cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ISTEK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2015): ISTEK" : 15 Documents clear
KADAR LIPIDA Scenedesmus sp PADA KONDISI MIKSOTROF DAN PENAMBAHAN SUMBER KARBON DARI HIDROLISAT PATI SINGKONG Mohamad Agus Salim
JURNAL ISTEK Vol 9, No 2 (2015): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Currently microalgae received great attention since it can be used as a source of raw material for biofuel production that promises to be able to replace fossil fuels. Microalgae contain lipids that can be converted into biodiesel as a biofuel. The low content of lipids in microalgae cells is a barrier for producing biodiesel from microalgae cells on a large scale or commercial. Culture techniques microalgae Scenedesmus sp under mixotrophic conditions by providing a source of organic carbon in the form of cassava starch hydrolyzate ( CSH ) is expected to increase biomass and high lipid content. The purpose of this study was to determine the effect of CSH that can promote the growth and lipid content of microalgae Scenedesmus sp in culture with mixotrophic conditions. Experiment using a completely randomized design (CRD) with ten replications. Treatment consisted of four concentrations of CSH : 0 ( control ), 5, 10, and 15 gL-1. The results showed cell density and cell growth rate of Scenedesmus sp highest concentration achieved in the treatment of CSH 5 g.L-1, at 1.93 X 106 sel.ml-1 which occurred on day 9 and 0.43 sel.hari-1 respectively. While the highest biomass concentration achieved in CSH 5 gL-1 at 1.32 gL-1 and the highest lipid content achieved by treatment of CSH concentration of 10 gL-1 of 19.5 %. Sources of organic carbon in the form of CSH is able to increase the biomass and lipid content of cells cultured Scenedesmus sp under mixotrophic conditions.
PEMBELAJARAN IBADAH SHALAT DALAM PERPEKTIF PSIKIS DAN MEDIS Deden Suparman
JURNAL ISTEK Vol 9, No 2 (2015): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagaimana diketahui bahwa shalat adalah merupakan pokok ajaran agama. Untuk mewajibkan ibadah shalat, Allah SWT langsung memanggil Rosulullah SAW ke langit melalui peristiwa Isra Mi’raj. Tentang shalat, dalam Al-Qur’an Allah SWT menyebut 100 kali, sementara penelusuran Kutubut Tis’ah (Kitab Hadist yang 9) kata shalat disebut 11.910 kali. Mengenai esensi ibadah shalat, bukan hanya sekedar pelaksanaan shalatnya tetapi dilihat dari mulai prosesnya seperti dari mulai berwudhu sampai bagaimana pengaruh dari pelaksanaannya. Shalat adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Islam yang telah memenuhi syarat (mukallaf). Dan shalat juga sebagai garis demarkasi antara muslim dan non muslim. Hal ini dapat dilihat dari sabda Nabi saw. yang artinya :”Perbedaan antara orang kafir (non muslim) dengan orang Islam adalah shalat”. Adapun makna shalat adalah :”Suatu perbuatan yang diawali dengan takbirotul ihrom (takbir pertama yang mengharamkan hal-hal yang halal sebelum dilakukan takbir) dan diakhiri dengan salam yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku”.Ada juga yang mengatakan bahwa shalat itu sebagai media olah raga yang bersifat jasmani dan rohani. Pendapat ini bisa diterima karena semua gerakan shalat itu mengandung unsur kesehatan. Dan jika seseorang mengalami gangguan penyakit atau kondisinya kurang sehat, maka tidak dapat melakukan shalat dengan baik dan benar. Apabila shalat itu dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan yang telah digariskan, maka akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan secara menyeluruh baik pisik maupun psikis. Hal ini telah dilakukan penelitian oleh dokter A. Saboe. Dia adalah seorang dokter muslim yang taat yang ingin membuktikan kebenaran ajaran Islam, khususnya masalah gerakan shalat dari awal hingga akhir.
