cover
Contact Name
ADITYA RACHMAN
Contact Email
aditya_rchmn@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
adityamprac@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
DINAMIKA Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 20858817     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Dinamika Teknik Mesin diterbitkan 2 (dua) kali setahun pada bulan Mei dan November dan telah diterbitkan sejak tahun 2009. Redaksi menerima karangan ilmiah tentang hasil penelitian, survei, dan telaah pustaka yang erat hubungannya dengan bidang keteknikkan khususnya bidang Teknik Mesin.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2019)" : 6 Documents clear
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN TEMPERATUR PANEL TERHADAP DAYA DAN EFISIENSI KELUARAN SEL SURYA POYCRYSTALLINE Hasbi Assiddiq S; Mochamad Bastomi
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.937 KB) | DOI: 10.33772/djitm.v11i1.9285

Abstract

Intensitas radiasi matahari merupakan sumber energi yang dikonversi oleh sel surya menjadi energi listrik, besarnya intensitas radiasi yang sampai ke permukaan bumi bervariasi pada setiap jam/hari. Adapun parameter lain yang memberikan pengaruh besar terhadap daya konversi sel surya adalah kondisi temperatur panel. Penelitian ini bertujuan; mengetahui besarnya perubahan intensitas radiasi matahari yang tiba dipermukaan bumi setiap jam/hari; mengetahui hubungan antara intensitas radiasi matahari dengan temperatur panel; mengetahui pengaruh perubahan intensitas radiasi matahari dan temperatur panel terhadap daya dan efisiensi keluaran sel surya. Pengaruh perubahan intensitas radiasi terhadap daya dan efisiensi sel surya yaitu berbanding lurus dimana pada pukul 08.00 WITA intensitas (E) 425 (W/m2) daya keluaran (Pout) 7,360 W dan efisiensi maksimum (hm) 9,611 %, sedangkan pada pukul 12.00 WITA intensitas radiasi matahari (E) 1002 (W/m2) daya keluaran (Pout) 17,03 W dan efisiensi maksimum (hm) 9,44 %. Hasil perhitungan memperlihatkan bahwa daya (Pout) keluaran terbesar diperoleh pada temperatur panel (Tp) terendah yaitu 36,73 oC dengan daya (Pout) 17,03 W dengan efisiensi maksimum (hm) tertinggi yaitu 9,44 % sedangkan daya (Pout) keluaran terkecil diperoleh pada temperatur panel (Tp) tertinggi yaitu 45,10 oC dengan daya (Pout) 14,78 W dan efisiensi maksimum (hm) tertinggi yaitu 8,20 %. Hubungan antara temperatur terhadap daya dan efisiensi maksimum berbanding terbalik.Kata kunci: sel surya; temperatur; daya; efisiensi; intensitas
ANALISIS SIFAT MEKANIK DAN SIMULASI KEGAGALAN KOMPOSIT SERAT PELEPAH PALEM SADENG MATRIKS POLYPROPYLENE SEBAGAI ATAP MOBIL Wahyudin Wahyudin; Kardiman Kardiman; Didis Cahyadi; Al Ichlas Imran
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3754.796 KB) | DOI: 10.33772/djitm.v11i1.9242

