cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya)
ISSN : 1858036X     EISSN : 24604682     DOI : -
Core Subject : Science,
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Abbreviation: J.Fis. dan Apl.) hanya menerbitkan artikel penelitian asli serta mengulas artikel tentang topik seputar bidang fisika (fisika teori, material, optik, instrumentasi, geofisika) dan aplikasinya. Naskah yang dikirimkan ke JFA belum pernah diterbitkan ditempat lain serta tidak dalam proses pertimbangan untuk diterbitkan ditempat lain, dalam bahasa apapun. Studi teoritis, eksperimental, dan praktis sama-sama didorong, seperti juga artikel interdisipliner dan yang timbul dari penelitian dan kolaborasi industri.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2017)" : 10 Documents clear
Distribusi Coulomb Stress Akibat Gempabumi Tektonik Selatan Pulau Jawa berdasarkan Data Gempa Tektonik 1977-2000 Fitri Puspasari; W Wahyudi
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.537 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v13i2.2745

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menghitung distribusi Coulomb stress dengan menggunakan software Coulomb 3.3. Peningkatan nilai perubahan Coulomb stress mengindikasikan adanya akumulasi stress pada batuan. Data penelitian diambil dari katalog ISC (International Seismological Center) dan Global CMT (Global Centroid Moment Tensor). Hasil pengolahan data adalah terjadi peningkatan Coulomb stress di kawasan selatan pulau Jawa dengan kisaran nilai 0,01-1 kPa dan diduga dapat menimbulkan terjadinya akumulasi stress akibat gempabumi tektonik yang mengarah ke bawah puncak gunungapi Merapi.ABSTRACTThis study has been applied to calculate Coulomb stress distribution using Coulomb 3.3 software. Increasing the value of Coulomb stress changes indicated accumulation of stress on rocks. The data is taken from the catalog of ISC (International Seismological Center) and Global CMT (Global Centroid Moment Tensor). The results of data processing is an increase in Coulomb stress in the South of Java Island with a ranges 0.01-1 kPa and allegedly caused the accumulation of stress due to tectonic earthquake that leads to the volcano.
Dekomposisi Wavelet Data Seismik Broadband dari Stasiun Wanagama Yogyakarta pada saat Letusan Gunung Merapi 2010 D. Dairoh; Wiwit Suryanto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.794 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v13i2.2157

Abstract

Letusan Merapi 2010 mengakibatkan kerusakan alat pengamatan seismik yang terpasang disekitar gunung Merapi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti karakteristik gempa vulkanik gunung Merapi dari daerah di luar bahaya gunungapi (stasiunWanagama). Analisis dilakukan dengan melakukan proses dekomposisi wavelet untuk memisahkan even gempa vulkanik dan noise yang terekam selama kurun waktu letusan gunung Merapi 2010. Proses dekomposisi dilakukan dengan menggunakan wavelet Daubechies orde 5. Intrepretasi dilakukan dengan melihat karaktersitik sinyal gempa vulkanik dengan kandungan frekuensi sinyal hasil dekomposisi tersebut. Dari hasil penelitian ini diperoleh informasi event gempa vulkanik yang terjadi selama letusan Merapi 2010.ABSTRACTEruption of mount Merapi in 2010 has caused damaged the seismic observation stations installed around mount Merapi. This research aimed to investigate the characteristics of Mount Merapi is volcanic earthquakes of the outside of volcanoes danger area(Wanagama station). The analysis was conducted by wavelet decomposition process to separate the noise volcanic and seismic events were recorded during the period of the eruption of Mount Merapi, 2010. The decomposition process was done by using wavelet Daubechies order of 5. Theinterpretation was made by looking at the characteristics of volcanic seismic signals with frequency content of the signal decomposition. From the results, the research shows event of volcanic earthquakes that occurred during the 2010 eruption of Merapi.
Local Waveforms Analysis to Estimate the Fault Plane of May 2008 Sumatra Earthquakes Bagus Jaya Santosa; Bintoro Anang Subagyo
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1717.503 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v13i2.2747

Abstract

Five earthquakes source parameters in Sumatra have been estimated that occurred on May 3rd, 13th , 18-20th 2008, which earthquakes magnitude was over 5.4 Mw. To determine the earthquakes source parameters, we used three components local waveform. The seismogram data are inverted to achieve the earthquake source parameters. To investigate the depths of earthquakes, the determination used the highest value of variance reduction of waveform analysis. To identify the fault plane of the earthquakes, the H-C method is used. The research calculates also the length and width of the Fault planes.
Pengaruh Doping Ion Alumunium pada Kurva Serapan FTIR dan Struktur Kristal Nanopartikel Kobalt Ferit Hasil Kopresipitasi Anisa Khoiriah; U Utari; Budi Purnama
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.58 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v13i2.2298

