cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertambangan
ISSN : 24424234     EISSN : 29863910     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2016)" : 16 Documents clear
KAJIAN TEKNIS PRODUKSI ALAT MUAT DAN ANGKUT PADA KEGIATAN PENGUPASAN TANAH PENUTUP DI CENTRAL BUSANG BLOK 5D PT TANITO HARUM TENGGARONG KALIMANTAN TIMUR Khabib Sofyan Hermawan; Kresno Kresno; Indun Titisariwati
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v2i1.1667

Abstract

PT. Tanito Harum pabrik terletak di kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Aktivitas pengupasan untuk Central Busang blok 5D dilakukan oleh PT.RCI (RPP Contractors Indonesia) dengan system back filling. Target produksi Pengupasan Overburden adalah 370.000 BCM/Bulan. Waktu kerja yang tersedia yaitu 20,3jam/hari dengan menggunakan 2 shift/hari.Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa kemampuan alat muat dan alat angkut dalam kegiatan pengupasan Overburden di Central Busang Blok 5D pada tanggal 1 mei sampai dengan 29 Juni 2013. Kegiatan penambangan menggunakan alat-alat mekanis berupa alat gali muat back hoe Komatsu PC2000 sebanyak 1 unit. Alat angkut dump truck Komatsu HD 785-7 sebanyak 4 unit.Jarak PT.Tanito Harum ke lokasi penambangan adalah ± 10km. Pola pemuatan yang digunakan top loading dan single truck back up. Kemampuan produksi overburden saat ini adalah 361.779 BCM dengan efisiensi kerja 77,71% dan belum memenuhi target. Hal ini disebabkan karena adanya hambatan – hambatan, sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan produksi agar target produksi sebesar 370.000 BCM/Bulan terpenuhi. Dalam hal ini masih terdapat kekurangan produksi sebesar  8.221 BCM. Upaya peningkatan produksi dilakukan dengan cara mengurangi hambatan sehingga didapatkan efisiensi kerja yang lebih baik. Setelah mengurangi hambatan-hambatan kerja, waktu kerja efektif dari yang semula adalah 77,71% menjadi 81,69% dan kemampuan produksi dari 362.779 BCM menjadi 371.661 BCM. Dengan demikian alat muat dan alat angkut sudah memenuhi target produksi.Kata Kunci: Overburden, efisiensi kerja, produksi, alat muat, alat angkut.
KAJIAN METODE PENAKSIRAN SUMBERDAYA BATUBARA PADA SEAM O DI PT. WELLARCO SUBUR JAYA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Abdul Rauf; Ngatimin Ngatimin
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Teknologi Pertambangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Wellarco Subur Jaya, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur terdapat enam seam, diantaranya adalah seam O.  Penelitian ini membandingkan berbagai macam metode. Hasil penaksiran sumberdaya batubara dengan metode luas dan faktor rata-rata (average factor and area method)423.684ton, metode isopach (ketebalan) 358.957ton, metode poligon 407.435ton, metode segitiga (triangular grouping) 315.157ton. Metode penampang (cross section)standard 308.256ton dan linier 311.954ton.    Dari berbagai metode penaksiran sumberdaya secara kualitatif, metode penampang paling teliti. Pada metode penampang, adanya pedoman perubahan bertahap (rule of gradual change) dan pedoman titik terdekat (rule of nearest points) menyebabkan digunakannya rumus kerucut dan rumus frustum, sehingga metode penampang standard lebih teliti dibandingkan dengan metode penampang linier. Kata kunci: average factor and area, isopach, polygon, triangular grouping, cross section
ESTIMASI SUMBERDAYA ANDESIT DENGAN VARIABEL JARAK SAYATAN DI DESA GERBOSARI, KECAMATAN SAMIGALUH, KABUPATEN KULON PROGO, YOGYAKARTA Fairus Atika Redanto Putri; Kresno Kresno; Hasywir Thaib Siri
