cover
Contact Name
Arif Eko Wibawanto
Contact Email
arifeko@poliban.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
porosteknik@poliban.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
POROS TEKNIK
ISSN : 20855761     EISSN : 24427764     DOI : -
Jurnal POROS TEKNIK, with a registered number ISSN 2085-5761(Print), 2442-7764 (Online) is a journal in Civil Engineering, Electrical Engineering, Mechanical Engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2015)" : 14 Documents clear
Studi Pasir Sungai Sebagai Agregat Halus Pada Laston Permukaan (Asphaltic Concretewearing Course, AC-WC) Surat, Surat; Yasruddin, Yasruddin
POROS TEKNIK Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v7i1.591

Abstract

Konstruksi perkerasan jalan lentur Laston permukaan (Asphaltic Concrete-WearingCourse, AC-WC) harus memiliki sifat-sifat, kuat memikul beban lalu lintas, keawetan tinggi,kedap air, permukaan rata tahan aus dan kekesatan yang cukup. Bahan campuran Lastonpermukaan (AC-WC) terdiri dari fraksi agregat kasar, medium, halus, filler dan bahanpengikat menggunakan aspal. Agregat fraksi halus terdiri dari kombinasi batu pecah danpasir sungai. Deposit pasir sungai cukup banyak. Pasir sungai mempunyai kualitas baik,didapat gradasi dan berat jenis yang bervariasi. Batu pecah dari quary Gunung Martadahdan pasir sungai dari Sungai Awang Bangkal, Sungai Rantau, Sungai Pengaron dan SungaiBarito.Penelitian menggunakan material batu pecah quary Gunung Martadah B denganproporsi fraksi agregat kasar 18%, fraksi agregat medium 40%, fraksi agregat halus 30%,pasir sungai10%, filler menggunakan semen portland 2%. Proporsi pasir sungai disamakansebesar 10%, (Sungai Awang Bangkal atau Sungai Rantau atau Sungai Pengaron atauSungai Barito). Gradasi agregat gabungan mendekati kurva Fuller, persen lolos saringanNo.100 dan No.200 mendekati batas bawah spesifikasi untuk Laston Permukaan (AC-WC)gradasi kasar.Dengan berat jenis semakin besar nilai kepadatan campuran makin besar padagradasi, kadar aspal dan enerji pemadatan yang sama. Nilai kepadatan dipengaruhi olehgradasi, kadar aspal, berat jenis agregat dan enerji untuk memadatkan. Semakin tinggikepadatan (density) maka nilai VIM, VMA lebih rendah dan sebaliknya VFB tinggi didapatstabilitas dan durabilitas tinggi.Pengujian Marshall dengan perendaman selama 24 jam dan60°C untuk material batu pecah Gunung Martadah B dan pasir sungai (Sungai AwangBangkal atau Sungai Rantau atau Sungai Pengaron atau Sungai Barito) pada campuranLaston permukaan (AC-WC) diperoleh niliai stabilitas Marshall sisa lebih besar dari 90persen sehingga dinyatakan memenuhi persyaratan.Kata kunci: Laston permukaan (AC-WC), batu pecah, pasir sungai, karakteristik Marshall
Pengaruh Beda Media Pendingin Pada Proses Hardening Terhadap Kekerasan Baja Pegas Daun Adawiyah, Rabiatul
POROS TEKNIK Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v7i1.195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beda media pendingin pada proseshardening pada kekerasan pegas daun. Proses penelitian adalah dengan jalan memanasanpegas daun sampai suhu didaerah atau diatas daerah kritis disusul dengan pendinginanyang cepat. Bila kadar karbon diketahui, suhu pemanasannya dapat dibaca dari diagramfasa besi-carbida . Akan tetapi bila komposisi baja tidak diketahui, perlu diadakan percobaanuntuk mengetahui daerah pemanasannya. Cara yang terbaik ialah memanaskan danmencelup beberapa potongan baja pada suhu tertentu disusul dengan pengujian kekerasan.Bila suhu yang tepat telah diperoleh akan terjadi perubahan dalam kekerasan dan sifatlainnya.Hardening dilakukan untuk memperoleh sifat tahan aus yang tinggi, kekuatan danfatigue limit/ strength yang lebih baik, dan untuk mendapatkan kekerasan yang tinggi.Setelah dilakukan hardening langkah selanjutnya yaitu setelah didapat hasil kekerasanmaka dapat dibandingkan hasil kekerasan dari empat sampel dan diambil atau kekerasanyang paling tinggi.Pengolahan data hasil penelitian dengan menggunakan analisa statistic ANOVASampel yang digunakan sebanyak 9 buah, untuk masing-masing media pendingin 3 sampel.Dari hasil pengolahan data tersebut terlihat bahwa Levene Statistik adalah 8,467 dengannilai sig sebesar 0,018, yang berarti varian dari nilai kekerasan dalah sama. Sedangkandengan melihat nilai F hitung sebesar 1,345 dengan nilai sig sebesar 0,329. Dengan hasiltesebut dimana F tabel sebesar 5,99 yaitu F hitung kecil dari F tabel bararti rata-rata nilaikekerasan setiap sistem adalah sama.Kesamaan Rata-rata dari nilai kekerasan adalahsignifikan. Faktor yang mempengaruhi hasil karena kurangnya variasi sampel yang diteliti,dan pada proses perlakuan panas pegas daun.