Abstract

Telah dipelajari pengaruh doping ion alumunium pada nanopartikel cobalt ferrite hasil fabrikasi metode kopresipitasi. Ion alumunium dipilih mengingat jari-jari kovalennya sebanding dengan jari-jari cobalt. Hasil analisis FTIR menunjukkan pada tetrahedral site, force constant berubah sebesar 0,23 N/m akibat doping ionalumunium. Berdasar analisis XRD pada puncak tertinggi, ukuran kristalit tanpa dan dengan doping alumunium adalah masing masing 57,75 nm menjadi 46,2 nm. Perubahan ukuran kristalit ini disinyalir akibat substitusi ion cobalt dengan ion alumunium dengan jari-jari kovalen alumunium lebih kecil dibanding ion cobalt.ABSTRACTIt has been studied the aluminum doping effect on co-precipitated cobalt ferrite nanoparticles. Aluminum ion .was chosen considering covalent radius comparable to the radius of cobalt. The analysis of FTIR results showed that the change of constant force without and with doping aluminum ion on tetrahedral site was 0.23 N / m. The calculated of crystallite size from the strongest peak of XRD pattern indicated that the crystallite size reduces from 57.75 to 46.20 nm after doped aluminum. The change of the crystallite size was presumably due to the substitution of cobalt ions with aluminum ions since the aluminum covalent radius was smaller than cobalt ions.
Generator Termoelektrik untuk Pengisisan Aki Puspita, Shanti Candra; Sunarno, Hasto; Indarto, Bachtera
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.159 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v13i2.2748

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang generator termoelektrik untuk  pengisian aki, dengan tujuan untuk mengetahui dampak perbedaan penggunaan sield (kerangka sistem pemanas) antara triplek dan alumunium pada sistem pemanas TEG. Disamping itu juga untuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pengisian akisebagai pengaplikasian TEG. Penelitian ini difokuskan pada pembuatan sistem pemanas yang lebih efisien, yang dilakukan dengan meningkatkan efisiensi dari modul TEG dalam menghasilkan tegangan. Hasil penelitian ini menunjukkan pembaruan sistem pemanas dengan menggunakan sield alumunium dapat meningkatkan tegangan keluaran generator termoelektrik sebesar 4,435% dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya dengan menggunakan TEG tipe SP184827145SA. Sedangkan pada pengaplikasian pengisian aki menggunakan TGPR- 1W-2V-21S dapat menghasilkan tegangan sebesar 6 ± 0,05 Volt dengan besar arus 0,43 ± 0,015 Ampere yang memerlukan lama waktu pengisian 10 jam.ABSTRACTResearch on termoelectric generator for accu charging has been done to know the effect of different use of sield (heating system framework) between plywood and aluminum on TEG heating system. Besides that also to know how much time needed for charging accu as TEG application. This research is focused on making more efficient heating systems, which is done by increasing the efficiency of the TEG module in generating voltage.In this research, it can be concluded that the update of heating system using Alumunium sield can increase the output voltage of the thermoelectric generator by 4.435% compared to the previous research using TEG type SP184827145SA. While the application of charging Accu using TGPR-1W-2V-21S can produce a voltage of 6 ± 0.05 Volt with a currentof 0.43 ± 0.015 Ampere which requires a duration of charging time of 10 hours.
Efek Staebler-Wronski dan Pengaruh Waktu Anil pada Lapisan Instrinsik Silikon Amorf Terhidrogenasi (a-Si:H) Yoyok Cahyono; Fuad D. Muttaqin; Umi Maslakah; Malik A. Baqiya; Mochamad Zainuri; Eddy Yahya; Suminar Pratapa; Darminto Darminto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.452 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v13i2.2299

