cover
Contact Name
Arif Eko Wibawanto
Contact Email
arifeko@poliban.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
porosteknik@poliban.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
POROS TEKNIK
ISSN : 20855761     EISSN : 24427764     DOI : -
Jurnal POROS TEKNIK, with a registered number ISSN 2085-5761(Print), 2442-7764 (Online) is a journal in Civil Engineering, Electrical Engineering, Mechanical Engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 367 Documents
PERENCANAAN GEOMETRI JALAN SEDERHANA UNTUK JALAN PEDESAAN Adderian Noor; Muhammad Fauzi; Fathur Rozi
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 1 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan dan pembangunan akan prasarana transportasi jalan di Pedesaan sangat mendesak. Pembangunan jalan yang dihasilkan di Pedesaan paling tidak ditinjau dari as-pek geometri, pelaksanaan, dan biaya tidak jauh berbeda dari kaidah-kaidah teknis, ling-kungan, dan ekonomis. Kendala yang ada di Pedesaan akan selalu dihadapkan pada sumber daya manusia pelaksana yang memadai. Tulisan ini akan mencoba menguraikan dasar-dasar perencanaan sederhana untuk geometri jalan di Pedesaan, yang mudah di-pahami dan dilaksanakan.Ditinjau dari sejarah terjadinya jalan di Pedesaan banyak dijumpai jalan berubah peran dan fungsinya seiring dengan waktu, perubahan tersebut dimulai dari jalan setapak, lalu berubah jadi jalan lokal, jalan kolektor, dan mungkin jadi jalan arteri. Oleh karena banyak ditemui elemen geometri jalan yang tidak sesuai dengan ketentuan teknis yang ada dan ini sangat berbahaya untuk pergerakan lalu lintas.Undang Undang, No. 38 Tahun 2004, Tentang Jalan, bahwa prasarana transportasi jalan bertujuan untuk meningkatkan pembangunan dan sekaligus menyalurkan hasil pem-bangunan ke seluruh pelosak hingga ke Pedesaan. Prasarana transportasi dalam bentuk jalan untuk kawasan pedesaan merupakan pilihan utama, selain murah dalam pem-bangunan juga mempunyai keunggulan dalam aksesibilitas.
PENERAPAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PADA PROSES MANAJEMEN DISTRIBUSI DAN TRANSPORTASI UNTUK MEMINIMASI WAKTU DAN BIAYA PENGIRIMAN Harry Sudjono; Syamsudin Noor
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 1 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses distribusi yang diterapkan oleh PT Holcim Indonesia Tbk, dengan menggunakan truk memiliki beberapa kelemahan yaitu : lamanya waktu distribusi, panjangnya rute yang harus dilalui dan ketimpangan pembagian order oleh transporter. Untuk mengatasi per-masalahan tersebut dibutuhkan suatu metode untuk mengatur distribusi dan transportasi semen. Supply Chain Management (SCM) adalah suatu proses yang secara strategis mengendalikan aliran barang, jasa, informasi, uang dan pengetahuan antar organisasi yang bekerjasama dalam suatu rantai pasok untuk mencapai tujuan dari suatu organisasi atau perusahaan. Pada skripsi ini dilakukan proses perhitungan waktu dan distribusi se-men dari Cilacap ke area distribusi di wilayah Jawa Timur dengan menggunakan metode awal yang digunakan perusahaan dan akan dilakukan pendistribusian dengan menggu-nakan moda transportasi truk dan kereta api, dengan bantuan metode saving matrix. Me-tode saving matrix digunakan sebagai salah satu alternatif metode yang dapat digunakan untuk mencari rute distribusi terpendek yang sebaiknya dilalui untuk proses distribusi. Pada metode saving matrix akan diketahui juga kota atau area mana yang dapat dilayani bersamaan berdasarkan hasil saving yang diperoleh. Proses perhitungan distribusi dan transportasi menggunakan metode awal yang telah digunakan perusahaan, diperoleh ha-sil total waktu 343 jam dengan total biaya sebesar Rp 26.349.400,00. Sedangakan hasil perhitungan dengan menggunakan metode saving matrix diperoleh besarnya waktu dan biaya paling rendah pada perhitungan waktu dan biaya distribusi regional 3, yaitu proses distribusi dengan menggunakan gabungan moda transpotasi kereta api dan truk. Besar-nya waktu dan biaya distribusi total yang akan dikeluarkan perusahaan, yaitu selama 39 jam dan sebesar  Rp 17.183.886,80. Dari hasil tersebut perusahaan akan menghemat waktu distribusi sebesar 88,62 % dan 34 % untuk biaya distribusinya.
