cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Tanah dan Air
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2018)" : 7 Documents clear
Front Matter Jurnal Tanah dan Air Vol 15 No. 2, 2018 Agus Widodo
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v15i2.4292

Abstract

ANALISIS INDEKS KUALITAS TANAH LAHAN KERING PADA BERBAGAI PENGGUNAAN LAHAN DI DESA NGALANG, KECAMATAN GEDANGSARI, KABUPATEN GUNUNGKIDUL Arya Satrya Wicaksono; Susila Herlambang; Didi Saidi
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v15i2.4002

Abstract

Pertumbuhan penduduk meningkat 1,3% setiap tahunnya (BPS, 2010). Untuk mengimbangi pertumbuhan penduduk maka diperlukan pemanfaaatan lahan kering dalam memenuhi kebutuhan penduduk akan pangan. Indonesia memiliki luasan lahan kering potensial 13,7 juta ha yang masih belum dimanfaatkan. Namun, lahan kering memiliki faktor pembatas salah satunya kualitas tanah di lahan kering tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk (a) menentukan indeks kualitas tanah pada berbagai penggunaan lahan dan (b) mengetahui sebaran kualitas tanah pada berbagai penggunaan lahan di Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. Kemudian dianalisis di laboratorium. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dengan metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan pengklasifikasian kelas kualitas tanah menggunakan IKT (Indeks Kualitas Tanah) yang dihitung menggunakan metode Minimum Data Set dari Mausbach dan Seybold (1998) dan dilanjutkan penentuan kriteria kualitas tanah. Titik sampel ditentukan berdasarkan Peta Satuan Lahan (PSL) yang dibuat dari overlay peta penggunaan lahan, peta jenis tanah, dan peta kemiringan lereng, pada penelitian ini terdapat 8 titik lokasi antara lain (TE1, TE2, TI1, TI2, SE1, SE2, SI1, dan SI2). Parameter yang digunakan antara lain: Berat volume, porositas,  kadar debu dan lempung tanah, pH H2O, kemiringan lereng, panjang lereng, faktor lereng, kadar C – organik, N – total, P – tersedia, dan K - tersedia tanah. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil kualitas kriteria buruk seluas 66,70 ha atau 11,17% dari areal yang diamati dengan nilai IKT meliputi satuan lahan TE2 (0,391); Kriteria sedang seluas 477,12 ha atau 79,89% dari areal yang diamati terletak meliputi satuan lahan TE1 (0,449), TI1 (0,596) TI2 (0,590), SE1 (0,477), SE2 (0,490), dan SI1 (0,578); Dan kriteria baik seluas 59,41 ha atau 8,94% meliputi satuan lahan SI2 (0,659).
Back Matter Jurnal Tanah dan Air Vol 15, No 2, 2018 Agus Widodo
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v15i2.4069

Abstract

KAJIAN SIFAT FISIK A ULTISOL PADA LAHAN BUDIDAYA NENAS DENGAN BERBAGAI POLA ROTASI DI PT. GREAT GIANT PINEAPPLE TERBANGGI BESAR, LAMPUNG Angga Suseno; AZ. Purwono Budi Santoso; Susila Herlambang
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v15i2.4003

Abstract

Ultisol merupakan salah satu jenis tanah yang mengalami pelapukan lanjut. Tanah ini memiliki kandungan lempung yang tinggi pada bagian sub soil. Berdasarkan aspek fisika, Ultisol Lampung memiliki struktur tanah yang kurang mantap, permeabilitas yang lambat, porositas yang buruk, agregat kurang stabil dan bobot isi tinggi. Rotasi tanaman merupakan alternatif dalam memperbaiki sifat fisika tanah Ultisol di PT. Great Giant Pineapple. Dengan dilakukannya rotasi tanaman diharapkan mampu memberikan dampak yang besar untuk memperbaiki sifat fisika tanah Ultisol. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sifat fisika tanah Ultisol pada pola rotasi nenas-pisang, nenas-nenas dan nenas-singkong. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan penentuan lokasi dengan menggunakan metode purposif. Beda rerata antar perlakuan untuk setiap parameter di uji menurut Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan jenjang 0,05. Pengambilan sampel tanah menggunakan ring sampler dengan pola diagonal dengan kedalaman 0-40 cm. Perlakuan dengan pola rotasi nenas-pisang merupakan perlakuan terbaik dengan menghasilkan struktur granular, dengan derajat kuat, berat volume 1,48 g/cm3, kekuatan tanah 0,78 kg/cm2, porositas 43,62%. Rotasi tanaman dengan pola rotasi nenas-pisang, merupakan teknik yang baik dalam memperbaiki sifat fisika tanah di PT. Great Giant Pineapple.
UJI AKTIVITAS DEKOMPOSISI DARI BEBERAPA INOKULUM KOMERSIAL PADA BERAGAI JENIS BAHAN BERDASARKAN JUMLAH CO2 YANG TERBENTUK Yanisworo Wijaya Ratih; Dessy Apriyani Sohilait; R. Agus Widodo
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v15i2.4004

