cover
Contact Name
Indrawirawan
Contact Email
indrawirawan@unhas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bnmt@unhas.ac.id
Editorial Address
Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Kampus Tamalanrea, Jl. Perintis Kemerdekaan km 10, Makassar, 90245, Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 14114577     EISSN : 29857694     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak merupakan open peer reviewed journal menerbitkan artikel ilmiah dengan fokus pada bidang nutrisi dan makanan ternak dengan cakupan (focus and scope), diantaranya: Nutrisi Ruminansia Kimia Pakan Tanaman Pakan dan Pastura Nutrisi Non-Ruminansia Teknologi dan Industri Pakan Valorisasi Pakan dan Limbah
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 17 No. 1 (2023)" : 6 Documents clear
Pengaruh Penambahan Tepung Bulu Sapi dalam Ransum terhadap Persentase Karkas dan Organ Dalam Burung Puyuh (Coturnix coturnix japonica) Fase Grower Farahdibah Farahdibah; Anie Asriany; A Mujnisa
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 17 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.107 KB)

Abstract

Tepung bulu sapi merupakan salah satu bahan pakan yang dapat digunakan sebagai bahan pakan sumber protein karena memiliki kandungan protein sekitar 76,77%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung bulu sapi dalam ransum terhadap persentase karkas dan organ dalam burung puyuh fase grower. Kegunaan penelitian agar memberikan informasi mengenai pengaruh penambahan tepung bulu sapi dalam ransum terhadap persentase karkas dan organ dalam burung puyuh fase grower. Penelitian ini menggunakan 80 ekor burung puyuh yang dipelihara secara adlibitum selama 30 hari. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 4 ulangan, PO:Ransum tanpa tepung bulu sapi (TBS), P1:Ransum mengandung tepung bulu sapi 2%, P2: Ransum mengandung tepung bulu sapi 4%. P3: Ransum mengandung tepung bulu sapi 6%. Parameter yang diamati adalah persentase karkas dan organ dalam burung puyuh fase grower. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung bulu sapi (TBS) dalam ransum tidak berpengaruh nyata terhadap persentase karkas dan organ dalam burung puyuh fase grower. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung bulu sapi sampai level 6% tidak memberikan dampak negatif terhadap ternak, namun hasil penelitian tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap persentase karks dan organ dalam (jantung, hati, dan gizzard) burung puyuh (Corturnix coturnix japonica) fase grower. Hal ini disebabkan protein keratin yang terkandung dalam bulu sapi memiliki daya cerna yang rendah karena adanya ikatan kimia berupa ikatan disulfida.
Produksi Indigofera di Musim Kemarau pada Umur Panen yang Berbeda Marhamah Nadir; Hendrawan; Rinduwati
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 17 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.828 KB)

Abstract

Indigofera merupakan tanaman leguminosa pohon yang produksi dan kualitas nutrisi lebih tinggi dari legum pohon lainnya, sehingga potensi untuk Hijauan Makanan Ternak (HMT) di musim kemarau. Umur panen akan hijauan akan mempengaruhi produksi, semakin lama tanaman dipangkas akan meningkatkan produksi berat segar dan berat kering yang layak konsumsi untuk ternak ruminansia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh umur panen berbeda terhadap berat segar dan berat kering tanaman indigofera. Penelitian ini menggunakan uji T-Test Paired (Uji T berpasangan) dengan 2 perlakuan dengan setiap perlakuan terdiri atas 20 pohon. Perlakuan umur pemangkasan berdasarkan hari setelah pangkas (HSP) yaitu: 50 (P1) dan 70 (P2) HSP. Umur panen berpengaruh nyata terhadap produksi berat segar dan berat kering tanaman indigofera pada musim kemarau. Tanaman indigofera pada musim kemarau sebaiknya dipotong pada umur 70 hari agar memberikan tanaman kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.
Kandungan Tanin, VFA dan Amonia pada Sistem Rumen in Vitro Daun Maja (Aegle marmelos) dan Daun Gamal (Gliricidia sepium) M. Akbar; Rohmiyatul Islamiyati; Jamila Mustabi; Indrawirawan Indrawirawan
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 17 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.21 KB)