PENGARUH KONSENTRASI CAMPURAN ASETON DAN METANOL TERHADAP UNJUK KERJA TERMAL REVOLVING HEAT PIPE DENGAN ALUR MEMANJANG Heri Soedarmanto; Teguh Suprianto; Sigit Mujiarto
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 1 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Heat pipe adalah suatu alat penukar kalor yang memungkinkan perpindahan sejumlah besar kalor melalui luas permukaan yang sangat kecil. Heat pipe terdiri dari evaporator, adiabatis dan kondensor. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh konsentrasi volume aseton – metanol fluida kerja terhadap kinerja termal dan karakteristiknya pada pipa kalor.Pipa kalor dibuat dari pipa tembaga Æ 12,7 x 500 mm, daerah evaporator dan adiabatik diisolasi, sedangkan daerah kondensornya diberi sirip untuk penyerapan kalor. Panjang daerah evaporator 110mm, adiabatik 230 mm, dan kondensor 160 mm. Variasi konsen-trasi volume aseton – metanol fluida kerja yang digunakan adalah 0% ( metanol ), 20%, 40%, 60%, 80%, 100%. Daya input yang digunakan adalah 6; 11,4; 17,2; 25; 32,2; 40,1; 50; 61 Watt. Data yang diperlukan adalah temperatur di evaporator (Te), kondensor (Tk1, Tk2, Tk3), udara (Tu).Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada semua variasi fluida kerja kecuali metanol, semakin besar konsentrasi volume aseton menghasilkan temperatur di bagian evapo-rator, end to end DT, dan tahanan termal yang semakin kecil. Semua variasi fluida kerja pada daya input yang rendah mempunyai tahanan termal tertinggi kemudian terus me-nurun sampai daya input terbesar. Karakteristik fluida kerja pada daya input yang tinggi tidak menjamn bahwa, dengan nilai tahanan termal kecil dapat menghasilkan kapasitas perpindahan panas ( fluk kalor ) yang tinggi.
PENGARUH MUKA AIR TANAH TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH YANG DIPERKUAT DENGAN GEOTEXTILE Rusdiansyah .
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 2 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah pasir merupakan material berbutir yang mempunyai kapasitas daya dukung yang tinggi dan penurunan yang kecil pada tanah yang relatif padat. Sedangkan geotextile da-pat digunakan untuk meningkatkan bearing capacity tanah atau memperkuat daya du-kung tanah dasar antara lain dalam pembuatan jalan atau tanggul. Penelitian ini dilaku-kan untuk mengetahui besar pengaruh muka air tanah  terhadap daya dukung tanah yang diperkuat geotextile dan penurunan pondasi di atas tanah pasir yang dihasilkan aki-bat pengaruh muka air tanah dan pemasangan geotextile. Penelitian ini dilakukan melalui uji model di lokasi pengujian dengan cara meletakkan uji sampel pondasi dangkal de-ngan dimensi 10x10 cm di atas pasir yang dimasukkan ke dalam kolam pengujian dan menguji pondasi dangkal tersebut baik tanpa perkuatan maupun dengan menggunakan perkuatan geotextile dengan variasi tinggi muka air tanah. Variasi tinggi muka air tanah dalam penelitian ini adalah 55 cm, 67,5 cm, 77,5 cm dan 80 cm dari dasar. Pelaksanaan penelitian dengan menggunakan perkuatan geotextile, yaitu dengan jarak antar geo-textilenya tidak rapat (n=4) dan dengan jarak antar geotextilenya rapat (n=5). Parameter yang diteliti adalah efek letak