cover
Contact Name
Ronasari Mahaji Putri
Contact Email
putrirona@gmail.com
Phone
+6282132872259
Journal Mail Official
nursing.news@unitri.ac.id
Editorial Address
. Telaga Warna, Tlogomas, MALANG 65144, Jawa Timur Telp: (0341) 565 500 / (0341) 565 522
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 25279823     DOI : https://doi.org/10.33366/nn.v5i2.2305
Core Subject : Health,
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan ISSN 2527-9823(online) adalah jurnal berkala empat bulanan (April, Agustus, Desember) yang memuat berbagai artikel/naskah berupa hasil penelitian, studi kasus, hasil pemikiran, maupun karya tulis ilmiah oleh seluruh civitas profesi kesehatan mulai dari mahasiswa, dosen, perawat klinik, maupun perawat yang bekerja di institusi non klinik seperti lembaga penelitian, LSM, Asuransi Kesehatan, dan pemerintahan. Karya ilmiah berupa artikel kesehatan. Nursing News merupakan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh UNITRI PRESS, sebagai media komunikasi dan informasi di bidang ilmu kesehatan. Scope jurnal terdiri dari keperawatan, kesehatan dan kesehatan masyarakat
Articles 739 Documents
HUBUNGANTINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASCA IMUNISASI PADA ANAK DI POSYANDU M KELURAHAN TLOGOMAS KOTA MALANG Cresensia Naot; Susi Milwati; Wahidyanti Rahayu H.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1202

Abstract

Kurangnya pengetahuan akan menimbulkan kekhawatiran dan keengganan orang tua untuk mengikut sertakan anaknya dalam program imunisasi. Kekhawatiran tersebut akhirnya tidak saja ditujukan pada efek samping vaksin yang memang merupakan bagian dari mekanisme kerja vaksin tetapi telah meluas pada semua morbiditas serta kejadian yang terjadi pada imunisasi yang sangat mungkin, sebetulnya tidak terhubung dengan vaksin dan tindakan. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dengan tingkat kecemasan pasca imunisasi pada anak di Posyandu M Kelurahan Tlogomas Kota Malang. Desain penelitian mengunakan desain deskriptif korelasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 138 orang ibu di Posyandu M Kelurahan Tlogomas Kota Malang dan sampel penelitian yang digunakan adalah 20% dari total sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Metode analisa data yang digunakan yaitu uji Contingency Coefficient dengan menggunakan SPSS.Hasil penelitian membuktikan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi sebagian besar responden (38,24%) dikategorikan memiliki pengetahuan baik dan tingkat kecemasan ibu pasca imunisasi anaknya sebagian besar responden (47,06%) dikategorikan tidak ada kecemasan, sedangkan hasil Contingency Coefficient didapatkan nilai approx.sig.= 0,008< α (0,05) yang berarti data dinyatakan signifikan dan H1 diterima. Artinya ada hububungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dengan tingkat kecemasan pasca imunisasi pada anaknya di Posyandu M kelurahan Tlogomas Kota Malang. Cara untuk mengurangi tingkat kecemasan ibu pasca imunisasi pada anak maka diperlukan pengetahuan yang baik harus dimiliki oleh orang tua dalam hal ini ibu sehingga tidak merasa cemas atau kuatir ketika anaknya timbul gejala-gejala demam pasca imunisasi. ABSTRACT Lack of awareness about caused concern and reticence parents to follow enclose children in the immunization .This concern was finally not only aimed at side effects vaccine was part of a mechanism vaccine work but has expanded on all morbidity and the incident occurred on immunization that are likely, actually not connected with vaccines and action . The purpose of this research is to find the relationship between the knowledge mommy about immunization the anxiety post immunization to their children are M Village Tlogomas the poor. A design study design correlation use descriptive. The population in research has reached 138 the mother are m village tlogomas city malang and the sample used is 20 % of a total of. Technique data collection used is the questionnaire. A method of data analysi. in use the test contingency coefficientby using SPSS. The research suggests that the knowledge mommy about immunization most respondents (38.24%) are having knowledge good and the anxiety after his mother immunization most respondents (47.06%) zoned not there was anxiety, while the contingency coefficient get approx.sig value= 0.008 < α (0.05) which mean that the data of expressed significant and h1 accepted. Mean there are relationship between the level of knowledge mother about immunizations to the level of anxiety in the aftermath of her baby immunization at the Posyandu M Tlogomas poor city urban village. Thus to reduce the anxiety after his mother immunization would be needed knowledge must either owned by older people in this mother so that do not feel anxious or solicitous when he arising symptoms post immunization fever . Keywords : Immunization; anxiety; the knowledge.
TINGKAT PENGETAHUAN LANSIA TENTANG PENYAKIT HIPERTENSI SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN DIPOSYANDU LANSIA PERMADI RW 02 KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU MALANG David Viligius Nia; Tavip Dwi Wahyuni; Ani Sutriningsih
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.447 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1360

