cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy" : 16 Documents clear
PENGEMBANGAN APLIKASI ELECTION DIGITAL SEBAGAI PENGGANTI MEDIA KERTAS SUARA DALAM PEMILIHAN UMUM Alexander Pandu Baskoro; Alphonsus Pudya Wicaksana H; Prima Wahyu; Reza Mahardityawarman; Jhony Dwi K
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan Umum di Negara kita selama ini dilakukan dengan menggunakan paku, surat suara dan tinta untuk menyontreng atau mencoblos subjek yang akan dipilih. Namun cara tersebut dirasa kurang efektif karena banyaknya suara yang tidak sah akibat beberapa pelanggaran. Pengembangan aplikasi Election Digital ini merupakan sebuah solusi untuk mengatasi problem tersebut. Pembangunan Aplikasi Election Digital ini bertujuan mengganti sistem coblos atau contreng dalam Pemilihan Umum menjadi sistem sentuh. Dengan demikian, tidak ada lagi permasalahan suara ilegal karena penyontrengan surat suara yang dilakukan lebih dari sekali, penyobekan atau dicorat-coretnya surat suara. Data hasil pemilihan tersebut kemudian akan dikirim langsung ke database yang ada di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Aplikasi ini dibangun dengan metode feature extraction hand geometric yang digabungkan dengan metode finger biometric sebagai metode untuk mengenali sidik jari tangan setiap pemilih. Dengan metode ini, sistem nantinya dapat mencatat pemilih yang telah memilih sehingga mencegah pemilih memilih lebih dari sekali. Perangkat lunak pembangun yang digunakan untuk membuat aplikasi Election Digital ini ialah Neatbeans 6.5 dengan bahasa pemrograman Java. Sedangkan unsur animasi yang ada dalam aplikasi ini dibuat menggunakan Adobe Flash CS3. Sebagai Database Management System, digunakanlah SQL Server 2005. Dengan aplikasi Election Digital ini, Pemilihan Umum dapat berjalan dengan lebih efektif karena beberapa problem seperti rusaknya surat suara atau pencontrengan lebih dari sekali, dapat diatasi. Dan dengan pengenalan sidik jari, seseorang yang telah memilih dipastikan hanya dapat memilih sekali.
APLIKASI QUICKCOUNT PEMILIHAN PRESIDEN RI MENGGUNAKAN TEKNOLOGI MOBILE Juwairiah Juwairiah; Dessyanto Boedi Prasetyo; Fifi Tri Guntari
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi dalam Pemilu adalah karena biasanya perhitungan suara secara manual membutuhkan waktu yang lama, bisa mencapai beberapa minggu atau bahkan lebih dari sebulan. Hal ini dapat menyebabkan kesimpangsiuran dan ketidakpastian informasi siapa yang menang; siapa yang berhak duduk dikursi DPR (dalam pemilu legislatif) atau siapa yang menjadi presiden (dalam pemilu presiden). Penggunaan handphone dapat dimanfaatkan sebagai media pengiriman data perhitungan suara dari tiap tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di seluruh Indonesia. Perhitungan suara ini yang dinamakan Quick Count merupakan salah satu metode yang berguna untuk mempercepat proses pemungutan suara dengan memilih sejumlah TPS yang secara acak (random). Pengumpulan data hasil perhitungan suara dilakukan oleh relawan di setiap TPS yang sudah ditentukan sebelumnya melalui pemantauan langsung saat pemungutan dan perhitungan suara di seluruh TPS yang ada. Pemantau(relawan) mencatat informasi, termasuk hasil perhitungan suara yang ada, dan melaporkan hasil tersebut ke pusat pengumpulan suara data (server) melalui handphone. Server dapat melakukan perhitungan suara total yang masuk, sehingga prediksi hasil pemilu dapat diketahui secara cepat oleh masyarakat melalui web.
