cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah
ISSN : -     EISSN : 23553324     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian dan penerapan ilmu dan analisis resiko bencana berdasarkan kondisi geologis, biologis, hidrologis, klimatologis, geografis, sosial budaya, politik, ekonomi dan teknologi. Jurnal Ilmu Kebencanaan dikelola oleh PPs-Unsyiah dan terbuka untuk umum.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 4: November 2015" : 6 Documents clear
PENDEKATAN SCIENTIFIC DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DALAM RANGKA MENINGKATKAN PENGETAHUAN PENGURANGAN RISIKO BENCANA GEMPA BUMI (Studi Kasus di Kelas X IPS B SMA Negeri 1 Bireuen) Rahmi, Alamsyah Taher, Khairuddin
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 4: November 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.627 KB)

Abstract

Abstract: Approach of Scientific with Model Study of Co-Operative Type of STAD in order to Improving Knowledge of reduction of Disaster Earthquake disaster risk in class of X IPS-B SMA Country 1 Bireuen. Target of research to know and analyse usage of approach of scientifik with model study of type co-operative of STAD in order to improving knowledge result learn and livelines of student in reduction of earthquake disaster risk in class of X IPS B SMA Country 1 Bireuen. Method data collecting use tes pre, final tes of cycle, interview, and observation. Result of research of show: (1) improving of result learn student of first cycle to both/ second cycle equal to 44,8%, (2) make-up of activity learn student of first cycle to both/ second cycle equal to 18,75%, (3) result of student interview reside in at very good category that is expressing to agree to reach 90% from overall of student. Thereby result of research show to pass/through model study of type co-operative of STAD can improve knowledge result learn student and livelines of student in study process.Keyword: Result Learn, Co-Operative of STAD, Earthquake                          Abstrak: Pendekatan Scientific dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dalam rangka Meningkatkan Pengetahuan pengurangan risiko bencana Bencana Gempa di kelas X IPS-B SMA Negeri 1 Bireuen. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisis penggunaan pendekatan scientifik dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam rangka meningkatkan pengetahuan/hasil belajar dan keaktifan siswa di dalam pengurangan risiko bencana gempa bumi di kelas X IPS B SMA Negeri 1 Bireuen. Metode pengumpulan data menggunakan pre tes, tes akhir siklus, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan:(1) peningkatkan hasil belajar siswa dari siklus pertama ke siklus kedua sebesar 44,8%, (2) peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus pertama ke siklus kedua sebesar 18,75%, (3)hasil wawancara siswa berada pada kategori yang sangat baik yaitu yang menyatakan setuju mencapai 90% dari keseluruhan siswa. Dengan demikian hasil penelitian menunjukkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan pengetahuan/hasil belajar siswa dan keaktifan siswa di dalam proses pembelajaran.Kata Kunci: Hasil Belajar, Kooperatif STAD, Gempa Bumi
ANALISIS BANJIR BANDANG KOTA SABANG Murdiana, Eldina Fatimah, Azmeri
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 4: November 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.426 KB)

