cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Intizar
ISSN : 14121697     EISSN : 24773816     DOI : -
Intizar Journal (ISSN: 1412-1697) and (E-ISSN: 2477-3816) is a peer-reviewed journal which is published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang publishes biannually in June dan December. This journal publishes current concept and research papers on Islamic Studies and Muslim Communities from interdisciplinary perspective, especially in Education; Culture; Politic; Law; Tafsir; Sufism; and Fiqh.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 19 No 1 (2013): Intizar" : 10 Documents clear
Perspektif al-Qur’an tentang Dakwah Pendekatan Tematik dan Analisis Semantik Hamidah Hamidah
Intizar Vol 19 No 1 (2013): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dakwah pada hakikatnya adalah usaha orang beriman untuk mewujudkan Islam dalam semua segi kehidupan pada tataran individu, keluarga, masyarakat, umat dan bangsa. Sebagai aktualisasi iman, dakwah merupakan keharusan dan menjadi tugas suci bagi setiap muslim setingkat dengan kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki. Dakwah merupakan salah satu bentuk komitmen muslim terhadap agamanya. Setiap muslim dan muslimat wajib mendakwahkan Islam, sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan masing-masing, sesuai dengan profesi dan dedikasinya kepada orang lain, baik orang Islam maupun orang-orang yang tidak atau belum beragama Islam. Istilah dakwah digunakan dalam Al Qur’an baik dalam bentuk fi’il maupun dalam bentuk mashdar berjumlah lebih dari seratus kali. Dalam Al Qur’an, dakwah dalam arti mengajak ditemukan sebanyak 46 kali, 39 kali dalam arti mengajak kepada Islam dan kebaikan, 7 kali kepada neraka dan kejahatan.Beberapa dari ayat tersebut:Mengajak manusia kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran ( QS. Ali Imran: 104); Mengajak manusia kepada jalan Allah (QS an-Nahl:125); Mengajak manusia kepada agama Islam (QS as-Shaf: 7); Mengajak manusia kepada jalan yang lurus (QS al-Mukminun:73); Memutuskan perkara dalam kehidupan umat manusia, kittabullah dan sunnaturrasul (QS an-Nur:48 dan 51, serta QS Ali Imran:23); Mengajak ke surga (QS al-Baqarah:122).This article discusses the meaning of propaganda used by the thematic approach and semantic analysis based on the perspective of the Qur'an. Quran is the basis for the study of the meaning of da'wah studied. The results showed, Da'wah is an attempt to realize the believer of Islam in all aspects of life at the level of individuals, families, communities, people and nation. As the actualization of faith, preaching the necessity and become a sacred duty for every Muslim a level with the capacity and capabilities. Da’wah is one of the commitments of the Muslim religion. Every Muslim and muslimat obliged to preach Islam, in accordance with the capability and capacity of each, according to the profession and dedication to others, both Muslims and people who are not or have not been Muslim. The term propaganda is used in the Qur'an either in form or in the form mashdar fi'il more than a hundred times. In the Qur'an, preaching in the sense of inviting found as many as 46 times, 39 times in a sense invite to Islam and kindness, 7 times to hell and evil. Several of the verse: Inviting people to goodness and forbid the (Qur'an, Ali Imran: 104); Invite the people to the way of Allah (Surah an-Nahl: 125); Invite people to Islam (Sura al-Shaf: 7); Invite the people to the straight path (al-Mukminun: 73); Judge in the life of mankind, kittabullah and sunnaturrasul (Surat an-Nur: 48 and 51, as well as Surah Ali Imran: 23); Invite to heaven (Surah al-Baqarah: 122).
