Dody Setyawan
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.445 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i2.1717

Abstract

Abstract: There still are discriminations against groups of people with special needs or better known as people with disabilities, as an example these groups of people had a difficulties to access public services, education, transportation and decent work. Fulfillment of the rights of persons with disabilities is a problem, which is why many people with disabilities live with limitations not only in economic, but also in social aspects. This study used a qualitative method, the determination of informants using snowball sampling and the head of staff in the disability field in Batu City Social Service became a key informant in this study. The aim of this study is to see the effectiveness of performance achievements in training programs for disabilities in the Social Service Office of Batu City. The results of this study at Batu City Social Service can be said effective if measured based on the effectiveness indicator size, that are indicators of achieving goals and real changes. Furthermore, the level of effectiveness was shown by the results of the maximum screen printing training from the participants, the adequate tools and facilities, then experts and social approach methods that implemented Batu City Social Service for participants (persons with disabilities) were able to make them more confident to join the screen printing training program well and maximally.Keywords: Effectiveness, Training Programs, Persons with Disabilities.Abstrak: Masih terdapat diskriminasi terhadap kelompok masyarakat yang berkebutuhan khusus atau yang lebih dikenal dengan istilah penyandang disabilitas, akibatnya kelompok masyarakat tersebut sangat kesulitan untuk mengakses pelayanan publik, pendidikan, transportasi dan pekerjaan yang layak. Pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas masih menjadi masalah, sehingga tidak dipungkiri bahwa masih banyak penyandang disabilitas yang hidup dengan keterbatasan dalam aspek ekonomi dan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, penentuan informan menggunakan snowball sampling dan kepala staff bidang penyandang disabilitas Dinas Sosial Kota Batu menjadi key informan pada penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektivitas pencapaian kinerja proram pelatihan bagi penyandang disabilitas pada Dinas Sosial Kota Batu. Hasil analisis pencapaian kinerja program pelatihan pada Dinas Sosial Kota Batu dapat dikatakan efektif jika diukur berdasarkan ukuran indikator efektivitas yaitu indikator tercapainya tujuan dan perubahan nyata. Selanjutnya, tingkat efektivitas nya di tunjukan dengan hasil pelatihan sablon yang maksimal dari peserta, alat-alat dan fasilitas yang digunakan memadai, tenaga ahli dan metode pendekatan sosial yang terapkan Dinas Sosial Kota Batu bagi peserta (penyandang disabilitas) mampu membuat mereka lebih percaya diri untuk mengikuti program pelatihan sablon dengan baik dan maksimal.Kata Kunci: Efektivitas, Program Pelatihan, Penyandang Disabilitas.
PENERAPAN PRINSIP TRANSPARANSI DALAM PELAYANAN PELAYANAN KARTU TANDA PENDUDUK DI KANTOR DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA MALANG Florianus ,
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.914 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i2.1748

Abstract

Abstract: It is realized that the condition of the implementation of public services is still faced with a system of government that has not been effective and efficient and the quality of the human resources of the apparatus is inadequate. It is seen that there are still many complaints from the public both directly and through mass media such as complicated procedures, there is no certainty about the period of completion, the costs that must be spent, non-transparent requirements, the attitude of officers who are less responsive and so on, so that raises an unfavorable image of the government (Surdjadi 2012). Type of research uses a qualitative approach with descriptive type, techniques used in data collection: observations, interviews, documentation, data analysis techniques: data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Testing the validity of the data: data complexity test, transfebility testing, reliability testing, objectivity testing. The results of the research on the application of the transparency principle in resident card service at the civil service office and Malang city civil registration are good, starting from the service process, cost transparency, time, technical transparency and requirements, stages and procedures, and responses from service providers. Supporting supporting factors are the ability of professional apparatus resources, the availability of adequate facilities and infrastructure, the impact of these factors is that organizational performance is getting better, while the inhibiting factors are network problems, and the existence of people who are negligent in fulfilling service procedures.Keyword: Service Transparency Service Of Identity Cards.Abstrak: Dalam sistem pelayanan publik masih seringkali dihadapkan pada beberapa masalah mulai dari sistem pemerintahan yang belum efektif dan efisien serta kualitas sumber daya manusia aparatur yang belum memadai sehingga proses pelayanan tidak berjalan semaksimal mungkin, Hal masih banyaknya keluhan dari masyarakat baik secara langsung maupun melalui media masa seperti prosedur yang berbelit-belit, tidak ada kepastian jangka waktu penyelesaian, biaya yang harus dikeluarkan, persyaratan yang tidak transparan, sikap petugas yang kurang responsif dan lain-lain, sehingga menimbulkan citra yang kurang baik terhadap pemerintah (Surdjadi 2012:62). Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis dekriptif, teknik digunakan dalam pengumpulan data: observasi, wawancara, dokumentasi,teknik analisa data: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data: uji krebilitas data, pengujian transfebility, pengujian reabilitas, pengujian obejektivitas. Hasil dari penelitian penerapan prinsip transparansi dalam pelayanan kartu tanda penduduk di kantor dinas kependudukan dan pencatatan sipil kota malang sudah baik, mulai dari proses pelayanan, tansparansi biaya, transparansi waktu, teknis dan persyaratan, tahapan dan prosedur, dan tanggapan dari aparatur pemberi pelayanan. Faktor pendukung pendukungnya adalah kemapuan sumber daya aparatur yang professional, tersedianya sarana dan prasarana yang memadai, dampak dari faktor tersebut adalah kinerja organisasi semakin baik, sedangkan faktor penghambatnya adalah adalah masalah jaringan, dan adanya oknum masyarakat yang lalai dalam memenuhi prosedur pelayanan.Kata Kunci: Transparansi, Pelayanan, Kartu Tanda Penduduk
PENGARUH KEPEMIMPINAN TERHADAP PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN (STUDI DI DESA BEJI KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU) Maria Kristalina Hilde; Annisa Purwatiningsih
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.165 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i2.1723

