cover
Contact Name
Yayan Hendrayana
Contact Email
yayan.hendrayana@uniku.ac.id
Phone
+6281324088139
Journal Mail Official
admin_wanaraksa@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl.Cut Nyak Dhien No.36 A, Cijoho, Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan.
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Wana Raksa
Published by Universitas Kuningan
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Wanaraksa (Jurnal Kehutanan dan Lingkungan) merupakan publikasi ilmiah hasil penelitian yang diterbitkan oleh Program Studi Kehutanan di Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Universitas Kuningan. Lingkup cakupan jurnal Wanaraksa yaitu berbagai topik dalam bidang diantaranya: 1. Kehutanan Manajemen Hutan Budidaya Hutan Eknologi Hasil Hutan, Konservasi Sumberdaya Hutan, Silvikultur, Aspek Sosial Ekonomi Kehutanan. 2. Keanekaragaman Hayati dan Lingkungan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 01 (2016)" : 5 Documents clear
PROSPEK KONTRIBUSI HUTAN RAKYAT TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KABUPATEN KUNINGAN (Studi Kasus di Kawasan Hutan Rakyat Bekas Lahan Kritis Desa Karangsari Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan) Nina Herlina; Ika Karyaningsih; Agus Rianto
Wanaraksa Vol 10, No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v10i01.1054

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan usaha dan potensi hutan rakyat., menganalisis serta menghitung kesediaan masyarakat membayar retribusi kayu dari hutan rakyat. Penelitian telah dilaksanakan di Hutan Rakyat Desa Karangsari Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan. Penelitian dilaksanakan selama 2 (dua) bulan pada tahun 2014.Kawasan hutan rakyat di Desa Karang Sari Kecamatan Darma seluas 70 Ha. Berdasarkan luasan tersebut diambil sampel dengan nilai kritis e atau batas ketelitian sebesar 10% (0,1) (Sevila et al. 1993 dalam Singarimbun, 1987). Sehingga diketahui luas kawasan maksimal yang akan diamati sebesar 7 Ha, disesuaikan dengan luas kepemilikan lahan responden.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa analisis kelayakan pada aspek perbandingan antara biaya dan Pendapatan masyarakat dari hasil hutan rakyat cukup tinggi. Oleh sebab itu usaha hutan rakyat sangat layak untuk masyarakat. Selain itu pada dasarnya masyarakat desa Karangsari bersedia untuk membayar retribusi hasil kayu hutan rakyat pada kondisi hasil yang diperoleh cukup tinggi.Kata Kunci : Hutan rakyat, potensi, analiss kelayakan
KEANEKARAGAMAN DAN PEMANFAATAN JENIS TUMBUHAN OBAT OLEH MASYARAKAT KAWASAN HUTAN LINDUNG GUNUNG PAKUAN KABUPATEN KUNINGAN PROVINSI JAWA BARAT Nina Herlina; Ai Nurlaila; Idris Sandria
Wanaraksa Vol 10, No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v10i01.1055

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan obat yang terdapat di Kawasan Hutan Lindung Gunung Pakuan, dan untuk mengetahui potensi pemanfaatan tumbuhan obat oleh masyarakat di Kawasan Gunung Pakuan.Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara dan observasi. Pemilihan responden awal menggunakanmetode purposive sampling, dilanjutkan dengan metode snowball sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis vegetasi yang ditemukan di Kawasan Hutan Lindung Gunung Pakuan dengan menggunakan 30 plot contoh ditemukan 48 jenis dari 34 famili, dan 32 jenis termasuk kedalam tumbuhan obat dari 27 famili.Dari 32 jenis tumbuhan obat yang ditemukan terdapat 18 jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat diantaranya adalah Antanan/pegagan, Babadotan, Calincing, Cariyang/nampu, Ciplukan, Daun sendok/ki urat, Hanjuang, Harendong, Jahe, Kapol/kapulag, Katuk, Kecubung, Koneng/kunyit, Mangandeuh, Pacing, Paku munding/pakis gajah, Sambang getih, dan Seureuh/sirih.Dalam penelitian ini diharapkan perlu adanya pengembangan dan penelitian lebih lanjut mengenai pemanfaatan jenis tumbuhan obat beserta penggunaannya yang digunakan oleh masyarakat Desa Gunungmanik, perlu adanya pembudidayaan tumbuhan obat, agar tumbuhan obat yang ada didalam Kawasan Hutan Lindung Gunung Pakuan tetap terjaga kelestariannya.Kata kunci: Keanekaragaman, Pemanfaatan dan Tumbuhan Obat.
ANALISIS USAHA MODEL TUMPANGSARI PADA LAHAN PERHUTANI (Studi Kasus Di RPH Cipondok BKPH Cibingbin KPH Kuningan) Nina Herlina; Syamsul Millah; Oding Syafrudin
Wanaraksa Vol 10, No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v10i01.1056

