cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2020)" : 16 Documents clear
ANALISIS TINGKAT KEKUMUHAN KAWASAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN KUMUH DI ENAM KAWASAN PESISIR KECAMATAN MANOKWARI BARAT Indriani, Reggi; Tilaar, Sonny; Tinangon, Alvin J.
SPASIAL Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Manokwari merupakan Ibukota Provinsi Papua Barat yang merupakan Kota yang sedang berkembang. Kabupaten Manokwari sebagai pusat pemerintahan Provinsi dan Kabupaten dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dan migrasi semakin meningkat mengakibatkan masyarakat membangun tempat tinggal yang tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah dan tidak sesuai dengan standar sehingga menyebabkan permasalahan tumbuhnya permukiman kumuh. Berdasarkan SK Bupati Kabupaten Manokwari Nomor 96 Tahun 2015 Tentang Penetapan Lokasi Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh di Kabupaten Manokwari. Terdapat 15 lokasi yang telah teridentifikasi kumuh dan pada daerah pesisir terdapat 6 kawasan pesisir yang diteliti yakni kawasan Pasar sanggeng, kawasan Arkuki, kawasan Fanindi pante, kawasan Borobudur, kawasan Anggrem dan kawasan Rodi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kekumuhan permukiman kumuh yang ada di 6 kawasan pesisir perkotaan Manokwari dengan menggunakan 7 aspek fisik kekumuhan yaitu kondisi bangunan gedung, kondisi jalan lingkungan, kondisi penyediaan air minum, kondisi drainase lingkungan, kondisi pengelolaan limbah, kondisi pengelolaan persampahan dan kondisi proteksi kebakaran berdasarkan Peraturan Menteri PUPR NOMOR 2/PRT/M/2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif dan metode analisis kuantitatif dengan menggunakan skoring atau pembobotan. Hasil dari penelitian setelah dilakukan analisis berdasarkan 7 aspek fisik didapatkan bahwa kondisi kekumuhan terdapat 5 kawasan yang termasuk kumuh ringan dan 1 kawasan termasuk kumuh sedang. Kriteria kumuh ringan yaitu pada Kawasan Pasar Sanggeng, Kawasan Arkuki, Kawasan Fanindi Pante, Kawasan Anggrem dan Kawasan Rodi. Kriteria kumuh sedang yaitu pada Kawasan Borobudur dengan bobot tertinggi yaitu pada kondisi proteksi kebakaran kondisi pengelolaan persampahan.Kata Kunci: tingkat kekumuhan, perumahan permukiman, pesisir
ANALISIS RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR DI KECAMATAN RATAHAN TIMUR KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Sulistio, Septiawan; Rondonuwu, Dwight M; Hanny, Poli
SPASIAL Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana alam menjadi permasalahan yang sering terjadi di Negara Indonesia, letak geografis dan bentang alam menjadi salah satu faktor sering terjadi bencana alam tersebut, jumlah kejadian bencana tanah longsor di Indonesia umumnya terjadi pada wilayah yang memiliki topografi yang curam dan memiliki curah hujan 2000mm/tahun, Kecamatan Ratahan Timur memiliki 10 Desa, Desa Pangu dan Wioi adalah desa yang memiliki bentang alam yang berbukit dan, memiliki kemiringan lereng hampir mendekati 40%  menjadi salah satu faktor rawan akan terjadinya longsor. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik fisik wilayah di Kecamatan Ratahan Timur, mengetahui penggunaan lahan pada daerah rawan bencana tanah longsor Kecamatan Ratahan Timur, menganalisis tingkat rawan bencana tanah longsor. Penelitian ini Menggunakan Deskriptif analisis tumpang susun. data-data yang mendukung penelitian ini ialah curah hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, jenis batuan dan penggunaan lahan. Mengidentifikasi karakterstik fisik di wilayah di Kecamatan Ratahan Timur yaitu topografi, curah hujan, kemiringan lereng, geologi, jenis tanah. Penggunaan lahan tertinggi di ratahan timur ialah pertanian lahan kering bercampur semak 5028,15%, sedangkan terendah ialah pertanian lahan kering 97,94%, sedangkan penggunaan lahan untuk pemukiman aialah 85,90%. menganalisis tingkat rawan bencana longsong di Kecamatan Ratahan Timur adalah yang kategori curam dan pada desa pangu satu total luasan perumahan permukiman yaitu 13.22431 Ha, dan dalam kategori rawan bencana tanah longsor tinggi yaitu seluas 5.170786 Ha, dan serta total luas total dari desa Pangu Satu yaitu 950.2512 Ha, adapun pada Desa ini termasuk dalam kategori rawan bencana tanah longsor tinggi, adapun perumahan permukiman pada rawan bencana tanah longsor sedang dengan luasan 8.053528 Ha.  Kata Kunci : Rawan Longsor, Bencana Longsor, Ratahan Timur
