cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia)
ISSN : 24079170     EISSN : 26544873     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal HPJI adalah jurnal ilmiah di bidang teknik jalan yang diterbitkan dua kali setahun oleh HPJI. Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Seminar HPJI yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal HPJI juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan teknik jalan.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2022)" : 7 Documents clear
KEUNGGULAN INOVATIF PEMBANGUNAN JALAN TOL LAYANG PETTARANI UNTUK MENDUKUNG MODERNISASI JARINGAN JALAN DI METROPOLITAN MAMMINASATA Hermanto Dardak
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v8i2.5993

Abstract

Abstract The Mamminasata Metropolitan Area, which includes Makassar City, Takalar Regency, part of Gowa Regency, and part of Maros Regency, is the largest metropolitan area in Eastern Indonesia. Traffic congestion is a major challenge faced by Makassar City, due to the mixing of urban traffic flows with regional traffic flows. Modernization of the road network is carried out by building toll roads, which connect airports, ports, industrial areas, and access to the city center, one of which is the Pettarani Flyover. This flyover has several innovative advantages, namely the use of urban flyover construction with segmental box girders, the use of the flying pier head construction method using the Flying Pier Head Formwork System, the use of lead rubber bearings, the use of the Structural Health Monitoring System, the use of a traffic information system. which is integrated with other sections, and 3D modeling with the Terrestrial Laser Scanner Method that supports operation and maintenance. The Pettarani Flyover supports economic growth and regional development, whose construction and operation uses the latest technology and supports the environment and community in a susta-inable manner. Keywords: traffic jam; toll roads; metropolitan; road network; innovative advantage Abstrak Kawasan Metropolitan Mamminasata, yang mencakup Kota Makassar, Kabupaten Takalar, sebagian Kabupaten Gowa, dan sebagian wilayah Kabupaten Maros, merupakan metropolitan terbesar di Wilayah Timur Indonesia. Kemacetan lalu lintas merupakan suatu tantangan utama yang dihadapi oleh Kota Makassar, karena berbaurnya arus lalu lintas perkotaan dengan arus lalu lintas regional. Modernisasi jaringan jalan dilakukan dengan membangun jalan tol, yang menghubungkan bandara, pelabuhan, kawasan industri, dan akses ke pusat kota, yang salah satunya adalah Jalan Layang Pettarani. Jalan layang ini memiliki beberapa keunggulan inovatif, yaitu penggunaan konstruksi struktur layang perkotaan dengan segmental box girder, penggunaan metode konstruksi kepala tiang jalan layang dengan Metode Flying Pier Head Formwork System, penggunaan lead rubber bearing, penggunaan Structural Health Monitoring System, penggunaan sistem informasi lalu lintas yang terintegrasi dengan seksi-seksi lainnya, dan permodelan 3D dengan Metode Terrestrial Laser Scanner yang mendukung operasi dan pemeliharaan. Jalan Layang Pettarani mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah, yang pembangunan dan pengoperasiannya menggunakan teknologi terkini serta men-dukung lingkungan dan komunitas secara berkelanjutan. Kata-kata kunci: kemacetan lalu lintas; jalan tol; metropolitan; jaringan jalan; keunggulan inovatif
PENANGANAN LOKASI RAWAN KECELAKAAN DI RUAS JALAN BANJARHARJO–NGEMPLAK KABUPATEN SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Paulus Dwi Surya Emiliyanta; Agus Taufik Mulyono; Suryo Hapsoro Tri Utomo
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v8i2.5994

