cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertambangan
ISSN : 24424234     EISSN : 29863910     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2016)" : 16 Documents clear
PERHITUNGAN TINGKAT AKURASI ESTIMASI SUMBERDAYA BATUANDESIT DI PT. AGUNG BARA CEMERLANG, DESA KALIREJO, KECAMATAN KOKAP, KABUPATEN KULON PROGO, YOGYAKARTA Adnan Danar Wijaya; Eddy Winarno; Wawong Dwi Ratminah
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v2i1.1669

Abstract

The rapid development in DIY led to demand for raw materials for construction generally andesite increases. Construction of the airport in Kulon Progo be one influence. Kulon Progo especially Dusun Plampang II, Desa Kalirejo, District Samigaluh have excavated material that has enough potential to be utilized. IUP PT. Agung Bara Cemerlang is located at 110o4’9.23”BT – 110o4’9.21”BT and 7o 48’55.33”LS – 7o 49’ 7.05”LS. In order to maximize the resource potential of minerals andesite at the IUP PT. Agung Bara Cemerlang, is necessary to study the resource potential of minerals andesite. Andesite resource potential in the study area was calculated using the method of Cross Section with guidelines Rule of Nearest Point. In making the cross-section, calculations are performed using incisions every 100m, 50m, 20m, 10m and 5m. From the results of these calculations can be concluded incision closer the distance, the greater the resource calculation results. Distance incision is considered the most optimal is at a distance of 10m with a volume of 126.486.567,0774 m3 , % error of 0.7209% and accuracy of 99.2791% on incisions west to east and volume of 126.920.513,7929 m3 , % error of 0.4529% and accuracy of 99.5471% on incisions north to south.Keyword: potential, accuracy, cross section, error ABSTRAKPesatnya perkembangan pembangunan di DIY menyebabkan permintaan bahan baku konstruksi umumnya batuandesit meningkat. Pembangunan Bandar Udara di Kabupaten Kulon Progo menjadi salah satu pengaruhnya. Kabupaten Kulon Progo khususnya Dusun Plampang II, Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap memiliki bahan galian yang cukup potensial untuk di manfaatkan. Dusun Manggis terletak pada 110o4’9.23”BT – 110o4’9.21”BT dan 7o 48’55.33”LS – 7o 49’ 7.05”LS. Dalam rangka memaksimalkan potensi Sumberdaya bahan galian andesit di IUP PT. Agung Bara Cemerlang, diperlukan adanya penelitian potensi Sumberdaya bahan galian andesit. Potensi Sumberdaya andesit di daerah penelitian dihitung menggunakan metode Cross Section dengan pedoman Rule of Nearest Point. Dalam pembuatan penampang, perhitungan dilakukan menggunakan sayatan tiap 100m, 50m, 20m, 10m dan 5m. Dari hasil perhitungan tersebut didapat kesimpulan semakin rapat jarak sayatan, maka semakin kecil hasil perhitungan Sumberdaya. Jarak sayatan yang dianggap paling optimal adalah pada jarak 10 m dengan volume sebesar 126.486.567,0774 m3 dengan % kesalahan sebesar 0.7209 %  mempunyai akurasi sebesar 99.2791 % pada sayatan Barat ke Timur, dan volume sebesar 126.920.513,7929 m3 dengan % kesalahan sebesar 0.4529 %  mempunyai akurasi sebesar 99.5471 % pada sayatan Utara ke Selatan.Kata kunci: potensi, akurasi, cross section, kesalahan
KAJIAN TEKNIS UNIT PEREMUKAN UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI BATU ANDESIT DI PT. BATU KALI WELANG AMPUH, KECAMATAN KEJAYAN, KABUPATEN PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR Fahrul Indrajaya; Arlindo Alves Mendonca
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Teknologi Pertambangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The target of the production of PT. Batu Kali Welang Ampuh at andesit processing (plant 1) at Kedemungan Village, Kejayan Sub District, Pasuruan Regency is 700 tonnese / day. Meanwhile, the result of the production today is only 471, 68 tonnes / day. From today production result, there are still many lacks that must be fulfilled to reach production target that is 700 tonnes / day, therefore there muct improvement offorts such as fixing of crushing tools operation that is fixing bait size, total of bait, production blocking time and belt conveyor.Crushing