JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya)
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Abbreviation: J.Fis. dan Apl.) hanya menerbitkan artikel penelitian asli serta mengulas artikel tentang topik seputar bidang fisika (fisika teori, material, optik, instrumentasi, geofisika) dan aplikasinya. Naskah yang dikirimkan ke JFA belum pernah diterbitkan ditempat lain serta tidak dalam proses pertimbangan untuk diterbitkan ditempat lain, dalam bahasa apapun. Studi teoritis, eksperimental, dan praktis sama-sama didorong, seperti juga artikel interdisipliner dan yang timbul dari penelitian dan kolaborasi industri.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 2 (2010)"
:
9 Documents
clear
The Effect of Mixing and Dissipation on A Lock-Exchange Flow Producedin A Channel of Constant Cross-Section
Tjipto Prastowo
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (160.287 KB)
|
DOI: 10.12962/j24604682.v6i2.922
Laboratory lock-exchanges of two fluids of different densities are used to examine the effects of mixing and dissipation on a dense current produced in a simple channel of constant width and height. Turbulent, small-scale mixing, induced by the flow instability at the interfacial layer, was observed above the current head. The mixing is found to affect the flow dynamics, in that the depth of the current is measured to be 0.36-0.47 H, less than a half of the full water depth H, defined as a theoretically predicted depth, and that the non-dimensional current speed is constant at 0.48 0.02, independent of all the external parameters. From these finding, we conclude that there is a loss of energy associated with turbulent dissipation and irreversible mixing and that bottom frictionplays a minor role in the propagation speed of the current.
Rancang Bangun Text to Sound menggunakan Metode Hybrid sebagai Sarana membantu Komunikasi Tuna Netra dan Tuna Wicara
Lilik Anifah;
Hainur Rasid Achmadi;
Dwikoranto Dwikoranto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (180.409 KB)
|
DOI: 10.12962/j24604682.v6i2.918
Alat bantu bagi tuna netra sampai saat ini adalah Reglet dan stylus, Mesin tik braille, Abacus, Peta timbul, Papan baca permulaan, Kertas braille, Tongkat tuna netra, Biji berhitung, Busur derajat braille, Jam dinding bicara, dan Weker talking. Tetapi untuk alat bantu yang bersifat komunikatif yang dapat mengubah informasi teks menjadi informasi suara belum ada. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menciptakan suatu perangkat yang dapat mengubah informasi teks (tulisan) menjadi informasi suara dalam bahasa Indonesia. Teks yang akan dibaca diletakkan pada scanner yang selanjutnya diproses sehingga informasi teks tersebut akan otomatis diubahmenjadi informasi suara. Hasil dari penelitian ini ternyata sistem yang dibangun telah dapat mengubah informasi yang berupa image (gambar teks) yang diinputkan dari scanner menjadi suara. Masih terdapat keterbatasan sistem inidiharapkan diadakan penelitian lebih lanjut sehingga didatkan sistem yang sempurna. Dengan teknologi ini maka diharapkan seseorang yang buta aksara dan tuna netra dapat terbantu dalam membaca suatu teks.
