cover
Contact Name
Yayan Hendrayana
Contact Email
yayan.hendrayana@uniku.ac.id
Phone
+6281324088139
Journal Mail Official
admin_wanaraksa@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl.Cut Nyak Dhien No.36 A, Cijoho, Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan.
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Wana Raksa
Published by Universitas Kuningan
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Wanaraksa (Jurnal Kehutanan dan Lingkungan) merupakan publikasi ilmiah hasil penelitian yang diterbitkan oleh Program Studi Kehutanan di Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Universitas Kuningan. Lingkup cakupan jurnal Wanaraksa yaitu berbagai topik dalam bidang diantaranya: 1. Kehutanan Manajemen Hutan Budidaya Hutan Eknologi Hasil Hutan, Konservasi Sumberdaya Hutan, Silvikultur, Aspek Sosial Ekonomi Kehutanan. 2. Keanekaragaman Hayati dan Lingkungan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 01 (2019)" : 5 Documents clear
KEAWETAN ALAMI JENIS KAYU JATI (Tectona grandis, linn. F.), MAHONI (Swietenia macrophylla King) DAN SENGON (Paraserianthes falcataria, L) PADA UMUR 5 TAHUN Chandra Candiana; Sulistyono Sulistyono; Deni Deni
Wanaraksa Vol 13, No 01 (2019)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v13i1.4647

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini dipandang perlu dilakukan mengingat banyak jenis kayu dari hutan rakyat khususnya jenis jati, mahoni dan sengon yang sering digunakan oleh masyarakat Kuningan sebagai bahan bangunan ataupun bahan furniture yang belum diketahui keawetannya di ruangan terbuka dan tertutup. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan keawetan alami jenis kayu jati, mahoni dan sengon di ruangan terbuka dan tertutup.Metode pengujian kualitas alami jenis kayu jati, mahoni, dan sengon di ruangan ruangan terbuka menggunakan metode Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-7207-2006. Sedangkan pengujian kualitas alami jenis kayu jati, mahoni, dan sengon di ruangan terbuka menggunakan metode uji lapangan (grave yard test) America Society for Testing Materials (ASTM) D 17558-02. Berdasarkan hasil pengujian keawetan alami kayu umur 5 tahun pada ruangan tertutup, Kayu Jati (Kelas Awet II) dan kayu Mahoni (Kelas Awet II) Sedangkan kayu Sengon memiliki nilai keawetan yang lebih rendah (Kelas Awet III). Berdasarkan hasil pengujian keawetan alami kayu umur 5 tahun pada ruangan terbuka, Kayu Jati dan kayu Sengon memiliki  (Nilai Keawetan 7) Sedangkan kayu Mahoni (Nilai Keawetan 6).Kata Kunci: Keawetan Alami; Jati; Mahoni; Sengon; ruangan terbuka; ruangan tertutupABSTRACT. This research is deemed necessary considering that there are many types of wood from community forests, especially teak, mahogany and sengon which are often used by the Kuningan community as building materials or furniture materials whose durability is unknown in open and closed spaces. The purpose of this study was to determine the natural durability of teak, mahogany and sengon species in open and closed spaces. The method of testing the natural quality of teak, mahogany, and sengon wood in open spaces uses the Indonesian National Standard (SNI) 01-7207-2006 method. . Meanwhile, testing the natural quality of teak, mahogany, and sengon wood in open spaces uses the American Society for Testing Materials (ASTM) D 17558-02 field test method. Based on the results of natural durability testing for wood aged 5 years in a closed room, teak wood (Durability Class II) and Mahogany wood (Durability Class II), while Sengon wood has a lower durability value (Durability Class III). Based on the test results of natural durability of wood aged 5 years in open spaces, teak wood and Sengon wood have (Durability Value 7) while Mahogany wood (Durability Value 6).Keywords: Natural Durability; Teak; Mahogany; Sengon; open room; closed room.
PENGARUH PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH SERTA LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN STEK KENANGA (Cananga odorata (Lam.) Hook.f & Thomson) Egy Silvani Pratama Putri; Ai Nurlaila; Ika Karyaningsih
Wanaraksa Vol 13, No 01 (2019)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v13i01.4648

Abstract

ABSTRAK. Kenanga merupakan jenis pohon penghasil bunga yang memiliki keharuman yang khas. Bunga kenanga banyak digunakan sebagai bahan pembuatan minyak atsiri karena baunya yang harum. Di Kuningan, pohon kenanga sudah dikenal banyak orang. Karena kurangnya minat masyarakat untuk membudidayakannya, lama-kelamaan tanaman kenanga semakin jarang ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh, interaksi, dan perlakuan terbaik pemberian zat pengatur tumbuh dan lama perendaman terhadap pertumbuhan stek kenanga. Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu ZPT dan lama perendaman dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Data akan dianalisis menggunakan Analisis Variansi (ANOVA) dan jika terdapat pengaruh yang signifikan dari hasil analisis variasi, maka selanjutnya dilakukan uji beda nyata dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil ragam menunjukkan bahwa perlakuan ZPT dan waktu perendaman secara mandiri tidak berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah tunas dan tinggi tunas. Sedangkan interaksi antara ZPT dan waktu perendaman berpengaruh nyata terhadap jumlah parameter tunas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan Z2P3 (Rootone-F 200 ppm dengan lama perendaman 3 jam) menunjukkan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan stek kenanga.Kata Kunci: Kenanga; Zat Pengatur Tumbuh; Rootone-F; Ekstrak Bawang Merah; Lama Perendaman
POTENSI KARBON TERSIMPAN PADA TEGAKAN PINUS (PINUS MERKUSII) DI BLOK PASIR BATANG KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Erwin Nurfansyah; Yayan Hendrayana; Ilham Adhya
Wanaraksa Vol 13, No 01 (2019)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v13i01.4649

