cover
Contact Name
Wakhidah Kurniawati
Contact Email
ruang@live.undip.ac.id
Phone
+6224-7460054
Journal Mail Official
ruang@live.undip.ac.id
Editorial Address
Gedung A lantai 3, Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro, Jl. Prof Soedarto, Tembalang, Kota Semarang, 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ruang
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18583881     EISSN : 23560088     DOI : 10.14710/ruang
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2021): Ruang" : 5 Documents clear
Faktor-Faktor yang Menentukan Pemanfaatan Alun-alun Sebagai Ruang Terbuka Publik di Kabupaten Ngawi Achmad Fatony; Annisa Mu'awanah Sukmawati
Ruang Vol 7, No 1 (2021): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.7.1.34-45

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan pemanfaatan ruang terbuka publik yang dapat menampung berbagai aktivitas atau kebutuhan pengunjung pada hari biasa dan hari libur. Penelitian berlokasi di Alun-Alun Kabupaten Ngawi. Perubahan waktu dari pagi hingga sore hari pada hari biasa dan hari libur dapat mempengaruhi pola pemanfaatan Alun-Alun Kabupaten Ngawi. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan pemanfaatan alun-alun sebagai ruang terbuka publik di Kabupaten Ngawi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling kepada 100 pengunjung. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis deskriptif kuantitatif dan analisis pemetaan dengan mapmaker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pengunjung pada hari biasa didominasi oleh aktivitas berolahraga dan bersantai. Sedangkan pada hari libur lebih banyak pengunjung yang melakukan berbagai aktivitas dengan rata-rata waktu lebih dari dua jam. Beberapa faktor yang melatarbelakanginya adalah kondisi fisik kawasan dan perilaku pengunjung. Dari kondisi fisik kawasan, pemanfataan alun-alun dipengaruhi oleh kenyamanan, kestrategisan lokasi, dan daya tarik masing-masing zona. Sementara itu, dari segi perilaku pengunjung dipengaruhi oleh ketersediaan waktu luang dan status hubungan sosial pengunjung.
Bentuk Hunian Informal: Studi Kasus tentang Hunian Bertahap di Kampung Melayu Semarang Desmalinda Kurniati Daraz; Wakhidah Kurniawati
Ruang Vol 7, No 1 (2021): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.7.1.46-55

Abstract

Permukiman informal mendominasi struktrur kota-kota di dunia dan menjadi tempat tinggal bagi mayoritas penduduk kota. Tahun 2014 tercatat sebanyak 29.7%, atau setara 881 juta penduduk perkotaan di negara-negara berkembang yang tinggal di hunian informal. Selama lebih dari 50 tahun, sudah dilakukan upaya untuk menghadapi keberadaan hunian informal, tetapi tantangan permukiman informal tidak bisa diatasi hanya dengan penggusuran. Pemerintah telah berupaya melakukan peningkatan kualitas fisik Kampung Melayu melalui program KOTAKU yang berfokus menata kawasan hunian informal agar sesuai dengan standar yang ditetapkan. Program tersebut seharusnya juga dapat mengakomodasi kebutuhan spasial penduduk sehingga perlu untuk memahami lokasi secara mendalam untuk dapat mengetahui kebutuhan spasial penduduk yang dilihat dari kondisi fisik eksisting dan bentuk penyediaan huniannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik fisik hunian informal di Kampung Melayu yang berfokus pada hunian informal di Jalan Melayu Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan analisis deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa kondisi hunian menggunakan pencampuran material permanen dan non-permanen, fasilitas terbatas dan kondisi infrastruktur tidak sesuai standar, ruang publik terbatas pada ruang jalan dan drainase yang diokupansi hunian. Penduduk melakukan berbagai bentuk hunian bertahap yang dibangun berdasarkan kebutuhan spasial penghuninya.
Arahan Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Teluk Lombok Desa Sangkima Kecamatan Sangatta Selatan Melalui Konsep Community Based Tourism (CBT) Muhammad Ilham Febrian Nuur; Ariyaningsih Ariyaningsih; Nadia Almira Jordan
Ruang Vol 7, No 1 (2021): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.7.1.1-8

