cover
Contact Name
Arif Setiawan
Contact Email
kembara@umm.ac.id
Phone
+6285649955997
Journal Mail Official
kembara@umm.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Tlogomas 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
KEMBARA
ISSN : 24427632     EISSN : 24429287     DOI : -
Core Subject : Education,
KEMBARA diterrbitkan sejak April 2015 oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. KEMBARA memuat artikel hasil penelitian bahasa, sastra, dan pengajarannya, yang diterbitkan pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2022): April" : 13 Documents clear
Analisis butir soal latihan penilaian akhir semester ganjil mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VIII SMPN 1 Bambanglipuro Bantul menggunakan program ITEMAN Himawan, Riswanda; Nurgiyantoro, Burhan
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i1.20530

Abstract

Tes merupakan instrumen yang digunakan untuk melakukan evaluasi pembelajaran kepada peserta didik sesuai dengan materi yang diajarkan. Instrumen tes yang digunakan pun harus diuji kualitasnya. Selaras dengan pernyataan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas instrumen soal latihan Penilaian Akhir Semster Ganjil (Latihan PAS Ganjil) kelas VIII SMPN 1 Bambanglipuro Bantul tahun 2020/2021 serta mendeskripsikan hasil analisis butir soal berkaitan dengan validitas, reliabilitas, IDB, ITK dan keberfungsian pengecoh. Validitas isi dilakukan dengan memberikan angket kepada sejawat berkaitan dengan kesesuaian soal dengan ksis-kisi soal. Reliabilitas dilakukan dengan melihat skor Alpha yang diperoleh dari program ITEMAN. Analisis Indeks Daya Beda (IDB), Indeks Tingkat Kesulitan (ITK) dan keberfungsian pengecoh dihitung berdasarkan skor yang diperoleh dari program ITEMAN. Terdapat tiga tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini. Tahap pertama yaitu memeroleh gambaran umum berkaitan dengan soal yang diujikan kepada peserta didik. Tahap kedua adalah pengumpulan data. Dalam tahapan ini dilakukan pengumpulan data dengan mendokumentasikan soal-soal yang diujikan oleh Guru kepada peserta didik. Tahap ketiga adalah pemeriksaan keabsahan data. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan terhadap butir-butir soal Latihan Penilaian Akhir Semester Ganjil (Latihan Akhir Semester Ganjil) dengan menganalisis validitas berdasarkan komentar teman sejawat dilanjutkan dengan menganalisis tingkat kesukaran, indeks daya beda, dan keberfungsian pengecoh. Masing-masing kriteria tersebut dihitung dengan menggunakan bantuan komputer melalui program Item and Test Analysis (ITEMAN). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 40 soal yang dianalisis validitas dan reliabilitasnya. Hasil validitas menujukkan seluruh soal yang dianalisis valid. Berkaitan dengan uji reliabilitas diperoleh skor Alpha 0.820 dengan kategori sangat tinggi. Analisis butir soal berkaitan dengan ITK, IDB dan distraktor dilihat dari skor yang diperoleh berdasarkan hasil analisis ITEMAN. Berdasarkan hasil analisis ITEMAN dapat diketahui bahwa analisis IDB menunjukkan 20 soal yang layak untuk diujikan, 4 butir soal dengan kategori sedang, 8 soal dengan kategori cukup, dan 8 soal dengan kategori gugur atau tidak layak untuk diujikan. Hasil analisis soal berkaitan dengan ITK, dapat disimpulkan bahwa terdapat 6 butir soal dengan kategori ITK sangat mudah, 17 butir soal dengan ITK mudah, 8 butir soal dengan Indeks tingkat kesulitan sedang, 9 soal dengan Indeks tingkat kesulitan sukar atau tinggi. Dari hasil analisis keberfungsian pengecoh, dapat disimpulkan bahwa terdapat 31 butir soal dengan keberfungsian pengecoh baik, 9 butir soal dengan memiliki pengecoh yang tidak berfungsi. Berdasarkan hasil analisis butir soal tersebut, soal-soal yang dianggap tidak layak, kemudian direvisi dan diperbaiki. Sehingga memeroleh soal yang berkualitas dan dapat mengukur tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran.
Representasi maskulinitas laki-laki dalam cerita rakyat nusantara Sugiarti, Sugiarti; Andalas, Eggy Fajar; Bhakti, Aditya Dwi Putra
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i1.18245