Abstract

Tanin adalah zat antinutrisi yang terdapat pada tanaman hijauan, tetapi memiliki dampak positif dalam proses pencernaan ternak yaitu meningkatkan bypass protein. VFA (volatile fatty acids) adalah hasil perombakan dari karbohidrat dimana karbohidrat diperlukan oleh tubuh ternak sebagai sumber energi dan amonia adalah hasil perombakan dari protein dalam proses fermentasi dalam rumen ternak yang dipengaruhi oleh tanin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi perbandingan kandungan VFA dan amonia daun maja (Aegle marmelos) dan daun gamal (Gliricidia sepium) sebagai bahan pakan alternatif secara in vitro. Penelitian dianalisis menggunakan uji T dengan 2 bahan daun maja (Aegle marmelos) dan daun gamal (Gliricidia sepium). Hasil penelitian menunjukkan kandungan tanin rata-rata untuk daun maja (1.11%) dan daun gamal (0.82%). Kandungan amonia daun gamal (39.8 mM) dan daun maja (35.82 mM), dan kandungan VFA daun maja (103.28 mM) dan daun gamal (93.42 mM). Disimpulkan bahwa kandungan tanin lebih tinggi pada daun maja dibanding dengan daun gamal, kandungan VFA daun maja lebih tinggi daripada daun gamal dan masih pada kisaran normal. Kandungan amonia daun gamal lebih tinggi dibandingkan dengan daun maja dan berada di atas kisaran normal.
Pertumbuhan, Produksi, dan Kualitas Rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv. Thailand) yang Diberi Pupuk Nitrogen Berbeda Rinduwati; Budiman Nohong; Andika; Nursyamsi
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 17 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyedian hijauan pakan yang berkualitas baik dapat dilakukan dengan cara peningkatan produktivitas dan kualitas nutrisi pada tanaman yang dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain pemberian pupuk nitrogen pada tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian level pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan, produksi dan kualitas rumput pakchong (Pennisetum purpureum cv. Thailand). Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan penelitian ini yaitu Po (Kontrol), P1(1,9 g urea/polybag), P2 (2,5 g urea/polybag) dan P3 (3,05 g urea/polybag). Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, panjang helai daun, lebar daun, jumlah daun, produksi bahan segar, produksi bahan kering, protein kasar dan serat kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian level pupuk nitrogen memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap peningkatan tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, dan jumlah daun, produksi bahan segar, produksi bahan kering, kandungan protein kasar dan menurunkan kandungan serat kasar rumput pakchong. Berdasarkan hasil uji beda nyata, maka perlakuan P2 dan P3 mempunyai angka notasi terbaik (a) yang sama, tetapi perlakuan P1 menggunakan pupuk lebih sedikit dibanding dengan perlakuan P3. Dapat disimpulkan bahwa pemberian level pupuk dengan dosis 225 Kg N/ha = 2,5 g N/polybag) memberikan hasil yang optimal pada rumput gajah (Pennisetum purpureum cv. Thailand).
Pengaruh Berbagai Level Pupuk Nitrogen Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv. Thailand) Muh. Yusril Latif; Budiman; Rinduwati
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 17 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai level pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan dan produksi rumput pakchong. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan uji lanjut Duncan yang terdiri atas 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini yaitu P0=Kontrol (Tanpa pupuk), P1= 260Kg N/Ha=0,0039Kg N/polybag (Setara dengan 3,9 g N/Polybag), P2= 280Kg N/Ha=0,0042Kg N/polybag (Setara dengan 4,2 g N/Polybag), P3= 300Kg N/Ha=0,0045Kg N/polybag (Setara dengan 4,5 g N/Polybag). Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu tinggi tanaman, panjang daun, jumlah anakan, jumlah daun, produksi bahan segar dan produksi bahan kering. Hasil penelitian menunjukkan berbagai pemberian level pupuk nitrogen memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap panjang daun, jumlah anakan dan jumlah daun. Sedangkan tinggi tanaman tidak memberikan pengaruh nyata (P<0,05). Kemudian pada parameter produksi bahan segar dan produksi bahan kering memberikan pengaruh nyata. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pemberian pupuk nitrogen dengan level yang berbeda meningkatkan laju pertumbuhan dan produksi bahan segar maupun bahan kering pada rumput pakchong. Pemberian level pupuk 260 kg N/Ha dan 280 kg N/Ha memberikan hasil terbaik pada rumput pakchong.
Pengaruh Frekuensi Pemberian Pupuk Nitrogen Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv. Thailand) Furqan Sukiman; Budiman Nohong; Rinduwati
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 17 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemberian pupuk urea terhadap pertumbuhan dan produksi rumput pakchong. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan uji lanjut Duncan yang terdiri dari 4 Perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu PO: Kontrol (Tanpa Pupuk). PI: 1 kali frekuensi pemupukan. PII: 2 kali frekuensi pemupukan. PIII: 3 kali frekuensi pemupukan. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, Panjang daun, jumlah daun, jumlah anakan, produksi bahan segar, dan produksi bahan kering. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk nitrogen dengan frekuensi yang berbeda memberikan pengaruh nyata pada setiap perlakuan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu frekuensi pemberian pupuk tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dari setiap perlakuan, namun hasil terbaik ditunjukkan oleh perlakuan PI, 1 kali frekuensi pemupukan, dengan hasil produksi bahan kering yaitu 56 ton/ha.

Page 1 of 1 | Total Record : 6