cover
Contact Name
Ronasari Mahaji Putri
Contact Email
putrirona@gmail.com
Phone
+6282132872259
Journal Mail Official
nursing.news@unitri.ac.id
Editorial Address
. Telaga Warna, Tlogomas, MALANG 65144, Jawa Timur Telp: (0341) 565 500 / (0341) 565 522
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 25279823     DOI : https://doi.org/10.33366/nn.v5i2.2305
Core Subject : Health,
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan ISSN 2527-9823(online) adalah jurnal berkala empat bulanan (April, Agustus, Desember) yang memuat berbagai artikel/naskah berupa hasil penelitian, studi kasus, hasil pemikiran, maupun karya tulis ilmiah oleh seluruh civitas profesi kesehatan mulai dari mahasiswa, dosen, perawat klinik, maupun perawat yang bekerja di institusi non klinik seperti lembaga penelitian, LSM, Asuransi Kesehatan, dan pemerintahan. Karya ilmiah berupa artikel kesehatan. Nursing News merupakan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh UNITRI PRESS, sebagai media komunikasi dan informasi di bidang ilmu kesehatan. Scope jurnal terdiri dari keperawatan, kesehatan dan kesehatan masyarakat
Articles 739 Documents
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN GAYA HIDUP PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KENDALSARI KELURAHAN TULUSREJO KECAMATAN LOWOKWARU MALANG Zeni M.Y. Ukat; Roni Yuliwar; Novita Dewi
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.296 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1373

Abstract

Diabetes adalah suatu penyakit dengan peningkatan kadar glukosa darah di atas normal. Salah satu faktor resiko penyakit diabetes mellitus yaitu gaya hidup. Dengan gaya hidup yang serba modern seperti mengkomsumsi makanan yang berkalori tinggi, manis, merokok, beralkohol, dan kurangnya aktivitas menyebabkan seseorang menderita penyakit diabetes mellitus. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan mengenai penyakit diabetes mellitus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan gaya hidup penderita diabetes mellitus. Metode ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan menggunakan jenis desain penelitian cross sectional. Populasi sebanyak 105 orang, dan dengan sampel penderita diabetes mellitus yang berobat di Puskesmas Kendalsari sebanyak 30 responden, dan dengan tehnik sampling purposive sampling. Data dianalisa menggunakan uji Coeffisien Continenty. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebanyak 53.3% penderita diabetes mellitus mempunyai pengetahuan yang cukup, sebanyak 86.7% penderita diabetes mellitus mempunyai gaya hidup tidak sehat. Jadi ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan penderita diabetes mellitus dengan gaya hidup penderita diabetes mellitus di Puskesmas Kendalsari (p-value (0,002)
PERBEDAAN TINGKAT STRES MAHASISWI YANG MEMILIKI IMT NORMAL DAN TIDAK NORMAL DI ASRAMA KAL-BAR DARA JUANTI JALAN MT HARYONO GG 19 KAVLING 44 MALANG Indra Wahyu Dinata; Joko Wiyono; Ragil Catur Adi W.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1301

