cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pelita Bangsa Pelestari Pancasila
Published by Universitas Riau
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue " Vol 13, No 1 (2018)" : 16 Documents clear
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER STRUCTURE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH HUKUM ACARA PERDATA PADA MAHASISWA PRODI PPKN FKIP UNIVERSITAS RIAU Zahirman, Zahirman; Haryono, Haryono; Separen, Separen
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to improve student results PPKn FKIP UR in the course of civil law, which is the subject of this research is the students of PPKn FKIP UR Semester III totaling 35 people composed of 11 men and 24 women. Process improvements in the research study will use a learning model Numbered Heads Together Structure to see its influence on learning outcomes. Activity faculty and students in the use of this model will be assessed by the observer.            Based on the results of the study showed that the activity of a lecturer in the first cycle with a score of 32 categories of "Perfect" and the increase in cycle II score of 36 in the category "very perfect". For students in the first cycle of activity score of 204 in the category "High" and the second cycle increased to 228 with the category of "very high". While the learning outcomes of students in the first cycle with the category of "Very High" as many as 7 people (20%) and "High" as many as 23 people (66%) increased in the second cycle category of "Very High" as many as 12 people (34%) and "High "as many as 17 people (49%). It can be concluded that the usage learning model Numbered Heads Together Structure can improve learning outcomes in subjects of Civil Law at the FKIP PPKn University of Riau.
PEMAHAMAN MAHASISWA TERHADAP NORMA DAN ETIKA SERTA APLIKASINYA DALAM KEHIDUPAN MUSLIM, MUSLIM
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Norms and ethics are formed because of the wide range of individual differences among students. As an individual creature, students have personality, interest, desire, life purpose which different from one another. In order, for all these differences do not lead to hostility, argument, disorder then be made to the rule or norm. The purpose of this research was to analyze the level of students comprehension of FKIP Bung Hatta University about the norms and ethics, describe about norms and ethics application of FKIP students in life, as well as to analyze the causes and consequences that arised when student of FKIP not comprehend about norms and ethics. This research is a descriptive exploratory research with a qualitative approach. Descriptive exploratory research served to see, know and reveal what their circumstances at the time of the research. This research was conducted of FKIP Bung Hatta University. The population of this research were all FKIP students majors are PING, PINDO, PPKn, PGSD, PTIK, P.Biologi, and PMAT where located on the second campus of the Bung Hatta University. This research concluded that students of FKIP Bung Hatta University in Padang generally has been comprehend about the norms and ethics at the college, which is 95.37% knew the rules, norms, ethics, morals are both in attitude and in the dress code. Students need to comprehend the rules of norms and ethics that apply on campus, because in that way become good campus atmosphere and quiet, could impact both on the study load of students are 86.11%, so, create a conducive atmosphere and was reached ideals them, can form a personality that is honest, polite, and noble that is 88.89%. Comprehension about the norms and ethics for student of FKIP need to know in depth and must be applied in life, due to the comprehension of the norms and ethics of the students will be better and will achieve his goal and his life will be a blessing and a devout and obedient to the existing rules and avoid wrong deed. In general, students have to apply the norms and ethics in their life that is 90.74% have to apply.
MEMBUMIKAN LITERASI SEKOLAH MENUJU PRESTASI YANG CEMERLANG DAN GEMILANG DI SMA NEGERI 4 PEKANBARU Nurhafni, Nurhafni
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya literasi yang tertanam pada diri peserta didik akan mempengaruhi tingkat keberhasilannya baik disekolah maupun dimasyarakat. Sekolah melakukan keiatan sosialisasi dan seminar sehari pada siswa dan guru sebagai peserta Gerakan Literasi Sekolah sekaligus sebagai launching  project. Seminar literasi ini dilaksanakan selama satu hari dengan mengundang pembicara dari pusat dan daerah. Workshop dilakukan untuk meningkatkan kemampuan literasi warga sekolah. Hasil yang akan dicapai melalui penumbuhan budaya literasi sekolah di SMA Negeri 4 Pekanbaru ini adalah Terwujudnya masyarakat sadar literasi yang ditunjukkan dengan meningkatnya budaya membaca dan menulis di kalangan pelajar maupun guru. Meningkatkan prestasi peserta didik melalui peningkatan wawasan dan ilmu pengetahuan akibat minat baca yang tinggi.