Abstract

Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan sebutan penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan seseorang berada diatas batas normal atau optimal yaitu 140 mmHg untuk sistolik dan 100 mmHg untuk diastolik. Tujuan penelitian adalah mengetahui tingkat pengetahuan lansia tentang penyakit hipertensi sebelum dan sesudah penyuluhan di posyandu lansia Permadi kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Malang. Desain penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah pre experimental design dengan rancangan one group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di Posyandu Permadi sebanyak 50 lansia dan sampel penelitian mengunakan total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar kuisioner dan lembar observasi pemeriksaan tekanan darah. Metode analisa data yang digunakan yaitu paired sample T Test dengan menggunakan SPSS. Hasil pendidikan sebelumnya penyuluhan tentang tingkat pengetahuan lansia kurang (43%), sedangkan hasil pendidikan sesudah penyuluhan tentang tingkat pengetahuan lansia meningkat (50%) dengan prosentase baik, hasil analisa data didapatkan nilai t-hitung 8,448. Kesimpulan penelitian adalah tingkat pengetahuan lansia tentang penyakit hipertensi sebelum dan sesudah penyuluhan di Posyandu lansia PermadiKelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Malang. Bagi peneliti selanjutnya, dapat melakukan pendidikan kesehatan tentang penyakit lain seperti asam urat dengan menggunakan kelompok kontrol dan dengan area penelitian yang berbeda. ABSTRACT Hypertension or better known as high blood pressure is a condition where a person's pressure is above the normal or optimal limit of 140 mmHg for systolic and 100 mmHg for diastolic. The aim of the study was to determine the level of knowledge of the elderly about hypertension before and after counseling at the posyandu in the elderly in Permadi, Tlogomas, Lowokwaru District, Malang. The research design used by the researcher was pre-experimental design with the design of one group pre-post test design. The population in this study were 50 elderly in the Permadi Posyandu and the sample used total sampling. The research instruments used were questionnaire sheets and observation sheets for blood pressure. Data analysis method used is paired sample T test using SPSS. Previous education results on counseling about the level of knowledge of the elderly is less (43%), while the results of education after counseling about the level of knowledge of the elderly increased (50%) with a good percentage, the results of data analysis were calculated 8.448. The conclusion of the study was the level of knowledge of the elderly about hypertension before and after counseling at the Posyandu in the Permadi Kelurahan Tlogomas Sub-District of Lowokwaru Sub-District Malang. For the next researcher, they can do health education about other diseases such as gout using a control group and with different research areas. Keywords: Elderly; hypertension counseling; knowledge level.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMANDIRIAN PERAWATAN DIRI PADA ANAK RETARDASI MENTAL DI SDLB NEGERI KOTA MALANG Dorkas Tange Wini; Esti Widiani; Wahidyanti Rahayu H.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1193