lapisan geotextile teratas (u) dari geotextile terhadap ke-naikan daya dukung ultimit pondasi dan efek jarak antar geotextile (z). Untuk mengetahui penurunan, dilakukan pembebanan dengan menggunakan alat CBR lapangan (dong-krak). Berdasarkan penurunan yang terjadi pada tiap pengujian, dapat dianalisis pening-katan daya dukung yang terjadi dengan perkuatan geotextile. Penurunan yang dihasilkan dari pengujian tanpa perkuatan lebih besar daripada pengujian dengan perkuatan se-dangkan daya dukung ultimit yang dihasilkan dari pengujian tanpa perkuatan lebih kecil daripada pengujian dengan perkuatan. Untuk pengujian dengan geotextile n=5 penurun-an yang dihasilkan lebih kecil daripada pengujian dengan geotextile n=4. Dan untuk daya dukung ultimitnya, penelitian dengan perkuatan n=5 lebih besar daripada penelitian de-ngan geotextile n=4. Nilai BCR yang merupakan perbandingan antara daya dukung ultimit dengan perkuatan dan daya dukung ultimit tanpa perkuatan pada masing-masing rasio pengujian menunjukkan bahwa nilai BCR M.A.T = 55 cm > M.A.T = 67,5 cm > M.A.T = 77,5 cm > M.A.T = 80 cm (M.A.T = Muka air tanah). Adanya variasi muka air tanah, pemasangan perkuatan geotextile dan banyaknya jumlah lapisan geotextile yang digunakan mempengaruhi nilai penurunan dan daya dukung ultimit. Untuk variasi muka air dengan perkuatan memberikan kenaikan daya dukung 1,75-2,5 kali dibanding variasi muka air tanpa perkuatan
PENGARUH RANCANGAN DENAH TERHADAP RENCANA ANGGARAN BIAYA RUMAH TIPE 36 DI KOTA BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN Aunur Rafik; Sofwan Hadi
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 2 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah tipe 36 dapat dibangun dengan bermacam-macam variasi denah. Namun variasi rancangan denah akan berpengaruh pada biaya pekerjaannya, karena banyaknya variasi rancangan denah untuk membangun rumah tipe 36 sehingga sulit menentukan rancang-an denah yang akan digunakan agar diperoleh biaya pekerjaannya yang terjang-kau.Tujuan dari menghitung biaya pekerjaan model A,B, dan C untuk mengetahui cara menghitung biaya pekerjaan untuk membangun rumah tipe 36 dan mengetahui model mana yang lebih ekonomis dari segi biayanya.Metode yang digunakan untuk memperoleh data-data yang diperlukan tentang pengaruh rancangan denah terhadap Rencana Anggaran Biaya rumah tipe 36  adalah observasi la-pangan, metode deskriptif dan metode komperatif. Data-data yang diperlukan adalah daf-tar upah dan harga bahan bangunan, data harga satuan pekerjaan dan gambar kerja. Rencana lokasi  yaitu kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan.Bagian pekerjaan yang membedakan biaya pekerjaan dari ketiga model tersebut adalah pekerjaan persiapan, pekerjaan pondasi/tanah/lantai, pekerjaan beton bertulang, pe-kerjaan plesteran/dinding/plafon dan pekerjaan pengecatan. Biaya pekerjaan rumah tipe 36 model A memerlukan total biaya pekerjaan Rp 82.775.000,00, model B memerlukan total biaya pekerjaan Rp 84.854.000,00, model C memerlukan total biaya pekerjaan Rp 81.644.000,00. Dari total biaya pekerjaan antara model A, B dan C diperoleh model rumah tipe 36 yang paling efisien dari segi biayanya yaitu model C..