Abstract

Abstract Traffic growth in the Special Region of Yogyakarta has increased significantly, and this has caused problems in the existing road network. Roads as transportation infrastructure must meet humanistic aspects, with one of the humanistic elements being safety for road users. The available data shows that several roads in Sleman Regency, Yogyakarta Special Region Province, are deficient, which affects road performance, so that the roads are unable to meet the humanistic aspects. Examples of deficiencies in road infrastructure are road damage and lack of facilities for road users. This study aims to identify and evaluate accident-prone locations and characteristics of traffic accidents that occur on the Banjarharjo–Ngemplak Road Section, which is located in Sleman Regency, Yogyakarta Special Region Province. Primary data used are in the form of photo recordings, using drones at the research location, as well as direct observations of pavement damage and observations of locations that have the potential to be prone to traffic accidents. Meanwhile, secondary data are in the form of traffic accident data in 2019-2020 and road technical data. This study shows that the dominant factors causing traffic accident-prone locations on the observed roads are pavement damage and lack of facilities for road users, such as lighting, pedestrian facilities, absence of road markings, lack of traffic speed limit signs, and lack of traffic warning signs. Keywords: traffic safety; traffic accidents; road deficiency; accident prone locations Abstrak Pertumbuhan lalu lintas di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami peningkatan yang signifikan, yang mana hal ini menimbulkan permasalahan di jaringan jalan yang ada. Jalan sebagai prasarana transportasi harus memenuhi aspek humanistis, dengan salah satu unsur humanistis tersebut ialah adanya keselamatan bagi pengguna jalan. Data yang ada menunjukkan bahwa beberapa ruas jalan di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami defisiensi, yang memengaruhi kinerja jalan-jalan tersebut, sehingga jalan tidak mampu memenuhi aspek humanistis. Contoh defisiensi pada infrastruktur jalan tersebut ialah kerusakan jalan dan kurangnya fasilitas bagi pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi lokasi rawan kecelakaan serta menentukan karakteristik kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Ruas Jalan Banjarharjo–Ngemplak, yang terletak di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Data primer yang digunakan adalah hasil rekaman foto yang didapat dengan menggunakan drone di lokasi penelitian, serta hasil pengamatan langsung kerusakan perkerasan di lapangan, dan hasil pengamatan di lokasi-lokasi yang berpotensi untuk menjadi lokasi rawan kecelakaan lalu lintas. Sedangkan data sekunder adalah data kecelakaan lalu lintas pada tahun 2019-2020 dan data teknis jalan. Studi ini menunjukkan bahwa faktor dominan penyebab timbulnya lokasi rawan kecelakaan lalu lintas di ruas jalan yang diamati ialah kerusakan perkerasan dan kekurangan fasilitas bagi pengguna jalan, seperti lampu penerangan jalan, fasilitas bagi pejalan kaki, ketiadaan marka jalan, kurangnya rambu batas kecepatan lalu lintas, dan kurangnya rambu peringatan. Kata-kata kunci: keselamatan lalu lintas; kecelakaan lalu lintas; defisiensi jalan; lokasi rawan kecelakaan
UJI LAIK FUNGSI JALAN RUAS JALAN NASIONAL BATAS KOTA MANADO-KOTA TOMOHON STA 7+770-STA 26+966 Lucia Ingrid Regina Lefrandt
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v8i2.5995

