cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH)
ISSN : 19795521     EISSN : 24433527     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2012)" : 6 Documents clear
STRATEGI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH Moh Saifulloh; Zainul Muhibbin; Hermanto Hermanto
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.578 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v5i2.619

Abstract

Banyak usaha yang telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan mutupendidikan di sekolah, seperti menerbitkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 19tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Institusi pendidikan juga tidakketinggalan dengan mengadakan kegiatan ilmiah yang dapat mengembangkanpotensi guru melalui seminar, pelatihan, workshop dan lainnya secaraberkelanjutan sehingga guru menjadi profesional yang mempunyai kemampuanmeningkatkan mutu pembelajaran di sekolah yang pada akhirnya peningkatanmutu pendidikan akan terwujud dan menjadi kenyataan. Artikel ini membahasfaktor-faktor peningkatan mutu pendidikan, unsur-unsur peningkatatan mutupendidikan serta strategi peningkatan mutu pendidikan.
MENCIPTAKAN KEUNGGULAN DAYA SAING WILAYAH MELALUI PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Syukrianti Mukhtar
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.476 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v5i2.615

Abstract

Berbagai upaya untuk menciptakan keunggulan daya saing suatu wilayah tidak pernah berhenti dan terus menghasilkan  pendekatan - pendekatan baru dalam konsep pengembangan wilayah. Pendekatan yang menjadi state of the art dari konsep pengembangan wilayah dewasa ini adalah pendekatan pembangunan yang mengarah pada penciptaan keunggulan daya saing wilayah yang berkelanjutan. Upaya ini menuntut adanya perubahan paradigma dalam membangun suatu wilayah. Diantaranya adalah dengan meningkatkan aksesibilitas suatu wilayah terhadap penciptaan dan peningkatan peranan teknologi. Gagasan mengenai konsep pengembangan wilayah berbasis teknologi (Technology Based Regional Development) muncul sejak adanya pergeseran paradigma dalam pengembangan suatu wilayah, yaitu dari konsep pengembangan wilayah yang semula mengandalkan sumber-sumber keunggulan komparatif (Comparative Advantage) menuju kepada konsep pengembangan wilayah yang mengarah pada penciptaan keunggulan daya saing (Competitive Advantage). Trilogi pembangunan yang selama ini dijadikan pedoman dasar dalam pola dan arah pembangunan kita (pertumbuhan, pemerataan, kestabilan) kini mengandung dimensi tambahan dalam arti bahwa trilogi pembangunan harus ditempatkan dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan. Indonesia merupakan salah satu negara yang telah memelopori kebijakan strategi dalam hal pembangunan yang berkelajutan. Pemerintah telah menggariskan beberapa ciri pokok dalam kebijakan negara untuk mendukung strategi pembangunan yang berkelajutan. Selain itu ditetapkan langkah-langkah kebijakan di berbagai bidang tertentu yang berkenaan dengan masalah lingkungan hidup. Namun tidak dapat disangkal bahwa masih banyak yang harus dilakukan, terutama mengenai pelaksanaan efektif perubahan perundang-undangan dan ketentuan dalam rangka kebijakan yang telah ditentukan itu. Berdasarkan pengalaman pembangunan selama ini, menonjolkan beberapa kelompok permasalahan yang harus terus dipantau dan diperhatikan dalam perkembangan dimasa datang: (1). Pembangunan akan semakin ditandai oleh perkembangan industri. Hal ini harus mengandalkan berbagai jenis sumberdaya alam yang mendasar, pemanfataan, pengamanan, dan pemeliharaan sumber daya alam merupakan tiga dimensi yang tidak terlepas satu dari yang lainnya dalam rangka kebijakan pembangunan yang berkelanjutan. (2). Sebagai akibat perkembangan industri dan transportasi, kita akan menghadapi bahaya pencemaran di kota-kota besar. Hal itu akan membahayakan kesehatan manusia dan masyarakat pada umumnya. (3). Masalah keadilan dalam memikul beban biaya untuk menanggulangi kerusakan sumber daya alam dan pencemaran kota-kota menjadi masalah sosial politik.
PEMENUHAN HAK ISTRI ATAS HARTA GONO GINI DI PENGADILAN AGAMA PAMEKASAN Umi Supratiningsih; Latief Mahmud; Fahruddin Ali Sabri
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.006 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v5i2.614