Abstract

Stres adalah respon tubuh tidak spesifik terhadap kebutuhan tubuh yang terganggu. IMT adalah indikator untuk kategori normal dan tidak normal. IMT yang tidak normal dapat menyebabkan stres karena seorang individu tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat stres mahasiswi yang memiliki IMT normal dan tidak normal di Asrama Putri Kalimantan Barat Dara Juanti Jalan MT Haryono Gg 19 Kavling 44 Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah komparatif yaitu dilakukan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan dua atau lebih fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang diteliti berdasarkan kerangka pemikiran tertentu. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswi Asrama Putri Kalimantan Barat Dara Juanti Jalan MT Haryono Gg 19 Kavling 44 Malang yang di dapatkan dengan tehnik total sampling sebanyak 32 mahasiswi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar 13 (86,7%) responden yang memiliki IMT normal mengalami tingkat stres ringan dan sebagian besar 8 (53,3%) responden yang memiliki IMT tidak normal mengalami tingkat stres sedang. Hasil uji Mann Whitney didapatkan p value = (0,000) < (0,050) yang berarti ada perbedaan tingkat stres mahasiswi yang memiliki IMT normal dan tidak normal di Asrama Putri Kalimantan Barat Dara Juanti Jalan MT Hariyono Gang 19 Kavling 44 Malang. Berdasarkan hasil penelitian maka di harapkan bagi mahasiswi Menjaga berat badan dengan melakukan olahraga dan menjaga pola makan untuk menghindari stres akibat IMT tidak normal. ABSTRACT Stress is the body's response not specific to the needs of the affected body. IMT is an indicator for normal and abnormal categories. Abnormal IMT can cause stress because an individual is not confident in his body shape. This research aim to find out difference in stress levels of female students who have Normal and abnormal IMT at Asrama Putri West Kalimantan Dara Juanti Street MT Haryono Gg 19 Kavling 44 Malang. The research design used is comparative that is done to compare the similarities and differences between two or more facts and the properties of the object under study based on a certain frame of mind. The sample in this study were female boarding school students in West Kalimantan Dara Juanti Street MT Haryono Gg 19 Kavling 44 Malang which is obtained with a total sampling technique of 32 students. The instrument used in this study is a questionnaire. Data were analyzed using the Mann Whitney test. The results showed that most 13 (86.7%) respondents who had normal IMT experienced mild stress levels and most of them were 8 (53.3%) respondents who have abnormal IMT experience moderate stress levels. Mann Whitney test results obtained p value = (0,000)
HUBUNGAN RESPONSE TIME DENGAN KEPUASAN KELUARGA PADA PASIEN PRIORITAS II NONTRAUMA DI IGD RSUD BANGIL PASURUAN Wayan Supi Andila; Vita Maryah Ardiyani; Dudella Desnani Firman Yasin
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.349 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1364

Abstract

Kepuasan keluarga ditentukan oleh pelayanan yang diperoleh dari tenaga kesehatan salah satunya adalah response time cepat dan mendapatkan penanganan yang tepat di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan response time dengan kepuasan keluarga pada pasien prioritas II non trauma di IGD RSUD Bangil Pasuruan. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu pasien prioritas II non trauma sebanyak 184 responden dengan penentuan sampel penelitian menggunakan random sampling sebanyak 126 responden. Instrumen yang digunakan yaitu stopwatch untuk response time dan untuk kepuasan keluarga diperoleh dengan memberikan kuesioner. Analisis yang digunakan chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% ɑ (0,05). Hasil penelitian didapatkan sebagian besar response time cepat yaitu sebanyak 91 responden (72,2%), sedangkan untuk kepuasan keluarga pasien prioritas II non trauma sebagian besar mengatakan puas yaitu 65 responden (51,6%), sedangkan hasil uji chi-square diperoleh p-value = 0,016
PENGARUH PEMBERIAN PENYULUHAN PADA KADER KESEHATAN TERHADAP KEMAMPUAN DALAM DETEKSI PERKEMBANGAN BALITA DI POSYANDU DERMO KELURAHAN MULYO AGUNG KECAMATAN DAU MALANG Merince Endang Halena Kaat; Ni Luh Putu Eka Sudiwati; Neni Maemunah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1197