PENGEMBANGAN LAPISAN TIPIS TEMBAGA OKSIDA SEBAGAI BEAM DIVIDER PADA PERANGKAT PRAKTIKUM FISIKA (OPTIKA) DI MADRASAH/SEKOLAH Bebeh Wahid Nuryadin
JURNAL ISTEK Vol 9, No 2 (2015): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beam divider (alat optik) adalah salah satu perangkat yang umum digunakan dalam pecobaan optika, misalkan interferometer Michelson-Morley. Beam divider berfungsi dalam membagi satu sinar laser menjadi dua sinar koheren, masing-masing sebesar 50% untuk refleksi dan transmisinya. Secara umum beam divider terbuat dari lapisan tipis logam pada permukaan kaca sehingga memiliki nilai reflektansi dan transmitansi yang baik dan dapat diatur. Penelitian ini ditujukan untuk mensintesis dan mengembangkan beam divider berbasis lapisan tipis tembaga oksida. Lapisan tipis tembaga disintesis menggunakan metoda spray pyrolysis pada beberapa variasi parameter seperti suhu, jarak spray terhadap substrat, konsentrasi larutan tembaga dan waktu sintesis. Parameter tersebut berpengaruh terhadap ketebalan lapisan dan nilai rasio transmisi dan refleksinya. Keberhasilan pembuatan lapisan tipis oksida tembaga ditandai dengan terbentuknya lapisan tipis berwarna kecoklatan yang tembus cahaya pada substrat kaca. Lapisan tipis tembaga oksida akan digunakan sebagai beam divider pada percobaan fisika (optika) di madrasah/sekolah, seperti percobaan interferometer Michelson-Morley.
STUDI TENTANG PEMODELAN LALU LINTAS HETEROGEN Rina Mardiati
JURNAL ISTEK Vol 9, No 2 (2015): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu permasalahan utama di sebuah negara berkembang adalah kemacetan yang sering terjadi di kota-kota besar. Kemacetan ini berdampak terhadap polusi yang dihasilkan, pemborosan bahan bakar, penurunan produktivitas manusia, waktu tempuh perjalanan yang tidak pasti dan sampai kepada masih tingginya tingkat kecelakaan yang terjadi. Penyebab dari permasalahan ini bervariasi, bukan saja dikarenakan oleh perilaku pengendara atau pengguna jalan rayanya, akan tetapi perencanaan arus lalu lintas pun menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhinya. Oleh karena itu, model simulasi lalu lintas merupakan sebuah pendekatan yang efektif untuk menganalisis operasi lalu lintas karena bisa menghasilkan output yang relatif mendekati kondisi nyata. Pada awalnya pemodelan lalu lintas dikembangankan dengan mengasumsikan kendaraan yang dimodelkan sama atau hanya memiliki sedikit perbedaan, akan tetapi model seperti itu tidak dapat diterapkan di Indonesia dikarenakan karakteristik lalu lintas lalu Indonesia yang heterogen. Makalah ini akan fokus membahas mengenai pemodelan lalu lintas heterogen yang akhir-akhir ini mulai banyak dikembangkan khususnya di beberapa Negara berkembang di Asia yang memiliki karakteristik lalu lintas mirip dengan Indonesia. Dari model-model yang sudah ada, dilakukan review mengenai model dan metode yang digunakan, kelebihan serta kekurangannya. Sehingga pada bagian terakhir paper ini dapat ditunjukkan kontribusi peluang penelitian yang dapat dilakukan pada area pemodelan lalu lintas heterogen khususnya dengan kasus lalu lintas di Indonesia.
