cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2015)" : 8 Documents clear
PERSEPSI DAN PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP PENGUNAAN RUANG TERBUKA PUBLIK DI LAPANGAN SPARTA TIKALA KOTA MANADO Wambes, Wahyu Firdaus
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang terbuka publik adalah suatu tempat umum dimana masyarakat melakukan aktivitas rutin dan fungsional yang mengikat sebuah komunitas, baik rutinitas normal dari kehidupan sehari-hari maupun dalam perayaan yang periodik. Lapangan Sparta Tikala Kota Manado  digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas seperti, aktivitas olahraga, keagamaan,dan rekreasi/bersantai Dalam hal penggunaan ruang, Lapangan Sparta Tikala seharusnya memiliki kualitas yang layak, ditinjau dari ketersediaan fasilitas dan elemen pendukung yang tersedia, maka peran masyarakat sebagai pengunjung dianggap penting terhadap penilaian kualitas tersebut ditinjau dari persepsi dan preferensi mereka.Tujuan penelitian ini menganalisis persepsi dan preferensi masyarakat berdasarkan kualitas secara fisik dan non fisik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan analisa menggunakan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, persepsi masyarakat untuk ukuran fasilitas yang telah memenuhi yaitu lapangan terbuka dan area jogging track, dan yang belum memenuhi yaitu ukuran lapangan basket. Kondisi fasilitas yang dinilai terawat yaitu lapangan terbuka,sedangkanyang dinilai kurang terawat yaitu area jogging track dan lapangan basket. Keamanan dan kenyamanan ketika berkunjung yaitu dinilai aman dan nyaman, dan kemudahan akses masyarakat ketika berkunjung yaitu mudah dalam mengakses/mengunjungi. Preferensi masyarakat untuk ukuran fasilitas yang penting dilakukan perluasan yaitu lapangan basket, dan yang tidak penting dilakukan perluasan yaitu lapangan terbuka dan area jogging track, kondisi fasilitas dan elemen yang penting dilakukan perawatan yaitu semua fasilitas dan elemen yang ada. Fasilitas dan elemen yang penting untuk ditambah jumlah yaituarea tempat parkir, tempat sampah, toilet dan vegetasi, Desain dari fasilitas dan elemen yang penting untuk diganti/ditambah desainnya yaitu drainase. Kata Kunci : Persepsi, Preferensi, Penggunaan Ruang Terbuka Publik
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI SEKITAR KAWASAN PELABUHAN BITUNG Bulamei, Alexa Puspa; Tarore, Raymond Ch.; Moniaga, Ingerid L
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan suatu wilayah akan terus terjadi dari hari ke hari secara dinamis bersamaan dengan perkembangan jumlah penduduk dan aktivitas penduduk di dalamnya, akan mengakibatkan meningkatnya permintaan lahan yang dipergunakan untuk menyelenggarakan kegiatan, sehingga saat ini lahan menjadi sesuatu yang memiliki nilai tinggi. Secara umum perkembangan fisik kota Bitung serta penggunaan lahannya dipengaruhi oleh keberadaan pelabuhan sebagai titik tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan penggunaan lahan yang telah terjadi, dan bagaimana keberadaan Pelabuhan Bitung mempengaruhi penggunaan lahan yang ada di kawasan sekitarnya. Data yang diperlukan adalah data primer mencakup karakteristik responden dan karakteristik lahan melalui wawancara dan observasi langsung. Data Sekunder mencakup studi literatur, dokumen teknis dari instansi yang berhubungan melalui permintaan data ke instansi terkait. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif dan aplikasi GIS dengan data time series dari tahun 2006 dan tahun 2014. Kesimpulan yang diperoleh yaitu perubahan penggunaan lahan terjadi pada kawasan sekitar Pelabuhan  Bitung yang mencakup Kelurahan Bitung Timur. Lahan terbangun pada tahun 2006 di kawasan sekitar Pealabuhan Bitung 41,36 Ha mengalami peningkatan perubahan luas 7,69Ha sehingga pada tahun 2015 menjadi 49,05Ha. Dengan perubahan trend terbesar yaitu perubahan penggunaan lahan kosong menjadi lahan terbangun. Pelabuhan Bitung mempengaruhi perkembangan Kota Bitung terlihat dari pesebaran jenis penggunaan lahan. Terlebih khusus Pelabuhan Bitung mempengaruhi nilai lahan kawasan disekitarnya sehingga menyebabkan masyarakat melakukan perubahan penggunaan lahan mereka menjadi areal komersil. Kata kunci : Perubahan Penggunaan Lahan, kawasan sekitar Pelabuhan Bitung
KETERKAITAN PERUBAHAN FUNGSI LAHAN DENGAN PERUBAHAN FUNGSI DAN INTENSITAS BANGUNAN PADA KAWASAN SEPANJANG KORIDOR BOULEVARD DI DEPAN KAWASAN MEGAMAS Wattimena, Brian Erfino; Tondobala, Linda; Tarore, Raymond Ch.