Abstract

Keberadaan kader sering dikaitkan dengan pelayanan rutin di posyandu. Sehingga seorang kader posyandu harus mau bekerja secara sukarela dan ikhlas, mau dan sanggup melaksanakan kegiatan posyandu, serta mau dan sanggup menggerakkan masyarakat untuk melaksanakan dan mengikuti kegiatan posyandu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Penyuluhan Pada Kader Kesehatan Terhadap Kemampuan Dalam Deteksi Perkembangan Balita Di Posyandu Dermo Kelurahan Mulyo Agung Kecamatan Dau Malang. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimental. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel berjumlah 24 responden yaitu kader yang aktif yang diambil dari 14 Posyandu secara acak di Posyandu Dermo kelurahan mulyo Agung Kecamatan Dau Malang. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi tentang kemampuan kader mendeteksi perkembangan balita yang dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Hasil penelitian menunjukan kemampuan kader dalam deteksi perkembangan balita sebelum penyuluhan sebagian besar kategori kurang (40%) sedangkan kemampuan kader dalam mendeteksi perkembangan balita sesudah dilakukan penyuluhan dengan kategori baik (90%). Berdasarkan pengujian statistik t-test diperoleh hasil (p 0,000) < (0,05) sehingga H1 diterima yang artinya ada pengaruh sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan terhadap kemampuan kader dalam deteksi perkembangan balita. Disarankan agar hasil penelitian ini perlu ditindak lanjuti oleh peneliti-peneliti berikutnya dengan menggunakan literatur yang lebih lengkap, diperbaiki SAPnya, waktu yang lebih lama dan serta kajian yang lebih mendalam hal-hal yang dapat meningkatkan kemampuan kader dalam deteksi perkembangan balita di posyandu. Agar dapat menghasilkan penelitian yang lebih baik. ABSTRACT The existence of cadre is often related with routine servicing in Posyandu (Integrated Post Service/IPS). So a Posyandu cadre must be willing to work voluntarily and sincerely, willing and able to carry out Posyandu activities, and also willing and able to mobilize the community to do and follow the Posyandu activities. The purpose of this study was to determine the effect/the influence of giving counseling to the health cadres to ability in detection of toddlers (children under five) development at Posyandu Dermo, Village of Mulyo Agung, District of Dau, Malang. This study used a pre-experimental method. The sampling method used is purposive sampling with 24 respondents sample that is active cadres taken from 14 Posyandu randomly at Posyandu Dermo, Village of Mulyoagung District of Dau Malang. Data were collected using observation sheet about the ability of cadre to detect the development of children under five that is done two times before and after given counseling. The result of study showed the ability of cadre in detecting the development of toddlers before counseling most of the less category (40%) while the cadre's ability in detecting the development of toddlers after doing the counseling with good category (90%). Based on the t-test statistical test was obtained results (p 0,000) < (0.05) so H1 was accepted which means there is effect/influence before and after given counseling to the ability of cadres in detecting development of toddlers. It is suggested that the results of this research need to be followed up by subsequent researchers using more complete literature, improved SAP, longer time and more in-depth study about the things that can improve cadre ability in detecting the development of children under five at Posyandu in order to produce better research. Keywords : Counseling; Posyandu cadre; The development of the toddler
PELIBATAN ORANG TUA DALAM BINA KELUARGA BALITA (BKB) SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN MOTORIK ANAK USIA TODLLER Daniel Hermantyo Apriyanto; Farida Halis Dyah Kusuma; Hari Sukanto Adi
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.347 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1355

