cover
Contact Name
Arif Eko Wibawanto
Contact Email
arifeko@poliban.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
porosteknik@poliban.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
POROS TEKNIK
ISSN : 20855761     EISSN : 24427764     DOI : -
Jurnal POROS TEKNIK, with a registered number ISSN 2085-5761(Print), 2442-7764 (Online) is a journal in Civil Engineering, Electrical Engineering, Mechanical Engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 2 (2014)" : 5 Documents clear
PENGARUH RATA-RATA NILAI RISK PRIORITY NUMBER PADA FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS TERHADAP AVAILABILITY UNIT CAT OHT 773D Rahman, Taupik; Effendi, M. Syafwansyah; Rahman, Noor
POROS TEKNIK Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Off HighwayTruck 773D Direkayasa untuk menghasilkan kinerja, dan dirancang untuk mengha-silkan kenyamanan,dibangun untuk tahan lama. Dikembangkan secara khusus untuk aplikasi pertambangan, quarry dan konstruksi, 773D menjaga material tetap berpindah pada volume tinggi untuk menurunkan biaya per ton. 773D dirancang untuk menghasilkan payload penuh dan waktu siklus yang cepat. Ketika dipasangkan dengan tepat, truk Cat dan alat pemuat menciptakan kombinasi yang efisien untuk memaksimalkan volume material yang dipindahkan pada biaya pengoperasian yang paling rendah. Sebagai peralatan OHT dituntut harus selalu handal (reliability) dan mempunyai availability yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan produktivitas angkutan material.Kinerja (performance) dari suatu mesin tergantung pada; reliability dan availability peralatan yang digunakan, lingkungan operasi, efisiensi pemeliharaan, proses operasi dan keahlian operator, dan lain-lain. Jika reliability dan availability suatu sistem rendah, maka usaha untuk meningkatkannya kembali adalah dengan menurunkan laju kegagalan atau meningkatkan efektifitas perbaikan terhadap tiap-tiap komponen atau sistem. Ukuran reliability dan availability dapat dinyatakan sebagai seberapa besar kemungkinan suatu sistem tidak akan mengalami kegagalan dalam waktu tertentu, berapa lama suatu sistem akan beroperasi dalam waktu tertentu, dan berapa cepat waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan kondisi sistem dari kegagalan yang terjadi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh Risk Priority Number terhadap availability Alat Berat OHT 773D tersebut yang banyak diaplikasi sebagai sarana angkutan di industri pertambangan batubara khususnya di Kalimantan Selatan sehingga bisa dibuat model persamaan regresinya yang bisa digunakan sebagai patokan memperkiraan nilai availabilty berdasarkan perhitungan nilai RPN. Hasil dari analisa menunjukkan bahwa Hasil pengujian ANOVA dengan menggunakan uji F memperlihatkan juga bahwa F hitung sebesar 1,933 dengan nilai df1 sebesar 1 dan df2 8 diperoleh nilai F tabel adalah 5,32. Dengan kondisi di mana F hitung lebih kecil dari F tabel dan nilai Sig lebih kecil dari 0,05 maka kesimpulan yang dapat diambil adalah menolah Ho, yang berarti koefisien korelasi tidak signifikan secara statistik. Sehingga bisa disimpulkan nilai rata-rata RPN tidak berpengaruh terhadap Availability.
