cover
Contact Name
Agus Chalid
Contact Email
gulid.p@gmail.com
Phone
+6285220013654
Journal Mail Official
gmhc.unisba@gmail.com
Editorial Address
Jalan Hariangbanga No. 2, Tamansari, Bandung 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Global Medical and Health Communication
ISSN : 23019123     EISSN : 24605441     DOI : https://doi.org/10.29313/gmhc
Core Subject : Health, Science,
Global Medical and Health Communication is a journal that publishes research articles on medical and health published every 4 (four) months (April, August, and December). Articles are original research that needs to be disseminated and written in English. Subjects suitable for publication include but are not limited to the following fields of anesthesiology and intensive care, biochemistry, biomolecular, cardiovascular, child health, dentistry, dermatology and venerology, endocrinology, environmental health, epidemiology, geriatric, hematology, histology, histopathology, immunology, internal medicine, nursing sciences, midwifery, nutrition, nutrition and metabolism, obstetrics and gynecology, occupational health, oncology, ophthalmology, oral biology, orthopedics and traumatology, otorhinolaryngology, pharmacology, pharmacy, preventive medicine, public health, pulmonology, radiology, and reproductive health.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2021)" : 12 Documents clear
Hepatoprotective Effect of Sun Chlorella as an Antioxidant in Rattus norvegicus Induced Carbon Tetrachloride Wahyu Siswandari; Fitranto Arjadi; Hernayanti Hernayanti; Vitasari Indriani
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.408 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v9i1.6341

Abstract

Carbon tetrachloride (CCl₄) is a chemical that can cause damage to liver cells. One of the natural ingredients developed to reduce liver damage due to chemicals and infections is Chlorella sp. The research aimed to explore the hepatoprotective effect of the antioxidant superoxide dismutase (SOD) by administering Sun Chlorella in Rattus norvegicus CCl₄ induced rats. The study design used a post-test with a control group design with a completely randomized design trial on 30 male rats of Wistar strains, aged 2–3 months, 200–250 grams in weight. The research was conducted in November 2016–January 2017 in Purwokerto. Rats were divided into five groups and treated for four weeks as follows: K1 group was given aquades; K2 was given CCl₄; K3, K4, K5 were given CCl₄ and Sun Chlorella 3.6 mg/200 gBW, 7.2 mg/200 gBW, and 14.4 mg/200 gBW respectively, by the gastric probe. Statistical analysis with correlation test and one way ANOVA multivariate test showed that Sun Chlorella 7.2 and 14.4 mg/200 gBW significantly increased SOD levels in rats induced CCl₄ (p=0.004, p=0.009). SOD rates were significantly strong associated with aspartate aminotransferase/AST (r=−0.685, p=0.000) and alanine aminotransferase/ALT (r=−0.659, p=0.000). The conclusion is Sun Chlorella increases SOD levels in CCl₄-induced rats. Increased SOD levels may decrease AST and ALT levels. EFEK HEPATOPROTEKTIF SUN CHLORELLA SEBAGAI ANTIOKSIDAN PADA RATTUS NORVEGICUS YANG DIINDUKSI KARBON TETRAKLORIDAKarbon tetraklorida (CCl₄) merupakan bahan kimia yang dapat menyebabkan kerusakan sel hati. Berbagai bahan alami telah dikembangkan untuk mengurangi kerusakan hati baik akibat bahan kimia maupun infeksi, salah satunya adalah Chlorella sp. Penelitian ini bertujuan melihat efek hepatoprotektif  dengan pemberian Sun Chlorella pada tikus Rattus norvegicus yang diinduksi CCl₄. Desain penelitian menggunakan post-test with a control group dengan rancangan percobaan rancangan acak lengkap pada 30 tikus jantan galur Wistar, usia 2–3 bulan, dan berat 200–250 gram. Penelitian ini dilakukan di Purwokerto pada periode November 2016–Januari 2017. Tikus dibagi menjadi lima kelompok dan mendapatkan perlakuan per oral dengan sonde lambung selama 4 minggu sebagai berikut: kelompok K1 sebagi kontrol negatif diberikan aquades; kelompok control positif K2 diberikan CCl₄; kelompok perlakuan K3, K4, dan K5 diberikan CCl4 dan Sun Chlorella 3,6 mg/200 gBB; 7,2 mg/200 gBB; 14,4 mg/200 gBB tikus berurutan. Uji statistik dengan menggunakan uji korelasi dan ANOVA satu arah menunjukkan bahwa pemberian Sun Chlorella 7,2 mg dan 14,4 mg meningkatkan kadar SOD pada tikus yang diinduksi CCl₄ secara bermakna (p=0,004; p=0,009). Kadar SOD berhubungan kuat dengan kadar aspartat aminotransferase/AST (r=−0,685; p=0,000) dan alanin aminotransferase/ALT (r=−0,659; p=0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian Sun Chlorella meningkatkan kadar SOD pada tikus yang diinduksi CCl₄. Peningkatan kadar SOD menyebabkan penurunan kadar AST dan ALT.
Food Safety Training for Food Handlers in the Canteen Elementary School, Yogyakarta Dyah Suryani; Adi Heru Sutomo; Abu Tholib Aman; Suyitno Suyitno
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.073 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v9i1.6673