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan lahan di kawasan perkotaan semakin meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan kegiatan sosial ekonomi. Kota Manado adalah salah satu kota yang cukup cepat pertumbuhan ekonominya Hal tersebut dapat dilihat hingga saat ini yang terjadi di Kota Manado yaitu terus muncul berbagai pusat kegiatan barang dan jasa baru untuk menunjang kegiatan masyarakat kota Manado. Kondisi ini memicu perubahan fungsi lahan yang terjadi  di sepanjang koridor Boulevard di depan Kawasan Megamas, yang secara langsung juga mempengaruhi perubahan fungsi dan intensitas bangunan di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana perubahan fungsi lahan dan keterkaitan perubahan fungsi lahan dengan fungsi dan intensitas bangunan. Metode dalam penelitian ini adalah Kuantitatif dengan analisis korelasional Tabulasi Silang untuk melihat hubungan antar variable, Adapun analisis yang dipakai yaitu analisis pertumbuhan okupasi penduduk untuk melihat kronologis perkembangan pemanfaatan fungsi lahan dan fungsi bangunan pada lokasi penelitian yang dijelaskan secara deskriptif. Hasil studi yang diperoleh menunjukan bahwa perubahan fungsi lahan yang paling dominan terjadi pada koridor Boulevard di depan Kawasan Megamas adalah Kawasan perdagangan dengan laju pertumbuhan 110%, sedangkan untuk laju pertumbuhan terendah adalah kawasan permukiman dengan laju pertumbuhan -73,71%. Sementara untuk fungsi dan intensitas bangunan dapat dilihat bahwa hampir keseluruhan hasil responden menjawab telah terjadi dua kali perubahan fungsi bangunan, dengan instensitas bangunan didominasi oleh fungsi campuran berupa Kost, Toko, Kost dan Toko, Restoran, dan Bengkel. Hasil ini diharapkan dapat dijadikan masukan  dalam pengendalian penataan bangunan.   Kata Kunci: Keterkaitan, Perubahan, Fungsi Lahan, Intensitas Bangunan
PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA DI PULAU SALIBABU KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Timburas, Mainart Aramana; Malik, Andi; Rompas, Leidy M
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pariwisata merupakan kegiatan yang strategis untuk dikembangkan. Pengembangan  pariwisata ini tidak terlepas dari keberadaan sumber daya alam maupun sumber daya buatan sebagai potensi daerah yang dimilikinya. Pulau Salibabu merupakan salah satu Pulau yang terdapat di Kabupaten Kepulauan Talaud yang memilki potensi akan pariwisata, yang diantaranya terdapat empat obyek wisata yang berpotensial untuk bisa terus dikembangkan yaitu Obyek wisata Pulau Sara besar dan Sara kecil, Pantai Sereh, Pantai Tiwuda, dan Goa Wuidduanne. Namun keberadaan infrastruktur, sarana dan prasarana, serta fasilitas pendukung lainnya pada obyek wisata yang masih kurang dan belum cukup memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik obyek wisata yang ada di Pulau Salibabu Kabupaten Kepulauan Talaud yang kemudian merumuskan usulan pengembangan kawasan obyek wisata di Pulau Salibabu Kabupaten Kepulauan Talaud. Analisis yang digunakan untuk penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis SWOT  dengan menggunakan Matriks IFAS dan EFAS, Matriks SWOT serta analisis kebijakan. Hasil analisis deskriptif menemukan karakterisik dari pada empat obyek wisata yang ada di Pulau Salibabu. Hasil analisis Matriks IFAS dan EFAS menunjukkan potensi dari semua obyek  wisata yang ada sangat layak untuk bisa dikembangkan. Hasil analisis kebijakan menunjukkan jenis wisata alam dan bahari sangat berpeluang untuk terus dikembangkan di kawasan obyek wisata Pulau Salibabu. Matriks SWOT menunjukan arahan dan usulan terhadap pengembangan potensi wisata yang ada di Pulau Salibabu.     Kata kunci: Pariwisata, Pulau Salibabu, Pengembangan Potensi Wisata
Studi Kemacetan Lalu Lintas Di Pusat Kota Ratahan Margareth, Melisa; Franklin, Papia; Warouw, Fela
