cover
Contact Name
Yayan Hendrayana
Contact Email
yayan.hendrayana@uniku.ac.id
Phone
+6281324088139
Journal Mail Official
admin_wanaraksa@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl.Cut Nyak Dhien No.36 A, Cijoho, Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan.
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Wana Raksa
Published by Universitas Kuningan
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Wanaraksa (Jurnal Kehutanan dan Lingkungan) merupakan publikasi ilmiah hasil penelitian yang diterbitkan oleh Program Studi Kehutanan di Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Universitas Kuningan. Lingkup cakupan jurnal Wanaraksa yaitu berbagai topik dalam bidang diantaranya: 1. Kehutanan Manajemen Hutan Budidaya Hutan Eknologi Hasil Hutan, Konservasi Sumberdaya Hutan, Silvikultur, Aspek Sosial Ekonomi Kehutanan. 2. Keanekaragaman Hayati dan Lingkungan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2017)" : 5 Documents clear
Identifikasi Jenis Dan Pemanfaatan Bambu Di Hutan Gunung Tilu Blok Banjaran Kabupaten Kuningan Nurkholis Nurkholis; Nina Herlina; Ai Nurlaila
Wanaraksa Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v11i2.4411

Abstract

Abstrak. Masyarakat di Desa Jabranti Blok Banjaran hanya memanfaatkan bambu sebagai bahan dasar kerajinan keranjang dan tepas. Bambu dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, bahan berkhasiat obat, bahan konsumsi, bahan kerajinan, bahan alat musik. Penelitian ini dilaksanakan di kawasan Hutan Gunung Tilu blok Banjaran Kecamatan Karangkancana Kabupaten Kuningan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis bambu dan morfologi jenis bambu dan mengetahui manfaat dari setiap bambu yg ditemukan. Metode yang digunakan adalah metode jelajah yaitu dengan cara menjelajahi objek penelitian. Ketika ditemukan rumpun bambu, maka dibuat petak ukur, kemudian dicatat, jenis bambu dan pohon yang terdapat di sekelilingnya. Jenis bambu yang ditemukan di Hutan Gunung Tilu Blok Banjaran sebanyak 5 genus, yaitu  4 bambu Gigantochloa, 3 bambu Bambusa, dua bambu Schizostachyum dan satu bambu Dendrocalamus. Manfaat dari beberapa jenis bambu tersebut adalah untuk bahan banguan,kerajinan tangan, obat, bahan konsumsi, alat musik,  dan bahan bangunan.Kata Kunci: Identifikasi jenis bambu, pemanfaatan bambu.
Gangguan Primata Pada Lahan Budidaya Di Kabupaten Kuningan (Studi Kasus di Gunung Uyung Kecamatan Ciniru) Putri Lestari; Toto Supartono; Dede Kosasih
Wanaraksa Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v11i2.4412

Abstract

Abstrak: Pembukaan lahan hutan telah terjadi di Gunung Uyung dikonversi menjadi hutan rakyat, kebun campuran, sawah sehingga habitat primata menyempit dan menyebabkan sumber pakan berkurang, sehingga primata mencari sumber pakannya ke kawasan budidaya milik masyarakat. Hal tersebut menyebabkan petani sekitar mengalami kerugian ekonomi karena secara tidak langsung primata sudah mengganggu mata pencaharian petani sekitar Gunung Uyung. Penelitian ini bertujuan memetakan lokasi-lokasi yang mengalami gangguan primata, menganalisis bentuk gangguan primata, menghitung nilai kerugian ekonomi petani karena gangguan primata, dan menganalisis bentuk penanganan oleh masyarakat terhadap gangguan primata. Penelitian dilakukaan pada bulan Oktober 2016. Metode sensus yang digunakan dalam penelitian, dimana populasinya adalah lahan budidaya dan petani sekitar Gunung Uyung. Diketahui terdapat 29 lokasi gangguan berada pada tipe penggunaan lahan kebun campuran. Bentuk gangguan primata yang terdapat pada lahan budidaya sekitar gunung uyung adalah primata merusak dan memakan tanaman petani, adapun bagian tanaman yang dirusak maupun dimakan yaitu daun, bunga, buah, dan ranting. Jenis komoditas yang paling besar mengalami kerugian ekonomi yaitu pete sebesar Rp. 1.436.015 jika komoditas tersebut tidak diganggu maka hasil perkomoditasnya sebesar Rp. 28.513.500. Teknik penanganan gangguan yang dilakukan masyarakat adalah dengan cara melempari batu, teknik penanganan ini dianggap lebih efisien dan praktis oleh masyarakat karena tidak membutuhkan biaya besar.Kata kunci : Gunung Uyung; primata; gangguan primata; lahan budidaya
Keanekaragaman Ficus Spp. di Gunung Tilu RPH Karangkancana BKPH Luragung KPH Kuningan Perum Perhutani Divre Jabar-Banten Rani Mardiani Hardinah; Yayan Hendrayana; Deni Deni
Wanaraksa Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v11i2.4413