Infalibilitas Paus dalam Perspektif Gereja Roma Katholik Nur Fitriyana
Intizar Vol 19 No 1 (2013): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewan Vatikan pertama yang didominasi oleh tokoh-tokoh kepausan jelas merupakan suatu dewan kontroversi dalam Gereja Katolik, dan dalam hubungannya dengan gereja-gereja lain dan dunia yang lebih luas. Dewan menyatakan hal-hal yang tidak bisa diterima banyak orang; dan hal ini tampaknya menunjukkan bahwa Gereja Katolik memiliki sikap otoriter. Dewan Vatikan Pertama muncul oleh Norman P. Tanne yang masih menerjemahkan ajaran Katolik Roma dan tidak merasa perlu untuk pergi lebih jauh dari formatnya, terutama dalam perdebatan dengan gereja-gereja Protestan yang masih sangat banyak mengambil sikap untuk membela diri. Namun dalam domain lainnya telah banyak peristiwa. Tahun 1789 Revolusi Perancis dan Revolusi Industri yang dimulai pada akhir abad 18, menyebabkan perubahan besar dalam suasana politik, pembangunan sosial dan ekonomi di dunia Barat. First Vatican Council which is dominated by the definition of papal infallibility is definitely a council of controversy in the Catholic Church, and in conjunction with other churches and the wider world. Council states things that are not acceptable to many people and this event seems to show Catholic Church there at the height of aggressiveness and Authoritarian. First Vatican Council appeared startled by Norman P. Tanner (2003: 108) The Council of Trento apparently still provide the translation of Roman Catholic Theology adequately and does not feel the need to go further than his formulation, especially in the debate with Protestant churches are still very much taking attitude to defend themselves, other Council does not seem necessary. But in other domains has been a lot of events. 1789th French Revolution and the Industrial Revolution that began in the late 18 century, causing major changes in the political atmosphere, social and economic development in the Western world. The Enlightenment of the 18th century lead to a lot of intellectual challenge to the Christian faith and is complicated in the next century by advances in science that gives rise to further problems, such as the investigation of Darwin.
Pemahaman terhadap Konsep Pahala dan Dosa Serta Hubungannya Dengan Etos Kerja Dosen dan Pegawai Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam IAIN Raden Fatah Palembang Idrus Alkaf
Intizar Vol 19 No 1 (2013): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang konsep pahala dan dosa dalam ajaran Islam dan pengaruhnya terhadap etos kerja dosen dan staf Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, IAIN Raden Fatah Palembang. Pemahaman tentang pahala dan dosa, yang merupakan bagian dari doktrin etika dalam Islam ternyata memiliki peran dalam menentukan etos kerja. Kegiatan yang dianggap baik berdasarkan ajaran Islam pasti akan dihargai. Sebaliknya, mereka yang tidak menjalankan atau yang melanggar aturan akan mendapatkan dosa sebagai balasannya. Dengan menggunakan metode pengumpulan data melalui survei, observasi, wawancara atau kuesioner, dalam artikel ini, diketahui bahwa pemahaman dosen dan staf tentang pahala dan dosa ternyata sangat berhubungan dengan etos kerja mereka sehari-hari. Semakin baik tingkat pemahaman dosen dan staf dengan konsep pahala dan dosa, semakin tinggi etos kerja mereka. Ini menyiratkan bahwa pemahaman seseorang tentang konsep pahala dan dosa itu dapat mendorong orang untuk bekerja lebih baik, lebih serius dan lebih berhati-hati. Atau dengan kata lain, secara teologis pemahaman ini dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari.This article discusses the concept of merit and sin in Islam and the influence by the work ethic of faculty and staff of the Faculty of Islamic Theology and Islamic Thought, Islamic State Institute Raden Fatah Palembang. Understanding of merit and sin, which is part of the doctrine of ethics in Islam to have a role in determining the work ethic. Activities that are considered good based on the teachings of Islam is believed to be rewarded. Vice versa, those who do not run or that violate the rules will get sin as a reward. By Idrus analysis using the method of data collection through the courts (survey, observation, interviews or questionnaires), in this article, Idrus found understanding of faculty and staff to the concept of merit and sin is very in touch with their work ethic in everyday tasks. Or the better the level of understanding of faculty and staff to the concept of merit and sin, the higher their work ethic. It implies that one's understanding of the concept of merit and sin it may encourage people to work better, more serious and more careful. Or in other words, the concept of theology is understood by a person that may have an impact on activity in daily life.