Abstract

Abstract: Flood disaster has been occurred several times in Sabang on December 26th, 2011 and December 28th, 2013. It was caused by heavy rainfall so that the soil no longer could absorb and hold water. The flood occurred in the areas, which are close to the water channel/waterline. Heavy rain also resulted in landslides in several places. This flash flood was occurred in almost all points in Sukajaya and Sukakarya District. The unavailability of flood hazard map resulted in obstruction of carrying out programs and disaster management for local government, especially Regional Disaster Management Agency (BPBD). This study aims to determine the flood maps based on incidence data; to analyze the flood in Kota Sabang which includes extensive inundation, to determine the lives exposed to the disaster, and to calculate the amount of loss; to make efforts in reducing the risk of flash floods. This research was a quantitative approach by doing a direct observation survey to the impact areas and interviewing stakeholders and its public. The method used is a simple analysis using Geographic Information System (GIS). Based on the analysis, the results obtained that the most impacted area is Ie Meulee village (46,01 ha) with 230 lives exposed and the losses of Rp. 690.182.709, -. Meanwhile, the least impacted area was occurred in Kuta Timu village (7,92 ha) with the number of people exposed to 40 lives and the losses of Rp. 119.327.980, -. Comprehensive flood that occurred in Balohan village (39,65ha) with the number of people exposed to 198 lives and the losses of Rp. 594.729.264, -. Comprehensive flood that occurred in Aneuk laot village (6,4 ha) with the number of people exposed to 82 lives and the losses of Rp. 246.309.898, -. Structural mitigation related with flash floods to reduce the impact of disasters, such as the manufacture of good channel and sanitation in the downtown, construction of retaining cliff embankments, the construction of embankments along the river flow is proned to disaster. Non-structural mitigation is done to raise public awareness and community empowerment by giving flood disaster training and simulation.Keywords: Flash floods, Impacted Area, Exposed lives, Losses Abstrak: Bencana banjir bandang telah terjadi sebanyak 2 kali di Sabang yaitu pada tanggal 26 Desember 2011 dan 28 Desember 2013 yang lalu. Hal ini disebabkan oleh curah hujan yang yang sangat lebat sehingga tanah tidak sanggup lagi menyerap dan menahan air dan terjadi pada daerah-daerah yang dekat dengan alur (lintasan) air. Derasnya hujan juga mengakibatkan longsor di beberapa tempat. Banjir bandang ini terjadi pada hampir semua titik di Kecamatan Sukajaya dan Sukakarya. Belum tersedianya peta ancaman banjir bandang mengakibatkan pemerintah daerah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terhambat dalam melaksanakan program-program dan penanganan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan peta banjir bandang berdasarkan data kejadian; menganalisis banjir bandang di Kota Sabang yang meliputi luas genangan, jiwa terpapar bencana, dan besarnya kerugian; menentukan langkah-langkah/upaya dalam pengurangan risiko banjir bandang. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui survey dengan melakukan observasi langsung ke wilayah penelitian dan wawancara terstruktur dengan stakeholder dan masyarakat. Metode yang digunakan adalah analisis sederhana dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa area berdampak yang paling luas terjadi di gampong Ie Meulee seluas 46,01 Ha dengan jumlah jiwa terpapar 230 jiwa dan kerugian yang ditimbulkan sebesar Rp. 690.182.709,-. Kejadian banjir bandang yang paling kecil terjadi di gampong Kuta Timu seluas 7,92 Ha dengan jumlah jiwa terpapar 40 jiwa dan kerugian sebesar Rp.119.327.980,-. Luas banjir bandang yang terjadi di gampong Balohan 39,65 Ha dengan jumlah jiwa terpapar 198 jiwa dan kerugian sebesar Rp. 594.729.264,-. Luas banjir bandang yang terjadi di gampong Aneuk Laot 6,4 Ha dengan jumlah jiwa terpapar 82 jiwa dan kerugian sebesar Rp. 246.309.898,-. Mitigasi struktural terkait dengan banjir bandang untuk mengurangi dampak bencana seperti pembuatan got atau saluran sanitasi yang baik di pusat kota, pembangunan talud penahan tebing, pembangunan talud di sepanjang alur sungai yang rawan bencana. Mitigasi non struktural dilakukan untuk meningkatkan kesadaran publik dan pemberdayaan masyarakat dengan diberikan pelatihan dan simulasi bencana banjir bandang.Kata Kunci: Banjir Bandang, Area Berdampak, Jiwa Terpapar, Kerugian
PENGETAHUAN DAN SIKAP TENAGA KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) PIDIE JAYA TERHADAP KESIAPSIAGAAN DALAM MENGHADAPI RISIKO BENCANA BANJIR Fakhrurrazi, Mulyadi, Nizam Ismail
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 4: November 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.723 KB)