Perancangan dan Pembuatan Penetrometer untuk menentukan Konsistensi Tumor Otak
Yanurita Dwihapsari;
Darminto Darminto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (141.699 KB)
|
DOI: 10.12962/j24604682.v6i2.923
Telah dilakukan studi pendahuluan mengenai perancangan dan pembuatan alat penetrometer untuk menentukan konsistensi tumor otak. Selama ini konsistensi tumor otak sebagai salah satu parameter penting dalam diagnosis dan operasi tumor otak, diprediksi dengan salah satu parameter dari magnetic resonance imaging (MRI), yaitu nilai apparent diffusion coefficient (ADC). Beberapa penelitian mencoba mencari hubungan antara nilai ADC dan konsistensi tumor otak namun hasilnya sangat bervariasi. Dalam industri lainnya sepertiproduk pangan dan perminyakan, konsistensi suatu produk biasanya diukur dengan penetrometer. Penelitian sebelumnya mengenai pengukuran konsistensi tumor otak menggunakan penetrometer menunjukkan hubungan linier antara rasio nilai ADC tumor dibandingkan jaringan otak normal dengan nilai konsistensi tumor otak hasil pengukuran penetrometer. Namun demikian, penetrometer yang digunakan sangat berat dan besar sehingga sulit digunakan pada saat operasi bedah tumor otak. Tujuan dari studi pendahuluan ini adalah (1) menghasilkan produk penetrometer yang dapat digunakan untuk menentukan konsistensi sampel, serta (2) mencari korelasi antara nilai ADC dengan nilai konsistensi sampel hasil pengukuran penetrometer yang telah dibuat pada penelitianini. Setelah penetrometer dibuat, pengujian pada penetrometer dilaksanakan menggunakan sampel berupa jaringan tubuh sapi. Dari hasil pengujian, didapatkan nilai penunjukan penetrometer yang lebih besar dan nilai ADC yang lebih tinggi untuk sampel dengan kekenyalan yang lebih besar.
Studi Peningkatan Output Modul Surya dengan menggunakan Reflektor
Anita Eka Febtiwiyanti;
Satwiko Sidopekso
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (120.07 KB)
|
DOI: 10.12962/j24604682.v6i2.919
Upaya mengoptimalkan output daya modul surya dengan menggunakan cermin. Pada penelitian ini digunakan 2 buah cermin datar sebagai solar reflektor dipasang disisi kanan dan kiri dari modul surya. Pengukuran dilakukan dengan mengarahkan posisi modul surya guna mendapatkan hasil yang optimum dengan sudut reflector 50◦, 60◦, 70◦. Berdasarkan hasil pengukuran didapatkan perolehan daya maksimal pada modul surya menggunakan sudut reflektor 60◦, kenaikan daya keluaran 92,7 % dibandingkan tanpa menggunakan reflektor.
History-like Path of Identical Particle Systems in Topological SpaceM
Bama, Akhmad Aminuddin
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (495.712 KB)
|
DOI: 10.12962/j24604682.v6i2.924
In this paper, a new concept has been introduced related to the construction of inequivalent quantizations for a system, which is called “history-like path†for particles. This is a collection of non-causal homotopical paths. Each homotopy class of paths will be labelled with a “word†constructed from the generators of fundamental group 1(QN(i)) of a configuration space of the system in a space-like i which is a deformation retract of Mi region that is a sub-space-time of M in which there is no singular slice (a slice Mc in M that contains a singular point). The labels determine the generators and their relations in constructing the fundamental group 1(QN) of the system.
Influence of InxGa1−xAs Underlying Layer on the Structural of the In0.5Ga0.5As Quantum Dots Grown by MOCVD
Didik Aryanto;
Zulkafli Othaman;
Abdul Khamim Ismail
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (108.541 KB)
|
DOI: 10.12962/j24604682.v6i2.920
The single layer In0.5Ga0.5As quantum dots (QDs) were grown on a thin InxGa1−xAs underlying layer by metal-organic chemical vapour deposition (MOCVD) via Stranski-Krastanow growth mode. The effect of different indium composition in the In − xGa1−xAs underlying layer was investigated using atomic force microscopy (AFM). AFM images show that the QDs structures were formed on the surface. The dots formation onthe surface changes with different composition of InxGa1−xAs underlying layer. Increasing indium composition in the underlying layer resulted to formation of higher density and smaller size dots. Several large dots were also formed on the surface. Growing of underlying layer reduces the lattice mismatch between In0.5Ga0.5As and GaAs, and decreases the critical thickness of the dots. This strongly influences the dots nucleation on the surface. Growth of quantum dots using underlying layer is one way to modify dot formation in order to achieve uniform QDs of right size and high density, which are essential for QDs device applications.
