cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2018)" : 20 Documents clear
ANALISIS KETERSEDIAN PRASARANA PERSAMPAHAN DI PULAU KUMO DAN PULAU KAKARA DI KABUPATEN HALMAHERA UTARA Dobiki, Joflius
SPASIAL Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan masalah utama yang dihadapi oleh masyarakat yang ada di Pulau Kumo dan Pulau Kakara. Sistem pengelolaan persampahan yang buruk bahkan tidak tersedianya sarana pengumpulan sampah sementara (TPS) sehingga budaya perilaku masyarakat yang ada di Pulau Kumo dan Pulau kakara dalam Penanganan sampah dengan cara membakar dan menimbun di dalam tanah sehingga dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan maupun secara langsung terhadap kesehatan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk (1). Menganalisis kondisi Prasarana Persampahan yang ada di Pulau Kumo dan Pulau kakara, (2). Menganalisis ketersediaan Prasarana Persampahan di Pulau Kumo dan Pulau Kakara. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini yakni memadukan antara metode analisis kualitatif dan kuantitatif dengan memakai pedekatan secara deskriptif yaitu analisis objek penelitian. hasil observasi dilapangan tidak terdapat sarana pengumpulan sampah sementara (TPS) akibatnya penduduk setempat menggunakan cara membakar sampah dan membuang ke laut.Kata kunci : Prasarana Persampahan, Jenis Sampah, Sumber Sampah
PENGARUH KAWASAN MINAPOLITAN TERHADAP TATA RUANG KECAMATAN TATAPAAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN Syahputra, Dio Indra; Mononimbar, Windy J.; Lakat, Ricky M. S.
SPASIAL Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Minahasa Selatan memiliki wilayah pesisir yang mempunyai garis pantai sepanjang kurang lebih 168,59 Km dari Kecamatan Sinonsayang sampai Kecamatan Tatapaan. Di Minahasa Selatan konsep Minapolitan mulai diterapkan mengingat potensi perairan yang dimilikinya. Dengan adanya kawasan Minapolitan ini mempengaruhi langsung perkembangan tata ruang sekitarnya seperti munculnya kawasan-kawasan industri dan berkurangnya daerah permukiman di sekitarnya serta meningkatnya infrastruktur setempat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kawasan Minapolitan terhadap Tata Ruang di Kecamatan Tatapaan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode path analysis. Dari hasil penelitian yang dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kawasan Minapolitan mempengaruhi tata ruang di Kecamatan Tatapaan Kabupaten Minahasa Selatan. Tiga aspek yang diteliti yaitu luas permukiman dipengaruhi dari ketiga aspek dari Minapolitan yakni pendapatan penduduk, hasil penangkapan ikan dan jumlah penduduk, luas jalan dipengaruhi dari aspek pendapatan penduduk sedangkan aspek luas perdagangan & jasa dipengaruhi dari aspek hasil penangkapan ikan dan jumlah penduduk.Kata Kunci: Kawasan minapolitan, Kecamatan Tatapaan,Pengaruh, Tata Ruang
TINGKAT KEKUMUHAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH BANTARAN SUNGAI DI KELURAHAN BUOL, KECAMATAN BIAU, KABUPATEN BUOL Fatmawati, Andi Dwi
SPASIAL Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Buol memiliki luas wilayah 51 Ha, dengan jumlah penduduk 7.179 jiwa dan 1.754 KK. Kondisi Kelurahan Buol dimana peningkatan jumlah penduduk yang terus meningkat sehingga menjadi kepadatan yang tinggi. Tujuan  mengidentifikasi kondisi permukiman dan menganalisis tingkat kekumuhan permukiman bantaran sungai di Kelurahan Buol. Metode yang digunakan di penelitian ini metode skoring dalam melakukan identifikasi Kawasan permukiman kumuh dengan menggunakan tujuh indikator kekumuhan dari Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman, 2016 yaitu: kondisi bangunan, kondisi jalan lingkungan, kondisi drainase lingkungan, kondisi penyediaan air minum, kondisi pengelolaan air limbah, kondisi pengelolaan persampahan dan kondisi proteksi kebakaran. Populasi manusia dan wilayah meliputi seluruh Kelurahan Buol. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 93 responden. Analisis menggunakan presentase dan pembobotan berdasarkan kriteria tingkat kekumuhan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi bangunan, jalan lingkungan, penyediaan air minum, kondisi drainase, kondisi pengelolaan air limbah, kondisi pengelolaan persampahan dan proteksi kebakaran masih rendah. Berdasarkan pembobotan tingkat kekumuhan, Kelurahan Buol berada pada kategori kumuh berat yaitu 78. Faktor yang menjadikan Kelurahan Buol menjadi kumuh adalah faktor kondisi bangunan dan kondisi prasarana dan sarana. Kata Kunci : Kekumuhan, Kawasan Kumuh, Skoring, Kelurahan Buol
