cover
Contact Name
Indrawirawan
Contact Email
indrawirawan@unhas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bnmt@unhas.ac.id
Editorial Address
Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Kampus Tamalanrea, Jl. Perintis Kemerdekaan km 10, Makassar, 90245, Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 14114577     EISSN : 29857694     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak merupakan open peer reviewed journal menerbitkan artikel ilmiah dengan fokus pada bidang nutrisi dan makanan ternak dengan cakupan (focus and scope), diantaranya: Nutrisi Ruminansia Kimia Pakan Tanaman Pakan dan Pastura Nutrisi Non-Ruminansia Teknologi dan Industri Pakan Valorisasi Pakan dan Limbah
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2016)" : 6 Documents clear
PERTUMBUHAN DAN KOMPOSISI SERAT RUMPUT SIGNAL YANG DIPUPUK DENGAN PUPUK HIJAU CAIR AZOLLA DAN KIHUJAN syamsuddin Nompo; . Budiman; R Isnaini; N Syam
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 12 No. 2 (2016)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.311 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v12i2.1318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk hijau cair azolla dan kihujan terhadap pertumbuhan dan fraksi serat (NDF dan ADF) rumput signal (Brachiaria decumbens).Penelitian menggunakan stek rumput signal, pupuk hijau cairazolla dan kihujan, serta EM4. Penelitian disusun berdasarkan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 5 kali ulangan.Perlakuan terdiri dari P0 (tanpa pupuk), P1 (pupuk azolla) dan P2 (pupuk kihujan).Parameter yang diamati adalah pertumbuhan tanaman meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, luas daun dan produksi bahan kering, fraksi serat (NDF dan ADF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk hijau cair azolla dan kihujan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman dan luas daun, namun tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap jumlah anakan dan produksi bahan kering rumput signal. Pupuk hijauan cair azolla dan kihujan juga tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kandungan NDF dan ADF rumput signal. Kesimpulan penelitian ini adalah  pemberian pupuk hijau cair azolla dan kihujan mampu meningkatkan pertumbuhan rumput signal khususnya tinggi tanaman dan luas daun, dan cenderung meningkatkan jumlah anakan dan produksi bahan kering.Penggunaan pupuk hijau cair azolla dan kihujan pada taraf P1 dan P2 belum mampu menurunkan fraksi serat (NDF dan ADF) rumput signal.
NILAI NUTRISI PAKAN BERBAHAN JERAMI PADI, GAMAL DAN UREA MINERAL MOLASES LIQUID (UMML) DENGAN PREPARASI YANG BERBEDA Syahriani Syahrir
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 12 No. 2 (2016)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.044 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v12i2.1319

Abstract

Optimalisasi pemanfaatan jerami padi dalam ransum diupayakan  dengan meningkatkan fermentabilitasnya dalam sistem rumen. Peningkatan fermentabilitas bahan pakan dalam sistem rumen dilakukan dengan menstabilkan populasi mikroba penghasil enzim pencerna karbohidrat struktural. Kajian terhadap Urea Mineral Molases Liquid (UMML) yang menjadi penyedia nitrogen, mineral larut air dan RAC dalam sistem rumen telah dilakukan. Penelitian kali ini mengkaji efektifitas jerami padi yang ditambahkan UMML dan biomassa gamal.  Penelitian diharapkan akan menghasilkan formula yang terbaik sebagai pakan ternak potong dari beberapa perlakuan jerami padi, biomassa gamal dan UMML. Perlakuan terdiri atas P0 = 60% jerami padi + 10 % UMML + 30% biomassa gamal (kontrol, tanpa ada fermentasi bahan); P1 = P0, tapi jerami padi dan UMML bahan dicampur lalu difermentasi, setelah fermentasi selesai baru dicampur dengan biomassa gamal; P2 = seluruh bahan P0 dicampur lalu difermentasi. Kajian terhadap kandungan nutrisi menghasilkan  formula terbaik sementara adalah perlakuan P2 yakni seluruh bahan dicampur lalu difermentasi, ditandai dengan kadar protein tertinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain.  
PERSENTASE KARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL BROILER YANG DIBERI PREBIOTIK INULIN UMBI BUNGA DAHLIA (Dahlia variabillis) Rita Massolo; Andi Mujnisa; Laily Agustina
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 12 No. 2 (2016)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.702 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v12i2.1314