unit being used today is single toggle with Sagatakeo Nakayama trademark which working efficiency 33,43 % and its production is 437,40 tonnes / day, and after there is fixing at blacking time, its working efficiency becomes 57,33 % and its production becomes 811,85 tonnes / day. The counting of production at belt conveyor is counted at BC – 10 with size 1/2 cm, BC – 11 which size is 1/1 cm, BC – 12 which size is 0,5 / 10 cm, and BC – 13 which size is 0,5 cm and production of each today is 131,92 tonnes / day, 122,46 tonnes / day, 117,32 tonnes / day, 99,98 tonnes / day with total 471,68 tonnes / day. After there is a fixing, each production becomes 209,10 tonnes / day, 195, 89 tonnes / day, 184,35 tonnes / day, 184,35 tonnes / day and 111,05 tonnes / day which total is 700,39 tonnes / day. Based on the fixing that performed at bait at the crushing unit and blocking time at PT. Batu Kali Welang Ampuh, then its production target that is 700 tonnes / day will be reached.Kaywords  :  ABSTRAKSasaran produksi yang diinginkan di PT. Batu Kali Welang Ampuh pada pengolahan andesit (plant I) di Desa Kedemungan Kecamatan Kejayan Kabupaten Pasuruan adalah 700 ton/hari. Sementara hasil produksi pada saat ini baru mencapai 471,68 ton/hari. Dari hasil produksi saat ini, masih banyak kekurangan yang harus dipenuhi untuk memenuhi target produksi yang diinginkan yaitu sebesar 700 ton/hari maka harus dilakukan upaya perbaikan – perbaikan yaitu perbaikan pada operasi alat peremukan yang mana memperbaiki ukuran umpan, jumlah umapan, waktu hambatan produksi dan belt conveyor.Unit peremuk yang digunakan saat ini adalah single toggle merk Sagatakeo Nakayama dengan efisiensi kerjanya 33,43% produksinya 473,40 ton/hari setelah dilakukan perbaikan pada waktu hambatan maka efisiensi kerjanya menjadi 57,33% produksinya 811,85 ton/hari. Perhitungan produksi pada belt conveyor di hitung pada BC – 10 dengan ukuran 1/2 cm, BC – 11 dengan ukuran 1/1 cm, BC – 12 dengan ukuran 0,5/10 cm  dan BC – 13 dengan ukuran 0.5 dengan produksi masing – masing saat ini yaitu 131,92 ton/hari, 122,46 ton/hari, 117,32 ton/hari, 99,98 ton/hari dengan jumlah 471,68 ton/hari. Setelah dilakukan perbaikan maka produksi masing – masing menjadi 209,10 ton/hari, 195,89 ton/hari, 184,35 ton/hari dan 111,05 ton/hari dengan jumlahnya 700,39 ton/hari. Berdasarkan perbaikan - perbaikan yang dilakukan pada umpan pada unit peremuk dan waktu hambatan di PT. Batu Kali Welang Ampuh maka target produksi 700 ton/hari dapat tercapai.Kata Kunci :  Peningkatan Produksi Batu Andesit pada Unit Peremukan.
KAJIAN TEKNIS PRODUKSI ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT DI KUARI BATUGAMPING PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. TUBAN, PROVINSI JAWA TIMUR Inmarlinianto Inmarlinianto; Mochamad Irfan Kurniawan; Winda Winda
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Teknologi Pertambangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Pabrik Tuban merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang industri semen yang berlokasi di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur Penelitian ini dilakukan dari tanggal 3 November 2014 sampai 28November 2014. Kegiatan operasi tambang dilaksanakan oleh anak usaha dari PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk, yaitu PT. United Tractors Semen Gresik (PT. UTSG). Dengan luas daerah penambangan menurut Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) Nomor 188.45/1155.IUP/KPOTS/414.058/2012 tanggal 27 Maret 2012, luas daerah penambangannya adalah 797,4379 Ha. PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. mempunyai kemampuan produksi semen sebesar 1.425.000 ton/bulan yang dihasilkan dari 4 unit kiln untuk memproduksi semen, dengan komposisi kebutuhan bahan baku pembuatan semen pada kilen terdiri dari 88% batugamping, 8% tanah liat, 4% pasir silika dan pasir besi. Sehingga target produksi batugamping pada bulan November 2014 sebesar 1.254.000 ton yang didistribusikan ke 4 unit kiln. Setiap 1 unit kiln mempunyai target produksi yang harus dipenuhi sebesar 313.500 ton. Produksi aktual alat