cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 440 Documents
KORELASI ANTARA HARGA LAHAN DENGAN KEPADATAN TERBANGUN DI KECAMATAN MALALAYANG, KOTA MANADO Tambajong, Gifly Jeremy; Tilaar, Sonny; Rogi, Octavianus H
SPASIAL Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Malalayang adalah salah satu dari 11 kecamatan yang ada di Kota Manado. Kecamatan Malalayang berlokasi di pinggiran Kota Manado dan memiliki potensi untuk terus berkembang sebagai wilayah permukiman, hal ini akan menyebabkan dinamika perubahan harga lahan yang signifikan dari waktu ke waktu. Peningkatan jaringan utilitas, kebutuhan ruang terbuka, prasarana sosial dan ekonomi, ketersediaan perumahan, jaringan air bersih merupakan implikasi dari berkembangnya suatu wilayah, yang selanjutnya timbullah permasalahan kota yang sangat kompleks. Harga lahan yang tinggi cenderung ditempati oleh fungsi lahan komersial, kecenderungan ini semakin meningkat pada akhirnya dimanfaatkan oleh para spekulan tanah dengan maksud untuk mencari keuntungan.. Analisis data menggunakan analisis korelasi pearson dengan bantuan software SPSS .Sebagai panduan yang lebih baku, interpretasi derajat keeratan hubungan kedua variabel ini dilakukan dengan mengacu pada klasifikasi hubungan statistikal dua peubah / variabel yang dikemukakan oleh Guilford, yang secara garis besar diuraikan. Hasil analisis korelasi yang ada menunjukkan bahwa dari kedua variabel Harga Lahan (X) dan Kepadatan Terbangun (Y) memiliki korelasi nilai yang beragam. Untuk kedua variabel Harga lahan (X) memiliki korelasi yang kecil terhadap variabel okupansi bangunan yaitu berjumlah 0,363 dan 0,139, memiliki korelasi yang cukup terhadap kepadatan penduduk yaitu berjumlah 0,660 dan 0,304 , memiliki korelasi yang erat terhadap kepadatan bangunan 0,869 dan 0,624 .  Kata Kunci : Korelasi Pearson, Harga Lahan, Kepadatan Terbangun, Okupansi  Bangunan
EVALUASI TINGKAT KEKUMUHAN PADA KAWASAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO Alhabsyi, Usman; Warouw, Fela; Sembel, Amanda
SPASIAL Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahun 2016 Kecamatan Tuminting teridentifikasi memiliki luasan kawasan permukiman kumuh terbesar di Kota Manado yakni sebesar 49.15 Ha (31.24 % dari total luas kawasan kumuh) yang terbagi atas 5 Kawasan yakni Kawasan Maasing (7,83 Ha), Kawasan Mahawu (19,68 Ha), Kawasan Sindulang Satu (14,17 Ha) dengan kategori Kumuh Berat, Kawasan Sumompo (4,52 Ha) dengan kategori Kumuh Sedang, dan Kawasan Sindulang Dua (3,20 Ha) dengan kategori Kumuh Ringan. Tujuan penelitian yaitu mengevaluasi tingkat kekumuhan dan kondisi aspek permukiman di Kecamatan Tuminting pada tahun 2016 dan 2018 setelah adanya penanganan melalui program RP2KPKP. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan analisis skoring dengan 7 indikator yaitu kondisi bangunan, kondisi jalan, kondisi air minum, kondisi drainase, kondisi air limbah, kondisi persampahan, dan kondisi proteksi kebakaran untuk menghasilkan penilaian tingkat kekumuhan di Kecamatan Tuminting pada tahun 2018. Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi diketahui bahwa sebanyak 4 kawasan mengalami penurunan tingkat kekumuhan yaitu Kawasan Sindulang Satu dari kumuh berat menjadi kumuh sedang, Kawasan Maasing dan Kawasan Mahawu dari kumuh berat menjadi kumuh ringan, dan Kawasan Sumompo dari kumuh sedang menjadi kumuh ringan, serta 1 kawasan memiliki tingkat kekumuhan yang tetap yaitu Kawasan Sindulang Dua dengan tingkat kekumuhan ringan. Adapun aspek permukiman yang mengalami peningkatan signifikan sehingga memberikan dampak terhadap tingkat kekumuhan terdapat pada aspek infrastruktur permukimannya yaitu jalan lingkungan dan drainase lingkungan.Kata Kunci : Kawasan Permukiman, Tingkat Kekumuhan, Kota Manado
