Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan ISSN 2527-9823(online) adalah jurnal berkala empat bulanan (April, Agustus, Desember) yang memuat berbagai artikel/naskah berupa hasil penelitian, studi kasus, hasil pemikiran, maupun karya tulis ilmiah oleh seluruh civitas profesi kesehatan mulai dari mahasiswa, dosen, perawat klinik, maupun perawat yang bekerja di institusi non klinik seperti lembaga penelitian, LSM, Asuransi Kesehatan, dan pemerintahan. Karya ilmiah berupa artikel kesehatan. Nursing News merupakan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh UNITRI PRESS, sebagai media komunikasi dan informasi di bidang ilmu kesehatan. Scope jurnal terdiri dari keperawatan, kesehatan dan kesehatan masyarakat
Articles
80 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 2 (2017)"
:
80 Documents
clear
HUBUNGAN POLA PEMERIKSAAN IBU HAMIL DENGAN KESIAPAN DALAM MELAHIRKAN DI KELURAHAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT TAHUN 2012
Esani Esani;
Ngesti W. Utami;
Susmini Susmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (199.874 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i2.463
Kehamilan merupakan suatu momen yang dinanti-nantikan oleh seorang wanita yang sudah menikah. Pada saat seorang wanita positif hamil, wanita tersebut akan menjaga dengan baik janin yang ada dalam kandungannya salah satu caranya adalah dengan melakukan pemeriksaan pada tenaga medis atau tenaga kesehatan terdekat. Kunjungan pemeriksaan saat ibu hamil ini sangat penting dalam kesiapan ibu saat melahirkan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola pemeriksaan ibu hamil dengan kesiapan dalam melahirkandi kelurahan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat Tahun 2012. Penelitian ini menggunakan desain penelitian correlation dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memeriksakan kehamilannya ke puskesmas, ibu hamil dari bulan januari sampai agustus tahun 2012. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 78 orang ibu. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner yang bertujuan untuk mengetahui pola pemeriksaan ibu serta kesiapan ibu salam melahirkan. Analisis data menggunakan uji korelasi Person’s.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 96,2% (75) ibu melakukan pemeriksaan teratur pada saat trisemester I, 83,3% (65) pada trimester II juga teratur, 64,1% (50) ibu juga menunjukkan pemeriksaan teratur pada saat trisemester III dan untuk persiapan melahirkan didapatkan hasil 94,9% (74) menunjukkan kesiapam ibu untuk melahirkan. Hasil analisis bivariat menunjukan nilai Sig. (2-tailed) = 0,009 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan anatara pola pemeriksaan kehamilan dengan persiapan melahirkan. Kata Kunci: Kesiapan melahirkan, Pola Pemeriksaan kehamilan.
HUBUNGAN BERMAIN MEGENAL WARNA DENGAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK DHARMA WANITA KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG
Rita Ratnasari;
Ngesti W. Utami;
Yanti Rosdiana
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (431.348 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i2.495
Bermain memiliki fungsi yang sangat luas bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, baik secara fisik, kognitif, bahasa, sosial emosional, maupun psikomotorik. Perkembangan secara atau tanpa mempergunakan alat yang menghasilkan pengertian atau memberikan jnformasi, memberikan kesenangan maupun mengebangkan imajinasi yang lebih mendominan pada belahan otak kiri anak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan bermain megenal warna dengan perkembangan kognitif anak usia prasekolah di TK Dharma Wanita Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru. Desain penelitian ini dilakukan dengan metode korelasi yang bersifat cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putera di asrama Sanggau Landungsari Malang angkatan tahun 2016 sebanyak 35 orang dan sampel penelitian menggunakan total sampling yaitu semua anggota populasi dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bermain mengenal warna, sebagian besar responden dikategorikan cukup yaitu sebanyak 19 orang (54,3%), perkembangan kognitif anak usia prasekolah sebagian besar dikategorikan kurang sesuai yaitu sebanyak 18 orang (51,4%), dan hasil analisis data menggunakan uji speraman rank didapatkan nilai signifikan sebesar 0,000 (p ≤ 0,05), artinya ada hubungan bermain megenal warna dengan perkembangan kognitif anak usia prasekola di TK Dharma Wanita Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru dengan nilai korelasi 0,686. Orang tua harus memberikan stimulasi dengan melakukan permainan seperti mengenal warna pada anak sesering mungkin agar kemampuan mengenal warna anak meningkat terutama pada kemampuan menunjuk dan menyebut warna. Kata Kunci : Anak usia bermain mengenal warna, perkembangan kognitif.