Abstract

Anak retardasi mental perlu mendapatkan dukungan keluarga sebagai sumber semangat dan motivasi sehingga anak bisa secara mandiri melakukan perawatan diri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian perawatan diri pada anak retardasi mental di SDLB Negeri Kota Malang. Desain penelitian mengunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 40 orang dengan penentuan menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner dukungan keluarga dan kemandirian perawatan diri anak retardasi mental. Metode analisa data yaitu uji Spearman Rank dengan menggunakan SPSS. Berupa hasil penelitian membuktikan sebagian besar (67,5%) keluarga (orang tua) memberikan dukungan cukup pada anak retardasi mental dan hampir setengahnya (42,5%) anak retardasi mental memiliki kemandirian perawatan diri cukup. Hasil uji Spearman Rank didapatkan p-value = (0,003) < (0,050) sehingga H1 diterima, artinya ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kemandirian perawatan diri pada anak retardasi mental di SDLB Negeri Kota Malang. Berdasarkan hasil penelitian maka cara meningkatkan kemandirian perawatan diri pada anak retardasi mental dengan memberikan dukungan keluarga seperti tindakan latihan di rumah berupa cara makan mandiri, berpakaian mandiri dan melakukan kebersihan badan mandiri. ABSTRACT Child mental retardation needs to get family support as a source of spirit and motivation so that children can independently perform self-care. The purpose of research to determine the relationship of family support with self-reliance of self-care in children mental retardation in SDLB Negeri Malang. The research design used correlation design with cross sectional approach. The sample of this study were 40 people with determination using total sampling. Data collection techniques used the instrument in the form of family support questionnaires and self-reliance of child self-care mental retardation. Data analysis method that is used is Spearman Rank test by using SPSS. The results showed that most of (67.5%) families (parents) gave sufficient support to children with mental retardation and nearly half of (42.5%) children with mental retardation had sufficient self-care independence. Spearman Rank test results obtained p-value = (0.003)
PERBEDAAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) PADA TIPE NUCLEAR FAMILY DAN EXTENDED FAMILY Nur Halilah; Farida Halis Dyah Kusuma; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.047 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1351

Abstract

Perkembangan Kognitif adalah kemampuan anak dalam menggunakan pikiran tarkait dengan pengetahuan serta dalam bentuk aplikasi tehadap lingkungan. Perkembangan kognitif dipengaruhu oleh lingkungan keluarga, terdiri dari nuclear family (ayah, ibu, anak) dan extended family (keluarga inti ditambah anggota keluarga lain yang masih mempunyai hubungan darah (kakek-nenek, paman-bibi). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perkembangan kognitif anak usia prasekolah (3-6 tahun) pada tipe nuclear family dan extended family. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis teknik metode penelitian survei. Desain penelitian ini menggunakan non eksperimental komperatif dengan populasi sebanyak 45 anak dan ibu. Sampel penelitian sebanyak 32 anak dan ibu yang terbagi dari tipe nuclear family dan extended family. Tehnik samplingnya adalah purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan observasi. Analisa data menggunakan uji t yaitu Independen T-test. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa bahwa hampir sebagian besar anak pada tipe nuclear family termasuk katagori sesuai yaitu sebanyak 12 orang (75%) dan sebagian besar perkembangan kognitif anak tipe extended family termasuk kedalam katagori tidak sesuai yaitu sebanyak 9 orang (56%). Hasil analisa data Independen t-test nilai thitung sebesar 3,250 dengan tingkat Sig.(2-tailed)= 0,003 sehingga nilai ttabel = 2,042 pada taraf signifikansi (α = 0,05) jadi thitung ≥ ttabel = 3.250 ≥2,042 maka terdapat perbedaan antara perkembangan kognitif pada tipe nuclear family dan extended family. Peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif anak usia prasekolah menggunakan wawancara dan observasi. ABSTRACT Cognitive development is the ability of children to use thoughts related to knowledge and in the form of applications to the environment. Cognitive development is influenced by the family environment, consisting of the nuclear family (father, mother, child) and extended family (nuclear family plus other family members who are still related to blood (grandparents, uncles-aunts). differences in cognitive development of preschool children (3-6 years) in the type of nuclear family and extended family This study uses a quantitative approach to the type of survey research method techniques. While the design of this study uses non experimental experimental with a population of 45 children and mothers. The research sample consisted of 32 children and mothers divided into nuclear family types and extended families. The sampling technique is purposive sampling. The research tool uses observation. Data analysis using t test is Independent T-test. The results of this study found that most of the children in the nuclear family type included the appropriate categories, namely as many as 12 (75%) and most of the cognitive development of the extended family type included in the inappropriate category as many as 9 people (56%). Independent data analysis results t-test tcount of 3.250 with a level of Sig. (2-tailed) = 0.003 so that the value of t table = 2.042 at the significance level (α = 0.05) so tcount ≥ ttable = 3.250 ≥ 2.042 then there are differences between developments cognitive in the type of nuclear family and extended family. For further researchers, researchers recommend to examine the factors that influence cognitive development of preschoolers using interviews and observation. Keywords : Cognitive development; preschool family; type.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN TUBERCULOSIS TENTANG PENYAKIT TUBERCULOSIS DENGAN KEPATUHAN BEROBAT DI UNIT RAWAT JALAN RUMAH SAKIT PANTI WALUYA SAWAHAN MALANG Yeti Anita; Erlisa Candrawati; Ragil Catur Adi W.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.503 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1383