PENGARUH PERBEDAAN MEDIA PENDINGIN TERHADAP STRUKTURMIKRO DAN KEKERASAN PEGAS DAUN DALAM PROSES HARDENING Adawiyah, Rabiatul; -, Murdjani; Hendrawan, Ahmad
POROS TEKNIK Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan media pendingin terhadapstrukturmikro pegas daun dalam proses hardening. Proses penelitian adalah dengan jalanmemanasan pegas daun sampai suhu didaerah atau diatas daerah kritis disusul dengan pendinginanyang cepat. Bila kadar karbon diketahui, suhu pemanasannya dapat dibaca dari diagram fasa besicarbida. Akan tetapi bila komposisi baja tidak diketahui, perlu diadakn percobaan untuk mengetahuidaerah pemanasannya. Cara yang terbaik ialah memanaskan dan mencelup beberapa potonganbaja berbagai suhu disusul dengan pengujian kekerasan atau pengamatan mikroskop optik. Bila suhuyang tepat telah diperoleh akan terjadi perubahan dalam kekerasan dan sifat lainnya.Hardening dilakukan untuk memperoleh sifat tahan aus yang tinggi, kekuatan dan fatigue limit/strength yang lebih baik, dan untuk mendapatkan kekerasan yang tinggi.Setelah di lakukan hardeninglangkah selanjutnya yaitu melakukan uji mikrostruktur untuk mengetahui struktur yang ada didalambaja tersebut, jadi setelah didapat hasil kekerasan dan mikrostrukturnya maka dapat dibandingkanhasil kekerasan dari empat sampel dan diambil struktur yang lebih dominan atau kekerasan yangpaling tinggi.Setelah pengujian kekerasan dan mikrostruktur dilakukan maka didapatkan hasil kekerasan dariberbagai variasi media pendingin yaitu media oli HRC 97,2 kg/mm2, media air garam HRC 99,13kg/mm2, media air biasa HRC 96,5 kg/mm2, dan pembanding HRC 94,7 kg/mm2 , jadi dapat disimpulkanbahwa media air garam lebih tinggi harga kekerasannya di bandingkan dengan media lainnya.kekerasan baja tersebut akan bertambah setelah melalui proses perlakuan panas dan denganpendinginan yang tiba – tiba (celup cepat)
POWER MANAGEMENT PLN-GENSET PADA BANK INDONESIA CABANG BANJARMASIN Graha, Setia
POROS TEKNIK Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi listrik sangat diperlukan bagi keperluan perkantoran, perindustrian, mall dan disemua tempatyang memerlukan energi listrik. Sumber energi listrik utama berasal dari Perusahan Listrik Negarayang dikenal dengan PLN, daerah Banjarmasin sering terjadinya pemadaman aliran listrik sehingadiperlukan energi listrik yang dihasilkan oleh generator sendiri. Pemindahan aliran listrik antarasumber PLN dan Genset diperlukan suatau alat switch yang saling interlok satu sama lain dikenaldengan Change Over Switch (COS).Semakin besarnya keperluan pemakaian daya listrik untuk mencukupi kebutuhan daya pada saatterjadinya pemadaman listrik di perlukan beberapa pembangit listrik hal ini adalah generator, untukmemperbesar kemampuan daya generator diperlukan sistem paralel genset yang dapat mengaturbeban dan memanagemet besaran daya yang harus di supali sesuai keperluan beban.
EFISIENSI PEMAKAIAN DAYA LISTRIK MENGGUNAKAN KAPASITOR BANK Noor, Syamsudin; Saputera, Noor
POROS TEKNIK Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya beban pada jaringan listrik adalah beban induktif seperti motor listrik, heater,neon ( yang menggunakan trafo ), lampu mercury dan lain-lain, jadi beban listrik kebanyakan adalahbeban induktif yang membutuhkan daya reaktif. Jika beban rekatif ini dipikul oleh pembangkit tenagalistrik, maka arus yang mengalir dijaringan juga semakin besar yang berakibat factor dayanyamenurun dan jatuh tegangan pada ujung saluran ( ke konsumen ) meningkat.Salah satu langkah efesiensi penggunaan energi listrik di konsumen adalah dengan memasangperalatan penghemat energi listrik ( energy server ) yang digunakan baik disektor industri, bisnis /komersial maupun rumah tangga. Peralatan penghemat energy listrik tersebut adalah kapasitor bankyang berguna untuk menginjeksi daya reaktif pada titik-titik dimana terjadi tegangan jatuh, sehinggadiperoleh profil tegangan yang baik dan rugi daya yang lebih kecil.Kapasitor bank dapat memperbaiki power factor( Cos phi ) untuk meningkatkan kwalitas dayasekaligus meningkatkan effesiensi pemakaian peralatan listrik konsumen dan akhirnya effesiensienergi listrik yang disediakan oleh penyedia tenaga listrik.
