cover
Contact Name
Rachma Wikandari
Contact Email
rachma_wikandari@mail.ugm.ac.id
Phone
+6285712601130
Journal Mail Official
agritech@ugm.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Jl. Flora No. 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
agriTECH
ISSN : 02160455     EISSN : 25273825     DOI : 10.22146/agritech
Core Subject : Agriculture,
Agritech with registered number ISSN 0216-0455 (print) and ISSN 2527-3825 (online) is a scientific journal that publishes the results of research in the field of food and agricultural product technology, agricultural and bio-system engineering, and agroindustrial technology. This journal is published by Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta in colaboration with Indonesian Association of Food Technologies (PATPI).
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 42, No 1 (2022)" : 11 Documents clear
Pemanfaatan Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia (L) Merr) sebagai Sumber Antioksidan Alami pada Nugget Itik Afkir Nurul Hidayat; Rusman Rusman; Edi Suryanto; Ajat Sudrajat
agriTECH Vol 42, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.096 KB) | DOI: 10.22146/agritech.45499

Abstract

enelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L) Merr) sebagai sumber antioksidan alami pada nugget itik afkir. Bawang Dayak yang digunakan berasal dari pedalaman Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan tiga perbedaan konsentrasi bawang dayak segar yaitu 0, 1,5 dan 3%. Kualitas nugget itik afkir di tentukan dari nilai pH, kualitas kimia (kadar air, protein dan lemak), sensoris (warna, rasa, aroma, tekstur, dan daya terima) dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L) Merr) berpengaruh signifikan terhadap nilai pH, kadar air dan aktfitas antioksidan namun tidak berpengaruh terhadap kadar protein, lemak dan kualitas sensoris nugget itik afkir. Penambahan bawang dayak aras 3% menunjukan hasil yang paling baik. Penambahan bawang dayak pada nugget itik afkir aras 3% mampu menghasilkan nilai pH 6,37±0,04,kadar air 55,70±1,82%, protein 15,29±0,96, lemak 5,03±0,74, warna 3,54±0,19, rasa 3,56±0,14, aroma 3,58±0,13, tekstur 3,75±0,09, daya terima 3,72±0,28dan aktivitas antioksidan sebesar 20,46±0,51%. Bawang dayak berpotensi menjadi sumber antioksidan alami.
Nanoemulsi Ekstrak Wortel dan Virgin Coconut Oil sebagai suplemen ProVitamin A untuk Mencegah Kekurangan Vitamin A Diah Ayu Puspitasari; Nurlaili Rahmawati; Nindya Kirana Putri; Mokhammad Fajar
agriTECH Vol 42, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.216 KB) | DOI: 10.22146/agritech.47743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi suplemen nanoemulsi tipe oil in water (O/W) dari ekstrak wortel dan VCO, serta mengetahui kandungan beta-karoten dan mineral K dalam suplemen. Suplemen nanoemulsi dibuat menggunakan dua campuran surfaktan food grade yaitu surfaktan hidrophylic-lipophylic balance (HLB) rendah (span 80) dan HLB tinggi (tween 80), dengan berbagai rasio surfaktan minyak. Selain itu, dilakukan optimasi pada sediaan nanoemulsi yang meliputi ukuran, karakterisasi nilai pH, viskositas, turbiditas, serta kandungan mineralnya. Berdasarkan hasil optimasi ukuran menggunakan metode Taguchi, diperoleh faktor yang memberikan pengaruh yang signifikan adalah HLB dan kecepatan homogenizer. Suplemen nanoemulsi yang baik diperoleh dari HLB 10,3A dengan ukuran diameter globula sebesar 65,9 nm dengan PI 0,311, pH sebesar 7,03, turbiditas sebesar 0,46 cm -1 , viskositas sebesar 2,4 cP, dan kandungan beta-karoten sebesar 926,89 µg/100 g kandungan mineral K sebesar 0,058 µg/L, sehingga suplemen pro-vitamin A yang dibuat berpotensi untuk mencegah KVA.
Optimization of Crude Palm (Elaeis guineensis) Oil Bleaching using Zeolite-Fe by Response Surface Methodology Ulfah Anis; Ria Millati; Chusnul Hidayat
agriTECH Vol 42, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.475 KB) | DOI: 10.22146/agritech.48114