MEMBUMIKAN ETIKA LINGKUNGAN BAGI UPAYA MEMBUDAYAKAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN YANG BERTANGGUNG JAWAB A. Rusdina
JURNAL ISTEK Vol 9, No 2 (2015): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah lingkungan adalah masalah yang sangat penting saat ini. Sikap merendahkan kualitas lingkungan adalah langkah menuju kehancuran masa depan manusia. Kemudian alam harus diperlakukan secara manusiawi dengan rasa tanggung jawab bersama. Masalah ini memang tanggung jawab kolektif yang melibatkan setiap individu, keluarga, masyarakat dan bangsa. Sebagai budaya, semua tindakan manusia idealnya harus didasarkan pada nilai-nilai etika dan moral, dan ideal ini termasuk cara memperlakukan lingkungan. Untuk menumbuhkan manajemen lingkungan yang bertanggung jawab sehingga harus menjadi penting. Di sini kita menemukan nilai dasar etika lingkungan dalam menciptakan hubungan yang berbudaya antara manusia dengan lingkungannya
PENENTUAN KONDISI OPTIMUM PADA PEMISAHAN SERIUM (IV) DARI MINERAL MONASIT MELALUI TEKNIK MEMBRAN CAIR BERPENDUKUNG TUBULAR MEMBRAN Vina Amalia
JURNAL ISTEK Vol 9, No 2 (2015): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kondisi optimum pemisahan serium(IV) dari mineral monasit Bangka dengan teknik TSLM menggunakan carrier TOA. Tahapan dari metode pemisahan ini meliputi destruksi mineral monasit menggunakan basa KOH, pengendapan uranium dan thorium, oksidasi Ce(III) menjadi Ce(IV) dengan menggunakan KMnO4, dan pemisahan dalam TSLM. Variasi konsentrasi fasa umpan, fasa pengemban, dan fasa penerima dilakukan untuk mencari hasil yang optimum. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada konsentrasi asam sulfat dalam fasa umpan 0,2 M persen transpor serium(IV) memberikan hasil yang paling baik. Optimasi konsentrasi TOA, menunjukkan bahwa persen transpor serium(IV) naik dari konsentrasi TOA 1% sampai 4% dan mengalami penurunan setelah konsentrasi TOA 4%. Persen transpor serium(IV) mengalami kenaikan siginifikan dari konsentrasi Na2CO3 0,2 M sampai 0,6 M. Pada konsentrasi analit fasa umpan yang lebih rendah persen transpor yang dihasilkan lebih baik daripada dalam konsentrasi analit dalam fasa umpan lebih tinggi, dan keadaan yang paling baik pada konsentrasi analit 330 ppm.
ANALISA POLA ASOSIASI JALUR MASUK TERHADAP KELULUSAN MAHASISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE FOLD-GROWTH (STUDI KASUS FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI) Mohamad Irfan
JURNAL ISTEK Vol 9, No 2 (2015): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi komunikasi dan informasi telah berkembang seiring dengan tuntutan untuk mendapatkan informasi yang lebih spesifik dan terukur. Data yang diolah dijadikan pendukung untuk mengambil keputusan dengan memanfaatkan basisdata yang dimiliki untuk menentukan pola asosiasi jalur masuk calon mahasiswa terhadap kelulusan. Pola asosiasi antara data mahasiswa dan data kelulsan mahasiswa. Pola asosiasi antara dua jenis data tersebut dapat menunjukkan apakah ada keterkaitan antara variabel data mahasiswa yang terdiri dari jalur masuk dan Jurusan, dengan tingkat kelulusan mahasiswa yang bisa dilihat dari lama studi dan indeks prestasi kumulatif (IPK). Penelitian mencari pola asosiasi antara jalur masuk dengan kelulusan mahasiswa menggunakan metode FOLD-Growth. Dalam metode FOLD-Growth tahapan pertama yang dilakukan adalah mencari frequent itemset, pemangkasan item-item yang tidak frequent, pembangunan FP-Tree menggunakan transaksi yang telah dipangkas dan penggalian itemset frequent. Pencarian pola antara jalur masuk dengan kelulusan mahasiswa disertai nilai support dan nilai confident menghasilkan jalur masuk melalui tes tulis maka lama lulusnya lebih dari 4 tahun dengan IPK berada diantara 3.00 sampai 3.49 masuk dalam kategori B2 di jurusan Teknik Informatika, dengan nilai support 28,73. Jalur masuk tes PPA maka lulusnya lebih dari 4 tahun dengan IPK berada diantara 3,00 smapai 3,49 atau kategori B2 dengan niali support 12,80.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN INFUSUM CACING TANAH (LUMBRICUS RUBELLUS) DENGAN TAMBAHAN KITOSAN UDANG PADA SALMONELLA THYPI Yani Suryani; Listia Wati Sophia; Tri Cahyanto; Ida Kinasih
JURNAL ISTEK Vol 9, No 2 (2015): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan senyawa lumbricin dan bioaktif lainnya dari cacing tanah (Lumbricus rubellus) untuk obat tradisional, memiliki keterbatasan yaitu mudah mengalami kerusakan yang disebabkan oleh pemanasan, pengolahan dan pada saat penyimpanan. Untuk itu diperlukan bahan pendukung agar senyawa bioaktif (lumbricin) yang terkandung dalam cacing tanah (L. rubellus) yaitu dengan menggunakan kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tambahan kitosan terhadap aktivitas antibakteri ekstrak cacing tanah pada S. thypi dengan melakukan pengujian antibakteri dilakukan dengan metode sumur (difusi agar), serta juga dilakukan uji antioksidan dengan metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil). Hasil penelitian ini yaitu konsentrasi optimum pemberian kitosan pada infusum cacing tanah dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. thypi adalah 1% dengan diameter zona hambat sebesar 1,09 mm. perlakuan kombinasi kitosan dengan infusum cacing tanah memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 antara 31,51 – 93,44 ppm.