muat dan alat angkut saat ini sebesar 265.388 ton/bulan, maka masih terdapat kekurangan produksi sebesar 48.112 ton/bulan. Tidak tercapainya target yang diinginkan dikarenakan banyak waktu kerja yang terbuang. Dalam kegiatan penambangan batugamping menggunakan alat muat 1 unit Excavator Komatsu PC750 dan 4 unit Excavator Komatsu PC400 dan alat angkut 15 unit Dump Truck Scania P380 dan 10unit Dump Truck Nissan CWB 520 HDN. Untuk memenuhi kebutuhan batugamping 1 unit kiln dibutuhkan minimal 5 front kerja, dimana kombinasi alat muat dan alat angkut tiap front penambangan terdiri dari 1 unit alat muat dan 5 unit alat angkut. Dengan pembagian waktu kerja menjadi 2 shift, tiap shift memiliki waktu kerja efektif 7 jam. Upaya untuk mencapai target yang ditetapkan dapat dilakukan dengan meningkatkan waktu kerja efektif. Besarnya efisiensi kerja setelah dilakukan peningkatan waktu kerja efektif untuk PC750 dari 61,88% meningkat menjadi 68,93%, untuk PC 400 dari 62,92% meningkat menjadi 69,52%, Sehingga kemampuan produksi alat meningkat untuk PC 750 dari 85.467 ton/bulan meningkat menjadi 106.057ton/bulan, untuk PC 400 dari 54.721,36 ton/bulan meningkat menjadi 66.817,86 ton/bulan. Sehingga total produksinya dari 304.352 ton/bulan meningkat menjadi 373.328 ton/bulan. Sedangkan untuk alat angkut juga mengalami peningkatan setelah dilakukan perbaikan waktu kerja efektif. Scania P380 dari 62,74% meningkat menjadi 70,60%, untuk Nissan CWB dari 65,12% meningkat menjadi 71,19%. Sehingga total produksinya juga mengalami peningkatan dari 273.302 ton/bulan meningkat menjadi 338.720 ton/bulan. Peningkatan waktu kerja efektif ini dapat mencapai target produksi yang ditetapkan oleh perusahaan.
KAJIAN UNIT UNIT PEREMUK BATU ANDESIT UNTUK KEBUTUHAN ASHPALT MIX DI PT. DELTAMARGA ADYATAMA BASECAMP KUDUS JAWA TENGAH Novel Holda Irawan; Dwi Poetranto WA; Indah Setyowati
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Teknologi Pertambangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study evaluated the technical and economic problems that arise because of the production capacity of crusher plant are still far from the expected target capacity is equal to 200 tons / day. From the results of the study found that the production of the crusher unit 120.47 tons / day or 17.21 tons / hour, with a size of 12.5 mm -19 + 10.53 tons / hour or 56.43%, the size -12 , 5 + 5 mm of 3.83 tons / hour or 20.52% and -5 mm size (gray stone) 2,85 ton / hour or 15.27%. Total crusher unit production costs to produce one ton of crushed stone products is Rp. 165 410, - / ton. After the improvements gained increased production crusher unit became 241.36 ton / day or 34.48 tons / hour, with a product size  of   -19 + 12.5 mm  to  21.67 tons / hour  or  61.91%,  -12 fraction, 5 + 5mm be 8.65 tons / hour or 24.71%, and the fraction of -5 mm (stone dust) amounted to 4.16 tons / hour or 13.38%. Total crusher unit production costs to produce one ton of crushed stone products after experiencing improved to Rp. 81,525, - / ton. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji masalah secara teknis dan ekonomi yang muncul karena kapasitas produksi unit peremuk masih jauh dari kapasitas target yang diharapkan yaitu sebesar 200 ton/hari. Dari hasil kajian ditemukan bahwa hasil produksi dari unit peremuk yakni 120,47 ton/hari  atau  17,21 ton/jam,  dengan  ukuran   -19 + 12,5  mm  sebesar 10,53  ton/jam   atau   56,43 %,   ukuran   -12,5 + 5 mm  sebesar  3,83 ton/jam atau 20,52 % serta ukuran -5 mm (abu batu) sebesar 2,85 ton/jam atau 15,27 %.  Biaya produksi unit peremuk total untuk memproduksi satu ton produk batu pecah adalah sebesar Rp. 165.410,-/ton.  Setelah perbaikan diperoleh peningkatan hasil produksi unit peremuk  menjadi  241,36 ton/hari atau  34,48 ton/jam,  dengan produk  ukuran  -19 + 12,5 mm menjadi 21,67 ton/jam atau 61,91 %, fraksi -12,5 + 5 mm menjadi  8,65 ton/jam atau 24,71 %, serta fraksi -5 mm (abu batu) sebesar 4,16 ton/jam atau 13,38%. Biaya produksi unit peremuk total untuk memproduksi satu ton produk batu pecah setelah mengalami perbaikan menjadi Rp. 81.525,-/ton.