Abstract

Silikon amorf terhidrogenasi (a-Si:H) adalah salah satu material sel surya yang sangat menjanjikan, karena jika dibandingkan dengan kristal silikon (c-Si) material ini mempunyai absorpsivitas yang lebih besar dengan kebutuhan material yang lebih sedikit (tipis). Sehingga diharapkan dapat mereduksi biaya produksi dan hargasel surya. Tetapi sampai saat ini masih banyak persoalan yang belum terselesaikan, terutama yang berkaitan dengan efisiensi yang masih rendah, dan efek Staebler-Wronski. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efek Staebler-Wronski, yaitu pengaruh lama waktu paparan panas pada lapisan material sel surya dengan menggunakan cara perlakuan anil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu anil, ada kecenderungan untuk menurunkan transmitansi, yang diperkirakan disebabkan oleh perubahan kristalinitas, celah pita energi, energi Urbach dan ukuran partikel. Kenaikan waktu anil dapat mengakibatkan terlepasnya ikatan hidrogen yangmenyebabkan terjadinya peningkatan keadaan terlokalisasi, karena aktivasi ikatan lepas, dan ikatan lepas inilah penyebab utama terjadinya efek Staebler-Wronski.ABSTRACTHydrogenated amorphous silicon (a-Si:H) is one of the most promising solar cell materials, as compared to the crystalline silicon (c-Si). This material has a greater absorption with less material requirement (thin). So it is expected to reduce the cost of production and price of solar cells. But until now there are still many unresolvedissues, especially with regard to low efficiency, and the Staebler-Wronski effect. This study aims to describe the effect of Staebler-Wronski, which is the effect of long-time exposure to heat on the layer of solar cell material by means of annealing treatment. The results show that the longer annealing time, there is a tendency to decreasetransmittance, which is thought to be caused by changes in crystallinity, energy band gap, Urbach energy and particle size. The increasing annealing time can lead to the release of hydrogen bonds that cause an increase in localized state, due to the activation of the dangling bond which is the main cause of the Staebler-Wronskieffect.
Sintesis dan Karakterisasi Dye Sensitized Solar Cells (DSSC) dengan Sensitizer Antosianin dari Bunga Rosella Rafika Andari
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1629.488 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v13i2.2751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengkarakterisasi DSSC menggunakan sensitizer antosianin dari ekstrak kelopak bunga rosella (hibiscus sabdariffa), mengetahui pengaruh konsentrasi larutan elektrolit dan lama perendaman sel dalam ekstrak dye terhadap efisiensi yang dihasilkan sel surya, dan mengetahui besar arus listrik yang dihasilkan DSSC dari sumber cahaya matahari langsung dan cahaya lampu halogen 150 watt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DSSC dapat dibuat dengan menggunakan kombinasi bahan anorganik TiO2 dengan bahan organik dye dari ekstraksi bunga rosella. Efisiensi tertinggi didapatkan pada lama perendaman 30 menit. Pada sumber cahaya matahari nilai efisiensi tertinggi (0,52%) didapat pada konsentrasi elektrolit 0,5 M. Sedangkan pada sumber cahaya lampu halogen nilai efisiensi tertinggi (0,49%) didapat pada konsentrasi elektrolit 0,3 M. DSSC yang dibuat telah berhasil mengkonversi energi surya menjadi energi listrik dengan sumbercahaya matahari dan cahaya lampu halogen dengan arus maksimum masing-masing sebesar 0,28 mA dan 0,09 mA. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa karakteristik penentu performansi sel surya diantaranya struktur, jenis dye (karakteristik absorpsi cahaya), konsentrasi larutan elektrolit dan sumber cahaya yang digunakan.ABSTRACTThis research aims were to make and characterize DSSC using anthocyanin sensitizer from rosella (hibiscus sabdariffa) petals, to know the effect of electrolyte concentration and soaking time in dye extract on solar cell0sefficiency, and to know the amount of electrical current produced by DSSC from direct sunlight and 150 watt halogen lamp. This research included the production of TiO2 paste, dye solution preparation from rosella petals, electrolyte solution preparation, counter-electrode carbon preparation, DSSC fabrication, testing, and characterization. Research results showed that DSSC could be made by combining inorganic matter such as TiO2 and organic dye from rosella flower extract. The highest efficiency was produced by 30 minutes soaking time. In direct sunlight, the highest efficiency (0,52%) was produced from the electrolyte concentration of 0,5M. Meanwhile, in 150 watt halogen lamp, the highest efficiency (0,49%) was produced from the electrolyte concentration of 0,3M. The DSSC was able to convert solar energy to electrical energy from sunlight and 150 watt halogen lamp with the maximum electrical current of 0,28 mA and 0,09 mA respectively. Therefore, it could be concluded that the main characteristics that determine solar cells performance were structure, type of dye (light absorbance characteristic), electrolyte solution concentration, and the source of light.
Karakterisasi FTIR pada Studi Awal Penumbuhan CNT dengan Prekursor Nanokatalis Ag dengan Metode HWC-VHF-PECVD Ajeng Eliyana; Toto Winata
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.422 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v13i2.2155