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ratahan merupakan ibukota Kabupaten Minahasa Tenggara, yang memiliki luas 6.163 Ha. Sebagai ibukota, Ratahan menjadi pusat pemerintahan dan pusat kegiatan perdagangan dan jasa sebagaimana terdapat dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Minahasa Tenggara yang menetapkan Kota Ratahan sebagai Pusat Kegiatan Wilayah Perkotaan (PKWp). Oleh karena itu, terdapat faktor-faktor yang menimbulkan kemacetan di kota Ratahan. Untuk mencari faktor-faktor yang menyebabkan kemacetan di pusat kota Ratahan, digunakan analisis deskriptif kualitatif, dengan melakukan penyebaran kuesioner kepada responden yang biasa melakukan perjalanan ke pusat kota Ratahan. Berdasarkan hasil analisis lokasi dan analisis wilayah ditemukan faktor internal dan faktor eksternal yang menyebabkan kemacetan di pusat kota Ratahan. Faktor internal yang ditemui adalah kapasitas jalan yang tidak memenuhi standar pemerintah. Pengaruh penggunaan lahan di pusat kota yang menyebabkan tingginya arus lalu lintas dan menimbulkan hambatan samping. Sedangkan faktor eksternalnya adalah jalan provinsi adalah satu-satunya akses utama untuk menuju dan keluar dari wilayah kabupaten Minahasa Tenggara. Aksesibilitas yang menghubungkan antar wilayah dan pusat-pusat kegiatan kawasan di Minahasa Tenggara hanya melalui jalan provinsi. Oleh sebab itu, diharapkan kepada pemerintah agar memikirkan pembukaan jalan alternatif, penyebaran fungsi kawasan secara merata di setiap kecamatan, mengurangi hambatan samping seperti parkir liar di sisi jalan.   Kata Kunci: Kemacetan, Faktor Penyebab, Ratahan
ANALISIS KEBUTUHAN PRASARANA DAN SARANA PARIWISATA DI KAWASAN TAMAN NASIONAL BUNAKEN KECAMATAN BUNAKEN KEPULAUAN KOTA MANADO Agusbushro, Raden; Makarau, Vicky H; Sembel, Amanda
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya peranan pariwisata dalam pembangunan ekonomi sudah tidak diragukan lagi, menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan di dalam perolehan devisa, penciptaan lapangan kerja, maupun pengentasan kemiskinan. Taman Nasional Bunaken Kecamatan Bunaken Kepulauan Kota Manado, yang terdiri dari tiga pulau. Pertama Pulau Bunaken, kedua Pulau Siladen, dan ketiga Pulau Manado Tua, merupakan salah satu tujuan wisata andalan di Kota Manado. Namun kebutuhan prasarana dan sarana pariwisata sebagai penunjang kegiatan ditempat wisata kawasan Taman Nasional Bunaken Kecamatan Bunaken Kepulauan, sampai saat ini dapat dikatakan masih belum terpenuhi secara maksimal. Penelitian ini mengkaji tentang ketersediaan prasarana dan sarana pariwisata di kawasan Taman Nasional Bunaken Kecamatan Bunaken Kepulauan dan kebutuhan prasarana dan sarana pariwisata di kawasan Taman Nasional Bunaken Kecamatan Bunaken Kepulauan. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode anilisis statistik deskriptif yaitu mencari frekuensi (presentase), serta angka-angka yang disusun dalam tabel. Analisis kebutuhan prasarana dan sarana pariwisata bertujuan untuk mengetahui apa saja kebutuhan prasarana dan sarana pariwisata di kawasan Taman Nasional Bunaken Kecamatan Bunaken Kepulauan dan analisis SWOT digunakan untuk mengetahui perkembangan pariwisata di kawasan Taman Nasional Bunaken Kecamatan Bunaken Kepulauan. Dari hasil penelitian di dapat bahwa ketersediaan prasarana dan sarana pariwisata di kawasan Taman Nasional Bunaken Kecamatan Bunaken Kepulauan belum terpenuhi secara maksimal. Sehingga pelayanan kepada para wisatawan belum terlayani dengan baik dan maksimal dalam hal kebutuhan prasarana dan sarana pariwisata. Oleh sebab itu, perlu adanya penyediaan prasarana dan sarana pariwisata secara baik dan maksimal agar dapat memenuhi kebutuhan wisatawan yang berwisata di kawasan Taman Nasional Bunaken Kecamatan Bunaken Kepulauan. Kata kunci: Prasarana dan sarana pariwisata