ANALISIS TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM RUANG TERBUKA HIJAU DI KECAMATAN SARIO KOTA MANADO Allokendek, Mutiara Lisa; Hanny, Poli; Lahamendu, Verry
SPASIAL Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Sario merupakan salah satu kecamatan di Kota Manado yang memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan daya tarik dari RTH di Kecamatan Sario adalah keberadaannya sudah sejak jaman penjajahan Belanda . Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat partisipasi masyarakat dalam mewujudkan ketersediaan RTH pada program pengembangan kota hijau di Kecamatan Sario. penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif untuk melihat kondisi RTH. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengukur tingkat partisipasi masyarakat dalam  program RTH dengan alat kuisioner berdasarkan skala likert yang kemudiaan di hitung menggunakan rumus distribusi frekuensi. Hasil dari penelitian ini adalah luas identifikasi RTH khususnya RTH publik masih belum sesuai degan ketetapan undang-undang penataan ruang dan untuk RTH privat sudah mencukupi namun bentuk RTH yang ada hampir keseluruhan ditutupi perkerasan dengan sedikit vegetasi. Sedangkan untuk tingkat partisipasi masyarakat di Kecamatan Sario sudah baik dalam hal kegiatan Perencanaan, Pembangunan, Pemeliharaan dan Forum komunitas hijau. Masyarakat ingin berpartisipasi namun perlu ada stimulus dari pihak pemerintah di Kecamatan Sario.                                                                                                                    Kata Kunci : Kota Hijau, Partisipasi Masyarakat, Program Pengembangan Kota Hijau
PENGARUH PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI TERHADAP PERMUKIMAN KECAMATAN MADIDIR KOTA BITUNG Dirgapraja, Vikri Abdya; Poluan, Roosye J; Lakat, Ricky S.M
SPASIAL Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bitung dikenal sebagai Kota Pelabuhan, Kota Industri,dan Kota Perikanan (Kota Cakalang) di Provinsi Sulawesi Utara,seperti yang ada di Kecamatan Madidir merupakan salah satu dari delapan kecamatan yang memiliki sumber industri penghasil pengolahan ikan.Dengan semakin meningkatnya pengembangan kawasan industri maka semakin meningkat pula pencemaran  yang disebabkan oleh hasil buangan pabrik-pabrik industri seperti sampah, CO2  serta kebisingan yang berpengaruh terhadap permukiman warga yang ada di Kecamatan Madidir.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh kawasan industri terhadap permukiman di Kecamatan Madidir.Penelitian ini menggunakan metode path analysis untuk menentukan nilai koefisen pada dua variabel yaitu variabel independen kawasan industri dan variabel dependen permukiman. Dari hasil  penelitian yang dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa factor yang mempengaruhi oleh pengembangan kawasan industri pada kawasan permukiman yaitu pada bangunan dan pada infrastruktur. Bangunan permukiman mengalami pengaruh kesemrawutan lalu lintas 0,174 dan pencemaran 0,129.Akibatnya,masyarakat masyarakat melakukan upaya perbaikan.Selanjutnya,infrastruktur dipengaruhi oleh pencemaran 0,078,Kebisingan 0,028 dan kesemrawutan lalu lintas 0,031.Akibatnya,infrastuktur akan membutuhkan perbaikan-perbaikan secara signifikan. Kata Kunci : Pengaruh,Pengembangan Kawasan Industri,Permukiman, Kecamatan Madidir
ANALISIS PENGEMBANGAN KAWASAN PERBATASAN DAN WILAYAH TERLUAR DI PULAU MARAMPIT, KECAMATAN NANUSA KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Tungka, Aristotulus E; Manguwo, Egnia; Franklin, Papia J.C.