ANALISIS KETIDAKSTABILAN LERENG PADA QUARRY TANAH LIAT MLIWANG BARAT BLOK I3 PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk, TUBAN, JAWA TIMUR Bartolomeus Windyaldi Saksono; Sudarsono Sudarsono; Singgih Saptono; Barlian Dwinagara
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Teknologi Pertambangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk, terletak di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Penelitian dilakukan pada penambangan lereng lempung Mliwang Blok I3. Metode penambangan yang digunakan pada tambang Mliwang Blok I3 adalah metode quarry. Analisis dilakukan karena adanya longsor yang terjadi pada lereng di daerah Mliwang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan longsoran yang terjadi di Mliwang, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya ketidakstabilan lereng, dan memberikan rekomendasi dan usulan teknik yang berguna untuk mengantisipasi terjadinya longsor.Analisis ketidakstabilan lereng dilakukan menggunakan metode Bishop Simplified. Data masukan yang digunakan berupa kohesi, sudut gesek dalam, dan bobot isi yang diperoleh dari pengujian sampel tanab di Laboratorium Mekanika Tanah. Penentuan faktor keamanan minimum menggunakan pedoman Departemen Pekerjaan Umum yaitu >1,35 untuk lereng tunggal serta >1,5 untuk lereng keseluruhan.Analisis dilakukan terhadap lereng aktual. Berdasarkan nilai FKnya ditemukan ketidakstabilan lereng tunggal pada jenis material lempung A pada kondisi jenuh yaitu 1,12. Sedangkan pada lereng keseluruhan nilai FKnya juga belum aman yaitu 1,307 pada kondisi kering dan 0,527 pada kondisi jenuh.Hasil analisis menyimpulkan lonsgoroan yang terjadi adalah longsoran busur. Faktor-faktor penyebab ketidakstabilan lereng adalah faktor geometri lereng dan kadar air yang tinggi pada lereng. Lereng harus diperbaiki geometrinya dan dilakukan penanganan terhadap kadar air pada lereng.Rekomendasi lereng yang aman untuk lereng keseluruhan didapatkan pada geometri lereng dengan tinggi 3 meter, lebar 3 meter, sudut kemiringan 15° pada lereng tunggal, dan sudut kemiringan 12° pada lereng keseluruhan.  Sedangkan untuk Penanganan yang dilakukan dengan pembuatan horizontal drain hole dan dipasangkan pipa penyaliran lalu dialirkan pada (trenching) atau saluran air yang telah dibuat. Agar lereng lebih stabil dan kuat dilakukan penanaman dan pembuatan teras bangku untuk mengurangi erosi pada lereng.Kata kunci: Analisis Ketidakstabilan Lereng, Quarry, Lempung 
KAJIAN TEKNIS OPTIMALISASI ALAT ANGKUT TERHADAP ALAT MUAT BERDASARKAN TARGET PRODUKSI PADA PT NEWMONT NUSA TENGGARA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Alrianda Marta Putra Aditya; Priyo Widodo; Sudaryanto Sudaryanto
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Teknologi Pertambangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hauling was one of the essential activity that we do in mining activity. Hauling activity was intend to haul any kind of material from mining activity. Material that will be hauled from Batu Hijau mining was divided into, waste material ( material that doesn’t make profit for company), stockpile material (material that make profit for company but the quality not as good as ROM grade so the its main task only to add the ROM grade if the target not reached just by the ROM grade, stockpile material was divide into 3, low grade, medium grade, and high grade), and the last but not least was the ROM grade (the most profitable material the mine contain with the greatest quality).The haul equipment that was used in Batu Hijau mine was CAT haul truck type 793C and 793D, and to know how much unit that company need for mining activity in every months there was so much way, and one of it was by matching with target production. In PT. NNT for haul truck unit calculation the company used was the availability of the unit itself, which is actually not really effective to determine how much unit that was needed on that month, because of that, hope this paper can give a new method for consideration that company can used in the future for truck calculation with target production