Abstract

Abstract: A leader is a figure that is very influential in an organization. A village or region will develop depending on how the influence of a leader and village government apparatus in mobilizing the community to participate in each development activity. The purpose of this study was to find out how the influence of leadership on community participation in development in Beji Village, Junrejo District, Batu. This study used purposive sampling technique with a sample of 30 people. The technique for collecting data involved questionnaires and documentation. The data analysis used validity, reliability simple linear regression, correlation test, and test of determination (R2). Based on the results of the t-test it was obtained a significant value of the independent and the dependent variables of 0.004≤ 0.005 so that the hypothesis H1 is accepted. It means that the leadership of Beji Village influenced the community participation in development because the independent variable has a value of t count 3.144≥ t table 2.042. While the results of the determination test (R2) R Squere value was 0.261 which means that the influence of independent variables over the dependent variable by 26.1 while the rest was explained by other factors not examined in this study.Keywords: Leadership, Community Participation, Development Abstrak: Pemimpin merupakan sosok yang sangat berpengruh pada sebuah organisasi desa atau wilayah akan berkembang tergantung bagaimana pengaruh dari seorang pemimpin dan aparatur pemerintah desa dalam memobilisasi masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam setiap kegiataan pembangunan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaiamana pengaruh kepemimpinan terhadap partisipasi masyarakat dalam pembangunan di desa Beji Kecamatan Junrejo Kota Batu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 30 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisoner (Angket) dan dokumentasi.teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji regresi linear sederhana, uji korelasi linear sederhana dan uji determinasi (R2) . Berdasarkan hasil penelitian uji t di peroleh nilai signifikan pada variabel independen terhadap dependen sebesar 0,004 ≤ 0,005 sehingga hipotesis H1 diterima yang artinya kepemimpinan desa Beji berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Karena variabel independen mempunyai nilai t hitung sebesar 3,144 ≥ t tabel 2,042. Sedangkan hasil uji determinasi (R2) nilai R Squere sebesar 0.261 yang mengandung pengertian pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 26.1% sementara itu sisanya dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci: Kepemimpinan, Partisipasi Masyarakat, Pembangunan
PENGARUH PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PEMBANGUNAN DESA Emelyati ,; M.N. Romi AS
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.994 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i2.1707

