cover
Contact Name
Mohammad Rizki
Contact Email
mohammadrizki.md@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kedokteran.unram@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Jl. Pendidikan No. 37 Mataram, Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23015977     EISSN : 25277154     DOI : -
Core Subject : Health,
The Unram Medical Journal managed by the Medical Faculty of Mataram University is a scientific journal to publish the results of the latest research in the field of medical and health related. This journal promote medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also case reports.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2013)" : 7 Documents clear
ANTIMALARIALACTIVITY OF Cleome viscosa EXTRACT (INVITRO PLASMODIUM FALCIPARUM CHLOROQUIN RESISTANT GROWTH INHIBITON) Antika, Sindi; Ekawanti, Ardiana; AH, Tetrawindu
Jurnal Kedokteran Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background. Malaria is public health problem all over the world as WHO data was 300-500 million people were infected and of 2.7 million were dead annually. The main problems to eradicated malaria was resistance of parasite against convensional antimalaria. Thus, the new potential antimalaria substances need to find out. The Cleome viscosa was empirically used by inhabitant in Lombok to cure signs as malaria shown. Objective. The objective of this study was to explore the effectiveness of Cleome viscosa as antimalaria substance by experimentally study against isolat of P. falciparum chloroquin resistance strain. Method. This study design was experimental laboratory design. The Cleome viscosa extract was exposed to P. falciparum chloroquin resistance isolate. Dosage used in this research were 5µg/ml, 10 µg/ml, 25 µg/ml, 50 µg/ml, 75 µg/ml and 100 µg/ml. Control groups were control positive group that the P. falciparum exposed to chloroquin and control negative group no substances added. Parasitemia level and parasitic inhibition counted based on infected erythrocyte of 5000 eryhrocyte count in thin smear. Result. In the lowest dose group (5 µg/ml) shown 67 % parasitic inhibition, the highest parasitic inhibition was in the dose group 10 µg/ml up to 82 %. All dose group was significantly different from control groups (p
HUBUNGAN KECACINGAN DENGAN STATUS GIZI PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 41 AMPENAN KELURAHAN JEMPONG BARU KECAMATAN SEKARBELA TAHUN 2011 Ajmala, Indana Eva; Yuliyani, Eka Arie; Josafat, Anom
Jurnal Kedokteran Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Di dunia saat ini, lebih dari 2 milyar penduduk terinfeksi cacing. Di Indonesia penyakit cacing merupakan masalah kesehatan masyarakat terbanyak setelah malnutrisi. Prevalensi dan intensitas tertinggi didapatkan di kalangan anak usia sekolah. Infeksi cacing usus dapat mengakibatkan kurang gizi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kecacingan dengan status gizi. Metode Penelitian : Jenis penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan terhadap seluruh siswa kelas 4, 5, dan 6 SDN 41 Kelurahan Jempong Baru Kecamatan Sekarbela yang memenuhi kriteria inklusi. Uji laboratorium menggunakan metode sederhana, sedangkan penilaian status gizi menggunakan z-score TB/U dan IMT/U kriteria WHO. Analisis data dengan menggunakan uji ChiSquare dengan derajat kemaknaan 0,05 dan Kolmogorov-Smirnov jika syarat uji Chi-Square tidak terpenuhi. Hasil penelitian : dari penelitian didapatkan 76 siswa (67,3%) positif kecacingan dan 37 siswa (32,7%) negatif dengan infeksi tertinggi jenis cacing cambuk (28,3%). Dari uji Chi-Square hubungan kecacingan dengan status gizi indeks TB/U didapatkan nilai p =0,152 (>0,05) dan dari uji Kolmogorov-Smirnov hubungan dengan status gizi indeks IMT/U didapatkan nilai p=0,390 (>0,05). Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara kecacingan dengan status gizi indeks TB/U dan IMT/U. Kata kunci: kecacingan, status gizi, sekolah dasar
Pengaruh Pemberian Monosodium Glutamat Dosis Tinggi terhadap Kadar Serum Urea-Kreatinin pada Tikus Wistar Nisa, Hayatin; Syamsun, Arfi; Lestarini, Ima Arum
Jurnal Kedokteran Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Many cases of Monosodium Glutamate (MSG) consumption were found. Many food producers, even restaurant and household add MSG on the food produced. Safety use of MSG is still being debated. Some have claimed that the use of MSG is safe within certain limits, but the results of several studies in animals found that MSG affects the body's organs. MSG that accumulates in the body will interfere, especially the urinary system (kidneys), liver, brain, hematopoietic system, cardiovascular, central nervous system, and reproductive system. The aim of this study was to detect the effect of MSG in highrise dosage towards the level of serum urea-creatinine on Wistar Rats (Rattus novergicus). Methods: The research used a simple experimental design which iscalled the post-test only control group design. This research wasconducted on five sample groups: one group as a control, and fourothers as the treatment. The control group was not given MSG, butaquadest, while the treatment groups were given MSG solution orallyin gradable dose. MSG solution dose that was given in treatment group1 (P1) were 400 mg/100gBB, while the MSG dose for treatment 2 group(P2) were 800 mg/100gBB, treatment 3 group (P3) were 1200 mg/100gBB,and treatment 4 (P4) were 1600 mg/100gBB that were divided into 2doses. After 14 days, mice anesthetized with diethyl ether, thendecapitation and its blood was taken by intracardiac to determineserum urea-creatinine level on Wistar Rats. Result: There was significant effect of administration MSG on serum urea-creatinine levels on Wistar Rats (p <0.05). The result of this study also showed that higher doses of MSG were given, higher meanlevels of serum urea produced, while serum creatinine levels remainedrelatively constant for each group. Conclusion: There was significant effect of giving MSG on serumurea-creatinine levels on Wistar Rats statistically (p <0.05). Keywords: MSG, 14 days, Highrise Dosage, Urea, Creatinine.