PENGENDALIAN MUTU AGREGAT KELAS A DAN KELAS B PADA PEKERJAAN JALAN SUNGAI ULIN-MATARAMAN ., Fathurrozi; Gorang, Sesiliana Ina
POROS TEKNIK Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian mutu merupakan salah faktor penting yang dapat memberikan informasisebagai tolok ukur, apakah suatu pekerjaan sudah sesuai dengan yang diinginkan. Adabeberapa pemeriksaan laboratorium yang perlu dikerjakan untuk mengetahui mutu agregatkelas A dan kelas B , yaitu Atterberg (pemeriksaan konsistensi tanah), analisa saringan,abrasi, percobaan pemadatan, CBR (California Bearing Ratio), dan pemeriksaan lapangandengan metode sand cone test.Pengendalian mutu ini mengcu pada buku Spesifikasi Umum tahun 2010 (rev.2) yangditerbitkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jendral Bina Marga RepubikIndonesia. Sedangkan objek penelitian ini dilakukan pada pekerjaan jalan Sungai Ulin-Mataraman,yaitu pada pekerjaan lapis pondasi agregat kelas A dan lapis pondasi agregatkelas B sepanjang dari Sta 11+975 s/d sta 13+000.Hasil yang diperoleh unluk material LPA, memperlihatkan semua titik berada pada nilaikadar air antara 5.10% s/d 6.20%, sesuai spesifikasi, kadar air berada pada rentang 3%dibawah kadar air optimum dan 1% diatas kadar air optimum yaitu antara rentang 3,5% -7,5%. berat kering maksimum LPA, ?d (lab) yang direncanakan 2,170 gc/cc dengan derajatkepadatan adalah 100%, hasil lapangan memberikan nilai kepadatan antara ?d =101.19 gc/ccs/d 108.45 gc/cc.Unluk material LPB, ada 4 STA dengan kadar air diluar rentang kadar air4,4% - 7,4%. yaitu STA 12+100 = 8,7%, STA 12+200 = 8,1%, STA 12+400 = 9,6% dan STA12+600 = 8,6%. Solusinya adalah dengan mengeringkan melalui sinar matahari dalam waktutertentu maka kadar air lapangan akan turun sampai pada rentang yang disyaratkan. Beratkering maksimum LPB, ?d (lab), direncanakan 2,170 gc/cc dengan derajat kepadatan adalah>=95%. Dari hasil lapangan memberikan nilai ?d =106.78 gc/cc s/d 112.73 gc/cc, kecuali padasatu titik dengan derajat kepadatan adalah =99.92, namun masih >=95%.