Perancangan Aplikasi E-Democracy Untuk Mengembangkan Budaya Demokrasi Di Lingkungan Perguruan Tinggi (Studi Kasus Universitas Paramadina) Yeni Nuraeni
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunitas kampus merupakan obyek yang sangat ideal bagi pendidikan demokrasi di negara Indonesia, karena dilingkungan kampus inilah tempat penyiapan generasi muda yang mempunyai intelektual tinggi sehingga diharapkan dapat membawa pembaharuan dalam pelaksanaan system demokrasi di Indonesia yang santun dan kondusif. Komunitas kampus adalah sebuah keluarga besar yang meliputi tiga kompunen yaitu tenaga akademik, mahasiswa dan tenaga administrasi. Ketiga komponen ini melaksanakan tugas dan fungsi serta peran sesuai kedudukan kewenangannya, diharapkan semua komponen dapat mengembangkan kapasitasnya secara maksimal untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan tinggi yaitu membangun karakter sebagai bangsa yang beradab dan bermartabat. Proses seleksi pimpinan maupun pengambilan keputusan yang bersifat strategis lainnya di perguruan tinggi idealnya melibatkan ketiga komponen tersebut di atas, pada kenyataannya saat ini pada umumnya proses seleksi pimpinan dan pengambilan keputusan strategis di perguruan tinggi hanya melibatkan sebagian kecil dari komunitas kampus yang biasanya tergabung dalam senat fakultas/universitas. Universitas Paramadina yang saat ini dipimpin oleh sekelompok intelektual muda, mempunyai misi untuk dapat menciptakan model demokrasi yang sehat dilingkungan kampus dengan cara selalu berusaha melibatkan seluruh komponen komunitas kampus dalam memutuskan segala sesuatu yang bersifat strategis demi kemajuan bersama. Untuk melaksanakan misi tersebut di atas maka perlu dirancang sebuah aplikasi e-democracy yang berfungsi sebagai alat bagi seluruh komunitas kampus untuk menyalurkan aspirasinya demi kemajuan Universitas. Aplikasi e-democracy ini salah satunya dapat menjadi media untuk berkampanye bagi calon-calon pimpinan universitas mulai dari jabatan struktural yang paling bawah yaitu ketua program studi dan setiap anggota komunitas kampus dapat menyalurkan aspirasinya dalam menilai calon pimpinan tersebut melalui aplikasi ini, selanjutnya pihak top management dalam mengambil keputusan wajib memperhatikan aspirasi yang disampaikan lewat aplikasi e-democracy tersebut.
ANALISIS ISI (CONTENT) BLOG SEBAGAI MEDIA KAMPANYE CALON ANGGOTA LEGISLATIF (CALEG) PADA PEMILU LEGISLATIF 2009 Wibowo, Arief; Utari, Dyah Retno
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesta demokrasi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif menghadirkan maraknya persaingan di antara para calon anggota legislatif (caleg). Setiap caleg berlomba untuk menyampaikan aspirasinya melalui berbagai media komunikasi, mulai dari media cetak hingga media elektronik. Salah satu media elektronik yang mulai digunakan oleh para caleg adalah blog yang merupakan layanan internet. Berbeda dengan media komunikasi pada umumnya seperti televisi, radio, koran, spanduk, brosur atau leaflet, blog menawarkan berbagaikeunggulan seperti kemudahan akses kapan dan dari manapun, mudah dan secara cepat dapat dimutakhirkan isiny serta memilliki daya jangkau yang relatif tak terbatas. Penelitian ini merupakan analisis terhadap blog yang digunakan oleh para caleg sebagai media kampanye menghadapi Pemilihan Umum Legislatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kandungan pesan yang termuat pada blog milik para caleg sebagai media kampanye. Analisis dilakukan berdasarkan parameter yang ditetapkan sesuai perspektif teori ilmu komunikasi politik, terhadap kandungan/isi (content) dari blog-blog yang dipilih secara acak. Penelitian ini menghasilkan satu luaran berisi hasil evaluasi penggunaan blog sebagai media kampanye para caleg pada Pemilu Legislatif 2009.
