cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia)
ISSN : 24079170     EISSN : 26544873     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal HPJI adalah jurnal ilmiah di bidang teknik jalan yang diterbitkan dua kali setahun oleh HPJI. Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Seminar HPJI yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal HPJI juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan teknik jalan.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2022)" : 8 Documents clear
IMPLIKASI BATAS KELAYAKAN FINANSIAL TERHADAP TARIF TOL DAN DUKUNGAN PEMERINTAH PADA PROYEK PRAKARSA BADAN USAHA JALAN TOL TUBAN–BABAT–LAMONGAN–GRESIK Dedy Gunawan; Dina Amalia
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v8i1.5557.1-10

Abstract

Abstract One of the criteria for an unsolicited toll road project is that the project must be financially feasible. According to the Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing Number 23 of 2021, regarding Procedures for Determining Toll Road Concession on Unsolicited Project, the financial feasibility criteria is at least equal to the Weighted Average Cost of Capital plus 2%. The purpose of this study is to analyze the implications of applying the financial feasibility criteria to toll rates and government support. This study shows that the implementation of a Weighted Average Cost of Capital plus 2% as a financial feasibility criterion, increases the initial toll tariff, requires higher government support, in the form of land acquisition costs and/or construction cost support, and reduces investment opportunities for a business entity. Keywords: toll road; unsolicited project; financial feasibility; toll tariff; government support Abstrak Salah satu kriteria proyek jalan tol atas prakarsa badan usaha adalah bahwa proyek tersebut harus layak secara finansial. Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 23 Tahun 2021, tentang Tata Cara Penetapan Pengusahaan Jalan Tol atas Prakarsa Badan Usaha, kriteria kelayakan finansial adalah sebesar paling rendah sama dengan Weighted Average Cost of Capital ditambah dengan 2%. Tujuan sudi ini adalah menganalisis implikasi penerapan kriteria kelayakan finansial tersebut terhadap tarif tol dan dukungan pemerintah. Studi ini menunjukkan bahwa penerapan kriteria keyakan sebesar Weighted Average Cost of Capital ditambah dengan 2% sebagai kriteria kelayakan finansial, meningkatkan tarif tol awal, membutuhkan dukungan pemerintah, berupa biaya pengadaan tanah dan/atau dukungan biaya konstruksi, yang lebih besar, serta mengurangi peluang investasi suatu badan usaha. Kata-kata kunci: jalan tol; proyek prakarsa badan usaha; kelayakan finansial; tarif tol; dukungan pemerintah
KEPUASAN PENGGUNA JALAN TERHADAP PELAYANAN JALAN PROVINSI DI KALIMANTAN BARAT Achmad Faisal; Agus Taufik Mulyono; Suryo Hapsoro Tri Utomo
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v8i1.5558.11-26

Abstract

Abstract The quality of road services includes the performance of road infrastructure components, which include road pavement structures, road geometry, road complementary buildings, road equipment, utilization of parts of road space, traffic engineering management, and achievement of travel satisfaction. Evaluation of road service performance is carried out by assessing the operational conditions of traffic flow, which includes the level of road service and road capacity. However, the evaluation of road service performance must also be accompanied by an analysis of road service performance in the form of an assessment of road user satisfaction. This study aims to identify the performance of road services, in terms of the level of importance and level of application of road infrastructure components, according to the perceptions of road users. The methods used for analysis are Importance Performance Analysis and Customer Satisfaction Index. This study shows that in West Kalimantan Province, based on road users' perceptions of provincial roads within the city, there are 41 sub-indicators that must be taken seriously, while for provincial roads outside the city, there are 49 sub-indicators that must be taken seriously. The results of the assessment of the road user satisfaction index on the performance of provincial roads within the city are 0.75 and for provincial roads outside the city are 0.73. Keywords: provincial road; road services; road service performance; road user perception; road user satisfaction Abstrak Kualitas pelayanan jalan mencakup kinerja komponen-komponen infrastruktur jalan, yang meliputi struktur perkerasan jalan, geometrik jalan, bangunan pelengkap jalan, perlengkapan jalan, pemanfaatan bagian-bagian ruang jalan, manajemen rekayasa lalu lintas, dan capaian kepuasan perjalanan. Evaluasi kinerja pelayanan jalan dilaksanakan dengan melakukan penilaian kondisi operasional arus lalu lintas, yang meliputi tingkat pelayanan jalan dan kapasitas jalan. Tetapi evaluasi kinerja pelayanan jalan tersebut harus juga dilengkapi dengan analisis kinerja pelayanan jalan dalam bentuk penilaian kepuasan pengguna jalan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kinerja pelayanan jalan, ditinjau dari aspek tingkat kepentingan dan tingkat penerapan komponen-komponen infrastruktur jalan, menurut persepsi pengguna jalan. Metode yang digunakan untuk analisis adalah Importance Performance Analysis dan Customer Satisfaction Index. Studi ini menunjukkan bahwa di Provinsi Kalimantan Barat, berdasarkan persepsi pengguna jalan terhadap jalan provinsi dalam kota, terdapat 41 subindikator yang harus dilakukan penanganan serius, sedangkan untuk jalan provinsi luar kota, terdapat 49 subindikator yang harus dilakukan penanganan serius. Hasil penilaian indeks kepuasan pengguna jalan terhadap kinerja pelayanan jalan provinsi dalam kota adalah sebesar 0,75 dan untuk jalan provinsi luar kota adalah sebesar 0,73. Kata-kata kunci: jalan provinsi; pelayanan jalan; kinerja pelayanan jalan; persepsi pengguna jalan; kepuasan pengguna jalan
TINGKAT KEPENTINGAN DAN KUALITAS FASILITAS PEJALAN KAKI DAN KORELASINYA TERHADAP WALKABILITY PADA KAWASAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT DI JAKARTA Agah Muhammad Mulyadi; Wimpy Santosa
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v8i1.5559.27-38