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Teknologi Pertambangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development in DIY led to demand for raw materials for construction generally andesite increases. Construction of the airport in Kulon Progo be one influence. Kulon Progo especially Dusun Manggis, Desa Gerbosari, District Samigaluh have excavated material that has enough potential to be utilized. Dusun Manggis is located at 1100 01’ 37'' BT - 1100 16' 26' 'BT and 70 38' 42 '' LS - 70 59' 03 '' LS. In order to maximize the resource potential of minerals andesite at the Dusun Manggis, is necessary to study the resource potential of minerals andesite. Andesite resource potential in the study area was calculated using the method of Cross Section with guidelines Rule of Nearest Point. In making the cross-section, calculations are performed using incisions every 60m, 40m, 20m, and 10m. From the results of these calculations can be concluded incision closer the distance, the greater the resource calculation results. Distance incision is considered the most optimal is at a distance of 20m with a volume of 21,810,356 m3 % error of 1,5%. ABSTRAKPesatnya perkembangan pembangunan di DIY menyebabkan permintaan bahan baku konstruksi umumnya andesit meningkat. Pembangunan Bandar Udara di Kabupaten Kulon Progo menjadi salah satu pengaruhnya. Kabupaten Kulon Progo khususnya Dusun Manggis, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh memiliki bahan galian yang cukup potensial untuk di manfaatkan. Dusun Manggis terletak pada 1100 01’ 37’’ BT – 1100 16’26’’ BT dan 70 38’ 42’’ LS – 70 59’03’’ LS. Dalam rangka memaksimalkan potensi Sumberdaya bahan galian andesit di Dusun Manggis, diperlukan adanya penelitian potensi Sumberdaya bahan galian andesit. Potensi Sumberdaya andesit di daerah penelitian dihitung menggunakan metode Cross Section dengan pedoman Rule of Nearest Point. Dalam pembuatan penampang, perhitungan dilakukan menggunakan sayatan tiap 60m, 40m, 20m, dan 10m. Dari hasil perhitungan tersebut didapat kesimpulan semakin rapat jarak sayatan, maka semakin besar pula hasil perhitungan Sumberdaya. Jarak sayatan yang dianggap paling optimal adalah pada jarak 20m dengan volume sebesar 21.810.356 m3 dengan % kesalahan sebesar 1,5%. 
KAJIAN TEKNIS KESTABILAN STOPE PADA RENCANA PENAMBANGAN STOPE BG2540 XC 17 – 14 DAN BG2560 XC 37 – 14 TAMBANG BAWAH TANAH BIG GOSSAN PT.FREEPORT INDONESIA Yesyurun Setyanisa; Bagus Wiyono; Ketut Gunawan; S Koesnaryo
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v2i1.1668

Abstract

Tambang bawah tanah Big Gossan PT.Freeport Indonesia, merupakan tambang bawah tanah yang menggunakan metode sublevel stoping dan paste filling. Permuka kerja pada tambang Big Gossan berupa stope dengan dimensi yang cukup besar dan tanpa menggunakan penyangga.Rencana penambangan akan dilakukan pada stope BG2540 xc 17 – 14 dan BG2560 xc 37 – 14. Pada stope ini belum dilakukan analisa kondisi kesetabilannya. Sebelum dilakukan penambangan perlu adanya analisa kestabilan pada stope.Analisa yang dilakukan meliputi kestabilan stope menggunakan grafik kestabilan Matthew, perpotongan bidang lemah menggunakan alat bantu program Roscience UNWEDGE, prediksi overbreak pada stope dan dilakukan penyesuaian grafik kestabilan dengan kondisi tambang Big Gossan level 2540 – 2560. Dari analisa grafik kestabilan Matthew, stope BG2540 xc 17 – 14 dalam kondisi unsupported transition zone pada sisi hanging wall 1 dan sisi lainnya dalam kondisi stabil, potensi perpotongan bidang lemah pada hanging wall 1 dengan volume 35,5 m3,  bobot 106,8 ton, prediksi overbreak terbesar pada sisi hanging wall 1 sebesar 1,7 m. BG2560 xc 37 – 14 dalam kondisi stabil pada seluruh sisinya, potensi perpotongan bidang lemah pada side wall kanan dengan volume 42,89 m3, bobot 8,5 ton, prediksi overbreak terbesar pada sisi side wall kanan sebesar 0,7 m.Berdasarkan grafik yang telah disesuaikan stope BG2540 xc 17 – 14 dan BG2560 xc 37 – 14 dalam kondisi stabil. Grafik kestabilan yang telah disesuaikan dengan kondisi tambang Big Gossan level 2540 – 2560 dapat digunakan sebagai acuan penentuan kondisi kestabilan stope pada tambang Big Gossan level 2540 – 2560.Kata Kunci: Stope, Kestabilan, Overbreak
KAJIAN POTENSI DAN KEBUTUHAN AIR TANAH PADA CEKUNGAN AIR TANAH SAMARINDA SEGMEN KOTA BALIKPAPAN KALIMANTAN TIMUR Gusti Iqbal Tawaqal; Yos David Inso
