cover
Contact Name
Padjrin
Contact Email
intelektualita@radenfatah.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dhapadjrin@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
ISSN : 23032952     EISSN : 26228491     DOI : -
Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains (Intelektualita Journal: Islamic, Social, and Science Studies) (ISSN: 2303 - 2952 ; e-ISSN: 2622-8491) is a journal published by Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Published articles come from young researchers (S1, S2 and S3 students) at regional, national, and even international levels who have broad insights in their respective fields of study.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
Makna Simbol dalam Aesan Gede dan Pak Sangkong Pakaian Adat Pernikahan Palembang Eka Hikmawati
Intelektualita Vol 6 No 1 (2017): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v6i1.1297

Abstract

Budaya menjadi salah satu dasar dari setiap kehidupan manusia, karena kebudayaan adalah sesuatu yang mutlak dimiliki manusia. Pakaian merupakan salah satu hasil karya manusia dalam masyarakat yang bersifat konkret dan merupakan benda yang dapat diraba, dilihat dan difoto. Pakaian lebih mengarah kepada hasil karya yang berasal dari sistem budaya. Karena, pakaian yang hingga saat ini dikenal merupakan hasil pemikiran, gagasan dan konsep baik seseorang maupun sekelompok yang hidup dalam sebuah lingkungan budaya. Palembang mempunyai beberapa pakaian adat yaitu diantaranya, aesan gede dan pak sangkong. Aesan gede dan pak sangkong ini merupakan pakaian adat yang dipakai oleh pengantin ketika acara resepsi atau saat upacara adat pernikahan di Palembang yaitu, penganten munggah. Pakaian adat pernikahan ini mendapat pengaruh dari budaya asing yang tetap eksis di Palembang dari masa Sriwijaya, Kerajaan Palembang hingga masa Kesultanan Palembang Darussalam sampai pada masa kini. Pakaian adat Palembang ini dibagi menjadi dua yaitu pakaian utama dan ada yang disebut pelengkap Pakaian. Perpaduan budaya Jawa, Cina dan Arab pada aesan gede dan pak sangkong tidak menghilangkan kebudayaan asli di Palembang ini merupakan hasil dari akulturasi budaya. Serta, banyak makna simbol yang terkandung pada pakaian adat pernikahan Palembang ini yang kesemuanya memiliki pesan yang luhur untuk kebaikan dunia dan akhirat.
Peranan Orang Tua dan Sekolah dalam Pengembangan Karakter Anak Didik Sariwandi Syahroni
Intelektualita Vol 6 No 1 (2017): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v6i1.1298

Abstract

Artikel ini membahas peran orang tua dan sekolah dalam pengembangan pendidikan karakter. Karakter adalah sifat psikologis, moral, dan tata krama yang dapat membuat seseorang terlihat berbeda dari orang lain. Karakter seseorang terlihat kembali dari keaslian kepribadian, kepribadian yang baik kemudian disebut mulia, dan sebaliknya kepribadian buruk kemudian disebut karakter tercela. Karena kepribadian seseorang tidak langsung berevolusi secara pasif, namun secara aktif menggunakan kapasitasnya untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Disiplinkan diri Anda untuk melakukan tindakan yang dilakukan secara konsisten dan terus menerus akan menjadi kebiasaan yang mengarah pada tercapainya keunggulan. Keunggulan yang bisa kita gunakan untuk mencapai tujuan hidup yang menentukan masa depan kita. Dimanapun pendidikan dengan berbagai tingkatan atau strata harus dilibatkan untuk membangun karakter melalui investasi nilai dan memperkuat nilai karakter dengan cara mengajar dan mendidiknya kepada siswa kita di keluarga (orang tua) dan sekolah: sekolah umum atau madrasah. Tampaknya peran orang tua dan sekolah itu sendiri membutuhkan kerjasama sinergis untuk mengembangkan karakter siswa.
Dinamika Gerakan Pembebasan Muslim Moro di Filipina Selatan: Studi Terhadap Moro National Liberation Front (1971-1996) Firmanzah Firmanzah
Intelektualita Vol 6 No 1 (2017): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v6i1.1299

Abstract

Muslim Filipina harus berjuang dari penindasan pemerintah Filipina dan melawan kelompok-kelompok Kristen yang lebih diakui pemerintah Filipina. Beberapa tahun setelah kemerdekaan Republik Filipina, masyarakat Muslim Moro menjalani hidup penuh kemiskinan, penuh diskriminasi dan tidak diperhatikan pemerintah Filipina. Gerakan pembebasan Moro National Liberation Front, diketahui bahwa lahirnya Moro National Liberation Front setelah peristiwa yang tidak berperikemanusiaan yaitu Tragedi Jabidah atau Jabidah Masarce di mana pembantaian pemuda muslim di pulau Corregidor karena menolak operasi merdeka mengambil Sabah dari wilayah territorial Malasyia. Muslim Moro di Filipina Selatan merasakan pemerintah Filipina yang berpusat di Manila melakukan penindasan dan kezaliman kepada mereka. Karena tujuan pemerintah bertujuan untuk pemerataan tanah Muslim di Filipina Selatan demi kepentingan ekonomi dan politik. MNLF mempunyai strategi dan kegiatan yang diperjuangkan MNLF sebagai bentuk pembebasan umat Islam dari segala hegemoni dan segala kolonialisme baik secara fisik maupun penyadaran umat Islam untuk kembali memperjuangkan hak-hak Muslim Moro.
Konsep Akal dalam Perspektif Harun Nasution Depi Yanti
Intelektualita Vol 6 No 1 (2017): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v6i1.1300