STABILISASI LERENG UNTUK PENGENDALIAN EROSI DENGAN SOIL BIOENGINEERING MENGGUNAKAN AKAR RUMPUT VETIVER Aspian Noor; Jurnadi Vahlevi; Fathur Rozi
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 2 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intensitas hujan yang cukup tinggi dengan durasi yang lama merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya erosi dan kelongsoran pada lereng yang kritis Air memberikan kon-stribusi terhadap terjadinya kelongsoran terutama pada tanah tak jenuh air. Air masuk kedalam tanah tak jenuh melalui: infiltrasi air permukaan, rembesan air dalam tanah dan naiknya permukaan air tanah. Ke tiga peristiwa diatas merubah kondisi tak jenuh menjadi kondisi jenuh air pada sebagian lapisan tanah. Akibatnya tanah mengalami perubahan kondisi mula-mula (initial state), sehingga lapisan tanah ini akan mengalami pengurang-an kohesi akibat genangan dan hujan deras yang terjadi dengan periode yang sukup panjang serta memicu kelongsoran tanah pada bidang yang lemah. Upaya penanganan melalui rekayasa geoteknik dengan menggunakan teknik-teknik perkuatan tanah pena-warkan penyelesaian dengan biaya yang sangat mahal dan hanya dapat dilakukan pada lokasi-laoksai yang mudah dijangkau. Penggunaan sisten soil bioengineering seperti ve-getasi merupakan salah satu penanganan kelongsoran lanjutan serta kelongsoran jangka panjang yang perlu dipertimbangkan, memgingat beberapa keunggulannya. Dengan so-lusi gree/bioengineering perlu pertimbangan yang tepat, berdasarkan iklim, tipe tanah dan biaya.  Pada daerah dengan kondisi iklim panas, tanah cukup kuat dan kohesif, barangkali cukup hanya dengan ditutup rumput biasa sebagai proteksi lereng. Pada kondisi ekstrim, pada daerah lereng curam dan tanah sangat mudah erosi, hujan sangat berlimpah dan waktu masih memungkinkan (lereng yang baru dibentuk perlu segera ditangani), maka penanaman vetiver perlu dipertimbangkan.
TEKNOLOGI WIRELESS SEBAGAI KONTROL GERAK MOTOR H. Sarifudin
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 2 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan teknologi robotik pada saat ini sudah banyak diaplikasikan pemanfaatannya,  diantaranya penggunaan lengan robot untuk perakitan dan pengelasan kerangka mobil pada industri manufaktur,  sebagai pencari dan pemadam sumber api,  robot boneka,  ro-bot perang (War Robot),  robot intel yang dapat terbang digunakan untuk memotret suatu daerah, dan fungsi-fungsi lainnya baik dibidang kedokteran,  sosial dan lain-lain.Dengan perangkat pengendali Robot dapat bergerak dengan baik. Untuk Sistem Otomatis, sensor pada kotak dapat mendeteksi adanya objek / benda yang di letakkan, sehingga kemudian Robot akan bergerak ke kotak tersebut dan memindahkannya ke kotak lain yang belum terisi objek / benda. Sedangkan untuk Sistem Wireless, robot ber-gerak sesuai pengendalian melalui penekanan tombol-tombol pada  remote control  de-ngan jarak maksimal berdasarkan hasil pengujian adalah sekitar 5 meter.
PENANGANAN LONGSORAN DENGAN PENDEKATAN GEOLOGI DAN GEOTEKNIS PADA KM 51+760 RUAS JALAN WAMENA – ELELIM PROVINSI PAPUA Duha Awaluddin K.
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 2 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi topografi wilayah Papua, sangat bervariasi. Menurut catatan statistik yang ada, sebagian besar penduduk asli Provinsi Papua tinggal di kawasan pegunungan. Aksesi-bilitas menjadi syarat utama untuk lebih mempercepat pertumbuhan ekonomi demi kese-jahteraan mayarakat di pegunungan. Sebagian besar ruas jalan yang melewati kawasan pegunungan, dengan kelandaian yang sangat ekstrim banyak mengalami kerusakan. Sa-lah satu faktor dominan yang menyebabkan terjadinya kerusakan pada ruas jalan adalah akibat pergeseran dan pergerakan tanah. Penanggulangan longsoran baik di tebing atas, di daerah badan jalan maupun di lereng bawah jalan, sehingga dapat mencegah terpu-tusnya jalan maupun terjadinya kerusakan jalan yang lebih berat, menjadi target utama. Pendekatan secara geologis dan geoteknis menjadi syarat mutlak untuk mendesain sua-tu bangunan struktur yang digunakan dalam penanganan longsoran. Secara teknis, fak-tor utama penyebab longsoran yang terjadi di KM 51+760 (ruas jalan Wamena – Elelim) adalah aliran air permukaan di kiri jalan dari arah Elelim melimpas badan jalan dan me-nggerus lereng bawah jalan. Berdasarkan kondisi geologi regional diketahui bahwa kon-disi perlapisan tanah/batuan di lokasi longsoran adalah kelompok kembelangan tak ter-pisahkan (JKK) yang terdiri dari batu lempung, batu sabak, sedikit sisipan batu lanau: se-tempat batu gamping lumpuran dan batu pasir. Dengan kondisi tersebut salah satu al-ternatif penanganan yang direkomendasikan adalah badan jalan lama yang jenuh air di-bongkar sampai ditemukan lapisan tanah padat, kemudian timbunan badan jalan baru menggunakan sistem encapsulated dengan geotekstil woven..