Abstract

 Abstract : Preparedness in facing flood risk requires health workers to acquire vast knowledge and good attitude. However, the contrary can be found in the Regional Public Hospital of Pidie Jaya, where the health workers are still not fully prepared to face disasters. The purpose of this research was to discover the relationship between the knowledge and attitude of the health workers of the Pidie Jaya Regional Public Hospital and preparedness in facing flood risks in Pidie Jaya Regency. The study was conducted using the quantitative analysis method. The research was conducted in September 2015 at the Pidie Jaya Regional Public Hospital. The sample used in this research was thirty health workers, consisting of 11 men and 19 women who represented the Intensive Care (IC), inpatient, and polyclinic units. The research results indicated that 60% of the health workers possess good knowledge, 56,7% possess good attitude and 53,3% displayedunpreparedness.Conclusion of these findings were: (1) there was a significant relationship between the health workers’ knowledge and preparedness in facing disaster risks, as the statistical test indicated a p-value of 0,011 (H0 is rejected if p0,05), and (2) there was a significant relationship between the health workers’ attitudes and preparedness in facing disaster risks,as the statistical test indicated a p-value of 0,004 (H0 is rejected if p0,05).Keywords: : Knowledge, Attitude, Preparedness, Flooding riskAbstrak : Kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana banjir mengharuskan tenaga kesehatan memiliki pengetahuan yang luas dan sikap yang baik, namun fakta di RSUD Pidie Jaya, tenaga kesehatan belum sepenuhnya siap-siaga menghadapi bencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan hubungan antara pengetahuan dan sikap tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Pidie Jaya terhadap kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko bencana banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Metodologi yang digunakan bersifat kuantitatif analitik. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2015 di RSUD Pidie Jaya. Sampel penelitian ini adalah 30 tenaga kesehatan, yang terdiri atas 11 orang pria dan 19 orang wanita, yang mewakili Unit Gawat Darurat (UGD), unit rawat inap, dan unit poliklinik. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 60%, sikap yang baik sebanyak 56,7%, dan kesiapsiagaan yang tidak siap sebanyak 53,3%. Hasil yang didapat adalah (1). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tenaga kesehatan terhadap kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana banjir karena hasil pengujian statistik menunjukkan nilai p. Value yaitu 0,011 (Ho ditolak jika p 0,05) dan (2) terdapat hubungan yang signifikan antara sikap tenaga kesehatan terhadap kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana banjir karena hasil pengujian statistik menunjukkan nilai p. Value yaitu 0,004 (Ho ditolak jika p 0,05).Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Kesiapsiagaan, Risiko bencana banjir
APLIKASI BIOCHAR, KOMPOS DAN UREA TERHADAP BEBERAPA SIFAT FISIKA TANAH, PERTUMBUHAN, DAN HASIL TANAMAN KAYLAN (Brassica oleraceae) Muhammad, Darusman, Chairunnas
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 4: November 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.829 KB)

Abstract

Abstract: Soil physical properties consist of bulk density, total porosity, permeability, stability indices, and pore distribution were affected by aplication of biochard, compost and urea. This study aimed to determine the influence of some physical properties of soil, growth and yield Kaylan affected by the application of biochard, compost and urea. Research using randomized block design (RAK), consisting of three factors, namely biochar, compost and urea. Applications biochar, compost and urea as the sole factor significantly influeced soil bulk density, soil porosity, permeability, index stability of aggregated soil, drainage pore of rapid soil, drainage pore of slow soil, pore water available soil, plant height after 7, 14, 21 and 28 days planting (DAP), number of leaves a 14, 21, and 28 days after planting, and the wet weight of Stover plants. Interaction application of biochar, compost and urea significantly affected bulk density, stability index aggregated soil, plant height DAP aged 14 and 28, as well as the number of plant leaves Kaylan ages 21 and 28 DAP.Kata kunci : Biochar, Kompos, urea, Sifat fisika Tanah
TINGKAT AKURASI SMS DAN EFEKTIVITAS SOP PERINGATAN DINI HUJAN EKSTRIM DI MEDAN (Studi Kasus BBMKG Wilayah I dan Stasiun Meteorologi Klas I Kualanamu) Feriomex Hutagalung, Alfiansyah Yulia, Ella Meilianda
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 4: November 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.639 KB)