Abstract

Usia toddler merujuk konsep periode kritis dan plastisitas yang tinggi dalam proses tumbuh kembang, maka usia 1-3 tahun sering disebut sebagai kesempatan emas. Melalui program Bina Keluarga Balita (BKB) diharapkan orang tua dapat terlibat untuk memantau perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterlibatan orang tua dalam mengikuti bina keluarga balita terhadap kemampuan motorik anak usia todller. Desain penelitian ini adalah ”Case Control”. Sampling yang digunakan adalah ”Quota sampling” dengan sampel berjumlah 24 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Pra Skrining Perkembangan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kemampuan motorik anak dari orang tua yang mengikuti Bina Keluarga Balita, setengahnya baik, yaitu 50% (7 orang), kemampuan motorik anak dari orang tua yang tidak mengikuti Bina Keluarga Balita, sebagian besar kurang, yaitu 60% (6 orang). Hasil analisis statistik dengan uji t-test design, α (0,05), diperoleh nilai p-value 0,014 < (α) 0,05, sehingga ada pengaruh keterlibatan orang tua dalam mengikuti bina keluarga balita terhadap kemampuan motorik anak usia toddler. Saran bagi peneliti selanjutnya, hasil dari penelitian ini sebagai dasar acuan untuk penelitian lanjutan yang berkaitan dengan masalah penelitian ini. ABSTRACT Age todller refers to the concept of critical periods and high plasticity in the growth process, then aged 1-3 years are often referred to as a golden opportunity. Pass through the education family of children under five years program is expected so that parents are involved to monitor the child's development. This research aims to determine the effect of parental involvement in following education family of children under five years against childhood todller motor ability. Design of this research is "Case Control". The independent variable in this research is Parental Involvement in Following Education Family of Children Under Five Years, and the dependent variable is Childhood Todller Motor Ability. The sampling used is ”Quota sampling” with samples was numbered 24 people. Data collection was conducted on 23 to 28 September 2014, used a questionnaire Pre-Screening Developments. The results of the descriptive analysis showed that the childhood todller motor ability from parents who follow BKB a half good, i.e. 50.0% (7 people), the childhood todller motor ability from parents who do not follow BKB were mostly less, i.e. 60% (6 people). From the results of the statistical analysis with t-test design, α (0.05), acquired p-value of 0.014 α 0.05, so there is an significant effect of parental involvement in following education family of children under five years against childhood todller motor ability. Advice for further researchers, the result of this research as a basic reference for further research be related to the research problem. Keywords: Parental Involvement, Education Family of Children Under Five Years, Motor Skills/ Ability, Childhood Todller
PERBEDAAN SENAM ERGONOMIK DAN YOGA TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI PANTI JOMPO GRIYA KASIH SILOAM MALANG Prudensia Tony Pompang’k Toton; Pertiwi Perwiraningtyas; Vita Maryah Ardiyani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1315

Abstract

Lansia merupakan suatu proses tumbuh kembang ditandai dengan adanya kemunduran fisik, mental, dan sosial yang dialami secara bersamaan. Senam ergonomik adalah teknik senam untuk memperbaiki posisi dan melenturkan sistem saraf dan aliran darah. Senam yoga adalah aktivitas pemusatan seluruh pikiran untuk mengontrol seluruh panca indra dan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara senam ergonomik dan yoga terhadap perubahan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Panti Jompo Griya Kasih Siloam Malang. Penelitian ini mengguanakan desain pre-eksperimental design. Populasi penelitian adalah seluruh lansia yang menderita hipertensi sebanyak 30 responden di Panti Jompo Griya Kasih Siloam Malang. Sampel diambil dengan teknik purposive sample dengan kriteria inklusi yaitu lansia yang tinggal di Panti Griya Kasih Siloam Malang, usia >50 tahun, menderita hipertensi grade 1, dapat melakukan senam dan bersedia menjadi responden sebanyak 20 orang. Data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney didapat rata-rata sistolik 128/129 normal tingi maupun diastolic 85-84 normal tinggi antara senam ergonomik dan yoga dengan nilai p-value>0,05 maka dapat diartikan bahwa H1 ditolak yang berarti tidak ada perbedaan senam ergonomik dan yoga terhadap perubahan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Panti Jompo Griya Kasih Siloam Malang. ABSTRACT Elderly is a process of growth and development characterized by physical, mental, and social setbacks experienced simultaneously. Ergonomic exercises are gymnastic techniques to improve position and flex the nervous system and blood flow. Yoga gymnastics is the activity of concentrating the whole mind to control all five senses and body. This study aims to determine the difference between ergonomic exercise and yoga to changes in blood pressure in elderly people with hypertension at Griya Kasih Siloam Malang Nursing Home. This study uses a pre-experimental design design. The population of this study were all elderly who suffered from hypertension as many as 30 respondents at the Griya Kasih Siloam Malang Nursing Home. Samples were taken by purposive sample technique with inclusion criteria: Elderly people who lived in Griya Kasih Siloam Malang Institution, Age> 50 years, Grade 1 hypertension, Can do gymnastics and Willing to become 20 respondents. Data were analyzed using Mann Whitney test obtained an average of 128/129 high normal systolic and high diastolic 85-84 normal between ergonomic gymnastics and yoga with p-value> 0.05, it means that H1 is rejected which means there is no difference in ergonomic gymnastics and yoga on changes in blood pressure in elderly people with hypertension at Griya Kasih Siloam Malang Nursing Home. Keywords: Ergonomic gymnastics; yoga gymnastics; blood pressure.
HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN ALATKONTRASEPSI HORMONAL SUNTIKAN DEPO MEDROXY PROGESTERONE ACETATE (DMPA) DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN AKSEPTOR KB DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ARJUNO KOTA MALANG Shellia Galuh A.N; Ngesti W. Utami; Erlisa Candrawati
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.132 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1378