TINJAUAN BANTARAN BANJIR ACTUAL TERHADAP PP NO.38 TAHUN 2011 DAN PERATURAN MENTERI PU NO. 63 TAHUN 1993 DI SUNGAI BARABAI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Hayati, Fitriani; Agoes, Herliyani Farial; Julianoor P., Nanang E.
POROS TEKNIK Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bantaran Banjir adalah lebar titik batas muka air normal sungai dengan titik batas pada saatbanjir (banjir yang sering terjadi) dimana pada sungai Barabai di berbagai lokasi kondisipembangunan tidak memperhatikan wilayah sempadan pada bantaran banjir , sehingga ketikaterjadinya banjir bangunan pemukiman tidak luput dari genangan banjir tersebut dan seharusnyadimana wilayah sempadan harus ada agar adanya batas perlindungan sungai dan keamanan jarakuntuk wilayah pemukiman penduduk yang tinggal ketika terjadi banjir, serta sebagai wilayah fungsisungai itu sendiri. Penentuan bantaran banjir yang jelas akan mempermudah Pemerintah dalampenataan bantaran sungai termasuk penataan sungai Barabai saat ini. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mendapatkan gambaran nyata kondisi bantaran banjir di desa Alat Ujung, Alat,Manggasang dan Batu Benawa kab. Hulu Sungai Tengah dan mengevaluasi kondisi bantaran banjireksisting terhadap Peraturan Pemerintah Tentang sungai (Nomor :38 /2011) dan Peraturan MenteriPekerjaan Umum (Nomor: 63 / PRT / 1993) dalam lingkup sempadan sungai.Studi ini dilakukan dengan metode observasi lapangan. Objek studi adalah sungai Barabai didesa Alat Ujung,Alat ,Manggasang dan Batu benawa kabupaten Hulu Sungai Tengah ProvinsiKalimantan Selatan, dengan pengambilan sampel titik lokasi penelitian dibagi menjadi 3 yaitu bagianhulu, tengah dan hilir. Observasi lapangan untuk mendapatkan gambaran nyata kondisipembangunan di sekitar sungai untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya ketidaksesuaian dilapangan dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor :38 Tahun 2011 (Tentangsungai), dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Nomor: 63 / PRT / 1993)Tinjauan bantaran banjir aktual pada sungai Barabai yang dilakukan pada 4 desa memberikaninformasi tentang kondisi bantaran banjir aktual yaitu pada lokasi 1 di desa Alat Ujung ,sungaimempunyai lebar 34 meter dihitung dari tepi kiri dan kanan sungai. Sungai diklasifikasikan termasukpada kategori sungai besar dan tidak bertanggul, Jarak bantaran banjir dari tepi sungai didapat 7.5meter dengan jarak pemukiman dengan tepi sungai dalam kondisi air normal 11 meter, pada lokasi2 di desa Alat, lebar sungai 27,30 meter dihitung dari tepi kiri kanan sungai, sungai diklasifikasikantermasuk pada kategori sungai besar dan tidak bertanggul. Jarak bantaran banjir dari tepi sungaididapat 6 meter dengan jarak pemukiman penduduk dengan sungai 2 meter dari tepi sungai, padalokasi 3 di desa Manggasang, lebar sungai 24,00 meter dihitung dari tepi kiri kanan sungai, sungaidiklasifikasikan termasuk pada kategori sungai besar dan tidak bertanggul. Jarak bantaran banjir daritepi sungai didapat 8,5 meter namun jarak pemukiman pada tepi sungai ± 200 dan pada lokasi 4 didesa Batu Benawa, lebar sungai 21,60 meter dihitung dari tepi kiri kanan sungai, sungaidiklasifikasikan termasuk pada kategori sungai besar dan tidak bertanggul. Jarak bantaran banjir daritepi sungai didapat 3,5 meter dan jarak pemukiman penduduk dengan tepi sungai 13,50 meter.Kondisi bantaran banjir sungai Barabai di desa Alat Ujung, Alat dan Batu Benawa tidak memenuhiPP.Tentang sungai no.38 thn.2011 sedangkan pada desa Manggasang memenuhi PP.Tentangsungai no.38 thn.2011.

Page 1 of 1 | Total Record : 5