Abstract

A carcinogenic 3-monochloropropane 1, 2 diol ester (3-MCPD ester) can be formed during processing crude palm oil (CPO). Chlorine is one of the precursors for the formation of 3-MCPD esters. This study aimed to optimize the bleaching conditions using zeolite-Fe for reducing chlorine concentration by the Response Surface Methodology (RSM) and further evaluate the characteristics of the bleached CPO. Factors such as bleaching time, zeolite-Fe concentration, and bleaching temperature were evaluated and further optimized. The results showed that Fe in the modified zeolite-Fe increased about 71.89% compared to natural zeolite. Zeolite-Fe concentration, bleaching time, and bleaching temperature had a significant effect on chlorine adsorption. The optimum bleaching process was obtained at a zeolite-Fe concentration of 5% (w/w) and bleaching temperature of 80 °C for 30 minutes. Bleached CPO had a chlorine concentration of 25 ± 1 ppb, carotenoid of 467.70 ± 13.71 ppm, and a DOBI (Deterioration Of Bleachability Index) value of 2.17 ± 0.01 R.
Optimasi Proses Nanopresipitasi pada Nanoenkapsulasi Ekstrak Kasar Daun Kakao (Theobroma cacao L.) Menggunakan Response Surface Methodology (RSM) Rahma Bayunita Hapsari; Yudi Pranoto; Agnes Murdiati; Supriyanto Supriyanto
agriTECH Vol 42, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1846.442 KB) | DOI: 10.22146/agritech.49872

Abstract

Ekstrak kasar daun kakao mempunyai potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber antioksidan alami. Perlindungan senyawa tersebut dari kerusakan selama penyimpanan dapat dilakukan enkapsulasi. Metode nanopresipitasi merupakan metode yang mudah dan cepat dibandingkan metode lain. Efisiensi enkapsulasi yang tinggi sebagai penentu keberhasilan dari nanopresipitasi dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya konsentrasi ekstrak yang ditambahkan dan konsentrasi gelatin. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimal proses nanopresipitasi dengan mengoptimasi konsentrasi ekstrak yang ditambahkan (300 ppm, 400 ppm, 500 ppm, 600 ppm dan 700 ppm) dan konsentrasi gelatin (1% ; 1,25% ; 1,5% ; 1,75% dan 2%) dilihat dari parameter efisiensi enkapsulasi menggunakan metode Central Composite Design (CCD) dan Response Surface Methodology (RSM) (p-value < 0,05). Analisis lain yang dilakukan yaitu efisiensi enkapsulasi, distribusi ukuran partikel dan pengamatan profil morfologi. Dari analisis RSM, konsentrasi ekstrak 509,57 ppm dan konsentrasi gelatin 1,57% memberikan hasil yang terbaik dengan efisiensi enkapsulasi nanokapsul sebesar 78,04%. Kondisi optimum nanokapsul juga memberikan hasil ukuran nanokapsul berada dalam kisaran nanometer yaitu sebesar 178,9 nm dan pesebaran nanokapsul merata karena indeks polidispersitas bernilai kurang dari 1 yaitu 0,716. Sedangkan profil morfologi menunjukkan bahwa nanokapsul berbentuk bulat dan utuh.
Pengaruh Pemberian Kopi yang Diformulasikan dengan Antioksidan dan Gula Kelapa terhadap Tekanan Darah, MDA, dan SOD Serum Tikus Obesitas Hidayah Dwiyanti; Retno Setyawati; Siswantoro Siswantoro; Diah Krisnansari
agriTECH Vol 42, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.086 KB) | DOI: 10.22146/agritech.50944