Abstract

Telah dilakukan penumbuhan CNT menggunakan nano-katalis perak sebagai pemandu di atas substrat gelas Corning 7059 dengan metode evaporasi. Penumbuhan dilakukan dengan waktu deposisi 50, 25, dan 14 sekon,diikuti proses annealing pada temperatur 400C selama 4 jam. Karakterisasi morfologi nano-katalis Ag menggunakan SEM dan EDX. Studi selanjutnya adalah penumbuhan lapisan tipis CNT di atas substrat nano-katalis Ag dengan metode Hot wire Cell-Very High Frequency Plasma Enhance Chemical Vapour Deposition(HWCVHF- PECVD) pada temperatur deposisi 275C dan tekanan 300 mTorr. Daya rf telah divariasikan dari 8 sampai 20 watt, dengan waktu deposisi selama 60 menit. Sumber karbon yang digunakan adalah gas metan 99,999%.Gas hidrogen digunakan untuk mengetsa lapisan oksida yang mungkin terbentuk selama proses pra-deposisi. Diameter dan panjang CNT di atas Ag/CG 7059 masing-masing 250-393 nm dan 309-376 nm, untuk sebaran partikel yang masih berbentuk bundel. Sedangkan diameter dan panjang untuk partikel yang berbentuk tube masing-masing 125 nm dan 1,650-2,989 μm. Pada daya rf 8 dan 10 watt terlihat adanya material CNT tumbuh dengan arah tegak lurus terhadap permukaan substrat dan sejajar permukaan substrat. Karakterisasi selanjutnya pada penumbuhan lapisan tipis CNT ini yaitu menggunakan Fourier Transform Infra Red (FTIR). Pada daya rf 8 dan 10 watt menunjukkan adanya gugus fungsi C=C dan pada daya 20 watt menunjukkan gugus fungsi C-C.ABSTRACTThe study of CNT growth has been done by using silver (Ag) nanocatalyst as a precursor guide on the corning glass 7059 substrate by the use of the evaporation method. Thegrowth were done by varying deposition times for 50, 25, and 14 seconds,then followed by the annealing process at temperature of 400C for 4 hours. The characterization of Ag nanocatalyst morphologywere done by using Scanning Electron Microscope (SEM) and Energy Dispersive Analysis X-ray (EDX). The CNT thin filmsof growth on the Ag nanocatalyst substrate was then deposited by the Hot wire Cell-Very High Frequency Plasma Enhance Chemical Vapour Deposition (HWCVHF- PECVD) method,at deposition temperature of 275C and pressure of 300 mTorr. The rf power was varied from 8 to 20 watts, with deposition time for 60 minutes.The 99.999% methane (CH4) gas was used as Carbon sources. The hydrogen gas (H2) was used to etch the oxide layer formed during the pre-deposition process. The CNTdiamater and length for on the Ag/CG 7059 were 250 to 393 nm and 309 to 376 nm, respectively, for the cluster distribution of particles. Meanwhile, for the tubes particle (CNT) the diameter and length were 125 nm and 1.650 to 2.989 μm, respectively. At the rf power of 8 and 10 watts,the CNTs were vertical and horizontal shape on the substrate surface. The CNTthin films growth were further characterized using Fourier Transform Infra Red (FTIR). The rf power of 8 and 10 watts results showed the C=C and C-C cluster, and C-C cluster at 20 watts.
Relokasi Hypocentre Gempa Bumi Dengan Velest (JHD) dan Estimasi Sesar Daerah Sumatra Selatan Irwansyah Ramadhani; Bagus Jaya Santosa
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2148.479 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v13i2.2744