ANALISIS FAKTOR KEHADIRAN LANSIA DALAM MENGIKUTI POSYANDU DI DESA PAGERSARI KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG
Aplonia Amaral;
Joko Wiyono;
Erlisa Candrawati
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (360.556 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i2.535
Kegiatan posyandu lansia memberikan kemudahan bagi lansia dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar, sehingga kualitas hidup masyarakat diusia lanjut tetap terjaga dengan baik. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui faktor kehadiran lansia dalam mengikuti posyandu di Desa Pagersari Kecamatan Ngantang Malang. Desain penelitian mengunakan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 43 lansia dengan penentuan sampel penelitian menggunakan sampling jenuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Metode analisis data yang digunakan yaitu odds ratiodengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan kurang dari separuh (39,5%) lansia yang berpengetahuan baik memiliki peluang 4,97 kali lebih besar untuk hadir di posyandu dari pada yang berpengetahuan kurang. Serta kurang dari separuh (37,2%) lansia yang mengalami dukungan keluarga kurang memiliki peluang 6,74 kali lebih besar untuk hadir di posyandu dari pada yang dukungan keluarga baik. Saran bagi lansiauntuk meningkatkan keaktifan lansia dalam mengikuti kegiatan posyandu perlu adanya upaya peningkatan pengetahuan dan dukungan keluarga. Kata Kunci : Posyandu lansia, dukungan keluarga, pengetahuan.
HUBUNGAN KEMAMPUAN PEMBERIAN STIMULASI DENGAN KEMANDIRIAN ANAK USIA PRASEKOLAH
Ema Marlina;
Farida Halis Dyah Kusuma;
Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (125.088 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i2.454
Kemandirian merupakan suatu sikap individu yang diperoleh secara komulatif selama perkembangan, dimana individu akan terus belajar untuk bersikap mandiri dalam menghadapi berbagai situasi lingkungan sehingga individu mampu berfikir dan bertindak sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan kemampuan pemberian stimulasi dengan kemandirian pada anak usia prasekolah. Desain penelitian ini deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang tua yang mempunyai anak usia prasekolah dan semua anak usia prasekolah yang berjumlah masing-masing 46 orang, dengan teknik total sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah orang tua yang mempunyai anak usia prasekolah sebanyak 46 anak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2013. Analisis yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian disimpulkan bahwa sebagian besar orang tua responden memiliki kemampuan pemberian stimulasi kategori baik sebanyak 63,0%, sedangkan untuk kemandirian anak sebagan besar responden memiliki kemandirian dalam kategori baik sebanyak 58,7%. Hasil analisa uji statistik di ketahui p value sebesar 0,000 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan pemberian stimulasi dengan kemandirian anak usia prasekolah di Kelurahan Tlogomas Malang. Disarankan pada orang tua untuk mempertahankan kemampuan pemberian stimulasi pada anak, atau lebih meningkatkan lagi dengan cara mengikuti pelatihan dan banyak membaca tentang stimulasi perkembangan anak. Kata kunci: Kemampuan, Kemandirian, Pemberian Stimulasi
HUBUNGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DI BIDAN PRAKTEK SWASTA KERTOSUKO KECAMATAN KRUCIL KABUPATEN PROBOLINGGO
Suna Aprilisa;
Rita Yulifah;
Sulasmini Sulasmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (199.668 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i2.486
Ibu hamil aterm cenderung menderita anemia karena pada masa tersebut janin menimbun cadangan besi untuk dirinya dalam rangka persediaan segera setelah lahir. Pada ibu hamil denga anemia terjadi gangguan penyaluran oksigen dan zat makanan dari ibu ke plasenta dan janin, yang mempengaruhi fungsi plasenta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan anemia pada ibu hamil dengan berat badan bayi baru lahir di BPS Kertosuko Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Desain dalam penelitian ini adalah correlation. Pendekatan variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah anemia pada ibu hamil sebagai variabel independen dan berat badan bayi baru lahir sebagai variabel dependen. Sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel berjumlah 18 ibu hamil dengan anemia dari 24 ibu hamil di BPS Kertosuko Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar Observasi. Data analisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikan sebesar (α) 0,05 dan tingkat kesalahan 95%.Hasil pengumpulan data penelitian sebagian besar responden mengalami anmia ringan sebanyak (66,7%). sebagian besar berat badan bayi responden masuk kategori normal sebanyak (55,6%). Hasil analisis bivariat menunjukan p-value = 0,001 artinya p-value < 0,05. Artinya ada hubungan antara Anemia Pada Ibu Hamil Dengan Berat Badan Bayi Baru Lahir Di BPS Kertosuko Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Saran yang dapat direkomendasikan, bagi peneliti selanjutnya: Peneliti selanjutnya diharapkan memperbanyak responden agar hasil yang didapatkan dalam penelitian menjadi lebih akurat. Kata kunci : Anemia, Berat Badan Bayi Baru Lahir