Multikulturalisme Islam: Studi Tingkat Pemahaman Keberagamaan Multikulturalisme bagi Komunitas Muslim di Kota Palembang Nyimas Anisah
Intizar Vol 19 No 1 (2013): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multikulturalisme adalah sebuah ideologi dan sebuah alat untuk meningkatkan martabat manusia dan kemanusiaan. Untuk memahami multikulturalisme diperlukan pembangunan berbasis pengetahuan dan konsep yang relevan yang mendukung keberadaan dan fungsinya dalam kehidupan manusia. Membangun konsep-konsep ini harus dikomunikasikan antara ahli yang memiliki perhatian ilmiah yang sama pada multikulturalisme sehingga ada pemahaman yang sama dan saling mendukung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pemahaman tokoh agama Islam di Palembang pada keberadaan multikulturalisme dan perkembangan Islam secara sosiologis dan antropologis melalui fenomena tersebut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bermaksud untuk menggambarkan tingkat pemahaman multikulturalisme Islam di Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang berisi item-item pilihan. Kuesioner yang disebarkan adalah tentang pemahaman mereka tentang Islam dan multikulturalisme dalam kerangka artikulasi agama mereka. Selain itu, wawancara mendalam dilakukan serta para tokoh masyarakat dari dua kelompok Ernis yang berbeda. Wawancara ini hanya mengetahui tingkat partisipasi masing-masing kelompok etnis dalam kehidupan manusia sehari-hari. Dari data yang dikumpulkan menemukan bahwa: (1) Bahwa tingkat pemahaman Palembang agama rakyat berdasarkan data yang dikumpulkan kuesioner dan wawancara menunjukkan tingkat tinggi, terutama pada isu-isu yang berkaitan dengan hubungan sosial; (2) Dalam hal iman (aqidah), ajaran Islam yang benar tidak pernah membiarkan toleransi berlebihan mereka. Hal inilah yang menyebabkan responden memiliki sikap rendah dalam mengapresiasi mulitikulturalisme di bidang iman; (3) Jika dikaitkan dalam kehidupan masyarakat, dalam pemahaman masyarakat multikulturalisme Palembang menyebabkan integrasi sosial.Multiculturalism is an ideology and a tool to enhance the dignity of man and humanity. To understand multiculturalism is required in the form of building a knowledge base of relevant concepts and supporting the existence and functioning of multiculturalism in human life. Building these concepts must be communicated among the experts who have the same scientific attention on multiculturalism so that there is a common understanding and mutual support in fighting this ideology. The purpose of this study to know the level of understanding of religious Islamic figures in Palembang on the existence of multiculturalism and the development of Islam as a sociological and anthropological at the phenomenon. This research is descriptive qualitative intends to describe the level of understanding of Islamic multiculturalism in Palembang. The research method used is survey method. The data collection is done by using a questionnaire containing items specific selection. Questionnaire distributed is about their understanding of Islam and multiculturalism within the framework of their religious articulation. In addition, in-depth interviews conducted as well the community leaders of the two groups Ernis different. This interview is just knowing the level of participation of each ethnic group in the lives of everyday people. From the data collected found that: (1) That the level of understanding of people's religious Palembang based on data collected questionnaires and interviews showed a high level, especially on issues related to social relationships; (2) In the case of a faith (aqidah), the teachings of true Islam never allow their excessive tolerance. This is what causes the respondents have a low attitude in appreciating mulitikulturalisme in the field of faith; (3) If it is associated in public life, in the understanding of multiculturalism society Palembang lead to social integration.
Munasabah al-Qur’an: Studi Korelatif Antar Surat Bacaan Shalat-Shalat Nabi John Supriyanto
Intizar Vol 19 No 1 (2013): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini berusaha untuk mengangkat sebuah kajian terhadap korelasi dimensi baru Al-Qur'an atau yang lebih dikenal dengan "absurditas al-Qur'an". Jika selama ini Al-Qur'an memiliki hubungan antara huruf dan ayat-ayatnya berdasarkan tertib atau tidak tertib suratnya, maka tulisan ini menawarkan sebuah studi baru dalam bentuk korelasi antara huruf-huruf berdasarkan pada serangkaian bacaan dalam shalat Nabi. Di antara isu-isu yang dikembangkan adalah adanya tertib tauqifi-Mushaf Utsmani. Bagi mereka yang menolak, ayat al-Quran yang tidak masuk akal hanya isapan jempol belaka. Adapun pendukung teori ini, mengatakan bahwa rahasia absurditas Al-Qur'an adalah bukti kuat bahwa komposisi ayat dan surat Al-Qur'an bukanlah penciptaan ijtihad penulis mushaf semata. Substansi tulisan tidak berhubungan dengan perdebatan, karena surat-surat Al-Qur'an dalam doa Nabi. dalam sejarah tidak sesuai sama sekali dengan mushaf teori-tertib.This paper seeks to lift a new dimension correlation study the Al-Qur’an, or better known as "absurd Al-Qur’an". If during this study the Al-Qur'an absurd to dwell on the relationship between letters and the relationship between verses based on orderly or disorderly Manuscripts and down, then this paper offers a new study in the form of the correlation between letters based on a series of readings in the prayers of the Prophet. Science absurd-as part of Sciences Al Qur'an- is long enough to become a subject of discussion among scientists Al-Qur'an. Among the issues that was developed is the existence of an orderly tauqifi Mushaf 'Usmani. For those who refuse, absurd Al-Qur'an is only a mere figment. As for the supporters of this theory, the secrets absurd Al-Qur'an is strong evidence that the composition of verses and letters of the Al-Qur'an is not the creation of ijtihad the authors Manuscripts. The substance of the writing is not related to the debate, because the letters of the Al-Qur'an reading the prayers of the Prophet. In history does not correspond at all with the theory-an orderly Manuscripts.