Analisis Sistem Pengolahan Air Limbah Pada Kelurahan Kelayan Luar Kawasan IPAL Pekapuran Raya PD PAL Kota Banjarmasin Khaliq, Abdul
POROS TEKNIK Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya air selain merupakan sumber daya alam juga merupakan komponenekosistem yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Kebutuhan akan air cenderung semakin meningkat dari waktu ke waktu.Kota Banjarmasin merupakan salah satu kota yang memiliki banyak penduduk danterkenal dengan sebutan Kota Seribu Sungai, sering kita jumpai kebanyakan masyarakatyang tinggal di pinggiran sungai menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan, seperti :sampah, tinja, air bekas cucian, air bekas mandi dan sebagainya, khususnya pada kelurahankelayan luar kota banjarmasin. Oleh karena itu pemerintah mendirikan PD PAL (PerusahaanDaerah Pengolahan air Limbah).Penyusunan laporan dilakukan dengan metode pengumpulan data primer dan datasekunder, data primer meliputi wawancara langsung dengan narasumber di lapangan dansurvey ke lapangan untuk memecahkan masalah.Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan di dapat debit aliran air limbah existingpada Kelurahan Kelayan Luar Kota Banjarmasin yang berpenduduk 4.801 jiwa dan luaswilayahnya 22.05 ha adalah 6,6680556 l/detik (tahun 2014), sedangkan untuk debit aliranair limbah pada 10 tahun ke depan adalah 7,2625 l/detik (tahun 2024).
TEORI PERHITUNGAN UNTUK JARINGAN FUZZY Maududy, Ivan
POROS TEKNIK Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seperti yang kita ketahui bersama ada beberapa Metode Komputasi yang digunakanoleh beberapa peneliti dalam mengatasi suatu permasalahan yang berada disekitar kitamisal Neural Network, Fuzzy, algoritma genetika, Artificial Intelegent dan Adaptive NeuroFuzzy (ANF) yang akan menjadi pembahasan kita. Dengan adanya gabungan antaraneural network dan fuzzy mempunyai kemampuan untuk membangun model denganmenggunakan beberapa data sample yang digunakan dari system target. Secara kasatmata, system target membantu untuk membangun inisial dari struktur modelMetode Komputasi dapat digunakan dalam berbagai cara termasuk system kontrolfeedback klasik, fuzzy controller dan JST dengan melihat berbagai faktor. Secarakonseptual metode ANF tidak lebih dari teknologi yang menggabungkan beberapa ide danparadigma untuk memecahkan persoalan. Bagaimanapun juga ANF sangat berguna untukmenyelesaikan permasalahan yang ada sehingga persoalan dapat dibedakan lebihspesifik lagi.
Studi Debit Aliran Pada Sungai Antasan Kelurahan Sungai Andai Banjarmasin Utara Norhadi, Ahmad; Marzuki, Akhmad; Wicaksono, Luki; Yacob, Rendi Addetya
POROS TEKNIK Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v7i1.590

Abstract

Kota Banjarmasin dikenal sebagai kota seribu sungai yang terdapat banyak anak sungaiyang mempunyai karakteristik berbeda setiap sungai salah satunya sungai Antasan yangterletak pada titik koordinat S 3º18'7,4232" dan T 114º37'2,3916" kelurahan Sungai Andai,Kecamatan Banjarmasin Utara. Sungai Antasan merupakan sungai tersier yang terpengaruholeh pasang surut ganda dari Sungai Martapura yang merupakan sungai primer dan berfungsisebagai drainase.Aliran di daerah Sungai Antasan terdapat beberapa hambatan seperti tumbuhan air,limbah perumahan dan limbah perkebunan yang mengakibatkan terganggunya aliran,sehingga akan berdampak kurang baik terhadap daerah aliran Sungai Antasan yang mengalirmasuk dari Sungai Martapura ke daerah pemukiman sekitar maupun sebaliknya. Berdasarkanhal tersebut ada sesuatu yang bisa diambil untuk merencanakan agar aliran air sungai masukke pemukiman sesuai dengan kebutuhan. Hal ini jelas berdampak pada kecepatan aliran dankarakteristik sungai oleh karena itu perlu dilakukan studi penelitian untuk mengetahuikecepatan aliran dan karakteristik Sungai Antasan.Dalam pelaksanaan penelitian digunakanalat ukur kecepatan aliran air sungai yaitu current meter dengan metode SNI 03-2819-1992.Kecepatan aliran rata-rata sangat bervariasi selama 10 hari, kecepatan minimum dengannilai 0.068 