VARIASI PEMAKAIAN PASIR TERHADAP KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI f’c 35 Khairil Yanuar
POROS TEKNIK Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi yang selalu meningkat dari zaman ke zaman, kriteria beton mutu tinggi jugameningkat sesuai dengan perkembangan zaman. Berbagai penelitian dan percobaandibidang beton dilakukan sebagai upaya untuk menigkatkan kualitas beton, teknologi bahandan teknik-teknik pelaksanaan yang mana hasil dari penelitian dan percobaan tersebutdimaksudkan untuk menjawab tuntutan yang semakin tinggi terhadap mutu dan pemakianbeton. Salah satu cara agar dalam membuat beton mutu tinggi lebih ekonomis adalahdengan memperbanyak atau mencari proporsi yang paling maksimal untuk agregat halus(pasir) yang digunakan dalam sebuah campuran beton dengan perhitungan yang teliti agarmendapatkan hasil yang diinginkan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kuat tekan karakteristik 6 variasipemakaian jumlah proporsi agregat halus (pasir) terhadap campuran beton dari 2 jenis pasiryaitu pasir barito dan pasir rantau, kemudian untuk mengetahui variasi campuran mana yangmemenuhi kuat tekan rencana yaitu beton mutu tinggi (fc’35 MPa). Benda uji yang digunakanadalah berbentuk silinder yang keseluruhannya berjumlah 90 benda uji, dan akan di uji kuattekannya pada umur 7, 14 dan 28 hari di Laboraturium Politeknik Negeri Banjarmasin.Dari hasil penelitian diperoleh hasil pengujian 6 variasi campuran beton dari 2 jenis pasirmenunjukkan bahwa hanya 1 variasi campuran beton yang kuat tekan karakteristik nyamencapai kuat tekan rencana 35 MPa yaitu variasi 2 pasir barito dengan komposisi agregathalus 42 persen dan agregat kasar 58 persen. Semua benda uji memenuhi syarat 1 dansyarat II.
PENENTUAN BEBAN BATAS TIANG GALAM DENGAN LOADING TEST Abdul Khaliq
POROS TEKNIK Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keadaan tanah di Banjarmasin mempunyai struktur jenis tanah yang sangat lunak, olehkarena itu perlu dilakukan penelitian dan pengkajian yang mendalam terhadap stabilisasitanah. Dalam menentukan daya dukung batas, dilakukan penelitian tanah berupa ujipembebanan tiang (loading test).Dalam penelitian ini hanya difokuskan pada tiang galam tunggal dengan diameter 12 cmdan 14 cm dengan panjang 3,5 meter dengan Sampel uji masing-masing 4 Sampelpembebanan yang diberikan hanya berupa beban mati dari sejumlah material bata press.Kegiatan ini dilaksanakan di kampus Politeknik Negeri Banjarmasin pada tanggal 17November sampai 1 Desember 2004.Dalam pemberian beban awal mengacu pada hasil pengujian sondir di lokasi penelitian.Pembebanan diberikan dilakukan secara bertahap dan pembebanan dihentikan apabilapenurunan yang terjadi telah mencapai 10 % diameter tiang. Dalam analisa data kamimenggunakan 3 metode yaitu : P-S, marzurkiewich dan chin.Dari hasil analisa data ternyata didapat interpretasi Beban Ultimit dengan menggunakanMetode P-S menghasilkan beban yang lebih kecil dibandingkan dengan Metode Chin danmarzurkiewich.