calculation that require the cycle time of the haul truck itself. This paper was targeted to optimalize  the number of truck that needed on that month with its actual cycle time.keywords : hauling, cycle time, target production. ABSTRAKKegiatan pengangkutan merupakan salah satu kegiatan yang penting adanya dalam suatu penambangan. Kegiatan pengangkutan bertujuan untuk membawa segala jenis material baik inpit maupun expit ke lokasi berikutnya yang telah direncanakan. Material yang diangkut pada penambangan Batu Hijau dibagi menjadi berbagai macam yaitu, material waste (material yang tidak menguntungkan untuk di tambang), material stockpile (material yang cukup berharhga yang berguna untuk menambahkan saat kebutuhan akan ROM grade kurang dari target produksi, material stockpile dibagi lagi menjadi 3 grade yaitu low grade, medium grade, dan high grade.), lalu yang terakhir adalah ROM grade(Material yang berharga paling tinggi dengan kualitas paling baik). Alat yang digunakan untuk pengangkutan di penambangan Batu Hijau adalah haul truck tipe CAT 793C dan CAT 793D, dan untuk mengetahui jumlah alat angkut optimal yang akan digunakan dalam penambang tersebut pada setiap bulannya terdapat banyak cara salah satunya adalah dengan membandingkan dengan target produksi yang dimiliki oleh perusahaan. Di PT. NNT penentuan jumlah alat angkut yang akan digunakan adalah dengan menyesuaikan ketersediaan alat yang ada di lapangan,  yang menyebabkan jumlah alat angkut yang digunakan tidak optimal, oleh karena itu skripsi ini diharapkan memberikan pandangan baru dalam penentuan jumlah tersebut dengan menggunakan perbandingan target produksi yang berhubungan dengan waktu dari cycle time alat muat dan alat angkut. Tujuan dilakukannya perhitungan alat ini adalah agar didapat jumlah alat angkut yang optimal yang beroprasi pada setiap bulannya berdasarkan perhitungan cycle time actual yang ada di lapangan.Kata Kunci : Kegiatan Pengangkutan, Cycle Time, Target Produksi.
RENCANA TEKNIS REKLAMASI PADA LAHAN BEKAS PENAMBANGAN BATUGAMPING DI KUARI TEMANDANG PT. SEMEN INDONESIA (Persero) Tbk. PABRIK TUBAN, JAWA TIMUR Benny Dian Nugroho; Dyah Probowati; Raden Hariyanto; Peter Eka Rosadi
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Teknologi Pertambangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The location of the study  is mining of limestone situated in PT Semen Indonesia ( Persero ) Tbk in Temandang, Pongpongan , District Merakurak , and Sumber Arum , District Kerek , Tuban , East Java .Geographically mining site located at coordinates 06051'49,2 " LS - 06053'43,8 " LS and 111053'5,4 " BT - 111055'41,4 " BT . The mining Pong-pongan pit use open pit methods, where the mining method will leave some basins caused by mining activities. The effort to control the negative impacts of this mining is by conducting reclamation towards the land after mining of limestone.The purpose of this study is planning reclamation of the land after mining of limestone in PT. Semen Indonesia ( Persero ) Tbk to run properly .The surface area of pit Pongongan is 129,900 m2. Material on topsoil (top soil) provided is 32.475m3. The topsoil needed for reclamation activities on area with12.99 hectares is 4.655m3.Because there is only little topsoil provided, then we have chosen the arrangement system of top soil that require only little topsoil provided, those are the system of pot/planting hole, with the number of pot 1.667 for every 1 hectares with the dimension of pot 60x60x60 cm. With a planting space of 2m x 3m and the vegetation used for reforestation activities are hardwood tree or teak and mahogany. The time needed for making holes with an area of 12.99 hectares is 18 days with human labor.Keywords : Limestone, Rclamation, Quarry, RevegationABSTRAKLokasi penelitian, Penambangan batugamping terletak di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Desa Temandang,Pongpongan, Kecamatan Merakurak, dan Desa Sumber Arum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Secara geogarfis lokasi penambangan berada pada koordinat 06051’49,2”LS - 06053’43,8”LS dan 111053’5,4”BT - 111055’41,4”BT. Penambangan di pit Pongpongan menggunakan metode tambang terbuka, dimana metode penambangan ini akan meninggalkan cekungan-cekungan yang diakibatkan dari kegiatan penambangan. Upaya pengendalian dampak negatif penambangan ini dengan melakukan kegiatan reklamasi, terhadap lahan bekas penambangan batugamping.Tujuan dari penelitian ini adalah merencanakan reklamasi pada lahan bekas penambangan batugamping di PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk agar berjalan dengan baik..Luas pit Pongongan adalah 129,900  m2 .  