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis sifat mekanik dan simulasi kegagalan komposit serat palem sadeng matriks polypropylene sebagai atap mobil yang disimulasikan menggunakan software Inventor Professional 2014. Penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi hasil pengujian sifat mekanik dan sifat fisis serat palem sadeng dengan perekat polypropylene serta mengetahui hasil simulasi kegagalan dalam stress analysis test menggunakan software Inventor Professional 2014. Papan komposit dibuat menggunakan metode hot press dengan tiga variasi fraksi volume yaitu 20% serat: 80% matriks, 30% serat: 70% matriks dan 40% serat: 60% matriks. Karakterisasi sifat fisis komposit berupa densitas, sedangkan sifat mekanik berupa pengujian tarik. Hasil pengujian fisis komposit menunjukkan bahwa komposit yang dibuat sesuai dengan klasifikasi JIS A5908 (2003). Hasil pengujian tarik komposit menunjukkan bahwa nilai kekuatan tarik maksimal yang paling besar diperoleh pada fraksi volume 40% serat: 60% matriks dengan nilai 18,53 MPa, diikuti penurunan kekuatan tarik pada fraksi volume 30% serat: 70% matriks dan 20% serat: 80% matriks. Meningkatnya kekuatan tarik dikarenakan adanya penambahan fraksi volume serat. Selanjunya, dilakukan simulasi kegagalan berdasarkan menggunakan software Inventor Professional 2014. Simulasi kegagalan menggunakan tiga variasi pembebanan yaitu 75 kg, 100 kg dan 125 kg. Hasil simulasi kegagalan berdasarkan static test dari ketiga variasi kecepatan tersebut menunjukkan nilai von misses stress dibawah nilai yield strength yang dimiliki material, kemudian nilai displacement yang terjadi kecil serta nilai safety factor yang dihasilkan yaitu di atas satu. Dari hasil analisis pengujian komposit tersebut menunjukkan bahwa komposit berpotensi sebagai material atap mobil.Kata kunci: komposit, serat palem sadeng, polypropylene, kekuatan tarik, simulasi kegagalan
Pengaruh Tegangan dan Beban Daya Listrik terhadap Arus dan Putaran Mesin pada Gentset Berbahan Bakar LPG Subur Mulyanto; Mikail Eko Prasetyo Widagda
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.644 KB) | DOI: 10.33772/djitm.v11i1.8764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tegangan dengan beban daya listrik yang dibebankan pada genset LPG terhadap besar arus dan putaran mesin pada genset tersebut. Generator listrik yang berbahan bakar LPG akan diberikan pembebanan lampu kemudian mengamati putaran engine dan arus listrik yang dihasilkan dengan tegangan yang distabilkan yaitu 220 Volt. Dalam pengamatan ini dilakukan beberapa variasi, diantaranya 3 (tiga) variasi putaran mesin awal, yaitu, 2000, 2500, dan 3000 Rpm. Sedangkan pembebanan ada 7 (tujuh) variasi, yaitu, 120, 180, 240, 360, 480, 540, dan 720 Watt.  Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat dilihat bahwa pada putaran mesin awal 2000 Rpm putaran mulai tidak stabil pada beban 240 Watt, yaitu sebesar 1321 Rpm dengan arus sebesar 1,5 Ampere. Kemudian dilanjutkan pengamatan pada putaran awal mesin 2500 Rpm putaran mulai tidak stabil pada beban 720 W, yaitu sebesar 1232 Rpm dengan arus sebesar 2,9 Ampere. Pada variasi ketiga yaitu putaran mesin awal 3000 Rpm putaran masih stabil sampai  beban 720 Watt, yaitu sebesar 1521 Rpm dengan arus 2.9 Ampere. Dari pengamatan di atas disimpulkan bahwa untuk penggunaan genset listrik LPG ini menggunakan putaran awal 2500 Watt dengan daya maksimal 540 Watt untuk mencapai putaran dan arus yang stabil, yaitu > 1500 Rpm dan >2 Ampere. Kata Kunci: Genset LPG, putaran mesin, arus, tegangan, daya beban
PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP SIFAT MEKANIK PADA PEMBUATAN PAPAN KOMPOSIT BERBASIS SEKAM PADI DAN MATRIKS HDPE Kardiman Kardiman; Fauzan D.S Fuadi; Faradina C.S; Eri Widianto
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3575.452 KB) | DOI: 10.33772/djitm.v11i1.9382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat papan komposit yang berbahan dasar limbah sekam padi sebagai penguat dan HDPE Recycle sebagai pengikat dengan menggunakan metode penempaan (Hot Press). Pembuatan papan komposit dilakukan dengan memvariasikan temperatur cetakan 160oC, 180 oC, 200 oC, dan 220 oC  pada fraksi volume perbandingan antara sekam padi dan HDPE Recycle sebesar 20% dan 80%. Sebelumnya sekam padi dilakukan proses alkalisasi terlebih dahulu untuk menghilangkan lapisan lignin (lilin) yang terkandung pada serat alam, dimana sekam direndam dalam larutan NaOH sebanyak 5% selama 2 jam. Spesimen yang di uji pada penelitian ini adalah uji makro dan uji tarik uji, pengujian tarik dibuat mengacu pada  standar ASTM D 638-02, pengujian tarik yang dimaksud yaitu untuk menggetahui sifat mekanik dan pengujian foto makro yakni untuk mengetahui sifat fisik papan komposi. Dari hasil Pencetakan Papapan Komposit setiap variasi suhu berdimensi 398 mm x 178 mm dengan ketebalan ± 10 mm. Suhu 160℃ dan suhu 180℃ terlihat jelas HDPE tidak melapisi secara menyeluruh terutama pada bagian pinggir cetakan namun pada penyatuan sekam padi-HDPE bagian tengahnya terlihat lebih menyatu dengan optimal. Sedangkan pada suhu 200℃ dan 220℃ terlihat sangat jelas bahwa HDPE sangat mendominasi cetakan dibandingkan sekam padi, sehingga HDPE melapisi sekam padi dengan optimal untuk ketebalan dari papan komposit menjadi lebih pipih dibandingkan dengan suhu 160℃ dan suhu 180℃. Hasil Foto makro menjelaskan pada suhu 160℃ dan suhu 180℃ sekam padi terlihat jelas mengisi di bagian tengah spesimen, sedangkan pada suhu 200℃ dan suhu 220℃ sekam terlihat sekam sudah mengalami penyusutan dan tampak hangus sehingga HDPE lebih mendominasi papan komposit. Hasil uji Tarik memiliki beban maksimal dan kekuatan tarik pada pembuatan papan komposit pada suhu 160 yaitu 678,02 N dan 9,1406 Mpa serta memiliki perpanjangan akhir dan regangan akhir yaitu 0,515 mm dan 1,03 %. Sehingga kesimpulannya semakin besar nilai beban maksim
ANALISIS POTENSI ENERGI MATAHARI DIKOTA KENDARI Nanang Endriatno; Sudarsono Sudarsono; Budiman Sudia; Al Ichlas Imran; Aminur Aminur; Prinob Aksar
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.861 KB) | DOI: 10.33772/djitm.v11i1.9055