REVERSE AND TRACK BACK PROTOCOL: SOLUSI MEMBANGUN KEPERCAYAAN PUBLIK UNTUK MEWUJUDKAN E-DEMOCRACY DI INDONESIA Kholif Faiz Ma'ruf; Mora Hertanto Ritonga
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

E-democracy merupakan suatu pemikiran baru tentang reformasi birokrasi untuk mewujudkan good governance. E-democracy bisa berbentuk aplikasi web based atau mobile voting yang membutuhkan jalur komunikasi melalui internet. Salah satu kendala penerapan e-democracy dan e-voting di indonesia adalah sulitnya membangun kepercayaan publik. Masyarakat Indonesia membutuhkan masa transisi dari demokrasi konvensional menuju e-democracy. Untuk menghadapi masa transisi tersebut, penulis menawarkan protokol reverse and track back yang dapat membangun kepercayaan publik terhadap jaminan keamanan aplikasi, integritas data, dan sangat reliable sebagai solusi untuk penerapan e-democracy dan e-voting di Indonesia. Protokol reverse and track back dapat mengembalikan (reverse) nilai hasil pemungutan suara secara online ke telepon selular dan web client, kemudian voter me-reply (track-back) nilai reverse tersebut untuk verifikasi hasil penghitungan suara. Dengan cara ini publik dapat melakukan private voting dan perhitungan suara terbuka secara online, sehingga publik mendapatkan jaminan dan percaya sepenuhnya terhadap aplikasi online yang digunakan selayaknya perhitungan suara konvensional.
PERAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMASI TERHADAP KEKUATAN STAKEHOLDER DALAM MEWUJUDKAN EDEMOCRACY DI INDONESIA Budi Tjahjono
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peranan Information and Communnication Technology (ICT) telah banyak diketahui adalah untuk efisiensi, efektivitas dan transparans. E-Democracy di Indonesia belum berjalan dengan baik. ICT diharapkan dapat merubah pola pikir dalam melakukan pesta demokrasi, transparansi yang ditawarkan ICT bisa mengurangi kecurangan yang banyak dilakukan selama ini. Stakeholder sangat memengaruhi sukses atau tidaknya pelaksanaan e-Democracy di Indonesia. Kekuatan stakeholder dalam mensukseskan perlu adanya sosialisasi sehingga mempunyai power dalam mewujudkan e-Democracy. Masing-masing aktor dalam stakeholder bisa mengubah situasi dan kondisi tercapainya e-Democracy yang baik. Apabila dilakukan perubahan dari voting tradisional ke e-voting, maka peranan local administrasi sangat berpengaruh.
STRATEGI PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN DAN KOPERASI MELALUI SISTEM DEMOKRASI DI INDONESIA Daru Retnowati
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam membangkitkan ekonomi kerakyatan peranan koperasi sangat penting. Namun demikian bila diperhatikan perkembangan perekonomian Indonesia selama 30 tahun ini, kinerja koperasi tampaknya makin jauh tertinggal sebab bila ditelusuri secara eksternal kondisi ekonomi dan politik yang ada tampaknya memang masih kurang konduktif bagi perkembangan koperasi. Sedangkan secara internal dapat ditelusuri dari 5 aspek yaitu aspek kelembagaan, aspek sumber daya manusia, aspek permodalan dan lingkungan eksternal, aspek kemitraan koperasi dengan badan usaha lain, serta peran pemerintah, sehingga untuk mengembangkan koperasi diperlukan peningkatan kualitas kelembagaan baik fungsi koperasi, profesionalisme pengurus, program kerja pengurus baik jangka pendek maupun jangka panjang. Juga peningkatan kualitas sumber daya manusia baik melalui penyuluhan, pelatihan dan pendidikan. Disamping itu upaya memperbesar modal dan mempermudah peminjaman / kredit. Kemitraan perlu ditingkatkan dengan melibatkan BUMN dan BUMS, peran pemerintah melalui pentahapan pembinaan koperasi yang mencakup tahap ofisialisasi, tahap deofisialisasi dan tahap otonomi. Strategi pengembangan koperasi harus mendapat perhatian pemerintah, perguruan tinggi serta masyarakat luas melalui sistem demokrasi dengan musyawarah melalui RAT yang merupakan keputusan tertinggi. Khususnya dalam mensukseskan Pemilu diperlukan strategi pengembangan kelembagaan dan koperasi melalui sistem demokrasi untuk memberdayakan ekonomi kerakyatan.
