cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Intizar
ISSN : 14121697     EISSN : 24773816     DOI : -
Intizar Journal (ISSN: 1412-1697) and (E-ISSN: 2477-3816) is a peer-reviewed journal which is published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang publishes biannually in June dan December. This journal publishes current concept and research papers on Islamic Studies and Muslim Communities from interdisciplinary perspective, especially in Education; Culture; Politic; Law; Tafsir; Sufism; and Fiqh.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 24 No 1 (2018): Intizar" : 10 Documents clear
Konsep Khalifah Fil Ardhi dalam Perspektif Filsafat (Kajian Eksistensi Manusia sebagai Khalifah) Zulhelmi Zulhelmi
Intizar Vol 24 No 1 (2018): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v24i1.1879

Abstract

This research entitled “The Concept of Khalifah fil Ardhi in Philosophy Prespective; Study about human existence as Khalifah. This research is discribing about the concept of Khalifah in philosophy prespective, and finding the meaning of human existence as khalifah on earth. The method used in this research is historic desciptive method, interpretation method, comparative method and heuristics method. The analysis used in this study is qualitative descriptive explaining the description of human existance in charge of their duty as Khalifah on earth... The results of this research conclude that Khalifah is the duty given to human (Adam and his offspring) on earth and the reality of the human leadership in managing and organizing the universe that is appropiate with the rules given by God in order to dedicating fot God. A Khalifah should habe these characters: Yahduna bi amrina; wa awhayna ilayhim fi’la al-khayra; ‘abidin (including Iqam Al-Al-Shalat and Ita’ al Zakat); yaqiny; shabaru. Al Shabru’ becomes the consideration of making someone becomes a Khalifah, this character is important for a khalifah. Besides that it alsi describing the mental character of themselves, shown as the behavior when execute the Khalifah duty. The Khalifah existence as the pilot and role model for all human, can build the justice and give the welfare to all people and also bring the happiness in the world and hereafter.
Motivasi Orang Tua Memilih Pondok Pesantren untuk Anaknya Dedi Supriatna
Intizar Vol 24 No 1 (2018): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v24i1.1951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tentang motivasi orang tua memilih pondok pesantren Sunanulhuda dan keberadaan orang tua santri putri di pondok pesantren Sunanulhuda. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif lapangan, dengan mengambil latar di Pondok Pesantren Sunanul Huda Cikaroya Cibolang Kaler Cisaat Sukabumi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dengan sumber data utama adalah orang tua/wali santri putri pondok pesantren Sunanul Huda. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analitik, untuk mendeskripsikan dan menganalisa lingkungan sosial manusia atau organisasi eksternal yang mempengaruhi motivasi orang tua dalam memilih pendidikan untuk anaknya. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan trianggulasi. Dari penelitian ini didapatkan motivasi orang tua memasukkan anaknya ke Pondok pesantren itu karena (1) keinginan orang tua agar anak memiliki akhlak yang bagus, (2) perasaan ketidak mampuan orang tua mendidik anak di rumah, (4) orang tua menganggap biaya pesantren tidak begitu mahal, (3) orang tua merupakan alumni dari pondok pesantren, (4)orang tua memilih lembaga pendidikan yang didalam nya terdapat pendidikan sekolahnya juga, (5), agar anak di bekali ilmu agama yang bisa di amalkan oleh dirinya sendiri dan orang lain, (6) agar anak tumbuh menjadi anak yang cerdas (7) keyakinan orang tua terhadap pesantren sebagai tuntunan agama islam yang paling benar. Pesantren dipandang sebagai lembaga pendidikan yang unggul di banding sekolah umum, walaupun latar belakang orang tua berbeda-beda tetapi tetap mempunyai kesamaan tujuan yaitu agar anak menjadi orang yang berguna, sesuai dengan harapan orang tua
Budaya Tutur dalam Tafsir Melayu (Studi Wacana Peribahasa Melayu dalam Tafsir Al-Azhar Karya Hamka) Lukmanul Hakim
Intizar Vol 24 No 1 (2018): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v24i1.1968