Abstract

Gempa bumi merupakan fenomena alam yang tidak terduga kehadirannya. Dalam magnitude yang besar dapat menimbulkan bencana lainnya yaitu tsunami yang menyebabkan kerusakan infrastruktrur dan korban jiwa. Manusia tidak dapat memastikan kapan bencana gempabumi terjadi, tetapi dapat memperkirakan zona yang rawan akan gempabumi, daerah yang berdampak kerusakan besar, dan perkiraan-perkiraan mengenai waktu terjadinya gempa berikutnya. Cara untuk mengetahui hal tersebut dengan menentukan lokasi pusat gempa (hypocentre) sesungguhnya, model dan karakteristik (sesar maupun patahan) bawah permukaan bumi. Velest merupakan metode JHD (Join Hypocentre Determination) dengan menggunakan banyak event gempa yang diinversisekaligus (simultan) untuk mendapatkan hypocentre yang sebenarnya. Penentukan model bumi satu dimensi dari velest ini berdasarkan kecepatan gelombang P dan gelombang S. Karakteristik bawah permukaan dilakukan dengan ISOLA yang mampu memberikan gambaran mengenai sesar maupun patahan di suatu daerah. Kedua program tersebut digunakan untuk merelokasi event-event gempa di daerah Sumatra Selatan dan mengetahui karakteristik bumi yang ditentukan melalui momen tensor. Selain dua program tersebut, digunakan algoritmaSTFT dan CWT untuk analisis gelombang P. Hasil penelitian ini didapatkan metode JHD mampu merelokasi hypocetre gempa serta didapatkannya model bumi 1 dimensi dan momen tensor untuk 4 event menyatakanbahwa pola sesar yang terdapat pada daerah laut Sumatera Selatan merupakan dip-slip.ABSTRACTEarthquake is an unpredictable natural phenomena in occurance which has harmfull consequences. In high magnitude, it can cause other disaster i.e. tsunami which result in hard demage infrastructure and loss of population.One can not determine earthquake presence exactly, however can estimate earthquake prone zone, major hard demage zone, and next earthquake presence. They can be estimated through hypocentre determinationand earths model. Velest is an JHD ((Join Hypocentre Determination) based method which applies all events to inverted simultaneously and results true hypocentre of earthquake. In other hand, Velest can determine one dimensional earths model based P and S wave travel time data. Then, earths characteristic can be determined by ISOLA. It is able to provide an imaging of fault in a research area through moment tensor. Both Velestand ISOLA applies in this research. Arrival time of P wave is analized by STFT and CWT algorithm. Then, Velest applies to earthquake events relocation while ISOLA applies to determine earths characteristic (fault) inSouthern Sumatra. This research note that velest is able to determine true hypocentre of earthquake well and one dimensional earth model of South Sumatra. In other hand, moment tensor of 4 events show geometry offault in Souther Sumatra is dip-slip.
Identifikasi Akuifer di Sekitar Kawasan Karst Gombong Selatan Kecamatan Buayan Kabupaten Kebumen dengan Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger Sinta Maemuna; D. Darsono; Budi Legowo
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.944 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v13i2.2156

Abstract

Karst pada umumnya tersusun dari batuan gamping, biasanya meloloskan air hujan melalui celah-celah batuan tersebut. Hal ini yang mengakibatkan kekurangan air pada saat musim kemarau tiba yang mengakibatkan hilangnya air permukaan. Kami telah melakukan penelitian untuk mengidentifikasi akuifer di sekitar kawasanKarst Gombong Selatan, tepatnya berada di kecamatan Buayan, yang meliputi desa Nogoraji, Jogomulyo, dan Jatiroto, dengan menggunakan metode geolistrik menggunakan konfigurasi schulmberger. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan software IPI2win, kemudian dibuat pemodelan 2D dengan software RockWorks15. Hasil penelitian didapatkan akuifer dangkal dalam kedalam 7,57-23,8 m batuan berupa pasir dan untuk akuifer dalam pada 144-242 m batuan berupa breksi ini berada di T4 (Jogomulyo), akuifer dalam pada 131-223 mbatuan pasir gampingan pada T5 (Nogoraji). Sedangkan pada T1 (Jatiroto), T2 (Jogomulyo), T3 (Jogomulyo) tidak ditemukan keberadaan akuifer karena batuan yang teridentifikasi berupa napal, tufa, napal tufaan, dan lempung karena batuan tersebut termasuk impermeable.ABSTRACTKarst is usually composed from limestone, which often leaks rain water through holes in the limestone. As the result, drought often happens during dry season. We conducted a study to identify aquifer using geo-electric method with Schlumberger configuration, around the Southern Gombong Karst Region in Buayan district, precisely in Nogoraji, Jogomulyo, and Jatiroto village.The obtained data were processed using IPI2win software, and then we made 2D model using RockWorks 15. From this model, we found that a shallow aquifer as sandstone is located at the depth of 7,57-23,8 m, and an aquifer as breccias at the depth of 144-242 m. Both aquifer are located in T4 (Jogomulyo). Additionally, we also found an aquifer as limestone at the depth of 131-223 m, which is located in T5 (Nogoraji). However, we did not found any aquifer in T1 (Jatiroto), T2 (Jogomulyo), and T3 (Jogomulyo), because we only identified marl, tuff, tuffaceous marl and clay layer, which are impermeable.

Page 1 of 1 | Total Record : 10