Pelaksanaan Mediasi dalam Sistem Peradilan Agama (Kajian Implementasi Mediasi dalam Penyelesaian Perkara di Pengadilan Agama Kelas I A Palembang) Rina Antasari
Intizar Vol 19 No 1 (2013): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini akan membahas tentang kebijakan peraturan tentang mediasi di agama pengadilan dan cara penyelesaian sengketa melalui mediasi dan pelaksanaan mediasi dalam kasus pengadilan di Pengadilan Agama Kelas I A Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Dari penelitian ini diketahui bahwa latar belakang aturan kebijakan mediasi di Pengadilan Agama adalah (a) manfaat yang bisa diperoleh jika mediasi digunakan sebagai alat dalam penyelesaian sengketa, yaitu proses mediasi bisa mengatasi masalah akumulasi materi, proses mediasi dipandang sebagai sarana penyelesaian sengketa yang lebih cepat dan lebih murah daripada proses litigasi, penegakan mediasi dapat memperluas akses bagi semua pihak untuk memperoleh rasa keadilan, (b) penyediaan upaya perdamaian mereka dalam undang-undang. (c) masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang suka damai. Pelaksanaan proses mediasi di pengadilan agama dilakukan dengan dua cara, yaitu mediasi litigasi awal, dan mediasi lebih litigasi.This article will discuss about regulatory policy on mediation in religious courts way dispute resolution through mediation according to Islamic law and implementation of mediation in settlement court cases in Religious Courts Class I A Palembang. This research is qualitative research Source of data used is primary data and secondary data primary. Data derived from field and secondary data consisted of a literature study. From this research note Background to the policy rules on mediation in the Religious Courts is (a) the benefits to be gained if mediation used as a means in the settlement of disputes, namely the mediation process could overcome the problem of accumulation of matter, the mediation process is viewed as a means of dispute resolution that is faster and cheaper than the litigation process, enforcement of mediation can expand access for all parties to gain a sense of justice, (b) provision their peace efforts in legislation. (c) Indonesian society is a society that likes peace. Implementation of the mediation process in the religious court done in two ways, namely mediation initial litigation, and mediation over litigation.
Psikoterapi al-Qur’an Sebagai Sebuah Konsep dan Model Lukmanul Hakim
Intizar Vol 19 No 1 (2013): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui gambaran psikoterapi Quran sebagai konsep dan model serta implikasinya bagi kesehatan mental. Manfaat dari penelitian ini, untuk menjadi bagian dari pengembangan dan penguatan teori psikologi Islam, khususnya di bidang psikoterapi dan kesehatan mental. Variabel penelitian yang akan dikaji adalah psikoterapi Quran sebagai konsep dan model. Konsep yang menggambarkan desain atau ide Qur'an tentang visi manusia dan misi sebagai khalifatullah fi al-ardh (pengganti Allah di bumi) dan sebagai hamba Allah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa psikoterapi Quran memiliki jangkauan yang lebih luas dari psikologi umum. Selain memperhatikan proses penyembuhan, penekanan pada upaya perbaikan diri, seperti membersihkan hati, efek impuls primitif menguasai, meningkatkan derajat nafs, menumbuhkan moral yang baik dan meningkatkan potensi untuk menjalankan amanah sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi. Juga mengembalikan seseorang dengan alam suci atau kembali ke jalan yang lurus, yang berarti bahwa psikoterapi Qur'an juga memberikan bimbingan kepada seseorang untuk menemukan esensi dari dirinya, menemukan Tuhan dan menemukan rahasia Allah.The purpose of the research, know the description of psychotherapy Koran as a concept and model, and its implications for mental health. Benefits of the research, to be part of the development and strengthening of the psychological theories of Islam, especially in the field of psychotherapy and mental health. The research variables to be studied is psychotherapy Koran as a concept and model. The concept that describes a design or idea Qur'an about human vision and mission as khalifatullah fi al-ard (successor of Allah on earth) and as a servant of Allah (servant/ worshiper of Allah). And models that describe the pattern (eg, reference, range and so on) of psychotherapy Koran on cognitive and mental aspects. The results of the study that while psychotherapy Koran scope and a wider range of general psychology or psychotherapy. In addition to paying attention to the healing process, emphasis on self-improvement efforts, such as cleaning the heart, mastering effects of primitive impulse, increasing the degree of nafs, cultivate good moral and increase the potential to carry out the mandate as a servant of God and inheritors of the earth. Also restores a person by nature is sacred or go back to the straight path, meaning that psychotherapy Qur'an also gives guidance to somebody to find the essence of himself, find his God and discover the secrets of God.
