cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya)
ISSN : 1858036X     EISSN : 24604682     DOI : -
Core Subject : Science,
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Abbreviation: J.Fis. dan Apl.) hanya menerbitkan artikel penelitian asli serta mengulas artikel tentang topik seputar bidang fisika (fisika teori, material, optik, instrumentasi, geofisika) dan aplikasinya. Naskah yang dikirimkan ke JFA belum pernah diterbitkan ditempat lain serta tidak dalam proses pertimbangan untuk diterbitkan ditempat lain, dalam bahasa apapun. Studi teoritis, eksperimental, dan praktis sama-sama didorong, seperti juga artikel interdisipliner dan yang timbul dari penelitian dan kolaborasi industri.
Arjuna Subject : -
Articles 423 Documents
Influence of InxGa1−xAs Underlying Layer on the Structural of the In0.5Ga0.5As Quantum Dots Grown by MOCVD Didik Aryanto; Zulkafli Othaman; Abdul Khamim Ismail
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.541 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v6i2.920

Abstract

The single layer In0.5Ga0.5As quantum dots (QDs) were grown on a thin InxGa1−xAs underlying layer by metal-organic chemical vapour deposition (MOCVD) via Stranski-Krastanow growth mode. The effect of different indium composition in the In − xGa1−xAs underlying layer was investigated using atomic force microscopy (AFM). AFM images show that the QDs structures were formed on the surface. The dots formation onthe surface changes with different composition of InxGa1−xAs underlying layer. Increasing indium composition in the underlying layer resulted to formation of higher density and smaller size dots. Several large dots were also formed on the surface. Growing of underlying layer reduces the lattice mismatch between In0.5Ga0.5As and GaAs, and decreases the critical thickness of the dots. This strongly influences the dots nucleation on the surface. Growth of quantum dots using underlying layer is one way to modify dot formation in order to achieve uniform QDs of right size and high density, which are essential for QDs device applications.
Penentuan Kelayakan Fungsi untuk Pemodelan Pemanasan Minyak Mentah menggunakan Energi Gelombang Mikro Yustiana Yustiana; Melania Suweni Muntini; Yono Hadi Pramono
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 10, No 3 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.714 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v10i3.789

Abstract

Tingginya kebutuhan supply energi menuntut terus dikembangkannya teknologi pengolahan minyak bumi. Salah satu proses penting di dalam pengolahan minyak bumi adalah proses pemanasan, yang secara konvensional dapat mereduksi hasil produksi minyak bumi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat pemodelan pemanasan minyak mentah menggunakan energi gelombang mikro di dalam suatu pipa sumur minyak. Teknik pemanasan ini selain bertujuan untuk menurunkan viskositas dan mengurangi jumlah partikel residu, juga untuk meminimalkan biaya produksi. Data sekunder yang diperoleh kemudian dimodelkan dan dianalisa menggunakanparameter NSD (Normalisasi Square Deviation) untuk menentukan kelayakan fungsi. Hasil yang diperoleh bahwa leyakan fungsi untuk pemodelan menunjukkan bahwa temperatur minyak dari permukaan pipa sampai dengan kedalaman sumur menurun secara eksponensial. Temperatur minyak dari pusat silinder sampai ke tepi pipa menurun secara sinusoidal. Untuk sumber gelombang mikro dengan daya 500 W dan waktu 10 s dihasilkan temperatur maksimum 385C.
Study of Linearly Chirped 1-Dimensional Bragg Gratings Using Confluent Hypergeometric Function Ayi Bahtiar; Rustam Efendi Siregar
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 4, No 2 (2008)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.356 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v4i2.953