Abstract

Tuberculosis masih terus menjadi masalah kesehatan di dunia terutama di negara berkembang. Masih banyak penderita tuberculosis paru maupun ekstra paru yang gagal dalam menjalani pengobatan secara lengkap dan teratur. Kepatuhan dalam pengobatan adalah kunci penting dalam keberhasilan pengobatan tuberculosis. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan pengetahuan pasien tuberkulosis tentang penyakit tuberkulosis dengan kepatuhan berobat. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif yang bersifat korelasional dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 20 orang, tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuisoner dan checklist, dan analisa data menggunakan uji Chi Square dengan α = 0,05. Hasil penelitian didapatkan dari 8 responden (40%) yang berpengetahuan kurang, ada sebanyak 6 responden (30%) yang tergolong tidak patuh dalam berobat TB dan 2 responden (10%) tergolong patuh dalam pengobatan TB. Hasil Uji Chi Square diperoleh nilai p=0,002, yang berarti ditolak dan diterima, yaitu ada hubungan yang signifikan antara hubungan pengetahuan pasien Tuberculosis dengan kepatuhan berobat di Rumah Sakit Panti Waluya Malang. ABSTRACT Tuberculosis still continues to be a health problem in the world, especially in developing countries. There are still many patients with pulmonary tuberculosis and extra lung who fail to undergo complete and regular treatment. Compliance with treatment is an important key in the success of tuberculosis treatment. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge of tuberculosis patients about tuberculosis and adherence to treatment. The research design used was descriptive correlational with a cross sectional approach with a number of respondents as many as 20 people, sampling techniques using total sampling. Data was collected using questionnaires and checklists, and data analysis using Chi Square test with α = 0.05. The results obtained from 8 respondents (40%) who lack knowledge, there were as many as 6 respondents (30%) classified as non-adherent in TB treatment and 2 respondents (10%) classified as obedient in TB treatment. Chi Square Test results obtained a value of p = 0.002, which means rejected and accepted, that is, there is a significant relationship between the relationship of knowledge of Tuberculosis patients with adherence to treatment at Panti Waluya Hospital Malang. Keywords: Compliance with treatment; knowledge; tuberculosis
PENGARUH METODE STORYTELLING TERHADAP PERILAKU HYGIENITAS KUKU ANAK USIA PRASEKOLAH Serlina Ina Kii; Ani Sutriningsih; Dudella Desnani Firman Yasin
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1311