Abstract

Abstract :Natural disasters often occur in Indonesia, especially Medan. Disasters arising from extreme weather, especially extreme rains often cause harm to society. Communities that are vulnerable to disasters caused by extreme rainfall, requiring an early warning system that is fast, precise and accurate. BMKG as the agency responsible for the provision of early warning, has made SOP regulating the flow of manufacture, delivery process, to the shipping way. This study was conducted to determine the level of accuracy and effectiveness of early warning SMS SOP early warning of extreme weather, especially extreme rainfall. The data used to determine the level of accuracy of early warning of extreme rainfall is SMS data early warning of extreme rainfall and rainfall data every hour for one year (2014). Processing data using excel program and contingency table as a method of data verification. Assessing the effectiveness of the data used comes from questionnaires distributed to the respondents, forecasters / analysts who carry out the provision of early warning information of extreme rainfall. Processing data using excel program and then the processing described using spider charts. The results showed that the accuracy of early warning information the highest extreme rainfall occurred in september 69.56%, the lowest occurred in July amounted to 18.75%. The average level of accuracy SMS early warning of extreme rainfall in 2014 was 47.69% in the medium category. Of the average accuracy rate for a year is still below 50%. In general the effectiveness of the implemented SOP is good enough, the forecasters / analysts in making the early warning has conducted in accordance with the SOP. While the SOP for effectiveness in making the analysis of extreme weather, especially extreme rain, forecasters / analysts have observed supporting elements both local scale, scale synoptik (regional), and a planetary scale (Global). While the delivery process involves the delivery time and shipping way elements, still need to be in the review and evaluation by the BMKG.Keywords: Accuracy, Effectiveness, early warning, SOP, Extreme RainBencana alam sering terjadi di Indonesia khususnya Medan. Bencana yang timbul akibat cuaca ekstrim khususnya hujan ekstrim sering menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Masyarakat yang rentan terhadap bencana akibat hujan ekstrim, membutuhkan sistem peringatan dini yang cepat, tepat dan akurat. BMKG sebagai penanggung jawab terhadap pemberian peringatan dini tersebut, telah membuat SOP yang mengatur mengenai alur pembuatan, proses pengiriman, hingga cara pengiriman. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat akurasi SMS peringatan dini dan efektivitas SOP peringatan dini cuaca ekstrim khususnya hujan ekstrim. Data yang digunakan untuk mengetahui tingkat akurasi peringatan dini hujan ekstrim adalah data SMS peringatan dini hujan ekstrim dan data curah hujan tiap jam selama satu tahun (2014). Pengolahan data menggunakan program excel dan tabel kontigensi sebagai metode verifikasi data. Penilaian efektivitas data yang digunakan berasal dari kuisioner yang disebarkan kepada para responden yaitu forecaster/analis yang melaksanakan pemberian informasi peringatan dini hujan ekstrim. Pengolahan data menggunakan program excel yang kemudian hasil pengolahan digambarkan menggunakan spider chart. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat akurasi informasi peringatan dini hujan ekstrim tertinggi terjadi pada bulan september 69,56 %, yang terendah terjadi pada bulan Juli sebesar 18.75%. Rata-rata tingkat akurasi SMS peringatan dini hujan ekstrim tahun 2014 adalah 47.69% dengan kategori sedang. Dari rata-rata tingkat akurasi selama setahun masih dibawah 50 %. Secara umum efektivitas SOP sudah cukup baik dilaksanakan, para forecaster/analis dalam membuat peringatan dini telah melaksanakan sesuai dengan SOP. Sedangakan untuk efektivitas SOP dalam membuat analisa cuaca ekstrim khususnya hujan ekstrim, forecaster/analis telah  melakukan pengamatan unsur-unsur pendukung baik skala lokal, skala synoptik (regional), dan skala planetary (Global).  Sedangkan proses pengiriman menyangkut waktu pengiriman dan elemen cara pengiriman, masih perlu di kaji ulang serta dievaluasi oleh BMKG.Kata kunci: Akurasi, Efektivitas, Peringatan dini, SOP, Hujan Ekstrim
EVALUASI TITIK EVAKUASI GEMPA BUMI DAN TSUNAMI PADA BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT JIWA ACEH Liza Safrina, Hermansyah, T. Budi Aulia
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 4: November 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.28 KB)