Abstract

Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) merupakan program pemerintah guna meningkatkan perekonomian Masyarakat Desa Hutan. Program PHBM di RPH Cipondok mendapat sambutan yang baik dari masyarakatnya tetapi memiliki kendala yaitu kurang baiknya lahan perhutani untuk tanaman pertanian sehingga perlu untuk menganalisis pola tumpang sari yang telah ada agar didapatkan pola mana yang produksinya paling optimal.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola tumpang sari yang paling baik diterapkan di lahan Perhutani RPH Cipondok. Metode pengambilan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa model tumpang sari di RPH Cipondok ada 4 jenis yaitu pola kehutanan dan sawah, pola kehutanan dan palawija, pola kehutanan dan kacang-kacangan serta pola kehutanan, kacang-kacangan dan palawija. Pola tumpang sari yang paling optimal adalah pola kehutanan, kacang-kacangan dan palawija, produksi nya mencapai Rp. 5.833.000.00 per-hektar. Agar program PHBM berkontribusi lebih besar, sebaiknya petani menanam tanaman dengan pola tumpang sari yang menguntungkan. Selain itu, diharapkan adanya bantuan pemerintah setempat terkait pengembangan produk PHBM sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.Kata Kunci : Analisis Usaha, Model, Tumpang sari, Pendapatan
KEANEKARAGAMAN JENISTUMBUHAN DI HUTAN KOTA CARACAS KABUPATEN KUNINGAN Ayu Sri Rahayu; Ilham Adhya; Nina Herlina
Wanaraksa Vol 10, No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v10i01.1052

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis tumbuhan  dan tipe hutan Kota Caracas di Kabupaten Kuningan.Data pengambilan struktur tumbuhan menggunakan analisis vegetasi dengan metode sampling berpetak. Penentuan banyaknya sampel berdasarkan metode samel terpilih (Purposive sampling) sebanyak 18 plot. Data vegetasi yang terkumpul kemudian dianalisis untuk mengetahui kerapatan jenis, kerapatan relatif, dominansi jenis, dominansi relatif, frekuensi jenis dan frekuensi relatif serta Indeks Nilai Penting.Hasil penelitian menunjukkan bahwa di hutan kota Caracas  memiliki nilai Indeks diversitas Shannon (H’) 1H’3 artinya bahwa nilai keanekaragaman jenis dari seluruh tingkat vegetasi sedang. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada seluruh tingkat vegetasi memiliki karakteristik ekosistem vegetasi yang  tidak begitu kompleks.Kesetabilan kondisi struktur dan komposisi vegetasi dari beberapa Spesies menyediakan pasokan pakan yang cukup serta daya dukung lingkungan abiotik di masa yang akan datang bagi sejumlah satwa tersebut. Sedangkan dilihat dari jenis vegetasi unggulan diantaranya jenis Randu (Ceiba pentandra), Lengkeng (Euphoria longana), Salam (Syzygium polyanthum) dan Tisuk (Hibiscus macrophyllus).Hutan Kota Caracas termasuk dalam hutan kota tipe rekreasi  yang berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan rekreasi dan keindahan masyarakat.Kata Kunci : Keanekaragaman, Kemerataan, Hutan Kota, Struktur  dan Komposisi.
KEANEKARAGAMAN SATWA PADA AREAL PASCA KEBAKARAN DI HUTAN BINTANGOT TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Ika Karyaningsih; Sulistyono Sulistyono; Irvan Hidayat
Wanaraksa Vol 10, No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v10i01.1053

Abstract

Kebakaran hutan mempunyai dampak secara langsung dan tidak langsung terhadap populasi satwa liar. Dampak secara langsung adalah hilang dan berkurangnya jenis-jenis satwa. Sementara itu dampak secara tidak langsung adalah rusaknya habitat satwa serta vegetasi. Menurut BTNGC (2013) setiap tahun telah terjadi kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai dari tahun 2006 sampai 2013. Resort Mandirancan Taman Nasional Gunung Ciremai merupakan salah satu kawasan  yang mengalami kebakaran hutan pada tahun 2012. Oleh karena itu perlu diadakannya penelitian tentang keanekaragaman satwa liar pada lahan pasca kebakaran.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragamaan jenis satwa liar pada lahan pasca kebakaran  di Hutan Bintangot Resort Mandirancan Taman Nasional Gunung Ciremai serta mengetahui jenis vegetasi pada lahan pasca kebakaran di Hutan Bintangot Resort Mandirancan Taman Nasional Gunung Ciremai.Penelitian ini di laksanakan di hutan Bintangot RESORT Mandirancan Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), pengambilan data di lakukan pada areal pasca kebakaran yang memiliki luasan ±1,70Ha dan pengambilan data dilapangan diambil pada bulan Desember 2014.Hasil Penelitian menunjukkan keanekaragaman jenis satwa yang didapatkan pada lokasi penelitian di Hutan Bintangot Resort Mandirancan Taman Nasional Gunung Ciremai diperoleh 16 jenis satwa dari dua kelas yaitu kelas Aves 15 jenis dan kelas Mamalia 11 jenis dengan jumlah individu sebanyak 69 individu. Hasil penelitian dilapangan menunjukan bahwa nilai keragaman satwa liar pada lokasi penelitian tidak terlalu tinggi, dan kemerataanya pada kategori kurang merata. Untuk nilai dominansi satwa, dari hasil penelitian diperoleh nilai jenis satwa yang dominan  berjumlah 8 jenis(78,26%), sedangkan jenis satwa yang sub-dominan berjumlah 5 jenis (17,39%), dan jenis satwa yang tidak dominan 3 jenis (4,34%).Kata Kunci: keanekaragaman jenis, dominansi , kemerataan, Kebakaran hutan

Page 1 of 1 | Total Record : 5