cover
Contact Name
Wakhidah Kurniawati
Contact Email
ruang@live.undip.ac.id
Phone
+6224-7460054
Journal Mail Official
ruang@live.undip.ac.id
Editorial Address
Gedung A lantai 3, Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro, Jl. Prof Soedarto, Tembalang, Kota Semarang, 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ruang
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18583881     EISSN : 23560088     DOI : 10.14710/ruang
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2022): Ruang" : 5 Documents clear
Karakteristik Lingkungan Binaan Sekitar Halte Transit TransJogja Raisha Adila Putri; Anita Ratnasari Rakhmatullah; Diah Intan Kusumodewi
Ruang Vol 8, No 2 (2022): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.8.2.76-86

Abstract

TransJogja merupakan transportasi umum yang diciptakan dengan tujuan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan menggeser preferensi masyarakat untuk menggunakan moda transportasi umum sebagai moda utamanya dalam bermobilisasi. Transportasi ini telah dikembangkan sejak tahun 2008 dengan total jalur sebanyak 17 rute, 129 armada, dan 267 halte yang tersebar di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul. Penempatan simpul transit merupakan salah satu penentu peran halte di wilayah sekitarnya. Lingkungan Binaan yang compact di sekitar halte dapat menjadi atribut penting dalam peningkatan jumlah penumpang karena dapat menciptakan kawasan berbasis transit yang mampu mengurangi waktu perjalanan dan meningkatkan kemudahan pengguna. Penelitian ini membahas tentang karakteristik lingkungan binaan di sekitar Stasiun BRT dengan menggunakan metode kuantitatif berdasarkan 3 variabel yang diperoleh dari teori Transit Oriented Development (TOD). Kajian ini menunjukkan bahwa karakteristik halte transit TransJogja belum sepenuhnya menerapkan konsep dasar TOD yang dapat mengurangi kemacetan dan penggunaan kendaraan pribadi dalam bermobilisasi. Hal itu dapat terlihat dari karakteristik kepadatan penduduk, variasi guna lahan, dan kepadatan persimpangan yang ada.
Fenomena Eskapisme dalam Pembentukan Ruang Sosial Perkotaan Dewirinanti Hayuning Prabajati; Doddy Aditya Iskandar
Ruang Vol 8, No 2 (2022): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.8.2.87-96

Abstract

Pandemi COVID-19 yang sedang terjadi dewasa ini telah membuka pengalaman baru yang dapat dirasakan di berbagai wilayah perkotaan. Kondisi ini muncul dalam bentuk perasaan ketidaknyamanan dan rasa lelah yang semakin meningkat seiring dengan ditetapkannya kebijakan pengetatan pergerakan dan interaksi sosial oleh Pemerintah Indonesia. Seiring dengan menurunnya kondisi perekonomian di Indonesia, hal ini memicu adanya perasaan ketidakpuasaan di masyarakat untuk menolak kebijakan yang ada yang sebenarnya ditujukan untuk mengatasi efek negatif dari pandemi ini.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana produksi ruang sosial terjadi di tengah adanya pandemi COVID-19. Lebih jauh penelitian ini mencoba menguraikan bagaimana kebijakan pengetatan pergerakan menghasilkan fenomena eskapisme yang dalam gilirannya membentuk ruang sosial. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati bentuk-bentuk pemanfaatan ruang trotoar untuk pejalan kaki di kawasan jalan Prof. DR. HR. Bunyamin di Kota Purwokerto untuk memahami bagaimana ruang sosial terbentuk. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan dan telaah atas berbagai laporan dan dokumen. Penelitian ini memanfaatkan metode studi kasus untuk lebih memahami bagaimana ruang sosial terbentuk dan apakah gejala eskapisme ini membentuk dan menghasilkan ruang sosial yang berbeda di kawasan penelitian.Temuan penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk pemanfaatan di kawasan trotoar selama masa pandemi COVID-19 menggambarkan strategi eskapisme yang sering muncul pada saat krisis terjadi. Pembentukan ruang sosial di trotoar di jalan Prof. DR. HR. Bunyamin menggambarkan adanya tekanan untuk memanfaatkan ruang publik kota sebagai mekanisme untuk melepaskan diri dari pembatasan sosial dan spasial yang hadir dari kebijakan penanganan pandemi. Apa yang ditemukan di dalam penelitian ini mendorong perlunya telaah lanjut mengenai bagaimana pandemi mampu merangsang kemunculan dan pemanfaatan strategi dan pendekatan spesifik dalam pembentukan ruang sosial. 
Core Area Housing Redevelopment in sub-Sahara Africa: Example of Ile-Ife, Nigeria Adewale Yoade; S A Olatunji
Ruang Vol 8, No 2 (2022): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.8.2.97-108