Abstract

Upaya-upaya yang dilakukan istri dalam memperjuangkan hak atas harta  gonogini di Pengadilan Agama Pamekasan dilakukan melalui (a) melalui pengajuanGugatan gono gini secara tersendiri pasca perceraian. (b) gugatan gono ginidiajukan secara bersamaan dengan gugatan cerai (dikomulatifkan), dan (c) gugatangono gini diajukan oleh istri pada saat jawaban atau duplik dalam bentuk gugatanbalik (rekonvensi), yang diawali dengan pengajuan permohonan talak oleh suami.Hakim dalam memutuskan pemenuhan hak atas harta gono gini bagi istri diPengadilan Agama Pamekasan dan pemenuhan asas keadilan, melalui (a)pembuktian, sesuai dengan hukum acara, alat bukti meliputi pengakuan, kesaksian,dokumen, sumpah, dan persangkaan. Mengenai hartagono gini berupa bidang tanahdan/atau bangunan yang dipergunakan dalam pembuktian meliputi bukti tertulisyang terdiri dari bukti kepemilikan bidang tanah dan bangunan berupa sertipikathak atas tanah atau letter C yang selanjutnya didukung dengan keterangan saksi,selain itu ada bukti pengakuan maksudnya pengakuan dari pihak-pihak bahwaobyek tersebut merupakan harta gono gini, selain itu harus dibuktikan pula bahwaharta gono gini tersebut ada atau tidaknya percampuran dengan harta bawaan. (b)dasar pertimbangan hukum yang dipergunakan hakim yaitu pasal 85 KHI dan UUNo. 1 tahun 1974. (c) dalam pemenuhan rasa keadilan dalam putusannya hakimmembagi secara innatura kalau tidak bisa, maka dilakukan secara lelang. Begitupula tidak selalu pembagian itu separo-separo tetapi tergantung kasuitisnya dalamrangka memenuhi rasa keadilan, maka dapat dikompensasi contohnya istri sakit,maka biaya perawatan istri diambilkan dari harta gono gini (pasal 34 UU No. 1tahun 1974 Jo. Pasal 80 ayat (4) huruf b KHI dan surat An Nisa 34. (d) secara lexspecialis keislaman dasar hukum yang dipergunakan hakim adalah KHI, bila belumcukup, maka dipergunakan HIR secara lex generalis. Permohonan eksekusi di PAPamekasan hanya berkisar 0,2 (nol, dua) prosen. Selebihnya istri tidak mengajukaneksekusi walaupun sudah ada putusan yang berkekuatan hukum tetap (inkrach),mereka lebih memilih membiarkan demikian tanpa ada eksekusi akan tetapi adajuga yang membagi harta gono gini secara kekeluargaan atau harta gono ginidiserahkan pada anak-anaknya.
COLLECTIVE LEARNING IN A LEARNING ORGANIZATION: GROWING TEAM LEARNING CULTURE TO SURVIVE AND DEVELOP Adi Suryani
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.109 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v5i2.616

Abstract

A learning organization has a deep culture of learning. It is constantlyencourage its member to learn. This learning activity is not only for adapting tothe rapid changing of its internal and external environment, but also forgrowing. The effort of a learning organization to create a conducive learningclimate can be indicated by training its members. Working towards a learningorganization has both its strengths and drawbacks. The strengths are it canimprove the organization performance and organization survival. However,learning too rapid can lead to learning stress. Moreover it can lead to harshinternal competition.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN Al QUR’AN HADITS DI MAN PAMEKASAN Buna'i Buna'i
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.528 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v5i2.617