Abstract

Abstrak: Ficus adalah pohon yang memulai hidupnya sebagai epifit ketika bijinya bersemai dicelah atau retakan pohon induknya (atau struktur seperti bangunan dan jembatan). Keberadaan Ficus pada kawasan hutan Gunung Tilu dapat dijadikan sebagai indikator proses terjadinya suksesi hutan karena peran dari satwa liar yang memakan bijinya dan kemudian memicu terjadinya komunitas lanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengehetahui keanekaragaman ficus spp. dan pola sebaran jenis ficus spp. yang terdapat di kawasan Hutan Gunung Tilu RPH Karangkancana dengan metode kombinasi. Data dianalisis dengan intensitas sampling, indeks Keragaman dan indeks Morisita. Hasil penelitian ditemukan 11 jenis ficus spp. jenis Beunying (Ficus fistulosa) 39 individu , Bunut (Ficus glabella BL.) 23 individu,  Calodas (Ficus Callophylla Blume.) 20 individu, Caringin (Ficus benjamina L) 58 individu, Ki Darangdang (Ficus cusvidata) 37 individu ,  Ki Hampelas (Ficus ampelas Burm.F.) 6 individu, Kiara Beas (Ficus Sundaica Blume) 12 individu,  Kiara Karasak (Ficus kurzii king.) 32 individu,  Kondang (Ficus variagata Bl.) 45 individu, Leles (Ficus glandulifera (wall.Exmiq)King) 56 individu, Renghas (Ficus alba) ditemukan 63 individu. Kawasan hutan lindung Gunung Tilu jenis ficus spp. merupakan habitat yang baik berdasarkan kerapatannya, frekuensi,dan dominasi vegetasinya, dilihat dari jumlah individu dan keragaman jenis di setiap plot yang ditemukan dengan persebaran yang mengelompok.Kata Kunci : Hutan Lindung; Gunung Tilu; keanekaragaman; ficus spp.; satwaliar
Keanekaragaman Jenis Mamalia Besar di Kawasan Bukit Sarongge RPH Ciniru BKPH Garawangi KPH Kuningan Peni Apriyani; Iing Nasihin; Deni Deni
Wanaraksa Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v11i2.4414

Abstract

Abstrak: Bukit Sarongge merupakan kawasan hutan lindung yang secara administrasi terletak di Desa Pinara, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, yang juga merupakan hutan yang dikelola oleh Perhutani Kuningan, BKPH Garawangi, RPH Ciniru. Penelitian ini difokuskan pada mamalia besar yang memiliki berat badan lebih dari 5 kilogram. Keberadaan mamalia sangat berperan penting dalam keseimbangan ekosistem alam, karena mamalia memiliki peranan ekologis sebagai indikator kerusakan habitat dan pencemaran udara. Tumbuhan juga berperan bagi keberlangsungan hidup mamalia sebagai sumber makanan, bahkan hewan karnivora sesungguhnya sangat bergantung pada tumbuhan karena makanannya merupakan hewan herbivora. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis mamalia besar dan struktur vegetasi sebagai penyedia pakan. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober sampai Desember 2016 dikawasan bukit Sarongge dengan menggunakan metode transek garis dan analisis vegetasi. Jenis mamalia besar yang ditemukan terdapat 5 jenis yaitu babi hutan (Sus scrofa), kijang (Muntiacus muntjak), lutung jawa (Trachypithecus auratus), macan tutul (Panthera pardus), surili (Presbytis comata). keanekaragaman jenis yaitu H’= 1,13 menunjukan bahwa tingkat keanekaraman jenis mamalia besar termasuk kriteria sedang. Sedangkan nilai kemerataan jenis yaitu J’= 0,70 yang menunjukan bahwa tingkat komunitas dalam keadaan yang cukup merata. Dan untuk jenis tumbuhan yang paling mendominasi pada tingkat semai, pancang, tiang, pohon yaitu jenis mahoni (Swittenia mahagoni). Kata kunci : Bukit Sarongge, vegetasi, indikator; keanekaragaman jenis; mamalia besar.
Potensi Pakan Surili (Presbytis Comata) Di Kebun Campuran Kabupaten Kuningan Iwan Hermawan; Toto Supartono; Nurdin Nurdin
Wanaraksa Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v11i2.4415

Abstract

Abstrak: Surili (Presbytis comata) merupakan satwa endemik Jawa Barat yang dilindungi Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa. Surili memiliki status konservasi endagered spesies berdasarkan red list IUCN 2009 dan termasuk dalam CITES Appedik II. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi keanekaragaman potensi pakan surili di kebun campuran, dan bagian tumbuhan yang dimakan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari dua tahap, pertama survei mendatangi desa-desa yang memiliki areal kebun campuran terindindikasi terdapat populasi surili, kemudian menggali informasi kepada masyarakat sekitar mengenai keberadaan surili di hutan-hutan yang masuk ke dalam wilayah administrasi desa tersebut. Selanjutnya analisis vegetasi untuk mengetahui struktur dan komposisi jenis vegetasi menggunakan metode petak berganda dengan jalur memanjang. Bentuk petak ganda yang digunakan adalah bujur sangkar dengan ukuran petak 20x20 m, untuk tingkat pertumbuhan pohon, dan 10x10 m untuk tingkat pertumbuhan tiang dengan jarak antar plot 20 m. Hasil analisis vegetasi pada 4 lokasi pengamatan ditemukan 52 jenis vegetasi dan 30 jenis vegetasi pakan surili. Dari 30 jenis vegetasi pakan terdiri dari 27 jenis pohon, dan 25 jenis tiang. Berdasarkan keterangan warga sekitar bahwa di kebun campuran, untuk bagian yang dimakan surili (Presbytis comata) adalah pucuk daun muda, dan lebih banyak mengkonsumsi buah-buahan. Kata kunci : Kebun campuran; keanekaragaman pakan; potensi pakan; bagian yang dimakan; Surili (Presbytis comata).

Page 1 of 1 | Total Record : 5