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) TERHADAP KADAR SGOT (SERUM GLUTAMIC OXALOCETIC TRANSMINASE) PADA TIKUS (Rattus novergicus) STRAIN WISTAR DM TIPE 2
Elisabeth Tea;
Tanto Hariyanto;
Novita Dewi
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (337.302 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i2.509
Diabetes Mellitus tipe 2 merupakan penyakit diabetes yang disebabkan karena terjadinya resistensi tubuh terhadap efek insulin yang diproduksi oleh sel β pankreas. DM yang tidak dirawat dengan baik dapat menyebabkan kerusakan dihepar (hati) yang disebut dengan penyakit hati diabetik. Kerusakan hati dapat dinilai dari peningkatan kadar enzim dalam hepar yaitu enzim SGOT. Porang mengandung serat larut glukomanan yang tinggi, glukomanan memiliki fungsi antara lain untuk menurunkan kadar kolesterol dan gula darah serta menurunkan berat badan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian tepung porang terhadap kadar SGOT pada tikus strain Wistar DM tipe 2. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorik yang menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan menggunakan pola post test only control group design. Hewan penelitian adalah tikus putih (Rattus norvegicus) strain Wistar jantan umur 4-5 bulan dengan berat badan rata-rata antara 180-250 gram. Sampel penelitian dipilih secara simpel random sampling berjumlah 25 ekor tikus putih strain Wistar jantan, dibagi menjadi 5 kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor tikus putih strain Wistar jantan. Hasil penelitian diperoleh nilai ρ-value 0,033 < (α=0,051) yang menunjukan ada pengaruh yang signifikan antara pemberian diet tepung porang dengan kadar SGOT pada tikus strain Wistar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mengkonsumsi diet tepung porang dapat menurunkan kadar glukosa darah dan dapat pula menurunkan kadar SGOT. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya menggunakan 300 mg porang. Kata kunci : Diabetes Mellitus, porang, SGOT.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG AUTISME DENGAN TINGKAT KECEMASAN ORANGTUA YANG MEMILIKI ANAK AUTISME DI SEKOLAH LUAR BIASA BHAKTI LUHUR MALANG
Ermelinda Jeniu;
Dyah Widodo;
Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (265.779 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i2.445
Pengetahuan orang tua dalam mendidik dan mengasuh anak autis sangat penting. Pengetahuan juga sangat berpengaruh pada tingkat kecemasan orangtua dari anak penderita autisme hal ini terkadang timbul perasaan bersalah atau cemas yang disebabkan karena kurangnya pengetahuan orangtua mengenai autisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang autism dengan tingkat kecemasan orang tua yang memiliki anak autisme di Sekolah Luar Biasa Bhakti Luhur Malang. Penelitian ini menggunakan desain correlation dengan metode pendekatan cross sectional. Populasinya adalah orang tua Autisme sebanyak 40 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 36 orang. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistic spearman rank dengan derajat kemaknaan (0,05). Hasil uji statistik penelitian di ketahui sebagian besar pengetahuan responden masuk kategori cukup sebanyak 15 orang (41,7%), dan sebagian besar tingkat kecemasan responden masuk dalam kategori cemas berat sebanyak 26 orang (72,2%). Hasil analisis bivariat menunjukan p-value= 0,000 < α 0,05 artinya ada hubungan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tuadan nilai (r) = 0,372 yang menunjukan adanya korelasi yang rendah. Saran yang dapat direkomendasikan kepada orang tua adalah diharapkan untuk menambah wawasan berupa informasi yang terkait dengan masalah autisme. Kata kunci : Autis, Pengetahuan, Tingkat kecemasan.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU DENGAN PERILAKU IBU DALAM TOILET LEARNING PADA ANAK USIA TODDLER DI KELURAHAN TLOGOMAS MALANG
Yosefina Peni;
Ni Luh Putu Eka Sudiwati;
Neni Maemunah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (131.791 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i2.477
Tugas pertumbuhan dan perkembangan adalah membentuk kemandirian, kedisplinan dan kepekaan emosi anak. Kegagalan dalam tahap ini akan berdampak pada tugas perkembangan selanjutnya, dimana anak akan menjadi anak yang pemarah, inferior, curiga, tergantung pada orang lain dan lain-lain. Pada anak usiatoddler, diketahui bahwa banyak ibu menyatakan merasa kesulitan melakukan toilet learning dengan alasan belum mengerti benar cara tepat melakukan toilet learning sedangkan beberapa orang ibu telah melakukan toilet learning di saat anak berusia 2 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perilaku dalam toilet learning pada anak usiatoddler di RT. 02 RW. 01 Kelurahan Tlogomas, Kotamadya Malang. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasional.Analisis statistik yang digunakan yaitu analisis korelasi.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik tentang toilet learningyaitu sebanyak 15 responden (50%). Hasil observasi terhadap perilaku ibu dalam toilet learning juga tergolong baik yaitu sebanyak 13 responden (43,3%). Ada hubungan yang signifikan (p= 0.005) antara pengetahuan ibu dengan perilaku ibu dalam toilet learning pada anak usia toddler (1-3 tahun) di lingkungan RT 02 RW 01 Kelurahan Tlogomas. Kata kunci : Pengetahuan ibu, perilaku ibu, toilet learning anak usia toddler.