ANALISIS DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG LAHAN DI PULAU BUNAKEN Ruwayan, Dicha K.H.; Kumurur, Veronica; Mastutie, Faizah
SPASIAL Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daya dukung dan daya tampung lahan merupakan instrumen yang menjelaskan proses kajian ilmiah untuk menentukan atau mengetahui kemampuan suatu wilayah dalam mendukung kebutuhan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Pulau Bunaken adalah salah satu pulau yang berada dalam kawasan Taman Nasional Bunaken dan merupakan salah satu kawasan lindung yang menjadi tujuan wisata andalan di kota Manado Pulau ini merupakan bagian dari Kota Manado yang merupakan  Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara. Perkembangan wilayah pesisir dan lebih khusus pulau - pulau kecil di Kota Manado pada umumnnya masih belum mencapai kondisi ideal khususnya pada daya dukung dan daya tampung lahan. Tujuan dari penelitian ini ialah Menganalisis daya dukung lahan di Pulau Bunaken dan daya tamping lahan di Pulau Bunaken. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kuantitatif dengan analisis spasial. Berdasarkan hasi studi, analisis daya dukung lahan di Pulau Bunaken terbagi menjadi dua kawasan yang  mendukung kebutuhan pengunaan lahan seluas 187.19 ha atau 23.21 % dari total luas Pulau Bunaken dan kawasan yang tidak mendukung kebutuhan pengunaan lahan seluas 619.28 ha atau 76.79 % dari total luas Pulau Bunaken dan daya tamping lahan di Pulau Bunaken terbagi menjadi tiga kelas yaitu : kelas redah dengan luas 85.55 ha, sedang dengan luas 582,21 ha dan tinggi dengan luas 138,71 ha berdasarkan ketersediaan air pada pulau bunaken bagi kebutuhan penduduk.Kata Kunci : Daya Dukung, Daya Tampung, Lahan, Pulau Bunaken
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KECAMATAN AIRMADIDI DAN KECAMATAN KALAWAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Laipi, Cornelia Inri; Rondonuwu, Dwight; Mononimbar, Windy
SPASIAL Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata yang merupakan industri besar yang dapat berkontribusi untuk meningkatkan pendapatan daerah maupun Negara. Hal telsebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan potensi-potensi wisata dan pengembangan fasilitas infrastrukturnya. Daerah yang memiliki potensi wisata seperti Kecamatan Airmadidi dan Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara harus dikembangkan dan dimanfaatkan agar terlihat signifikan bagi para wisatawan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi-potensi wisata, dan menganalisis strategi pengembangan pariwisata. Metode penelitian ini dilakukan dengan random sampling dan  analisis SWOT yang mengacu pada teori pariwisata yaitu 3A (Atraksi, Aksesibilitas dan Amenitas/Fasilitas). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa potensi-potensi pariwisata yang ada Kecamatan Airmadidi dan Kecamatan Kalawat cukup beragam, terdiri dari daya tarik wisata alam, budaya dan buatan, seperti Gunung Klabat, Arung Jeram Sawangan, peninggalan warisan budaya Waruga, Mata Air Tumatenden, Goa Jepang, Monumen Walanda Maramis, River Park Sawangan, Raewaya Hills, Hutan Kota Kuwil, Hutan Kota Kenangan, dan Kaki Dian. Namun pengelolaan pada sejumlah lokasi wisata tersebut kurang baik misalnya fasilitas yang belum ada seperti toilet, tempat sampah, akses jalan yang masih berbatu dan berlubang serta belum adanya transportasi yang dikhususkan untuk ke lokasi wisata. Melalui analisis SWOT yang dilakukan maka dapat dirumuskan strategi pengembangan pariwisata di Kecamatan Airmadidi dan Kecamatan Kalawat, yakni membangun infrastruktur pendukung pariwisata dengan pengawasan dan pemeliharaan terhadap fasilitas-fasilitas wisata yang sudah tersedia, peningkatkan kerjasama dengan pihak investor untuk mengembangkan potensi –potensi wisata yang ada di Kecamatan Airmadidi dan Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara.Kata Kunci : Strategi Pengembangan, Pariwisata, Analisis SWOT, Minahasa Utara