Abstract

Pengembangan kopi mix tinggi antioksidan dengan pemanis gula kelapa adalah salah satu alternatif untuk mensuplai antioksidan pada individu obese guna menekan stress oksidatif. Minyak sawit merah (MSM) yang kaya antioksidan ditambahkan dalam proses pembuatannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian minuman kopi mix gula kelapa terhadap tekanan darah, kadar SOD, dan MDA tikus obesitas. Penelitian eksperimental menggunakan 18 ekor tikus yang diinduksi menjadi obese dengan diet tinggi lemak (indeks Lee>0,3). Dibagi 3 kelompok (n=6), masing-masing mendapatkan perlakuan: (1) kopi mix gula tebu tanpa MSM = 0,45 g/200 g BB/ hari (P1); (2) kopi mix gula kelapa dengan MSM= 0,45 g/200 g BB/hari (P2); dan (3) kopi mix gula kelapa dengan MSM= 0,90 g/200 g BB/hari (P3). Intervensi dilakukan selama 2 minggu. Pengamatan terhadap perubahan berat badan, tekanan darah, kadar SOD, dan MDA serum (pre-post). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kopi mix gula kelapa dengan MSM pada tikus obese (P2 dan P3) secara nyata menurunkan tekanan darah (26,9% dan 40,6%), dan kadar MDA serum (35,3% dan 61,8%), serta menaikkan SOD serum (28,79% dan 53,66%), sebaliknya pada kelompok kopi mix gula tebu tanpa MSM terjadi peningkatan tekanan darah (2,9%) dan kadar MDA (1,9%), serta menurunkan kadar SOD (16,6%). Peningkatan berat badan pada kelompok kopi mix gula tebu non MSM secara nyata lebih tinggi (P1=7,8%), dibandingkan kelompok kopi gula kelapa dengan MSM (P2=6,7%; P3=4,4%). Kopi mix tinggi antioksidan dengan pemanis gula kelapa berpotensi sebagai pangan alternatif untuk menekan stress oksidatif pada tikus obesitas.
Kajian Keju Mozzarella Analog yang Disubstitusi dengan Pati Termodifikasi Gusnilawati Gusnilawati; Nur Wulandari; Eko Hari Purnomo
agriTECH Vol 42, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.518 KB) | DOI: 10.22146/agritech.52777

Abstract

Keju mozzarella analog (KMA) merupakan keju mozzarella imitasi yang telah menjadi perhatian beberapa tahun terakhir. Namun, keju mozzarella analog memiliki umur simpan yang pendek karena tekstur dan regangannya tidak stabil pada suhu tinggi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan umur simpan keju mozzarella analog dengan mensubstitusi lemak menggunakan pati termodifikasi. Pada penelitian ini digunakan tiga tipe pati termodifikasi yaitu pati beras, pati jagung, dan pati kentang. Pada penelitian ini, kestabilan KMA terpilih dipelajari pada beberapa suhu penyimpanan berbeda yaitu 5 °C, 15 °C, 25 °C, dan 35 °C. Kekerasan dan daya regang merupakan parameter yang diamati selama penelitian. Keju mozzarella analog terpilih pada penelitian ini adalah KMA yang disubstitusi dengan 5% pati beras termodifikasi. Kualitas KMA menurun seiring dengan meningkatnya suhu penyimpanan. Paramater regangan menurun lebih cepat dari pada parameter kekerasan. Laju penurunan kualitas kekerasan dan regangan pada suhu 5 °C, 15 °C, 25 °C, dan 35 °C berturut-turut 0,017; 0,022; 0,105; dan 0,151% per hari dan 0,025; 0,028; 0,172; dan 0,222% per hari. Karakteristik penurunan kestabilan kekerasan dan regangan yang dipengaruhi oleh suhu disebut dengan energi aktivasi (Ea) adalah 14378,64 kal/mol dan 14507,73 kal/mol. Stabilitas KMA meningkat berturut-turut 31 hari (46%), 10 hari (34%), 3 hari (22%), dan 1 hari (15%) pada masing-masing suhu penyimpanan 5 °C, 15 °C, 25 °C, dan 35 °C. Kestabilan KMA terpilih pada suhu ruang (30 °C) meningkat 10%. Substitusi pati beras termodifikasi juga dapat mengurangi aw dari 0,95 menjadi 0,92.
Evaluasi Kualitas Mi Kering dengan Tepung Labu Kuning dan Tepung Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) sebagai Substitusi Sebagian Tepung Terigu Meda Canti; Michella Siswanto; Diana Lestari
agriTECH Vol 42, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.685 KB) | DOI: 10.22146/agritech.53807