INFLUINSASI MEDIA INTERNET TERHADAP PROSES PEMILU DI INDONESIA Lukis Alam
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan komputer telah berkembang begitu pesatnya, tanpa disadari jaringan komputer telah berevolusi sedemikian rupa. Pada awal pengembangannya teknologi tersebut digunakan hanya untuk kepentingan internal departemen pertahanan Amerika Serikat. Namun seiring dengan perkembangan jaman teknologi tersebut telah menyebar di berbagai belahan dunia yang bertujuan untuk mempermudah transformasi data dan informasi supaya dinikmati dengan cepat. Alhasil muncul lah teknologi masterpiece dambaan semua golongan, yaitu internet. Nama yang tidak asing lagi di telinga kebanyakan orang. Dengan internet, apapun bisa dilakukan. Sebuah teknologi yang memberikan keleluasan bagi para penggunanya, tanpa batas teritorial, dimana pun, kapan pun bisa mengakses teknologi tersebut. Kenyataanya, teknologi tersebut bisa dimanfaatkan untuk apa saja. Ada dampak positif dan negatif yang ditimbulkan dari teknologi internet. Salah satunya adalah pemanfaatan internet dalam rangka penyelenggaraan PEMILU di Indonesia. Hal tersebut bisa dilihat dari PEMILU 2009 ini, dimana penggunaan internet bisa dimanfaatkan untuk berkampanye secara online. Caleg yang mengerti IT bisa memanfaatkan internet untuk menyapa konstituen mereka serasa di dunia nyata. Barangkali itulah salah satu contoh dimana internet bisa digunakan untuk melakukan kampanye dalam proses PEMILU yang berlangsung. Barangkali itulah adanya proses pengaruh internet terhadap masyarakat yang semakin lama mulai merasakan kelebihan salah satu masterpiece teknologi informasi tersebut.
STRATEGI PENGELOLAAN PENGETAHUAN (KNOWLEDGE MANAGEMENT) PEMILIHAN ANGGOTA LEGISLATIF DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Herlin Jayadianti
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ontologi membuka kemungkinan untuk berpindah dari pandangan berorientasi dokumen ke arah pengetahuan yang saling terkait, dikombinasikan dan digunakan di kemudian hari. Model ontologi yang disusun mampu mendeskripsikan informasi secara lebih sistematis. Disamping itu, dari model yang telah dikembangkan menunjukkan bahwa berbagai cara dan persepsi yang digunakan pengguna untuk melakukan pencarian dapat dibentuk secara lebih mudah. Paper ini difokuskan pada bagaimana membuat perancangan strategi pengelolaan pengetahuan pada pemilihan CALEG khususnya di DIY, sehingga nantinya masyarakat dapat memperoleh informasi yang diinginkan dengan lebih cepat sesuai dengan pengetahuan masing-masing untuk mendapatkan hasil yang relevan.
CYBER CAMPAIGN : IKLAN POLITIK MEDIA ON LINE VS MEDIA KONVENSIONAL ( refleksi pemilu legislatif 2009 ) Sosiawan, Edwi Arief
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilu tahun 2009 berbeda sistem pemilihannya dibandingkan dengan pemilu sebelumnya khususnya dalam memilih calon wakil rakyat, sehingga mau tidak mau para calon legistatif (caleg) dan calon presiden (capres) harus mempromosikan dirinya agar mampu meraup suara terbanyak untuk bisa terpilih jadi angota dewan atau menduduki jabatan presiden. Oleh karenanya maka partai politik dan elit partai serta para kandidat calon legistatif harus melakukan promosi untuk mendongkrak popularitasnya untuk menjaring pemilih dan dukungan. Fenomena yang terjadi kemudian maka euforia iklan politik dan kampanye besar-besaran terjadi baik melalui media massa maupun pengumpulan massa dalam bentuk rapat besar dan sosialisasi program. Namun pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah penggunaan media kampanye tersebut cukup handal dan ampuh untuk menarik kognitif, afektif dan konasi masyarakat agar memilih mereka (partai dan calegnya) ? Adalah benar bahwa masing-masing media iklan memiliki kekuatan dan kelemahan baik media lini atas maupun media lini bawah. Jika ditinjau dari media lini atas yaitu televisi maka media televisi mampu menyampaikan pesan yang bisa sampai hampir ke seluruh lapisan masyarakat . Media kampanye lain yaitu media cetak adalah mampu menawarkan pilihan detail visi, misi dan program partai plus caleg untuk bisa diperhatikan dengan seksama oleh masyarakat. Media yang memiliki kemampuan dalam repitisi dan promosi perkenalan diri serta menimbulkan brand awarness masyarakat adalah media outdoor baik itu dalam bentuk spanduk, poster, banner maupun billbboard. Bila di