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui total intensitas radiasi matahari dan mengetahui presentase radiasi normal dan difusi. Penelitian ini menggunakan dua metode, pertama adalah pendekatan secara teori dan kedua adalah pengukuran langsung. Alat  yang digunakan dalam pengukuran langsung yaitu Solar Power Meter (SPM), untuk mengukur intensitas radiasi total matahari, dan GPS untuk mengetahui koordinat lintang dan bujur serta ketinggian dari permukaan laut . Radiasi matahari dihitung dari pukul 07.00 sampai 17.00. Hasil pengukuran langsung menunjukkan bahwa nilai intensitas radiasi matahari tertinggi pada pukul 12:00  dengan nilai intensitas matahari  870,5 W/m2 dan terendah pada pukul 17:00 dengan nilai intensitas radiasi matahari 79,5 W/m2.  Untuk pendekatan teori diperoleh nilai radiasi matahari tertinggi pada  pukul 12:00  dengan nilai intensitas matahari 953,15 W/m2 dan terendah pada pukul 7:00 dengan nilai intensitas radiasi matahari 143,98 W/m2. Nilai radiasi sorot dan difusi ditentukan dengan  perhitungan teori, dimana besar radiasi sorot tertinggi pada  pukul 12:00  dengan nilai intensitas matahari  835,09 W/m2 dan terendah pada pukul 7:00   dengan nilai intensitas radiasi matahari  82,93 W/m2.  Nilai radiasi difusi tertinggi pada  pukul 12:00  dengan nilai intensitas matahari  118,06 W/m2 dan terendah pada pukul 07:00 nilai intensitas radiasi matahari 61,06 W/m2.  Radiasi sorot memberi 83,5 % intensitas radiasi matahari dan 16,2 % diperoleh dari  radiasi difusi.  Kata Kunci : Energi Matahari, Pengukuran Langsung, Pendekatan Teori.
ANALISIS KEGAGALAN PIPA BOILER SUPERHEATER PADA PABRIK KELAPA SAWIT Lusiana Lusiana; Fatayalkadri Citrawati; Erie Martides; Gugum Gumilar
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.718 KB) | DOI: 10.33772/djitm.v11i1.9357

Abstract

Terjadi kegagalan pada pipa boiler  superheater dengan material ASTM A213 T12 di sistem pembangkit yang berada di Pabrik kelapa sawit setelah pemakaian selama 4,5 tahun. Pipa boiler yang bekerja pada temperatur 600°Cdan tekanan 80 bar mengalami kerusakan berupa pecah pada bagian tengah dengan indikasi adanya bulging pada bagian tengah sejajar sumbu axis disertai penipisan ketebalan pipa dan hadirnya produk korosi. Investigasi dengan metode analisa kegagalan dilakukan melalui beberapa pemeriksaan dan pengujian merusak untuk mengetahui penyebab kegagalan, yaitu pengamatan visual, pemeriksaan komposisi kimia menggunakan spectroskopi, pengujian kekerasan menggunakan micro vickers tester, dan pengamatan struktur mikro menggunakan optical microsccopy dan scanning electron microscopy (SEM). Adanya unsur krom pada bagian yang mengalami pecah yang jumlahnya di bawah range  sangat mempengaruhi penurunan terhadap ketahanan korosi dan nilai kekerasan. Batas butir dari fasa ferit pada struktur mikro menipis dengan ukuran butir yang membesar sebagai akibat telah mengalami sperodisasi dan dekarburisasi serta korosi sumuran dari pemeriksaan SEM pada kerak produk korosi. Hasil analisis menyatakan bahwa pipa boiler superheater mengalami pecah dari dalam dengan inisiasi penipisan ketebalan sebagai akibat dari korosi sumuran pada dinding dalam pipa, yang menyebabkan pipa boiler superheater mengalami pemanasan berlebih pada kondisi operasi temperatur dan tekanan tinggi, sehingga pipa menerima beban panas berlebih dan terjadi pecah..Kata kunci: pipa boiler superheater, pecah,analisis kegagalan, pemanasan berlebih, korosi sumuran

Page 1 of 1 | Total Record : 6