Abstract

Akal merupakan bukti kesempurnaan penciptaan manusia oleh Allah Swt. daripada makhluk yang lainnya. Dengan akal, manusia dapat membedakan hal yang baik dan buruk, membaca fenomena sosial dan alam, dan fungsi lainnya. Konsep Akal dalam Perspektif Harun Nasution ingin memberikan pengertian yang sebenarnya tentang akal. dan kedudukan akal itu sendiri, dan bagaimana fungsi wahyu sebenarnya. Dengan menegakkan Agama Islam yang benar, Harun Nasution berupaya bagaimana masyarakat dapat memakai akal nya sesuai tuntunan Islam yang sebenarnya. Sehingga dapat menafsirkan Al-Qur’an secara rasional, tidak memandang Islam sesempit apa yang masyarakat pikirkan. Kemudian dalam penerapannya dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Harta Bersama dalam Perkawinan Poligami Menurut Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Hukum Islam Desi Fitrianti
Intelektualita Vol 6 No 1 (2017): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v6i1.1302

Abstract

Perkawinan dalam Islam diperbolehkan untuk menikahi wanita lebih dari satu atau biasa disebut dengan poligami. Namun dibolehkannya poligami dengan beberapa syarat diantaranya berlaku adil dan harus mendapat izin istri pertama. Dari poligami, ada beberapa permasalahan yang timbul diantaranya tentang harta bersama. Artikel ini akan menjelaskan tentang harta bersama dalam pandangan undang-undang di Indonesia dan hukum Islam. Dalam perkawinan poligami, harta bersama dari masing-masing istri berdiri secara terpisah. Pembagian harta bersama dalam perkawinan yang kedua kalinya (poligami) tidak semudah dalam perkawinan monogami. Pembagian harta bersama dalam perkawinan poligami menurut UU Nomor 1 tahun 1974 yaitu masing-masing istri mendapatkan bagian seperdua, sedangkan menurut hukum Islam yaitu Islam tidak mengatur tentang harta bersama karena kekayaan suami dan istri masing-masing terpisah. Suami tidak boleh bertindak atas harta istri. Jadi menurut hukum Islam status harta seorang perempuan tidak berubah dengan adanya pernikahan.
Strategi Komunikasi Guru pada Anak Autis di Sekolah Luar Biasa Harapan Mandiri Yayasan Bina Autis Mandiri Palembang Dian Pramana
Intelektualita Vol 6 No 1 (2017): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v6i1.1303

Abstract

Manusia merupakan makhluk yang diciptakan Allah Swt. dalam keadaan sempurna (ahsan taqwim). Ada manusia yang memiliki kekurangan dari segi harta maupun kekurangan anggota tubuh. Dan kondisi tersebut membuat mereka tidak bersyukur. Padahal dalam Islam semua manusia diajarkan untuk tetap bersyukur dalam kondisi apapun. Salah satu yang memiliki kekurangan adalah anak-anak yang menderita autis. Para penderita autis dalam mengembangkan potensi yang ada pada dirinya dan membangkitkan kepercayaan diri perlu dibimbing dengan komunikasi yang baik.  Berikut ini yang dilakukan oleh SLB Harapan Mandiri dalam hal berkomunikasi yaitu guru harus menggunakan strategi dengan memahami psikologi anak autis serta menerapkan prinsip-prinsip komunikasi yaitu dengan menggunakan bahasa verbal dan nonverbal, materi agar direspon, prilaku tegas namun penuh kasih sayang, menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif, mengarahkan agar mengikuti aturan, memenuhi tahapan belajar mengajar, mampu menyikapi perbedaan latar belakang sosial budaya, menerapkan metode mengajar secara rutin, mengendalikan proses belajar mengajar, menciptakan efek positif dari apa yang diajarkan, komunikasi secara terus menerus.
Gerakan Pembebasan Islam Patani di Thailand Selatan Studi terhadap Patani United Liberation Organization (1968-1993) Jamaludin Jamaludin
Intelektualita Vol 6 No 1 (2017): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v6i1.1304