Abstract

Abstract The development of the Transit Oriented Development area is carried out to reduce the use of private vehicles and encourage people to walk and use public transportation. The location of this study is the Dukuh Atas area, which is a pilot project for the development of Transit Oriented Development in Jakarta. The purpose of this study is to identify the importance and quality of pedestrian facilities and to determine the correlation of 4 aspects that affect walkability. This study shows that there is a significant correlation between the quality of walkability and the 4 aspects studied, namely the aspect of accessibility, the aspect of supporting facilities, the aspect of security and safety, and the aspect of comfort. There are 4 parameters that are considered important and have high performance, namely pedestrian conflicts, sidewalk availability, crosswalk safety, and facilities for people with disabilities. Keywords: transit oriented development; pedestrian; walkability; private vehicles; public transportation Abstrak Pengembangan kawasan Transit Oriented Development dilakukan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi serta mendorong orang untuk berjalan kaki dan menggunakan kendaraan umum. Lokasi studi ini adalah Kawasan Dukuh Atas, yang merupakan proyek percontohan pengembangan Transit Oriented Development Jakarta. Tujuan studi ini adalah mengidentifikasi tingkat kepentingan dan kualitas fasilitas pejalan kaki dan menentukan korelasi 4 aspek yang memengaruhi walkability. Studi ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara kualitas walkability dengan keempat aspek yang dikaji, yaitu aspek aksesibilitas, aspek fasilitas pendukung, aspek keamanan dan keselamatan, dan aspek kenyamanan. Terdapat 4 parameter yang dianggap penting dan memiliki kinerja tinggi, yaitu konflik pejalan kaki, ketersediaan trotoar, keselamatan penyeberangan, dan fasilitas penyandang disabilitas. Kata-kata kunci: transit oriented development; pejalan kaki; walkability; kendaraan pribadi; kendaraan umum
KONTROL GEOMETRI MELALUI PENYETELAN KABEL PADA JEMBATAN BERUJI KABEL Anton Husen Purboyo; Iwan Zarkasi
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v8i1.5560.39-58