Abstract

Peribahasa Melayu berupa pepatah, perumpamaan, pemeo dan pantun atau sajak dalam Tafsir Al-Azhar karya Hamka sebagai wacana budaya, politik dan agama, dapat dipahami dengan baik melalui metode pendekatan analisis wacana kritis (AWK). Pendekatan ini dapat dengan jelas mengungkapkan hubungan antara wacana (discourse), kekuasaan, dominasi, ketidaksetaraan sosial yang berkembang mengiringi hadirnya wacana tersebut dengan memfokuskan pada bahasa yang digunakan, wacana yang dibangun, interaksi verbal dalam kegiatan komunikasi. Dilihat dari analisis wacana kritis, peribahasa Melayu yang dibawakan Hamka dalam Tafsir al-Azhar memperlihatkan adanya tiga aspek produksi makna dalam kehidupan sosial yang menyiratkan adanya kepentingan, maksud dan tujuan tertentu, atau bahkan nilai yang disembunyikan di balik peribahasa Melayu yang digunakan oleh Hamka, yakni aspek budaya, politik dan agama.
The Literature of Teacher of Islamic Education at the Senior High School in Bogor City Zulkarnain Yani
Intizar Vol 24 No 1 (2018): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v24i1.2028

Abstract

This paper describes the interest of reading Islamic education teachers at senior high school in the city of Bogor - West Java. This study was conducted in August - September 2016. The focus of the discussion on the urgency of reading religious literature according to Islamic education Teachers at senior high school in Bogor City and a wide selection of literature that the teachers are interested in. The targets are senior high school of Islamic education teachers that have been certified, both civil servant teachers and non-civil servant teachers. The purpose of this research is to know more deeply about reading interest through the urgency of reading religious literature according to Islamic education teachers at senior high school in Bogor City and a wide selection of literature that interest teachers and used in teaching Islamic Religious Education materials in schools. Based on the results of research, overall, interest in reading owned by Islamic education teachers in Bogor city is still very good. As many as 94% or 34 Islamic education teachers at senior high school who say the importance of reading religious literature is essential. The variety of literature that is preferred by Islamic education teachers at senior high school in Bogor more on the material Aqidah followed by the material fiqh, morals and history of Islamic civilization
Nalar Zakir Abdul Karim Naik (Perspektif Aliran-Aliran Filsafat) Syefriyeni Syefriyeni
Intizar Vol 24 No 1 (2018): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v24i1.2183

Abstract

Sejak tahun 2004, sosok Zakir Abdul Karim Naik, yang biasa dipanggil Zakir Naik, melakukan pencerahan Islam yang sarat bernuansa logis, rasionalitas, ilmiah, bahkan filosofis. Pencerahan keagamaannya tidak dalam bentuk ceramah agama sebagaimana biasanya yang dilakukan oleh para ulama dan kiyai Muslim. Pertama tidak cenderung dilakukan di mesjid. Kedua, tidak cenderung dihadiri hanya oleh Muslim semata, namun justru banyak dari kalangan non Muslim, penganut agnotisisme, bahkan ateis sekalipun. Hal ini adalah suatu yang fenomenal. Nalar pemikiran Zakir Naik dapat dinyatakan merupakan bentuk gabungan antara nalar rasionalitas, nalar ilmiah, dan nalar religius. Alur-alur nalarnya dapat diukur dengan nalar filsafat, yang membentuk kontribusi jelas, baik di dunia da’i, dan dunia ilmiah. Bahwa dalam dunia ilmiah nalar Zakir Naik telah mampu menampilkan sebuah konsep integrasi ilmu, tujuan kehidupan, dan tujuan pengenalan terhadap hasil-hasil riset-riset ilmiah, yang tidak lain adalah untuk pendekatan dan pengenalan akan Allah SWT.
RETRACTED: Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang dalam Perspektif Global dan Islam di Provinsi Sumatera Selatan Rr Rina Antasari
Intizar Vol 24 No 1 (2018): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v24i1.2184