Abstract

 Mi kering merupakan salah satu jenis pangan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat luas. Hal tersebut menyebabkan peningkatan konsumsi tepung terigu sebagai bahan dasar mi. Selain itu dapat menyebabkan tingginya impor gandum di Indonesia. Tepung labu kuning merupakan salah satu bahan yang dapat menggantikan tepung terigu pada pembuatan mi kering. Kandungan karbohidrat tepung labu kuning tinggi. Namun karena proteinnya rendah, maka perlu penambahan protein dari luar, misalnya tepung ikan cakalang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat sensoris, fisik, dan kimia mi kering berbahan dasar tepung labu kuning dan tepung ikan cakalang sebagai substitusi sebagian tepung terigu. Formulasi pada pembuatan mi kering yaitu menggunakan rasio tepung terigu:tepung labu kuning sebesar 100:0; 90:10; 80:20; 70:30; 60:40 dan ditambahkan tepung ikan cakalang sebesar 0, 10, 20, 30, 40%. Mi kering yang dihasilkan kemudian dianalisis sifat sensoris, fisik, dan kimianya. Berdasarkan sifat sensorisnya, formulasi mi kering dengan tepung terigu:tepung labu kuning sebesar 80:20 masih dapat diterima oleh panelis. Rasio tepung ikan cakalang terbaik berdasarkan sifat fisik dan sensoris hingga 20%. Penambahan tepung ikan cakalang sebesar 20% menghasilkan mi kering dengan warna kuning, aroma, rasa, tekstur dan aftertaste yang masih dapat diterima panelis. Penambahan tepung ikan cakalang sebesar 10-40% akan meningkatkan nilai cooking loss, kekerasan, tetapi menurunkan nilai daya serap air, swelling index, tensile strength mi kering yang dihasilkan. Kandungan protein mi kering yang diformulasikan tepung ikan cakalang sebesar 20% meningkat sebesar 2,09 kali lipat, yaitu dari 12,03% db menjadi 25,10% db. Mi kering yang dihasilkan memiliki kadar air, abu, dan protein yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).
Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Lokasi Agroindustri: Studi Industri Tahu di Daerah Istimewa Yogyakarta Suhendra Suhendra; Endy Suwondo; Dyah Ismoyowati; Masayuki Matsuoka
agriTECH Vol 42, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1076.174 KB) | DOI: 10.22146/agritech.54043

Abstract

Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) pada studi kelayakan pemilihan lokasi agroindustri dengan analisis finansial dan lingkungan belum banyak dilakukan, khususnya untuk kelayakan industri sekala kecil menengah di area permukiman. Penelitian ini bertujuan membuat rancang bangun sistem pendukung keputusan (SPK) pemilihan lokasi agroindustri dengan kombinasi analisis finansial dan spasial lingkungan. Studi dilakukan untuk penetapan lokasi industri tahu di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penelitian dilakukan melalui tahapan perancangan context diagram, hierarchical input process output (HIPO), dan data flow diagram. Sistem dirancang dengan 2 desain antarmuka: untuk user (interface front end) dan antarmuka oleh admin (interface back end). Hasil penelitian adalah prototype aplikasi pendukung keputusan berbasis website bernama IFSS (Industrial Feasibility Support System) dengan alamat domain http://ifssugmku.com/. Pemilihan lokasi industri dengan kriteria finansial dan lingkungan dilakukan untuk menentukan lokasi yang paling sesuai bagi pendirian industri. Uji coba sistem menunjukkan Kabupaten Gunungkidul merupakan lokasi dengan hasil kelayakan finansial tertinggi dengan nilai NPV (Rp) 879.520.243, sementara Kabupaten Bantul dan Kulon Progo merupakan daerah dengan sebaran lokasi terpilih tertinggi dari analisis lingkungan menggunakan teknik overlay.  Verifikasi dilakukan dengan membandingkan hasil perhitungan manual dengan hasil perhitungan aplikasi, serta membandingkan sebaran lokasi keberadaan 14 sampel industri tahu di DIY dengan hasil pemilihan lokasi secara spasial pada ArcGIS Pro. IFSS adalah aplikasi untuk membantu memberikan petimbangan pemilihan lokasi industri secara finansial dan lingkungan.
A Multidimensional Approach in Assessing Geographical Indication Product Sustainability: Salak Pondoh Sleman Rizky Brisha Nuary; Mochammad Maksum; Anggoro Cahyo Sukartiko
agriTECH Vol 42, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.053 KB) | DOI: 10.22146/agritech.57506