Abstract

Abstract Geometry control is an important activity in the implementation of the stagging construction of bridges, including the construction of a cable-tested bridge. Compliance with the minimum requirements of bridge design criteria must be considered at every stage. This is intended to ensure that construction failures do not occur during the construction period until the operational stage. In this study, an analytical method is proposed that can be used to determine the magnitude of the initial pretension on the stayed cable, which can give results that reflect the effectiveness of the cable support force, as a function of the sine of the angle between the stayed cable and the bridge deck. The method is based on the approach of multiple span beams. The multi span beam approach is then used in the backward analysis scheme at an early phase to obtain the displacement, internal forces, and stresses targets of the bridge structural elements at each stage of construction. The application of the multi span beam approach offers convenience in the calculation process, which does not require an iteration process and does not depend on the features of the software used, making it easier the designer of cable stayed bridges to optimize the model of cable stayed bridges by cable tuning in each stayed cable. Keywords: geometry control; bridge; cable stayed bridge; multi span beam Abstrak Kontrol geometri merupakan suatu kegiatan yang penting pada pelaksanaan konstruksi bertahap suatu jembatan, termasuk pada pembangunan jembatan beruji kabel. Pemenuhan terhadap persyaratan minimum perancangan jembatan harus diperhatikan pada setiap tahapannya. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin tidak terjadinya kegagalan konstruksi selama masa konstruksi hingga pada tahap operasionalnya. Pada studi ini diusulkan metode analisis yang dapat digunakan untuk menentukan besarnya pemberian gaya tarikan awal pada ruji kabel, yang dapat memberi hasil yang mencerminkan efektivitas gaya tumpu kabel, sebagai fungsi sinus sudut antara ruji kabel dan dek jembatan. Metode tersebut didasarkan pada pendekatan mengenai balok bentang jamak. Pendekatan balok bentang jamak tersebut selanjutnya digunakan pada skema analisis ke belakang pada tahap awal untuk mendapatkan target perpindahan, gaya dalam, dan tegangan elemen struktur jembatan di setiap tahap konstruksi. Aplikasi pendekatan balok bentang jamak menawarkan kemudahan dalam proses perhitungannya, yang mana tidak diperlukan adanya proses iterasi dan tidak bergantung pada fitur perangkat-perangkat lunak yang dipakai, sehingga memudahkan perancang jembatan beruji kabel untuk dapat lebih leluasa melakukan optimasi terhadap model struktur jembatan beruji kabel melalui penyetelan masing-masing ruji kabel. Kata-kata kunci: kontrol geometri; jembatan; jembatan beruji kabel; balok bentang jamak
KARAKTERISTIK DAN BESARAN KEBUTUHAN RUANG PARKIR PENGEMBANGAN TOKO SEMERU DI MAKASSAR Qadriathi Dg Bau; Sulaiman Abdullah
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v8i1.5561.59-70

Abstract

Abstract The problem of parking in Makassar City is something that needs attention, because some commercial areas provide parking spaces that are not suitable for the capacity of visitors. As a result, visitors use the road as a parking lot, which will cause transportation problems, such as traffic jams. Toko Semeru is a modern shop that is required to provide adequate parking space. The purpose of this study is to analyze the parking characteristics at the Toko Semeru and determine the capacity and demand for parking spaces due to the development of the Toko Semeru. This study uses primary data, by conducting a parking space inventory survey, a parking patrol survey, and a cordon parking survey, by counting vehicles parked in the study area and simultaneously counting vehicles entering and leaving the store. While the secondary data used is in the form of a site plan for the development of the Toko Semeru. This study shows that the highest parking volume during 7 hours of observa-tion was 652 vehicles, the highest average parking duration for cars was 16 minutes/vehicle and for motorcycles was 52 minutes/vehicle, the highest accumulation of motorcycles was 85 vehicles and the largest number of cars was 17 vehicles, and the parking index value for cars or motorcycles is between 17% to 98%. The parking space that needs to be prepared by the owner of the Toko Semeru is 126 Parking Space Units. This study shows that the parking space planned to be provided by the shop owner is not sufficient, with short of 7 parking spaces for motorcycles and short of 1 parking space for cars. Keywords: parking; parking characteristics; parking needs; parking volume; parking space Abstrak Permasalahan parkir di Kota Makassar merupakan suatu hal yang perlu mendapat perhatian, karena beberapa daerah komersial menyiapkan lahan parkir yang tidak sesuai dengan kapasitas pengunjung. Akibatnya, pengunjung menggunakan badan jalan sebagai tempat parkir, yang akan menimbulkan permasalahan trans-portasi, seperti terjadinya kemacetan lalu lintas. Toko Semeru merupakan suatu toko modern yang wajib menyediakan ruang parkir yang memadai. Tujuan studi ini adalah melakukan analisis karakteristik parkir di Toko Semeru serta menentukan kapasitas dan kebutuhan ruang parkir akibat pengembangan Toko Semeru. Studi ini menggunakan data primer, dengan melakukan survei inventarisasi ruang parkir, survei patrol parkir, dan survei parkir kordon, dengan menghitung kendaraan yang parkir di daerah kajian dan serentak menghitung kendaraan yang keluar masuk toko. Sedangkan data sekunder yang digunakan berupa site plan pengembangan Toko Semeru. Studi ini menunjukkan bahwa volume parkir tertinggi selama 7 jam pengamatan adalah 652 kendaraan, rata-rata lamanya parkir tertinggi untuk mobil sebesar 16 menit/kendaraan dan untuk sepeda motor sebesar 52 menit/kendaraan, akumulasi tertinggi sepeda motor adalah 85 kendaraan dan jumlah mobil terbesar adalah 17 unit kendaraan, dan nilai indeks parkir untuk mobil atau sepeda motor berada di antara 17% hingga 98%. Ruang parkir yang perlu disiapkan oleh pemilik Toko Semeru adalah 126 Satuan Ruang Parkir. Studi ini menunjukkan bahwa ruang parkir yang direncanakan untuk disediakan oleh pemilik toko belum mencukupi, dengan ruang parkir untuk sepeda motor kurang 7 Satuan Ruang Parkir dan ruang parkir untuk mobil kurang 1 Satuan Ruang Parkir. Kata-kata kunci: parkir; karakteristik parkir; kebutuhan parkir; volume parkir; ruang parkir
DELIVERY SYSTEM PADA RENCANA PEMBANGUNAN JALAN TOL JANGKA PANJANG Dedy Gunawan; Citra Mira Dewi Boonastria
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v8i1.5562.71-80