PENGGUNAAN ANESTESI REGIONAL PADA KASUS TRAUMA Kresnoadi, Erwin
Jurnal Kedokteran Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tehnik anestesi regional digunakan pada pasien trauma saat di ruang operasi sebagai bagian dari prosedur tindakan anestesi atau sebagai kontrol nyeri pasca operasi. Tehnik ini menawarkan kontrol nyeri yang lebih baik, meminimalisir penggunaan jumlah obat-obatan anestesi dan analgesia intravena yang digunakan sebagai kontrol nyeri, mempercepat masa pemulihan, mengurangi penggunaan ruang perawatan intensif (intensive care unit) dan lama rawat inap, meningkatkan fungsi jantung paru, menurunkan kejadian infeksi dan respon neuroendokrin akibat stress, serta mengembalikan fungsi sistem pencernaan lebih cepat. Kekurangan dari metode analgesia regional adalah prosedur pelaksanaanya yang rumit dan diperlukan pelatihan dalam melakukan tehnik tersebut agar tercapai keahlian dalam tehnik analgesia regional. Kata kunci : tehnik anestesi regional, prosedur tindakan anestesi, kontrol nyeri pasca operasi.
HINDRONEFROSIS BERAT KANAN YANG DISEBABKAN OLEH DUPLIKASI PELVIS-URETER TIPE LENGKAP DENGAN STENOSIS URETEROVESIKAL JUNCTION Justitia, Ica; Nandana, Pandu Ishaq
Jurnal Kedokteran Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidronefrosis adalah dilatasi kaliks dan pelvis renalis karena penumpukan urin sebagai akibat obstruksi aliran keluar urin di distal dari pelvis renalis.1 Hidronefrosis dapat disebabkan oleh kelainan kongenital dan didapat.2 Duplikasi pelvis-ureter merupakan kelainan kongenital yang penting dan paling sering dibidang urologi.3 Pada artikel ini akan disajikan laporan kasus seorang pasien dengan hidronefrosis berat yang disebabkan oleh kelainan kongenital duplikasi pelvis-ureter dan stenosis ureterovesikal junction.
TROMBOSIS VENA DALAM Arum, Ima Arum
Jurnal Kedokteran Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit tromboembolik menunjukkan hubungan dengan trombosis yaitu proses pembentukan bekuan darah (trombus) dan resiko emboli. Trombosis Vena Dalam (TVD) adalah kondisi dimana terbentuk bekuan dalam vena sekunder / vena dalam oleh karena inflamasi /trauma dinding vena atau karena obstruksi vena sebagian. Penyebab utama trombosis vena belum jelas, tetapi ada tiga kelompok faktor pendukung yang dianggap berperan penting dalam pembentukannya yang dikenal sebagai TRIAS VIRCHOW yaitu abnormalitas aliran darah, dinding pembuluh darah dan komponen factor koagulasi. Standar baku emas untuk diagnosis TVD adalah venografi intarvena, di mana bahan kontras diinjeksikan pada vena kemudian difoto rontgen untuk melihat di mana terdapat obstruksi vena. Pemeriksaan ini invasif sehingga jarang dilakukan.Diagnosis yang didasarkan pada temuan fisik saja tidak dapt diandalkan, sedangkan untuk penatalaksanaan TVD secara optimal, perlu diagnosis yang obyektif. Guna mempermudah pendekatan diagnosis, digunakan sistem skoring untuk menentukan besarnya kemungkinan diagnosis klinik serta pemeriksaan laboratorium, Compression ultrasonography, dan venografi, yang dijadikan bukti diagnosis obyektif. Kata kunci : trombosis vena dalam, skor wells
EPIDEMIOLOGI GAGAL JANTUNG KRONIK PADA USIA LANJUT Rahmat, Basuki
Jurnal Kedokteran Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman revalensi gagal jantung pada usia lanjut merupakan dasar dalam menentukan kebijakan dari stakeholder terkait dengan beban ekonomi negara yang besar dalam penatalaksanaan gagal jantung kronik khususnya pada populasi usia lanjut. Selain itu data epidemiologi gagal jantung kronik tersebut dapat digunakan sebagai pertimbangan klinisi dalam menentukan strategi yang tepat dalam penatalaksanan gagal jantung kronik pada populasi ini. Karena telah kita ketahui bahwa pasien usia lanjut dengan gagal jantung tidak hanya jantungnya yang harus menjadi fokus kita. Komorbid penyakit lain, perubahan fisiologis tubuh, tatacara minum obat merupakan faktor-faktor yang harus menjadi perhatian kita. Kata kunci: Epidemiologi, Gagal jantung kronik, usia lanjut.

Page 1 of 1 | Total Record : 7