Abstract

Abstract: Community participation is required for an empowerment process that be able to provide good change. The forms of community participation in development such as decision making, then community participation in the implementation, participation in receiving benefits, and also participation in the evaluation. But, the reality in the field of this research there was shown that there is no influence from the public both in decision making, community participation in implementation, participation in receiving benefits, and participation in evaluations.This research uses descriptive quantitative sampling technique using non-probability sampling type used is purposive sampling. The technique of collecting data through observation, questionnaires, and documentation. While data analysis techniques used simple regression, F test and T test. The results of the study concluded that the community participation which includes decision making, community participation in implementation, participation in receiving benefits, and participation in simultaneous evaluations have no influence on village development. Keywords: Community Participation, Village Development Abstrak: Partisipasi masyarakat dituntut untuk melakukan proses pemberdayaan yang mampu memberikan perubahan yang baik. Bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan seperti pembuatan keputusan, partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan, partisipasi dalam menerima manfaat, dan partisipasi dalam evaluasi. Kenyataan di lapangan hasil penelitian penliti ditemukan bahwa tidak ada pengaruh dari masyarakt baik dalam pembuatan keputusan, partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan, partisipasi dalam menerima manfaat, dan partisipasi dalam evaluasi. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan teknik penentuan sampel menggunakan Non-probability sampling dengan jenis yang digunakan yaitu purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan regresi sederhana, uji Fdan uji t. Hasil penelitian yakini partisipasi masyarakat yang meliputi pembuatan keputusan, partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan, partisipasi dalam menerima manfaat, dan partisipasi dalam evaluasi secara bersamaan tidak mempunyai pengaruh terhadap pembangunan desa.  Kata kunci : partisipasi masyarakat, Pembangunan Desa
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT PADA WISATA EDUKASI PUJON KIDUL KABUPATEN MALANG Novita ,
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.321 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i2.1744

Abstract

Abstract: Basically public service is an effort to fulfill public needs, with the main goal of community satisfaction. However, the services provided by service providers still do not meet community satisfaction. This study aims to determine how much influence the quality of service on community satisfaction. This type of research uses quantitative descriptive, data collection techniques using questionnaires, observation and documentation. The population is the people who are visitors to Pujon Kidul Malang tourism education. The sample in this study amounted to 70 people using Probability Sampling. Data Service Quality Test consists of validity and reliability tests and uses simple regression analysis methods. The results of this study indicate that 1) Recapitulation of respondents' answers based on Likert scale that the quality of services provided by Pujon Kidul Education Tourism Village Malang Regency is said to be Good, because the percentage value of all questions based on the answers given by respondents is 57%. 2) Based on hypothesis testing using SPSS 16.0, the value of t count is 6.402 with a value of 0,000≤0.05, thus proving that the null hypothesis (H0) is rejected, and the Alternative Hypothesis (H1) is accepted, so it can be concluded that there is a real effect of variable quality service (X) to community satisfaction (Y). 3) Based on the Determination Coefficient Analysis (R2) of the percentage percentage of the dependent variable (Y) which can be explained by the independent variable (X) of 0.367 (36.7%) which implies that the variable quality of service quality is 36.7% which affects the satisfaction variable community, while the rest are influenced by other variables.Keywords: Service Quality, Community SatisfactionAbstrak: Pada dasarnya pelayanan publik merupakan upaya pemenuhan kebutuhan publik, dengan tujuan utama kepuasan masyarakat. Namun pelayanan yang diberikan oleh penyelenggara pelayanan masih belum memenuhi kepuasan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi dan dokumentasi. Populasi adalah masyarakat yang menjadi pengunjung wisata edukasi Pujon Kidul Kabupaten Malang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 orang dengan menggunakan Probability Sampling. Uji Kualitas Pelayanan data terdiri dari uji validitas dan reliabilitas serta menggunakan metode analisis regresi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1)Rekapitulasi hasil jawaban responden berdasarkan skala likert bahwa kualitas pelayanan yang diberikan oleh Desa Wisata Edukasi Pujon Kidul Kabupaten Malang dikatakan Baik, karena nilai presentase dari keseluruhan pertanyaan berdasarkan jawaban yang diberikan responden adalah 57%. 2)Berdasarkan uji hipotesis dengan menggunakan SPSS 16.0 diperoleh nilai t hitung sebesar 6.402 dengan nilai 0,000≤0,05, sehingga membuktikan bahwa Hipotesis Nol (H0) ditolak, dan Hipotesis Alternatif (H1) diterima, jadi dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang nyata variabel kualitas pelayanan (X) terhadap kepuasan masyarakat (Y). 3)Berdasarkan Analisis Koefisien Determinasi (R2) besar presentase variabel dependen (Y) yang bisa dijelaskan oleh variabel independen (X) sebesar 0,367 (36,7%) yang mengandung pengertian bahwa  pengaruh variabel kualitas pelayanan sebesar 36,7% berpengaruh terhadap variabel kepuasan masyarakat, sedangkan sisanya dipengaruhi variabel lain.Kata kunci: Kualitas Pelayanan, Kepuasan Masyarakat
EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI KELURAHAN (SIK) DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK (STUDI PADA KELURAHAN SISIR KOTA BATU) Sri Rahayu Suharta; Firman Firdausi
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.712 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i2.1718