Abstract

Abstract The high cost of logistics in Indonesia shows the low connectivity formed by the road network and by other modes of transportation. To improve connectivity, the Government is strengthening toll road infrastructure, with a target of reducing travel time on the island's main causeway to 1.9 hours per 100 km, and new toll roads being built and/or operating for 2500 km. Currently, about 27% of toll roads already built require Government support, both in the form of construction support and state capital participation, with the largest proportion on the island of Sumatera. In the long-term development plan, up to 2030, there are 36% of toll roads indicated to require Government support, the majority of which are located on the island of Sumatera. This study discusses the delivery system for the planned toll road construction until 2030. The results show that up to 2030, there are around 36% of toll roads that will be built requiring Government support. Keywords: toll road network; toll roads; connectivity; Government support; delivery system Abstrak Tingginya biaya logistik di Indonesia menunjukkan rendahnya konektivitas yang dibentuk oleh jaringan jalan maupun oleh moda transportasi lainnya. Untuk meningkatkan konektivitas, Pemerintah memperkuat infra-struktur jalan tol, dengan target mengurangi waktu tempuh di jalan lintas utama pulau menjadi 1,9 jam per 100 km, dan jalan tol baru yang terbangun dan/atau beroperasi sepanjang 2500 km. Saat ini, sekitar 27% ruas jalan tol yang dibangun, membutuhkan dukungan Pemerintah, baik berupa dukungan konstruksi maupun penyertaan modal negara, dengan proporsi terbesar berada di Pulau Sumatera. Dalam rencana pem-bangunan jangka panjang, sampai dengan tahun 2030, terdapat 36% ruas jalan tol yang terindikasi membutuhkan dukungan Pemerintah, yang mayoritas berada pada Pulau Sumatera. Pada studi ini dibahas delivery system pada rencana pembangunan jalan tol hingga tahun 2030. Studi ini menunjukkan bahwa sampai dengan tahun 2030, terdapat sekitar 36% ruas jalan tol yang akan dibangun membutuhkan dukungan pemerintah. Kata-kata kunci: jaringan jalan tol; ruas jalan tol; konektivitas; dukungan Pemerintah; delivery system
PENGARUH KEPADATAN CAMPURAN BERASPAL TERHADAP KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR SELAMA MASA PELAYANAN Abi Teguh Kurniawan; Agus Taufik Mulyono; Latif Budi Suparma
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v8i1.5563.81-90