Abstract

Salak Pondoh Sleman (SPS) is an exotic fruit which has geographical indication certification, a sign indicating the unique characteristics inherent in a product due to the influence of its geographical origin. Its unique characteristics can only be found in certain areas. Thus, it is necessary to consider the concept of sustainable agricultural development of the product, involving several dimensions such as environmental, organizational, and technological. The study aimed to assess the sustainability of SPS as a product with geographical indication certification and identify the most influential sustainability attributes in the selected dimensions. A rapid appraisal method of the multidimensional scaling technique was performed to achieve the objective of this study, further mentioned as RAPSalacca. The result showed that the sustainability level of SPS plantation system was classified as ‘quite sustainable,’ with a sustainability index of 59.83. Furthermore, the sustainability analysis of the selected dimensions denoted the important attributes to the sustainability in each dimension, which is further explained in this paper.
Yeast Species and Bioactive-Compounds of Traditional Rice Wine Originated from Lombok Island, Indonesia I Nyoman Sumerta; Yeni Yuliani; Maya Komalasari; Ismu Purnaningsih; Atit Kanti
agriTECH Vol 42, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.775 KB) | DOI: 10.22146/agritech.60287

Abstract

In fermented beverages, yeasts have been exploited for many years and are well-known as alcohol producers. In Indonesian traditional beverages, however, information about microbiology and potential bioactive-compounds of rice wine produced by the local people, especially in Lombok, are limited. The present study described the compounds of traditional rice wine including yeast species and its produced compounds that have biological activity. The yeast in rice wine was isolated using three growth agar media by serial dilution, selected the yeast colonies for molecular identification, and performed gas chromatography tandem with mass spectrometry for profiling the chemical compounds of the rice wine. The result indicated that the rice wine sold without distillation still contained Saccharomyces cerevisiae as the main alcohol producer. Meanwhile, at least six bioactive-compounds such as l-(+)-Ascorbic acid 2,6-dihexadecanoate, performic acid, octadecanoic acid, sulfurous acid, tetratriacontane, and eicosane were detected and reportedly related to antimicrobial, antiviral, anticancer, and other pharmacological activities. These findings could be the first step of studies on exploring Indonesian’s local rice wine as alcohol and bioactive-compound sources for health benefits.