Abstract

Abstract: Village Information System (SIK) is a Data Bank from the village that after processing it becomes a Data Base which later in the service will simplify and accelerate the service process itself. The method of this research uses qualitative research by using informant determination snowball sampling techniques. Based on the results of the research that the Effectiveness of the Urban Information System (SIK) in Improving Public Services is quite good, it can be seen from the indicators of effectiveness measurement, namely understanding the program, being on target, on time, achieving goals and real changes. Factors that support the implementation of the village Information System (SIK) in improving public services in Sisir City, Batu City are good cooperation and communication between the village and civil records as well as increased human resources and adequate servers, adequate and suitable computers and competent friendly staff or service personnel. The inhibiting factor is in the form of internet network disruption which results in the system so that it switches to manual services and there is a difference in the number of residents so that data updates need to be held every month. Keywords: Effectiveness, Village Information Systems (SIK) and Public ServicesAbstrak : Sistem Informasi Kelurahan (SIK) merupakan Bank Data dari kelurahan yang setelah diolah maka  menjadi Data Base yang nantinya dalam pelayanan akan mempermudah dan mempercepat proses layanan itu sendiri.Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik penentuan informan snowball sampling. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Efektivitas Sistem Informasi Kelurahan(SIK) Dalam Meningkatkan Pelayanan Pubik sudah cukup baik, dapat dilihat dari indikator pengukuran efektivitas yaitu pemahaman program, tepat sasaran, tepat waktu, tercapainya tujuan dan perubahan nyata. Faktor yang mendukung dalam pelaksanaan Sistem Informasi Kelurahan (SIK) dalam meningkatkan pelayanan publik di Kelurahan Sisir Kota Batu ialah adanya kerjasama  dan komunikasi yang baik antara kelurahan dan catatan sipil serta SDM yang sudah meningkat serta adanya server yang mencukupi, komputer yang memadai dan layak pakai serta staf atau petugas pelayanan yang ramah berkompeten. Pada  Faktor penghambatnya merupakan berupa gangguan jaringan internet yang berakibat pada sisitem tersebut sehingga beralih ke pelayanan yang bersifat manual serta adanya selisih jumlah penduduk sehingga perlu diadakan update data di setiap bulan.Kata Kunci: Efektivitas, Sistem Informasi Kelurahan (SIK) dan Pelayanan Publik
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN KEPUASAN MASYARAKAT DALAM PELAYANAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN DI DINAS PENANAMAN MODAL PELAYANAN TERPADU SATU PINTU DAN TENAGA KERJA KOTA BATU Stephania Nirmala Ridirio
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.563 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i2.1749

Abstract

Abstract: The quality of public services carried out by the government is often seen as a reflection of the general quality of bureaucracy in Indonesia. One thing that until now is often still a problem in relation to relations between the people and the government in the regions is in the field of public services and licensing services. The biggest orientation of service quality is expected to meet community satisfaction. The purpose of this study was to determine the relationship between the quality of public services and community satisfaction in building permit services at the Batu City Investment Office. This study uses descriptive quantitative methods. Retrieving data using questionnaires, documentation and observation with purposive sampling technique. The method of determining the number of samples in this study using the Slovin formula with a value of error limit of 5%, so that samples taken as many as 40 people from 2,639 populations who manage Building Construction Permits. Data analysis uses descriptive statistics, simple regression equations, correlation tests and determination test. Based on the results of research and discussion of existing data, the quality of public services can increase community satisfaction. This means that the increasing quality of public services that provide the BAanan City Capital Investment Service, the more community satisfaction increases. On the contrary, the lower the quality of public services provided by the Batu City Investment Office, the lower the community's satisfaction.Keywords: Quality of Public Service, Community Satisfaction, Building Construction PermitsAbstrak: Kualitas pelayanan publik yang dilakukan pemerintah seringkali dianggap sebagai cerminan dari kualitas birokrasi secara umum yang ada di Indonesia. Satu hal yang hingga saat ini seringkali masih menjadi masalah dalam kaitannya hubungan antar rakyat dan pemerintah di daerah adalah dalam bidang public service (pelayanan umum) dan pelayanan perizinan. Orientasi terbesar kualitas pelayanan diharapkan dapat memenuhi kepuasan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan publik dengan kepuasan masyarakat dalam pelayanan Izin Mendirikan Bangunan di Dinas Penanaman Modal Kota Batu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Pengambilan data menggunakan kuesioner, dokumentasi dan observasi dengan teknik purposive sampling. Metode penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin dengan nilai batas error 5%, sehingga sampel yang diambil sebanyak 40 0rang dari 2.639 populasi yang mengurus Izin Mendirikan Bangunan. Analisa data menggunakan statistik deskriptif, persamaan regresi sederhana, uji korelasi dan uji determinasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap data yang ada, kualitas pelayanan publik dapat meningkatkan kepuasan masyarakat. Ini berarti bahwa semakin meningkat kualitas pelayanan publik yang berikan Dinas Penananman Modal kota Batu maka semakin meningkat pula kepuasan masyarakat. Sebaliknya semakin rendah kualitas pelayanan publik yang diberikan Dinas Penanaman Modal kota Batu maka semakin rendah pula kepuasan masyarakat.Kata Kunci: Kualitas Pelayanan Publik, Kepuasan Masyarakat, Izin Mendirikan Bangunan
IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (PADA DINAS KOPERASI USAHA MIKRO DAN PERDAGANGAN) Wilda Karunia Eka; Roro Merry Chornelia Wulandary
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.543 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i2.1724