Material tanah pucuk (top soil) yang tersedia sebanyak 32.475 . Tanah pucuk yang dibutuhkan untuk kegiatan reklamasi dengan luas lahan 12,99 Ha adalah 4.655 . Karena tanah pucuk yang tersedia sedikit, maka dipilih sistem penataan tanah pucuk yang paling sedikit membutuhkan tanah pucuk yaitu sistem pot/lubang tanam, dengan jumlah pot 1.667 untuk setiap 1 Ha  dan dimensi pot 60x60x60 cm. Dengan jarak penanaman 2 m x 3m . Dan vegetasi yang digunakan untuk kegiatan revegetasi adalah tanaman jati dan mahoni. Waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan lubang dengan luas 12,99 Ha dengan tenaga manusia adalah 18 hari, dan waktu keseluruhan yang dibutuhkan untuk kegiatan pengisian dan penanaman lubang pot dengan tenaga manusia adalah 31 hari.Kata kunci: Batugamping, Reklamasi, Kuari, Revegtasi
KAJIAN TINGKAT BAHAYA EROSI TERHADAP TEKNIK PENATAAN LAHAN PADA LERENG REKLAMASI DI DAERAH TIMBUNAN TONGOLOKA PT. NEWMONT NUSA TENGGARA KECAMATAN SEKONGKANG KAB. SUMBAWA BARAT PROV. NUSA TENGGARA BARAT Eriani Dwi Rahmawati; Gunawan Nusanto; Bambang Wisaksono
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v2i1.1666

Abstract

Kegiatan reklamasi di PT. Newmont Nusa Tenggara melakukan kegiatan reklamasi pada daerah timbunan batuan penutup dengan membentuk lahan reklamasi menjadi sebuah lereng dengan panjang ± 60 meter. Bentuk lereng seperti itu dapat menimbulkan erosi yang besar karena pada lereng tidak terdapat penahan laju erosi.Hasil perhitungan Tingkat Bahaya Erosi (TBE) pada beberapa lereng hasil reklamasi dan lereng menunjukkan hasil sebagai berikut :Lereng 1 tahun 2012 - sebesar 36,93 ton/ha/th termasuk erosi ringanLereng 2 tahun 2013 – sebesar 2.216,12 ton/ha/th termasuk erosi sangat beratLereng 3 tahun 2013 – sebesar 2.011,28 ton/ha/th termasuk erosi sangat beratLereng 4 tahun  2014 – sebesar 2.364,4 ton/ha/th termasuk erosi sangat beratLereng 5 tahun 2014 – sebesar 1.723,75 ton/ha/th termasuk erosi sangat beratLereng 6 tahun 2015 – sebesar 6.796,17 ton/ha/th termasuk erosi sangat beratEnergy break – sebesar 1.040,62 termasuk erosi sangat beratHasil perhitungan TBE yang didapat sangat besar yang dapat memicu terjadinya longsor. Dengan demikian teknik penataan lahan perlu dibenahi agar dapat mengurangi erosi yang terjadi. Teras bangku direkomendasikan untuk digunakan karena memiliki jenjang untuk menangkap sedimen yang sangat membantu dalam pencegahan erosi. Hasil perhitungan Tingkat Bahaya Erosi setelah konservasi sebagai berikut :Lereng tahun 2012 – sebesar 0,67 ton/ha/th termasuk erosi sangat ringanLereng tahun 2013 sampai dengan tahun 2014 – sebesar 40,1 ton/ha/th termasuk erosi ringanLereng tahun 2015 – sebesar 133,67 ton/ha/th termasuk erosi sedang
RANCANGAN TEKNIS PENAMBANGAN BATUANDESIT DI CV. HANDIKA KARYA KABUPATEN KULON PROGO DIY Juni Triyono; Waterman Sulistyana; Untung Sukamto; Suyono Suyono
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Teknologi Pertambangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. Handika Karya is one of the mining companies of andesite quarry, located in the Hargorejo village and Kalirejo village, Kokap, Kulon Progo, Special Region of Yogyakarta. CV. Handika Karya has a production plan from the first until the seventh year of andesite 120.000 bcm/year or 330.000 tones/year. CV. Handika Karya has 63,72 hectares of IUP area.The identified problem of this research is CV. Handika Karya needs a mine design for andesite mining production plan. The problem-solving method is done by processing secondary data which is processing