ANALISIS DAYA TARIK “MANTOS MALL” BAGI MASYARAKAT KOTA MANADO Gogugu, Zet; Poluan, R. J.; Malik, Andy
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan adanya pembangunan di wilayah kecamatan Sario maka dampak yang timbul bagi kota manado adalah jalur lambat atau yang kita kenal dengan macet. Karena  adanya daya tarik Manado Town Square bagi masyarakat Kota Manado makah Wilayah Kecamatan Sario mengalami kemacetan, sehingga kita perlu melakukan observasi dengan tujuan mengetahui jenis-jenis fasilitas perbelanjaan apa saja yang ada didalam Manado Town Square, dan yang menjadi daya tarik bagi Masyarakat Kota Manado sehingga masyarakat Kota Manado lebih memilih ke Manado Town Square dibandingkan ke Mega Mall, MTC,ATC, dan Multi Mart. Kemudian data yang diperoleh di klasifikasikan  menjadi dua kelompok data yaitu data kuantitatif  yang berbentuk angka-angka dan data kualitatif yang dinyatakan dalam kata-kata atau symbol, dan  data kualitatif akan berguna untuk menyertai dan  melengkapi gambaran yang diperoleh dari data kuantitatif kemudian di deskripsikan. Hasil penelitian ini menunjukan sarana dan prasana yang dimiliki Manado Town Square adalah :Satu Department Store yaitu Matahari departmen store, satu Hypermarket  yaitu hypermart, 66 fasilitas fashion, 9 fasilitas ektonik. 3 fasilitas tempat bermain annak-anak, 3 fasilitas hiburan untuk orang dewasa, dan 27 fasilitas restoran.Lahan parkir yang tersedia bagi pengunjung Manado Town Square yang terletak dekat dengan 4 pintu masuk dengan berbagai jenis moda transportasi. Maka dapat disimpulkan bahwa Manado Town Square miliki daya tarik terhadap aksesibilitas dan tata guna lahan bagi masyarakat, memiliki Fasilitas perbelanjaan yang lengkap, dan fasilitas rekreasi yang lengkap. Dan  aksesibilitasnya baik dengan jarak yang tidak terlalu jauh, muda di capai,nyaman untuk melakukan perjalanan dan tidak terlalu memakan waktu yang lamah ketika melakukan perjalanan ke pusat perbelanjaan ini serta ketersedianan parkir yang teratur dan parkir yang di sediakan dekat dengan setiap pintu masuk sehingga ini yang menjadi daya tarik bagi masyarakat kota manado. Kata Kunci :Daya Tarik Mantos, Fasilitas, Aksesibilitas, Lokasi
ANALISIS PEMANFAATAN RUANG PADA KAWASAN RESAPAN AIR DI KELURAHAN RANOMUUT KECAMATAN PAAL DUA KOTA MANADO Resubun, Erlando E. R.; Tarore, Raymond Ch.; Takumansang, Esly
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak daerah resapan air yang mengalami alih fungsi menjadi permukiman dan perdagangan/jasa mengakibatkan berkurangnya luas pada kawasan resapan air itu sendiri. Seperti yang terjadi di Kelurahan Ranomuut Kecamatan Paal II Kota Manado.Peneltian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persebaran kawasan resapan air yang ada di Kelurahan Ranomuut dan mengkaji pemanfaatan ruang pada kawasan resapan air di Kelurahan Ranomuut. Untuk mencapai tujuan penelitian, metode  analisis data yang dipakai unutk menunjang penelitian ini adalah menggunakan metode overlay (Tumpang susun) dengan software Sistem Informasi Geografi (SIG) dan skoring data untuk mengidentifikasi kawasan resapan air. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa: Distribusi kelas kesesuaian kawasan resapan air di Kelurahan Ranomuut terdiri atas kurang sesuai, cukup sesuai, dan tidak sesuai. Luas wilayah dengan kelas kurang sesuai adalah 75,30 Ha, luas wilayah dengan kelas cukup sesuai adalah 17,68 Ha, dan luas wilayah dengan kelas tidak sesuai adalah 18,36 Ha. Dalam hal pemanfaatan  ruang, ditemui adanya perubahan penggunaan lahan yang terjadi pada tahun 2000-2014 di Kelurahan Ranomuut. Perubahan yang terjadi adalah peningkatan luasan permukiman sebesar 80,69%, dan pengurangan luasan ladang-kebun sebesar 37,24%.   Kanta Kunci : Resapan Air, Pemanfaatan Ruang

Page 1 of 1 | Total Record : 8