STUDI KELAYAKAN KAWASAN PERKOTAAN RATAHAN SEBAGAI KOTA RAMAH ANAK Poludu, Ruth Wahyuni; Syafriny, Reny; Mononimbar, Windy
SPASIAL Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan Kota Ramah Anak akan memberikan kontribusi bagi kesejahteraan anak, khususnya masyarakat yang tinggal dan menetap di suatu wilayah. Kontribusi yang diberikan misalnya anak mampu memanfaatkan waktu luang untuk kegiatan budaya, serta yang terpenting anak mendapatkan hak-haknya dalam menggunakan fasilitas-fasilitas umum. Konsep ini belum sepenuhnya diterapkan di berbagai kota di Indonesia salah satunya di Kawasan Perkotaan Ratahan yang merupakan pusat kegiatan Kabupaten Minahasa Tenggara. Hal ini berdasarkan pengamatan awal bahwa secara makro ketersediaan prasarana dan sarana belum layak untuk mendukung konsep kota ramah anak sementara di Kabupaten Minahasa Tenggara telah mendapatkan penghargaan kategori Pratama sebagai kabupaten ramah anak. Oleh karena itu maka dilakukan penelitian yang bertujuan pertama untuk mengetahui persepsi anak tentang lingkungan tempat tinggal yang diinginkan, kedua untuk mengidentifikasi kondisi prasarana dan sarana sebagai penunjang kota ramah anak, ketiga untuk mengetahui kelayakan Kawasan Perkotaan Ratahan sebagai kota ramah anak dari segi persepsi anak dan kondisi eksisting yang diuraikan secara deskriptif. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dilakukan observasi kondisi Kawasan Perkotaan Ratahan dan wawancara kepada anak yang merupakan responden melalui gambar. Hasilnya adalah sebagian besar anak berpersepsi bahwa lingkungan tempat tinggal bersama teman dengan adanya taman bermain di sekolah dan di lingkungan sekitar rumah merupakan keinginan mereka sementara di Kawasan Perkotaan Ratahan belum tersedia bermain, sebaran sekolah sebagian besar belum ramah anak serta jalan yang ada juga belum ramah anak sehingga dapat dikatakan persepsi anak belum diikutsertakan dalam menunjang kota ramah anak di Kawasan Perkotaan Ratahan.Kata kunci: Kawasan perkotaan, kota ramah anak, studi kelayakan.
IDENTIFIKASI IDENTIFIKASI KAWASAN RAWAN BANJIR DI AMURANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN Duwila, Nurul Mentari; Tilaar, Sonny; Warouw, Fela
SPASIAL Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Amurang berada di pesisir dan memiliki kondisi wilayah berbukit dengan kelerengan bervariasi antara 0-45%. Wilayah Amurang juga termasuk salah satu wilayah yang berkembang dengan jumlah penduduk yang setiap harinya meningkat serta memiliki berbagai macam kegiatan perkotaan yang menyebabkan kebutuhan akan ruang meningkat. Sebagai dampak dari perkembangan wilayah yang cukup pesat ini, terjadilah perubahan kondisi lahan. Di dalam RTRW Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2014-2034 kawasan rawan banjir di wilayah Kabupaten Minsahasa Selatan yang dimaksud adalah banjir yang dapat terjadi selama atau setelah hujan lebat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat kerawanan banjir dan memetakan kawasan rawan banjir di Amurang Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian Ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis spasial dengan bantuan alat analisis GIS (Geography Information system) dan analisis scoring. Dalam menganalisis tingkat kerewanan banjir di Amurang Kabupaten Minahasa Selatan menyajikan hasil overlay dimana tingkat kerawanan tinggi paling banyak tersebar di Kecamatan Amurang Barat seluas 134,71 Ha meliputi 6 Desa yaitu Rumoong Bawah, Elusan, Kapitu, Pondos, Teep dan Tewasen. Disusul Kecamatan Amurang seluas 126,96 Ha meliputi 6 Desa Yaitu Buyongon, Bitung, Lewet, Ranoyapo, Uwuran Satu, Uwuran Dua dan yang paling sedikit adalah Kecamatan Amurang Timur seluas 94,21 Ha meliputi 4 desa yaitu Kota Menara, Lopana, Pondang, Ranomea. Kata Kunci : Banjir, Tingkat Kerawanan, Amurang

Page 2 of 2 | Total Record : 16