Abstract

Gerakan pembebasan Patani United Liberation Organization (PULO), diketahui bahwa lahirnya Patani United Liberation Organization pada 22 Januari 1968 diketuai oleh Tengku Bira Kota Nila, berdirinya PULO karena kebijakan asimilasi yang diterapkan oleh pemerintah Thai di sektor pendidikan melarang penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar dan perbedaan identitas, pada dasarnya perbedaan agama merupakan salah satu faktor pemicu perlawanan. Upaya yang dilakukan PULO sendiri yaitu melakukan perang gerilya dan separatis dimana PULO ingin memisahkan diri dari pemerintahan Thai yang kebijakannya ingin mengasimilasi Muslim Patani ke dalam Thai Budhha sehingga Muslim Patani hilang akan identitas jati diri Muslim-Melayu baik segi bahasa, budaya, dan agama.
Strategi Dompet Dhuafa Sumatera Selatan dalam Menarik Minat Donatur untuk Menyalurkan Dana Zakat Infak Sadaqah Wakaf (ZISWAF) Ririn Nur Hidayah
Intelektualita Vol 6 No 1 (2017): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v6i1.1305

Abstract

Strategi menarik minat donatur yang dilakukan dompet dhuafa dilakukan  dengan metode mengembangkan budaya kerja lembaga yang terbuka/transparan, jujur, itqan (profesional), dan mengembangkan kreativitas dan inovasi tiada henti untuk tetap mencari cara terbaik dalam berinteraksi dan memberdayakan masyarakat sesuai dengan teori kotler dan keller yaitu lima metode yang digunakan dalam menarik minat donatur adalah advertising, personal selling, direct selling, public relations, dan events and experience, pelaksanaannya sudah sangat baik, pendapatan donasi dari para donatur yang mempercayakan dananya cukup banyak dan keberadaan dompet dhuafa ditengah masyarakat sangat membantu khususnya bagi masyarakat tidak mampu.
Regulasi Diri Remaja Penghafal al-Qur’an di Pondok Pesantren al-Qur’an Jami’atul Qurro’ Sumatera Selatan Suci Eryzka Marza
Intelektualita Vol 6 No 1 (2017): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v6i1.1306

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih dalam mengenai gambaran regulasi diri remaja penghafal al-Qur’an di Pondok Pesantren al-Qur’an Jami’atul Qurro’ Sumatera Selatan. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah lima remaja penghafal al-Qur’an berusia 17-19 tahun yang memiliki aktivitas di luar, seperti sekolah di lembaga formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah fenomenologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan beberapa tema dalam regulasi diri pada remaja penghafal al-Qur’an. Adapun tema tersebut yaitu pertama, faktor pendorong yang mencakup segala hal yang menjadi sumber kekuatan remaja untuk memantapkan hati dalam menghafal al-Qur’an yaitu niat, tujuan, sumber motivasi. Kedua, faktor penghambat yang mencakup beberapa hal yang dirasakan oleh remaja penghafal al-Qur’an seperti gangguan mood, perasaan jenuh, bosan, males, capek dalam menghafal, gangguan asamara dan lain-lain. Ketiga, proses penjaganaan terdiri dari dua hal yang penting yaitu strategi mencapai tujuan seperti menjaga kelurusan niat, mengulang hafalan yang telah dikuasai, mengatur pemilihan waktu dan tempat yang tepat serta berahlak Qur’ani, dan strategi mengatasi masalah seperti membaca buku selain kitab al-Qur’an, mendengarkan musik, meminta nasihat dari guru. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin mampu meregulasi diri sendiri dengan baik, maka akan semakin baik pula hafalan al-Qur’annya.
Migrasi Bugis dan Madura di Selatan Papua Barat: Perjumpaan Etnis dan Agama di Minoritas Muslim Ismail Suardi Wekke
Intelektualita Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v6i2.1603

Abstract

Bugis and Madura already reach eastern part of Nusantara since 15th century. Both Indonesian ethnic have migration tradition as the common identity. With traditional transportation, they explore Makassar to Banda, and from Sampang to Surabaya. This research was conducted for six months. It was extended to three months. Therefore, research duration was nine months. Observation and in-depth interview were conducted to collect data. This research was conducted in Eastern part of Indonesia. Papua Island, Maluku, and surrounding islands those locate from capital city. It is known small island, big issues of criminality and others notorious issues. On the other hand, it is a peaceful area and multicultural society. Bugis and Madura among reside on those islands. They mainly concerned with fishing, business, and maritime activities. The notion of social interaction in economic activities sees cooperation and recognition. This research also argues that religious interaction and collective life emerge between Bugis and Madura and other ethnics. They construct new identity as Papua Bugis and social harmony Madura of Java. They establish migration on the basis of economic and social interest. Furthermore, this article concludes that they participate and construct as citizens in the society at large.

Page 3 of 41 | Total Record : 404


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 1 (2025): Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 13 No 2 (2024): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 13 No 1 (2024): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 10 No 2-a (2021): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains Vol 9 No 2 (2020): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 7 No 2 (2018): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains Vol 6 No 1 (2017): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains Vol 5 No 2 (2016): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial dan Sains More Issue