Abstract

Hygienitas (kebersihan) kuku merupakan salah satu aspek penting dalam mempertahankan perawatan diri karena kuman dapat masuk ke dalam tubuh melalui kuku, sehingga kuku seharusnya tetap dalam keadaan sehat dan bersih. Personal hygiene dapat ditingkatkan dengan memberikan stimulasi kepada anak. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh metode storytelling terhadap perilaku hygienitas kuku anak usia prasekolah di PAUD Mawar Tlogomas Malang. Jenis penelitian pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre test and post test. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia prasekolah di PAUD Mawar Tlogomas Malang sebanyak 27 orang, dan teknik sampling menggunakan sampling jenuh. Metode analisa data yang digunakan yaitu Uji Marginal Homogeneity Test dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan bahwa hygienitas kuku responden sebelum perlakuan storytelling, hampir setengah responden dikategorikan cukup yaitu sebanyak 48,1% anak. Hygienitas kuku setelah perlakuan storytelling, hampir seluruh responden dikategorikan baik yaitu sebanyak 77,8% anak. Hasil analisis didapatkan nilai signifikan sebesar 0,000 (p value ≤ 0,05) dan nilai thitung ≥ ttabel (6,288 ≥ 1,703), dengan demikian data dinyatakan sangat signifikan dan H1 diterima, artinya ada pengaruh metode storytelling terhadap perilaku hygienitas kuku anak usia prasekolah di PAUD Mawar Tlogomas Malang. Disarankan guru dapat memperhatikan metode pembelajaran yang mudah dipahami oleh siswa/siswi terlebih menggunakan metode pembelajaran storytelling hal ini dimaksudkan supaya murid dapat dilibatkan dalam proses belajar mengajar dan dapat dipraktekan dalam melakukan kebersihan diri (personal hygiene) terutama kebersihan kuku, dengan demikian murid dapat mengingat dan memahami apa yang telah dilakukannya. ABSTRACT Nail hygiene is one of the important aspects in maintaining self-care because germs can enter the body through the nails, so the nails should remain healthy and clean. Personal hygiene can improve by giving stimulation to children. The purpose of this study is to determine the effect of storytelling method on nail hygiene of preschoolers Children.This of research used pre-experimental with one group approach pre test and post test. The population in this study were 27 preschoolers in Mawar Tlogomas Malang PAUD as many as 27 people, and sampling techniques using saturated sampling. Data analyzed by Marginal Homogeneity Test using SPSS. The results of the study proved that the respondents' nail hygiene before storytelling treatment, almost half of the respondents were categorized as sufficient, namely people 48.1%. Nail hygiene after storytelling treatment, almost all respondents were categorized as good, namely people 77.8%. The results of the analysis obtained a significant value of 0.000 (p value ≤ 0.05) and the value of t count ≥ t table (6.288 ≥ 1.703). So, it means very significant, and H1 is accepted, meaning that there is an effect of storytelling method on the behavior of nail hygiene preschoolers children. So, the teacher can pay attention to learning methods that are easily understood by students especially using learning methods storytelling so that students can be involved in the teaching and learning process and can be practiced in doingpersonal hygiene, especially nail cleaning, so students can remember and understand what he has done. Keywords: Preschool children; nail hygienic; storytelling.
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN KETEPATAN PEMBERIAN OBAT PADA PASIEN RAWAT INAP DI RS PANTI WALUYA SAWAHAN MALANG Franciscus Rendy Wijaya; Swito Prastiwi; Novita Dewi
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.77 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1374