Abstract

Pemakaian alat kontrasepsi suntik merupakan cara yang banyak digunakan oleh para ibu. Akan tetapi disadari ataupun tidak selain memiliki keunggulan alat kontrasepsi ini juga memiliki efek samping, yang salah satunya adalah peningkatan berat badan bagi akseptor. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara lama pemakaian alat kontrasepsi suntik DMPA dengan peningkatan berat badan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain penelitian potong lintang atau cross sectional dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 47 responden. Uji statistik dengan menggunakan uji Corelation Pearson Product Moment diperoleh hasil nilai Asymp.Sig (2-sided) adalah 0,140 dengan nilai signifikansi α > (0,05), nilai korelasi sebesar 0,219 yang berarti bahwa tidak terdapat korelasi antara lama pemakaian KB suntik DMPA dengan peningkatan berat badan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan bagi puskesmas untuk memberikan informasi tentang KB suntik kepada akseptor, sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pemilihan alat kontrasepsi yang tepat. ABSTRACT The use of injection contraception is a method that is widely used by mothers. But whether we realize it or not, besides having the advantage of contraception, it also has side effects, one of which is an increase in body weight for acceptors. The purpose of this study was to find out whether there was a relationship between the duration of use of DMPA injection contraception and increasing body weight. The type of research used is descriptive analytic with cross sectional design with a simple random sampling technique. The number of samples in this study were 47 respondents. Statistical tests using the Corelation Pearson Product Moment test obtained the results of the Asymp.Sig (2-sided) value of 0.140. Significance value α > (0.05), the correlation value is 0.219 which means that there is no correlation between the duration of use of DMPA injection KB and the increase in body weight. Based on the results of the study, it can be suggested for primary health provider to provide information about injection KB to acceptors, so that it can be taken into consideration in choosing the right contraception. Keywords : Duration of DMPA injection contraception; Weight gain.
EFEKTIVITAS LATIHAN POSITIVE SELF TALK TERHADAP PENGELOLAAN EMOSI MARAH REMAJA Dwinurasita Harini; Sirli Mardianna Trishinta; Erlisa Candrawati
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1188