Abstract

Abstract The condition of a road segment that meets the technical requirements and administrative requirements indicates that the road segment meets the road function worthiness criteria. This study aims to review the road safety aspect from the results of the road function worthiness test and is carried out using a qualitative method based on the procedures for implementing the road function worthiness test, in accordance with the Regulation of the Minister of Public Works Number 11/PRT/M/2010. The data obtained from the test results and field surveys are processed to obtain roadworthiness categories, with reference to the 6 technical components of the road, namely road geometry, road pavement structures, complementary buildings, road sections, traffic engineering management, and road equipment. The Manado-Tomohon City Boundary National Road was chosen as the object observed in this study. The purpose of this study was to analyze the level of road function worthiness and the repairs needed to make the road feasible based on the criteria contained in the Road Functional Worthiness Test. This study shows that the observed road section, namely the Manado City-Tomohon City Boundary road section is included in the conditional function-worthy category, which requires some technical improvements. Technical improvements that must be fulfilled include routine maintenance and procurement of road components that do not yet exist, so that the Manado City-Tomohon City Boundary road can actually become a functional road. Keywords: road; road technical standards; road geometry; road pavement; traffic Abstrak Kondisi suatu ruas jalan yang memenuhi persyaratan teknis dan persyaratan administratif menunjukkan bahwa ruas jalan tersebut memenuhi kriteria laik fungsi jalan. Studi ini bertujuan untuk meninjau aspek keselamatan jalan dari hasil uji laik fungsi jalan dan dilaksanakan dengan menggunakan metode kualitatif berdasarkan tata cara pelaksanaan uji laik fungsi jalan, sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 11/PRT/M/2010. Data yang diperoleh dari hasil uji dan survei lapangan diolah untuk mendapatkan kategori kelaikan jalan, dengan mengacu pada 6 komponen teknis jalan, yaitu geometrik jalan, struktur perkerasan jalan, bangunan pelengkap, bagian jalan, manajemen rekasaya lalu lintas, dan perlengkapan jalan. Ruas Jalan Nasional Batas Kota Manado-Kota Tomohon dipilih sebagai obyek yang dikaji pada penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kelaikan fungsi jalan serta perbaikan yang diperlukan agar jalan menjadi laik berdasarkan kriteria yang terdapat pada Uji Laik Fungsi Jalan. Studi ini menunjukkan bahwa ruas jalan yang diamati, yaitu ruas jalan Batas Kota Manado-Kota Tomohon termasuk dalam kategori laik fungsi bersyarat, yang memerlukan beberapa perbaikan teknis. Perbaikan teknis yang harus dipenuhi meliputi pemeliharaan rutin dan pengadaan komponen jalan yang belum ada, agar ruas jalan Batas Kota Manado-Kota Tomohon benar-benar dapat menjadi jalan yang laik fungsi. Kata-kata kunci: jalan; standar teknis jalan; geometrik jalan; perkerasan jalan; lalu lintas
PEMASANGAN JEMBATAN GIRDER BAJA TRANSYOGI MENGGUNAKAN INCREMENTAL LAUNCHING METHOD DI PROYEK JALAN TOL ELEVATED CIMANGGIS–CIBITUNG, STA +28.600–STA +28.800 Basuki Muchlis; Demy Yuni Cahyadi
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v8i2.5996

Abstract

Abstract The Transyogi Bridge is a steel bridge that connects the Cimanggis-Cibitung Toll Road. This bridge consists of 2 units of a series of steel tub girders on pier 37-pier 38-pier 39, which crosses the Cikeas river, with the lengths of the bridges being 57 m and 65 m, respectively. This study discusses the basis for choosing the method of installing a steel tub girder bridge using the incremental launching method. This method is used to overcome the limitations of field conditions, due to the presence of high-voltage overhead lines, gas pipeline crossings, and river crossings on the bridge installation route. This study shows that the use of incremental launching method is very appropriate compared to using other methods. Keywords: bridge; steel bridge; bridge installation; incremental launching method Abstrak Jembatan Transyogi merupakan jembatan baja yang menghubungkan Jalan Tol Cimanggis–Cibitung. Jembatan ini terdiri atas 2 unit rangkaian steel tub girder pada pier 37-pier 38-pier 39, yang melintas di atas sungai Cikeas, dengan panjang masing-masing jembatan adalah 57 m dan 65 m. Pada studi ini dibahas dasar pemilihan metode pemasangan jembatan steel tub girder menggunakan incremental launching method. Metode ini digunakan untuk mengatasi batasan kondisi lapangan, karena adanya saluran udara tegangan tinggi, crossing pipa gas, dan crossing sungai pada jalur pemasangan jembatan. Studi ini menunjukkan bahwa penggunaan incremental launching method ini sangat tepat dibandingkan dengan menggunakan metode-metode yang lain. Kata-kata kunci: jembatan; jembatan baja; pemasangan jembatan; incremental launching method
PENGARUH SERBUK BAN KARET TERHADAP KUAT GESER PADA LAPISAN AC-WC DAN LAPISAN AC-BC Caesar Dicky Kurniawan; Suryo Hapsoro Tri Utomo; Agus Taufik Mulyono
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v8i2.5997