topographic map to build the mine design and to estimate the andesite reserve.Based on pit bottom limit plan and ultimate quarry slope, it is found that the reserve is 4,719,612 bcm or 12,978,933 tons. Mining slope geometry of bench high is 5 m, bench width is 5 m, single slope is 90o, and overall slope is 48o. The width of the straight road is 7 m, the width of the curved road is 11 m, the value of the minimum corner road radius is 6 m, cross slope 30 mm/m, super elevation is 0.44 m of the curved road width and 10% maximum grade of hauling road. The obtained result of andesite production scheduling in the study area is 337,040 tons on the first year, 337,145 tons on the second year, 336,970 tons on the third year, 337,185 tons on the fourth year, 336,918 tons on the fifth year, 337,078 tons on the sixth year, and 336,893 tons on the seventh year. There is no addition of the unit of the loader in the need of mechanical equipment for mining activities, whereas the unit of the haulers has increased. This happened due to the effectiveness of work equipment decreases in every year. Mine equipment that is used in CV. Handika Karya are Excavator CAT 336D loader for 1 unit and DT Mitsubishi Colt diesel hd 125ps haulers for 27 units.Keywords : andesite, estimate,desain, mechanical utility ABSTRAKCV. Handika Karya merupakan salah satu perusahaan yang melakukan penambangan batuandesit terletak di Desa Hargorejo dan Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. CV. Handika Karya mempunyai rencana produksi penambangan tahun pertama hingga tahun ketujuh sebesar 120.000 bcm atau 330.000 ton per tahun. Luas IUP Opersai Produksi adalah 63,72 hektar.Permasalahan pada penelitian ini adalah CV. Handika Karya belum melakukan perancangan penambangan untuk rencana produksi batuandesit. Metode penyelesaian masalah dilakukan dengan pengolahan data sekunder.Berdasarkan batas lantai dasar penambangan yang direncanakan dan batas terluar penambangan, diketahui cadangan tertambang sebesar 4.719.612 bcm atau 12.978.933 ton. Geometri lereng penambangan untuk bench high adalah 5 m, bench width 5 m, single slope 90o, dan overall slope 48o. Lebar pada jalan lurus adalah 7 m, lebar jalan pada tikungan 11 m, nilai radius tikungan jalan minimum 6 m, beda tinggi kemiringan melintang 0,105 m dari cross slope 30 mm/m, super elevasi sebesar 0,44 m, dan kemiringan jalan angkut yang digunakan maksimal 10 %. Hasil yang diperoleh untuk penjadwalan produksi batuandesit pada daerah penelitian pada 7 tahun pertama sebesar 337.040 ton pada tahun pertama, 337.145 ton pada tahun kedua, 336.970 ton pada tahun ketiga, 337.185 ton pada tahun keempat, 336.918 ton pada tahun kelima, 337.078 ton pada tahun keenam, dan 336.893 ton pada tahun ketujuh.   Kebutuhan  alat mekanis selama kegiatan penambangan tidak mengalami penambahan unit untuk alat muat, sedangkan untuk alat angkut mengalami penambahan unit. Hal ini disebabkan karena efektifitas kerja alat berkurang setiap tahunnya. Alat muat yang digunakan di CV. Handika Karya Excavator CAT 336D berjumlah 1 unit dan alat angkut DT Mitsubishi Colt diesel hd 125ps berjumlah 27 unit.Kata kunci : batuandesit, penaksiran, pancangan, peralatan
KAJIAN TEKNIS PRODUKSI ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT PADA KUARI TANAH LIAT PT. SEMEN INDONESIA, TUBAN, JAWA TIMUR Muhamad Elfarobbi; Edy Nursanto; Anton Sudiyanto
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Teknologi Pertambangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. United Tractor Semen Gresik is located in Kerek Sub-district, Tuban, East Java. Mining activity is done by surface mining system (quarry). The production target of clay in Temandang and Mliwang quarry is 10287,1 tons/day or 308613 tons/month. The available working hours is 15 hours/day using 2 shifts/day. This research is done by analyzing the capability of the excavator back hoe and hauler in clay mining activity in Temandang and Mliwang quarry in June 2015. Mining activity uses mechanical tools such as 1 unit of excavator back hoe Komatsu PC300 and 10 units of haulers dump truck