Abstract

Laporan dari IOM (Institute of Medicine) menyatakan bahwa paling sedikit 44.000 bahkan 98.000 pasien meninggal di rumah sakit dalam satu tahun akibat dari medical errors. Laporan FDA (food and drug Administration), menemukan bahwa yang menjadi penyebab terjadinya kesalahan obat adalah komunikasi sebesar 19%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah hubungan komunikasi terapeutik pada perawat dengan ketepatan pemberian obat pada pasien. Desain penelitian menggunakan studi korelasional dengan pendekatan secara cross sectional. Populasi semua perawat yang bekerja di ruang rawat inap sebanyak 186 orang dan sampel sebanyak 46 orang, diambil dengan teknik proporsional simple random sampling. Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah Product Moment Pearson. Analisa data dengan menggunakan tehnik ini dengan tingkat signifikasi (α) 0,05. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar (59%) melaksanakan komunikasi terapeutik secara cukup dan hampir seluruhnya (83%) melaksanakan prinsip 7 benar secara baik. Hasil uji analisa didapatkan nilai Sig 2 tailed (p) = 0,001 < 0,05), artinya ada hubungan komunikasi terapeutik dengan ketepatan pemberian obat pada pasien ruang rawat inap di RS. Panti Waluya. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah menggali data tentang faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan komunikasi terapeutik seperti pengetahuan, sikap, kondisi psikologis, perkembangan diri, nilai kepercayaan, dan latar belaang budaya, dan faktor yang mempengaruhi ketepatan pemberian obat seperti keterbatsan tenaga dalam Rumah Sakit, kurangnya disiplin perawat, tingkat Pendidikan perawat. ABSTRACT Reports from the IOM (Institute of Medicine) say at least 44,000 even 98,000 patients die within the hospital within a year due to medical errors. The FDA (Food and Drug Administration) report found that the cause of the drug disaster was 19%. The purpose of this study is to know whether there is a therapeutic communication relationship in the nurse with the accuracy of drug delivery to the patient. With cross section. The population of all nurses who worked in the inpatient room as many as 186 people and the sample of 46 people, taken by proportional simple random sampling technique. The statistical test used in this research is Product Moment Pearson. Data analysis using this technique with significance level (α) 0.05. Most of the research (59%) carried out therapeutic communication sufficiently and almost normal (83%) implemented the principle 7 really good. Sig 2 tailed test results (p) = 0.001
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN KLIEN DENGAN PENANGANAN PENYAKIT GASTRITIS DI POSYANDU LANSIA WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG Oktavianus Kopong Miten; Tavip Dwi Wahyuni; Sulasmini Sulasmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1302

Abstract

Pengetahuan kesehatan klien tentang penyakit gastritis merupakan faktor penting bagi klien untuk melakukan penanganan maupun pencegahan, pengetahuan yang salah dapat mengakibatkan terjadinya kekambuhan gastritis dan komplikasi pendarahan saluran cerna bagian atas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan klien dengan penanganan penyakit gastrtis di Posyandu Lansia Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Desain penelitian mengunakan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah klien yang mengalami penyakit gastritis di Posyandu LansiaWilayah Kerja Puskesmas Dinoyo Kota Malang dan sampel penelitian menggunakan Area probability sampling yaitu sebanyak 30 orang lansia yang dipilih dari 4 Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji product moment untuk menemukan nilai signifikan (Sig. P-value< 0,05) dengan menggunakan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahauan klien sebagian besar baik (60,0%) dan penanganan penyakit gastritis sebagian besar baik (66,67%). Ada hubungan antara tingkat pengetahuan klien dengan penanganan penyakit gastritis di Posyandu Lansia Wilayah Kerja Puskesmas Dinoyo Kota Malang (p-value = 0,009). Klien (pasien penderita gastritis) diharapkan mampu mengetahui cara penanganan yang baik serta mengikuti saran dokter yang bertujuan dapat mencegah kekambuhan kembali dan mencegah terjadinya komplikasi. ABSTRACT Knowledge about the disease gastritis client's health is an important factor for clients to make the handling and prevention, knowledge of which may result in recurrence of gastritis and complications of upper gastrointestinal bleeding. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge of the client with gastrtis disease management in Puskesmas Posyandu Elderly Dinoyo Malang. The study design using correlational design. The population in this study is a client who suffered gastritis in Puskesmas Posyandu Dinoyo Malang and sample use probability sampling Area as many as 30 people were selected from four elderly Posyandu elderly in Puskesmas Dinoyo Malang. Data collection instrument used were questionnaires. Data analysis method used is test product moment to find significant value (Sig. p-values
HUBUNGAN PEMENUHAN EKONOMI KELUARGA DENGAN KECEMASAN PADA LANSIA DI LEGIUN VETERAN REPUBLIK INDONESIA KOTA MALANG Fauzi Riki Hidayat; Tanto Hariyanto; Vita Maryah Ardiyani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.657 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1365