Abstract

The knowledge in terms of food security affects the attitude that can influence the practice. A low level of knowledge can increase the prevalence of food-borne disease, especially among children. This study aimed to examine the effect of food security training on increasing knowledge, attitude, and practice. This study retrieved 87 food handlers (intervention=43, control=44) from 60 school canteens in Yogyakarta city, 2018. The quasi-experimental study used a non-equivalent design control group by using pretest and posttest. The given intervention was an interactive speech, presentation, and food security module. The statistical test used in this study were normality tests and independent t test. The majority of respondents for intervention and control groups were female (93% each). A significant increase in knowledge, attitude, and practice has been found after training (p value<0.05). There was no difference in knowledge, attitude, and practice among the control group (p value>0.05). This research finding the intervention effectively increases the knowledge, creates the positive, and increases food handlers and consumers' food security practices in the school. Public health providers should design health programs to conduct practical food security training. It is to be conducted continuously for food handlers in the school canteen. They need to remind them that knowledge is essential. Related stakeholders like schools should also provide adequate sanitation facilities and increasing supervision at the school canteen. PELATIHAN KEAMANAN PANGAN UNTUK PENJAMAH MAKANAN DI KANTIN SEKOLAH DASAR, YOGYAKARTAPengetahuan dalam hal ketahanan pangan memengaruhi sikap yang dapat memengaruhi praktik. Tingkat pengetahuan yang rendah dapat meningkatkan prevalensi penyakit bawaan makanan, terutama pada anak. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh pelatihan ketahanan pangan terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik. Penelitian ini mengambil 87 penjamah makanan (intervensi=43, kontrol=44) dari 60 kantin sekolah di Kota Yogyakarta tahun 2018. Penelitian kuasi eksperimental menggunakan desain kelompok kontrol non-ekuivalen dengan menggunakan pretest dan posttest. Intervensi yang diberikan adalah pidato interaktif, presentasi, dan modul ketahanan pangan. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas dan uji t independen. Responden kelompok intervensi dan kontrol mayoritas berjenis kelamin perempuan (masing-masing 93%). Peningkatan signifikan pada pengetahuan, sikap, dan praktik ditemukan setelah pelatihan (p<0,05). Tidak ada perbedaan pengetahuan, sikap, dan praktik antara kelompok kontrol (p>0,05). Penelitian ini menemukan bahwa intervensi efektif untuk meningkatkan pengetahuan, menciptakan sisi positif, dan meningkatkan praktik ketahanan pangan antara penjamah makanan dan konsumen di sekolah. Petugas kesehatan masyarakat harus merancang program kesehatan untuk melakukan pelatihan ketahanan pangan yang efektif untuk dilakukan secara terus menerus bagi penjamah makanan di kantin sekolah, mengingatkan mereka tentang pengetahuan yang diberikan untuk setiap sesi dan pemangku kepentingan terkait seperti sekolah juga harus menyediakan fasilitas sanitasi yang memadai dan meningkatkan pengawasan di kantin sekolah.

Page 2 of 2 | Total Record : 12