Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 23 No 2 (2017): Intizar"
:
9 Documents
clear
Analisis Kritikal terhadap Penyaluran Dana Talangan Haji pada Bank Mega Syariah Cabang Pekanbaru
Ahmad Maulidizen
Intizar Vol 23 No 2 (2017): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/intizar.v23i2.2161
Dana talangan haji merupakan pembiayaan dengan menggunakan akad qarḍ atau ijārah yang diberikan kepada calon jamaah haji dalam upaya memperoleh nomor porsi haji atau Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). Aplikasi produk ini memberikan kesan positif dan negatif, sehingga diperlukan ditinjau ulang mengenai keabsahan produk dan akibat yang ditimbulkan dalam pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak positif dan negatif, antaranya; (1) Nasabah dijamin bisa mendapatkan kursi haji dengan cepat, meskipun dari dana mereka tidak tidak mencukupi pembayaran biaya perjalanan haji, (2) Mencairkan dana secara mendesak bagi nasabah yang dananya masih belum bisa dicairkan dalam waktu cepat meskipun masih dalam bentuk deposito; (3) Proses pemberian dana talangan haji relatif cepat, sehingga keberangkatan ibadah haji dapat terencana dan tidak menunggu lama; (4) Fee atau ujrah (uang administrasi) yang diberikan relatif murah; (5) nasabah hanya membayar produk dari pinjaman; (6) Nasabah dapat mengansur setiap bulan atau bisa juga dibayar sekaligus sampai akhir pembayaran. Darii sisi negatif, ia bisa saja dianggap sebagai bagian dari fatḥ al-dzari‘ah (membuka pintu bahaya) dan mendatangkan bahaya (mafsadah/ muḍarat). Ditinjau dari Hukum Islam, keabsahan akadnya yang sangat riskan menjatuhkan kepada riba tersembunyi, karena dalam akad ini terjadi penggabungan antara akad al-qarḍ dan al-ijārah dengan mensyaratkan adanya tambahan imbalan sebagai jasa, bahkan tambahan tersebut besarnya tergantung pada jumlah pinjaman dan lamanya masa pinjaman.
Menggugat Kebhinekaan: Respon Intelektual Muda Program Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang terhadap Kepemimpinan Non Muslim
Izomiddin Izomiddin
Intizar Vol 23 No 2 (2017): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/intizar.v23i2.2182
Dalam tradisi intelektual Islam, ada tiga persoalan yang selalu dibicarakan terkait kepemimpinan politik dalam negara. Pertama, soal pemimpin yang kurang layak (imāmatul mafḍūl). Kedua, soal pemimpin yang suka maksiat (imāmatul fāsiq). Dan ketiga, soal pemimpin non-Muslim (imāmatul kāfir). Dinamika tersebut menjadi urgen untuk ditelaah terutama dalam ranah pemimpin non-Muslim (imāmatul kāfir). Pertanyaan yang berkembang atas hal tersebut adalah (1) Bagaimana respon intelektual muda Pascasarjana UIN Raden Fatah atas kepemimpinan non muslim?; (2) Bagaimana langkah strategis mengokohkan kebhinekaan dengan meminimalisir perdebatan kepemimpinan non muslim perspektif intelektual muda Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang ?. Kedua nya berdaya guna terutama kontribusi dalam membangun kebhinekaan yang memberikan kebersamaan dan kedamaian di Indonesia. Menjadi bahan kajian lanjutan terutama penguatan konsep kepemimpinan yang pluralis
Penggunaan Model Pembelajaran Berbasis Aktif Learning Tipe STAD untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak
Dedi Wahyudi;
Mahmudatun Hasanah
Intizar Vol 23 No 2 (2017): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/intizar.v23i2.2194
Akhlak di kehidupan sangatlah perlu sehingga memberikan kontribusi positif kepada setiap manusia, dalam penelitian ini peneliti mengemukakan bahwa seorang yang berakhlak baik akan memberikan keindahan untuk dirinya dan orang lain yang berada di sekitarnya, perlu kita ketahui terdapat akhlak terpuji dan akhlak tercela, yang harus ditanamkan yaitu akhlak yang terpuji untuk memancarkan cahaya yang terang dalam kehidupan, dalam tulisan ini penulis mengamati apakah model pembelajaran Stad ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran aqidah akhlak, di mana di sini akhlaklah yang diutamakan. penulis menerangkan bagaimana seorang guru seharusnya mengajar, mengajar itu bukan hanya mentransfer materi namun memupukannya dengan keterampilan-keterampilan dan hal-hal yang baru, sebagian besar seorang guru yang mengajar di sekolah khususnya mata pelajaran Aqidah Akhlak yang memberikan materi peserta didik diperintah menulis dan mendengarkan ceramah guru, yang menimbulkan peserta didik bosan dan jenuh untuk mengikuti proses belajar mengajarnya, sehingga dalam pemahaman materi kurang, dan mengakibatkan peserta didik hasil belajarnya rendah. maka penulis di sini mencoba menerapkan model pembelajaran berbasis Aktif Learning Tipe Stad untuk membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar, metode penelitian yang digunakan di sini adalah studi pustaka di sini penulis memberikan pengajaran dengan model pembelajaran Tipe Stad tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa, serta memupuk keterampilan-keterampilan dan memberikan siswa faham akan materi yang diberikan. penulis menggunakan studi pustaka dalam membuktikan keberhasilan atau tidaknya model pembelajaran ini, dengan menelusuri ke perpustakaan dan mencari data dari penelitian-penelitian terdahulu yang ada dalam buku-buku yang dibaca, penelitian ini harapannya untuk membuktikan bahwa dengan model pembelajaran Stad ini murid menjadi giat dan cepat menangkap materi dari pendidik dan hasil belajar peserta didik dapat memuaskan hati pendidik yang melihat siswa yang ditransfer ilmu oleh dirinya dapat berhasil mendapat nilai bagus.