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Teknologi Pertambangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The growth rate in various sectors of development and population growth continues to increase so that the exploitation of groundwater has increased. Development activities can not be separated from availability of groundwater. The importance of groundwater has been felt for sustainable development in various sectors such as residential, agriculture, fisheries, industry, tourism, trade etc. Their activities requires eligible groundwater both in quantity and quality. Drilled wells data in Balikpapan City shows the optimum discharge value ranging between 8.2 to 25.2 liters / sec, ground water level is about 4 to 23 meters above sea level and flow direction generally flow from north to south. Based on the map sheet Hydrogeology Map of Indonesia, Balikpapan City lithological conditions consist of sandstones, sandy claystone, shale and conglomerate, with inserts napal, coal and limestone with low to moderate conductivity. The population until the year 2023 shows the population of the district. South Balikpapan increased to 154.586 inhabitants, with domestic water needs 275,32 liters / second, non-domestic 55,06 liters / sec and industrial 28,46 liters / sec. East Balikpapan projected number of population 91.201 inhabitants with domestic water needs 110,83 liters / second, non-domestic 21,11 liters / sec and industrial 119,57 liters / sec. North Balikpapan population projections are 191.032 inhabitants with domestic water needs 331,65 liters / second, non-domestic 66,33 liters / sec and industrial 170,46 liters / sec. West Balikpapan population projections are 111.044 inhabitants with domestic demand 192,78 liters / second, non-domestic 38,56 liters / sec and industrial 1.383,91 liters / sec. Central Balikpapan population projections 120.278 with domestic demand 208,82 liters / second, non-domestic 41,76 liters / sec and industrial 115,87 liters / sec. Balikpapan City are 87.609 inhabitants with domestic water needs 106,47 liters / second, non-domestic 20,28 liters / sec, and industrial 129,94 liters / sec.Keyword: Groundwater, Groundwater Potential, Hydrogeology ABSTRAKLaju pertumbuhan pembangunan di berbagai sektor dan pertumbuhan penduduk terus meningkat sehingga ekploitasi air tanahpun meningkat. Kegiatan pembangunan disuatu wilayah tidak terlepas dari ketersediaan air tanah. Arti pentingnya air tanah telah dirasakan bagi kelangsungan pembangunan diberbagai bidang seperti pemukiman, pertanian, perikanan, industri, pariwisata, perdagangan dan sebagainya. Adanya kegiatan tersebut membutuhkan air tanah yang memenuhi syarat, baik secara kuantitas maupun kualitas. Data sumur bor di Kota Balikpapan menunjukan nilai debit optimum pemompaan berkisar antara 8,2 sampai 25,2 liter/detik, elevasi muka air tanah adalah 4 sampai 23 mdpl dengan arah aliran secara umum mengalir dari utara ke selatan. Hasil proyeksi sampai pada tahun 2023 menunjukan penduduk Kec. Balikpapan Selatan meningkat sampai 154.586 jiwa dengan kebutuhan air domestik 275,32 liter/detik, non domestik 55,06 liter/detik dan industri 28,46 liter/detik. Kec. Balikapapan Timur jumlah penduduk diproyeksikan 91.201 jiwa dengan kebutuhan air domestik 110,83 liter/detik, non domestik 21,11 liter/detik dan industri 119,57 liter/detik. Proyeksi jumlah penduduk Kec. Balikpapan Utara adalah 191,032 jiwa dengan kebutuhan air domestik 331,65 liter/detik, non domestik 66,33 liter/detik dan industri 170,46 liter/detik. Kec. Balikpapan Barat adalah 111,044 jiwa dengan kebutuhan domestik 192,78 liter/detik, non domestik 38,56 liter/detik dan industri 1.383,91 liter/detik. Kec. Balikpapan Tengah adalah 120,278 dengan kebutuhan domestik 208,82 liter/detik, non domestik 41,76 liter/detik dan industri 115,87 liter/detik. Kec. Balikpapan Kota adalah 87.609 jiwa dengan kebutuhan air domestik 106,47 liter/detik, non domestik 20,28 liter/detik, dan industri 129,94 liter/detik.Kata Kunci: Air Tanah, Potensi Air Tanah, Hidrogeologi