Abstract

Abstract Inspection of the quality of the asphalt pavement layer is carried out by measuring the dimensions of the pavement, namely length, width, and thickness, and by determining the density of the pavement layer. In the implementation of road construction or improvement, it is often found that the quantity and quality of the asphalt mixture is not in accordance with the specifications used. Asphalt pavement layers with thickness and density according to standards tend to reach the design service life. This study aims to identify the effect of the density level of the asphalt mixture on the damage to the asphalt surface layer during the service period, taking into account the voids in the mixture and the level of road damage, which were determined using the Pavement Condition Index method. This study shows that the voids in the mix of pavement surface layer increase after 2 years of service, and the increase exceeds the required value. Changes in the voids in the mixture affect the Pavement Condition Index of the pavement. The Pavement Condition Index value decreases due to the increase in voids in the mixture. Keywords: asphalt pavement; road; air voids; asphalt mixture; Pavement Condition Index Abstrak Pemeriksaan kualitas lapis perkerasan beraspal dilakukan dengan mengukur dimensi perkerasan, yaitu panjang, lebar, dan tebal, serta dengan menentukan kepadatan lapis perkerasan. Pada pelaksanaan pembangunan atau peningkatan jalan, sering ditemukan kuantitas maupun kualitas campuran beraspal yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang digunakan. Lapis perkerasan beraspal dengan ketebalan dan tingkat kepadatan yang sesuai standar cenderung dapat mencapai masa pelayanan rencana. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi penga-ruh tingkat kepadatan campuran beraspal terhadap kerusakan lapis permukaan beraspal selama masa pelayanan, dengan memperhitungkan rongga dalam campuran dan tingkat kerusakan jalan, yang ditentukan dengan menggunakan metode Pavement Condition Index. Studi ini menunjukkan bahwa rongga dalam campuran lapis permukaan perkerasan meningkat setelah 2 tahun masa pelayanan, dan peningkatan tersebut melebihi nilai yang disyaratkan. Perubahan rongga dalam campuran tersebut memengaruhi Pavement Condition Index perke-rasan jalan. Nilai Pavement Condition Index menurun akibat meningkatnya rongga dalam campuran. Kata-kata kunci: perkerasan beraspal; jalan; rongga udara; campuran beraspal; Pavement Condition Index
PENGARUH KEPADATAN CAMPURAN BERASPAL TERHADAP KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR SELAMA MASA PELAYANAN Abi Teguh Kurniawan; Agus Taufik Mulyono; Latif Budi Suparma
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v8i1.6071.8-90

Abstract

Abstract Inspection of the quality of the asphalt pavement layer is carried out by measuring the dimensions of the pavement, namely length, width, and thickness, and by determining the density of the pavement layer. In the implementation of road construction or improvement, it is often found that the quantity and quality of the asphalt mixture is not in accordance with the specifications used. Asphalt pavement layers with thickness and density according to standards tend to reach the design service life. This study aims to identify the effect of the density level of the asphalt mixture on the damage to the asphalt surface layer during the service period, taking into account the voids in the mixture and the level of road damage, which were determined using the Pavement Condition Index method. This study shows that the voids in the mix of pavement surface layer increase after 2 years of service, and the increase exceeds the required value. Changes in the voids in the mixture affect the Pavement Condition Index of the pavement. The Pavement Condition Index value decreases due to the increase in voids in the mixture. Keywords: asphalt pavement; road; air voids; asphalt mixture; Pavement Condition Index Abstrak Pemeriksaan kualitas lapis perkerasan beraspal dilakukan dengan mengukur dimensi perkerasan, yaitu panjang, lebar, dan tebal, serta dengan menentukan kepadatan lapis perkerasan. Pada pelaksanaan pembangunan atau peningkatan jalan, sering ditemukan kuantitas maupun kualitas campuran beraspal yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang digunakan. Lapis perkerasan beraspal dengan ketebalan dan tingkat kepadatan yang sesuai standar cenderung dapat mencapai masa pelayanan rencana. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi penga-ruh tingkat kepadatan campuran beraspal terhadap kerusakan lapis permukaan beraspal selama masa pelayanan, dengan memperhitungkan rongga dalam campuran dan tingkat kerusakan jalan, yang ditentukan dengan menggunakan metode Pavement Condition Index. Studi ini menunjukkan bahwa rongga dalam campuran lapis permukaan perkerasan meningkat setelah 2 tahun masa pelayanan, dan peningkatan tersebut melebihi nilai yang disyaratkan. Perubahan rongga dalam campuran tersebut memengaruhi Pavement Condition Index perke-rasan jalan. Nilai Pavement Condition Index menurun akibat meningkatnya rongga dalam campuran. Kata-kata kunci: perkerasan beraspal; jalan; rongga udara; campuran beraspal; Pavement Condition Index

Page 1 of 1 | Total Record : 8