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui level optimal penggunaan tepung umbi bunga terhadap persentase karkas, lemak abdominal, dan potongan komersil karkas broiler. Sebanyak 160 ekor ayam ras pedaging strain lohmann dipelihara sampai umur 35 hari. Perlakuan berupa penambahan tepung umbi bunga dahlia dalam pakan basal dengan level yang berbeda (masing-masing 0%, 0,8% 1,0% dan 1,2%). Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam (ANNOVA) dan bila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan Uji Jarak Duncan (Steel dan Torrie,1993). Hasil menunjukkan bahwa   pemberian tepung umbi bunga dahlia dalam pakan hingga level 1,2 % berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase karkas, persentase dada, persentase paha, persentase sayap dan tidak pengaruh nyata (P>0,05) terhadap persentase lemak abdominal, namun penggunaan tepung umbi bunga dahlia dalam pakan pada level 0,8% sudah menunjukan hasil yang lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung umbi bunga dahlia hingga  level 1,2% mampu memperbaiki nilai perentase karkas, persentase dada, persentase paha dan menurunkan kandungan lemak abdominal broiler. 
EFEK PENAMBAHAN JERUK NIPIS PADA PERFORMA BROILER STARTER YANG DIBERI PAKAN STEPDOWN . Jamilah
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 12 No. 2 (2016)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.282 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v12i2.1320

Abstract

Acidifier merupakan penggunaan asam organik pada pakan atau air minum broiler, tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh acidifier dengan menggunakan jeruk nipis dan asam sitrat terhadap performa brouiler starter yang diturunkan protein pakannya. Penelitian terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diterapkan sebagai berikut : P0 (pakan kontrol (tanpa step down)) , P­1 (pakan step down), P2 (pakan step down + asam sitrat sintetis 0,8 %) , P3  (pakan step down + air jeruk nipis  0,4 % (6,9 ml /100g pakan)) P4, (pakan step down + air jeruk nipis  0,8 % (13,8 ml /100g pakan) dan P5 (pakan step down + air jeruk nipis  1,2 % (20,7 ml /100g pakan). Parameter yang diukur adalah performa broiler yang meliputi bobot badan akhir, konsumsi dan konversi pakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan tidak menunjukkan adanya pengaruh nyata (P<0,05) terhadap performa broiler starter. Berdasarkan Hasil Penelitian dapat disimpulkan bahwa Penurunan protein pakan pada periode starter  dengan penambahan acidifier memberikan efek positif terhadap performa ternak yang ditunjukkan oleh hasil yang sama dengan kontrol.
KANDUNGAN PROTEIN DAN SERAT KASAR TONGKOL JAGUNG YANG DIINOKULASI Trichoderma sp. PADA LAMA INKUBASI YANG BERBEDA Rohmiyatul Islamiyati; Y. D. A Surahman; wardayanti Wardayanti
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 12 No. 2 (2016)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.303 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v12i2.1315

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis kandungan protein,  serat kasar dan BETN tongkol jagung yang diinokulasi Trichoderma sp. pada lama inkubasi yang berbeda. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAL 4 x 4 terdiri dari  Po : Tongkol jagung tanpa perlakuan (kontrol); P1 : Tongkol jagung + 5% Trichoderma sp. diinkubasi satu minggu; P2 Tongkol jagung + 5% Trichoderma sp. diinkubasi dua minggu; P3 : Tongkol jagung + 5% Trichoderma sp. diinkubasi tiga minggu.  Sidik ragam menunjukkan bahwa tongkol jagung yang diinokulasi Trichoderma sp. pada lama inkubasi yang berbeda berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap kandungan protein dan serat kasar  Disimpulkan bahwa inkubasi yang terbaik selama dua minggu.
KEARIFAN LOKAL DALAM PEMELIHARAAN KERBAU LOKAL DI DESA RANDAN BATU KABUPATEN TANA TORAJA Anie Asriany
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 12 No. 2 (2016)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.005 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v12i2.1316

Abstract

Sistem pemeliharaan kerbau di Kecamatan Makale  pada umumnya adalah sistem pemeliharaan dengan cara dikandangkan dan digembalakan secara tradsional. yangterdapat di Desa Randan Batu.   Penarikan   sampel (informan kunci) dilakukan  secara sengaja   (purposive sampling)  yang   terdiri dari peternak, ketua kelompok ternak, tokoh adat, tokoh masyarakat, Kepala Desa dan pegawai  Dinas  Peternakan Kabupaten Tana Toraja. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data secara deskriptif kualitatif yang melalui beberapa tahapan, dimulai dari pengamatan, identifikasi serta pemaknaan data.  Berdasarkan hasil penelitian sebagai berikut: 1) Nilai-nilai kearifan lokal dalam budaya beternak  antara lain :  mengolah  kotoran kerbau menjadi pupuk kandang, bahan api unggun dari bahan organik, makanan ternak bebas pestisida, mengembala berjalan kaki dan bergiliran serta adanya pertemuan secara rutin kelompok/masyarakat dan kegiatan gotong-royong 2) meminimalkan penggunaan sumber daya alam, mengurangi dampak pencemaran dan penurunan kualitas lingkungan hidup, menjaga keseimbangan ekosistem, menjamin pemenuhan kebutuhan pakan dan kesehatan ternak, memberikan manfaat/keuntungan secara ekonomi, dapat menyediakan lapangan kerja dan pendapatan yang memadai bagi peternak, meningkatkan taraf hidup masyarakat, serta menjaga kekerabatan dan hubungan sosial-kemasyarakatan.  

Page 1 of 1 | Total Record : 6