Abstract

ABSTRAK. Mengingat peran penting hutan dalam menyerap karbon dari udara, maka perlu dilakukan banyak penelitian untuk mendukung pengembangan lebih lanjut penyerapan karbon dalam biomassa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi cadangan karbon pada tegakan pinus di Blok Pasir Batang Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Metode yang digunakan adalah non destructive sampling yaitu cara pengambilan sampel yang ramah lingkungan. Terdapat pohon pinus di areal seluas 30 hektar sebanyak 24.060 batang. Diameter tegakan umur 25 tahun pohon pinus sekitar 28,32 cm dengan kerapatan relatif tinggi 0,027 individu/m2 sama dengan 267,3 individu/hektar. Perkiraan volume tegakan per hektar adalah 708,07 m3/hektar. Volume seluruh tegakan adalah 21.242,1 m3. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa jumlah biomassa tegakan di seluruh petak contoh adalah 36,04 ton/hektar atau total luasan 1.081,2 ton. Jumlah karbon dalam satu satuan luas adalah 16,9 ton/hektar atau seluruhnya 508,1 ton.Kata kunci: Biomassa, Metode non-destruktif , Penyerapan karbon, Pinus,
STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK WISATA ALAM BUMI PERKEMAHAN PASIR BATANG KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Febri Ramdani; Toto Supartono; Yayan Hendrayana
Wanaraksa Vol 13, No 01 (2019)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v13i01.4650

Abstract

ABSTRACT. Obyek wisata alam Perkemahan Pasir Batang memiliki luas ± 5 Ha, yang pengelolaannya berada di bawah Balai Taman Nasional Gunung Ciremai bekerjasama dengan kelompok penggerak pariwisata (KOMPEPAR). Berdasarkan survei pendahuluan diketahui bahwa pengelolaan di Bumi Perkemahan Pasir Batang belum dilakukan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi, mengidentifikasi kendala internal dalam pengelolaan, dan menyusun strategi pengembangan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode eksplorasi, observasi langsung di lapangan, wawancara, dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan secara deskriptif dan analisis SWOT yaitu analisis SWOT mengidentifikasi faktor internal dan eksternal. Potensi yang dimiliki oleh wisata alam Perkemahan Bumi Pasir Batang adalah panorama alam serta potensi flora dan fauna. Kendala internal dalam pengelolaan Bumi Perkemahan Pasir Batang yaitu kendala pengelolaan, pendanaan, sumber daya manusia, dan tingkat keterlibatan anggota. Hasil analisis SWOT dan matriks SWOT bahwa alternatif strategi pembangunan di Bumi Perkemahan Pasir Batang adalah meningkatkan promosi kepada pengunjung, meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia, menambah sarana / prasarana yang kurang, mengembangkan potensi yang ada, menambah daya tarik wisata guna meningkatkan daya tarik wisata. banyaknya pengunjung dari sekitar Kabupaten Kuningan atau dari luar Kabupaten Kuningan.Kata kunci: Kawasan wisata, analisis SWOT, faktor internal dan eksternal, strategi pembangunan.
INVENTARISASI TANAMAN REHABILITASI DI WISATA ALAM PASIR BATANG KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Helfia Noor Khotimah; Ilham Adhya; Yayan Hendrayana
Wanaraksa Vol 13, No 01 (2019)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v13i01.4651

Abstract

ABSTRAK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur vegetasi dan jenis tumbuhan rehabilitasi pada kawasan wisata alam Pasir Batang di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Metode penelitian menggunakan metode jalur berpetak dengan ukuran petak 20 m x 20 m di sepanjang jalur penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, Ditemukan 20 jenis tanaman rehabilitasi dari 10 famili. pada tingkat pertumbuhan semai di dominansi oleh jenis Kipirit, tingkat pertumbuhan pancang, tiang di dominansi oleh jenis yang sama yaitu Kisereuh (Cinnamomum parthenoxylon), dan pada tingkat pertumbuhan pohon di dominansi oleh jenis Alpukat (Persea americana).  Indeks keanekaragaman jenis tanaman rehabilitasi pada kawasan Wisata Alam Pasir Batang TNGC memiliki nilai H’ pada tingkat semai rendah, tingkat pancang rendah, tingkat tiang sedang, dan tingkat pohon rendahKata kunci: Inventarisasi, Rehabilitasi, struktur vegetasi, Wisata Alam Pasir Batang, TNGC.

Page 1 of 1 | Total Record : 5