Abstract

Nusantara memiliki ratusan cerita rakyat yang tersebar dalam beragam etnis. Berbagai cerita rakyat tersebut diwariskan antargenerasi sebagai bentuk kekayaan budaya masyarakat. Meskipun begitu, cerita rakyat sebagai hasil konstruksi manusia mengandung nilai-nilai dan pandangan dunia yang dianggap ideal oleh masyarakat pemilik cerita. Hal ini salah satunya berkaitan dengan konstruksi maskulinitas. Penelitian ini berupaya mengetahui bagaimana representasi maskulinitas dalam Cerita Rakyat Nusantara. Penelitian ini bersifat tekstual dengan metode close reading. Teori yang digunakan untuk membentuk interpretasi adalah teori representasi Stuart Hall. Penelitian ini juga menggunakan konsep tujuh area maskulinitas milik Janet Saltzman Chafetz. Objek dari penelitian ini adalah 233 tokoh laki-laki dari 33 cerita rakyat yang dipilih secara purposive pada website ceritarakyatnusantara.com. Teknik Analisis data yang digunakan merupakan model analisis Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tujuh area maskulinitas Janet Saltzman Chafetz terepresentasikan di dalam Cerita Rakyat Nusantara. Maskulinitas di dalam Cerita Rakyat Nusantara direpresentasikan memiliki fisik yang kuat, gagah, dan tampan. Berkaitan dengan konsep maskulinitas fungsional, mayoritas direpresentasikan memiliki fungsional yang positif seperti penolong, bertanggung jawab, dan berperan sebagai tulang punggung keluarga. Konsep maskulinitas pada tokoh laki-laki berkaitan dengan agresi seksual secara jumlah direpresentasikan secara berimbang. Konsep maskulinitas emosi mayoritas merepresentasikan tokoh laki-laki sebagai tokoh yang pemarah. Konsep maskulinitas intelektual, mayoritas tokoh laki-laki direpresentasikan sebagai suatu hal yang positif seperti cerdik, cerdas, dan sakti. Tiga representasi maskulinitas interpersonal yang paling menonjol adalah bijaksana, baik hati, dan rendah hati. Terakhir, pada konsep maskulinitas karakter personal lainnya tergambarkan secara berimbang dari segi sifat positif dan negatifnya.
Tuturan yang berdampak hukum ditinjau dari elemen dan fungsi konteks kultural di media sosial Tik-Tok Indonesia Ardhianti, Mimas; Indayani, Indayani
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i1.19235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tuturan yang berdampak hukum ditinjau dari elemen dan fungsi kultural di media sosial Tik-Tok Indonesia. Sesuai dengan tujuan tersebut, penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dalam kerangka cyberpragmatic. Penelitian dilakukan di media sosial Tik-Tok Indonesia. Pengambilan data dilakukan melalui tahap-tahap atau langkah-langkah, yakni (1) mengumpulkan data berupa konten-konten di aplikasi Tik-Tok, (2) memilah teks yang terdapat bahasa yang berdampak hukum sesuai dengan data yang dibutuhkan seperti pencemaran nama baik, penghinaan, dan SARA, (3) menyeleksi data dengan berdasar pada fokus permasalahan yang sudah ditentukan, (4) melakukan penyandian terhadap konten-konten yang ada di aplikasi Tik-Tok, (5) mendeskripsikan konteks kultural pada bahasa yang berdampak hukum di Tik-Tok, dan (6) menyimpulkan konteks kultural pada bahasa yang berdampak hukum di Tik-Tok. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan teknik penganalisisan penelitian ini adalah analisis isi, dengan cara melakukan analisis konteks kultural pada teks di aplikasi Tik-Tok yang berdampak pada hukum. Temuan dari penelitian ini adalah adanya elemen konteks kultural yang muncul pergeseran apabila diterapkan untuk menganalisis tuturan dalam jaringan meliputi (1) situation, (2) partisipan, (3) ends, (4) addressee, (5) keys, (6) instruments, dan (7) genre. Sementara itu, fungsi konteks kultural yang muncul meliputi (1) fungsi konteks memberikan keterangan setting dan kondisi peserta tutur, (2) fungsi konteks memberikan keterangan atau informasi pengetahuan peserta tutur, (3) fungsi konteks memberikan keterangan atau informasi sebelum tuturan terjadi, dan (4) memiliki fungsi konteks memberikan informasi tambahan mengenai peserta tutur. Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat agar lebih memperhatikan penggunaan diksi yang digunakan dalam menulis maupun bertutur di media sosial. Bagi pendidikan bahasa Indonesia, penelitian ini dapat dijadikan sumbangsih dalam studi cyberpragmatics yang digunakan untuk mengaji permasalahan tuturan yang diduga berdampak hukum.

Page 2 of 2 | Total Record : 13