m/detik dan kecepatan maksimum dengan nilai 0.0983 m/detik dan memilikikecepatan aliran rata-rata dengan nilai 0.0831 m/detik. Hasil debit aliran sangat terpengaruhdari hasi kecepata naliran dengan debit aliran minimum 0.047 m³/detik, debit aliran maksimum0.065 m³/detik dan debit aliran rata-rata 0.0558 m³/detik. Sungai Antasan mengalami pasangsurut terjadi dua kali dalam satu hari, pasang pertama pada jam 9 pagi – 3 siang, pasangkedua pada jam 9 malam – 3 pagi, sungai Antasan berbentuk denditrik bercabang seperti akarkalau dilihat dari tampak atas, sungai Antasan bertipe sungai kecil karena memiliki lebar 5,5mete rdan panjang sungai yang bisa dilewati adalah2,5 km. Hasil penelitian in idapat menjadiacuan awal sebagai data untuk penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan SumberDaya Air.Kata Kunci : Kecepatan aliran, Debit aliran, karakteristik
PENGARUH PROSES SEPUH TERHADAP KEKERASAN MATA KAPAK HASIL PANDAI BESI DI KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN KALIMANTAN SELATAN Hendrawan, Ahmad
POROS TEKNIK Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penyepuhanterhadap kekerasan kapak yang dibuat pandai besi tradisional, menguji apakah adaperbedaan kekerasan dari mata kapak antara yang disepuh dengan yang tidak disepuh.Metode pengujian yang dilakukan untuk mengetahui harga kekerasan benda ujiadalah dengan menggunakan metode pengujian kekerasan Brinell yang dilakukan dilaboratorium Pengujian Bahan dan Metrologi Jurusan Teknik Mesin Politeknik NegeriBanjarmasinSetelah pengujian kekerasan dilakukan didapatkan bahwa pada kapak yang tidakdisepuh, tidak dilakukan pengerjaan panas lagi, sehingga pada saat pengujian kekerasan,kapak yang tidak disepuh agak lunak. Ini dikarenakan tidak adanya perlakuan dingin yangcepat. Setelah melakukan penempaan pendinginan hanya dengan udara saja. Sementaradari hasil analisa menggunakan SPSS didapatkan hasil perhitungan nilai t hitung (7,211)lebih besar dari t tabel (2,201) dengan hasil tersebut bisa disimpulkan bahwa perbedaandisepuh dengan tidak disepuh menyebabkan perbedaan dalam kekerasan
Pengaruh Beda Media Pendingin Pada Proses Hardening Terhadap Kekerasan Baja Pegas Daun Rabiatul Adawiyah
POROS TEKNIK Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v7i1.195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beda media pendingin pada proseshardening pada kekerasan pegas daun. Proses penelitian adalah dengan jalan memanasanpegas daun sampai suhu didaerah atau diatas daerah kritis disusul dengan pendinginanyang cepat. Bila kadar karbon diketahui, suhu pemanasannya dapat dibaca dari diagramfasa besi-carbida . Akan tetapi bila komposisi baja tidak diketahui, perlu diadakan percobaanuntuk mengetahui daerah pemanasannya. Cara yang terbaik ialah memanaskan danmencelup beberapa potongan baja pada suhu tertentu disusul dengan pengujian kekerasan.Bila suhu yang tepat telah diperoleh akan terjadi perubahan dalam kekerasan dan sifatlainnya.Hardening dilakukan untuk memperoleh sifat tahan aus yang tinggi, kekuatan danfatigue limit/ strength yang lebih baik, dan untuk mendapatkan kekerasan yang tinggi.Setelah dilakukan hardening langkah selanjutnya yaitu setelah didapat hasil kekerasanmaka dapat dibandingkan hasil kekerasan dari empat sampel dan diambil atau kekerasanyang paling tinggi.Pengolahan data hasil penelitian dengan menggunakan analisa statistic ANOVASampel yang digunakan sebanyak 9 buah, untuk masing-masing media pendingin 3 sampel.Dari hasil pengolahan data tersebut terlihat bahwa Levene Statistik adalah 8,467 dengannilai sig sebesar 0,018, yang berarti varian dari nilai kekerasan dalah sama. Sedangkandengan melihat nilai F hitung sebesar 1,345 dengan nilai sig sebesar 0,329. Dengan hasiltesebut dimana F tabel sebesar 5,99 yaitu F hitung kecil dari F tabel bararti rata-rata nilaikekerasan setiap sistem adalah sama.Kesamaan Rata-rata dari nilai kekerasan adalahsignifikan. Faktor yang mempengaruhi hasil karena kurangnya variasi sampel yang diteliti,dan pada proses perlakuan panas pegas daun.