Abstract

Abstract: In starting a business, it is often constrained by the lack of capital, poor administrative ability and lack of experience on how to promote the products. Based on those empirical problems, it is necessary to empower an entrepreneur. Micro, Small and Medium Enterprises are business activities that are able to expand employment, increase income, encourage local economic growth, and realize the stability of the Batu Region. This study used a qualitative method and determined the respondents with a snowball sampling. The technique of collecting data was through interviews, observation, documentation. The data analysis technique involved reduction, presentation, and verification. The results of the study showed that the government has put experts in their respective fields, supported by human resources, nature and budget, implementation of empowerment, identified through facts or phenomena that occured in the field by means of communication, and coordination, as well as having an impact on the social economic environment. The supporting factors were the communication, the availability of empowerment consultants, budgets, and the Batu Employers Association Group. While the inhibiting factors were the competition, not having business licenses, weather changes and the lack ability of recording material presented by the resource person.  Keywords: Empowerment Program, Micro, Small and Medium EnterprisesAbstrak: Dalam memulai sebuah usaha sering terkendala dengan minimnya modal. Kemampuan administrasi yang buruk dan kurangya pengalaman bagaimana mempromosikan produk yang sudah diolah. Berdasarkan empirical problem tersebut maka sangat diperlukan suatu pemberdayaan bagi pelaku usaha. Usaha mikro kecil menengah merupakan kegiatan usaha yang mampu memperluas lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan mewujudkan stabilitas Daerah Kota Batu. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif Penentuan responden mengunakan snowball sampling. Teknik pengumpulan data melalui tahap wawancara, observasi, dokumentasi teknik analisis data yaitu reduksi, penyajian, dan verifikasi. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa  implementasi pemberdayaan usaha mikro kecil menengah, di lihat dari peran pemerintah menempatkan orang yang ahli di bidangnya masing-masing. Di dukung oleh sumberdaya manusia, alam dan anggaran, pelaksanaan pemberdayaan, diidentifikasi melalui fakta atau fenomena yang terjadi di lapangan dengan cara komunikasi, dan koordinasi, serta berdampak pada lingkungan ekonomi sosial. Faktor pendukung yaitu komunikasi, tersedianya konsultan pemberdayaan, anggaran, dan kelompok asosiasi pengusaha Kota Batu, faktor penghambatnya adalah  persaingan, tidak mempunyai surat ijin usaha perdagangan, perubahan cuaca yang tidak kondusif  dan kebiasaan tidak mencatat materi yang disampaikan oleh narasumber.                         Kata Kunci: Implementasi, Program Pemberdayaan, Usaha Mikro Kecil Menengah
AKUNTABILITAS PENGANGGARAN DANA DESA DI DESA SUMBEREJO KECAMATAN BATU KOTA BATU Rupina Neri; Emei Dwinanarhati Setiamandani
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.389 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i2.1708