analisis secara menyeluruh semua media iklan kampanye di atas tidak bisa digunakan untuk mengukur dan mengetahui berapa dukungan dari orang atau masyarakat sekitar yang akan mendukung mereka baik partai ataupun para caleg. Alternatif yang bisa dipilih untuk keperluan tersebut adalah media internet. Para elit politik dan kandidat caleg dapat memanfaatkan fasilitas web dan membangunnya atau memanfaatkan situs jejaring sosial yang tengah populer seperti blog ataupun facebook. Menggunakan media online maka selain mampu untuk memperkenalkan diri, menyampaikan visi misi dan program serta menciptakan brand image yang modern dan global maka para caleg atau partai tadi akan mengetahui jumlah eksposure di web atau blog masing-masing. Selain itu, penggunaan web, blog dan situs jejaring sosial dapat digunakan untuk menampilkan dan menampung dukungan dari para simpatisan dan konstituen atau masyarakat umum yang tertuang dalam testimonial, wall, comment ataupun email. Dukungan personal yang diperoleh tentunya tidak sebatas mesyarakat lokal atau disekitar tempat para caleg tersebut tetapi juga menjangkau global, mereka yang di luar negeripun akan tahu dan bisa memberikan dukungan personal. Menggunakan media online sebagai media kampanye juga bisa digunakan untuk membuat polling tentang kredibilitas dan menguji fit and propher para caleg dimata masyarakat.

Page 1 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2009 2009


Filter By Issues
All Issue Vol 1, No 1 (2021): Inovasi Teknologi dan Pengolahan Informasi untuk Mendukung Transformasi Digital Vol 1, No 1 (2020): Peran Digital Society dalam Pemulihan Pasca Pandemi Vol 1, No 1 (2018): Landscape Industri Internet Dampak Perilaku Marketing Indonesia Vol 1, No 1 (2018): Landscape Industri Internet Dampak Perilaku Marketing Indonesia Vol 1, No 1 (2017): “e-Defense : Menjaga keamanan data menghadapi cyber warfare untuk memperkokoh ke Vol 1, No 2 (2016): Semnasif 2016 Vol 1, No 2 (2016): Semnasif 2016 Vol 1, No 1 (2015): Informatika Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Vol 1, No 1 (2015): Informatika Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Vol 1, No 1 (2014): Business Intelligence Vol 1, No 5 (2013): Network And Security Vol 1, No 4 (2013): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2013): Computation And Instrumentation Vol 1, No 3 (2013): Computation And Instrumentation Vol 1, No 2 (2013): Cloud Computing Technology Vol 1, No 1 (2013): Information System and Application Vol 1, No 1 (2013): Information System and Application Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS Vol 1, No 4 (2012): Information System and Application Vol 1, No 4 (2012): Information System and Application Vol 1, No 3 (2012): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2012): Intelligent System dan Application Vol 1, No 2 (2012): Network And Security Vol 1, No 1 (2012): Computation And Instrumentation Vol 1, No 5 (2011): Information System and Application Vol 1, No 5 (2011): Information System and Application Vol 1, No 4 (2011): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2011): Network And Security Vol 1, No 2 (2011): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 2 (2011): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2011): Computatinal Vol 1, No 5 (2010): Information System And Application Vol 1, No 5 (2010): Information System And Application Vol 1, No 4 (2010): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2010): Network And Security Vol 1, No 3 (2010): Network And Security Vol 1, No 2 (2010): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2010): Computatinal Vol 1, No 1 (2010): Computatinal Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy Vol 1, No 5 (2009): Information System And Application Vol 1, No 5 (2009): Information System And Application Vol 1, No 4 (2009): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2009): Network And Security Vol 1, No 2 (2009): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2009): Computatinal Vol 1, No 1 (2009): Computatinal Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application Vol 1, No 4 (2008): Network And Security Vol 1, No 3 (2008): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2008): Intelligent System dan Application Vol 1, No 2 (2008): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2008): Computational More Issue