Telaah Kritis terhadap Pemikiran Psikologi Islam di Indonesia Zaharuddin Zaharuddin
Intizar Vol 19 No 1 (2013): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam adalah hal yang baru dalam psikologi perkembangan. Judul penelitian ini adalah Telaah Kitis terhadap Pemikiran Psikologi Islam di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana psikologi Islam di Indonesia. Penelitian ini disebut penelitian kepustakaan. Subyek diambil berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dan interpretasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa psikologi Islam di Indonesia pada dasarnya diprakarsai oleh intelektual muslim terkemuka yang sebagian besar memiliki pendidikan dasar Psikologi Kontemporer (Konvensional) dan beberapa orang lain memiliki pendidikan Islam dasar ilmiah. Psikologi Perkembangan Islam tidak begitu luas karena kurangnya Sumber Daya Manusia di bidang Psikologi Islam yang memiliki pengetahuan dasar di bidang Islam psikologi dan memiliki keterampilan dan kemampuan untuk menafsirkan ayat-ayat Al-Quran dan al-Hadits (psikolog Islam sekali komentator). Kesimpulan dari penelitian ini menggambarkan bahwa Psikologi Islam adalah kelimuan studi yang telah dikembangkan oleh para intelektual Muslim di abad ke-8 yang dikenal psikologi Islam klasik. Selain Psikologi Pemikiran Umat Islam di Indonesia pada dasarnya membandingkan atau mengintegrasikan teori psikologi konevensional dengan ajaran agama Islam dan sanggahan atau kritik dari teori konvensional psikologi.Islam is a new sect of psychology in developmental psychology. The title of this research is a critical examination of the Psychology of Islamic thought in Indonesia. The purpose of this study to investigation psychology of Islam in Indonesia. This research is literature. Subjects were taken based on predetermined criteria. Methods of data analysis using descriptive analysis and interpretation. The results of this study stated that thinking about the psychology of Islam in Indonesia is basically initiated by prominent Muslim intellectuals who mostly have the basic education of Contemporary Psychology (Conventional) and some others have a scientific basis Islamic education. Developmental Psychology Islam is not so widespread due to the lack of Human Resources in the field of Psychology of Islam who have basic knowledge in the field of psychology Islam and have the skills and ability to interpret the verses of the holy Quran and al-Hadith (Islamic psychologist once commentators). The conclusion of this study illustrate that Islamic Psychology is the study which have been developed by Muslim intellectuals in the 8th century known classical Islamic psychology. In addition Psychology Thought of the People of Islam in Indonesia is basically comparing or integrating psychological theory conventional with the teachings of the Islamic religion and rebuttal or criticism of conventional theories of psychology.