Abstract

Remaja memiliki ekspresi emosi yang masih labil. Emosi marah yang berlebihan dapat menimbulkan beberapa masalah antara lain, memukul teman, memaki, mengamuk, perkelahian, pembunuhan, gangguan internal dan disstres. Latihan positive self talk merupakan latihan berbicara positif dalam mengelola emosi marah yang dianggap berguna dan suportif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas latihan positive self talk terhadap pengelolaan emosi marah remaja pada mahasiswa di Orda Ikmasabda Unitri Malang. Penelitian ini menggunakan desain Kuasi Eksperimen yang bersifat nonequivalent control group design, pendekatan penelitian adalah pre test dan post test. Sampel diambil berdasarkan teknik random sampling dengan jumlah sampel 28 orang yang terdiri dari kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner pengelolaan emosi marah yang terdiri dari 29 pertanyaan. Data dianalisis menggunakan uji Paired T-test untuk mengetahui perbedaan pengelolaan emosi marah pada masing-masing kelompok dan uji Independent T-test untuk mengetahui perbedaan pengelolaan emosi marah pada kedua kelompok. Hasil penelitian didapatkan rerata pengelolaan emosi marah meningkat pada kelompok perlakuan sebanyak 30,5, sedangkan pada kelompok kontrol rerata pengeloaan emosi marah mengalami penurunan sebanyak 1,0. Hasil analisis post testpada kelompok kontrol dan perlakuan sesudah diberikan latihan positive self talk diperoleh nilai signifikansi (p = 0,000) sehingga disimpulkanbahwa latihan positive self talk efektif terhadap pengelolaan emosi marah remaja pada mahasiswa di Orda Ikmasabda Unitri Malang. Saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan mempertimbangkan pemberian perlakuan dalam waktu yang sama dan mencari lama waktu pemberian latihan positive self talk sehigga memastikan dapat meningkatkan pengelolaan emosi marah. ABSTRACT Adolescent has ekspression of emotionally labile. Emotion too much anger can grow some problems other means, cursing, rampaging, fighting, killing, internal troble and disstres. Positive self talk training is an speaking positively exercise anger emotions management useful and supportive. The purpose of this study was to determine the effect of positive self talk training on the anger management of angry adolescent at Ikmasabda Unitri Malang. This study used a Quasi Experiment design with Nonequivalent Control Group Design, this study used pre test and post test approach. Sample was taken based on random sampling technique with a sample of 28 people consisting of the control group and treatment group. Instrument used is an anger management questionnaire consisting of 29 questions. Data were analyzed using Paride T-test to determine the differences in the anger management in each group and the Independent T-test to determine the differences in the anger management in both groups. The results of the study showed that the mean of anger management increased in the treatment group by 30.5, while in the mean control group the anger management decreased by 1.0. The results of the post-test analysis in the control and treatment groups after being given positive self-talk training obtained a significance value (p = 0.000) so there was an effect of positive self talk training on anger management of adolescent at Ikmasabda Unitri Malang. Suggestions for future researchers are expected to consider giving treatment at the same time so that it can improve the validity of research results and look for the length of time giving positive self talk exercises so that it can improve anger management. Keywords : Adolescent; management of angry emotion; positive self talk.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KOMPLIKASI HIPERTENSI PADA LANSIA DI POSYANDU PERMADI KELURAHAN TLOGOMAS KOTA MALANG Kristina Koni Ngongo; Tavip Dwi Wahyuni; Nia Lukita Ariani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1306

Abstract

Perilaku pencegahan komplilkasi hipertensi yang dilakukan lansia perlu didukung oleh adanya dukungan keluarga seperti memberi nasehat, tindakan, dan informasi kesehatan tentang cara berperilaku hidup sehat. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan komplikasi hipertensi pada lansia di Posyandu Permadi Kelurahan Tlogomas Kota Malang. Desain penelitian mengunakan desain observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 33 orang dengan penentuan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner dukungan keluarga dan perilaku pencegahan komplikasi hipertensi. Metode analisis data yang di gunakan yaitu uji korelasi product moment. Hasil penelitian membuktikan hampir seluruh lansia (78,8%) mendapatkan dukungan keluarga dengan kategori cukup dalam pencegahan komplikasi hipertensi dan sebagian besar lansia (63,6%) berperilaku pencegahan komplikasi hipertensi dengan kategori cukup. Hasil uji korelasi product moment menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan perilaku pencegahan komplikasi hipertensi pada lansia di Posyandu Permadi Kelurahan Tlogomas Kota Malang. Keluarga perlu memberi dukungan cukup pada lansia untuk pencegahan komplikasi hipertensi seperti mengingatkan lansia agar tidak mengkonsumsi makanan asin dan makanan instan berlebihan, serta mengingatkan lansia untuk mencukupi kebutuhan tidur saat malam hari. ABSTRACT Behaviour of preventing hypertension by the elderly should be supported by family such as giving advicef, actions, and health information about the way healthy life. The purpose of the study is determine the relationship between family of living heahsily support and in elderly in clinc Permadi Tlogomas Malang. The research design used analytic observation design with cross sectional approach. Samples of this study were 33 people determined by preventing hypertension complicakens purposive sampling. Data collection techniques used instruments such as guestionnaices of family support and data analysis method used is product moment correlation test by using SPSS. The results show that almost all of elderly get (78.8%) enough family support in prevention of hypertension complication and most elderly (63.6%) fine have behaviou .The result of correlation test shows a significant correlation between family support with in elderly at clinc Permadi Tlogomas Malang. The family needs to give enough support for elderly to the prevention hypertension complications such as reminding the elderly not to consume salty food and excessive instant food, and remind the elderly to meet the needs of sleep at night. Keywords : Family support; elderly; prevention behavior hypertension complications.
HUBUNGAN PERILAKU PEMAKAIAN LAPTOP DENGAN KEJADIAN COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) Megawati Nur Anggraeni; Atti Yudiernawati; Ani Sutriningsih
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.225 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1369