Abstract

Wisata Pantai Teluk Lombok Desa Sangkima Kecamatan Sangata Selatan memiliki permasalahan kawasan yang harus dibenahi seperti adanya fasilitas yang masih kurang layak, belum berkembangnya daya tarik atraksi yang disajikan, kurangnya pemberdayaan masyarakat serta lingkungan dan belum optimalnya manajemen promosi yang ditawarkan kepada wisatawan. Berdasarkan kondisi wisata Pantai Teluk Lombok ini memiliki potensi yang sangat baik apabila dikelola dengan arahan pengembangan yang sesuai dikarnakan suasana kondisi alamnya yang indah seperti pasir coklat, biota terumbu karang, dermaga yang menjorok ke laut sebagai tempat bersantai. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk merumuskan arahan pengembangan  kawasan wisata Pantai Teluk Lombok Desa Sangkima Kecamatan Sangatta Selatan Melalui Konsep Community Based Tourism (CBT). Penelitian ini menggunakan Analisis Delphi untuk menentukan faktor-faktor prioritas perkembangan wisata berbasis Community Based Tourism (CBT). Hasil dari analisis Delphi ini ialah terdapat 9 faktor prioritas dimana terdiri dari ekonomi, sosial, lingkungan, atraksi, dukungan pemerintah, dukungan komunitas lokal, sarana prasarana, pemanfaatan dana dan citra kawasan. Faktor ini selanjutnya diskoring berdasarkan tingkat kepentingannya. Didapatkanlah Terdapat tujuh skala prioritas yang didapatkan melalui hasil skoring, untuk prioritas pertama faktor yang harus dikembangkan ekonomi dan peningkatan sarana prasarana, kedua lingkungan, ketiga dukungan pemerintah, keempat atraksi, kelima dukungan komunitas lokal, keenam pemanfaatan dana dan ketujuh citra kawasan.Kata kunci: Community Based Tourism, Analisis Delphi,Wisata Pantai
Analisis Daya Dukung Permukiman di Kelurahan Manggar Baru Nurul Pertiwi; Ajeng Nugrahaning Dewanti; Mohtana Kharisma Kadri
Ruang Vol 7, No 1 (2021): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.7.1.9-21

Abstract

Pertumbuhan penduduk mengakibatkan kebutuhan akan permukiman semakin bertambah. Apabila kuantitas lahan tidak sesuai dengan kebutuhan permukiman maka akan menimbulkan tumbuhnya kawasan permukiman liar atau tidak sesuai. Kelurahan Manggar Baru merupakan daerah yang berbatasan dengan kawasan pesisir, hal menyebabkan adanya kawasan permukiman yang berdiri di daerah sempadan sungai. Kondisi ini dapat mengakibatkan terganggunya fungsi ekologi sungai, termasuk bahaya banjir bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan sungai. Penelitian ini menggunakan metode analisis meliputi analisis Satuan Kemampuan Lahan (SKL), kesesuaian lahan permukiman, dan daya dukung permukiman. Analisis Satuan Kemampuan Lahan (SKL) bertujuan untuk mengetahui luas kawasan permukiman yang sesuai untuk digunakan pada analisis daya dukung permukiman. Pada daya dukung permukiman diperoleh hasil 10,25 atau lebih dari 1, hal ini berarti lahan mampu menampung penduduk untuk bermukim.
Karakteristik Morfologi Kampung Kota Gandek Puspo Kelurahan Jagalan Semarang Made Ria Anggrini Rustika; Nurini Nurini
Ruang Vol 7, No 1 (2021): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.7.1.22-33

Abstract

Kemunculan kampung kota di Kota Semarang dimulai sejak masa kolonial Belanda, salah satunya adalah Kampung Kota Pribumi (penduduk asli Kota Semarang). Kampung Kota Pribumi di Kelurahan Jagalan, khususnya Kampung Gandekan, Kampung Kulitan, Kampung Banginggris, dan Kampung Pusporagan dikenal dengan sebutan Kampung Gandek Puspo memiliki nilai historikal, tentang kejayaan Tuan Tasripin sebagai Tuan Tanah  Kota Semarang, kampung ini telah mengalami perkembangan baik fisik maupun nonfisik yang dapat mempengaruhi karakteristik morfologi kawasan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik morfologi Kampung Kota Gandek Puspo, metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Data hasil wawancara akan diolah melalui pengkodean data, kategorisasi, dan reduksi data, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deksriptif, analisis morfologi dengan pendekatan teori Urban Design, dan analisis spasial (peta komik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua karakteristik morfologi Kampung Gandek Puspo yaitu kampung bagian depan (sebagian Kampung Gandekan dan sebagian Kampung Kulitan yang berada dekat Jl. MT. Haryono), dan kampung bagian belakang (Kampung Banginggris; Kampung Pusporagan; sebagian Kampung Gandekan; dan sebagian Kampung Kulitan; yang berada dekat sungai Semarang). 

Page 1 of 1 | Total Record : 5