Gelar Adat dalam Upacara Perkawinan Adat Masyarakat Komering di Sukarami Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan
Misyuraidah, Misyuraidah;
Syarnubi, Syarnubi
Intizar Vol 23 No 2 (2017): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/intizar.v23i2.2239
Berbicara tentang Budaya Melayu, Suku Komering adalah rumpun budaya melayu yang memiliki beragam suku, dengan beragamnya suku-suku yang ada di Suku Komering maka dapat di jumpai bermacam-macam adat istiadat, tradisi, dan kesenian yang ada dan sampai pada saat sekarang masih tetap di lestarikan. Hal unik yang akan diteliti di sini adalah gelar adat yang diberikan kepada kedua mempelai dalam upacara perkawinan masyarakat Komering di Sukarami, OKI (Ogan Komering Ilir), Sumatera Selatan. Gelar adat yang dimaksud dalam konteks ini adalah simbol penghormatan terhadap seseorang yang telah menginjak dewasa yang ditandai dengan suatu perkawinan. Ukuran dewasa seorang ditentukan apabila telah berumah tangga. Oleh karena itu, untuk setiap pria pada saat upacara perkawinan ia harus diberi gelar adat, serta mempelai wanitanya juga. Tradisi pemberian gelar adat memiliki implikasi sosial dalam masyarakat berupa pemaknaan gelar adat tersebut di dalam kesehariannya.
Budaya Islam Lokal di Kampung Al-Munawar Palembang
Mardeli Mardeli
Intizar Vol 23 No 2 (2017): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/intizar.v23i2.2240
Culture is a habit of an individual that must be shared by a group of people. A group has a group if its citizens have together with the same pattern of thinking and behave gained through the learning process. One can be defined as a set of beliefs of values and ways of behavior, habits learned together by citizens from a group living in a region And has a language that neighbors can not understand. In each society, by its members the development of ideal cultural patterns and these patterns are reinforced by cultural matters. The ideal cultural patterns contain the things that most of them need to be filled to do in certain circumstances. These patterns are often called norms. Hard as we all know not everyone in their culture has always been what it has been all about as an ideal. Because if the community always there and the community that exist in the community. Then there will be no so-called crime-the cultural cart. Some of the ideal patterns in life are different from the actual patterns because of patterns that have been ruled out by the ways in which society has been accustomed.
Peta Penelitian Hukum Ekonomi Syari’ah pada Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Raden Fatah Palembang
Yono Surya
Intizar Vol 23 No 2 (2017): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/intizar.v23i2.2241
Asumsi dialogis yang dimunculkan bahwa di ranah Fakultas Syari’ah membicarakan hukum, sementara Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam pada ranah praktisi. Berdasarkan data observasi awal dengan menilai visi pada program studi Hukum Ekonomi Syari’ah dan program studi Ekonomi Islam pada 2 Fakultas yang berbeda dalam satu universitas diketahui bahwa keduanya berangkat dari pengembangan Ilmu Ekonomi Islam untuk pemenuhan kebutuhan hidup umat manusia secara komprehensif, baik material maupun moral dan spiritual serta menjaga keberlangsungannya dengan pendekatan analisis komparatif maupun integratif dengan pluralisme metodologi, baik moral, fikih, ekonomi, bisnis dan keuangan. Khusus di Universitas Islam Negeri Raden Fatah, keberadaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam merupakan pengembangan dari Jurusan Ekonomi Islam dan Diploma Perbankan pada Fakultas Syari’ah dan Hukum.