Abstract

This paper has been found to be in Kafa’ah: Journal of Gender Studies, Vol. 8, No. 1 (Juni 2018), pp. 53-70, DOI: http://dx.doi.org/10.15548/jk.v1i1.198, entitled "PENANGANAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DALAM PERSPEKTIF GLOBAL DAN ISLAM DI PROVINSI SUMATERA SELATAN" The document and its content has been removed from Intizar, and reasonable effort should be made to remove all references to this article.
Zikir Ratib Haddad: Studi Penyebaran Tarekat Haddadiyah di Kota Palembang Muhammad Noupal
Intizar Vol 24 No 1 (2018): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v24i1.2185

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena menarik terkait maraknya pembacaan zikir Ratib Haddad di kota Palembang. Sebagaimana diketahui, zikir Ratib Haddad merupakan zikir para penganut tarekat Haddadiyah yang kebanyakan justru dianut masyarakat keturunan Arab Hadramaut. Studi ini menggunakan pendekatan fenomenologis untuk melihat bagaimana zikir ini dibaca dan menjadi gambaran penyebaran tarekat Haddadiyah di Palembang. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa maraknya pembacaan zikr Ratib Haddad di kota Palembang tidak dapat dilepaskan dari peran Syekh Ali Umar Thoyyib dan para muridnya yang tergabung dalam majelis zikir al-Awwabien. Tetapi maraknya pembacaan zikir ini tidak menunjukkan bahwa tarekat haddadiyah dianut masyarakat Palembang; sebab zikir Ratib Haddad lebih dianggap sebagai zikir umum yang pembacaannya boleh dilakukan oleh siapa saja.
Pendidikan Islam dan Kelas Menengah Muslim Yogyakarta: Studi di SDIT Insan Utama Yogyakarta Nur Azizah; Imam Machali
Intizar Vol 24 No 1 (2018): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v24i1.2186

Abstract

Masyarakat kelas menengah Muslim di Indonesia jumlahnya semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan sekolah Islam terpadu. Mengetahui persepsi masyarakat tersebut terhadap sekolah Islam terpadu akan memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan lembaga pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat kelas menengah Muslim Yogyakarta di SDIT Insan Utama menganggap bahwa lembaga pendidikan Islam sangat penting dan sangat berperan dalam membentuk kepribadian anak yang Islami serta menambah pengetahuan mengenai ajaran-ajaran Islam. Sebanyak 77% masyarakat kelas menengah Muslim yang ada di SDIT Insan Utama adalah supportive parent, yaitu orang tua yang ideal yang memiliki high democratic dan high involvement terhadap anak. Berdasarkan kategori perilaku konsumen, sebanyak 55% kelas menengah Muslim di SDIT Insan Utama adalah universalist dan 45% conformist. Universalist adalah mereka yang memiliki nilai spiritual dan emosional yang tinggi terhadap suatu produk. Sedangkan conformist adalah mereka yang memiliki nilai spiritual yang tinggi tetapi tidak memperhatikan emotional/functional value dari suatu produk. Adapun faktor yang mempengaruhi persepsi mereka adalah faktor pengetahuan orang tua, latar belakang pendidikan, pengalaman, kemampuan, lokasi sekolah, lingkungan masyarakat, materi pelajaran dan budaya di lembaga pendidikan Islam.
Relasi Islam dan Negara: Studi Pemikiran Politik Islam dalam Perspektif al-Qur’an Jufri Suyuthi Pulungan
Intizar Vol 24 No 1 (2018): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v24i1.2187