Abstract

Artikel hasil penelitian ini mendeskripsikan tentang manajemen pembelajaranal-Qur’an Hadits di MAN Pamekasan. Ada 3 (tiga) fokus penelitian yang akandikaji secara mendalam dalam penelitian ini, yaitu: (1) Bagaimana perencanaanpembelajaran al-Qur’an Hadits di MAN Pamekasan? (2) Bagaimanapelaksanaan pembelajaran al-Qur’an Hadits di MAN Pamekasan? dan (3)Bagaimana evaluasi pembelajaran al-Qur’an Hadits di MAN Pamekasan?.Melalui penelitian ini akan diperoleh informasi tentang: (1) perencanaanpembelajaran al-Qur’an Hadits di MAN Pamekasan, (2) pelaksanaanpembelajaran al-Qur’an Hadits di MAN Pamekasan, dan (3) evaluasipembelajaran al-Qur’an Hadits di MAN Pamekasan, yang dilakukan oleh gurudalam pembelajaran al-Qur’an Hadits.
PELATIHAN PARADIGMA DAN METODE PEMBELAJARAN Edy Subali; Enie Hendrajati
JURNAL SOSIAL HUMANIORA (JSH) Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.358 KB) | DOI: 10.12962/j24433527.v5i2.618

Abstract

Persoalan yang dihadapi dunia pendidikan kita di antaranya sikap pembelajar terhadapproses pembelajaran relatif kuang positif. Mereka tampaknya hanya bersekolah, belumbelajar. Bersekolah hanyalah seperti mengikuti tahapan-tahapan menjalani kehidupansaja,   layaknya   jarum jam yang bergerak tanpa   ruh.Rasa ingin bisanya (tujuanpsikomotor) cenderung sangat rendah. Ditandai oleh takut mencoba, takut salah, takutmalu jika tidak bisa. Seolah-olah salah itu tidak boleh, pertanda bodoh bahkan goblok.Akibat lanjutannya, kebiasaan yang cenderung terbentuk adalah mencari jalan pintas,seperti menyontek, mencontoh persis, kopi-paste, “bacem”, dan membeli ke biro jasaskripsi. Bibit-bibit untuk membentuk manusia dengan karakter suka menerabas, tidakpeka mutu, tidak disiplin murni bahkan watak hipokrit sudah tampak menggejala. Tidakbermental pegulat atau pengarum jeram. Bermental penerabas. Variabel yang menjadipenyebabnya tentu sangat kompleks. Jangan-jangan budaya seneoritas, feodalisme, santunke atas telah ikut mengantar paradigma botol kosong yang harus diisi ke dalam duniapendidikan. Guru dan sekolah layaknya penguasa yang “leluasa” membentuk, mencetaklulusan. Globalisasi menginspirasi elit pendidikan kita untuk memperbarui paradigmapembelajaran, yang berakibat pada perubahan kurikulum, silabus, rencana pelaksanaanpembelajaran (RPP), termasuk juga pendekatan dan metode pembelajarannya. Denganparadigma pembelajaran bahwa siswa laksana butiran emas yang masih penuh lumpurmaka prinsip yang perlu dijadikan kesadaran oleh para pendidik adalah bebaskan anak-anak dari “penjajahan” sekolahan, termasuk oleh gurunya. Pendekatan penggalian danpengembangan potensi (butiran emas) oleh dirinya sendiri secara konsistenharusditanamkan dan digalakkan. Guru dan manajemen sekolah hanya memfasilitasi agartercipta atmosfer pembelajaran yang menyenangkan sehingga sekolah dan ruang-ruangkelas laksana lahan subur yang di atasnya dapat tumbuh subur benih-benih unggul yangpenuh potensi. Guru bukan mengisi atau mengajar, tapi mengasah, mengasuh, menyulut,menyadarkan, memakcomblangi. Iklim atau suasana pembelajaran harus menyenangkan.Berarti, (a) fasilitas pembelajaran di sekolah harus memadai, (b) jumlah siswa per kelasjuga mempengaruhinya; semakin banyak jumlahnya semakin sulit mengendalikan danmembuat suasana pembelajaran menyenangkan; (c) gaya komunikasi verbal dannonverbal oleh guru, terutama dalam proses pembelajaran harus sirkuler bukan linier,harus demokratis bukan otoriter-doktriner, harus menyenangkan bukan membosankan danjuga harus bersifat keibuan atau kebapakan bukan kelaki-lakian, keras, kaku danmenakutkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6