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MASYARAKAT DALAM MEMILIH LOKASI HUNIAN PERI URBAN STUDI KASUS : PERUMAHAN GRIYA PANIKI INDAH Saputra, Chrissanto Alex
SPASIAL Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hunian merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang menyangkut kelayakan dan taraf kesejahteraan hidup masyarakat. Kecamatan Mapanget sebagai KASIBA (kawasan siap bangun), dan pembangunan dari bermacam - macam sektor yang telah dilakukan dari sektor perdagangan dan jasa, sektor perumahan pemukiman dll (Sumber : RTRW Kota Manado 2014 – 2034). Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik masyarakat memilih lokasi hunian Peri Urban Kota Manado dan menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam memilih lokasi hunian di daerah pinggiran kota khususnya Perumahan Griya Paniki Indah. Penelitian ini menggunakan metode metode deskriptif dan analisa menggunakan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, karakteristik masyarakat memilih lokasi hunian Perumahan GPI yaitu : Tingkat pendidikan rata – rata penduduk di Perumahan Griya Paniki Indah adalah tamatan SMP/Sederajat (18.5%), Tingkat pendidikan SMA/Sederajat (37.5 %) dan Akademi/Perguruan Tinggi (44%). Jenis Pekerjaan penduduk di Perumahan Griya Paniki Indah sebagai Pegawai Swasta (28.5 %). Sedangkan jenis mata pencaharian lainnya yaitu PNS (22.5 %), Anggota TNI/Polri (17 %), Wiraswasta (19.5 %), dan tokoh agama (12.5 %). Rata – rata penghasilan penduduk di Perumahan Griya Paniki Indah adalah berkisar Rp.2.500.000 - Rp.5.000.000, hingga > Rp.5.000.000. Sedangkan faktor - faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam memilih lokasi hunian di daerah pinggiran kota khususnya Perumahan Griya Paniki Indah yaitu : ketersediaan sarana perbelanjaan, sarana pendidikan dan kesehatan sangat berpengaruh bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian, dari segi fisik, lokasi Perumahan GPI cukup strategis, dan harga lahan terjangkau serta lokasi Perumahan GPI bebas longsor dan bebas banjir. Sarana penunjang perumahan cukup tersedia seperti sarana kesehatan, pendidikan, perdagangan dan jasa namun kondisi jalan cukup rusak serta kurangnya bak sampah.Kata Kunci : Hunian, Peri Urban, Perumahan, Kecamatan Mapanget
EVALUASI PENGELOLAAN PERSAMPAHAN DI KOTA MANADO (STUDI KASUS: KEC. WENANG) Albanjar, Mutmaina; Poluan, R. J.; Rengkung, Michael M
SPASIAL Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peraturan Daerah Kota Manado No 3 Tahun 2011 Tentang Retribusi Jasa Umum, Pasal 1 sudah  diatur tata cara pengelolaan sampah, Pasal 19 menetapkan tarif retribusi persampahan. Akan tetapi pengelolaan persampahan di Kota Manado khususnya Kecamatan Wenang belum optimal. Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang mempengaruhi pengelolaan sampah di Kecamatan Wenang, penulis menggunaka metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu melukiskan hasil penelitian dalam bentuk kata-kata atau kalimat-kalimat sehingga dengan demikian penulis menguraikan secara mendalam hasil penelitian tersebut sesuai dengan keadaan yang sebenarnya yang terjadi di lapangan. Dari hasil penelitian ini Dinas Lingkungan Hidup, serta pemerintah setempat sudah mengupayakan menerapkan aturan terkait, akan tetapi keterbatasan armada pengangkut sampah dan kurangnya kepedulian dari masyarakat setempat yang menjadi hambatan dalam pengelolaan sampah. Kata Kunci : Pengelolaan, Sampah, Kota Manado
ANALISIS KETERSEDIAAN LAHAN PERMUKIMAN DI KOTA KOTAMOBAGU Umamit, Praditia Supanji; Warouw, Fella; Takumansang, Esli D.