Abstract

Pemakaian laptop dapat menimbulkan suatu keluhan kesehatan yang disebut dengan Computer Vision Syndrome. Sindrom ini dipengaruhi dari penerapan sistem ergonomi yang tidak baik pada mahasiswa yang menggunakan laptop. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis hubungan perilaku pemakaian laptop dengan kejadian computer vision syndrome pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan metode cross sectional, Teknik sampling adalah Simple random sampling dengan sampel 67 responden. Pengumpulan data dengan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan responden memiliki perilaku pemakaian laptop kurang baik sebanyak 37 orang (55,2%), kejadian Computer Vision Syndrome negatif 40 orang (59,7%) dan berdasarkan hasil uji korelasi Spearman Rank dengan signifikasi 95% didapatkan nilai p-value sebesar 0,000. Nilai ini kurang dari alpha 0,05 artinya Ho ditolak sehingga dalam pengujian statistik dalam penelitian ini menyatakan ada hubungan yang signifikan antara perilaku pemakaian laptop dengan kejadian Computer Vision Syndrome pada Mahasiswa angkatan 2009 Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Berdasarkan hasil penelitian diatas, bagi peneliti selanjutnya bisa dikaji tentang hubungan perilaku pemakaian laptop dengan ketajaman penglihatan. Informasi mengenai perilaku pemakaian laptop yang benar beserta dampaknya perlu disosialisasikan secara luas agar pengguna laptop terhindar dari kejadian computer vision syndrome. ABSTRACT The use of a laptop can cause a health complaint called Computer Vision Syndrome. This syndrome is influenced by the application of ergonomic systems that are not good for students who use laptops. The purpose of this study was to identify and analyze the relationship of laptop usage behavior with Computer Vision Syndrome in nursing students at Nursing Science Study Program, Faculty Of Health Science, Tribhuwana Tunggadewi University. This research was a descriptive correlative study with cross sectional method. The sampling technique was simple random sampling with a sample of 67 respondents. Collecting data with a questionnaire. The results showed that respondents had poor laptop usage behavior as many as 37 people (55.2%), the incidence of negative Computer Vision Syndrome was 40 people (59.7%) and based on the Spearman Rank correlation test results with a significance of 95% p -value of 0,000. This value is less than alpha 0.05, which means that H0 is rejected, so in statistical tests in this study states that there is a significant relationship of laptop usage behavior with Computer Vision Syndrome in nursing students 2009 generation at Nursing Science Study Program, Faculty Of Health Science, Tribhuwana Tunggadewi University. Based on the results of the above research, for the next researcher can be studied about the relationship between the behavior of laptop use and visual acuity. Information about the correct behavior of laptop use and its impact needs to be widely disseminated so that laptop users avoid the occurrence of computer vision syndrome Keywords: Computer Vision Syndrome (CVS); laptop usage behavior.

Page 6 of 74 | Total Record : 739