Studi Gempa Mikro untuk mendeteksi Rekahan di area Panas bumi Kamojang Kabupaten Garut
Anik Hilyah
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (372.39 KB)
|
DOI: 10.12962/j24604682.v6i2.925
Lapangan geothermal Kamojang terletak pada jalur gunungapi yang pembentukannya dikontrol oleh prosesproses geologi yang diindikasikan oleh adanya sesar lokal atau rekahan yang merupakan salah satu penyebab timbulnya gempa. Dalam periode bulan Maret 2004 - Februari 2005 tercatat gempa mikro 275 kali dan gempa jauh 115 kali. Gempa mikro sebagian besar terjadi dalam area panasbumi Kamojang yang disebabkan karena pergerakan struktur dan perubahan fase air panas menjadi uap dari fluida injeksi. Sedangkan diluar area tersebut banyak terjadi gempa jauh karena aspek tektonik. Pola penyebaran episenter menunjukkan arah aliran fluidainjeksi pada umumnya cenderung menuju ke daerah dengan sumur produksi yang masih aktif namun ada juga fluida injeksi yang bergerak kearah Baratlaut - Tenggara yang mengikuti rekahan-rekahan di daerah tersebut. Sedangkan dari distribusi hiposenter menunjukkan kedalaman mulai dari 0,02 km sampai dengan 17,01 km. Hiposenter sebagian besar berada di bawah zona reservoar dan sebagian lagi tepat di zona reservoar, yaitu pada elevasi 0 sampai - 3 km. Dari penampang proyeksi hiposenter yang membujur dari Barat ke Timur menunjukkangejala dengan kemiringan ke arah Baratdaya - Timurlaut, hal ini sesuai dengan pola struktur zona sesar.
Pengujian Model Bumi Referensi dan Solusi CMT gempa C081097A dan B122500C melalui Perbandingan Seismogram 3-Komponen di Stasiun-stasiun Observasi di Australia
Bagus Jaya Santosa
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (223.574 KB)
|
DOI: 10.12962/j24604682.v6i2.921
Dalam penelitian ini seismogram observasi dengan sintetiknya dari dua gempa yaitu C081097A, Australia Barat dan gempa B122500C, Australia Selatan dibandingkan dalam domain waktu dan komponen ruang 3 dimensi. Stasiun pengamat terletak di WRAB, NWAO, CTAO dan TAU, Australia. Seismogram sintetik dihitung dari sebuah model bumi standard PREMAN dan IASPEI91 dan solusi CMT dari gempa-gempa tersebut. Seismogram dikenakan filter lolos rendah 30 mHz. Perbandingan seismogram dijumpai diskrepansi yang sangat kuat dan tidak sistimatis pada waktu tempuh dan waveform milik fase-fase gelombang utama. Terlihat gelombang Love ternyata sangat peka terhadap perubahan ketebalan kulit bumi, namun gelombang Rayleigh terpengaruh sedikit. Ini menjadi petunjuk, bagaimana menginterpretasikan ketebalan kulit bumi. Diskrepansi yang kuat juga diamati pada perbandingan seismogram untuk gelombang-gelombang body. Ini menunjukkan adanya kesalahan / kekuranglengkapan pada model struktur bumi elastik yang sering diacu oleh seismolog lainnya.
Studi Plasma Immersion Ion Implantation (PIII) dengan menggunakan Target Tak Planar
Yoyok Cahyono
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (410.069 KB)
|
DOI: 10.12962/j24604682.v6i2.926
Telah dilakukan studi proses PIII dengan menggunakan model sheath dinamis tanpa tumbukan plasma multispesies bermuatan tunggal dan ganda dengan bentuk target silinder dan bola. Bentuk Pulsa tegangan yang digunakan adalah tegangan realistis. Dalam model ini ditentukan ekspansi sheath dinamis dan rapat arus ionimplan total dengan menggunakan massa efektif yang merupakan fungsi dari komposisi, keadaan muatan dan massa ion dari masing-masing spesies yang berbeda.