Abstract

Abstract Bonding conditions between layers that are not ideal in a pavement structure will not produce optimal pavement performance, because the pavement does not behave as a monolithic pavement structure. The use of a tack coat is very important to support the ability of the road pavement, thereby improving road performance. This study was conducted to analyze the shear strength at the interface of the AC-WC pavement layer and the AC-BC pavement layer due to the use of rubber tire powder and variations in the dosage of CRS-1 and CRS-1P tack coats. In this study, the dosage of tack coat used varied from 0.25 l/m² to 0.35 l/m². Shear strength was measured using the Leutner Shear Test. This study shows that the use of rubber tire powder does not increase the shear strength of the lack coat for both types of mixtures AC-WC and AC-BC. The biggest shear strength is actually produced by mixtures that do not use rubber tire powder. For the AC-WC asphalt mixture, the largest shear strength was produced by the AC-WC asphalt mixture with a distribution of 0.3 l/m2 of tack coat, while for the AC-BC asphalt mixture, the largest shear strength was also found in the mixture with 0.3 l/m2 tack coat distribution. Keywords: road pavement; tack coat; shear strength; interfaces; rubber tire powder; asphalt mixture Abstrak Kondisi lekatan antarlapisan yang tidak ideal pada suatu struktur perkerasan, tidak akan menghasilkan kinerja perkerasan yang optimal, karena perkerasan tidak berperilaku sebagai suatu struktur perkerasan yang mo-nolitik. Penggunaan lapis perekat sangat penting untuk mendukung kemampuan perkerasan jalan, sehingga meningkatkan kinerja jalan. Studi ini dilakukan untuk menganalisis kuat geser pada interface lapisan perkerasan AC-WC dan lapisan perkerasan AC-BC akibat penggunaan serbuk ban karet dan variasi takaran lapis perekat CRS-1 dan CRS-1P. Pada studi ini takaran lapis perekat yang digunakan bervariasi, mulai dari 0,25 l/m² hingga 0,35 l/m². Kuat geser diukur dengan menggunakan alat Leutner Shear Test. Studi ini menunjukkan bahwa penggunaan serbuk ban karet tidak meningkatkan kuat geser pada penggunaan lapis perekat untuk kedua jenis campuran beraspal AC-WC dan AC-BC. Kuat geser terbesar justru dihasilkan oleh campuran-campuran yang tidak menggunakan serbuk ban karet. Untuk campuran beraspal AC-WC, kuat geser terbesar dihasilkan oleh campuran beraspal AC-WC dengan sebaran lapis perekat sebanyak 0,3/m2, sedangkan untuk campuran beraspal AC-BC, kuat geser terbesar juga terdapat pada campuran dengan sebaran lapis perekat 0,3/m2. Kata-kata kunci: perkerasan jalan; lapis perekat; kuat geser; interface; serbuk ban karet; campuran beraspal
PENGHEMATAN BIAYA PENGGUNA JALAN PADA RENCANA PENINGKATAN KAPASITAS JALAN Pradhana Wahyu Nariendra; Wimpy Santosa
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v8i2.5998

Abstract

Abstract Traffic congestion on a road is a situation when traffic flows at a lower speed than the design speed on the road, causing queues to occur. In this study, the Jambi West Ring Road, which is a primary arterial road in Jambi Province, with a high traffic density, is planned to be increased in capacity. The purpose of this study is to determine the level of service of the Jambi West Ring Road and the cost reduction experienced by road users when the road capacity is increased. This study focuses on calculating the ratio of traffic volume to road capacity, vehicle operating costs, and the time value of road users using the Jambi West Ring Road at peak hours. The methods used are the 1997 Indonesian Road Capacity Manual Method, the 1997 Jasa Marga Vehicle Operating Cost Calculation Method, and the income approach to calculate the time value. This study shows that if the capacity of the Jambi West Ring Road is increased, the level of service determined based on the ratio of traffic volume to road capacity will increase, from level of service E to level of service C. In addition, there will be cost savings for road users when widening the Jambi West Ring Road is carried out in accordance with Law No. 2 of 2022 and Government Regulation No. 34 of 2006 and the minimum lane width is determined based on the Regulation of the Minister of Public Works No. 19 of 2011. The savings for road users is estimated at Rp9,212,633,00 per peak hour or about 8.6% saving. Keywords: traffic jam; vehicle operating costs; time value; road user costs Abstrak Kemacetan lalu lintas di suatu jalan adalah suatu situasi pada saat arus lalu lintas bergerak dengan kecepatan yang lebih rendah daripada kecepatan desain di jalan tersebut, sehingga menyebabkan terjadinya antrean. Pada studi ini, Jalan Lingkar Barat Jambi, yang merupakan suatu jalan arteri primer di Provinsi Jambi, dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi, direncanakan untuk ditingkatkan kapasitasnya. Tujuan studi ini adalah menentukan tingkat pelayanan Jalan Lingkar Barat Jambi dan penurunan biaya yang dialami oleh pengguna jalan bila kapasitas jalan tersebut ditingkatkan. Studi ini difokuskan pada perhitungan rasio volume lalu lintas terhadap kapasitas jalan, biaya operasi kendaraan, dan nilai waktu pengguna jalan yang melintasi Jalan Lingkar Barat Jambi pada jam puncak. Metode yang digunakan adalah Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997, metode Perhitungan Biaya Operasi Kendaraan Jasa Marga 1997, dan income approach untuk menghitung nilai waktu. Studi ini menunjukkan bahwa bila kapasitas Jalan Lingkar Barat Jambi ditingkatkan, tingkat pelayanan jalan yang ditentukan berdasarkan rasio volume lalu lintas terhadap kapasitas jalan akan meningkat, dari tingkat pelayanan E menjadi tingkat pelayanan C. Selain itu, akan terjadi penghematan biaya bagi pengguna jalan bila pelebaran Jalan Lingkar Barat Jambi dilakukan sesuai dengan Undang-Undang No. 2 tahun 2022 dan Peraturan Pemerintah No. 34 tahun 2006 serta lebar lajur minimum ditentukan berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 19 tahun 2011. Penghematan pengguna jalan diperkirakan sebesar Rp9.212.633,00 per jam puncak atau hemat sekitar 8,6%. Kata-kata kunci: kemacetan lalu lintas; biaya operasi kendaraan; nilai waktu; biaya pengguna jalan
PENENTUAN NILAI MODULUS ELASTISITAS PERKERASAN LENTUR MENGGUNAKAN METODE PERHITUNGAN BALIK Rizky Rahmawati; Latif Budi Suparma; Suryo Hapsoro Tri Utomo
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v8i2.5999