SPASIAL Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan wilayah yang tidak merata baik dari segi ekonomi maupun pembangunan merupakan satu dari sekian banyak masalah yang dihadapi setiap negara, pada dasarnya ketimpangan ini disebabkan oleh adanya perbedaan sumber daya alam dan perbedaan kondisi geografi yang terdapat pada masing-masing wilayah. kawasan perbatasan merupakan wilayah yang sangat strategis bagi pertahanan dan keamanan negara, Pulau terluar diistilakan sebagai pulua-pulau kecil terluar yang merupakan garis depan nusantara. Berada pada kawasan paling utara Sulawesi utara Pulau Marampit merupakan salah satu kawasan perbatasan dan pulau terluar yang dimiliki oleh Kabupaten Talaud. Letak pulau yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan negara filipihina dan juga menjadi salah satu pulau kecil terluar. Pulau ini umumnya berupa dataran rendah dengan hamparan pasir putih yang mengelilingi pulau ini memiliki potensi alam yang beragam yaitu potensi perikanan, perkebunan dan pariwisata namun belum dimnfaatkan secara maksimal. Minimnya infrastuktur seperti drainase dan akesesibilitas keluar masuk yang sulit menjadikan suatu permasalahan yang terdapat pada Pulau Marampit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketersediaan dan kebutuhan serta potensi-potensi paling potensial untuk dikembangkan dan kemudian memberikan rekomendasi bagi pemerintah sekitar untuk memprioritaskan pembangunan prasaranan sarana yang masih kurang dari pulau ini. Hasil analisis deskriptif menemukan bahwa prasarana yang masih sangat kurang adalah drainase. Drainase hanya terdapat di desa laluhe sedangkan di desa lainnya tidak tersedia. Selanjutnya alat analisis yang digunakan adalah analisis SWOT dengan menggunakan matriks IFAS dan EFAS. Dari hasil scoring ditemukan bahwa potensi alam yang paling potensial untuk dikembangkan adalah potensi perikanan. Matriks SWOT menunjukan arahan dan strategi pengembangan potensi perikanan dengan penambahan prasarana dan sarana seperti tambatan perahu, Bumdes dan SPBU mini untuk menunjang pengembangan potensi perikanan di Pulau Marampit. Kata Kunci  : Pengembangan Wilayah, Kawasan Perbatasan, Wilayah Terluar , Pulau-Pulau Kecil Terluar
EVALUASI INTENSITAS PEMANFAATAN RUANG TERHADAP RDTR BAGIAN WILAYAH PERKOTAAN POSO 2015-2035 Nua, Wahyudi Septantio; Tondobala, Linda; Syafrini, Reny
SPASIAL Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Relokasi pasar ke pinggiran kota Poso memicu timbulnya pasar-pasar kecil di sekitar lokasi pasar lama. Pasar-pasar kecil ini tumbuh pesat di beberapa ruas jalan di sekitar pusat kota lama. Inilah yang menyebabkan kemacetan lalu lintas di beberapa ruas jalan di sekitar pusat kota lama.Kondisi ini mendorong dilakukanya pengkajian ulang terhadap kebijakan pembangunan kota yang berkaitan dengan RDTR kota Poso. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam proses pembangunan terhadap RDTR yang berlaku di kota Poso.Menggunakan pendekatan evaluation research dan kuantitatif dengan metode deskriptif, penelitian menghasilkan temuan berupa penyimpangan dari ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Daerah No 1 Tahun 2015 tentang RDTR Bagian Wilayah Perkotaan Poso. Penyimpangan terjadi di kawasan vital dalam hal KDB (41%), KDH (46%), khususnya di sekitar RSUD dan sekitar lokasi pasar yang lama.  Kata Kunci: Intensitas Pemanfaatan Ruang, Bagian Wilayah Perkotaan Poso
ANALISIS PEMETAAN KAPASITAS ADAPTASI MASYARAKAT KELURAHAN KINILOW SATU DAN KAKASKASEN SATU TERHADAP ANCAMAN BENCANA VULKANIK GUNUNG LOKON Walandouw, Daniel; Tilaar, Sonny; Tarore, Raymond Ch