EVALUASI METODE PENGGALIAN SHORT FACE KAPAL KERUK 11 KARIMATA DALAM UPAYA PENINGKATAN LAJU PEMINDAHAN TANAH PADA PENAMBANGAN TIMAH ALLUVIAL DI LAUT MATRAS BANGKA, PT.TIMAH (Persero) Tbk Trian Artensena; Hartono Hartono; Inmarlinianto Inmarlinianto
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Teknologi Pertambangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted in Dredges 11 Karimata PT. Timah Tbk, Matras, Bangka regency. Dredgers 11 Karimata has a target rate of transfer of land overburden 820 m3/h and on land leaded to 400 m3 / h while the realization of the field in May the rate of transfer of land per hour can be achieved on the top soil is 763,6 m3/h while for leaded soil reaches only 376 m3/h, in this case a layer of soil excavation was leaded by land leaded excavations did not reach production excavation company. Production of subsoil excavation was leaded by leaded soil can be improved by changing methods of excavation and pull wire speed side.The method used in the dredges 11 Karimata is a method of short face to the ground layer is not leaded and leaded coating. Short face methods can not meet the production target excavation company.The steps can increase the rate of removal of land are:1     Changing the method of extracting the layers was leaded by the method of   extracting long face while land leaded method is replaced by a combination method (method long face and short face method), replacement method of research is increasing the rate of soil removal was leaded from 800 m3/h to 840 m3/h and leaded soil layer increased from 376 m3/h to 387,9 m3/h, because leaded soil layer has not reached the target rate of removal of land that is leaded 400 m3/h, then made an effort to improve the speed of the wire  pull side.2     Increase the speed of the drop wire on the side of leaded soil layer when using long face can increase the rate of transfer of land to the land of leaded than 376 m3/h to 416.2 m3/h while using a combination of methods.Land transfer rate can be improved by changing the method of excavation and pull wire speed side.Keyword : Dredges, Surface, Longface ABSTRAKPenelitian skripsi ini dilakukan di Kapal Keruk 11 Karimata PT. Timah, Tbk,  Matras, kabupaten Bangka. Kapal Keruk 11 karimata mempunyai target laju pemindahan tanah lapisan tidak bertimah yaitu 820 m3/jam dan pada lapisan bertimah 400 m3/jam sedangkan realisasi pada lapangan pada bulan mei laju pemindahan tanah per jam yang dapat dicapai pada tanah atas yaitu 763,6 m3/jam sedangkan untuk tanah bertimah hanya mencapai 376 m3/jam, dalam hal ini penggalian lapisan tidak bertimah dengan penggalian tanah bertimah tidak mencapai target produksi perusahaan. Produksi Penggalian lapisan tanah tidak bertimah dengan tanah bertimah dapat ditingkatkan lagi dengan dengan mengubah metode penggalian dan kecepatan tarik kawat samping.Metode yang digunakan pada kapal keruk 11 Karimata adalah metode short face untuk lapisan tanah tidak bertimah dan lapisan bertimah. Metode short face tidak dapat memenuhi target produksi penggalian perusahaan.Upaya yang dapat dilakukan meningkatkan laju pemindahan tanah adalah:1.    Mengganti metode penggalian pada lapisan tidak bertimah dengan metode penggalian long face sedangkan metode penggalian tanah bertimah diganti dengan metode kombinasi yaitu metode long face dan metode short face, dari hasil penelitian penggantian metode ini meningkatkan laju pemindahan tanah tidak bertimah dari 763,6 m3/jam menjadi 840 m3/jam dan lapisan tanah bertimah meningkat dari 376 m3/jam menjadi 387,9 m3/jam, karena lapisan tanah bertimah belum mencapai target laju pemindahan tanah bertimah yaitu 400 m3/jam, maka dilakukan upaya meningkatkan kecepatan tarik kawat samping.2.    Meningkatkan kecepatan tarik kawat samping pada lapisan tanah bertimah saat menggunakan metode long face dapat meningkatkan laju pemindahan tanah pada tanah bertimah dari 376 m3/jammenjadi 416,2 m3/jam dengan tetap menggunakan metode kombinasi.Laju pemindahan tanah dapat ditingkatkan dengan mengganti metode penggalian dan kecepatan tarik kawat samping. 

Page 2 of 2 | Total Record : 16