SPASIAL Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota – Kotamobagu adalah kota yang tergolong kecil dan memiliki empat kecamatan, serta  33 desa/kelurahan dari empat kecamatan. Kotamobagu mempunyai luas wilayah 6.811 Ha, dengan luas permukiman sebesar 1.434,82 Ha,sebagian lahan yang belum terbangun. Bagaimanakah kondisi kawasan permukiman, serta ketersediaan lahan permukiman di Kota-Kotamobagu. Tujuan penelitian menganalisis ketersediaan lahan permukiman di Kota-Kotamobagu. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif dengan tenik analisis spasial  overlay. Analisis spasial ini dilakukan untuk melihat kondisi eksisting permukiman Kota – Kotamobagu, serta ketersediaan lahan permukiman berdasarkan kemampuan lahan yang melalui satuan kemampuan lahan (SKL).  Hasil penelitian ini menunjukan ketersediaan lahan permukiman yang paling banyak adalah Kec. Kotamobagu Selatan 2602,3 Ha, Kec. Kotamobagu Timur 1116,45 Ha, Kec. Kotamobagu Utara 888,67 Ha, dan yang terakhir 768,79 Ha. Total keseluruhan kemampuan lahan untuk permukiman sebersar 5376,21 Ha.Kata Kunci: Permukiman, Ketersediaan, Kemampuan Lahan, Kota-Kotamobagu 
PEMETAAN ZONA RESAPAN AIR TAHURA H. V. WORANG GUNUNG TUMPA SEBAGAI INPUT PERENCANAAN DESAIN TAPAK KAWASAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOSPASIAL Ratag, Andreas; Kindangen, Jefrey I.; Moniaga, Ingerid L.
SPASIAL Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahura H. V. Worang Gunung Tumpa merupakan salah satu infrastruktur hijau yang harus dilestarikan fungsinya guna meredam suhu panas perkotaan (urban heat island) akibat berkurangnya fungsi vegetasi dan konservasi air. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi zona resapan air, menganalisis tingkat kekritisan zona - zona resapan air dan menghasilkan rekomendasi sebagai input pada dokumen perencanaan desain tapak Tahura H. V. Worang Gunung Tumpa . Penelitian ini mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan spasial (spatial approach). Analisis spasial menggunakan metode tumpangsusun (overlay) pada perangkat lunak sistem informasi geografis. Penelitian ini menghasilkan distribusi kelas kekritisan resapan air yang baik dan tersebar pada blok – blok pengelolaan. Blok perlindungan memiliki luasan kelas kekritisan resapan air baik sebesar 27,60 Ha, blok pemanfaatan dengan luasan 113,22 Ha, blok koleksi dengan luasan 6,76 Ha, blok rehabilitasi dengan luasan 47,22 Ha, blok religi, budaya dan sejarah dengan luasan sebesar 0.30 Ha dan blok tradisional dengan luasan 11,40 Ha.Kata Kunci: Resapan Air, Desain Tapak, Tahura H.V. Worang, Gunung Tumpa
ANALISIS SPASIAL TINGKAT KERENTANAN BENCANA GUNUNG API LOKON DI KOTA TOMOHON Gosal, Lisa Christie; Tarore, Raymond Ch.; Karongkong, Hendriek H.
SPASIAL Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung Lokon merupakan gunung api aktif yang terletak di Kota Tomohon dengan tipe gunung A atau stratovolcano. Bahaya primer letusan Gunung api Lokon (bahaya langsung akibat letusan) adalah luncuran awan panas, lontaran piroklastik (bom vulkanik, lapilli, pasir dan abu) dan mungkin aliran lava. Sedangkan bahaya sekunder (bahaya tidak langsung akibat letusan) adalah lahar hujan yang terjadi setelah letusan dan apabila turun hujan lebat di sekitar puncak. Oleh karena itu, untuk meminimalisir dampak dari bencana tersebut diperlukan analisis mengenai tingkat kerentanan yang sangat berkaitan dengan penilaian resiko sebagai upaya penanggulangan bencana untuk perencanaan dan pengembangan daerah Kota Tomohon. Tujuan dari penelitian ini adalah teridentifikasinya tingkatan kerentanan bencana letusan gunung api dan diperolehnya rekomendasi – rekomendasi tentang penanganan di kawasan terdampak Gunung api Lokon. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan kuantitatif dengan melakukan analisis spasial. Sesuai dengan analisis tersebut, maka dalam menganalisis tingkat kerentanan menggunakan metode pembobotan nilai terhadap aspek fisik bangunan, sosial kependudukan, ekonomi dan lingkungan yang parameter pembentuknya berdasarkan PERKA BNPB No. 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana, sehingga diperolehnya indeks penduduk terpapar dan indeks kerugian dari dampak bencana. Analisis kerentanan diolah dalam SIG (Sistem Informasi Geografis) untuk mengklasifikasikan nilai kerentanan yang paling tinggi hingga paling rendah. Berdasarkan hasil studi, didapat 2 hal yaitu; persebaran tingkat kerentanan di Kota Tomohon terbagi atas 3 kelas dan yang menjadi pembahasan adalah kelurahan dengan kelas kerentanan tinggi (8 kelurahan) dan rekomendasi – rekomendasi penanganan di wilayah rentan bencana letusan Gunung api Lokon. Kata Kunci : Gunung api, Spasial, Tingkat Kerentanan Bencana, Mitigasi