PERAN P2TP2A DALAM PENDAMPINGAN ANAK-ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL BERMASALAH SOSIAL DI SIJUNJUNG KOSASSY, SITI OSA
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud mengkaji peran Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) dalam pendampingan anak-anak korban kekerasan seksual bermasalah sosial di Kabupaten Sijunjung. Tujuan penelitian yang penulis lakukan adalah: (1) untuk mengetahui bagaimana peran P2TP2A dalam menangani kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Sijunjung; dan (2) untuk mengetahui bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi P2TP2A dalam pendampingan anak-anak korban kekerasan seksual bermasalah sosial di Kabupaten Sijunjung. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan mempergunakan metode deskripsi dengan pendekatan kualitatif, dan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Melalui penelitian, diketahui bahwa pendampingan anak korban kekerasan di P2TP2A adalah pendampingan medis, psikologis dan yuridis. Pendampingan dilakukan dengan cara home visit setelah mendapatkan laporan dari pihak-pihak baik kepolisian, masyarakat maupun keluarga mengenai kasus kekerasan yang dialami anak di suatu tempat. Melalui penelitian, diketahui pula bahwa ada faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi P2TP2A dalam pendampingan anak-anak korban kekerasan seksual bermasalah sosial di Kabupaten Sijunjung. Dari hasil penelitian ini, ada beberapa saran yang peneliti ajukan, yaitu: perlu ditingkatkan lagi fasilitas kegiatan pendampingan, perlu adanya penambahan pendamping, dan agar lebih dewasa dalam menyikapi tingkah laku anak.
JASA ORANG LAUT DAN ORANG-ORANG ASLI DALAM KEMUNCULAN DAN PERKEMBANGAN PERADABAN KERAJAAN MELAYU RIAU Haryono, Haryono
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Kerajaan dibumi lancing kuning berjumlah 29 Kerajaan/ Kesultanan (Yose Rizal, 2018). Dalam kajian ini ditulis 5 Kerajaan yang melahirkan jasa para tokoh dan Masyarakat Orang – Orang Asli, diantaranya jasa Orang Laut, jasa Orang Talang Mamak, jasa Orang Petalangan, jasa Orang Sakai, jasa Orang Bonai, jasa Orang Akit, jasa Orang Anak Rawa serta jasa Orang Hutan/ Suku Asli. Jasa ini semua dimulai sejak awal berdiri masa kejayaan sampai redup atau hilangnya kerajaan-kerajaan melayu di Riau tersebut, yaitu Kerajaan Indragiri, Kerajaan Siak Sri Inderapura, Kerajaan Pelalawan, Kerajaan Kunto Darussalam, Kerajaan Gasib. Hasil kajian ini menemukan kesimpulan terbaru yang menyatakan bahwa (1).Tidak mungkin ada kerajaan Indragiri jika Orang laut tidak bersedia mengantar Nara Singa II sampai di tanah kerajaan leluhurnya. (2).Tidak mungkin ada kerajaan Siak Sri Inderapura jika Orang Laut tidak menyelamatkan Raja Kecik dimasa kecilnya. (3).Tidak akan lengkap prosesi penabalan sultan Indragiri jika Orang Talang Mamak tidak bersedia menjalankan prosesi pengukuhan sampai pada junjung duli. (4).Tidak akan ada perlawanan terhadap belanda jika Orang Petalangan menolak membantu Sultan Assyaidis Syarif Ali Tengku Sentol melawan belanda. (5).Tidak akan terpungut pajak jika Orang Sakai tidak bersedia memungut pajak didaratan. (6).Tidak akan ada perlawanan Sultan Syarif Kasim II terhadap belanda tanpa bantuan Orang Akit dan Sikoyan sebagai tokoh sentralnya. (7).Tidak akan ada yang memungut pajak disepanjang sungai jantan jika Orang Anak Rawa tidak bersedia memungutnya. (8).Tidak akan ada penjaga wilayah Kunto Darusalam jika Orang Bonai tidak ingin bekerjasama. (9).Tidak akan ada orang pada masa kerajaan gasib yang berani membuka tanah maupun hutan untuk mendirikan kerajaan tanpa ada izin dari Orang Hutan/ Suku Asli.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG KONSEP HAK ANAK DI RUMAH DAN DI SEKOLAH DENGAN MEDIA GAMBAR KELAS I SD NEGERI 138 PEKANBARU DELILAWATI, DELILAWATI
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan pemahaman pada siswa kelas I SD Negeri 138 Pekanbaru tentang konsep hak dan kewajiban seorang anak dengan menggunakan media kartu gambar. Variabel yang menjadi sasaran perubahan dalam penelitian ini adalah kemampuan pemahaman anak, sedangkan variabel tindakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah media kartu gambar. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas sebanyak 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Sebagai teknik sampling adalah siswa kelas I/b SD Negeri 138 Pekanbaru yang berjumlah 37 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, pencatatan arsip, dokumentasi, tes dan perekaman. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang mempunyai tiga buah komponen yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan kemampuan pemahaman setelah diadakan tindakan kelas dengan menggunakan media kartu gambar. Hal itu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya kemampuan siswa dari sebelum dan sesudah tindakan. Peningkatan kemampuan berhitung tersebut dapat dibuktikan dengan meningkatnya nilai kemampuan pemahaman siswa pada setiap siklusnya, yaitu: pra siklus rata-rata 68,42 atau 35,13%, sedangkan siklus I ketuntasan siswa rata-rata 74,47 atau 62,16%. Pada tindakan siklus II ketuntasan siswa yang diperoleh adalah rata-rata 78,42 atau 83,78%. Dengan demikian dapat diajukan suatu rekomendasi bahwa pembelajaran hak dan kewajiban anak di rumah dan di sekolah dengan media kartu gambar dapat meningkatkan kemampuan pada siswa kelas I SD Negeri 138 Pekanbaru.