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan relasi Islam dan negara dalam bingkai pemikiran politik Islam dilihat dari al-Qur’an. Relasi Islam dan negara dapat dilihat dari tiga paradigma, yaitu; paradigma integralistik, sekuleristik, dan simbiotik. Kontroversi dan aktualisasi pemahaman ini disebabkan tidak adanya penjelasan secara tegas baik al-Quran maupun hadits. Sehingga dalam perjalanan sejarah umat Islam pasca Nabi Muhammad Saw sampai di abad modern ini, umat Islam menampilkan berbagai sistem dan bentuk pemerintahan, mulai dari bentuk kekhalifahan yang demokratis sampai ke bentuk yang monarkhi absolut dan oligarki. Ketika Nabi Muhammad menata kehidupan sosial, politik dan agama masyarakat Madinah sebagai negara Islam pertama itu didasarkan pada suatu hukum tertulis The Constitution of Medina (Piagam Madinah). Konstitusi Madinah sesuai dengan dasar-dasar umum yang terkandung dalam ayat-ayat al-Qur’an. Dalam konteks negara modern, Indonesia dengan Pancasila-nya merupakan rumusan negara modern, seperti termaktub dalam Mukaddimah UUD 1945 merupakan platform negara-bangsa (nation state) Indonesia yang pluralistik dan dalam batas-batas tertentu memiliki “kesamaan” dengan Piagam Madinah. Meskipun al-Qur’an tidak menetapkan tentang sistem dan bentuk pemerintahan serta bagaimana mewujudkannya. Tapi, al-Qur’an menyebut adanya ide atau prinsip dasar pembentukan negara dan adanya kepala negara. Di sini, umat Islam diberi kebebasan untuk memilih sesuai dengn tuntutan kehidupan mereka yang sangat dipengaruhi perkembangan zaman. Demikian juga dalam kaitannya dengan term masyarakat madani juga tidak ditemukan dalam al-Qur’an. Namun, ada dua kata kunci yang bisa mendekati konsep masyarakat madani, yakni term ummah dan term madinah. Kedua term ini, menjadi nilai dasar dan nilai-nilai instrumental bagi terbentuknya masyarakat madani, kata ummah, bisa dirangkaikan dengan sifat dan kualitas tertentu, seperti ummah wasathan, khairu ummah dan ummah muqtashidah yang merupakan pranata sosial utama yang dibangun oleh Nabi Saw segera setelah hijrah ke Madinah. Konsep dan kegiatan politik sistem pemerintahan dalam Islam pada prinsipnya bertumpu pada keadilan. Keadilan yang merupakan mahkota hukum menjadi sebuah keniscayaan untuk senantiasa ditegakkan oleh pemerintah. Pemerintahan harus dibangun berdasarkan asas-asas normatif untuk mengatur negara yang berlandasan pada asas amanat, asas keadilan (keselarasan), asas ketaatan (disiplin) dan sunnah. Asas sunnah menghendaki agar hukum-hukum perundang-undangan dan kebijakan politik ditetapkan melalui musyawarah di antara mereka yang berhak Sehingga dalam menentukan kebijakan juga berfungsi sebagai check and balance pemerintah.
Pemetaan Ayat-Ayat al-Qur’an tentang Rumpun Ilmu Agama dalam Perspektif Paradigma Integrasi-Interkoneksi Toto Suharto
Intizar Vol 24 No 1 (2018): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v24i1.2188

Abstract

Kehadiran UU No. 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi menjadi angin segar bagi PTKI, karena penyelenggaraan pendidikannya mendapat pengakuan secara konstitusional. Namun demikian, basis konstitusional ini masih menyisakan banyak persoalan, salah satunya dilihat dari perspektif epistemologi integrasi-interkoneksi yang telah menjadikan al-Qur’an dan Hadis sebagai core values bagi keilmuan Islam. Tulisan ini dengan analisis isi menemukan bahwa epistemologi keilmuan integrasi-interkoneksi merupakan gagasan Prof. M. Amin Abdullah yang berusaha memadukan dan mengaitkan antara “ilmu” dan “agama”, yang tergambar dalam model Jaring Laba-Laba. Tujuh wilayah rumpun ilmu agama Islam, sebagaimana tertera dalam UU No. 12/2012 mendapat legitimasi al-Qur’an melalui sebaran berbagai ayatnya dalam bentuk pemetaan. Ketujuh bidang rumpun ilmu agama Islam ini posisinya masih berada dalam Lingkar Lapis Dua dalam epistemologi integrasi-interkoneksi model Jaring Laba-Laba. Dengan demikian,tujuh bidang rumpun ilmu agama Islam dalam UU No. 12/2012 ini tidak cukup relevan dengan semangat perubahan dari IAIN ke UIN yang menghendaki adanya peningkatan lapisan dari Lapis Dua ke Lapis Tiga dalam model Jaring Laba-Laba.

Page 1 of 1 | Total Record : 10