Abstract

A finite one-dimensional, linearly Bragg grating with chirp parameter C and index modulation depth n1 or coupling constant / n1is considered for numerical analysis of its performances by converting its coupled equations into a confluent hypergeometric equation. The operational parameters considered for the analysis consist of the group delay, the reflectance (R), the reflectance ripple (RR), the reflectance bandwidth (BW) and the group delay ripple (GDR). It is shown that increasing C leads to decreasing GDR and increasing BWwhich are favorable to the device performance. However, the RR is relatively unaffected while R suffers from an undesirable diminution. On the other hand, increasing results in the enhancement of R and BW while reducing RR when is increased beyond a certain turning point. But these are attained at the expense on enlarged GDR. The results of this study clearly points to the need of compromising between C and for the optimal operation of the device.
Sifat Magnet Multiferoik BiFeO3 Berbahan Dasar Pasir Besi dan FeCl3.6H2O Komersial Hasil Sintesis dengan Metode Kopresipitasi dan Pencampuran Basah Dwi Yuli Retnowati; Nurul Fitriyah; Mohammad Ghufron; Malik Anjelh Baqiya; Darminto Darminto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.031 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v9i1.836

Abstract

Multiferoik adalah bahan yang secara bersamaan menunjukkan sifat magnet dan listrik. Bahan multiferoik BiFeO3 telah dibuat dengan bahan baku pasir besi dan FeCl3.6H2O komersial dengan dua metode yang berbeda dengan tujuan untuk membandingkan sifat magnet yang dihasilkan dari setiap bahan dan metode. Metode yang digunakan untuk membuat serbuk BiFeO3 yaitu pencampuran basah dan kopresipitasi. Sampel yang didapatkan dikarakterisasi menggunakan difraksi sinar-X dan VSM. Pengukuran sifat magnet semua sampel pada suhu kamar menunjukkan sifat feromagnetik lemah. Kurva histerisis terbaik dihasilkan oleh sampel yang terbuat dari pasir besi dengan metode pencampuran basah meskipun masih banyak fase pengotor.
Matriks Massa Neutrino Berat dari Model Seesaw Agus Purwanto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 2, No 2 (2006)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.038 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v2i2.986

Abstract

Dengan asumsi simetri lepton-quark dan menggunakan data eksperimen osilasi neutrino, struktur matriks massa neutrino berat dikaji dalam beberapa kasus. Hasilnya adalah dua bentuk dominan. Pertama, bentuk diagonal yang terkait dengan skala unifikasi dan di atasnya. Kedua, bentuk off-diagonal yang terkait dengan skala antara.
Fabrikasi Komposit PANi/CaCO3 berbasis Material Alam sebagai Pelapis Anti Korosi Herman Jufri Andi; Zainal Arifin; Darminto Darminto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2961.537 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v8i2.868

Abstract

Telah dilakukan sintesis komposit PANi/CaCO3 berbasis material alam sebagai pelapis anti korosi. Sintesis PANi dilakukan dengan menggunakan metode reaksi kimia dan CaCO3 (aragonit, kalsit dan vaterit) dilakukan dengan menggunakan metode kopresipitasi. Penyiapan komposit dilakukan dengan menggunakan teknik pencampuranmekanik. Komposisi pengisi bervariasi dengan persentase 10%, 15% dan 20% dalam uji ketahanan korosi di lingkungan statis. Perhitungan laju korosi dilakukan dengan menggunakan metode kehilangan massa. Hasil penelitian menunjukkan fasa kalsit memiliki ketahanan korosi yang lebih baik dari cat sebagai pelapis anti korosi. Pada fasa vaterit dengan konsentrasi 10% dan 15% memiliki ketahanan yang lebih baik, sedangkan fasa aragonit memiliki ketahan korosi yang kurang baik.
Fabrikasi Pandu Gelombang Lima Lapis Berbasis Polimer Polystyrene (PS) dan Polymethyl Methacrylate (PMMA) Faridawati Faridawati
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1211.947 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v11i2.1064