PENGENDALIAN MUTU AGREGAT KELAS A DAN KELAS B PADA PEKERJAAN JALAN SUNGAI ULIN-MATARAMAN Fathurrozi .; Sesiliana Ina Gorang
POROS TEKNIK Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian mutu merupakan salah faktor penting yang dapat memberikan informasisebagai tolok ukur, apakah suatu pekerjaan sudah sesuai dengan yang diinginkan. Adabeberapa pemeriksaan laboratorium yang perlu dikerjakan untuk mengetahui mutu agregatkelas A dan kelas B , yaitu Atterberg (pemeriksaan konsistensi tanah), analisa saringan,abrasi, percobaan pemadatan, CBR (California Bearing Ratio), dan pemeriksaan lapangandengan metode sand cone test.Pengendalian mutu ini mengcu pada buku Spesifikasi Umum tahun 2010 (rev.2) yangditerbitkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jendral Bina Marga RepubikIndonesia. Sedangkan objek penelitian ini dilakukan pada pekerjaan jalan Sungai Ulin-Mataraman,yaitu pada pekerjaan lapis pondasi agregat kelas A dan lapis pondasi agregatkelas B sepanjang dari Sta 11+975 s/d sta 13+000.Hasil yang diperoleh unluk material LPA, memperlihatkan semua titik berada pada nilaikadar air antara 5.10% s/d 6.20%, sesuai spesifikasi, kadar air berada pada rentang 3%dibawah kadar air optimum dan 1% diatas kadar air optimum yaitu antara rentang 3,5% -7,5%. berat kering maksimum LPA, ?d (lab) yang direncanakan 2,170 gc/cc dengan derajatkepadatan adalah 100%, hasil lapangan memberikan nilai kepadatan antara ?d =101.19 gc/ccs/d 108.45 gc/cc.Unluk material LPB, ada 4 STA dengan kadar air diluar rentang kadar air4,4% - 7,4%. yaitu STA 12+100 = 8,7%, STA 12+200 = 8,1%, STA 12+400 = 9,6% dan STA12+600 = 8,6%. Solusinya adalah dengan mengeringkan melalui sinar matahari dalam waktutertentu maka kadar air lapangan akan turun sampai pada rentang yang disyaratkan. Beratkering maksimum LPB, ?d (lab), direncanakan 2,170 gc/cc dengan derajat kepadatan adalah>=95%. Dari hasil lapangan memberikan nilai ?d =106.78 gc/cc s/d 112.73 gc/cc, kecuali padasatu titik dengan derajat kepadatan adalah =99.92, namun masih >=95%.
Analisis Sistem Pengolahan Air Limbah Pada Kelurahan Kelayan Luar Kawasan IPAL Pekapuran Raya PD PAL Kota Banjarmasin Abdul Khaliq
POROS TEKNIK Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya air selain merupakan sumber daya alam juga merupakan komponenekosistem yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Kebutuhan akan air cenderung semakin meningkat dari waktu ke waktu.Kota Banjarmasin merupakan salah satu kota yang memiliki banyak penduduk danterkenal dengan sebutan Kota Seribu Sungai, sering kita jumpai kebanyakan masyarakatyang tinggal di pinggiran sungai menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan, seperti :sampah, tinja, air bekas cucian, air bekas mandi dan sebagainya, khususnya pada kelurahankelayan luar kota banjarmasin. Oleh karena itu pemerintah mendirikan PD PAL (PerusahaanDaerah Pengolahan air Limbah).Penyusunan laporan dilakukan dengan metode pengumpulan data primer dan datasekunder, data primer meliputi wawancara langsung dengan narasumber di lapangan dansurvey ke lapangan untuk memecahkan masalah.Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan di dapat debit aliran air limbah existingpada Kelurahan Kelayan Luar Kota Banjarmasin yang berpenduduk 4.801 jiwa dan luaswilayahnya 22.05 ha adalah 6,6680556 l/detik (tahun 2014), sedangkan untuk debit aliranair limbah pada 10 tahun ke depan adalah 7,2625 l/detik (tahun 2024).

Page 1 of 2 | Total Record : 14