PENGARUH PENGGUNAAN SABUN SIRIH (Piper battle L) TERHADAP KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI
Fajar Purwantini;
Sri Mudayati;
Susmini Susmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (64.503 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i2.468
Keputihan (flour albus) adalah cairan yang berlebihan keluar dari vagina yang bukan darah. Keputihan bisa bersifat fisiologis namun bisa juga bersifat patologis. Keputihan dapat disebabkan oleh penularan infeksi kuman, pengunaan sabun berlebihan, faktor fisik dan masalah kebersihan diri. Perawatan daerah kewanitaan menjadi sangat penting karena berkaitan erat dengan sirkulasi menstruasi, keputihan, hubungan seks dan kehamilan. Daun sirih adalah salah satu ramuan untuk merawat organ intim. Daun sirih mengandung zat tannin yang dapat mengurangi pengeluaran cairan alami vagina yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan sabun sirih (Piper battle L) dalam mencegah keputihan pada remaja putri. Desain penelitian menggunakan quasy eksperimental. Variabel yang diteliti adalah keputihan sebagai variabel independen dan penggunaan sabun sirih sebagai variabel dependen. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 30 responden dengan 50% responden menggunakan sabun sirih dan 50% responden yang tidak menggunakan sabun sirih. Data dikumpulkan dengan wawancara dan menggunakan kuesioner yang berisi 11 pertanyaan tentang keputihan. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t dua variabel. Hasil analisa data menunjukan bahwa dengan menggunakan sabun sirih 66,67% responden tidak mengalami keputihandan remaja putri yang tidak menggunakan sabun sirih 93,33% responden mengalami keputihan. Hasil uji statistik dengan nilai t hitung > t tabel maka hipotesis Ho ditolak, artinya ada pengaruh penggunaan sabun sirih dalam mencegah keputihan pada remaja putri. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan penelitian ini dapat disempurnakan lagi dengan sampel yang lebih besar, area penelitian yang lebih luas dan meneliti variabel lain diluar variabel penelitian. Kata Kunci : Keputihan, Remaja Putri, Sabun Sirih.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MENYUSUI DENGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI 6-12 BULAN DI TLOGOMAS KOTA MALANG
Maria Yohana Loda Fao;
Ni Luh Putu Eka Sudiwati;
Neni Maemunah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (462.735 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i2.500
Pengetahuan ibu tentang menyusui sangat berpengaruh terhadap pemberian makanan pendamping ASI pada bayi 6-12 bulan.Pengetahuan Ibu merupakan salah satu faktor penting yang menentukan tingkat tepat dan tidak tepatnya dalam pemberian makanan pendamping ASI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui antara hubungan pengetahuan ibu tentang menyusui dengan pemberian makanan pendamping ASI pada bayi 6-12 bulan di RW 07 Tlogomas Malang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian non eksperimen dengan jenis correlation dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang menyusui dan mempunyai anak 6-12 bulan sebanyak 35 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 orang. Pengambilan sampel dengan total sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik chi-square dengan derajat kemaknaan (0,05). Hasil uji statistik penelitian sebagian besar pengetahuan responden masuk kategori baik sebanyak 20 orang (57%), dan sebagian besar pemberian makanan pendamping ASI dari responden masuk dalam kategori tepat sebanyak 24 orang (69%). Hasil analisis bivariat menunjukan p-value= 0,00 artinya p-value< 0,05. Artinya ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang menyusui dengan pemberian makanan pendamping ASI yang bersifat positif. Saran yang dapat direkomendasikan kepada pihak-pihak antara lain, bagi masyarakat (orang tua) adalah diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan tentang menyusui dengan pemberian makanan pendamping ASI kepada orang tua yang memiliki bayi 6-12 bulan, sehingga orang tua dapat memberikan makanan pendamping ASI dengan tepat. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti tentang resiko pemberian makanan pendamping ASI dengan alergi makanan. Kata kunci : Pengetahuan ibu, pemberian makanan pendamping ASI.