Abstract

Abstract Back-calculation is a method of analyzing the material properties of a pavement, which is supported by field testing in the form of Non-Destructive Testing using the Falling Weight Deflectometer. Analysis of the material properties gives the value of the modulus of elasticity, with the input data in the form of deflection of the results of the Falling Weight Deflectometer test. The back calculation in this study was carried out with the support of the ELMOD 6.0 computer program, and resulted in the root means square and backcalculated moduli values. As a case study, the Janti (Yogyakarta)-Prambanan (Central Java Province Boundary) road section was selected. The results obtained indicate that the modulus of elasticity in the north section for the Hot Mix Asphalt layer is 1401.31 MPa, for the base layer is 597.75 MPa, for the subbase layer is 116.79 MPa, and for the subgrade layer is 96.15 MPa. While in the south section, the modulus of elasticity for the Hot Mix Asphalt layer, base layer, subbase layer, and subgrade layer are 976.80 MPa, 128.22 MPa, 104.59 MPa, and 75.68 MPa, respectively. Keywords: back-calculation; road pavement; material properties; deflection; modulus of elasticity Abstrak Perhitungan balik merupakan suatu metode analisis material properties suatu perkerasan jalan, yang didukung dengan pengujian lapangan berupa Non-Destructive Testing menggunakan alat Falling Weight Deflectometer. Analisis terhadap material properties memberikan nilai modulus elastisitas, dengan input data berupa lendutan hasil pengujian Falling Weight Deflectometer. Perhitungan balik pada studi ini dilakukan dengan bantuan program komputer ELMOD 6.0, dan menghasilkan nilai root means square dan backcalculated moduli. Sebagai studi kasus dipilih ruas Jalan Janti (Yogyakarta)-Prambanan (Batas Provinsi Jawa Tengah). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai modulus elastisitas pada ruas utara untuk lapis Hot Mix Asphalt sebesar 1401,31MPa, untuk lapis base sebesar 597,75 MPa, untuk lapis subbase sebesar 116,79 MPa, dan untuk lapis subgrade sebesar 96,15 MPa. Sedangkan pada ruas selatan, nilai modulus elastisitas pada lapis Hot Mix Asphalt, lapis base, lapis subbase, dan lapis subgrade berturut-turut adalah 976,80 MPa, 128,22 MPa, 104,59 MPa, dan 75,68 MPa. Kata-kata kunci: perhitungan balik; perkerasan jalan; material properties; lendutan; modulus elastisitas

Page 1 of 1 | Total Record : 7