SPASIAL Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu gunung berapi yang aktif di provinsi Sulawesi Utara adalah Gunung api Lokon yang terletak di Kota Tomohon dengan tinggi 1.580 meter di atas permukaan laut. Bahaya primer atau bahaya langsung akibat latusan, adalah seperti luncuran awan panas, lontaran piroklastik dan aliran lava. Sedangkan bahaya sekunder atau bahaya tidak langsung adalah lahar hujan yang terjadi setelah erupsi apabila turun hujan lebat di sekitar puncak gunung Lokon. Dampak dari letusan gunung Lokon adalah bahaya primer dan bahaya sekunder. Kondisi ini menggambarkan bahwa bila terjadi erupsi letusan gunung api Lokon, di kelurahan Kinilow Satu dan Kakaskasen Satu berpotensi mengalami kerusakan secara fisik, bahkan mengancam keselamatan jiwa. Kapasitas adaptasi didefinisikan sebagai kemampuan dari suatu sistem untuk mengubah wataknya untuk dapat lebih baik mengatasi tekanan yang sudah ada maupun yang akan terjadi (Adger et al. 2004). Adanya penelitian ini diharapkan dapat menganalisis dan memetakan tingkat kapasitas adaptasi masyarakat di kelurahan Kinilow Satu dan Kakaskasen Satu terhadap bencana vulkanik Gunung Lokon. Dengan demikian penelitian ini berguna dalam memberikan rekomendasi untuk memperbaiki, merencanakan kembali dan mengembangkan kapasitas daerah Kota Tomohon. Penelitian ini menggunakan metode analisis Deskriptif kuantitatif dengan melakukan analisis spasial. Berdasarkan hasil analisis, lingkungan yang teridentifikasi memiliki tingat kapasitas adaptasi yang tinggi di kedua kelurahan berjumlah 5 (lima) lingkungan sedangkan tingat kapasitas adaptasi sedang berjumlah 9 (sembilan) lingkungan, dan tingat kapasitas adaptasi yang rendah berjumlah 7 (tujuh) lingkungan. Kata Kunci : Kapasitas Adaptasi, Gunung Lokon
PENENTUAN KUALITAS PERMUKIMAN BERDASARKAN KRITERIA ECO-SETTLEMENT DI KELURAHAN SINDULANG SATU KOTA MANADO Dewi, Kartika Puspa; Kumurur, Veronika A; Sela, Rieneke L. E.
SPASIAL Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eco-settlement merupakan tempat bermukim yang ekologis, konsep eco-settlement sendiri mengarah pada pencapaian nilai ekologis. Kegiatan penelitian yang dilakukan pada kesempatan kali ini adalah mengidentifikasi kualitas permukiman di Kelurahan Sindulang Satu Kota Manado dengan menggunakan pendekatan kriteria eco-settlement . Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas permukiman yang ada di Kelurahan Sindulang Satu Kota Manado. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif berupa analisis skoring yang digunakan untuk mengetahui kualitas rumah sehat sedangkan deskriptif kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan kualitas aspek-aspek lainnya. Hasil analisa diketahui bahwa kualitas permukiman di Kelurahan Sindulang Satu Kota Manado yang dinilai dengan menggunakan pendekatan kriteria eco-settlement yang terdiri dari masing-masing aspek, yaitu untuk kualitas aspek ekologi pada kriteria rumah sehat, kepadatan bangunan, kondisi jalan lingkungan, kondisi drainase, ketersediaan air bersih dan persampahan memiliki kualitas yang baik sedangkan untuk RTH dan proteksi pemadam kebakaran memiliki kualitas yang buruk dikarenakan tidak sesuai standar yang ada. Sedangkan untuk aspek ekonomi, sosial dan kelembagaan memiliki kualitas yang baik karena sudah sesuai dengan standar yang ada.Kata kunci: Kualitas permukiman, eco-settlement
PERENCANAAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT PADA KAWASAN KHUSUS KONSERVASI PENYU DI DESA LAMANGGO KABUPATEN SITARO (STUDI KASUS : DESA LAMANGGO) Buangsampuhi, Ria; Egam, Pingkan P; Takumansang, Esli D