Abstract

Abstract: It is time for village government to show their budget accountability, through physical and non-physical development programs. The big amount of funds issued by the central government for each village in Indonesia requires the village to optimize the use of the budget. In practice, there are several village heads have corrupted the village budget. To reduce this, the accountability of budgeting for village funds is needed in order to reduce the misuse of the budget. As stated in Law Number 60 in 2015 Article 1 Paragraph 2, Village Funds are funds used to finance village development and community empowerment. This study used a qualitative method. The data collection techniques used interviews, observation, and documentation with the technique of determining informants using purposive sampling. The data analysis included data reduction, presentation, and conclusion withdrawal. While the validity was tested using triangulation techniques. The results of the study showed that the budgeting process for village funds was carried out in several stages, starting with planning, implementation and final reporting. The characteristics of accountability were the existence of open budgeting information, the community involvement in the development process and the budgeting led to the applicable regulations. The supporting factors were mutual coordination between village institutions and the access to information transparency about the budget. While the inhibiting factors were the lack of human resources and less consistency of the budgeting. Keywords: Accountability, Budgeting, Village Funds Abstrak: Pemerintah desa sudah saatnya menunjukan pertanggungjawaban anggaran, melalui program-program pembangunan fisik maupun non fisik. Besarnya dana yang dikeluarkan pemerintah pusat untuk setiap desa di Indonesia, mengharuskan  desa mengoptimalkan penggunaan anggaran.  Pada prakteknya ada beberapa kepala desa melakukan korupsi anggaran desa. Untuk mengurangi hal tersebut, maka diperlukan akuntabilitas penganggaran dana desa dengan tujuan untuk mengurangi penyalahgunaan anggaran yang dilakukan, sebagaimana dikatakan dalam Undang-Undang Nomor 60 Tahun 2015 Pasal 1 Ayat 2 Tentang  Dana Desa adalah dana yang digunakan untuk pembiayaan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan digunakan dalam teknis analisis data. Uji keabsahan data menggunakan trianggulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan proses penganggaran dana desa dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu dimulai dengan perencanaan, pelaksanaan dan terakhir pelaporan. Ciri dari akuntabilitas adalah adanya keterbukaan informasi penganggaran, masyarakat terlibat dalam proses pembangunan dan dalam penganggaran dana desa selalu mengarah kepada peraturan yang berlaku. Faktor pendukungnya yaitu saling koordinasi antar lembaga desa dan akses keterbukaan informasi tentang anggaran. Sedangkan Faktor Penghambatnya yaitu Sumber Daya Manusia Masih kurang dan  Tidak adanya konsistensi mengenai penganggaran. Kata Kunci: Akuntabilitas, Penganggaran,  Dana Desa
STRATEGI PELAYANAN DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN DALAM MENINGKATKAN KUNJUNUNGAN WISATAWAN DI OBJEK WISATA KOTA BATU (STUDI PADA DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KOTA BATU) Rosalia Hasia
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.749 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i2.1745

Abstract

Abstract: Batu City has the opportunity to be developed as a more attractive tourist area. The Department of Tourism and Culture of the City of Batu is obliged to make strategic planning and improve service quality in the tourism sector in order to increase tourist visits. The purpose of this study is to find out the service strategies of the Tourism and Culture Agency and supporting factors as well as the service strategies to increase tourist visits. This type of research is qualitative by using data collection through interviews, observation and documentation. Determination of informants is done by using purposive sampling. The method of data analysis is done through data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of this study are that so far the strategy of the service of the Tourism and Culture Office of the city of Batu in increasing tourist visits has been carried out well in accordance with the operational system of the specified procedures. The supporting factor is the existence of a strong commitment from the government and also the tourism potential in Batu city which is very interesting. The inhibiting factor is limited funds in conducting promotions, low quality of human resources and inadequate infrastructure.Keywords: Strategy, Services, Travelers, Batu CityAbstrak: Kota Batu memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai daerah wisata yang lebih menarik. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu berkewajiban membuat perencanaan yang  strategis dan meningkatkan kualitas pelayananan di sektor pariwisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pelayanan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan faktor pendukung dan penghambat dalam strategi pelayanan meningkatkan kunjungan wisatawan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan tehnik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Metode analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah sejauh ini strategi pelayanan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Batu dalam Meningkatkan kunjungan wisatawan sudah terlaksana dengan baik sesuai dengan sistem operasional prosedur yang ditentukan. Faktor pendukungnya adalah adanya komitmen yang kuat dari pemerintah dan juga potensi wisata di Kota Batu yang sangat menarik. Faktor penghambatnya adalah keterbatasan dana dalam melakukan promosi, rendahnya kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur yang belum memadai.                                                                                                 Kata kunci : Strategi, Pelayanan, Wisatawan, Kota Batu

Page 1 of 3 | Total Record : 25