Analisis Kebutuhan Materi Ajar “Berbicara Bahasa Arab” Berbasis Pendekatan Komunikatif bagi Pembelajar Non-Bahasa Arab
Achmad Syarifuddin
Intizar Vol 23 No 2 (2017): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/intizar.v23i2.2261
Speaking is very synonymous with a person's ability to use the language in communication. Therefore, to have Arabic skill means that ability to use the Arabic language in speaking. Not just to say "Arab" that everyone can do it. But, however, speaking is often considered as a big problem, so it is not uncommon to target this ability is avoided because it is considered difficult. In addition, for Indonesian people, especially who do not or rarely interact with people who speak Arabic in their daily life, speaking Arabic is is bored thing and it does not become a necessity. In fact, every human being is given a gift by God in the form of the ability to speak. Even in terms of mantiq science, human is referred to as "al-hayawan al-natiq" (human being is a living being who speaks). This study analyzed the need to speak Arabic as a foreign language in the State Islamic College (PTKIN) includes needs category, learning method in Communicative approach. From the result of the research, it can be concluded that the non-linguistic department students in PTKIN (especially UIN Raden Fatah Palembang) are included in the category of beginner in learning Arabic, while the Arabic learning requirement category is included in the category of normative needs. However, with a communicative approach the Arabic learner can achieve speaking skills in the form of short conversations and introducing himself.
Kepribadian Multikultural (Multicultural Personality) Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata UIN Raden Fatah Palembang
Dewi Warna
Intizar Vol 23 No 2 (2017): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/intizar.v23i2.2301
Keberagaman adalah realita. Suka atau tidak suka, kita tak terhindarkan akan saling bersinggungan di era globalisasi ini. Sehubungan dengan ini, peneliti menggali kepribadian multikultural (multicultural personality) 24 orang mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Palembang angkatan ke 67 tahun 2017 yang berasal dari berbagai latar belakang budaya berbeda, dan mereka berinteraksi dengan masyarakat setempat yang latar belakang budayanya juga berbeda. Lokasi KKN tersebut bertempat di Desa Bangun Sari, Desa Suka Damai, dan Desa Muara Sugih Kabupaten Banyuasin. Dari 5 dimensi yang ada pada kepribadian multikultural yaitu dimensi empati budaya, fleksibilitas, inisiatif sosial, kestabilan emosi dan keterbukaan pikiran, dimensi kestabilan emosi menjadi dimensi paling dominan pada kepribadian multikultural Mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang di Desa Bangun Sari, Kabupaten Banyuasin dengan rata-rata sekor 62,63; dimensi paling dominan pada kepribadian multikultural Mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang di Desa Suka Damai adalah dimensi kestabilan emosi dengan rata-rata sekor 60,39; dan dimensi paling dominan pada kepribadian multikultural Mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang di Desa Muara Sugih adalah dimensi kestabilan emosi dengan rata-rata sekor 61,81.
Perencanaan Komunikasi Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Raden Fatah Palembang
Ainur Ropik
Intizar Vol 23 No 2 (2017): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/intizar.v23i2.2468
Penelitian ini meneliti mengenai Perencanaan Komuniasi Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Raden Fatah Palembang, dengan tujuan antara lain: untuk mendeskripsikan bagaimana pola perencanaan komunikasi yang dilakukan untuk memperoleh dukungan semua pihak dalam mewujudkan visi bersama Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis SWOT. Perencanaan Komunikasi adalah bagian dari manajemen strategis yang merencanakan secara terus menerus untuk setiap infrastruktur komunikasi; komunikator, pesan, media, khalayak dan evaluasi umpan balik secara tepat. Hasil akhir dari proses perencanaan komunikasi adalah semakin menguatkan citra positif dan kepercayaan khalayak pada Program Studi Ilmu Komunikasi. Namun kondisi objektif perencanaan komunikasi di lingkungan Program Studi Ilmu Komunikasi belum berjalan dengan baik, sehingga perlu diambil langkah-langkah antara lain: 1) Peningkatkan ethos komunikator yang notabene sebagai source credibility di Program Studi Ilmu Komunikasi masih jauh dari kondisi ideal yang diharapkan. 2) Mengomunikasikan pesan-pesan dari program komunikasi harus dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan. Terutama pesan-pesan yang bisa memengaruhi khalayak untuk mengubah perilaku dan tindakan sesuai dengan tujuan Program Studi. 3) Melakukan optimalisasi potensi-potensi media yang ada untuk digunakan dalam proses komunikasi kepada khalayak luas. Mengingat pentingnya optimalisasi media, dipandang perlu untuk menunjuk petugas khusus yang bekerja untuk mengelolah media dan membagun media relations. 4) Membangun hubungan yang baik dengan khalayak internal dan eksternal. Meminimalisir potensi yang akan membuat khalayak kecewa.