SPASIAL Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencaanaan Pariwisata berbasis masyarakat pada kawasan khusus konservasi penyu merupakan program Pelestarian sekaligus menjadi wadah pendidikan untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan dari suatu pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengidentifikasi Potensi sumber daya lain serta mengetahui peran masyarakat terhadapat pariwisata yg ada. (2) Startegi perencanaan wisata kawasan penyu berbasis masyarakat di desa Lamanggo. Pariwisata di Kecamatan Biaro desa Lamanggo ini tergolong masih baru dan belum terekspos oleh wisatawan, karna pemerintahan daerah setempat masih dalam usaha Perencanaan pariwisata. Kecamatan Biaro menjadi salah satu destinasi pariwisata Kabupaten Sitaro. Desa Lamanggo khususnya Pantai Bira Menjadi lokasi Kawasan khusus Konservasi penyu. Penelitian ini menggunakan Metode Analisis SWOT . Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu : Empat (4) Potensi Pariwisata selain Kawasan Konsrvasi yaitu: (a).Pemandangan jalan Lamanggo, (b).Batu Kuda, (c).Spot Diving,  (d).Gugusan Pulau-pulau. Strategi perencanaan dilakukan pengembangan Program yaitu : (A) Partisipasi masyarakat melalui pariwisata, (B) Peningkatan kesadaran peran masyarakat, (C) Upaya pengelolaan wisata, (D) Pengembangan Kelembagaan. Kata Kunci : Pariwisata, pariwisata berbasis masyarakat, konservasi, Konservasi penyu, desa Lamanggo
ANALISIS SEBARAN SEKTOR INFORMAL DI KOTA MANADO Sianturi, Fretty Aigawati; Rengkung, Michael M; Lakat, Ricky S.M
SPASIAL Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pedagang kaki lima merupakan suatu aktivitas ekonomi yang memiliki problematik pada beberapa perkotaan khususnya di Kota Manado. Dilihat berdasarkan data, bahwa sebanyak 4.046 Pedagang Kaki Lima tersebar dan telah melakukan aktivitas berdagang di Kota Manado. Hal ini terjadi secara cepat dan tidak teratur serta tidak diimbangi dengan aturan yang jelas. Sehingga PKL yang ada, tidak terkendali karena penyebarannya kemana-mana. Dari lima lokasi yang diteliti (berdasarkan pusat-pusat pelayanan kota) yakni Taman Kesatuan Bangsa, Pasar Pinasungkulan, Central Business District, Kampus UNSRAT, RS. Advent, dijumpai PKL dengan jenis dagangan, hingga pola sebaran PKL yang berbeda-beda. Berdasarkan latar belakang, maka masalah yang ingin dijawab dalam penelitian ini yaitu bagaimana pola sebaran pedagang kaki lima, apa yang menjadi penyebab terbentuknya sebaran PKL, dan berapa besar pengaruh faktor-faktor yang ditemukan hingga terjadi sebaran PKL di Kota Manado. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pola sebaran pedagang kaki lima, untuk mengidentifikasi faktor penyebab terbentuknya sebaran, dan untuk mengetahui berapa besar pengaruh faktor-faktor yang diidentifikasi pada lima lokasi penelitian berdasarkan pusat-pusat pelayanan kota di Kota Manado. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan sampel berdasarkan jenis non-probability sampling yaitu purposive sampling dengan sampel sebanyak 100 responden dan termasuk dalam kategori street vendor. Metode analisis data yang digunakan ada dua yaitu analisis spasial (SIG) dan analisis likert. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil berupa pola sebaran pedagang kaki lima di lima lokasi yakni pola sebaran memanjang, mengelompok, dan acak. Faktor penyebab yang mempengaruhi sebaran PKL ada tiga yakni faktor aksesibilitas sebesar 2268, faktor aglomerasi sebesar 1888, dan faktor jarak sebesar 872. Kemudian besaran dari masing-masing faktor telah diukur dan memperoleh faktor dominan pada lokasi penelitian beserta persentase tiap faktor yang diidentifikasi. Kata Kunci: Pedagang Kaki Lima, Pola Sebaran