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PENCURIAN IKAN DI WILAYAH PERAIRAN KABUPATEN PESISIR SELATAN ARIZAL, HENDRIKO
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perikanan adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran yang dilaksanakan dalam suatu bisnis perikanan (Pasal 1 Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keseriusan pemerintah dalam menangani dan melakukan penindakan terhadap pelaku tindak pidana pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia pada umumnya dan wilayah perairan Sumatera Barat yang terfokus di Kabupaten Pesisir Selatan khususnya. Tujuan jangka panjang dari penelitian ini adalah untuk menjaga kelestarian serta pemanfaatan sumber daya perikanan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penegakan hukum terhadap tindak pidana pencurian ikan serta menganalisis kendala-kendala dalam melakukan penegakan hukum di wilayah perairan Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumen, wawancara dan pengamatan. Data dianalisis dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan penegakan hukum tindak pidana perikanan dalam pelaksanaannya belum berjalan dengan baik serta belum terselesaikannya kendala-kendala di dalam penegakan hukum tindak pidana perikanan di wilayah Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Pesisir Selatan.
NILAI-NILAI PANCASILA DALAM TRADISI PACU JALUR KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Supentri, Supentri
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalur adalah tradisi masyarakat Kuantan Singingi yang sudah ada dari zaman dahulu sebagai alat transportasi, selain dari alat transfortasi pacu jalur juga mengandung banyak nilai, yaitu nilai adaptasi, nilai kedekatan dengan alam, nilai ekonomi, nilai seni, nilai social, nilai pariwisata begitu juga dengan nilai pancasila. Adapun nilai-nilai pancasila tersebut yaitu nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai permusyawaratan, dan nilai keadilan sosial. nilai pancasila yang paling dominan didalam tradisi pacu jalur yaitu nilai persatuan. Nilai persatuan yang terdapat dalam tradisi pacu jalur, mulai dari proses perencanaan pencarian kayu jalur sampai kepada pelaksanaan pacu jalur tersebut.
PENGARUH PENGGUNAAN GADGET TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL PARA SISWA SMA ANGGRAENI, AISYAH; HENDRIZAL, HENDRIZAL
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud untuk meneliti seberapa besar pengaruh gadget terhadap kehidupan sosial siswa kelas XI SMA Negeri 1 Padang. Di era perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi, gadget sudah berkembang dengan pesat. Gadget saat ini tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga dapat dipergunakan sebagai multimedia dan salah satunya bisa dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Penelitian ini dilakukan dengan metode berupa menyebarkan angket, sehingga dapat diketahui seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan dari penggunaan gadget bagi para siswa. Sekitar 80% siswa tidak mengabaikan lingkungan sosial sekitarnya, walaupun mereka sedang menggunakan gadget. Hal ini bisa disimpulkan bahwa masih banyak siswa SMA yang masih peduli dengan keadaan sekitar. Namun para pelajar saat ini banyak yang kurang memahami bagaimana dan kapan gadget digunakan dengan semestinya. Diperlukan pembatasan serta arahan dari dalam diri masing-masing selama menggunakan gadget.
ISU-ISU STRATEGIS DALAM PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS IRWANDI, IRWANDI
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There are actual issues in education in Indonesia nationally. These issues include cha-racter education, National Examination, curriculum changing, teachers’ competency inwritingscientific papers, educational infrastructure, and education management. The issues on character education are more emphasized on strategies for character education to be right on target. While the issue of National Exam focuses on the essence of implementation. The last three issues relate to the urgency of teachers’ scientific work, instructional media, and the arrangement of recruitment, career development, and teacher supervision system. All the above national education issues have implications for learning English as a foreign language in Indonesia. This article discusses issues of national education and its implications for learning English in foreign languages in Indonesia.

Page 1 of 2 | Total Record : 16