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 45, No 3 (2025) Vol 45, No 2 (2025) Vol 45, No 1 (2025) Vol 44, No 4 (2024) Vol 44, No 3 (2024) Vol 44, No 2 (2024) Vol 44, No 1 (2024) Vol 43, No 4 (2023) Vol 43, No 3 (2023) Vol 43, No 2 (2023) Vol 43, No 1 (2023) Vol 42, No 4 (2022) Vol 42, No 3 (2022) Vol 42, No 2 (2022) Vol 42, No 1 (2022) Vol 41, No 4 (2021) Vol 41, No 3 (2021) Vol 41, No 2 (2021) Vol 41, No 1 (2021) Vol 40, No 4 (2020) Vol 40, No 3 (2020) Vol 40, No 2 (2020) Vol 40, No 1 (2020) Vol 39, No 4 (2019) Vol 39, No 3 (2019) Vol 39, No 2 (2019) Vol 39, No 1 (2019) Vol 38, No 4 (2018) Vol 38, No 3 (2018) Vol 38, No 2 (2018) Vol 38, No 1 (2018) Vol 37, No 4 (2017) Vol 37, No 3 (2017) Vol 37, No 2 (2017) Vol 37, No 1 (2017) Vol 36, No 4 (2016) Vol 36, No 3 (2016) Vol 36, No 2 (2016) Vol 36, No 1 (2016) Vol 35, No 4 (2015) Vol 35, No 3 (2015) Vol 35, No 2 (2015) Vol 35, No 1 (2015) Vol 34, No 4 (2014) Vol 34, No 3 (2014) Vol 34, No 2 (2014) Vol 34, No 1 (2014) Vol 33, No 4 (2013) Vol 33, No 3 (2013) Vol 33, No 2 (2013) Vol 33, No 1 (2013) Vol 32, No 4 (2012) Vol 32, No 3 (2012) Vol 32, No 2 (2012) Vol 32, No 1 (2012) Vol 31, No 4 (2011) Vol 31, No 3 (2011) Vol 31, No 2 (2011) Vol 31, No 1 (2011) Vol 30, No 4 (2010) Vol 30, No 3 (2010) Vol 30, No 2 (2010) Vol 30, No 1 (2010) Vol 29, No 4 (2009) Vol 29, No 3 (2009) Vol 29, No 2 (2009) Vol 29, No 1 (2009) Vol 28, No 4 (2008) Vol 28, No 3 (2008) Vol 28, No 2 (2008) Vol 28, No 1 (2008) Vol 27, No 4 (2007) Vol 27, No 3 (2007) Vol 27, No 2 (2007) Vol 27, No 1 (2007) Vol 26, No 4 (2006) Vol 26, No 3 (2006) Vol 26, No 2 (2006) Vol 26, No 1 (2006) Vol 25, No 4 (2005) Vol 25, No 3 (2005) Vol 25, No 2 (2005) Vol 25, No 1 (2005) Vol 24, No 4 (2004) Vol 24, No 3 (2004) Vol 24, No 2 (2004) Vol 24, No 1 (2004) Vol 23, No 4 (2003) Vol 23, No 3 (2003) Vol 23, No 2 (2003) Vol 23, No 1 (2003) Vol 22, No 4 (2002) Vol 22, No 3 (2002) Vol 22, No 2 (2002) Vol 22, No 1 (2002) Vol 21, No 4 (2001) Vol 21, No 3 (2001) Vol 21, No 2 (2001) Vol 21, No 1 (2001) Vol 20, No 4 (2000) Vol 20, No 3 (2000) Vol 20, No 2 (2000) Vol 20, No 1 (2000) Vol 19, No 4 (1999) Vol 19, No 3 (1999) Vol 19, No 2 (1999) Vol 19, No 1 (1999) Vol 18, No 4 (1998) Vol 18, No 3 (1998) Vol 18, No 2 (1998) Vol 18, No 1 (1998) Vol 17, No 4 (1997) Vol 17, No 3 (1997) Vol 17, No 2 (1997) Vol 17, No 1 (1997) Vol 16, No 4 (1996) Vol 16, No 3 (1996) Vol 16, No 2 (1996) Vol 16, No 1 (1996) Vol 15, No 4 (1995) Vol 14, No 3 (1994) Vol 14, No 2 (1994) Vol 14, No 1 (1994) Vol 13, No 4 (1993) Vol 13, No 3 (1993) Vol 13, No 2 (1993) Vol 13, No 1 (1993) Vol 12, No 4 (1992) Vol 12, No 3 (1992) Vol 12, No 2 (1992) Vol 12, No 1 (1992) Vol 11, No 4 (1991) Vol 11, No 3 (1991) Vol 11, No 2 (1991) Vol 11, No 1 (1991) Vol 10, No 4 (1990) Vol 10, No 3 (1990) Vol 10, No 2 (1990) Vol 10, No 1 (1990) Vol 9, No 4 (1989) Vol 9, No 3 (1989) Vol 9, No 2 (1989) Vol 9, No 1 (1989) Vol 8, No 4 (1988) Vol 8, No 3 (1988) Vol 8, No 2 (1988) Vol 8, No 1 (1988) Vol 7, No 2 (1987) Vol 7, No 1 (1987) Vol 6, No 1 & 2 (1986) Vol 5, No 1 & 2 (1985) Vol 4, No 2,3, & 4 (1984) Vol 4, No 1 (1984) Vol 3, No 3 (1982) Vol 3, No 1 (1982) Vol 2, No 4 (1981) Vol 2, No 3 (1981) Vol 2, No 2 (1981) Vol 2, No 1 (1981) Vol 1, No 3 (1980) Vol 1, No 2 (1980) Vol 1, No 1 (1980) More Issue