Abstract

In most nations of the third world, the large proportion of the cities are plagued with different multi dimmentional urban growth challenges. The problem of the central city slum and the required solution has some socioeconomic, technical, administrative and socio-cultural considerations. It is in this regard that this paper has attempted an examination of the housing redevelopment in Ile-Ife, Nigeria. Data for this study were derived through the use of questionnaire administered on 476 houses samples of household heass selected using systematic random sampling. Both descriptive and inferential statistics were utilized for this study. Findings established that the majority of the buildings was built more than 30 years ago in the study area. Also, the study revealed that most of the respondents earned less than #15,000 (less than $30) monthly while only few earned more than #15,000. The paper concluded that in urban renewal endeavors, there is need for planners to take into consideration the various socioeconomic and socio-cultural encumbrances if affected people will be meaningfully catered for.
The Development of Attraction in Natural Tourism Object “Agrowisata Taman Arum” in Sumber Sari Village Loa Kulu Sub-District Novi Anugraheni; Elin Diyah Syafitri; Devi Triwidya
Ruang Vol 8, No 2 (2022): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.8.2.58-67

Abstract

Agrowisata Taman Arum is one of the natural tourism objects in Sumber Sari Village, Loa Kulu Subdistrict. Attractions can develop if they have a tourist attraction where the attraction will encourage tourists to visit a tourist attraction. While natural tourism activities in Sumber Sari Village are hampered to develop because the tourist attraction that is owned by this village has not been well managed by the local community and tourism managers. One of the impacts is a decrease in the number of tourists each year by 52% from 2015 to 2019. Therefore, the purpose of this study is to analyze more deeply related to the natural attractions of Taman Arum Agro Tourism. The research analysis method used is a Likert-descriptive scale. The results obtained include the development of natural resource cultivation ((paddy agriculture and plantations), flora, customs / culture, water), the development of tourism activities (agro-tourism, shopping (picking / harvesting fruits and vegetables), and education), the development of hygiene management and tourism security to minimize problems caused by tourist trash, animals (intruders / destroyers), natural disasters (floods / landslides), disturbance to flora, fires, illegal logging and encroachment.
Faktor Prioritas Peningkatan Kualitas Lingkungan Permukiman Nelayan Di Kelurahan Manggar Baru Kota Balikpapan Mega Kusuma Wardani; Mohtana Kharisma Kadri
Ruang Vol 8, No 2 (2022): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.8.2.68-75

Abstract

Kelurahan Manggar Baru berdasarkan Surat Keputusan Walikota Balikpapan Nomor 188.45-667 Tahun 2014 termasuk kedalam salah satu dari 12 Kelurahan yang ditetapkan sebagai permukiman kumuh di Kota Balikpapan dengan luas kawasan kumuh sebesar 50,64 hektar. Terjadi penurunan kualitas lingkungan yang disebabkan oleh minimnya ketersediaan infrastruktur, seperti pada jaringan drainase yang minim memadai sehingga tidak mampu mengendalikan limpasan air hujan dan menimbulkan genangan. Adapun permasalahan lainnya yaitu belum terdapat upaya dalam pengelolaan sampah meliputi pewadahan, pemilahan dan pengolahan skala lingkungan. Upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Balikpapan dalam mengatasi permasalahan adalah dengan mengimplementasikan program bantuan air bersih khusus MBR (masyarakat berpenghasilan rendah), namun belum terlayani secara keseluruhan dikarenakan prasarana yang kurang memadai. Implementasi program pembangunan septictank juga mengalami kendala yaitu belum meratanya program untuk seluruh masyarakat, sehingga terdapat masyarakat yang melakukan pembangunan dengan swadaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor prioritas yang mempengaruhi peningkatan kualitas lingkungan permukiman nelayan di Kelurahan Manggar Baru dengan menggunakan metode analisis AHP (Analitycal Hierarchy Process). Hasil analisis AHP menunjukkan faktor prioritas yang mempengaruhi peningkatan kualitas lingkungan permukiman nelayan di Kelurahan Manggar Baru yaitu pada aspek lingkungan dengan nilai bobot sebesar 0,37 sedangkan untuk sub kriteria didapatkan faktor prioritas yaitu kondisi penyediaan air bersih dengan nilai bobot sebesar 0,28. Kata kunci: Kualitas Lingkungan; Peningkatan Kualitas Lingkungan; Permukiman Nelayan

Page 1 of 1 | Total Record : 5