IDENTIFIKASI TINGKAT KEKUMUHAN KAWASAN BANTARAN SUNGAI AMPERA KELURAHAN KAIBUS KABUPATEN SORONG SELATAN Koterisa, Jekson; Mononimbar, Windy J.; Lahamendu, Verry
SPASIAL Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan permukiman kumuh menjadi salah satu isu utama pembangunan perkotaan yang cukup menjadi polemik, karena upaya penanganan yang sebenarnya dari waktu kewaktu sudah dilakukan berbanding lurus dengan terus berkembangnya kawasan kumuhdan munculnya kawasan-kawasan kumuh baru.Kondisi seperti ini juga terjadi di Kabupaten Sorong Selatan, terutama permukiman di sekitar kawasan bantaran Sungai Ampera tepatnya sekitar Jl.Brawijaya Kelurahan Kaibus.Secara fisik permasalahan yang muncul di Permukiman Sekitar bantaran sungai Ampera Kelurahan Kaibus Kabupaten Sorong Selatan adalah merebaknya hunian dengan kondisi semi permanen yang terletak pada area bantaranSungai Ampera.Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi kawasan permukiman kumuh serta mengukur  tingkat kekumuhan di kawasan permukiman bantaran sungai Ampera.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif menelah pembobotan skoring nilai. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tingkat kekumuhan di kawasan bantaran sungai Ampera adalah kumuh ringan. Hal ini terlihat dari kondisi fisik permukiman dimana terdapat bangunan yang tidak permanen atau tidak layak huni di beberapa titik pada II lingkungan, ketersedian MCK umum dengan kondisi yang kurang baik, kondisi jalan di beberapa titik pada II lingkungan yang kurang baik dan tidak memenuhi syarat, serta jaringan  drainase yang buruk tidak terlayani sarana dan prasaran drainase dan juga sarana dan prasaran proteksi kebakaran  tidak ada, serta tidak terlayani Ruang Terbuka Hijau di Kelurahan tersebut.Kata Kunci : Bantaran Sungai, Kelurahan Kaibus, Permukiman Kumuh
PENGEMBANGAN KAWASAN PESISIR YANG BERKELANJUTAN DI KABUPATEN MINAHASA UTARA Binilang, Ravel; Papia, F. J.; Gosal, Pierre H
SPASIAL Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengelolaan wisata pantai secara terpadu dan berkelanjutan diperlukan untuk dapat memberi kontribusi pada peningkatan pendapatan baik pada masyarakat maupun pemerintah daerah setempat. Penelitian ini dilaksanakan untuk memperoleh strategi pengembangan kawasan wisata pantai yang merupakan sebuah konsep yang akan menjadi acuan dalam pengembangan kawasan pariwisata pantai di Minahasa Utara.  kegiatan ? kegiatan yang dilaksanakan antara lain mengidentifikasi dan menganalisis kondisi pesisir serta potensi wisata pesisir yang berada di Minahasa Utara dan membuat strategi pengembangan wisata pesisir yang berkelanjutan di Kabupaten Minahasa Utara.Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data primer melalui observasi dengan cara pengamatan secara langsung di kawasan wisata dan melaksanakan wawancara langsung kepada setiap responden (pengunjung) serta Dinas Pariwisata. Pengumpulan data sekunder melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda Olah Raga dan Pariwisata, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah serta Badan Pusat Statistik Kabupaten Minahasa Utara. Teknik analisis data dilakukan dengan pendekatan analisis Deskriptif kualitatif dan Analisa SWOT.Berdasarkan Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa di Minahasa Utara memiliki klasifikasi wisata, yaitu wisata bahari, wisata buatan, wisata alam dan wisata agro. Potensi-potensi kawasan wisata yang dimiliki sangat banyak, dan yang menjadi fokus dalam kawasan pengembangan pariwisata yaitu  wisata bahari/pantai. Kondisi eksiting kawasan periwisata di Kabupaten Minahsa Utara cukup baik. Faktor kurangnya aksesbilitas merupakan salah satu kendala dalam sektor pengembangan pariwisata, sehingga perlu adanya penambahan prasarana untuk dermaga sandaran kapal pada 11 titik lokasi wisata, serta penambahan jalur untuk trayek bus jalur laut maupun untuk trayek bus jalur darat. Prioritas pembangunan menjadi hal yang sangat penting dalam pengembangan kawasan pariwisata di Kabupaten Minahasa Utara khususnya kawasan wisata pesisir agar pembangunan dan pengelolaan pariwisata bisa berjalan dengan baik. Kata Kunci : Pengembangan, Wisata Pesisir, Berkelanjutan

Page 2 of 2 | Total Record : 20