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk memfabrikasi pandu gelombang slab lima lapis berbasis bahan polimer polystyrene (PS) 3%, dan polymethyl methacrylate (PMMA) 2%, dengan menggunakan metode spin coating.Komposisi pandu gelombang lima lapis yang dibuat terdiri dari bahan PS sebagai film dengan indeks bias bahan 1,59 dan bahan PMMA sebagai kover dan gap (pemisah) dengan indeks bias 1,49. Berdasarkan hasil fabrikasididapatkan ketebalan 7,4μm untuk PS sebagai film dan 10,93μm untuk PMMA sebagai kover serta 4,84μm untuk PMMA sebagai pembatas. Dua pandu gelombang tersebut dapat digunakan sebagai directional coupler.
Konstruksi Sel Surya Bio menggunakan Campuran Klorofil-Karotenoid sebagai Sensitizer Hafidz Bahtiar; Nur Aji Wibowo; Ferdy Semuel Rondonuwu
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.731 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v11i1.780

Abstract

Klorofil dan karotenoid merupakan pikmen yang digunakan oleh organisme fotosintetik sebagai pemanan cahaya. Klorofil dan karotenoid tersedia secara melimpah pada akar, batang, daun dan buah, maupun bakteri fotosintetik. Sebagai pemanen cahaya yang efisien, klorofil dan karotenoid dimanfaatkan sebagai sensitizer pada selsurya tersintesa pewarna menggunakan konstruksi Gr¨atzel (Dye sensitized solar cell, DSSC). Kombinasi karotenoid dan klorofil sebagai sensitizer pada DSSC memungkinkan peningkatan efisiensi dibandingkandengan sensitizer masing-masing pikmen tersebut. Penelitian ini melaporkan hasil konstruksi DSSC dengan menggunakan campuran -karoten dan klorofil sebagai sensitizer. Campuran klorofil dan -karoten mempunyai keluaran Voc sebesar 14,1 mV dan Jsc sebesar 5,76 μA/cm2 dengan efisiensi mencapai 4,42 × 10−5%.
Perancangan Pengendalian Level Boiler dan Flow Bahan Bakar pada PLTU Bahan Bakar Sampah menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation Lilik Anifah
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.429 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v5i2.943

Abstract

Sampah adalah permasalahan klasik yang ada di masyarakat, untuk itu diperlukan penanganan serius dan terkendali oleh semua pihak. Penggunaan sampah sebagai bahan bakar PLTU sebenarnya sudah cukup lama dilakukan di negara-negara maju, terutama untuk keperluan rumah tangga maupun untuk industri kecil dan menengah. Berdasarkan analisis nilai kalor sampah di Surabaya yang diambil langsung dari rumah tanggaadalah 3805,02 kal/gr, sedangkan yang diambil di TPA berkisar antara 745,41 kal/gr sampai dengan 2002,25 kal/gr. Sampah masuk ke dalam ruang pembakaran dengan menggunakan konveyor. Panas yang dihasilkan oleh pembakaran tersebut akan memanaskan air boiler. Steam yang dihasilkan oleh boiler akan memutar turbin. Telah dirancang sistem pengendalian level boiler dan flow bahan bakar pada PLTU bahan bakar sampah dengan menggunakan JST backpropagation, dengan hasil pada tracking setpoint untuk masukkan level 0 dan berbagai nilai bahan bakar, diperoleh error antara 9,61x10−4% sampai dengan 9,95x10−4%.
Texture Dirac Mass Matrices and Lepton Asymmetry in the Minimal Seesaw Model with Tri-Bimaximal Mixing Agus Purwanto; Bintoro Anang Subagyo; Erika Rani
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.686 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v10i1.826

Abstract

We examined the minimal seesaw mechanism of 3 × 2 Dirac matrix by starting our analysis with the masses of light neutrinos with tri/bi-maximal mixing in the basis where the charged-lepton Yukawa matrix and heavy Majorana neutrino mass matrix are diagonal. We found all possible Dirac mass textures which contain one zeroentry or two in the matrix.