Abstract

Tingginya laju pertumbuhan lansia di Indonesia, membuat kita harus mengupayakan solusi yang tepat, agar bisa menyelesaikan permasalahan lansia dengan lebih bijaksana dan manusiawi. Begitu juga dengan permasalahan veteran yang dapat dikategorikan sebagai lansia. Veteran merupakan pejuang kemerdekaan yang ikut serta dalam pertempuran untuk mewujudkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemenuhan ekonomi keluarga dengan kecemasan pada lansia di Legiun Veteran Republik Indonesia Kota Malang. Desain penelitian ini dilakukan dengan metode korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah para anggota Legiun Veteran Republik Indonesia, yang berdomisili disekitar wilayah Kota Malang, yang berjumlah 150 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 56 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Metode analisis data yang digunakan yaitu uji Pearson’s Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pemenuhan kebutuhan ekonomi sedang sebanyak 24 orang (44%), dan sebagian besar tidak ada kecemasan sebanyak 25 orang (44,6%). Berdasarkan uji Spearman rho didapatkan nilai p value = 0,655 0.05, meaning there is no correlation of fulfillment the family economy and anxiety an elderly in Legiun veteran Republik Indonesia Malang. Recommended for the family to give support for elderly to maintain the quality of life. Keywords : Anxiety; Elderly, Family Economy
HUBUNGAN POLA MAKAN BERUPA DIIT JENIS DAN FREKUENSI DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DM TIPE 2 DI POSYANDU DESA LANDUNGSARI KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG Padri Hamzah; Dudella Desnani Firman Yasin; Wahidyanti Rahayu H.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1198

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 secara genetik dan klinis merupakan gangguan metabolisme seperti hilangnya penurunan karbohidrat. Tindakan penyembuhan Diabetes Mellitus Tipe 2 yaitu menurunkan Kadar Gula Darah dengan cara mengontrol diit jenis dan frekuensi makan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan diit jenis dan frekuensi dengan kadar gula darah pada pasien DM Tipe 2 di Posyandu Lansia Desa Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang 2018. Desain penelitian mengunakan analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 33 pasien DM tipe 2 dengan penentuan menggunakan sampling purposive. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji spearman rank. Hasil penelitian membuktikan sebagian besar (63,6%) responden melakukan diit jenis tidak baik, sebagian besar (54,5%) responden melakukan frekuensi makan tidak baik dan sebagian besar (75,8%) responden memiliki kadar gula darah tinggi. Hasil uji spearman rank didapatkan p-value = (0,001) < (0,050) sehingga H1 diterima, artinya ada hubungan diit jenis dan ddi frekuensi dengan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2 di Posyandu Lansia Desa Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan pasien DM tipe 2 untuk mengurangi kadar gula darah dengan mengontrol diit jenis dan diit frekuensi. ABSTRACT Type 2 Diabetes Mellitus is a metabolic disorder that is genetically and clinically in the form of loss of carbohydrate tolerance. The act of healing Type 2 Diabetes Mellitus is reducing blood sugar levels by controlling the type of diit and frequency of eating. The purpose of this research is to know the relationship between blood type and frequency with blood glucose level in DM Type 2 patient at Posyandu Lansia Landungsari Village, Dau District Malang Regency 2018. The research design use correlative analytic with cross sectional approach. The study sample consisted of 33 type 2 DM patients with determination using cluster sampling. Data collection techniques using instruments in the form of questionnaires. Data analysis method used is spearman rank test. The result of the research shows that most (63.6%) respondents do not good type diit, most (54.5%) respondent do not eat good frequency and most (75.8%) respondent have high blood sugar level. Spearman rank test results obtained p value = (0.001)

Page 7 of 74 | Total Record : 739