Abstract

Abstrak : Development of public local service department  (BLUD) Aceh Mental Hospital which runs nowadays causes  some changes to the location of  the meeting  points (assembly point) and some of the evacuation earthquakes area, so it is considered difficult to mobilize the area. Some of buildings which are prepared for tsunami evacuation is no longer eligible to use. Therefore, this study was conducted to get a map of an effective evacuation point when the earthquake and tsunami in BLUD Aceh Mental Hospital. The method that the writer used in this research is a qualitative descriptive focused on field research using focus group discussions (FGDs) were conducted on 8 staff that is chosen based on experience to evacuate patient when the earthquake and tsunami occur, and also has followed the simulated evacuation, as well as against 2 stakeholders. The results showed that the preparedness of staff before socialization and disaster simulation is very panic and did not know what should be done. Most of the staff claimed that they did not know the safe location to evacuate patients when a disaster occurs. After the simulation and drill, all of the informants claimed that this activity is useful to evaluate preparedness against the earthquake and tsunami. Then, simulation and drill is useful for the informant to make them do not panic when tragedy occurs, because they already know the direction and location of evacuation must be passed. After the implementation of evacuation drill by using a map of the evacuation point earthquake and tsunami which has been designed at this time is done to all staff and patients in BLUD Aceh Mental Hospital, so the determination of evacuation points are considered effective.  Keywords: Evaluation, Evacuation Cite, Earthquake, Tsunami Abstrak: Pembangunan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Jiwa Aceh yang berjalan saat ini mengakibatkan terjadinya beberapa perubahan letak pada titik kumpul (assembly point) bahkan beberapa area evakuasi gempa bumi mengalami alih fungsi, sehingga sulit untuk melakukan mobilisasi ke area tersebut. Beberapa bangunan yang dipersiapkan untuk evakuasi tsunami tidak lagi memenuhi syarat untuk digunakan. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan peta titik evakuasi yang efektif saat bencana gempa bumi dan tsunami pada BLUD Rumah Sakit Jiwa Aceh. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah deskriptif kualitatif yang terfokus pada penelitian lapangan dengan menggunakan metode diskusi kelompok terarah (FGD) yang dilakukan terhadap 8 staf yang dipilih berdasarkan pengalaman melakukan evakuasi saat gempa bumi dan tsunami serta telah mengikuti simulasi evakuasi bencana, serta terhadap 2 orang stakeholder. Hasil penelitian menunjukkan kesiapsiagaan staf saat sebelum dilakukan sosialisasi dan simulasi bencana adalah seluruh staf menyatakan sangat panik dan tidak mengetahui apa yang seharusnya dilakukan, sebagian besar staf menyatakan tidak mengetahui lokasi yang tepat dan aman untuk mengevakuasi pasien saat terjadi bencana. Setelah dilakukannya simulasi dan drill seluruh informan menyatakan kegiatan tersebut bermanfaat untuk mengevaluasi kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami serta menyatakan tidak panik karena mereka sudah tahu arah dan lokasi evakuasi yang harus dilalui. Setelah dilakukannya drill evakuasi bencana oleh seluruh staf dan pasien pada BLUD Rumah Sakit Jiwa Aceh dengan menggunakan peta titik evakuasi bencana gempa bumi dan tsunami yang telah dirancang saat ini, maka penentuan titik evakuasi bencana dianggap efektif.Kata Kunci: Evaluasi, Titik Evakuasi, Gempa Bumi, Tsunami

Page 1 of 1 | Total Record : 6