PENGARUH CASED-BASE REASONING (CBR) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA (PENERAPAN PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA) Undang Saripudin; Yana Aditia Gerhana; Cepy Slamet
JURNAL ISTEK Vol 9, No 2 (2015): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang pengaruh Case-based Reasoning (CBR) terhadap kemampuan siswa untuk mengidentifikasi jenis-jenis frasa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah kuasi eksperimen dengan objek penelitian adalah siswa SMA di salah satu kabupaten di Jawa Barat, dimana pembelajaran yang digunakan oleh kelas kontrol adalah Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL). Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa dalam mengidentifikasi jenis-jenis frasa menggunakan model pembelajaran CBR sebesar 44% dalam interpretasi tinggi dan sebesar 56% dalam interpretasi sedang, dengan nilai taraf kepercayaan (signifikansi) diperoleh sebesar 0.000, sedangkan pembelajaran menggunakan model pembelajaran PBL sebesar 28% dalam interpretasi tinggi, sebesar 56 % dalam interpretasi sedang dan 16 % dalam interpretasi rendah. Sementara uji hipotesis diperoleh nilai zhitung = -3.089 lebih kecil dari ztabel = -1.64. Kedua hasil pengujian ini menunjukan bahwa Ho ditolak atau Ha diterima.
STUDI PEMBENTUKAN PROSES TITIK MELALUI PENDEKATAN UKURAN MENGHITUNG Rini Cahyandari
JURNAL ISTEK Vol 9, No 2 (2015): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses titik didefinisikan sebagai koleksi acak dari titik-titik yang terletak pada suatu daerah tertentu, dimana pembentukan proses ini dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan, salah satunya melalui ukuran menghitung. Dari segi matematika, jika dikaitkan dengan masalah perhitungan, proses Poisson merupakan contoh trivial dari proses titik. Karenanya, proses Poisson didefinisikan sebagai proses titik sederhana, dimana banyaknya kejadian pada suatu himpunan mengikuti distribusi Poisson dan banyaknya kejadian pada himpunan yang saling lepas adalah saling bebas. Berkaitan dengan pendekatan ukuran menghitung, prosedur perhitungan banyaknya titik dapat dilakukan melalui dua cara partisi himpunan, yaitu partisi dengan bentuk sebangun indeks parameter waktu, bidang dan ruang, yang diterapkan pada data pohon pinus berdaun panjang di hutan Wade Tract Georgia, dan partisi menggunakan konsep pengemasan bola (sphere packing). Aplikasi dari proses titik yang dibentuk melalui pendekatan ukuran menghitung dapat ditemukan di beberapa bidang, yaitu 1) bidang asuransi, khususnya pada pembuatan tabel kehidupan, dimana titik dari proses didefinisikan sebagai waktu individu meninggal 2) bidang fisika, untuk menghitung populasi partikel akibat benturan dua buah partikel utama, dimana titik dari proses didefinisikan sebagai partikel yang diidentifikasi berdasarkan kekuatan energi yang dimiliki 3) bidang demografi yang mempelajari perubahan populasi, dimana titik dari proses dapat didefinisikan sebagai kejadian kematian, kelahiran, migrasi dan emigrasi.

Page 1 of 2 | Total Record : 15