Abstract

Dekomposisi atau perombakan bahan organik merupakan proses biologi yang melibatkan aktivitas mikrobia. Aktivitas perombakan dapat direpresentasikan berdasarkan jumlah CO2 yang dihasilkan. Pengamatan aktivitas dapat digunakan sebagai dasar perbaikan proses dekomposisi, seperti proses pengomposan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola pembentukan CO2 selama inkubasi, total CO2 yang dihasilkan setelah inkubasi, serta perubahan kadar C dan N bahan setelah mengalami perombakan. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor. Faktor pertama berupa jenis substrat yang terdri atas tiga aras, yaitu Jerami padi (S1), Enceng gondok (S2), dan Seresah Kedelai (S3). Faktor kedua berupa jenis inokulum, yaitu EM-4 (I1), Promi (I2), dan Stardec (I3), sehingga diperoleh sembilan kombinasi perlakuan. Proses dekomposisi dilakukan selama 8 minggu. Parameter yang diamati meliputi jumlah CO2, kadar C dan N bahan serta C/N ratio. CO2 dianalisis menggunakan metode titrasi, C menggunakan metode Walkley and Black, sedangkan N menggunakan metode Kjeldahl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan CO2 dari masing-masing perlakuan mencapai maksimum pada pengamatan minggu pertama, total CO2 tertinggi pada substrat jerami dan seresah kedelai berturut-turut terdapat pada substrat yang diinokulasi dengan Stardec (I3) dan EM-4. Kemampuan dekomposisi ke tiga inokulum yang diuji pada substrat eceng gondok rendah. Proses dekomposisi mengakibatkan penurunan kadar C dan N.
Potensi Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit terhadap Ketersediaan Fosfor Podsolik Merah Kuning dan Serapannya oleh Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Ulinnuha Difana Putri; Lelanti Peniwiratri; R. Agus Widodo
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v15i2.3974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos TKKS berbeda takaran yang diberi NPK terhadap ketersediaan P Podsolik Merah Kuning dan serapannya oleh bibit kelapa sawit. Penelitian dilakukan di Instalasi Penelitian Tanah, Laladon, Bogor. Penelitian merupakan percobaan pot yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 7 perlakuan dengan 6 ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari Tanpa Perlakuan, NPK Standar, ¾ NPK,  ¾ NPK +½ TKKS, ¾ NPK+ ¾ TKKS, ¾ NPK+1 TKKS, ¾ NPK+1 ½ TKKS. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap parameter penelitian dilakukan analisis sidik ragam (ANOVA). Beda rerata antar perlakuan terhadap parameter hasil dilakukan uji beda nyata Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kompos TKKS berbeda takaran yang diberi NPK berpengaruh nyata meningkatkan P tersedia Podsolik Merah Kuning dan serapan P oleh bibit kelapa sawit. Perlakuan ¾ NPK + ½ TKKS memberikan hasil terbaik terhadap ketersediaan P Podsolik Merah Kuning dan serapannya oleh bibit kelapa sawit.  
BEBERAPA SIFAT FISIKA DAN KIMIA TANAH PADA AREAL REVEGETASI TANAMAN SENGON DI WASTE DUMP TAMBANG BATUBARA DI KALIMANTAN SELATAN Dwi Ayu Fitriani; Mohammad Nurcholis; Djoko Mulyanto
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v15i2.4110

Abstract

Pertambangan tambang terbuka dapat berakibat menurunkan produktivitas tanah karena perubahan sifat fisik, sifat kimiawi, dan sifat biologi tanah. Perubahan tersebut meliputi: pemampatan, penurunan daya tahan tanah terhadap erosi, penurunan produktivitas tanah, laju infiltrasi yang mempengaruhi air tanah, penurunan pH tanah, dan penurunan populasi mikroba tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penentu pertumbuhan tanaman sengon berhubungan dengan sifat fisika dan kimia tanah sehingga dapat menyebabkan terjadinya perbedaan pertumbuhan pada tanaman sengon berumur 5 tahun. Penelitian dilakukan di areal waste dump tambang batubara di Kalimantan Selatan, dengan menggunakan metode survei. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan metode purposif dengan membagi areal menjadi 4 lokasi yaitu datar 1, miring 1, datar 2 dan miring 2 dan sampel yang diambil berjumlah 12 buah. Data hasil setiap blok dihitung rata-rata dan deviasi standarnya.  Unuk mengetahui hubungan antar parameter digunakan analisis regresi, dan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antar area digunakan Uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik, kimiawi dan pertumbuhan sengon pada kemiringan lebih baik dari pada areal datar dan faktor penentu pertumbuhan sengon sebagai vegetasi utama untuk sifat fisik adalah porositas, permeabilitas dan tinggi lempung, sedangkan untuk sifat kimia adalah C-organik, total N, P tersedia, dan KPK.

Page 1 of 1 | Total Record : 7