Pendidikan dan Keberagamaan Jamaáh Majlis Ta’lim Kelurahan Pahlawan Kecamatan Kemuning Kota Palembang Muhammad Isnaini
Intizar Vol 19 No 1 (2013): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan antara persepsi jamaah masjid dengan materi dan metode yang disampaikan oleh para ulama berada dalam tingkat signifikan. Kondisi ini didapat dari hasil wawancara mendalam di mana peziarah yang mengikuti majelis taklim di masjid mengalami peningkatan. Peningkatan ini disebabkan bahan dan metode yang disampaikan oleh Ustadz diterima dengan baik dan mudah dipahami. Secara gender, ada perbedaan antara jamaah laki-laki dan perempuan. Jamaat masjid perempuan memiliki tingkat yang lebih tinggi religiusitasnya dibandingkan kelompok jamaah masjid dari laki-laki. Jadi jenis kelamin mempengaruhi hubungan yang saling mempengaruhi antara jamaah tentang materi dan metode yang disajikan oleh ulama. Studi ini juga menemukan bahwa jamaah majelis taklim baik dalam kelompok laki-laki atau perempuan memiliki tingkat tinggi (postitif) keragaman dan memiliki persepsi akan materi dan metode yang disajikan ulama.The relationship between perception pilgrims mosque committees about the materials and methods presented cleric with a significant degree of religiosity. This condition is confirmed from the results of in-depth interviews where pilgrims follow the teachings mosque committees after the change, which increases the rise. This increase is due to the materials and methods delivered by Ustadz be well accepted and easily understood. By gender there is a difference between the sexes pilgrims mosque committees. Jamaat mosque committees mothers have higher levels of religiosity than in the group of mosque committees pilgrim fathers. So gender affect bivariate relationships between perception pilgrims mosque committees about the materials and methods presented chaplain to the level of religious pilgrims mosque committees. The study also found that the congregation mosque committees both in the group of fathers and mothers have a high degree of diversity and have the perception of matter and methods presented cleric positive.
Pendekatan Terpadu dalam Membentuk Karakter Santri di Pondok Pesantren Sabilul Hasanah Banyuasin III Zuhdiyah Zuhdiyah
Intizar Vol 19 No 1 (2013): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter adalah sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada peserta didik yang mencakup komponen, kesadaran, pemahaman, kepedulian, dan komitmen untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut baik kepada Allah, diri kita sendiri, orang lain, lingkungan, atau masyarakat dan bangsa secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan dua jenis data adalah jenis data primer dan data sekunder. data primer. Dari pengamatan di atas, diketahui bahwa waktu penerimaan terhadap calon santri dibakukan kriteria, tes seleksi bahan yang dapat menentukan kelulusan siswa, dan jumlah peminat ke pondok pesantren Sabilul Hasanah pada 5 (lima) tahun peningkatan atau meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Begitu pun dengan masa orientasi waktu sementara telah distandarisasi bahan orientasi pondok dapat mempersiapkan anak-anak belajar di pondok, dan ruang belajar di mana siswa dan mahasiswa laki-laki terpisah perempuan sebahagian terutama untuk Madrasah Diniyyah. Pendekatan terpadu yang diterapkan di pesantren Sabilul Hasanah adalah pendekatan eksperimen. Para siswa memperoleh pengalaman melalui berbagai kegiatan yang dilakukan di sekolah-sekolah. Siswa juga mendapatkan pengalaman dalam kegiatan sehari-hari mereka, dan belajar untuk mandiri, dan bertanggung jawab untuk diri mereka sendiri, pendekatan pembiasaan.Character education is a system of cultivation of character values to learners that includes components, awareness, understanding, caring, and commitment to implement these values, both to Allah, ourselves, others, the environment, or society and the nation as a whole, so that a perfect human being in accordance with nature. This study uses two types of data are the type of primary data and secondary data. Primary data, according to Muri Yusuf (1997, p. 25) is "data collected by the person / agency / researcher from the first source". This means that the primary data obtained directly by the researcher from the original source. Average secondary data, according to Muri Yusuf (1997, p. 25) is "data collected by the person / agency / other researchers". From the observations above, it is known that the time of acceptance of the prospective students have standardized criteria for prospective students female students who received has been set, material selection test prospective students measurable benchmarks graduation of students who received accurate, and the number of enthusiasts into the cottage Sabilul Hasanah Islamic boarding cshool in 5 (five) years an increase or an increase from previous years are refresentatif. So even with an orientation period of time while the cabin has been standardized materials orientation of the lodge can prepare children learn in the cottage, and a study room where female students and students of separate men sebahagian especially for Madrasah Diniyyah. The integrated approach that applied in Sabilul Hasanah Islamic boarding cshool is the the Experience Approach. The students gain experience through a variety of activities carried out in schools Pupils also gain experience in their daily activities, and learn to be independent, and is responsible for themselves, approach habituation.

Page 1 of 1 | Total Record : 10