Scania. The identified problem is it has not been achieved the production target with a total of 10287,1 tons/day. This is because the effective working hours is still low as the effect of several obstacles such as stop working before break time, being late for work after break time, stop working before going back home, and operator needs. The current obvious production from the combination of excavator and hauler is 7042,35 tons/day, therefore, there is a total deficiency 3244,75 tons/day. The distance from PT. United Tractor Semen Gresik to mining location is ± 10 km. Mining system is done using single continuous bench and it also uses top loading and single truck back up as the patterns of loading. The clay production in Temandang and Mliwang quarry has not been achieved the required target yet, so it needs the improvement of clay production. There are several improvements; the first one is by increasing the effective working hours and the working efficiency by reducing the avoidable obstacles, where the production increases as much as 7920 tons/day. It is found that the production target has not been achieved yet. The second attempt is by increasing the available working time to 18 hours/day, while the production also increases to 8.450,82 tons/day. And the third attempt is by adding the amounts of carriers, improving working efficiency, and increasing the available working time. It can achieve 10.454,4 tons/day. This shows that the third attempt is the most effective way to achieve the required targets, it even also has an excess production for 167,3 tons/day.Keywords: production, excavator backhoe Komatsu PC 300, dump truck Scania P 380 ABSTRAKPT. United Tractor Semen Gresik terletak di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Aktivitas penambangan dilakukan dengan sistem tambang terbuka (kuari). Target produksi tanah liat pada kuari Temandang dan Mliwang adalah 10.287,1 ton/hari atau 308.613 ton/bulan. Waktu kerja yang tersedia yaitu 15 jam/hari dengan menggunakan 2 shift/hari. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa kemampuan alat gali muat dan alat angkut dalam kegiatan penambangan tanah liat di kuari Temandang dan Mliwang untuk bulan juni 2015. Kegiatan penambangan menggunakan alat-alat mekanis berupa alat gali muat back hoe Komatsu PC300 sebanyak 2 unit dan alat angkut dump truck Scania sebanyak 20 unit. Permasalahan yang terjadi pada saat ini adalah belum tercapainya target produksi sebesar 10.287,1 ton/hari. Hal ini disebabkan Karena masih rendahnya waktu kerja efektif karena hambatan – hambatan yang ada, seperti berhenti bekerja sebelum istirahat, terlambat bekerja setelah istirahat, berhenti bekerja sebelum pulang dan keperluan operator. Produksi nyata dari kombinasi antara alat gali muat dan alat angkut saat ini sebesar 7.042,35 ton/hari, sehingga masih terdapat kekurangan sebesar 3.244,75 ton/hari. Jarak PT. United Tractor Semen Gresik ke lokasi penambangan adalah ± 10 km. Sistem penambangan dilakukan secara single continuous bench dan pola pemuatan yang digunakan top loading dan single truck back up. Produksi tanah liat pada kuari Temandang dan Mliwang belum memenuhi target, sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan produksi tanah liat. Ada beberapa upaya untuk meningkatkan produksi. Upaya pertama yaitu dengan cara meningkatkan waktu kerja efektif dan meningkatkan efisiensi kerja dengan mengurangi hambatan – hambatan yang dapat dihindari, dimana produksi meningkat menjadi 7.920 ton/hari. Upaya kedua yaitu dengan cara menambah waktu kerja tersedia menjadi 18 jam/hari, dimana produksi meningkat menjadi sebesar 8.450,82 ton/hari. Upaya yang ketiga yaitu dengan cara menambah jumlah alat angkut, meningkatkan efisiensi kerja dan menambah waktu kerja tersedia. Produksi dari upaya ketiga adalah sebesar 10.454,4 ton/hari. Upaya yang digunakan adalah upaya yang ketiga, karena target produksi tanah liat dapat terpenuhi, bahkan terjadi kelebihan produksi sebesar 167,3 ton/hari.Kata kunci: produksi, excavator backhoe Komatsu PC 300, dump truck Scania P 380

Page 1 of 2 | Total Record : 16